- Beranda
- Stories from the Heart
MESIN WAKTU : Catatan Seorang...PECUNDANG!
...
TS
luckyismine
MESIN WAKTU : Catatan Seorang...PECUNDANG!
Quote:
MESIN WAKTU
Kenapa ku harus menunggu
Kenapa, aku pun tak tahu
Kutahu itu tlah berlalu
Sinaran cintamu
Jangan bilang, jangan bilang
Ku tak bahagia
Aku hanya, aku hanya
Terhantui
Hari-hari terus berganti
Mengapa ku terus mencari
Saat kita memadu kasih
Tuk ulangi lagi
Kan ku kenang, kan ku kenang
Didalam dada
Tak kan hilang, tak kan hilang
Selamanya, selamanya
Ku menunggu meski engkau, tak kan tahu
Andai ada mesin waktu
Mengapa ku harus menunggu
Mengapa akupun tak tahu
Meski menunggu tiada tentu
Sinaran cintamu
Sisihkanlah, sisihkanlah
Dalam hatimu
Walau hanya, walau hanya
Semenit saja, sedetik saja
Ku menunggu meski engkau takkan tahu
Ku menunggu kau disini
Kenapa ku harus menunggu
Kenapa, aku pun tak tahu
Kutahu itu tlah berlalu
Sinaran cintamu
Jangan bilang, jangan bilang
Ku tak bahagia
Aku hanya, aku hanya
Terhantui
Hari-hari terus berganti
Mengapa ku terus mencari
Saat kita memadu kasih
Tuk ulangi lagi
Kan ku kenang, kan ku kenang
Didalam dada
Tak kan hilang, tak kan hilang
Selamanya, selamanya
Ku menunggu meski engkau, tak kan tahu
Andai ada mesin waktu
Mengapa ku harus menunggu
Mengapa akupun tak tahu
Meski menunggu tiada tentu
Sinaran cintamu
Sisihkanlah, sisihkanlah
Dalam hatimu
Walau hanya, walau hanya
Semenit saja, sedetik saja
Ku menunggu meski engkau takkan tahu
Ku menunggu kau disini
MINOR66
Quote:
Permisi agan dan aganwati
Ijinkan gwa untuk ikutan ngeramein forum SFTH ini, terutama buat para momod dan sesepuh dimari. Walaupun gwa udah lama nongkrong di kaskus, ternyata ada sebuah forum yang begitu damai namun cukup membuat hati ini galau (halagh!). Apalagi setelah dihajar oleh dua kisah legendaris dari bung Ari sama bung Anto, maka terciptalah akun klonengan ini . Kisah mereka bener2 membuat kenangan2 masa lalu gwa jadi terbuka lagi. Aselih, gwa udah move on abis kok
. Cuma kenangan itu seperti berputaran di kepala gwa. Dan apa salahnya gwa tuangkan sebagiannya disini, itung2 sambil ngasah kebiasaan nulis gwa yg udah lama gwa tinggalin.
Ohya, disini gwa nga ngikutin pakem temen2 yang pada share kisah hidupnya dimari. Yang segitu detailnya, nyeritain mulai dari dilahirin, masa SD, SMP, SMA. Kalo gwa cukup dari masa kuliah aja. Karena kenangan dimasa2 sebelum itu udah banyak yang lupa dan selain itu gwa emang nga ada niat untuk bikin biography komplit tentang kehidupan gwa disini.
Tapi hanya sepenggal dari banyak cerita yang gwa alami dimasa lalu.
Gwa juga nga make rule2-an dimari. Bebas2 aja selama masih mengikuti tata tertib official dimari. Toh, gwa juga cuma numpang lapak dimari. Yang punya kuasa dimari tentu aja momodnya, biarlah beliau2 yang menilai nantinya.
Ohiya, ada satu quote dari sesepuh di SFTH yang sangat berkesan buat diri gwa sebelum ikut berpartisipasi disini. Quotenya sedikit gwa edit, tapi nga mengurangi makna dari pesannya. Terutama kata2nya yg gwa kasih warna merah
Maka ijinkanlah gwa untuk membodohi diri gwa disini untuk menceritakan masa lalu gwa.
Sedang untuk masalah izin dengan tokoh2 yang ada di dalam cerita ini belum gwa kantongin. Karena selain gwa udah nga tahu keberadaan mereka, gwa pun ngerasa mereka nga ada yg ngaskus. Makanya gwa coba mem'fiksi'kan cerita gwa ini, dengan harapan nantinya nga menjadi masalah baru buat gwa.
So, silahkan menikmati MESIN WAKTU gwa ini
Ijinkan gwa untuk ikutan ngeramein forum SFTH ini, terutama buat para momod dan sesepuh dimari. Walaupun gwa udah lama nongkrong di kaskus, ternyata ada sebuah forum yang begitu damai namun cukup membuat hati ini galau (halagh!). Apalagi setelah dihajar oleh dua kisah legendaris dari bung Ari sama bung Anto, maka terciptalah akun klonengan ini . Kisah mereka bener2 membuat kenangan2 masa lalu gwa jadi terbuka lagi. Aselih, gwa udah move on abis kok
. Cuma kenangan itu seperti berputaran di kepala gwa. Dan apa salahnya gwa tuangkan sebagiannya disini, itung2 sambil ngasah kebiasaan nulis gwa yg udah lama gwa tinggalin.Ohya, disini gwa nga ngikutin pakem temen2 yang pada share kisah hidupnya dimari. Yang segitu detailnya, nyeritain mulai dari dilahirin, masa SD, SMP, SMA. Kalo gwa cukup dari masa kuliah aja. Karena kenangan dimasa2 sebelum itu udah banyak yang lupa dan selain itu gwa emang nga ada niat untuk bikin biography komplit tentang kehidupan gwa disini.
Tapi hanya sepenggal dari banyak cerita yang gwa alami dimasa lalu.Gwa juga nga make rule2-an dimari. Bebas2 aja selama masih mengikuti tata tertib official dimari. Toh, gwa juga cuma numpang lapak dimari. Yang punya kuasa dimari tentu aja momodnya, biarlah beliau2 yang menilai nantinya.
