- Beranda
- Stories from the Heart
HATI MALAIKAT DARAH IBLIS (POSITIF HIV AIDS)
...
TS
masternagato
HATI MALAIKAT DARAH IBLIS (POSITIF HIV AIDS)
Bissmillah.
Assalamualaikum.
Nb: kontak bbm berubah: 5AB07E99
Wa:08128886670
Line:
@masternagato
mas ter nagato proudly Present
HATI MALAIKAT DARAH IBLIS
’BLACK WORLD’
DISCLAIMER
1. sangat dianjurkan mencopy dan memperbanyak. Share kepada dunia tulisan busuk ini! (kayanya lebay banget sih?)
Ijin atau tanpa seijin dari penulis (buat ane sah-sah aje)
pelanggaran hak cipta akan dikenakan sanksi sesuai dengan hati nurani lau sendiri.
.
2. Kisah dalam cerita ini adalah fiksi belaka kalau ada kesamaan nama, tempat atau kejadian itu cuma kebetulan semata.
Selamat membaca tulisan busuk ini!
*******
Petunjuk arah baca HD
Kalo membaca tanda:
*******
Berarti pergantian waktu, bisa tempat, tokoh.
Atau bisa tokoh sama waktu dan tempat berbeda?
Bisa aja cuma di alam mimpi!
Kalo membaca tanda:
-------
Ini menandakan hari yang sama.
Bisa berbbeda waktu, berbeda tokoh, berbeda tempat, tapi tetap dihari yang sama.
Bisa juga menunjukan kelanjutan alur cerita!
*******
soudtrack: Eminem Not Afraid
Langsung update add line:
@masternagato
Pin bb: 5AB07E99
WhatsappBrother-sister
Jangan lupa

Bikin

sekalian


Atas saran berbagai pihak.
:Yang mau memberikan donasi seikhlasnya.

Untuk terwujudnya buku ini
Rekening bank btpn
Kode bank 213
Norek:
90010415858
Rudi hermawan

sedikit sinobsis:
bersetting di tahun 2003.
Rudi kelas 2 SMA.
Masuk ke blackworl, drugs user tingkat dewa.
Menjadi drugs dealer.
Hidup penuh bling-bling,wanita.
Teman-teman yang mengelilingi karena uang.
Dengan time skip.
Rudi yang di tahun 2014.
Sudah berkeluarga,punya anak.
Hidup dengan kemiskinan,tanpa penglihatan,positif HIV?
*******
’HIV AIDS salah satu penyakit paling menakutkan.’
’penyakit kutukan’
’yang terkena tak tertolong!’
’sampah masyarakat’
’jauhi orang-orang sampah itu’
’tak ada obatnya!’
’pasti mati’
dan masih banyak lagi label stigma yang menempel!
Yang berpendapat sama dengan stigma di atas!
Monggo jangan di teruskan membaca.
Why..?
Guest what?
Yang nulis HIV+

jadi harus di jauhi.. Nanti ketularan.


warning 16+ only.

Minimal SMA kelas satu boleh lanjut baca, wajib malah!

"Ini nyata gan?"
"terserah.! Anggap aja fiksi"
HIV (Human Immunodeficiency Virus)
AIDS (Acquired Immunodeficiency Deficiency Syndrome)
ane nulis ini biar bro-sis mikir sejuta kali!
Untuk tenggelam di blackworl,sex,drugs.
Dan buat yang sudah terkena!
Bangun! Bangkit! Kembalikan warna hidup lo sebelumnya.
Gak ada yang mau bertemen ama lo?
Minder?
Sekeliling lo penuh kepalsuan?
Takut? Trauma?
Sumpah demi Allah
Ane siap kapan aja jadi best friend forever!
Melewati semua cobaan yang ane anggap adalah pujian dari Allah
ane bukan siapa-siapa.
Cuma orang buta pengangguran kelas berat.
Bermodalkan laptop jadul dengan pembaca layar.
Dengan tetesan darah, dengan gerimis air mata.
Dengan sepenuh hati..
Berharap kejelekan ane jadi kebaikan lo.
Kesedihan ane menjadi kebahagiaan buat lo.
Salah langkahnya ane menjadi jalan buat lo.
Penyakit ane menjadi kesehatan buat lo.
"kenapa pemeran utamanya Rudi sama ama agan?"
"habis gak ada yang lebih bagus dari Rudi, yang lebih mahal banyak!"

harapan utama ane. Menurunkan tingkat HIV AIDS walaupun cuma beberapa %
setidaknya menghambat kecepatan tingkat HIV AIDS yang menggila setiap detiknya.
Harapan ke dua.
Tentu saja tulisan ini jadi sumber penghasilan ane!
Gak ada yang bisa ane lakuin selain nulis!
Setiap hari bini kerja nyari nafkah!
Bayangin perasaan ane yang cuma enak-enakan dirumah!
Asli mending tusuk ane gan.. Daripada ane ngerasain ini setiap hari.


stop!
Ane gak minta di kasihani.
Tapi ane berharap buat agan-sista bantuin nerbitin tulisan ane ini.
Kendala ane di modal gak ada!
Boro-boro buat publish keseharian ane juga susah.
Ngiklanin rumah buat modal di fjb.
Ampe capek nyundulnya belum ketemu jodohnya tuh rumah.
Entah kenapa ane yakin aja kalo ini jadi novel, pasti laris.

impianya sih kalo jadi novel.
Taruh di sekolahan, yayasan narkoba atau HIV AIDS.
Taruh dirumah sakit tempat HIV AIDS.
Kalo bisa di toko buku apalagi.
Yah cuma harapan.
Mudah-mudah dikabulkan allah, aamiin.
dan agan sista ada yang tertarik.
Apalagi dilirik penerbit.
"kenapa gak langsung ngirim ke penerbit gan?"
"karena tulisan ane,ane ngerasa berantakan perlu di poles.. Perlu ada yang ngeditorin.
Penerbit mana mau nerima tulisan mentah ane!"

"emang tulisanya udah tamat gan?"
"boro-boro,. Males-malesan nulisnya. Kalo ada yang nerbitin tuh! Baru semangat"
sebetulnya sih tokoh utamanya bukan cuma Rudi.
Banyak tokoh utama lainya.
Termasuk pembaca ane sebut tokoh utama juga disini.
cerita ini agan-sista
Bakal nemuin 3type orang HIV

Ini pakai pengamatan ane sendiri dan bahasa ane seadanya:
Jadi gak bakal ketemu kalo search di google.


1: saver: orang yang terkena HIV dan sadar akan HIVnya!
2. Invite: orang terkena HIV tapi dendam!
Dan membahayakan orang lain.
Menyebarkan HIV ke orang lain!
Biasanya faktornya adalah type invite ini terkena HIV tapi gak terima!
Masih bisa disadarkan type yang ini.
3. Zero: orang ini terkena HIV tapi ia gak tahu!
Ini yang paling berbahaya!
Ia gak tahu.
Yang terkena gak tahu!
Semua gak tahu.
Tahu-tahu pada kena HIV.
Sedikit saran dan percobaan buat agan-sista.
Supaya lebih bersyukur atas nikmat Allah
Kalo agan-sista di rumah sendiri.
Terserah mau malem boleh, siang juga boleh.
Coba lakuin kegiatan sambil di tutup pake apa aja matanya.
Sejam aja coba rasain.abis itu agan-sista renungin.
Seberapa nikmat Allah yang diberikan.
Banyak yang nyoba saran ane ini.
Nanti pandangan agan-sista berubah, setelah melakukan percobaan di atas.

