- Beranda
- Stories from the Heart
CINTA (Cerita Indah Namun Tiada Arti)
...
TS
dingdingding
CINTA (Cerita Indah Namun Tiada Arti)
Halo para reader yang budiman.
Gw Pengen Share sedikit sebuah cerita, bisa dibilang sebuah pengalaman.
Mohon bimbingannya jika ada salah ketik(typo) atau kata-kata yang tidak berkenan. (curahkan saja di postingan bawah, atau PM juga boleh). Saya juga masih belajar dalam membuat Thread dan Cerita yang baik dan benar. Masih membutuhkan saran serta kritik dari kiri kanan. Darimana lagi kalau bukan dari agan-agan ini .
The Rain - Terlatih Patah Hati (feat. Endank Soekamti)
Aku sudah mulai lupa
Saat pertama rasakan lara
Oleh harapan yang pupus
Hingga hati cedera serius
Terima kasih kalian
Barisan para mantan
Dan semua yang pergi
Tanpa sempat aku miliki
Tak satupun yang aku sesali
Hanya membuatku semakin terlatih
Begini rasanya terlatih patah hati
Hadapi getirnya terlatih disakiti
Bertepuk sebelah tangan (sudah biasa)
Ditinggal tanpa alasan (sudah biasa)
Penuh luka itu pasti tapi aku tetap bernyanyi
Lama tak ku dengar tentangnya
Yang paling dalam tancapkan luka
Satu hal yang aku tahu
Terkadang dia juga rindu
Terima kasih kalian
Barisan para mantan
Dan semua yang pergi
Tanpa sempat aku miliki
Tak satupun yang aku sesali
Hanya membuatku semakin terlatih
Begini rasanya terlatih patah hati
Hadapi getirnya terlatih disakiti
Bertepuk sebelah tangan (sudah biasa)
Ditinggal tanpa alasan (sudah biasa)
Penuh luka itu pasti tapi aku tetap bernyanyi
Begini rasanya terlatih patah hati
Hadapi getirnya terlatih disakiti
Bertepuk sebelah tangan (sudah biasa)
Ditinggal tanpa alasan (sudah biasa)
Penuh luka itu pasti tapi aku tetap bernyanyi
Perkenalkan nama gw Hendra. Biasa dipanggil Hen atau ndra sama orang-orang sekitar gw.
Tapi Nenek ama Kakek gw mangil gw gundul(soalnya pas ane kecil katanya rambutnya ga tumbuh-tumbuh)
(skip)
Cerita ini adalah sebuah cerita saat gw masih sekolah jaman dahulu kala saat gw masih muda (sekarang gw udah tua)
Cerita ini dimulai saat gw mulai memasukin satu tingkat diatas SMP. Untuk yang lain mungkin menyebutnya SMA atau SMU. Tapi gw bukan! Gw SMK (Sekolah Mengenah Kejuruan)
sama aja ya 
Sedikit tentang masa SMP gw. Semua bermulai dari sini
Gw melirik ke belakang tempat duduk gw. Melihat meta dengan muka datar alias biasa-biasa aja ( padahal selama 1 tahun ini gw mengagumi dia, buat ngobrol aja jarang banget kalo ga perlu-perlu amat, itu juga palingan nanya tentang pelajaran atau minjem tip-x
). Meta pun mengeluarkan jurus ampuh seampuh-ampuhnya (senyumannya yang……… ah sudahlah). Lalu gw membalasnya dengan senyuman gw yang ga kalah manis
(padahal udah keringet dingin)
Gatau gw kalo deket cewe bawaannya grogi, ga berani, padahal tampang gw lumayan ganteng ga culun-culun amat sih buat anak SMP
(ngigo)
Meta pun pergi meninggalkan kelas bersama temannya. Disni gw berfikir, (ah ga mungkin cewe secantik meta bisa suka juga ama gw, pinter kaga, gaul kaga, tapi muka kaga jelek-jelek amat (ngigo lagi)
Gw diem aja di kelas liatin temen-temen yang lain ngobrol sambil dengerin lagu dari Walkman gw (jaman gw Walkman gan, belum ada ipod atau music player yang lain, waktu itu yang punya HP juga belum terlalu banyak, dan masih didominasi oleh Nok*a). Tiba-tiba gw ngeliat ada seorang cewe di depan pintu kelas liatin gw, mereka bertiga, cengar cengir sambil dorong-dorongan
Gw bingung, karena mereka ngeliatin kearah gw, dan sekitar gw ga ada siapa-siapa, lalu gw samperin dah tu cewe-cewe. Cari siapa ya dek (keliatan mereka adik kelas gw, soalnya masih imut-imut gimana gitu
.
Cover dari agan armstrongzone
Ebook Part 1-110 dari agan TheSain007