Ohiya, ada satu quote dari sesepuh di SFTH yang sangat berkesan buat diri gwa sebelum ikut berpartisipasi disini. Quotenya sedikit gwa edit, tapi nga mengurangi makna dari pesannya. Terutama kata2nya yg gwa kasih warna merah
Quote:
Original Posted By mullupus►Tes tes... 1-2-3...
Dear agan, terima kasih atas komentarnya. Ya, memang udah konsekuensi sebagai 'pencerita' jika pembaca-pembacanya ingin mencari tahu kebenaran tentang cerita tersebut. Kalau agan bilang semua penulis di SFTH itu pintar-pintar, kayaknya agan salah nilai. Kalau menurut gue, para penulis di SFTH itu malah ingin membodohi dirinya sendiri sebab apa yang dia tuliskan juga nyatanya terkadang malah membawa masalah baru.
Taruhlah begini, contohnya seseorang mengetahui bahwa menulis bisa dijadikan sebagai terapi. Pertama-tama yang dilakukannya itu bukan menjadikan tulisan itu enak untuk dibaca, tetapi dia menulis karena apa yang orang lain katakan belum tentu sama seperti apa yang terjadi. Poin ini dulu yang dikutip.
Lalu dari apa yang dia tuliskan, sebenarnya secara nggak langsung dia nggak ingin berbagi kepada orang-orang, namun dia hanya ingin mereka peduli terhadap hidupnya. Nah, seperti yang gue bilang tadi―orang yang baru pertama kali menulis cerita, dia nggak tahu apakah tulisannya itu enak dibaca atau nggak, alurnya kayak gimana, tokoh-tokohnya seperti apa, dll. Seperti yang agan bilang, bagaimana nasib para pemeran jika dia nggak meminta izin untuk menulis? Bagaimana jika mereka yang membaca kemudian tahu tokoh-tokohnya, kemudian menyebarkan pandangan negatif?
Pada kasus di thread ini, gue menyimpulkan kalau untuk ke depan gue harap semua penulis di SFTH yang belum dapat izin dari para pemeran, sebaiknya menyamarkan nama/tempat, atau hal lain yang berkaitan sehingga bikin orang lain jadi KEPO. Kurt Cobain berkata, "If you read, you will judge." dan memang begitulah adanya.
Dear agan, terima kasih atas komentarnya. Ya, memang udah konsekuensi sebagai 'pencerita' jika pembaca-pembacanya ingin mencari tahu kebenaran tentang cerita tersebut. Kalau agan bilang semua penulis di SFTH itu pintar-pintar, kayaknya agan salah nilai. Kalau menurut gue, para penulis di SFTH itu malah ingin membodohi dirinya sendiri sebab apa yang dia tuliskan juga nyatanya terkadang malah membawa masalah baru.
Taruhlah begini, contohnya seseorang mengetahui bahwa menulis bisa dijadikan sebagai terapi. Pertama-tama yang dilakukannya itu bukan menjadikan tulisan itu enak untuk dibaca, tetapi dia menulis karena apa yang orang lain katakan belum tentu sama seperti apa yang terjadi. Poin ini dulu yang dikutip.
Lalu dari apa yang dia tuliskan, sebenarnya secara nggak langsung dia nggak ingin berbagi kepada orang-orang, namun dia hanya ingin mereka peduli terhadap hidupnya. Nah, seperti yang gue bilang tadi―orang yang baru pertama kali menulis cerita, dia nggak tahu apakah tulisannya itu enak dibaca atau nggak, alurnya kayak gimana, tokoh-tokohnya seperti apa, dll. Seperti yang agan bilang, bagaimana nasib para pemeran jika dia nggak meminta izin untuk menulis? Bagaimana jika mereka yang membaca kemudian tahu tokoh-tokohnya, kemudian menyebarkan pandangan negatif?
Pada kasus di thread ini, gue menyimpulkan kalau untuk ke depan gue harap semua penulis di SFTH yang belum dapat izin dari para pemeran, sebaiknya menyamarkan nama/tempat, atau hal lain yang berkaitan sehingga bikin orang lain jadi KEPO. Kurt Cobain berkata, "If you read, you will judge." dan memang begitulah adanya.
Maka ijinkanlah gwa untuk membodohi diri gwa disini untuk menceritakan masa lalu gwa.
Sedang untuk masalah izin dengan tokoh2 yang ada di dalam cerita ini belum gwa kantongin. Karena selain gwa udah nga tahu keberadaan mereka, gwa pun ngerasa mereka nga ada yg ngaskus. Makanya gwa coba mem'fiksi'kan cerita gwa ini, dengan harapan nantinya nga menjadi masalah baru buat gwa. So, silahkan menikmati MESIN WAKTU gwa ini
Spoiler for Makasih buat cendolnya :
* * * C H A P T E R I * * *
Spoiler for INDEX:
MUKADIMAH
STRANGE DAYS
STRANGE DAYS TOO
STILL STRANGE DAYS
INTERMEZZO
LA WOMAN
ANOTHER LA WOMAN
LIGHT MY FIRE
TOUCH ME
Me, Soe Hok Gie and Jim Morrison
TOUCH ME AGAIN
LOVE(?)
KISS ME
LOVE(?) or LUST(?)
WILD HORSES
ZZZZZZZZZZZ!!!!
[URL=""]LOSER (1st)[/URL]
(CAN'T LIVE WITHOUT YOUR) LOVE AND AFFECTION
KILLER QUEEN
IT'S COMPLICATED!
IT'S STILL COMPLICATED!
MORE COMPLICATED AND F**K UP!
LOVE STINKS
DATE WITH VIA
THE NEW BEGINNING
EEEAAAAAAAA!!!