Index setelah pariwara berikut ini:yang mau bergabung di FHD (fans hati malaikat darah iblis)
Invite pin: 5AB07E99
Mau memberikan donasi silakan
Rekening btpn.
Kode bank 213
Norek:
90010415858
Atas nama Rudi hermawan
Call/sms/whatsapp:
08128886670
Update add line:
@masternagato
selamat membaca

HATI MALAIKAT DARAH IBLIS
’BLACK WORLD’
Mau membeli buku ini?
Mau memberikan donasi untuk membantu tulisan ini
:thubup
Menjadi novel


"apa yang didapetin kalo ngasih donasi gan?"
"gak ada! Ente dapet ucapan terimakasih sedalamnya dari lubuk hati ane!"

Mudah-mudahan dengan donasi gotong royong seikhlasnya.
Bisa menerbitkan tulisan busuk ane.
aamiin..
Bisa di bilang ini sumbangan lebih tepatnya kale

Rekening btpn.
Norek:
90010415858
Rudi hermawan.
DAFTAR ISI:
Update langsung ad line:
@masternagato
BAB1: KABUKI
BAB2 BAGIAN1: PENGANTIN KOPLAK
BAB2 BAGIAN2: PENGANTIN KOPLAK
BAB SIDE STORY: PENCARIAN SAHABAT 12 TAHUN
BAB3 BAGIAN1: TULISAN BERBICARA
BAB3 BAGIAN2: TULISAN BERBICARA
BAB4 BAGIAN1: OTAK MAFIA
BAB4 BAGIAN2: OTAK MAFIA
BAB5 BAGIAN1: PRODUK GAGAL
BAB5 BAGIAN2: PRODUK GAGAL
BAB6: SAVE HOUSE
BAB7: OTAK ATIK
BAB8: TEKAD BLENDER
BAB9 BAGIAN1: EMOTION
BAB9 BAGIAN2: EMOTION
BAB WARNING: WAJIB BACA
BAB WARNING: WAJIB BACA
BAB10: LATIHAN MEMBUNUH
BAB11 BAGIAN1: UNDER THE INFLUENCE
BAB11 BAGIAN2: UNDER THE INFLUENCE
BAB : warning2: galaw gak penting!
BAB12 BAGIAN1: CANDIED MANGO MISERABLE
BAB12 BAGIAN2: CANDIED MANGO MISERABLE
BAB13: NGENES AWARDS
BAB14: TULISANKU ATAU KELUARGAKU
BAB15 BAGIAN1: HEY MAN
BAB15 BAGIAN2: HEY MAN
update FHD16: koberlaw
BAB16 BAGIAN1: RIP
BAB16 BAGIAN2: RIP
BAB WARNING3: PETUNJUK ARAH
BAB17 BAGIAN1: LOVE NOTES FOR MY DRUGS
BAB17 BAGIAN2: LOVE NOTES FOR MY DRUGS
BAB18 BAGIAN1: POCONG VS KUNTILANAK
BAB18 BAGIAN2: POCONG VS KUNTILANAK
BAB19 BAGIAN1: FROZEN HEART
BAB19 BAGIAN2: FROZEN HEART
REHAT
BAB WARNING4: FHD LEGOWO
BAB20: MENGECOH HITUNGAN LANGIT
BAB21 BAGIAN1: BIG MOM
BAB21 BAGIAN2: BIG MOM
BAB22: SATU TITIK X SEPULUH=SEPULUH
BAB23 BAGIAN1: FOUR GODFATHER
BAB23 BAGIAN2: FOUR GODFATHER
BAB24 BAGIAN1: ROLLER HEARTS
BAB24 BAGIAN2: ROLLER HEARTS
BAB25: VIRGIN SEGAW
BAB26 BAGIAN1: MASIH HIJAU
BAB26 BAGIAN2: MASIH HIJAU
BAB27 BAGIAN1: FIRST JACKPOT
BAB27 BAGIAN2: FIRST JACKPOT
BAB28 BAGIAN1: FOR SENTIMENTAL REASON
BAB28 BAGIAN2: FOR SENTIMENTAL REASON
BAB28 BAGIAN3: FOR SENTIMENTAL REASON
video zamirah monster kecil
wait yo!
IN PROGRESS


