Kaskus

Story

iamlaraAvatar border
TS
iamlara
My Name is LARA
Nama saya LARA.
Ketika genap usia 17 th, babe bilang " babe mimpi matahari di atas kepala babe mulai condong ke barat, it artinya umur babe mungkin cuma sampai setengah abad lebih sedikit"
Aku cuma bisa tersenyum " kenapa percaya sama mimpi babe, hidup mati manusia itu sudah di atur sama Tuhan, kenapa babe menyimpulkan seperti it? Jangan suka mendahului apa kehendak Tuhan"
" Kamu sudah dewasa sekarang Lara, hari ini kamu genap 17 th. Babe harap, mulai sekarang kita bisa bicara di satu meja. jangan pernah melempar babe sendal lagi ketika marah" Babe memeluk ku dan meninggalkan aku sambil tersenyum.
Jujur, itu adalah pelukan pertama babe setelah aku besar dan aku merasa nyaman sekali.



INDEX

FLASH BACK
Ketika Babe Bilang "HARUS KULIAH" Dan Mereka Bilang "JANGAN "
Om & Tante Pun Ternyata Sama Saja
Lara Sudah Pintar Tante
Bahkan Teman ku Pun Engga Suka Tante Tina
Ketika Kita Berada Di RS yang Sama Tapi Di Ruang Yang Berbeda
What kind Of Sister You Are
I Know You Are Very Desperate Babe
Tragedi Melempar Sendal Kembali Terulang
Sahur Bersama
Kebo Dan Septa
Teman Lebih Mengerti
Mereka sama Saja
Sabtu Pahing Itu Keras Kepala & Engga Bisa Di Atur
Cerita Babe
Semua Akan Baik- Baik Saja Tanpa Kalian
Ketika Sudah Tidak Punya Apa- Apa
Manja Pun Bisa Jadi Pembokat
Cukup Hanya 3 Th Saja
Touch Down Jogjakarta
Perfect Reunian
Meet Babe Big Family
Meet Old friend
New Job
Trimakasih
Suatu Saat Kamu Akan Merasakan Gimana Rasanya Membanggakan Orang Yang Salah
When I Feell I'am Is Idiot
Diubah oleh iamlara 17-03-2015 15:07
anasabilaAvatar border
bukhoriganAvatar border
bukhorigan dan anasabila memberi reputasi
2
20.8K
163
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.5KAnggota
Tampilkan semua post
iamlaraAvatar border
TS
iamlara
#78
Cerita Babe
Sejak kejadian di RS itu, aku jadi semakin yakin untuk menjauhkan Babe dari keluarga nya. Aku engga mau kalau harga diri babe di rendahkan hanya karena orang yang ngerti balas budi. Sebenenrnya aku engga ingin mereka balas budi ke babe atas apa yang babe lakukan sama mereka. Toh itu kewajiban babe waktu itu buat membantu sodara nya. Tapi aku ingin mereka ngerti sedikit dan lebih pengertian. Kalau mereka engga iklas untuk bantu babe secara materi, seenggak nya mereka ngasih semangat ke babe, Jengukin babe ketika di RS atau di rumah itu udah lebih cukup buat babe. Jadi babe engga merasa di buang sama keluarganya ketika lagi engga punya duit seperti ini.

Suatu saat babe cerita tentang masa muda nya. Entah lagi kangen sama keluarga nya atau gimana aku engga tau. Babe adalah anak ketiga dari 5 bersaudara. Punya 2 kakak cewek dan 2 adik cowok. Tapi dari kecil ternyata babe sudah di bedain dari ke 4 saudaranya tersebut. Seolah- olah engga di anggap anak katanya. Trus karena Kakak Sepupunya Uti ( aku manggil nya mbok uwo ) yang tinggal di cilacap kasihan, maka babe di angkat anak sama beliau.

Mbok uwo pun merawat babe dengan baik sejak saat itu. Uti pun sepertinya sudah lupa kalau punya anak laki- laki yang di rawat sama orang lain. Karena sejak saat itu, Uti pun engga berusaha nengokin babe di cilacap. Cuma sesekali babe pulang sama mbok uwo. Tapi kata babe, Uti sepertinya kurang welcome sama babe.

Mbok Uwo pun tau itu. Makanya mereka jarang sekali ke Jogja. Paling setahun sekali. Sampe akhirnya Babe sukse, Uti minta babe pulang ke Jogja. Awalnya Babe seneng banget. Ternyat setelah sampai Jogja, Uti minta babe untuk “ngangkatin” sodara- sodaranya. Babe pun Mau.

Babe ngebiayan sekolah Budhe Diyah, Budhe Atik & OM Sum di sekolah Guru. Sedangkan Om Totok karena pintar, Babe nguliahin Di U*M jurusan Fisika. Babe pun kerja keras untuk mereka. Babe engga terlalu mentingin kebutuhan nya sendiri. Karena menurut babe, sodaranya bias sukses itu lebih penting. Hingga akhir nya mereka berhasil semua kecuali Budhe atik. Karena Budhe atik lebih memilih menikah dan punya anak di banding melanjutkan sekolahnya.Om totok pun setelah selesai kuliah melanjut kan pendidikan nya di angkatan darat.

Setelah menikah, Budhe atik pun masih menjadi tanggungan babe untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari nya. Temasuk juga Om Sum & Om Totok. Ketika Budhe atik kesulitan untuk membiayain anak nya untuk sekolah, Babe pun selalu membantu. Begitu juga Om Sum & Om Totok. Ketika Om Sum dan om Totok kesulitan dana untuk menikah dan membuat rumah, babe pun menyanggupi untuk membantu mereka, Bahkan bantuan nya engga tanggung- tanggung. Semua biaya pernikahan dan membuat rumah mereka babe yang nanggung.

Aku engga habis setelah apa yang babe lakukan sama mereka, ternyata mereka semua melupakan apa yang sudah babe berikan. Mereka seaakan jadi kacang yang lupa sama kulitnya.

" Mereka semua sudah berkeluarga Lara, Jadi engga bisa di salahkan. Lagian babe iklas kok. Kamu juga, suatu saat kalau membantu orang lain, jangan setengah- setengah. Dan engga boleh menuntut banyak sama orang yang sudah kita bantu. Pengalaman babe, cukup di jadikan pelajaran aja emoticon-Smilie "
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.