THE SWEETEST THING
BEBEB OH BEBEB
STAIRWAY TO HEAVEN
BACKSTREET GIRL
IRIS
CLOSER TO THE HEART
TAKKAN ADA CINTA YANG LAIN
THE KILL
THE NURSE
NASI GORENG CAMPUR BENCI
I MISS YOU
WITH OR WITHOUT YOU
LAY LADY LAY
LAY LADY LAY NOW
WILD THING
AM I THE SAME GIRL
LE BOY WANNABE
ANOTHER STORY ABOUT PAST
EVERYBODY'S CHANGING
MY SHARONA
MY SHARONA 2
BIZZARE LOVE TRIANGLE
WONDERBOY
WONDERBOY 2
CREEP
JULIA SAYS
JULIA SAYS 2
YOU SHOOK ME ALL NIGHT LONG
REGRET
STILL REGRET
INTERSTATE LOVE SONG
STILL INTERSTATE LOVE SONG
THUNDERSTRUCK
IS THIS LOVE
YOU SEE THE TROUBLE WITH ME
YOU SEE THE TROUBLE WITH ME THEN
SPACE ODDITY
WHEN LOVE AND HATE COLLIDE
DILLEMA
WONDERFUL
AKHIR RASA INI
STRANGE DAYS
STRANGE DAYS TOO
STILL STRANGE DAYS
INTERMEZZO
LA WOMAN
ANOTHER LA WOMAN
LIGHT MY FIRE
TOUCH ME
Me, Soe Hok Gie and Jim Morrison
TOUCH ME AGAIN
LOVE(?)
KISS ME
LOVE(?) or LUST(?)
WILD HORSES
ZZZZZZZZZZZ!!!!
[URL=""]LOSER (1st)[/URL]
(CAN'T LIVE WITHOUT YOUR) LOVE AND AFFECTION
KILLER QUEEN
IT'S COMPLICATED!
IT'S STILL COMPLICATED!
MORE COMPLICATED AND F**K UP!
LOVE STINKS
DATE WITH VIA
THE NEW BEGINNING
EEEAAAAAAAA!!!
THE SWEETEST THING
BEBEB OH BEBEB
STAIRWAY TO HEAVEN
BACKSTREET GIRL
IRIS
CLOSER TO THE HEART
TAKKAN ADA CINTA YANG LAIN
THE KILL
THE NURSE
NASI GORENG CAMPUR BENCI
I MISS YOU
WITH OR WITHOUT YOU
LAY LADY LAY
LAY LADY LAY NOW
WILD THING
AM I THE SAME GIRL
LE BOY WANNABE
ANOTHER STORY ABOUT PAST
EVERYBODY'S CHANGING
MY SHARONA
MY SHARONA 2
BIZZARE LOVE TRIANGLE
WONDERBOY
WONDERBOY 2
CREEP
JULIA SAYS
JULIA SAYS 2
YOU SHOOK ME ALL NIGHT LONG
REGRET
STILL REGRET
INTERSTATE LOVE SONG
STILL INTERSTATE LOVE SONG
THUNDERSTRUCK
IS THIS LOVE
YOU SEE THE TROUBLE WITH ME
YOU SEE THE TROUBLE WITH ME THEN
SPACE ODDITY
WHEN LOVE AND HATE COLLIDE
DILLEMA
WONDERFUL
AKHIR RASA INI
* * * C H A P T E R II * * *
Spoiler for INDEX:
THAT'S WHAT FRIEND ALL FOR
KEPOMPONG
KEPOMPONG 2
DREAMER
BENCI TAPI RINDU
MY TURNING POINT BEGINS
PERFECT DAY
VOX POPULI
DON'T GIVE UP
THE SPIRIT CARRIES ON
STILL THE SPIRIT CARRIES ON
NEVER SURRENDER
DIZZ KNEE LAND
POSITIVITY
ALWAYS POSITIVITY
I CAN SEE CLEARLY NOW
WITH A LITTLE HELP FROM MY FRIENDS
HERE COMES THE DAY
HERE COMES THE DAY 2
STAGNANT
NEWBORN
NEWBORN BABY
DECEMBER
DECEMBER II
CURCOL
ITS HOLIDAY
ITS HOLIDAY 2
HYPNOTIZE
HIGH
HORNY
SHIT HAPPENS! : HIGHWAY STAR
SHIT HAPPENS! : HIGHWAY STAR II
SHIT HAPPENS TWICE!! : PEOPLE ARE STRANGE
SHIT HAPPENS TWICE!! : PEOPLE ARE STRANGE II
THANK YOU
THANK YOU II
Testing 1,2,3
HONESTLY
mIRC
mIRC lagi
KEPOMPONG
KEPOMPONG 2
DREAMER
BENCI TAPI RINDU
MY TURNING POINT BEGINS
PERFECT DAY
VOX POPULI
DON'T GIVE UP
THE SPIRIT CARRIES ON
STILL THE SPIRIT CARRIES ON
NEVER SURRENDER
DIZZ KNEE LAND
POSITIVITY
ALWAYS POSITIVITY
I CAN SEE CLEARLY NOW
WITH A LITTLE HELP FROM MY FRIENDS
HERE COMES THE DAY
HERE COMES THE DAY 2
STAGNANT
NEWBORN
NEWBORN BABY
DECEMBER
DECEMBER II
CURCOL
ITS HOLIDAY
ITS HOLIDAY 2
HYPNOTIZE
HIGH
HORNY
SHIT HAPPENS! : HIGHWAY STAR
SHIT HAPPENS! : HIGHWAY STAR II
SHIT HAPPENS TWICE!! : PEOPLE ARE STRANGE
SHIT HAPPENS TWICE!! : PEOPLE ARE STRANGE II
THANK YOU
THANK YOU II
Testing 1,2,3
HONESTLY
mIRC
mIRC lagi
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 84 suara
Siapa yang jadi istri gwa saat ini?
Dinda
12%
Felisha
35%
Bebeb
5%
Megan Fox
23%
Semuanya salah
26%
Diubah oleh luckyismine 05-04-2017 18:38
sormin180 dan 3 lainnya memberi reputasi
4
358.2K
Kutip
1.7K
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
luckyismine
#325
LE BOY WANNABE
Quote:
Spoiler for LE BOY WANNABE:
Ngeliat perubahan yang begitu drastis pada Dinda ini, jelas ninggalin banyak tanya pada diri gwa. Cuma tau sendirilah, kalo gwa korek2 masalah itu Dinda banyakan jawabnya nga jelas gitu atau malah ngalihin ke topik pembicaraan yang laen. So, akhirnya gwa jadi nebak2 sendiri aja deh tentang perubahaan cewek gwa ini. Paling gwa mikirnya perubahaan ini banyak terjadi sejak Dinda udah mulai kerja.
