Kaskus

Story

primenumbersAvatar border
TS
primenumbers
[Doko Demo Hana] Doko Demo Watashi Ga Aru, Hana O Hanami Shite Imasu
Konichiwa minna-san! Hajimemashite, watashi no namae wa Eric desu. Dozo Yoroshiku emoticon-Big Grin

Artinya : Hallo semuanya! Perkenalkan, nama gue Eric. Senang bertemu dengan kalian emoticon-Big Grin

Selama ini gue cuma jadi silent reader abadi di SFTH, dan setelah banyak membaca cerita2 disini yg sangat inspiratif, menarik, dan unik. Gue juga memberanikan diri untuk menulis cerita gue sendiri emoticon-Big Grin

Gue orangnya nggak suka basa basi dan banyak ngomong. Jadi kita langsung ke ceritanya aja yah emoticon-Hammer

Buat yg udah mampir arigatou onegaishimasu and happy reading emoticon-coffee

--

Buat temen2 yg udah tau/ngerti arti judulnya, gak usah di share dimari ya translate nya. emoticon-Big Grin
Cukup disimpen dalem hati aja dulu emoticon-Big Grin
Yg pasti nanti di last episode akan gue kasih tau artinya emoticon-Big Grin
Sankyu emoticon-Cendol (S)


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:




Quote:


Quote:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 34 suara
Who is your favourite character?
Eric :cool:
15%
Florina :kisss
24%
Desma :kisss
44%
Arman :cool:
18%
Diubah oleh primenumbers 13-07-2014 23:47
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
96.5K
856
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.7KAnggota
Tampilkan semua post
primenumbersAvatar border
TS
primenumbers
#610
Eps 31
"Man, lo balik duluan aja" Perintah gue ke Arman

"Lah lo gak balik?" Arman bertanya

"Mau ke perpus dulu gue ngembaliin buku, udah telat tiga hari neh" emoticon-Cape d... (S)

"Ya udah gue temenin"

"Gak usah. Bakal lama soalnya, lo balik duluan aja"

"Bener neh?"

"Iya"

"Oke deh, gue cabut duluan ya"

"Sip"


Gue memutuskan untuk pergi ke perpustakaan, hendak mengembalikan sebuah buku yg gue pinjam dan sudah lewat tempo. Sebelum kena denda lebih besar, lebih bagus kalo buku itu segera gue pulangkan.

Saat gue sampai di perpus, gue langsung temui Mbak Desvi. Si pustakawati yg selalu setia menjaga perpus kampus.


"Siang, Mbak Desvi" Sapa gue ke Mbak Desvi

"Ya, Mas?"

"Ini Mbak, saya mau ngembaliin buku yg saya pinjem"

"Coba saya liat"


Gue memberikan buku itu kepada dia. Dan dia langsung melihat tanggal ketika buku itu gue pinjam lewat komputer miliknya.


"Wah ini udah jatuh tempo ya? Harus bayar denda, Mas"

"Iya, saya tau. Berapa Mbak?"

"10 ribu"


Begitu mendengar nominal yg harus gue bayarkan, gue langsung merogoh kantong celana depan untuk mengambil satu lembar uang sepuluh ribu dan kemudian membayarkannya kepada Mbak Desvi. Ketika gue memalingkan muka ke arah kanan dan coba memperhatikan pemandangan sekitar. Gue dibuat terkejut karna melihat sosok Flo yg sedang duduk di meja nomor lima seorang diri, dengan beberapa buah buku di depannya.

Didorong rasa penasaran dan ingin tahu apa yg sedang Flo lakukan, gue bergerak maju untuk menghampirinya. Sebelumnya, gue terlebih dahulu mengambil sebuah buku secara acak yg tersusun rapih di rak yg ada di dalam ruangan. Ya inilah alasan yg gue pakai agar bisa mendekati Flo.

Jarak antara gue dan Flo kini hanya tinggal selangkah. Gue mengambil nafas dalam2 sebelum menyapanya.


"Hai Flo.."

"Eric?" Sahut Flo manis tapi tanpa ekspresi

"Apa kabar?" Tanya gue hangat

"Baik" Kembali ia menjawab dengan datar

"Jarang2 gue ngeliat lo di perpus. Lagi nggak ada acara?"

"Nggak"

"Hmmm, gue boleh duduk disini nggak?"

"Silahkan"


Entah mengapa, gue yg sudah coba menghangatkan suasana tapi sepertinya usaha gue akan sia2. Dalam hati gue terbesit rasa kecewa, sepertinya pertemuan kali ini tidak seperti yg gue bayangkan dan tidak berkesan.

Tak lama kemudian, gue pun enggan untuk melanjutkan obrolan lebih panjang lagi. Kini gue berpura2 membaca buku yg bahkan judul dan isi dari buku sendiri itu pun gue tidak tahu. Lalu, gue melirik ke arah Flo, tangannya sibuk menulis suatu tulisan di secarik kertas. Pulpen yg ia pegangnya pun sangat erat ia genggam, kekuatan dan kecepatan menulisnya benar2 luar biasa. Akan tetapi, wajahnya terlihat sangat sedih, bahkan air mata pun sempat keluar dari matanya yg kemudian menetes ke secarik kertas tersebut. diri gue terkejut dan terharu ketika gue mengetahui bahwa yg ia tulis di selembar kertas tersebut adalah luapan emosi dari lubuk hatinya yg sangat dalam..... emoticon-Frown

Quote:



Flo menyeka air matanya, membereskan semua buku, kertas, dan pulpen ke dalam tas coklat kecil miliknya.


"Maaf ya, Ric" Katanya ke gue


Maaf? Maaf untuk apa? Buat apa dia bilang maaf ke gue? Belum sempat gue menjawab, dirinya sudah berlalu dengan cepat.

Gue berpikir dan bertanya2 pada diri gue sendiri. Apa yg terjadi dengan Flo? Apa yg sedang dialaminya? Kata2 yg ia tulis di kertas putih itu, mengandung banyak tanda tanya dan penuh akan misteri. Untuk siapa tulisan tersebut ditulisnya? Kekasihnya? Orang tuanya?

Ternyata, Flo punya masalah yg berat di dalam hidupnya.....

kaskus-image





Bersambung emoticon-Bingung
JabLai cOY
JabLai cOY memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.