TS
miu007
[ORFICT] Apakah Aku Harus?
![[ORFICT] Apakah Aku Harus?](https://dl.kaskus.id/www.images55.com/wp-content/uploads/2014/04/Welcome-Graphic.png)
My OC credit by RissaThanks Rissa

Spoiler for Cover:
Judul: Apakah Aku Harus?
Terbit : 2014 February
Author : Ahmad Baydhowi ( http://
facebook.com/ubay12 )
Genre : Comedy, Romance, Slice Of Life,
School Life, Super Power
Update Chapter : Senin (Malam)
Sipnopsis : Owi Pratama adalah Laki-laki yang
memiliki pemikiran skeptis. Selalu
menganggap dirinya yang paling sial dari
orang orang sial yang lain. Ia Memiliki motto
'hidup sehat, hidup hemat energi' . Selalu
berpikir pesimis, kritis, dan realistis. Namun
begitu, Owi Menghargai dan mempercayai
kerja keras. Suatu hari, ia mendapatkan
sesuatu kekuatan yang diinginkan. Apa
kekuatan yang diinginkannya? Apakah yang
akan dia dilakukan oleh kekuatan itu? Apakah
kesialan kesialan yang akan dihadapinya?
Quote:
READ :
Chapter 1 : Mungkin Aku harus Terapi Wajah?
Chapter 2 : Mungkin aku harus Berubah?
Chapter 3 : Mungkin aku harus menjadi yang terbaik?
Chapter 4 : Mungkin aku harus tetap seperti ini?
Chapter 5 : Mungkinkah aku harus lebih menikmati ini?
Chapter 6 : Mungkin aku harus mengakhiri ini?
NEW STYLE
Chapter 7 : Apakah aku harus men-reset kehidupanku?
Chapter 8 : Sudah kuduga Kehidupanku mainstream!
Chapter 9 : Pada akhirnya aku hanya orang Naif yang menyedihkan!
Chapter 10 : Senyum Suka Duka[END]
Chapter 1 : Mungkin Aku harus Terapi Wajah?
Chapter 2 : Mungkin aku harus Berubah?
Chapter 3 : Mungkin aku harus menjadi yang terbaik?
Chapter 4 : Mungkin aku harus tetap seperti ini?
Chapter 5 : Mungkinkah aku harus lebih menikmati ini?
Chapter 6 : Mungkin aku harus mengakhiri ini?
NEW STYLE
Chapter 7 : Apakah aku harus men-reset kehidupanku?
Chapter 8 : Sudah kuduga Kehidupanku mainstream!
Chapter 9 : Pada akhirnya aku hanya orang Naif yang menyedihkan!
Chapter 10 : Senyum Suka Duka[END]
Kritik dan saran sangat diperlukan untuk pengembangan cerita ini, tidak perlu
cukup Komentar, kritik dan saran 
Quote:
Diubah oleh miu007 02-06-2014 11:35
0
8K
Kutip
37
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•350Anggota
Tampilkan semua post
TS
miu007
#3
Chapter 1: Mungkinkah aku harus terapi wajah?
Spoiler for chapter1:
Pagi hari yang melelahkan seperti biasa. hari ini hari senin diramalan cuaca akan cerah. tapi dimataku ini akan jadi hari yang panas. aku lebih suka cuaca berawan. apalagi hari ini adalah tes Ujian Nasional.
pasti ini akan menjadi hari yang benar benar memuakkan.
aku belajar dengan kakakku tadi malam, dan bangun pukul setengah enam pagi. entah kenapa, aku bangun pagi hari ini.
mungkin aku gugup?
Aku ke meja makan dan membuat roti dengan selai kacang. ini pertama kali aku menyiapkan sendiri sarapanku.
saat itu adikku turun dari tangga hanya dengan celana dalam dan setengah sadar.
"kak... hari ini makan apa.....?"
"Hoi.. kenapa kau bertanya hal itu padaku? dan.. mana baju dengan celanamu...!?"
"oh...? aku kira kau kak Atra. tumben sekali kakak bangun duluan tanpa bantuanku..."
dia bahkan tidak menjawab pertanyaanku!!
"hari ini kan aku ada Ujian Nasional bodoh!"
"oh...? semoga kau lulus ya..?" adikku mengatakan itu dan menuju kekamarnya kembali.
oh ya, ia satu sekolah dengan ku. namanya Tria Pratama. ia sudah kelas 1 SMP. ia mengikuti les karate kalau tidak salah. ia sering mengikuti turnamen sampai saat ini. dan selalu menjadi Juara umum.