Kalo gwa inget2 waktu itu, Dinda kayaknya belom nyampe 3 bulanan kerja. Namun perlahan tapi pasti gwa mulai ngeliat perubahan pada dirinya. Mulai dari penampilannya, gwa lihat Dinda udah mulai berdandan. Dinda yang gwa tau paling nga doyan ribet sama urusan makeup, kini bisa berlama2 ngerias wajahnya kalo kita nge-date keluar apalagi untuk kekantor. Emang sih nga terlalu menor dandanannya malah bikin Dinda makin cantik aja, tapi tetep dimata gwa itu terlalu berlebihan. Selain itu, gwa jadi makin terganggu dengan mata para lelaki yang suka berlama2 menatapi Dinda. Lagian, gwa selalu suka dengan Dinda yang natural dan apa adanya, sebagaimana gwa mengenalnya pertama kali.
Dalam soal berpakaianpun, Dinda seolah nga mau ketinggalan jaman. Dinda yang biasanya akan ngabisin waktunya buat nyari pakaian yang bagus dari satu toko ke toko lainnya, biar dapet harga yang pantas dan murah, kini lebih memilih pada toko2 tertentu aja. Pastinya yang branded, up to date dan mahal. Gwa sih fine2 aja selama emang Dinda mampu ngebeli dan pantes makenya, toh itu hak dia kok. Cuma kayaknya dimata gwa jadinya makin berlebihan aja. Atau emang kalo kerja diperusahaan gede gitu, apa selalu musti kayak gitu ya? Musti selalu ngejaga penampilannya untuk selalu keliatan stylish dan keren gitu?
Dengan begitu, gwa jadi bisa bayangin besaran gaji yang didapet sama Dinda tiap bulannya. Gwa sih nga KEPO2 amat pengen tau gajinya Dinda, karena itu udah wilayah privasinya. Dan gwa yang baru berstatus pacarnya, ngerasa nga punya hak nanya2in masalah itu sampe sedetil2nya. Tapi walaupun kalo emang sekiranya gajinya gede, apa iya musti dihambur2in gitu aja?
Dan perubahaan untuk masalah Dinda yang ngerokok dan kenal liquor ini, kayaknya sih emang dia dapet dari dunia kerjanya. Soalnya di divisi tempat Dinda kerja ini kadang suka nyerempet2 sama dunia dugem. Makanya gwa nga heran banget kalo bad habit dari dunia kayak gitu cepet atau lambat akan menularinya suatu saat.
Yeah, walaupun gwa menyayangkan hal itu tapi gwa mau gimana lagi. Apalagi status gwa yang pengangguran ini membuat bargain position gwa kurang menguntungkan. Apalagi antara gwa sama Dinda itu punya satu kesamaan, yaitu kita sama2 keras kepala. Kalau udah ngebahas suatu hal, dimana salah satu dari kita udah keukeuh sama pendapatnya, maka nga akan pernah ketemu jalan keluarnya. Pasti ujung2nya cuma jadi ribut kalo tetep diterusin, tanpa nyelesaiin masalah. Toh, Dinda udah gede ini dan gwa harap dia bisa jaga dirinya dengan sebaik2nya. Dan yang lebih penting lagi, sikap Dinda nga berubah sama gwa. Itu kayaknya udah lebih dari cukup buat gwa saat itu.
************************
Minggu sore, seperti biasanya gwa nongkrong leyeh2 di taman kecil deket rumah gwa. Gwa bawa gitar kopong gwa sambil nikmatin suasana sore yang seger ini. Biasanya sih, temen2 rumah gwa udah pada rame ngumpul dimari dan nongkrong sampe malem, tapi sore ini tumben banget pada nga ada yang keliatan batang hidungnya seorangpun. Hmm, biasanya kalo sepi kayak gini, pasti semalem mereka abis pada hang out sampe pagi.
Berhubung gwa juga lagi nungguin seseorang disini, jadi ya gwa betah2in aja deh nongkrong sambil genjrang-ngenjreng gitar sendirian. Rencananya pun, kalo urusan gwa udah selesai disini, gwa juga pengen cepet2 balik ke kost-an. Soalnya gwa baru sadar, kalo jurnal harian gwa yang biasa nemenin gwa kemana aja, lupa gwa bawa pas pulang kemaren. Ya, gwa takut aja kalo2 Felisha usil geratakin kamar gwa dan nemuin itu buku.
Nga lama gwa liat cewek item manis nan imut dan lucu berjalan mendekati gwa. Keliatan banget tuh cewek kalo baru mandinya, soalnya rambutnya yang sebahu itu keliatan masih basah. Dia cuma cengengesan ngeliat gwa yang udah masang muka bete ini.
"Nga usah bete gitu kali mukanya Ky" katanya sambil menghempaskan tubuhnya disebelah gwa dan dengan semena-mena nyenderin badannya ke punggung gwa.
"Kelamaan lah nungguin lo mandi. Ya udah, mana nih buku gwa?"
"Buset, buru2 amat sih? Mana gwa baru PW banget nyenderin badan gwa" sahutnya sambil nyalain rokoknya.
"Gwa mau balik nih ke kost-an. Ada yang nungguin gwa, penting banget" bohong gwa ngasih alesan.
"Ntar dulu knapa. Masa' gwa ditinggal sendirian sih disini?"
"Yaelah, kalo nga lo telpon laki lo aja, biar nemenin lo disini. Lagian tumben banget jam segini belom ada yang nongkrong dimari?"
"Udah gwa suruh kemari sih laki gwa. Emangnya, lo nga diundang sama Doni? Khan semalem dia ultah, bukain kamar buat anak2. Seru banget tauk!"
"Wah, parah tuh anak, kagak ngajak2 gwa"
"Lagian lo juga sih, kebanyakkan di kost sama sibuk pacaran mulu. Ketinggalan kereta deh"
"Tuh, laki lo udah dateng. Siniin deh buku gwa!" gwa menunjuk pada sedan yang baru aja markir di deket taman.