Kontak:
WA: 08128886670
Pin bbm: 5AB07E99
line:
@masternagato
Twitter: @masternagato
Diubah oleh masternagato 24-03-2017 22:20
anasabila memberi reputasi
1
256.6K
1.1K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
masternagato
#4
BAB2-1
HATI MALAIKAT DARAH IBLIS
BAB2-1:
PENGANTIN KOPLAK
cerita sebelumnya
Konsentrasiku hilang karena buah dada yang menempel erat di belakangku. Aku tersadar kembali saat potongan kue mencolok mataku. Saat itu pula Pak Yon tertawa
"Ha.ha.ha.ha.ha!! Nah di situ lucunya, paham kamu Rud!?"
Aku masih bengong, gak sadar dengan permainan konyol ini. Tangan Ros menyapu mukaku untuk membersihkan kue. Bukanya bersih tapi malah tambah gak karuan. Pak Yon masih terpingkal-pingkal.
Sejujurnya aku juga merasa lucu bagaimana mungkin Ros bisa menyuapi tanpa melihat?
Aku mendengar bisikan Ros, "Maaf ya Rud.."
Konyol sekali hari ini.
Aku yang salah ngintip rok, tapi Ros sudah 3 kali minta maaf..
*******
Dua jam bersama pak Yon dan Ros
membuat hari ini serasa lama sekali.
Aku teringat tadi sebelum berpisah,Ros mengatakan.
"Umm,... ntar sore ke SPACE mau gak?"
Kata ros malu-malu,sambil menunduk.
Deg... Deg... Apa gak salah denger?
barusan ros ngajak aku kencan?
ayolah bodoh jangan diam saja.
Ros nunggu jawaban.
Pasti tampangku bodoh saat ini.
"Umm... gua yang traktir kok,ada yang mau gua omongin rud.."
Apaaa..! Gila,kali nih cewek ye,apa tampangku seperti orang yang perlu di traktir?
"Oke,gue tunggu di warung babeh"
kataku perlahan menjaga suaraku sedatar mungkin.
sial pake senyum lagi nih cewek bikin otaku berantakan.
*******
Aku berjalan ke parkiran,
melewati lapangan basket.
Dari pagar warung babeh terlihat.
Tampaknya seperti biasa anak-anak lagi pada nongkrong di depan warung babeh.
Disebelah warung ada gang kecil,disitu sudah nongkrong gerombolan yang tak memakai seragam sekolah.
Mereka adalah geng tengah.
Orang-orang yang paling rusuh di lingkungan ini.
Celakanya merekalah teman-temanku.
Mereka melambaikan tangan kepadaku.
"Woi Sempak,tumben lo lama keluarnya?" Teriak Ara menyapaku dari warung babeh.
"abis kena hukuman kali dia..ha.. Ha...ha.." Bego menimpali teriakan Ara.
Aku tak mempedulikan gerombolan setan itu,
aku terus melangkah ke parkiran.
Motor kesayanganku kusenderkan ditembok ujung.
Motorku SATRIA R,
tanpa bustep jadi kalo parkir kaya sepeda rongsokan,harus disenderkan,tanpa sela dan starter,
Jadi kalo mau nyalain harus di dorong.
Full body: ku cat air brush dengan motif tribal.velg racing ku cat warna korm metalik.
Aku benar-benar korban mode.
Ku dorong motorku,layaknya orang yang kempes ban.
Aku males menyalakan motor cuma untuk ke warung babbeh yang jaraknya dekat dari parkiran.
Melewati gerbang sekolah pak Jun satpam sekolahan tersenyum padaku.
Jangan dikira pak Jun ini baik ya?
Karena garangnya bukan main.
Jangan harap bisa bolos sekolah tanpa melewati mayat pak Jun.
He.. He.. He.. tapi buatku pak Jun cuma pasien.
"tumben jam segini baru keluar pak?"
bang jun mendekati,dan menyelipkan uang ke kantongku.
"iye nih bang,tadi ada perlu ama pak Yon"
aku membuang bungkus rokok tanpa melihatnya,dan terus mendorong motorku ke warung babeh.
Di depan sekolah.
Banyak pelajar yang nongkrong.
Dekat gerbang masuk,ada warung bude Iyan.
Lengkap dengan tempat duduk kayu,biasanya anak-anak cewek yang sering di warung ini.
Warung bude Iyan terkenal dengan mie instan siap saji,yang rasanya lumayan enak.
Bisa pake kornet,sosis,bakso,dan cabe rawit ekstra yang jadi favorit cewek-cewek.
Di sebelah warung berjejer becak mangkal.
Dua puluh meter ke depan.
Sepanjang jalan seperti pameran motor.
Memamerkan motor modifikasi,dari yang standar,full,ampe yang aneh juga ada.
Para pelajar banyak yang mejeng di motornya.
Aku tak tahu kenapa mereka memandang takjub pada motorku.
Para pelajar ini membentuk kelompoknya masing-masing.
Geng-geng berjamur di sekolahan ini.
Kalo kau bukan anggota dari geng,sebutan cupu,gak keren,gak gaul,melekat padamu.
Anehnya aku sama sekali tak berada di anggota geng manapun di sekolahan ini.
Jidad pernah mengajaku masuk ke gengnya,yang di kepalai oleh Acong.
Tapi aku tak tertarik,dan aku juga tak pernah merasa menjadi anggota geng tengah yang merajai lingkungan ini.
Warung Babeh yang tak pernah sepi dari anak-anak yang nongkrong.
Kiri-kanan warung ada tembok yang bisa di duduki.
Banyak juga yang cuek nongkrong di jalan.
Belum sampai warung gerombolan setan yang aku pikir dari tawanya saja udah mengandung alkohol.
"buseet dah pak,motor di dorong kaya sepeda!!" ara menertawaiku sambil menyalakan rokoknya.
"lama amat lo pak!.. Ampe capek gua nungguin lo.." kata Bego jengkel,sambil melinting.
Aku hanya bisa menggeleng dengan ke dua setan ini.
Ara dengan prawakan tinggi besar,panggilanya aja beruang.
cocok jadi tentara sepertinya.
Rambut klimis kaos gotik dengan title spawn.
Dan celana jeans bler.
Bayu baykuni entahlah tapi hampir semua orang tak mengenal namanya, karena ia lebih terkenal dengan panggilan Bego.
Bego ini adalah duplikatnya Bob marley.
Rambut Marley, muka penuh jerawat batu.
Selalu memakai jaket Iwan fals, dengan lambang OI besar dibelakangnya.
Celana pantai.
Takan bisa melihatnya sehari tanpa chimenk.
Panggilannya aja Bego tapi kalo soal computer,otaknya canggih.
Aku duduk setelah menyenderkan motorku di pagar sekolah.
"bt banget kayanya Pak?,kasih seloki dulu Ra.."
Kata Bego riang.
Ara duduk membelakangi botol Vodka yang sudah di oplos.
Aku menghela nafas melihat Bego yang bertambah bego setiap harinya."Eh Bego,sekali lagi lo ngelinting di jalanan,jangan ngambil barang di gue lagi!"kataku sedatar mungkin,menahan emosiku.
"ya elah Sempak,ini kan wilayah kita,woles broo.."
Aku menggeleng,agar emosiku pergi jauh,
persetan... aku lebih tertarik dengan pletokan yang disodorkan Ara.
Ku teguk menggunakan tutup botolnya.. Hmm.. Kupejamkan mata meresapi rasa panas yang membakar tenggorokanku.
Lidahku merasakan campuran Vodka,, Mansion,, Bir,, kratindeng,, buavita.
Ara menyeringai padaku yang sedang meresapi pletokan ini.
"fuuuuh... Gokil! Tumben nih pletokan perfect,gak pake patungan lagi gue,siapa yang beli nih?"
Aku masih menatap Ara yang masih menyeringai.
Jelas pasti bukan nih duo setan yang beli,
"Acong tadi naro Rp50.000 gua Rp20.000 Bego Rp15.000"
"lah Acongnya mana?"
"tau tuh tadi masuk ke sekolah katanya mau nyari lo Pak!.."
"udah Pak,Ra, biarin aja,kita abisin aja sambil nyimeng,pasti T.O.P.B.G.T dah!"
kuplototi Bego yang mau membakar chimenk didepan warung babeh.
Suara knalpot motor yang meledak-ledak...
menghentikanku yang baru mau menyemprot Bego.
Tak salah lagi knalpot itu,pasti VESPanya Jidad...