Ia cantik, ramping, berambut hitam panjang, manis,pokoknya ia idaman semua laki-laki. tetapi aku sama sekali tidak tertarik padanya. karena aku tidak suka gadis yang menarik perhatian. meskipun aku lebih takut padanya. ia adikku yang harus kujaga.
dan... tadi apa katanya..? kata-kata yang menyebalkan seperti biasa. dan kenapa ia bertanya supaya aku lulus?
Aku menghela nafas.
Lebih baik aku makan sebelum nafsu makanku hilang.
saat ku sedang makan. kak Atra Keluar dari kamarnya, dan menyapaku seperti biasa. tapi ia kelihatan agak terkejut.
"selamat pagi Owi..! ah.. kau sudah bangun? ini adalah pemandangan yang langka"
"ya" aku selalu menjawab dengan singkat.
"hmm... kau sudah tampan, rapih, tetapi hanya sifatmu yang menyebalkan" ia selalu menasihatiku yang tidak penting.
"terimakasih" hanya itu yang bisa kujawab.
"hoi... itu bukan pujian. oh ya.. ingin berangkat bersama?"
ia menawarkannya seperti biasa untuk berangkat bersamanya menaiki mobil yang dibelikan ayah.
aku bingung kenapa ia tidak pernah bosan bertanya.
"boleh"
lagipula aku sedang malas berjalan hari ini. Diramalan cuaca, hari ini akan cerah--ah.. maaf, panas. Jadi, mungkin aku bisa menghemat pasokan energiku yang sedikit ini untuk perjalanan pulang.
"tumben kau ingin ikut"
Dia menjawawabnya dengan sedikit bingung.
"aku hanya sedang malas"
"baiklah"
kakakku selalu baik seperti biasa, mungkin kakakku adalah kakak terbaik sedunia ini.
Nama kakakku Dwiatra Pratama. ia sudah kuliah.
ya.. ia tampan, tinggi sekitar 190cm, pintar, berambut pendek berwarna hitam lurus, ideal bagi semua wanita. ia sering berolahraga. seperti basket, beladiri, bulu tangkis, dan berenang.
Dan ia sering mengikuti turnamen seperti adikku. bedanya, ia selalu juara satu. ia seharusnya sekarang kelas 2 SMA tapi ia Loncat kelas dua kali. aku bahkan tidak pernah melihat dia belajar. Ia sering sekali disebut genius.
Meskipun sifatku seperti ini, aku cukup sayang kepada kakakku. Aku iri padanya. Siapa yang tidak mau menjadi genius? cukup tidur, makan, bermain, mendapat nilai bagus, berkerja, menikah.
Sesaat setelah makan kami pun berangkat.
"Tria.. Kakak berangkat ya.."
Kakakku berteriak dari depan pintu luar
"ya.. hati-hati ya kak.. kak Owi juga.. hati-hati mengerjakan tes nya"
Apa-apaan dia itu? sok manis jika didepan kak Atra. Meskipun ia memang manis, tetapi dimataku ia tampak mengerikan.
Kami pun berangkat. saat diperjalanan kak Atra selalu bertanya tentang sekolahku. Dan aku hanya harus menjawab "biasa saja".
"Hoi.. kehidupanmu itu datar sekali. apa kau tidak ingin hidupmu bergelombang dan lebih berwarna?"
"tidak terimakasih"
Kakakku menghela nafas
"hah...sudahlah..! oh ya, kenapa kau ingin belajar tadi malam? biasanya kau tidak pernah belajar"
"hoi hoi, aku belajar. jika ada ulangan"
"hah? tetapi kau belajar hanya sekitar 5 menit. kenapa kau selalu masuk 5 besar?"
hah? Setidaknya aku belajarkan! kenapa dia bisa tau? sial, dia mengerikan...!
"ha....hhh, knp kau bisa tahu hal yg tak penting itu?"
"aku adalah kakakmu, jd aku harus memperhatikanmu. dan juga, kau belum menjawab pertanyaanku"
itu terlalu berlebihan bodoh...!
"itu hanya beruntung"
"bagaimana kau bisa beruntung selama 9 tahun lamanya?"
"itu hanya keberuntungan jangka panjang"
"apa apaan itu..?"