Cewek item manis ini nyerahin buku yang sedari tadi dijepit di keteknya kepada gwa. Jiah, jadi asem deh itu buku
Gwa periksain buku kesayangan gwa ini dengan hati2. Maklum sob, ini bukunya George Orwel yang 'Nineteen Eighty-Four', walaupun udah di sadur ke bahasa endonesah tapi ini koleksi andelan gwa banget karena terbitan tahun 59'. Masih ejaan jadul bener ini buku. Dan cewek item manis ini minjem buku gwa ini buat tugas kuliahnya.
"Mana nih ongkos minjemnya?" tagih gwa.
"Tuh, gwa selipin dibuku lo. Mahal ya ongkos minjemnya" sungut cewek itu.
"Yeah sepadan deh sama bukunya yang udah kuno ini. Udah ye, gwa cabs dulu, udah ditungguin nih gwa" gwa tersenyum penuh arti ngeliat selipan diantara halaman buku gwa ini.
"Yaelah, langsung cabs aja lo. Disini dulu knapa?" protes cewek item manis itu.
"Woi Ky, mau kemana lo? Gwa dateng malah kabur lo. Disini dulu dong, kangen gwa nih
" tegur cowok kurus tinggi yang baru dateng itu.
"Ogah, males gwa ngeliat lo berdua pacaran. Deeehhhh" gwa buru2 kabur ninggalin pasangan kekasih itu.
**************************
Gwa parkirin motor gwa didepan kamar kost. Gwa lihat dari balik jendela nako, Felisha sama seorang cewek yang kayaknya lagi asyik ngobrol di dalem kamar pada kompakan ngelongokin kepalanya kearah gwa. Wah, siapa lagi nih temennya Felisha, perasaan gwa udah wanti2 jangan ngebawa2 temen kampusnya kesini deh? Gwa ngeri aja kalo temennya mampir kemari trus sampe ngember dan bikin gosip2 yang ngak2 di kampus dan nyampe ke kupingnya Dinda, apa kagak jadi runyam tuh urusannya?
Tapi pas gwa tegesin lagi, kayaknya gwa kenal deh sama itu cewek. Oh iya, ini khan anak SMA yang sering amprokan sama gwa kalo lagi belanja-belinji diwarung depan. Wah, berarti cepet juga ya Felisha beradaptasi disini, baru beberapa hari disini aja udah punya temen baru.
"Baru nyampe Ky?" tanya Felisha berbasa-basi.
"He-eh, siapa nih Fel. Kenalin...."
Gwa nga nerusin kalimat gwa, karena gwa ngeliat ada cowok yang lagi asyik tiduran dipangkuan cewek itu. Tuh cowok yang keliatan lagi kriyep2 ngantuk itu, kaget juga ngeliat kedatengan gwa. Dia buru2 bangun dan terduduk, sambil nyengir2 kuda.
"Eh, elo Ky. Tumben hari minggu udah balik kesini aja. Kangen ya sama Felisha?" sambut Kenshi salting.
"Ish, apaan sih bang..." Felisha tersipu malu.
"Kampret, jadi ini nih yang bikin lo ngebet ngekost dimari. Pacarnya Kenshi ya?"
"Iy...iya bang" sahut cewek itu entah ketakutan entah malu.
"Boleh dong gwa tau nama pacar sobat gwa. Gwa Lucky" gwa mengulurkan tangan gwa.
"Udah, kagak usah make salam2an, bukan muhrimnya" Kenshi nepak tangan gwa, "Sini lo, gwa mau ngomong"
"Saya Ranti bang" cewek itu memperkenalkan dirinya.
Gwa diseret2 keluar sama Kenshi. Paling gwa mau dibriefing sama dia, biar gwa nga ngebocorin tentang selingkuhannya ini ke pacarnya. Sobat gwa yang satu ini cita2nya emang pengen jadi leboy. Dan entah udah berapa banyak selingkuhannya yang harus gwa umpetin dari pacarnya ini.
"Gila lo ye, anak sekolahan masih lo embat juga. Nga takut dibilang phedofil lo sama ortunya nanti?" gwa buka omongan ketika kita udah ngambil posisi duduk di workshop.
"Yee, knapa jadi lo yang ngomel2in gwa sih? Nah elo sendiri bawa2 cewek kekamar, apa kata Dinda nanti?" Kenshi kagak mau kalah.
"Yaelah, ngapain jadi ngebahas gwa sih? Pan lo tau gwa cuma nolongin dia doang. Lagian juga kalo ini kamar udah rapih, dia bakalan pindah dari itu kamar"
"Ya udah - ya udah, seperti biasa ya sob, jangan sampe bocor ke bokin gwa" pinta Kenshi seperti biasanya.
"Sama, gwa juga. Jangan ngember lo sampe ke bini gwa" akhirnya kita bernegosiasi juga.
"Yaelah, kapan sih mulut gwa ngember sob?"
"Iye, gwa tau. Cuma gwa prihatin aja sama tuh cewek, masa' depannya masih panjang Ken. Lo nga kasihan apa?"
"Jiah, lo ngomong gitu kesannya gwa perusak masa depan perempuan apa? Kagaklah sob, gwa serius sama yang ini." Kenshi ngomong dengan mimik seriusnya. Jujur, gwa sampe sekarang nga pernah bisa bedain Kenshi kalo lagi bicara jujur atau ngeboong.
"Halagh, dari dulu juga tiap lo punya selingkuhan pasti bilangnya serius mulu sama gwa."
"Tapi yang ini beneran dah, gwa bakal seriusin. Suer deh!"
"Nih, talk to my hand!" gwa ngangsurin telapak tangan gwa kedeket mukanya.
"Jiah, tega banget lo!"
"Sori sob, gwa mah cuma ngasih tau aja nih, secara kita khan bertemen nih. Mending lo putusin aja deh si Rexi, kasian tau dia, lo tikung mulu"
".........." Kenshi nga jawab, dia cuma cengengesan doang.
"Gwa serius nih. Gwa sebenernya bingung kalo ngeliat lo sama Rexi pacaran. Lo berdua udah pada tau, kalo hubungan kalian tuh emang nga bisa dipertahanin, tapi tetep aja dijalanin terus. Asli absurd banget"
"Tapi gwa udah kelanjur sayang sama dia Ky. Gimana dong?"