Menyusul knalpot RX KING itu pasti Cengir....
Knalpot kolong SATRIA itu pasti Acong...
Cengir seorang mekanik motor,
hampir motor kami semua di tanganinya,terutama motorku.
Ia juga seorang joki handal.
Rambut botak satu cm di cat emas,mirip kus-kus
Ia tinggi tapi kurus
umurnya sepantaran Ara 24Th.
Aku,, Jidad,, Acong,, Bego kira-kira sepantaran umurnya 16Th.
Bedanya kalo Bego udah putus sekolah,bukan karena tak mampu.
Tapi karena terlalu banyak chimenk diotaknya.
Anak-anak geng tengah ini semuanya tinggal di komplek yang sama.
Komplek Angkasa teratai.komplek para pekerja bandara Soekarno Hatta terbesar di wilayah Tanggerang.
Sekolahan Waterdoor juga berada di dalam komplek Angkasa teratai.
Ada selentingan yang bilang bahwa murid yang tinggal di komplek ini,
takan ada yang namanya tak naik kelas.
Walau cuma gosip tapi kenyataanya ya seperti itu.
"Sempak setan..! gua mah nyariin didalam dia malah disini.." teriak acong sambil minum pletokan yang disodorkan Ara.
"lo nyari dimana? Kalo lo nyari anak kelas satu,gue jangan dijadiin alesan man..!" sahutku dingin
"Hah.! Tokai lo Pak"
Acong masih terus mengutuk,
Aku malah cengengesan melihat tampang Cengir yang persis namanya nyengir mlulu.
"Ngir... Senyam-senyum aja lo!.. Ra puter ke cengir minumanya.."
"he.. He.. He.. Lah masa gua lihat gerombolan setan kagak ketawa?"
"Lo setanya.." sahut kami kompak
karena Bego udah gatel mau bakar chimenk,kami pindah di gang kecil sebelah warung babeh.
Lebih tertutup dan masih bisa melihat jalanan.
Bego punya stok tujuh linting,peltokan juga masih setengah.
Kalo sudah begini walau habis pasti nambah lagi.
"kenapa sih lo Pak,cilengak-cilenguk? Gak tenang banget lo?" kata Bego sambil menghisap chimenk dalam-dalam.
"kita pindah ke base camp apa?biar lebih cakung.." sahut Acong
"yaudah lo pada duluan kesana.! Gue nyusul.." "waaaa." sahut mereka seperti paduan suara.
"heh.. Serius dodol gue nyusul,gue ada janji disini..""cie.. Cie.. Cie.. Ada janji nih yee.." kata Jidad bersemangat.
Mataku menatap penuh kilatan marabahaya,agar Jidad tututp mulut.
chimenk dan pletokan terus berputar,aku tak begitu suka menggunakan chimenk di siang hari,apalagi di tempat mencolok. Menurutku harus di tempat yang aman dan cuaca yang enak.
Itulah definisi cakung buatku.
Yah,, tapi kalo cuma pletokan saja,itu juga berbahaya bisa gak kuat berdiri nanti...
Setelah empat hisapan ku oper chimenk ke Jidad.
Kini kami semua menjadi duplikatnya Cengir.
"Sempak!,, senyam-senyum aja lo?" Kata Cengir mengcopy perkataanku.
"he... He... He... Lah masa gue lihat gerombolan setan kagak ketawa??.." sahutku mengcopy perkataanya.
Lagi-lagi kami tertawa dengan lelucon yang kalo dalam keadaan sadar,leluconya garing semua.
Tapi dibawah pengaruh chimenk orang lewat juga menjadi lucu.
Aku,Jidad,Acong masih menggunakan seragam.
Dan beginilah ritualku sepulang sekolah.
Kelas dua dan tiga semuanya masuk pagi,
untuk siang hari semua kelas digunakan kelas satu.
Setiap hari sepulang sekolah aku nongkrong disini sampai sore.
Selagi aku melayang entah kemana..
Sebuah mobil HONDA CIVIC merah maroon,
Parkir di depan warung babeh.
Mataku waspada,tapi karena aku mengenal mobil itu,kini mataku menyipit...
Dua gadis keluar dari mobil itu.
Mereka ke warung babeh.
Mereka adalah Ria dan Fio.
Masih menggunakan seragam sekolah,
dan rok hordeng super pendek.
Ria dengan rambut panjang lurus dengan poni.
Mata belo,bibir tipis.dia cantik dengan aura keluar yang meluap-luap,
selain buah dadanya yang juga meluap-luap.
Dengan sweater Adidas,kepalanya ditutupi tudung sweater itu.
sweater itu terlihat kebesaran,menutupi lekukan bokong,dan menutupi tangan kalo tak digulung.
Tapi tetap aja itu sungguh seksi
Fio, rambut panjang yang slalu di gelung ke atas,dengan hiasan seperti sumpit mengunci rambut.
Memamerkan lehernya yang jenjang.
Kulit cantik berwarna coklat almon.
Hidung dan dagu imut kecil.
Seragam yang kekecilan memamerkan lekukan badanya.
Tapi yang paling menggangu bra yang model tali melingkari lehernya.
Oh man aku gak tahu apa namanya itu,
tapi tali simpul di leher itu seolah berbicara
"tolong buka aku ya...."
Brengsek kok jadi koslet begini sih.
Walaupun memang aku slalu koslet.
Fio menatap ke arah kami.
Tak lama Ria juga menatap ke arah sini.
Aku melirik ke gerombolan setan di sebelahku.
Sial! Udah pada kaya film kartun.
Ada yang matanya keluar,air liur yang bisa bikin siaga satu kebanjiran.
Aku menutup mulut Jidad yang menganga
"mas tolong di tutup tokonya,udah malem mas!"
"sialan lo Pak,ganggu khayalan gua aja lo.."
Kami semua tertawa terpingkal-pingkal.
Wah gawat..! Ria dan Fio berjalan ke arah sini.
Baru aku mau berdiri mencegah, tapi Acong sudah berdiri bagaikan pangeran dengan kuda putih bersayap.
Walaupun dalam gambaranku kudanya sedang memegang botol Vodka..
"waktunya beraksi man.. Nih cokri,salah satunya pasti bisa gua bawa pulang" Acong prnuh semangat,atau penuh alkohol..
Oh iya Acong ini punya tampang playboy.
Hmm punya tampang,punya uang, tapi sayangnya dia gak punya peruntungan bagus dalam soal mendapatkan cewek,
Atau tak punya otak..
Ria dan Fio tinggal lima langkah ke arahku.
Sementara Acong kini diam terpaku.
Matanya melotot menatap tudung sweater Ria.
"i.. Itu kan sweater lo Pak??.."
Acong shock melirik aku dan Ria bergantian.
Ku lihat Ria cuma tersenyum dengan perkataan Acong,
Dan senyumanya penuh konspirasi."hei Rud?" sapa Ria,matanya bagaikan detektif,penuh tatapan menyelidik.
Sial..! ini yang ku takuti dari Ria,gayanya yang udah kaya Sherlock holmes.
Celakanya Fio juga menjadi Watson.
Kalo sudah seperti ini jangan harap menyembunyikan rahasia dari tim detektif di depanku ini.
"hai .." sahutku.
"hei rud? Kok cuma Ria yang di tegor?"kata Fio cemberut, yang sudah masuk ke gang tempat kami nongkrong.
Sementara Ria masih berdiri tatapanya intens terhadapku.
ke dua tanganya slalu di dalam saku depan sweater.
Sungguh pose yang sangat seksi.
Tangan kananya bergerak mengeluarkan bungkus rokok mild
Ia mengeluarkan rokok dari bungkus dengan menggigitnya.
bibir yang sangat menggiurkan.saat ia mau menyalakan rokoknya.
Aku berdiri,secepat kilat ku ambil rokok yang di bibirnya.
"kalo mau ngerokok, jangan di jalan masuk ke gang sini.." kataku perlahan, sambil menggandeng tanganya ke arah bangku kayu panjang.
sepintas tadi kulihat Ria mengkerutkan dahi.
Tapi saat aku menggandengnya matanya kembali menjadi Sherlock holmes,penuh selidik.
Gang yang kami tongkrongin ini
adalah gang buntu.
Kami nongkrong di depan kontrakan yang tak ada penghuninya.
Ada yang duduk di ubin.dari pojok kanan.
Cengir,Ara,Bego,Acong.
Mereka berempat duduk di ubin nyender ke tembok