Gw Pengen Share sedikit sebuah cerita, bisa dibilang sebuah pengalaman.
Mohon bimbingannya jika ada salah ketik(typo) atau kata-kata yang tidak berkenan. (curahkan saja di postingan bawah, atau PM juga boleh). Saya juga masih belajar dalam membuat Thread dan Cerita yang baik dan benar. Masih membutuhkan saran serta kritik dari kiri kanan. Darimana lagi kalau bukan dari agan-agan ini .
Quote:
Q: Real story gan?
A: Iya gan, real story ditambah sedikit bumbu mas*ko
Q: Mau kepo boleh ga gan?
A: Kepo boleh, selama ane mau jawab pasti ane jawab, kalo ga ane jawab berarti privacy, asal ga OOT aja
Q: Share Photonya dong gan
A: No No No No
(rules)
A: Iya gan, real story ditambah sedikit bumbu mas*ko

Q: Mau kepo boleh ga gan?
A: Kepo boleh, selama ane mau jawab pasti ane jawab, kalo ga ane jawab berarti privacy, asal ga OOT aja

Q: Share Photonya dong gan

A: No No No No
(rules)===============================================================
Special Thanks too
Allah SWT Karena masih memberikan ane umur sampe sekarang dan bisa membuat cerita ini
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kaskus ( www.kaskus.co.id)
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Semua Reader, baik yang Posting, Rate 5's Star, kasih Cendol serta SR sekalipun
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Thanks sebanyak-banyaknya untuk barisan para Mantan gw. Tanpa kalian, cerita ini takkan pernah lahir
===============================================================

Special Thanks too
Allah SWT Karena masih memberikan ane umur sampe sekarang dan bisa membuat cerita ini
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kaskus ( www.kaskus.co.id)
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Semua Reader, baik yang Posting, Rate 5's Star, kasih Cendol serta SR sekalipun
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Thanks sebanyak-banyaknya untuk barisan para Mantan gw. Tanpa kalian, cerita ini takkan pernah lahir
===============================================================

================================================================
Mungkin lagu ini adalah Soundtrack yang paling pas untuk kisah gw ini
[Recommended To Buffer buat yang sering Patah Hati
]
The Rain - Terlatih Patah Hati (feat. Endank Soekamti)
Mungkin lagu ini adalah Soundtrack yang paling pas untuk kisah gw ini
[Recommended To Buffer buat yang sering Patah Hati
]The Rain - Terlatih Patah Hati (feat. Endank Soekamti)
Spoiler for Lirik:
The Rain - Terlatih Patah Hati (feat. Endank Soekamti)
Aku sudah mulai lupa
Saat pertama rasakan lara
Oleh harapan yang pupus
Hingga hati cedera serius
Terima kasih kalian
Barisan para mantan
Dan semua yang pergi
Tanpa sempat aku miliki
Tak satupun yang aku sesali
Hanya membuatku semakin terlatih
Begini rasanya terlatih patah hati
Hadapi getirnya terlatih disakiti
Bertepuk sebelah tangan (sudah biasa)
Ditinggal tanpa alasan (sudah biasa)
Penuh luka itu pasti tapi aku tetap bernyanyi
Lama tak ku dengar tentangnya
Yang paling dalam tancapkan luka
Satu hal yang aku tahu
Terkadang dia juga rindu
Terima kasih kalian
Barisan para mantan
Dan semua yang pergi
Tanpa sempat aku miliki
Tak satupun yang aku sesali
Hanya membuatku semakin terlatih
Begini rasanya terlatih patah hati
Hadapi getirnya terlatih disakiti
Bertepuk sebelah tangan (sudah biasa)
Ditinggal tanpa alasan (sudah biasa)
Penuh luka itu pasti tapi aku tetap bernyanyi
Begini rasanya terlatih patah hati
Hadapi getirnya terlatih disakiti
Bertepuk sebelah tangan (sudah biasa)
Ditinggal tanpa alasan (sudah biasa)
Penuh luka itu pasti tapi aku tetap bernyanyi
Spoiler for Part 1:
Perkenalkan nama gw Hendra. Biasa dipanggil Hen atau ndra sama orang-orang sekitar gw.
Tapi Nenek ama Kakek gw mangil gw gundul(soalnya pas ane kecil katanya rambutnya ga tumbuh-tumbuh)
(skip)Cerita ini adalah sebuah cerita saat gw masih sekolah jaman dahulu kala saat gw masih muda (sekarang gw udah tua)