"Justru itu Ken, kalo lo emang sayang sama Rexi, mending lo putusin dah. Biar dia nyari cowok yang seiman. Kasian tauk, dia tuh cewek, umurnya terbatas kalo urusan jodoh. Beda sama laki, biar kata udah bangkotan asal kantong tebel mah masih laku aja"
"........." Kenshi diem, kayak mikir gitu.
"Ya, ini sih pendapat gwa aja sob. Maaf2 kate aja kalo gwa yang mudaan sok tau sama lo yang tuaan."
"Ahahahaha, sialan lo, lo kata gwa udah tua banget apa dimata lo?"
"Ya iyalah, lo emang udah tua kali. Udah gitu kagak ngasih contoh yang bener sama yang muda2 kayak gwa ini"
"Kampret! Iya deh, makasih banget buat petuah2 lo. Kalo kayak gini, gwa malah ngerasa lo yang ketuaan"
"Ahahahahaha, bisa jadi - bisa jadi"
"Udah ah, gwa mau nganterin si Ranti dulu nih"
"Lo mau anterin sampe kedepan bonyoknya sob?"
"Ahahahahaha, ngehek lo! Belom waktunya kali"
"Belom waktunya apa belom berani?"
"Jiah, rusuh lo ye?! Emang lo udah berani bawa Dinda ke bonyok lo?!"
Sekarang gwa yang mingkem. Anjrit, ini anak emang paling jagonya deh kalo ngebalikin omongan. Gwa lihat Kenshi ketawa jahat ngeliat gwa yang mati kutu ini. Puas lo ya!
Gwa lihat si Ranti udah manggil2in Kenshi, kayaknya tuh cewek udah nga sabaran ngeliat kita dari tadi ngobrol berduaan di workshop. Otomatis pembicaraan kita berakhir disini. Lalu kita sama2 berjalan menuju kamar.
"Sob, sori nih, kalo lo ada apa2 sama Felisha, gwa maklum kok. Gwa nga akan nyalahin lo kok" katanya perlahan sambil senyum2 jahat ketika kita berjalan kearah kamar.
"Maksud lo apaan nih?" gwa berenti, takut obrolan ini kedengeran sama Felisha yang udah ada diluar kamar.
"Ini sih feeling gwa aja sob, tuh cewek kayaknya suka sama lo deh." lagi2 Kenshi masang muka serius. Dan lagi2 gwa selalu ngeraguin keseriusan omongan sobat gwa ini.
"Halagh, nga usah bikin gwa ge-er lah. Nga ngaruh kali!" sungut gwa.
"Ya udah, kalo gitu berarti lo yang suka sama dia"
"Apa hubungannya sih? Kampret, jangan kabur dulu lo!"
Tapi Kenshi udah keburu kabur, nyamperin ceweknya yang udah nungguin dia sedari tadi didepan pintu kamar. Sementara, gwa cuma bisa misuh2 nga jelas, dikerjain sama sobat gwa ini. Lalu setelah berbasi-basi sebentar mereka berpamitan pulang, meninggalkan gwa sama Felisha disini. Meninggalkan gwa untuk menghadapi malam2 yang penuh dengan cobaan, selama beberapa hari kedepannya.
Kalo gwa inget2 waktu itu, Dinda kayaknya belom nyampe 3 bulanan kerja. Namun perlahan tapi pasti gwa mulai ngeliat perubahan pada dirinya. Mulai dari penampilannya, gwa lihat Dinda udah mulai berdandan. Dinda yang gwa tau paling nga doyan ribet sama urusan makeup, kini bisa berlama2 ngerias wajahnya kalo kita nge-date keluar apalagi untuk kekantor. Emang sih nga terlalu menor dandanannya malah bikin Dinda makin cantik aja, tapi tetep dimata gwa itu terlalu berlebihan. Selain itu, gwa jadi makin terganggu dengan mata para lelaki yang suka berlama2 menatapi Dinda. Lagian, gwa selalu suka dengan Dinda yang natural dan apa adanya, sebagaimana gwa mengenalnya pertama kali.
Dalam soal berpakaianpun, Dinda seolah nga mau ketinggalan jaman. Dinda yang biasanya akan ngabisin waktunya buat nyari pakaian yang bagus dari satu toko ke toko lainnya, biar dapet harga yang pantas dan murah, kini lebih memilih pada toko2 tertentu aja. Pastinya yang branded, up to date dan mahal. Gwa sih fine2 aja selama emang Dinda mampu ngebeli dan pantes makenya, toh itu hak dia kok. Cuma kayaknya dimata gwa jadinya makin berlebihan aja. Atau emang kalo kerja diperusahaan gede gitu, apa selalu musti kayak gitu ya? Musti selalu ngejaga penampilannya untuk selalu keliatan stylish dan keren gitu?
Dengan begitu, gwa jadi bisa bayangin besaran gaji yang didapet sama Dinda tiap bulannya. Gwa sih nga KEPO2 amat pengen tau gajinya Dinda, karena itu udah wilayah privasinya. Dan gwa yang baru berstatus pacarnya, ngerasa nga punya hak nanya2in masalah itu sampe sedetil2nya. Tapi walaupun kalo emang sekiranya gajinya gede, apa iya musti dihambur2in gitu aja?
Dan perubahaan untuk masalah Dinda yang ngerokok dan kenal liquor ini, kayaknya sih emang dia dapet dari dunia kerjanya. Soalnya di divisi tempat Dinda kerja ini kadang suka nyerempet2 sama dunia dugem. Makanya gwa nga heran banget kalo bad habit dari dunia kayak gitu cepet atau lambat akan menularinya suatu saat.
Yeah, walaupun gwa menyayangkan hal itu tapi gwa mau gimana lagi. Apalagi status gwa yang pengangguran ini membuat bargain position gwa kurang menguntungkan. Apalagi antara gwa sama Dinda itu punya satu kesamaan, yaitu kita sama2 keras kepala. Kalau udah ngebahas suatu hal, dimana salah satu dari kita udah keukeuh sama pendapatnya, maka nga akan pernah ketemu jalan keluarnya. Pasti ujung2nya cuma jadi ribut kalo tetep diterusin, tanpa nyelesaiin masalah. Toh, Dinda udah gede ini dan gwa harap dia bisa jaga dirinya dengan sebaik2nya. Dan yang lebih penting lagi, sikap Dinda nga berubah sama gwa. Itu kayaknya udah lebih dari cukup buat gwa saat itu.