"sudahlah.. kita sudah ingin sampai"
"ya ya"
saat sampai didepan gerbang sekolah adalah saat saat yang paling ku benci. karena aku akan menjadi perhatian semua orang. karena kakakku mengendarai mobil sport. apalagi jika kakakku keluar dari mobilnya. kau bisa bayangkan kan? sudahlah... aku lama lama muak membicarakannya. bukan karena aku membencinya. mungkin aku iri kepadanya.
Aku langsung menuju kelas yang sudah ditentukan.
"hoi... Owi.." ada yang memanggilku. ternyata ia adalah temanku, Indra Louise.
Nama yang sangat jarang, Karena Indra adalah blasteran Italia-Indonesia.
Ia adalah temanku satu-satunya, hanya dia yang tahan denganku dan sifatku. Ia sangat berharga bagiku. hanya ia yang tau bagaimana sifatku dan masih berteman denganku. Akumerasa nyaman walaupun hanya memiliki satu teman. Seperti kata manga yang pernah aku baca.
'Kau tidak membutuhkan 100 teman, Carilah teman yang 100 kali lebih berharga.'
Ia mempunyai badan yang pendek untuk seukuran SMP. sekitar 160 cm mempunyai badan yang pendek ideal, dengan rambut coklat pendek yang lurus, tampan-ah.. tidak, imut, bola mata yang berwarna kehijauan. ia sangat enak dipandang.
Berbeda dengannya, aku adalah kebalikannya. Badanku tinggi ideal sekitar 180cm, rambut hitam ikal pendek, bola mataku hitam pekat seperti mata mati. yah.. aku tidak menghina atau memuji diriku sendiri. aku hanya mengatakan apa yang kulihat saat aku bercermin.
"ah...Indra"
Yah.. aku memanggilnya dengan nama panggilan.
"Bagaimana ini? ujian nasional, dan kita berbeda kelas. aku merasa kesepian"
kenapa dia? panik? anak ini berlebihan.
"Hoihoi...! tenang tenang! apakau sudah belajar tadi malam?"
"y-ya"
"kalo begitu apa yang kau khawatirkan?"
"aku merasa asing dikelas yang tidak ada kamu Owi"
apa-apaan gaya yang manis itu!!? aku tidak tahan.....
"hmmm..... bagaimana kalau kita berlomba?"
"Berlomba apa?"
"Ujian. yang selesai duluan adalah yang menang. yang kalah harus mentraktir yang menang makan siang"
"hah..!? benarkah? ayo!"
Seperti biasa, Dia tertarik pada hal yang berjenis perlombaan.
"baiklah kalau begitu. kau pergi kekelasmu sana! aku lelah berdiri dan berdebat denganmu!"
"baiklah Owi... dah..."
kau lihat kan? Dia tidak menganggap ucapanku serius. Inilah sifat yang membuatku dan dia berteman.
"hah.. dah"
Akupun memasuki kelas.
Yah.. memang benar kata Indra. ternyata memang terasa asing. tapi aku tak peduli dengan itu. aku ingin cepat-cepat mengerjakan Ujian itu, selesai, pulang, dan tidur dirumah.
aku duduk di depan, meja pertama dari kiri dekat dengan jendela luar.
Aku duduk, dan sambil menuggu. aku tidur.
Sekitar 5 menit aku tertidur
*Gubrakkkk!!!
"hah...!!"
Gila....! aku terkejut setengah mati! suara apa itu!?
aku melihat sekeliling dan melihat ternyata suara itu berasal dari belakang ku.
Seorang perempuan berkacamata jatuh karena dijahili teman sekelasnya. Aku lihat dia mengeluarkan air mata.
aku paling tidak bisa melihat perempuan menangis! seperti biasa tubuhku bergerak sendiri. jika melihat perempuan menangis. ini sudah terjadi 2 kali.
aku menghampiri lelaki yang membuat gadis itu menangis dengan tatapan tajam.
"hei kau!" aku mengangkat kerahnya dan mengangkatnya.
Sial! Sepertinya ini berlebihan.
"A-ada apa?"
ia menjawabnya dengan gugup, dan takut mungkin.
"beraninya kau membuatku terbangun...! dan mengagetkanku.. memangnya kau raja? Yang bisa membuat suatu ruangan gaduh? Memangnya kau sudah siap dibenci oleh seseorang?"
aku mengatakan itu untuk menghindari gadis berkacamata itu. Lagipula, aku juga kesal karena tidurku dibangunkan dengan cara yang menyebalkan.
"T-tidak, maaf..." karena badanku yang relatif besar, dia hanya bisa pasrah dan meminta maaf.