Di sebelah Acong ada tembok setinggi perutku.
Yang bisa diduduki dua orang
Jadi aku dan Jidad duduk di tembok itu.
Ria dan Fio duduk di bangku kayu panjang,
persis didepan empat orang yang duduk di ubin.
Jadi posisi rok Ria dan Fio tepat didepan hidung mereka.
Ria tak terlalu menyiksa,hanya duduk dengan melipat kaki kananya,itu juga udah bikin blingsatan dengan melihat kaki dan paha mulusnya.
Ria yang anteng dengan pose seperti itu,beda dengan Fio.
Yang sengaja mau membunuh pelan-pelan.
Setiap satu menit,mengubah pose lipatan kakinya.
aku kasian dengan empat setan yang duduk dibawah itu.
Mukanya pada pucat.
Cengir yang biasa nyengir mlulu,baru kali ini kulihat wajahnya tegang.
Yang paling konyol si Bego.
Kalo yang lainya cuma curi-curi pandang ke rok.
Kalo bego matanya melotot dan focus ke rok Fio.
Dan ia lakukan itu tanpa rasa salah sama sekali?
Si Bego menatap seolah dari dalam rok akan keluar satu hektar daun ganja.
Bego.. dasar Bego disitu gak ada daun yang lo cari,cuma ada rumput liar?dalam hatiku geli ama si Bego.
"bagi peltokannya boleh?.." kata Fio dengan penekanan dalam kata terakhir.
Huh sial nih cewek jangankan bagi peltokan,,
ini gerombolan setan disuruh bagi nyawa supaya bisa lihat isi rok juga mau..
Ara sang bartender gadungan mempersiapkan racikanya.
Karena dari tadi kami minum pake tutup botol.
Kami sepakat karena ada cewek-cewek menggunakan gelas plastik.
Setelah di bagi rata semua megang gelasnya masing-masing
Pletokan kloter pertama ludes.
"biasanya lo pada bertiga kaya trio charlie angels .?, Kemana Nia?" Kata Jidad penasaran di sebelahku.
"oh,, tadi kita baru dari rumahnya,minggu depan nia mau married.! " sahut Ria santai,sambil membakar rokoknya.
Seandainya ia tak bawa korek sendiri.
Ini gerombolan setan siap ngambil api dari gunung merapi untuk menyalakan rokok Ria,yang sangat menggoda di bibir sensual itu.
Entah sejak kapan aku suka dengan cewek yang merokok.
Menurutku itu sangat menggoda.
Kadang aku berpikir tanggapan orang,cewek nakal kalo merokok,kalo begini,kalo begitu.
Aneh sekali,menurutku yang boleh dan bisa di lakukan cowok,kenapa cewek gak bisa?Kenapa gak boleh?
Kenapa cewek merokok di cap bad girl?
Apa ini teka-teki sosial?
Menurutku ini cuma masalah sederhana,tergantung dari sudut pandang mana melihatnya.
Aku selalu melihat sesuatu dengan tiga sudut pandang.
Dan mencari sudut pandang mana yang menurutku perfect angel.
Dan aku yakin setiap orang punya sudut pandang berbeda.
Kelemahanku aku selalu tersesat dengan sudut pandangku sendiri.
Membuatku tercebur di kubang hitam kehidupan.
Aku terus berkelana di kepalaku,tatapan Ria,senyumanya,gayanya saat merokok.
Membuatku semakin menuju ke tepian langit.di tambah alkohol,dan ganja yang semakin membuatku tak bisa kembali.
Persoalan Nia yang mau married menarikku kembali dari tepian langit.
Bergulung-gulung pertanyaan memenuhi kepalaku.
"married? Kok tiba-tiba? Emang gak bisa nunggu tamat sekolah?,Lo pada kan kelas tiga tinggal setahun lagi.." kataku tak bisa menghilangkan rasa penasaran yang berlebihan.Walaupun tadi aku mau nanya,apa karena kobun?,Tapi gak enak nanyanya.
Ria menatapku seperti rontgen.
Sial.! Tatapan Sherlock lagi..
"yang jelas Rud,Nia married karena unsur Siti nurbayah,bukan karena kobun.."
Kata Ria dengan sarkasme jelas dalam nada suaranya
Gila.! Nih cewek bener-bener jelmaan Sherlock bisa baca pikiranku.
Chimenk masih terus berputar,saat Acong menawarkan Ria dan Fio. Mataku berkilat-kilat.
Dengan sopan Ria dan Fio menolak chimenknya.
Obrolan kami berlanjut seputar pernikahan Nia.
Trio charlie angels:Ria,Fio,Nia,sudah akrab dengan sebagian besar geng tengah.
Apalagi ketua dari geng tengah ternyata dekat dengan ayah Ria.
Fakta ini sempat membuatku bingung.
Entahlah setelah tahu akan kebenaran dari fakta ini membuatku semakin tersesat dalam kebingungan.
tiga puluh menit berlalu.
Fio masih terus melancarkan siksaannya setiap semenit sekali.
Kening Fio mengkerut melihat Bego yang masih terus dengan pose melotot menatap rok.
Bego menghisap chimenk dalam-dalam meresapi khayalan yang berubah jadi nyata.sementara aku dan yang lain menenggak peltokan terakhir kami.
Sedetik dengan kecepatan Super Sonic.
Fio membuka kakinya lebar-lebar.
mengekspos isinya.
Bego terbatuk-batuk seperti orang sekarat.
Acong,Cengir,Ara,jidad menyemburkan peltokan dari mulutnya.
Mereka juga terbatuk-batuk,air keluar dari hidung.
Sialnya aku sedikit terkena semburan dari Jidad.
"Kita cabut dulu ya Rud.."
kata Ria dan Fio dingin.
Aku bergegas berdiri,mengantarkan duo charli angels ke mobilnya,
Meninggalkan teman-temanku yang mengutuk-nutuk,menyumpah-nyumpah. Sekarat akibat kekejaman Fio.
Aku teringat beberapa minggu yang lalu.
Aku,Ria,Fio menonton DVD Love is Zero,
Disitu ada agdegan wanita yang sedang makan di kafe.
Beberapa orang pria melirik roknya sambil makan.
Wanita itu membuka roknya,hasilnya cowok-cowok pada menyemburkan makananya.
Tak kusangka Fio mempraktekanya..
Sungguh gabungan menggelikan dan mengerikan.
Kulihat tatapan buas pelajar yang nongkrong di warung Babeh,
dan aku tahu Ria dan Fio tahu itu,
dan mereka tak peduli.
Aku membukakan pintu Ria yang mengemudi,Fio berdiri di pintu satunya menunggu.
Ria menyelipkan uang ke kantong celanaku.
"gua butuh beberapa inex,ama dua ji ubas.."
Kata Ria berbisik.
"gue cuma bawa paketan kecil.."sahutku perlahan.
"yaudah lo anter ke rumah ya.." kata Ria penuh harap.
Wah aku gak bisa nganter sekarang nih.
Sebentar lagi Ros selesai.
Tapi aku juga gak bisa bohong ama nih detektif maut.
"Bisa,tapi gak bisa sekarang... Gue ada janji jalan ama Ros.."sahutku perlahan menahan rasa gugup.
Sial.! Tatapan rontgennya menghilang..
Aku tak mengerti tatapan apa itu?
"mau jalan kemana..?"
"ke space.."sahutku tenang.
"boleh gak gua ama Fio ikut..?"
"ya bolehlah masa gak boleh.."jawabku cepat.
"itu bodoh namanya.."kata Ria,ia mencium pipiku, tersenyum hambar dan masuk ke mobil.
apa itu? Apa Ria marah?,cemburu?.
Ah gak mungkin...
Tapi aku tak mau lihat senyuman pahit seperti itu.
Aku mencium pipinya sambil berbisik:"sweater itu seksi di pakai ama lo,jadi gue gak tega ngambilnya.."
Sebelum ku menutup pintu ku lihat bibirnya berkedut menahan tawa.dan ku dengar gumamanya.
"gak bakal gua balikin sweaternya..."
Aku menuju pintu satu lagi,Fio masih sabar menunggu.
Ku bukakan pintunya.
Ku lihat
Fio seperti mau mengatakan sesuatu,namun tak terucap.
Mukanya memerah lalu masuk ke mobil.
ku cium pipinya sambil bilang:
"tali di leher lo bikin gue gak waras.."
"emang lo gila.."
Sahut mereka kompak.
Setelah ku tutup pintu,kacanya turun.
"so.. Mau kencan ama Ros..?" kata Fio cemberut,melipat tangan di dadanya.