************************
Minggu sore, seperti biasanya gwa nongkrong leyeh2 di taman kecil deket rumah gwa. Gwa bawa gitar kopong gwa sambil nikmatin suasana sore yang seger ini. Biasanya sih, temen2 rumah gwa udah pada rame ngumpul dimari dan nongkrong sampe malem, tapi sore ini tumben banget pada nga ada yang keliatan batang hidungnya seorangpun. Hmm, biasanya kalo sepi kayak gini, pasti semalem mereka abis pada hang out sampe pagi.

Berhubung gwa juga lagi nungguin seseorang disini, jadi ya gwa betah2in aja deh nongkrong sambil genjrang-ngenjreng gitar sendirian. Rencananya pun, kalo urusan gwa udah selesai disini, gwa juga pengen cepet2 balik ke kost-an. Soalnya gwa baru sadar, kalo jurnal harian gwa yang biasa nemenin gwa kemana aja, lupa gwa bawa pas pulang kemaren. Ya, gwa takut aja kalo2 Felisha usil geratakin kamar gwa dan nemuin itu buku.

Nga lama gwa liat cewek item manis nan imut dan lucu berjalan mendekati gwa. Keliatan banget tuh cewek kalo baru mandinya, soalnya rambutnya yang sebahu itu keliatan masih basah. Dia cuma cengengesan ngeliat gwa yang udah masang muka bete ini.
"Nga usah bete gitu kali mukanya Ky" katanya sambil menghempaskan tubuhnya disebelah gwa dan dengan semena-mena nyenderin badannya ke punggung gwa.
"Kelamaan lah nungguin lo mandi. Ya udah, mana nih buku gwa?"
"Buset, buru2 amat sih? Mana gwa baru PW banget nyenderin badan gwa" sahutnya sambil nyalain rokoknya.
"Gwa mau balik nih ke kost-an. Ada yang nungguin gwa, penting banget" bohong gwa ngasih alesan.
"Ntar dulu knapa. Masa' gwa ditinggal sendirian sih disini?"
"Yaelah, kalo nga lo telpon laki lo aja, biar nemenin lo disini. Lagian tumben banget jam segini belom ada yang nongkrong dimari?"
"Udah gwa suruh kemari sih laki gwa. Emangnya, lo nga diundang sama Doni? Khan semalem dia ultah, bukain kamar buat anak2. Seru banget tauk!"
"Wah, parah tuh anak, kagak ngajak2 gwa"
"Lagian lo juga sih, kebanyakkan di kost sama sibuk pacaran mulu. Ketinggalan kereta deh"
"Tuh, laki lo udah dateng. Siniin deh buku gwa!" gwa menunjuk pada sedan yang baru aja markir di deket taman.
Cewek item manis ini nyerahin buku yang sedari tadi dijepit di keteknya kepada gwa. Jiah, jadi asem deh itu buku
Gwa periksain buku kesayangan gwa ini dengan hati2. Maklum sob, ini bukunya George Orwel yang 'Nineteen Eighty-Four', walaupun udah di sadur ke bahasa endonesah tapi ini koleksi andelan gwa banget karena terbitan tahun 59'. Masih ejaan jadul bener ini buku. Dan cewek item manis ini minjem buku gwa ini buat tugas kuliahnya."Mana nih ongkos minjemnya?" tagih gwa.
"Tuh, gwa selipin dibuku lo. Mahal ya ongkos minjemnya" sungut cewek itu.
"Yeah sepadan deh sama bukunya yang udah kuno ini. Udah ye, gwa cabs dulu, udah ditungguin nih gwa" gwa tersenyum penuh arti ngeliat selipan diantara halaman buku gwa ini.
"Yaelah, langsung cabs aja lo. Disini dulu knapa?" protes cewek item manis itu.
"Woi Ky, mau kemana lo? Gwa dateng malah kabur lo. Disini dulu dong, kangen gwa nih
" tegur cowok kurus tinggi yang baru dateng itu."Ogah, males gwa ngeliat lo berdua pacaran. Deeehhhh" gwa buru2 kabur ninggalin pasangan kekasih itu.
**************************
Gwa parkirin motor gwa didepan kamar kost. Gwa lihat dari balik jendela nako, Felisha sama seorang cewek yang kayaknya lagi asyik ngobrol di dalem kamar pada kompakan ngelongokin kepalanya kearah gwa. Wah, siapa lagi nih temennya Felisha, perasaan gwa udah wanti2 jangan ngebawa2 temen kampusnya kesini deh? Gwa ngeri aja kalo temennya mampir kemari trus sampe ngember dan bikin gosip2 yang ngak2 di kampus dan nyampe ke kupingnya Dinda, apa kagak jadi runyam tuh urusannya?
Tapi pas gwa tegesin lagi, kayaknya gwa kenal deh sama itu cewek. Oh iya, ini khan anak SMA yang sering amprokan sama gwa kalo lagi belanja-belinji diwarung depan. Wah, berarti cepet juga ya Felisha beradaptasi disini, baru beberapa hari disini aja udah punya temen baru.
"Baru nyampe Ky?" tanya Felisha berbasa-basi.
"He-eh, siapa nih Fel. Kenalin...."
Gwa nga nerusin kalimat gwa, karena gwa ngeliat ada cowok yang lagi asyik tiduran dipangkuan cewek itu. Tuh cowok yang keliatan lagi kriyep2 ngantuk itu, kaget juga ngeliat kedatengan gwa. Dia buru2 bangun dan terduduk, sambil nyengir2 kuda.
"Eh, elo Ky. Tumben hari minggu udah balik kesini aja. Kangen ya sama Felisha?" sambut Kenshi salting.
"Ish, apaan sih bang..." Felisha tersipu malu.
"Kampret, jadi ini nih yang bikin lo ngebet ngekost dimari. Pacarnya Kenshi ya?"
"Iy...iya bang" sahut cewek itu entah ketakutan entah malu.
"Boleh dong gwa tau nama pacar sobat gwa. Gwa Lucky" gwa mengulurkan tangan gwa.