"kau harus meminta maaf kepada gadis itu juga!"
"B-baik...!" aku melepaskannya. lalu ia menuju gadis itu untuk meminta maaf.
"Maaf, aku sangat menyesal..."
"t-tidak, tidak apaapa"
Apa? ia memaafkannya dengan mudah? apa dia tuan putri yang bodoh? gila!
aku menghela nafas.
Lagi pula itu bukan urusanku.. sudahlah
Saat aku berjalan menuju tempat dudukku, gadis itu
mengucapkan.
"terimakasih"
hah? aku kan sudah bilang marah karena tidurku terganggu, dan kenapa ia berterimakasih? Dia pasti keturunan putri seorang bangsawan!
"bodoh! siapa yang ingin menolongmu..!?"
Setelah aku mengatakan itu, Ia tetap berterimakasih. aku mengabaikannya dan ketempat dudukku lagi. itu sedikit membuatku kesal--tidak, iri mungkin?
saat itu bel masuk berbunyi.
*te....ng.......
dan guru pengawas memasuki kelas.
akhirnya... ayo cepat!
kami berdoa, setelah itu guru pengawas membagikan lembar soal dan jawaban.
"baiklah... silahkan..!"
setelah 25 menit berlalu.
'tinggal lima lagi, dan penderitaan ini selesai'
Saat itu gadis berkacamata itu maju dan mengumpulkan ulangannya. Murid dan pengawas sangat terkejut, Aku juga. ini adalah ujian dengan 80 soal
'apa? ia cepat sekali! hanya 25 menit? 25 dikali 60 dibagi 80? hmm... 18 detik per soal? gila..!'
apa dia memiliki kakak seperti kakakku? Tehee.
Saat ia keluar kelas, aku sudah selesai dan mengumpulkannya juga.
"ahhh.. aku terlalu cepat. belajar dengan kakak. Terasa mempunyai kunci jawaban" aku bergumam.
Setelah itu, aku pergi kekelas Indra. untuk memberitahu aku selesai duluan. ia terlihat murung saat melihatku. lalu aku pulang kerumah. diperjalan yang cerah dalam arti panas dan berarti juga melelahkan. aku bagai vampire yang kehabisan tenaga.
'sial! panas sekali hari ini! cerah apanya? persetan dengan ramalan cuaca!'
setelah perjalan yang butuh perjuangan. akhirnya aku sampai dirumahku.
"aku pulang..."
"selamat datang.. kenapa kau kelelahan? Dan apa kau sudah ujian?"
"tolong ambil minum dulu lah.. jangan bertanya pada orang yang habis menghadapi ulangan dan perjalanan yang panjang"
"oh begitu. ingin minum apa?"
"jus jeruk"
adikku mengambilkanku minum, lalu aku meminumnya.
"akhirnya... energiku kembali...apa kau masih ingin bertanya Tria"
"tidak" ia berkata itu dan langsung pergi.
"hah tidak jadi? baguslah"
tunggu dulu, kenapa dia tidak mau? oh.. sepertinya saat aku meminta minum aku mengatakannya secara tak sadar. tehee.
Aku ketiduran didepan pintu rumah. saat itu adikku membangunkanku untuk pindah kekamarku. karena disini dingin. yah.. meskipun ia kadang suka mengerikan. tapi terkadang ia bisa bersifat manis seperti ini. menghawatirkan kakaknya tidur dilantai. sekilas aku bangga.
Saat ia membangunkanku. aku tidak bisa tertidur kembali. aku menyalakan PSP ku. dan bermain game favoritku.
Setelah sekitar 20menit, adikku mendekatiku.
"kak..."
"hah? apa?" aku menjawabnya sambil bermain game.
"kau lapar?"
"hmmm...ya.."
"apa kau ingin makan masakkanku?"
hah? dia memasak? aku harus menjawab "ya" agar ia tak kalah sebelum berperang.
"tentu.. kenapa tidak?"
"silahkan kemeja makan" aku mematikan psp ku dan menuju meja makan. aku melihat ada tudung saji diatas meja. dan mencium bau Sup.
"Silahkan duduk kak.."
Tumben dia baik? baguslah.
"hah.. terimakasih"
sambil membuka tudung saji ia mengatakan
"Tada....silahkan dimakan" dengan penuh semangat.
"sepertinya ini sangat enak...."
aku memakannya bersama dengan nasi. dan rasanya, enak. tak ku sangka ia punya sisi feminim.