"hus.. Mana gue tahu itu kencan atau bukan..?" sahutku putus asa dengan tim detektif ini.
Bersambung..
BAB2-1:
PENGANTIN KOPLAK
cerita sebelumnya
Konsentrasiku hilang karena buah dada yang menempel erat di belakangku. Aku tersadar kembali saat potongan kue mencolok mataku. Saat itu pula Pak Yon tertawa
"Ha.ha.ha.ha.ha!! Nah di situ lucunya, paham kamu Rud!?"
Aku masih bengong, gak sadar dengan permainan konyol ini. Tangan Ros menyapu mukaku untuk membersihkan kue. Bukanya bersih tapi malah tambah gak karuan. Pak Yon masih terpingkal-pingkal.
Sejujurnya aku juga merasa lucu bagaimana mungkin Ros bisa menyuapi tanpa melihat?
Aku mendengar bisikan Ros, "Maaf ya Rud.."
Konyol sekali hari ini.
Aku yang salah ngintip rok, tapi Ros sudah 3 kali minta maaf..
*******
Dua jam bersama pak Yon dan Ros
membuat hari ini serasa lama sekali.
Aku teringat tadi sebelum berpisah,Ros mengatakan.
"Umm,... ntar sore ke SPACE mau gak?"
Kata ros malu-malu,sambil menunduk.
Deg... Deg... Apa gak salah denger?
barusan ros ngajak aku kencan?
ayolah bodoh jangan diam saja.
Ros nunggu jawaban.
Pasti tampangku bodoh saat ini.
"Umm... gua yang traktir kok,ada yang mau gua omongin rud.."
Apaaa..! Gila,kali nih cewek ye,apa tampangku seperti orang yang perlu di traktir?
"Oke,gue tunggu di warung babeh"
kataku perlahan menjaga suaraku sedatar mungkin.
sial pake senyum lagi nih cewek bikin otaku berantakan.
*******
Aku berjalan ke parkiran,
melewati lapangan basket.
Dari pagar warung babeh terlihat.
Tampaknya seperti biasa anak-anak lagi pada nongkrong di depan warung babeh.
Disebelah warung ada gang kecil,disitu sudah nongkrong gerombolan yang tak memakai seragam sekolah.
Mereka adalah geng tengah.
Orang-orang yang paling rusuh di lingkungan ini.
Celakanya merekalah teman-temanku.
Mereka melambaikan tangan kepadaku.
"Woi Sempak,tumben lo lama keluarnya?" Teriak Ara menyapaku dari warung babeh.
"abis kena hukuman kali dia..ha.. Ha...ha.." Bego menimpali teriakan Ara.
Aku tak mempedulikan gerombolan setan itu,
aku terus melangkah ke parkiran.
Motor kesayanganku kusenderkan ditembok ujung.
Motorku SATRIA R,
tanpa bustep jadi kalo parkir kaya sepeda rongsokan,harus disenderkan,tanpa sela dan starter,
Jadi kalo mau nyalain harus di dorong.
Full body: ku cat air brush dengan motif tribal.velg racing ku cat warna korm metalik.
Aku benar-benar korban mode.
Ku dorong motorku,layaknya orang yang kempes ban.
Aku males menyalakan motor cuma untuk ke warung babbeh yang jaraknya dekat dari parkiran.
Melewati gerbang sekolah pak Jun satpam sekolahan tersenyum padaku.
Jangan dikira pak Jun ini baik ya?
Karena garangnya bukan main.
Jangan harap bisa bolos sekolah tanpa melewati mayat pak Jun.
He.. He.. He.. tapi buatku pak Jun cuma pasien.
"tumben jam segini baru keluar pak?"
bang jun mendekati,dan menyelipkan uang ke kantongku.
"iye nih bang,tadi ada perlu ama pak Yon"
aku membuang bungkus rokok tanpa melihatnya,dan terus mendorong motorku ke warung babeh.
Di depan sekolah.
Banyak pelajar yang nongkrong.
Dekat gerbang masuk,ada warung bude Iyan.
Lengkap dengan tempat duduk kayu,biasanya anak-anak cewek yang sering di warung ini.
Warung bude Iyan terkenal dengan mie instan siap saji,yang rasanya lumayan enak.
Bisa pake kornet,sosis,bakso,dan cabe rawit ekstra yang jadi favorit cewek-cewek.
Di sebelah warung berjejer becak mangkal.
Dua puluh meter ke depan.
Sepanjang jalan seperti pameran motor.
Memamerkan motor modifikasi,dari yang standar,full,ampe yang aneh juga ada.
Para pelajar banyak yang mejeng di motornya.
Aku tak tahu kenapa mereka memandang takjub pada motorku.
Para pelajar ini membentuk kelompoknya masing-masing.
Geng-geng berjamur di sekolahan ini.
Kalo kau bukan anggota dari geng,sebutan cupu,gak keren,gak gaul,melekat padamu.
Anehnya aku sama sekali tak berada di anggota geng manapun di sekolahan ini.
Jidad pernah mengajaku masuk ke gengnya,yang di kepalai oleh Acong.
Tapi aku tak tertarik,dan aku juga tak pernah merasa menjadi anggota geng tengah yang merajai lingkungan ini.
Warung Babeh yang tak pernah sepi dari anak-anak yang nongkrong.
Kiri-kanan warung ada tembok yang bisa di duduki.
Banyak juga yang cuek nongkrong di jalan.
Belum sampai warung gerombolan setan yang aku pikir dari tawanya saja udah mengandung alkohol.
"buseet dah pak,motor di dorong kaya sepeda!!" ara menertawaiku sambil menyalakan rokoknya.
"lama amat lo pak!.. Ampe capek gua nungguin lo.." kata Bego jengkel,sambil melinting.
Aku hanya bisa menggeleng dengan ke dua setan ini.
Ara dengan prawakan tinggi besar,panggilanya aja beruang.
cocok jadi tentara sepertinya.
Rambut klimis kaos gotik dengan title spawn.
Dan celana jeans bler.
Bayu baykuni entahlah tapi hampir semua orang tak mengenal namanya, karena ia lebih terkenal dengan panggilan Bego.
Bego ini adalah duplikatnya Bob marley.
Rambut Marley, muka penuh jerawat batu.
Selalu memakai jaket Iwan fals, dengan lambang OI besar dibelakangnya.
Celana pantai.
Takan bisa melihatnya sehari tanpa chimenk.
Panggilannya aja Bego tapi kalo soal computer,otaknya canggih.
Aku duduk setelah menyenderkan motorku di pagar sekolah.
"bt banget kayanya Pak?,kasih seloki dulu Ra.."
Kata Bego riang.
Ara duduk membelakangi botol Vodka yang sudah di oplos.
Aku menghela nafas melihat Bego yang bertambah bego setiap harinya."Eh Bego,sekali lagi lo ngelinting di jalanan,jangan ngambil barang di gue lagi!"kataku sedatar mungkin,menahan emosiku.
"ya elah Sempak,ini kan wilayah kita,woles broo.."
Aku menggeleng,agar emosiku pergi jauh,
persetan... aku lebih tertarik dengan pletokan yang disodorkan Ara.
Ku teguk menggunakan tutup botolnya.. Hmm.. Kupejamkan mata meresapi rasa panas yang membakar tenggorokanku.
Lidahku merasakan campuran Vodka,, Mansion,, Bir,, kratindeng,, buavita.
Ara menyeringai padaku yang sedang meresapi pletokan ini.
"fuuuuh... Gokil! Tumben nih pletokan perfect,gak pake patungan lagi gue,siapa yang beli nih?"
Aku masih menatap Ara yang masih menyeringai.
Jelas pasti bukan nih duo setan yang beli,
"Acong tadi naro Rp50.000 gua Rp20.000 Bego Rp15.000"
"lah Acongnya mana?"
"tau tuh tadi masuk ke sekolah katanya mau nyari lo Pak!.."
"udah Pak,Ra, biarin aja,kita abisin aja sambil nyimeng,pasti T.O.P.B.G.T dah!"
kuplototi Bego yang mau membakar chimenk didepan warung babeh.
Suara knalpot motor yang meledak-ledak...
menghentikanku yang baru mau menyemprot Bego.
Tak salah lagi knalpot itu,pasti VESPanya Jidad...
Menyusul knalpot RX KING itu pasti Cengir....
Knalpot kolong SATRIA itu pasti Acong...
Cengir seorang mekanik motor,
hampir motor kami semua di tanganinya,terutama motorku.