Cerita ini dimulai saat gw mulai memasukin satu tingkat diatas SMP. Untuk yang lain mungkin menyebutnya SMA atau SMU. Tapi gw bukan! Gw SMK (Sekolah Mengenah Kejuruan)
sama aja ya 
Sedikit tentang masa SMP gw. Semua bermulai dari sini
Quote:
Saat itu pagi hari, para siswa-siswi berumur belasan tahun menggunakan seragam biru putih lalu lalang di dalam sempitnya koridor kelas tanpa belajar. Kenapa tanpa belajar? Karena Kami sudah menyelesaikan yang namanya UAN (Ujian AKhir Nasional) tingkat SMP.
Gw yang waktu itu bukanlah siswa yg berprestasi di kelas apalagi di sekolah hanya bisa harap-harap cemas saat menunggu pengumuman kelulusan yang akan disampaikan lewat POS (sekarang masih lewat POS ga sih gan? Gw ga tau
)
Semua tampak bergembira karena telah melewati 3 hari yang mendebarkan (menurut gw
)
Dan akhirnya gw memutuskan untuk pergi ke GOR sekolahan yang cukup luas (BTW SMP gw adalah SMP negeri yang lumayan favorit di kota Bandung yang terletak di dekat terminal dan dekat dengan pusat kota Bandung) . Setelah sampai di GOR, gw lihat ada sohib gw sedang bermain basket, Dia bernama Yoga.
Gw melambaikan tangan, dia melihat gw sambil mengangkat dagunya seolah berkata “Oi”
Beberapa menit kemudian Yoga nyamperin gw (percakapan dalam Bahasa sunda, gw ceritakan dalam Bahasa Indonesia aja biar agan-agan ngerti)
Gw pun kembali ke kelas sambil membawa perasaan ga enak ini , Antara senang dengan selesainya hari-hari mendebarkan ujian nasional dan menunggu kelulusan.
Sesampainya di kelas, gw duduk di kursi biasanya di posisi palingan tengah . ya dua buah kursi yang gw duduki bersama yoga selama 1 tahun kebelakang (sekolah gw tiap naik pindah-pindah ruangannya)
Dan dibelakang gw ada seseorang yang gw kagumi sejak pertama bertemu sekitar 1 tahun yang lalu, wanita itu bernama Meta. Gadis berparas cantik, rambut sebahu dan di urai, mempunyai kulit yang putih, mulus, gigi gingsulnya dan tentunya senyumnya yang………. Ah sudahlah, bisa lemes agan-agan kalo liat
(skip)
Gw yang waktu itu bukanlah siswa yg berprestasi di kelas apalagi di sekolah hanya bisa harap-harap cemas saat menunggu pengumuman kelulusan yang akan disampaikan lewat POS (sekarang masih lewat POS ga sih gan? Gw ga tau
) Semua tampak bergembira karena telah melewati 3 hari yang mendebarkan (menurut gw
)Dan akhirnya gw memutuskan untuk pergi ke GOR sekolahan yang cukup luas (BTW SMP gw adalah SMP negeri yang lumayan favorit di kota Bandung yang terletak di dekat terminal dan dekat dengan pusat kota Bandung) . Setelah sampai di GOR, gw lihat ada sohib gw sedang bermain basket, Dia bernama Yoga.
Gw melambaikan tangan, dia melihat gw sambil mengangkat dagunya seolah berkata “Oi”
Beberapa menit kemudian Yoga nyamperin gw (percakapan dalam Bahasa sunda, gw ceritakan dalam Bahasa Indonesia aja biar agan-agan ngerti)
Quote:
Yoga: Kenapa lu belum pulang?
Gw : Bentar lagi yog, Yog ntar mau ke SMA mana?
Yoga : Belum tau lah, lulus aja belum jelas. Hahaha (dia ketawa dengan santainya
)
Gw: Dasar bego!, gw deg deg an gini , lu malah ngomong belum tentu lulus atau engganya.
Yoga: hahaha, lagian ngapain diambil pusing, kita sudah berusaha, biarlah yang di Atas dan Dinas pendidikan yang mengatur
Gw: hahaha, iya juga sih. Tapi gw ko deg-degan ya yog
Yoga: Santai ajalah, eh gw mau main lagi nih, lu mau main ga?
Gw: Ga lah, gw mau ke kelas aja nyamperin anak-anak
Yoga: OK dah, Sip
Gw : Bentar lagi yog, Yog ntar mau ke SMA mana?
Yoga : Belum tau lah, lulus aja belum jelas. Hahaha (dia ketawa dengan santainya
)Gw: Dasar bego!, gw deg deg an gini , lu malah ngomong belum tentu lulus atau engganya.
Yoga: hahaha, lagian ngapain diambil pusing, kita sudah berusaha, biarlah yang di Atas dan Dinas pendidikan yang mengatur