"bagimana?" ia bertanya dengan mata berkaca kaca.
"enak sekali" aku mengatakannya dengan datar.
Meskipun aku ingin mekatakannya dengan ekspresi, aku tidak bisa. entah mengapa wajah ini berat di kendalikan. sudah berapa lama aku tak sadar? aku selalu memasang muka malas, dan kesal. itu saja. Mungkin aku membutuhkan terapi wajah? tehee.
"Hah..? benarkah? tapi kau tak berekspresi.."
"Hmm..Aku tidak bisa berekspresi Tria.."
"hah..? apa apaan itu?"
Saat aku sedang makan sup Tria. tak sadar, air mataku keluar.
"kak? kenapa kau menangis? tapi ekspresimu tidak berubah!? apa sup ku tidak enak?"
"t-tidak. aku hanya terharu karena kau mempunyai sisi feminim dan juga, masakanmu enak sekali" ini aneh. aku merasa senang saat aku memakan karenya. seperti ada sihir didalamnya.
"hah..!? apa apaan itu!? Aku ini wanita, jadi pasti aku mempunyai sisi feminim" ia marah marah. Setelah itu memukul kepalaku dan langsung pergi kekamarnya.
Yah.. inilah sifat mengerikannya.
Setelah aku menghabiskan sup yang ia buat. aku berterimakasih dengan cara berteriak dari meja makan.
"Terimakasih atas makanannya!!"
"Haa...! Sama-sama!!"
Masih marah ternyata. Kadang kadang dia bersifat manis. Dasar!
pasti ini akan menjadi hari yang benar benar memuakkan.
aku belajar dengan kakakku tadi malam, dan bangun pukul setengah enam pagi. entah kenapa, aku bangun pagi hari ini.
mungkin aku gugup?
Aku ke meja makan dan membuat roti dengan selai kacang. ini pertama kali aku menyiapkan sendiri sarapanku.
saat itu adikku turun dari tangga hanya dengan celana dalam dan setengah sadar.
"kak... hari ini makan apa.....?"
"Hoi.. kenapa kau bertanya hal itu padaku? dan.. mana baju dengan celanamu...!?"
"oh...? aku kira kau kak Atra. tumben sekali kakak bangun duluan tanpa bantuanku..."
dia bahkan tidak menjawab pertanyaanku!!
"hari ini kan aku ada Ujian Nasional bodoh!"
"oh...? semoga kau lulus ya..?" adikku mengatakan itu dan menuju kekamarnya kembali.
oh ya, ia satu sekolah dengan ku. namanya Tria Pratama. ia sudah kelas 1 SMP. ia mengikuti les karate kalau tidak salah. ia sering mengikuti turnamen sampai saat ini. dan selalu menjadi Juara umum.
Ia cantik, ramping, berambut hitam panjang, manis,pokoknya ia idaman semua laki-laki. tetapi aku sama sekali tidak tertarik padanya. karena aku tidak suka gadis yang menarik perhatian. meskipun aku lebih takut padanya. ia adikku yang harus kujaga.
dan... tadi apa katanya..? kata-kata yang menyebalkan seperti biasa. dan kenapa ia bertanya supaya aku lulus?
Aku menghela nafas.
Lebih baik aku makan sebelum nafsu makanku hilang.
saat ku sedang makan. kak Atra Keluar dari kamarnya, dan menyapaku seperti biasa. tapi ia kelihatan agak terkejut.
"selamat pagi Owi..! ah.. kau sudah bangun? ini adalah pemandangan yang langka"
"ya" aku selalu menjawab dengan singkat.
"hmm... kau sudah tampan, rapih, tetapi hanya sifatmu yang menyebalkan" ia selalu menasihatiku yang tidak penting.
"terimakasih" hanya itu yang bisa kujawab.
"hoi... itu bukan pujian. oh ya.. ingin berangkat bersama?"
ia menawarkannya seperti biasa untuk berangkat bersamanya menaiki mobil yang dibelikan ayah.
aku bingung kenapa ia tidak pernah bosan bertanya.
"boleh"
lagipula aku sedang malas berjalan hari ini. Diramalan cuaca, hari ini akan cerah--ah.. maaf, panas. Jadi, mungkin aku bisa menghemat pasokan energiku yang sedikit ini untuk perjalanan pulang.
"tumben kau ingin ikut"
Dia menjawawabnya dengan sedikit bingung.