Ia juga seorang joki handal.
Rambut botak satu cm di cat emas,mirip kus-kus
Ia tinggi tapi kurus
umurnya sepantaran Ara 24Th.
Aku,, Jidad,, Acong,, Bego kira-kira sepantaran umurnya 16Th.
Bedanya kalo Bego udah putus sekolah,bukan karena tak mampu.
Tapi karena terlalu banyak chimenk diotaknya.
Anak-anak geng tengah ini semuanya tinggal di komplek yang sama.
Komplek Angkasa teratai.komplek para pekerja bandara Soekarno Hatta terbesar di wilayah Tanggerang.
Sekolahan Waterdoor juga berada di dalam komplek Angkasa teratai.
Ada selentingan yang bilang bahwa murid yang tinggal di komplek ini,
takan ada yang namanya tak naik kelas.
Walau cuma gosip tapi kenyataanya ya seperti itu.
"Sempak setan..! gua mah nyariin didalam dia malah disini.." teriak acong sambil minum pletokan yang disodorkan Ara.
"lo nyari dimana? Kalo lo nyari anak kelas satu,gue jangan dijadiin alesan man..!" sahutku dingin
"Hah.! Tokai lo Pak"
Acong masih terus mengutuk,
Aku malah cengengesan melihat tampang Cengir yang persis namanya nyengir mlulu.
"Ngir... Senyam-senyum aja lo!.. Ra puter ke cengir minumanya.."
"he.. He.. He.. Lah masa gua lihat gerombolan setan kagak ketawa?"
"Lo setanya.." sahut kami kompak
karena Bego udah gatel mau bakar chimenk,kami pindah di gang kecil sebelah warung babeh.
Lebih tertutup dan masih bisa melihat jalanan.
Bego punya stok tujuh linting,peltokan juga masih setengah.
Kalo sudah begini walau habis pasti nambah lagi.
"kenapa sih lo Pak,cilengak-cilenguk? Gak tenang banget lo?" kata Bego sambil menghisap chimenk dalam-dalam.
"kita pindah ke base camp apa?biar lebih cakung.." sahut Acong
"yaudah lo pada duluan kesana.! Gue nyusul.." "waaaa." sahut mereka seperti paduan suara.
"heh.. Serius dodol gue nyusul,gue ada janji disini..""cie.. Cie.. Cie.. Ada janji nih yee.." kata Jidad bersemangat.
Mataku menatap penuh kilatan marabahaya,agar Jidad tututp mulut.
chimenk dan pletokan terus berputar,aku tak begitu suka menggunakan chimenk di siang hari,apalagi di tempat mencolok. Menurutku harus di tempat yang aman dan cuaca yang enak.
Itulah definisi cakung buatku.
Yah,, tapi kalo cuma pletokan saja,itu juga berbahaya bisa gak kuat berdiri nanti...
Setelah empat hisapan ku oper chimenk ke Jidad.
Kini kami semua menjadi duplikatnya Cengir.
"Sempak!,, senyam-senyum aja lo?" Kata Cengir mengcopy perkataanku.
"he... He... He... Lah masa gue lihat gerombolan setan kagak ketawa??.." sahutku mengcopy perkataanya.
Lagi-lagi kami tertawa dengan lelucon yang kalo dalam keadaan sadar,leluconya garing semua.
Tapi dibawah pengaruh chimenk orang lewat juga menjadi lucu.
Aku,Jidad,Acong masih menggunakan seragam.
Dan beginilah ritualku sepulang sekolah.
Kelas dua dan tiga semuanya masuk pagi,
untuk siang hari semua kelas digunakan kelas satu.
Setiap hari sepulang sekolah aku nongkrong disini sampai sore.
Selagi aku melayang entah kemana..
Sebuah mobil HONDA CIVIC merah maroon,
Parkir di depan warung babeh.
Mataku waspada,tapi karena aku mengenal mobil itu,kini mataku menyipit...
Dua gadis keluar dari mobil itu.
Mereka ke warung babeh.
Mereka adalah Ria dan Fio.
Masih menggunakan seragam sekolah,
dan rok hordeng super pendek.
Ria dengan rambut panjang lurus dengan poni.
Mata belo,bibir tipis.dia cantik dengan aura keluar yang meluap-luap,
selain buah dadanya yang juga meluap-luap.
Dengan sweater Adidas,kepalanya ditutupi tudung sweater itu.
sweater itu terlihat kebesaran,menutupi lekukan bokong,dan menutupi tangan kalo tak digulung.
Tapi tetap aja itu sungguh seksi
Fio, rambut panjang yang slalu di gelung ke atas,dengan hiasan seperti sumpit mengunci rambut.
Memamerkan lehernya yang jenjang.
Kulit cantik berwarna coklat almon.
Hidung dan dagu imut kecil.
Seragam yang kekecilan memamerkan lekukan badanya.
Tapi yang paling menggangu bra yang model tali melingkari lehernya.
Oh man aku gak tahu apa namanya itu,
tapi tali simpul di leher itu seolah berbicara
"tolong buka aku ya...."
Brengsek kok jadi koslet begini sih.
Walaupun memang aku slalu koslet.
Fio menatap ke arah kami.
Tak lama Ria juga menatap ke arah sini.
Aku melirik ke gerombolan setan di sebelahku.
Sial! Udah pada kaya film kartun.
Ada yang matanya keluar,air liur yang bisa bikin siaga satu kebanjiran.
Aku menutup mulut Jidad yang menganga
"mas tolong di tutup tokonya,udah malem mas!"
"sialan lo Pak,ganggu khayalan gua aja lo.."
Kami semua tertawa terpingkal-pingkal.
Wah gawat..! Ria dan Fio berjalan ke arah sini.
Baru aku mau berdiri mencegah, tapi Acong sudah berdiri bagaikan pangeran dengan kuda putih bersayap.
Walaupun dalam gambaranku kudanya sedang memegang botol Vodka..
"waktunya beraksi man.. Nih cokri,salah satunya pasti bisa gua bawa pulang" Acong prnuh semangat,atau penuh alkohol..
Oh iya Acong ini punya tampang playboy.
Hmm punya tampang,punya uang, tapi sayangnya dia gak punya peruntungan bagus dalam soal mendapatkan cewek,
Atau tak punya otak..
Ria dan Fio tinggal lima langkah ke arahku.
Sementara Acong kini diam terpaku.
Matanya melotot menatap tudung sweater Ria.
"i.. Itu kan sweater lo Pak??.."
Acong shock melirik aku dan Ria bergantian.
Ku lihat Ria cuma tersenyum dengan perkataan Acong,
Dan senyumanya penuh konspirasi."hei Rud?" sapa Ria,matanya bagaikan detektif,penuh tatapan menyelidik.
Sial..! ini yang ku takuti dari Ria,gayanya yang udah kaya Sherlock holmes.
Celakanya Fio juga menjadi Watson.
Kalo sudah seperti ini jangan harap menyembunyikan rahasia dari tim detektif di depanku ini.
"hai .." sahutku.
"hei rud? Kok cuma Ria yang di tegor?"kata Fio cemberut, yang sudah masuk ke gang tempat kami nongkrong.
Sementara Ria masih berdiri tatapanya intens terhadapku.
ke dua tanganya slalu di dalam saku depan sweater.
Sungguh pose yang sangat seksi.
Tangan kananya bergerak mengeluarkan bungkus rokok mild
Ia mengeluarkan rokok dari bungkus dengan menggigitnya.
bibir yang sangat menggiurkan.saat ia mau menyalakan rokoknya.
Aku berdiri,secepat kilat ku ambil rokok yang di bibirnya.
"kalo mau ngerokok, jangan di jalan masuk ke gang sini.." kataku perlahan, sambil menggandeng tanganya ke arah bangku kayu panjang.
sepintas tadi kulihat Ria mengkerutkan dahi.
Tapi saat aku menggandengnya matanya kembali menjadi Sherlock holmes,penuh selidik.
Gang yang kami tongkrongin ini
adalah gang buntu.
Kami nongkrong di depan kontrakan yang tak ada penghuninya.
Ada yang duduk di ubin.dari pojok kanan.
Cengir,Ara,Bego,Acong.
Mereka berempat duduk di ubin nyender ke tembok
Di sebelah Acong ada tembok setinggi perutku.
Yang bisa diduduki dua orang
Jadi aku dan Jidad duduk di tembok itu.
Ria dan Fio duduk di bangku kayu panjang,