"Udah, kagak usah make salam2an, bukan muhrimnya" Kenshi nepak tangan gwa, "Sini lo, gwa mau ngomong"
"Saya Ranti bang" cewek itu memperkenalkan dirinya.
Gwa diseret2 keluar sama Kenshi. Paling gwa mau dibriefing sama dia, biar gwa nga ngebocorin tentang selingkuhannya ini ke pacarnya. Sobat gwa yang satu ini cita2nya emang pengen jadi leboy. Dan entah udah berapa banyak selingkuhannya yang harus gwa umpetin dari pacarnya ini.
"Gila lo ye, anak sekolahan masih lo embat juga. Nga takut dibilang phedofil lo sama ortunya nanti?" gwa buka omongan ketika kita udah ngambil posisi duduk di workshop.
"Yee, knapa jadi lo yang ngomel2in gwa sih? Nah elo sendiri bawa2 cewek kekamar, apa kata Dinda nanti?" Kenshi kagak mau kalah.
"Yaelah, ngapain jadi ngebahas gwa sih? Pan lo tau gwa cuma nolongin dia doang. Lagian juga kalo ini kamar udah rapih, dia bakalan pindah dari itu kamar"
"Ya udah - ya udah, seperti biasa ya sob, jangan sampe bocor ke bokin gwa" pinta Kenshi seperti biasanya.
"Sama, gwa juga. Jangan ngember lo sampe ke bini gwa" akhirnya kita bernegosiasi juga.
"Yaelah, kapan sih mulut gwa ngember sob?"
"Iye, gwa tau. Cuma gwa prihatin aja sama tuh cewek, masa' depannya masih panjang Ken. Lo nga kasihan apa?"
"Jiah, lo ngomong gitu kesannya gwa perusak masa depan perempuan apa? Kagaklah sob, gwa serius sama yang ini." Kenshi ngomong dengan mimik seriusnya. Jujur, gwa sampe sekarang nga pernah bisa bedain Kenshi kalo lagi bicara jujur atau ngeboong.

"Halagh, dari dulu juga tiap lo punya selingkuhan pasti bilangnya serius mulu sama gwa."
"Tapi yang ini beneran dah, gwa bakal seriusin. Suer deh!"
"Nih, talk to my hand!" gwa ngangsurin telapak tangan gwa kedeket mukanya.
"Jiah, tega banget lo!"
"Sori sob, gwa mah cuma ngasih tau aja nih, secara kita khan bertemen nih. Mending lo putusin aja deh si Rexi, kasian tau dia, lo tikung mulu"
".........." Kenshi nga jawab, dia cuma cengengesan doang.
"Gwa serius nih. Gwa sebenernya bingung kalo ngeliat lo sama Rexi pacaran. Lo berdua udah pada tau, kalo hubungan kalian tuh emang nga bisa dipertahanin, tapi tetep aja dijalanin terus. Asli absurd banget"
"Tapi gwa udah kelanjur sayang sama dia Ky. Gimana dong?"
"Justru itu Ken, kalo lo emang sayang sama Rexi, mending lo putusin dah. Biar dia nyari cowok yang seiman. Kasian tauk, dia tuh cewek, umurnya terbatas kalo urusan jodoh. Beda sama laki, biar kata udah bangkotan asal kantong tebel mah masih laku aja"
"........." Kenshi diem, kayak mikir gitu.
"Ya, ini sih pendapat gwa aja sob. Maaf2 kate aja kalo gwa yang mudaan sok tau sama lo yang tuaan."
"Ahahahaha, sialan lo, lo kata gwa udah tua banget apa dimata lo?"
"Ya iyalah, lo emang udah tua kali. Udah gitu kagak ngasih contoh yang bener sama yang muda2 kayak gwa ini"
"Kampret! Iya deh, makasih banget buat petuah2 lo. Kalo kayak gini, gwa malah ngerasa lo yang ketuaan"
"Ahahahahaha, bisa jadi - bisa jadi"
"Udah ah, gwa mau nganterin si Ranti dulu nih"
"Lo mau anterin sampe kedepan bonyoknya sob?"
"Ahahahahaha, ngehek lo! Belom waktunya kali"
"Belom waktunya apa belom berani?"
"Jiah, rusuh lo ye?! Emang lo udah berani bawa Dinda ke bonyok lo?!"
Sekarang gwa yang mingkem. Anjrit, ini anak emang paling jagonya deh kalo ngebalikin omongan. Gwa lihat Kenshi ketawa jahat ngeliat gwa yang mati kutu ini. Puas lo ya!
Gwa lihat si Ranti udah manggil2in Kenshi, kayaknya tuh cewek udah nga sabaran ngeliat kita dari tadi ngobrol berduaan di workshop. Otomatis pembicaraan kita berakhir disini. Lalu kita sama2 berjalan menuju kamar.
"Sob, sori nih, kalo lo ada apa2 sama Felisha, gwa maklum kok. Gwa nga akan nyalahin lo kok" katanya perlahan sambil senyum2 jahat ketika kita berjalan kearah kamar.
"Maksud lo apaan nih?" gwa berenti, takut obrolan ini kedengeran sama Felisha yang udah ada diluar kamar.
"Ini sih feeling gwa aja sob, tuh cewek kayaknya suka sama lo deh." lagi2 Kenshi masang muka serius. Dan lagi2 gwa selalu ngeraguin keseriusan omongan sobat gwa ini.
"Halagh, nga usah bikin gwa ge-er lah. Nga ngaruh kali!" sungut gwa.
"Ya udah, kalo gitu berarti lo yang suka sama dia"
"Apa hubungannya sih? Kampret, jangan kabur dulu lo!"
Tapi Kenshi udah keburu kabur, nyamperin ceweknya yang udah nungguin dia sedari tadi didepan pintu kamar. Sementara, gwa cuma bisa misuh2 nga jelas, dikerjain sama sobat gwa ini. Lalu setelah berbasi-basi sebentar mereka berpamitan pulang, meninggalkan gwa sama Felisha disini. Meninggalkan gwa untuk menghadapi malam2 yang penuh dengan cobaan, selama beberapa hari kedepannya.
sormin180 memberi reputasi
1
Kutip
Balas