"aku hanya sedang malas"
"baiklah"
kakakku selalu baik seperti biasa, mungkin kakakku adalah kakak terbaik sedunia ini.
Nama kakakku Dwiatra Pratama. ia sudah kuliah.
ya.. ia tampan, tinggi sekitar 190cm, pintar, berambut pendek berwarna hitam lurus, ideal bagi semua wanita. ia sering berolahraga. seperti basket, beladiri, bulu tangkis, dan berenang.
Dan ia sering mengikuti turnamen seperti adikku. bedanya, ia selalu juara satu. ia seharusnya sekarang kelas 2 SMA tapi ia Loncat kelas dua kali. aku bahkan tidak pernah melihat dia belajar. Ia sering sekali disebut genius.
Meskipun sifatku seperti ini, aku cukup sayang kepada kakakku. Aku iri padanya. Siapa yang tidak mau menjadi genius? cukup tidur, makan, bermain, mendapat nilai bagus, berkerja, menikah.
Sesaat setelah makan kami pun berangkat.
"Tria.. Kakak berangkat ya.."
Kakakku berteriak dari depan pintu luar
"ya.. hati-hati ya kak.. kak Owi juga.. hati-hati mengerjakan tes nya"
Apa-apaan dia itu? sok manis jika didepan kak Atra. Meskipun ia memang manis, tetapi dimataku ia tampak mengerikan.
Kami pun berangkat. saat diperjalanan kak Atra selalu bertanya tentang sekolahku. Dan aku hanya harus menjawab "biasa saja".
"Hoi.. kehidupanmu itu datar sekali. apa kau tidak ingin hidupmu bergelombang dan lebih berwarna?"
"tidak terimakasih"
Kakakku menghela nafas
"hah...sudahlah..! oh ya, kenapa kau ingin belajar tadi malam? biasanya kau tidak pernah belajar"
"hoi hoi, aku belajar. jika ada ulangan"
"hah? tetapi kau belajar hanya sekitar 5 menit. kenapa kau selalu masuk 5 besar?"
hah? Setidaknya aku belajarkan! kenapa dia bisa tau? sial, dia mengerikan...!
"ha....hhh, knp kau bisa tahu hal yg tak penting itu?"
"aku adalah kakakmu, jd aku harus memperhatikanmu. dan juga, kau belum menjawab pertanyaanku"
itu terlalu berlebihan bodoh...!
"itu hanya beruntung"
"bagaimana kau bisa beruntung selama 9 tahun lamanya?"
"itu hanya keberuntungan jangka panjang"
"apa apaan itu..?"
"sudahlah.. kita sudah ingin sampai"
"ya ya"
saat sampai didepan gerbang sekolah adalah saat saat yang paling ku benci. karena aku akan menjadi perhatian semua orang. karena kakakku mengendarai mobil sport. apalagi jika kakakku keluar dari mobilnya. kau bisa bayangkan kan? sudahlah... aku lama lama muak membicarakannya. bukan karena aku membencinya. mungkin aku iri kepadanya.
Aku langsung menuju kelas yang sudah ditentukan.
"hoi... Owi.." ada yang memanggilku. ternyata ia adalah temanku, Indra Louise.
Nama yang sangat jarang, Karena Indra adalah blasteran Italia-Indonesia.
Ia adalah temanku satu-satunya, hanya dia yang tahan denganku dan sifatku. Ia sangat berharga bagiku. hanya ia yang tau bagaimana sifatku dan masih berteman denganku. Akumerasa nyaman walaupun hanya memiliki satu teman. Seperti kata manga yang pernah aku baca.
'Kau tidak membutuhkan 100 teman, Carilah teman yang 100 kali lebih berharga.'
Ia mempunyai badan yang pendek untuk seukuran SMP. sekitar 160 cm mempunyai badan yang pendek ideal, dengan rambut coklat pendek yang lurus, tampan-ah.. tidak, imut, bola mata yang berwarna kehijauan. ia sangat enak dipandang.
Berbeda dengannya, aku adalah kebalikannya. Badanku tinggi ideal sekitar 180cm, rambut hitam ikal pendek, bola mataku hitam pekat seperti mata mati. yah.. aku tidak menghina atau memuji diriku sendiri. aku hanya mengatakan apa yang kulihat saat aku bercermin.
"ah...Indra"
Yah.. aku memanggilnya dengan nama panggilan.
"Bagaimana ini? ujian nasional, dan kita berbeda kelas. aku merasa kesepian"
kenapa dia? panik? anak ini berlebihan.