persis didepan empat orang yang duduk di ubin.
Jadi posisi rok Ria dan Fio tepat didepan hidung mereka.
Ria tak terlalu menyiksa,hanya duduk dengan melipat kaki kananya,itu juga udah bikin blingsatan dengan melihat kaki dan paha mulusnya.
Ria yang anteng dengan pose seperti itu,beda dengan Fio.
Yang sengaja mau membunuh pelan-pelan.
Setiap satu menit,mengubah pose lipatan kakinya.
aku kasian dengan empat setan yang duduk dibawah itu.
Mukanya pada pucat.
Cengir yang biasa nyengir mlulu,baru kali ini kulihat wajahnya tegang.
Yang paling konyol si Bego.
Kalo yang lainya cuma curi-curi pandang ke rok.
Kalo bego matanya melotot dan focus ke rok Fio.
Dan ia lakukan itu tanpa rasa salah sama sekali?
Si Bego menatap seolah dari dalam rok akan keluar satu hektar daun ganja.
Bego.. dasar Bego disitu gak ada daun yang lo cari,cuma ada rumput liar?dalam hatiku geli ama si Bego.
"bagi peltokannya boleh?.." kata Fio dengan penekanan dalam kata terakhir.
Huh sial nih cewek jangankan bagi peltokan,,
ini gerombolan setan disuruh bagi nyawa supaya bisa lihat isi rok juga mau..
Ara sang bartender gadungan mempersiapkan racikanya.
Karena dari tadi kami minum pake tutup botol.
Kami sepakat karena ada cewek-cewek menggunakan gelas plastik.
Setelah di bagi rata semua megang gelasnya masing-masing
Pletokan kloter pertama ludes.
"biasanya lo pada bertiga kaya trio charlie angels .?, Kemana Nia?" Kata Jidad penasaran di sebelahku.
"oh,, tadi kita baru dari rumahnya,minggu depan nia mau married.! " sahut Ria santai,sambil membakar rokoknya.
Seandainya ia tak bawa korek sendiri.
Ini gerombolan setan siap ngambil api dari gunung merapi untuk menyalakan rokok Ria,yang sangat menggoda di bibir sensual itu.
Entah sejak kapan aku suka dengan cewek yang merokok.
Menurutku itu sangat menggoda.
Kadang aku berpikir tanggapan orang,cewek nakal kalo merokok,kalo begini,kalo begitu.
Aneh sekali,menurutku yang boleh dan bisa di lakukan cowok,kenapa cewek gak bisa?Kenapa gak boleh?
Kenapa cewek merokok di cap bad girl?
Apa ini teka-teki sosial?
Menurutku ini cuma masalah sederhana,tergantung dari sudut pandang mana melihatnya.
Aku selalu melihat sesuatu dengan tiga sudut pandang.
Dan mencari sudut pandang mana yang menurutku perfect angel.
Dan aku yakin setiap orang punya sudut pandang berbeda.
Kelemahanku aku selalu tersesat dengan sudut pandangku sendiri.
Membuatku tercebur di kubang hitam kehidupan.
Aku terus berkelana di kepalaku,tatapan Ria,senyumanya,gayanya saat merokok.
Membuatku semakin menuju ke tepian langit.di tambah alkohol,dan ganja yang semakin membuatku tak bisa kembali.
Persoalan Nia yang mau married menarikku kembali dari tepian langit.
Bergulung-gulung pertanyaan memenuhi kepalaku.
"married? Kok tiba-tiba? Emang gak bisa nunggu tamat sekolah?,Lo pada kan kelas tiga tinggal setahun lagi.." kataku tak bisa menghilangkan rasa penasaran yang berlebihan.Walaupun tadi aku mau nanya,apa karena kobun?,Tapi gak enak nanyanya.
Ria menatapku seperti rontgen.
Sial.! Tatapan Sherlock lagi..
"yang jelas Rud,Nia married karena unsur Siti nurbayah,bukan karena kobun.."
Kata Ria dengan sarkasme jelas dalam nada suaranya
Gila.! Nih cewek bener-bener jelmaan Sherlock bisa baca pikiranku.
Chimenk masih terus berputar,saat Acong menawarkan Ria dan Fio. Mataku berkilat-kilat.
Dengan sopan Ria dan Fio menolak chimenknya.
Obrolan kami berlanjut seputar pernikahan Nia.
Trio charlie angels:Ria,Fio,Nia,sudah akrab dengan sebagian besar geng tengah.
Apalagi ketua dari geng tengah ternyata dekat dengan ayah Ria.
Fakta ini sempat membuatku bingung.
Entahlah setelah tahu akan kebenaran dari fakta ini membuatku semakin tersesat dalam kebingungan.
tiga puluh menit berlalu.
Fio masih terus melancarkan siksaannya setiap semenit sekali.
Kening Fio mengkerut melihat Bego yang masih terus dengan pose melotot menatap rok.
Bego menghisap chimenk dalam-dalam meresapi khayalan yang berubah jadi nyata.sementara aku dan yang lain menenggak peltokan terakhir kami.
Sedetik dengan kecepatan Super Sonic.
Fio membuka kakinya lebar-lebar.
mengekspos isinya.
Bego terbatuk-batuk seperti orang sekarat.
Acong,Cengir,Ara,jidad menyemburkan peltokan dari mulutnya.
Mereka juga terbatuk-batuk,air keluar dari hidung.
Sialnya aku sedikit terkena semburan dari Jidad.
"Kita cabut dulu ya Rud.."
kata Ria dan Fio dingin.
Aku bergegas berdiri,mengantarkan duo charli angels ke mobilnya,
Meninggalkan teman-temanku yang mengutuk-nutuk,menyumpah-nyumpah. Sekarat akibat kekejaman Fio.
Aku teringat beberapa minggu yang lalu.
Aku,Ria,Fio menonton DVD Love is Zero,
Disitu ada agdegan wanita yang sedang makan di kafe.
Beberapa orang pria melirik roknya sambil makan.
Wanita itu membuka roknya,hasilnya cowok-cowok pada menyemburkan makananya.
Tak kusangka Fio mempraktekanya..
Sungguh gabungan menggelikan dan mengerikan.
Kulihat tatapan buas pelajar yang nongkrong di warung Babeh,
dan aku tahu Ria dan Fio tahu itu,
dan mereka tak peduli.
Aku membukakan pintu Ria yang mengemudi,Fio berdiri di pintu satunya menunggu.
Ria menyelipkan uang ke kantong celanaku.
"gua butuh beberapa inex,ama dua ji ubas.."
Kata Ria berbisik.
"gue cuma bawa paketan kecil.."sahutku perlahan.
"yaudah lo anter ke rumah ya.." kata Ria penuh harap.
Wah aku gak bisa nganter sekarang nih.
Sebentar lagi Ros selesai.
Tapi aku juga gak bisa bohong ama nih detektif maut.
"Bisa,tapi gak bisa sekarang... Gue ada janji jalan ama Ros.."sahutku perlahan menahan rasa gugup.
Sial.! Tatapan rontgennya menghilang..
Aku tak mengerti tatapan apa itu?
"mau jalan kemana..?"
"ke space.."sahutku tenang.
"boleh gak gua ama Fio ikut..?"
"ya bolehlah masa gak boleh.."jawabku cepat.
"itu bodoh namanya.."kata Ria,ia mencium pipiku, tersenyum hambar dan masuk ke mobil.
apa itu? Apa Ria marah?,cemburu?.
Ah gak mungkin...
Tapi aku tak mau lihat senyuman pahit seperti itu.
Aku mencium pipinya sambil berbisik:"sweater itu seksi di pakai ama lo,jadi gue gak tega ngambilnya.."
Sebelum ku menutup pintu ku lihat bibirnya berkedut menahan tawa.dan ku dengar gumamanya.
"gak bakal gua balikin sweaternya..."
Aku menuju pintu satu lagi,Fio masih sabar menunggu.
Ku bukakan pintunya.
Ku lihat
Fio seperti mau mengatakan sesuatu,namun tak terucap.
Mukanya memerah lalu masuk ke mobil.
ku cium pipinya sambil bilang:
"tali di leher lo bikin gue gak waras.."
"emang lo gila.."
Sahut mereka kompak.
Setelah ku tutup pintu,kacanya turun.
"so.. Mau kencan ama Ros..?" kata Fio cemberut,melipat tangan di dadanya.
"hus.. Mana gue tahu itu kencan atau bukan..?" sahutku putus asa dengan tim detektif ini.
Bersambung..
Diubah oleh masternagato 26-04-2014 19:50
0