"Hoihoi...! tenang tenang! apakau sudah belajar tadi malam?"
"y-ya"
"kalo begitu apa yang kau khawatirkan?"
"aku merasa asing dikelas yang tidak ada kamu Owi"
apa-apaan gaya yang manis itu!!? aku tidak tahan.....
"hmmm..... bagaimana kalau kita berlomba?"
"Berlomba apa?"
"Ujian. yang selesai duluan adalah yang menang. yang kalah harus mentraktir yang menang makan siang"
"hah..!? benarkah? ayo!"
Seperti biasa, Dia tertarik pada hal yang berjenis perlombaan.
"baiklah kalau begitu. kau pergi kekelasmu sana! aku lelah berdiri dan berdebat denganmu!"
"baiklah Owi... dah..."
kau lihat kan? Dia tidak menganggap ucapanku serius. Inilah sifat yang membuatku dan dia berteman.
"hah.. dah"
Akupun memasuki kelas.
Yah.. memang benar kata Indra. ternyata memang terasa asing. tapi aku tak peduli dengan itu. aku ingin cepat-cepat mengerjakan Ujian itu, selesai, pulang, dan tidur dirumah.
aku duduk di depan, meja pertama dari kiri dekat dengan jendela luar.
Aku duduk, dan sambil menuggu. aku tidur.
Sekitar 5 menit aku tertidur
*Gubrakkkk!!!
"hah...!!"
Gila....! aku terkejut setengah mati! suara apa itu!?
aku melihat sekeliling dan melihat ternyata suara itu berasal dari belakang ku.
Seorang perempuan berkacamata jatuh karena dijahili teman sekelasnya. Aku lihat dia mengeluarkan air mata.
aku paling tidak bisa melihat perempuan menangis! seperti biasa tubuhku bergerak sendiri. jika melihat perempuan menangis. ini sudah terjadi 2 kali.
aku menghampiri lelaki yang membuat gadis itu menangis dengan tatapan tajam.
"hei kau!" aku mengangkat kerahnya dan mengangkatnya.
Sial! Sepertinya ini berlebihan.
"A-ada apa?"
ia menjawabnya dengan gugup, dan takut mungkin.
"beraninya kau membuatku terbangun...! dan mengagetkanku.. memangnya kau raja? Yang bisa membuat suatu ruangan gaduh? Memangnya kau sudah siap dibenci oleh seseorang?"
aku mengatakan itu untuk menghindari gadis berkacamata itu. Lagipula, aku juga kesal karena tidurku dibangunkan dengan cara yang menyebalkan.
"T-tidak, maaf..." karena badanku yang relatif besar, dia hanya bisa pasrah dan meminta maaf.
"kau harus meminta maaf kepada gadis itu juga!"
"B-baik...!" aku melepaskannya. lalu ia menuju gadis itu untuk meminta maaf.
"Maaf, aku sangat menyesal..."
"t-tidak, tidak apaapa"
Apa? ia memaafkannya dengan mudah? apa dia tuan putri yang bodoh? gila!
aku menghela nafas.
Lagi pula itu bukan urusanku.. sudahlah
Saat aku berjalan menuju tempat dudukku, gadis itu
mengucapkan.
"terimakasih"
hah? aku kan sudah bilang marah karena tidurku terganggu, dan kenapa ia berterimakasih? Dia pasti keturunan putri seorang bangsawan!
"bodoh! siapa yang ingin menolongmu..!?"
Setelah aku mengatakan itu, Ia tetap berterimakasih. aku mengabaikannya dan ketempat dudukku lagi. itu sedikit membuatku kesal--tidak, iri mungkin?
saat itu bel masuk berbunyi.
*te....ng.......
dan guru pengawas memasuki kelas.
akhirnya... ayo cepat!
kami berdoa, setelah itu guru pengawas membagikan lembar soal dan jawaban.
"baiklah... silahkan..!"
setelah 25 menit berlalu.
'tinggal lima lagi, dan penderitaan ini selesai'
Saat itu gadis berkacamata itu maju dan mengumpulkan ulangannya. Murid dan pengawas sangat terkejut, Aku juga. ini adalah ujian dengan 80 soal
'apa? ia cepat sekali! hanya 25 menit? 25 dikali 60 dibagi 80? hmm... 18 detik per soal? gila..!'
apa dia memiliki kakak seperti kakakku? Tehee.
Saat ia keluar kelas, aku sudah selesai dan mengumpulkannya juga.
"ahhh.. aku terlalu cepat. belajar dengan kakak. Terasa mempunyai kunci jawaban" aku bergumam.
Setelah itu, aku pergi kekelas Indra. untuk memberitahu aku selesai duluan. ia terlihat murung saat melihatku. lalu aku pulang kerumah. diperjalan yang cerah dalam arti panas dan berarti juga melelahkan. aku bagai vampire yang kehabisan tenaga.
'sial! panas sekali hari ini! cerah apanya? persetan dengan ramalan cuaca!'
setelah perjalan yang butuh perjuangan. akhirnya aku sampai dirumahku.
"aku pulang..."
"selamat datang.. kenapa kau kelelahan? Dan apa kau sudah ujian?"
"tolong ambil minum dulu lah.. jangan bertanya pada orang yang habis menghadapi ulangan dan perjalanan yang panjang"
"oh begitu. ingin minum apa?"
"jus jeruk"
adikku mengambilkanku minum, lalu aku meminumnya.
"akhirnya... energiku kembali...apa kau masih ingin bertanya Tria"
"tidak" ia berkata itu dan langsung pergi.
"hah tidak jadi? baguslah"
tunggu dulu, kenapa dia tidak mau? oh.. sepertinya saat aku meminta minum aku mengatakannya secara tak sadar. tehee.
Aku ketiduran didepan pintu rumah. saat itu adikku membangunkanku untuk pindah kekamarku. karena disini dingin. yah.. meskipun ia kadang suka mengerikan. tapi terkadang ia bisa bersifat manis seperti ini. menghawatirkan kakaknya tidur dilantai. sekilas aku bangga.
Saat ia membangunkanku. aku tidak bisa tertidur kembali. aku menyalakan PSP ku. dan bermain game favoritku.
Setelah sekitar 20menit, adikku mendekatiku.
"kak..."
"hah? apa?" aku menjawabnya sambil bermain game.
"kau lapar?"
"hmmm...ya.."
"apa kau ingin makan masakkanku?"
hah? dia memasak? aku harus menjawab "ya" agar ia tak kalah sebelum berperang.
"tentu.. kenapa tidak?"
"silahkan kemeja makan" aku mematikan psp ku dan menuju meja makan. aku melihat ada tudung saji diatas meja. dan mencium bau Sup.
"Silahkan duduk kak.."
Tumben dia baik? baguslah.
"hah.. terimakasih"
sambil membuka tudung saji ia mengatakan
"Tada....silahkan dimakan" dengan penuh semangat.
"sepertinya ini sangat enak...."
aku memakannya bersama dengan nasi. dan rasanya, enak. tak ku sangka ia punya sisi feminim.
"bagimana?" ia bertanya dengan mata berkaca kaca.
"enak sekali" aku mengatakannya dengan datar.
Meskipun aku ingin mekatakannya dengan ekspresi, aku tidak bisa. entah mengapa wajah ini berat di kendalikan. sudah berapa lama aku tak sadar? aku selalu memasang muka malas, dan kesal. itu saja. Mungkin aku membutuhkan terapi wajah? tehee.
"Hah..? benarkah? tapi kau tak berekspresi.."
"Hmm..Aku tidak bisa berekspresi Tria.."
"hah..? apa apaan itu?"
Saat aku sedang makan sup Tria. tak sadar, air mataku keluar.
"kak? kenapa kau menangis? tapi ekspresimu tidak berubah!? apa sup ku tidak enak?"
"t-tidak. aku hanya terharu karena kau mempunyai sisi feminim dan juga, masakanmu enak sekali" ini aneh. aku merasa senang saat aku memakan karenya. seperti ada sihir didalamnya.
"hah..!? apa apaan itu!? Aku ini wanita, jadi pasti aku mempunyai sisi feminim" ia marah marah. Setelah itu memukul kepalaku dan langsung pergi kekamarnya.
Yah.. inilah sifat mengerikannya.
Setelah aku menghabiskan sup yang ia buat. aku berterimakasih dengan cara berteriak dari meja makan.
"Terimakasih atas makanannya!!"
"Haa...! Sama-sama!!"
Masih marah ternyata. Kadang kadang dia bersifat manis. Dasar!
Diubah oleh miu007 12-05-2014 17:14
0
Kutip
Balas
![[ORFICT] Apakah Aku Harus?](https://dl.kaskus.id/s30.postimg.org/cyj2i6941/image.png)