Gw: hahaha, iya juga sih. Tapi gw ko deg-degan ya yog

Yoga: Santai ajalah, eh gw mau main lagi nih, lu mau main ga?
Gw: Ga lah, gw mau ke kelas aja nyamperin anak-anak
Yoga: OK dah, Sip
Gw pun kembali ke kelas sambil membawa perasaan ga enak ini , Antara senang dengan selesainya hari-hari mendebarkan ujian nasional dan menunggu kelulusan.
Sesampainya di kelas, gw duduk di kursi biasanya di posisi palingan tengah . ya dua buah kursi yang gw duduki bersama yoga selama 1 tahun kebelakang (sekolah gw tiap naik pindah-pindah ruangannya)
Dan dibelakang gw ada seseorang yang gw kagumi sejak pertama bertemu sekitar 1 tahun yang lalu, wanita itu bernama Meta. Gadis berparas cantik, rambut sebahu dan di urai, mempunyai kulit yang putih, mulus, gigi gingsulnya dan tentunya senyumnya yang………. Ah sudahlah, bisa lemes agan-agan kalo liat
(skip) Gw melirik ke belakang tempat duduk gw. Melihat meta dengan muka datar alias biasa-biasa aja ( padahal selama 1 tahun ini gw mengagumi dia, buat ngobrol aja jarang banget kalo ga perlu-perlu amat, itu juga palingan nanya tentang pelajaran atau minjem tip-x
). Meta pun mengeluarkan jurus ampuh seampuh-ampuhnya (senyumannya yang……… ah sudahlah). Lalu gw membalasnya dengan senyuman gw yang ga kalah manis
(padahal udah keringet dingin)
Gatau gw kalo deket cewe bawaannya grogi, ga berani, padahal tampang gw lumayan ganteng ga culun-culun amat sih buat anak SMP
(ngigo)Meta pun pergi meninggalkan kelas bersama temannya. Disni gw berfikir, (ah ga mungkin cewe secantik meta bisa suka juga ama gw, pinter kaga, gaul kaga, tapi muka kaga jelek-jelek amat (ngigo lagi)
Gw diem aja di kelas liatin temen-temen yang lain ngobrol sambil dengerin lagu dari Walkman gw (jaman gw Walkman gan, belum ada ipod atau music player yang lain, waktu itu yang punya HP juga belum terlalu banyak, dan masih didominasi oleh Nok*a). Tiba-tiba gw ngeliat ada seorang cewe di depan pintu kelas liatin gw, mereka bertiga, cengar cengir sambil dorong-dorongan

Gw bingung, karena mereka ngeliatin kearah gw, dan sekitar gw ga ada siapa-siapa, lalu gw samperin dah tu cewe-cewe. Cari siapa ya dek (keliatan mereka adik kelas gw, soalnya masih imut-imut gimana gitu
.Quote:
Cewe1: kaka namanya ka Hendra kan?
Quote:
Original Posted By Jadwal Update
Senin - Sabtu : Malam antara jam 18.00 - 22.00
Minggu : Malam jam 22.00 -
*note : Kalo saya ga apdet, berarti saya lagi galau
TerimaKasih
Senin - Sabtu : Malam antara jam 18.00 - 22.00
Minggu : Malam jam 22.00 -
*note : Kalo saya ga apdet, berarti saya lagi galau

TerimaKasih

Spoiler for INDEX I:
Quote:
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24
Part 25
Part 26
Part 27
Part 28
Part 29
Part 30
Part 31
Part 32
Part 33
Part 34
Part 35
Part 36
Part 37
Part 38
Part 39
Part 40
Part 41
Part 42
Part 43
Part 44
Part 45
Part 46
Part 47
Part 48
The Power Of Putih Abu Abu
Part 49
Part 50
Part 51
Part 52
Part 53
Part 54
Part 55
Part 56
Part 57
Part 58
Part 59
Part 60
Part 61
Part 62
Part 63
Part 64
Part 65
Part 66
Part 67
Part 68
Part 69
Part 70
Part 71
Part 72
Part 73
Part 74
Part 75
Part 76
Part 77
Part 78
Part 79
Part 80
Part 81
Part 82
Part 83
Part 84
Part 85
Part 86
Part 87
Part 88
Part 89
Part 90
Part 91
Part 92
part 93
Part 94
Part 95
Part 96
Part 97
Part 98
Part 99
Part 100
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24
Part 25
Part 26
Part 27
Part 28
Part 29
Part 30
Part 31
Part 32
Part 33
Part 34
Part 35
Part 36
Part 37
Part 38
Part 39
Part 40
Part 41
Part 42
Part 43
Part 44
Part 45
Part 46
Part 47
Part 48
The Power Of Putih Abu Abu
Part 49
Part 50
Part 51
Part 52
Part 53
Part 54
Part 55
Part 56
Part 57
Part 58
Part 59
Part 60
Part 61
Part 62
Part 63
Part 64
Part 65
Part 66
Part 67
Part 68
Part 69
Part 70
Part 71
Part 72
Part 73
Part 74
Part 75
Part 76
Part 77
Part 78
Part 79
Part 80
Part 81
Part 82
Part 83
Part 84
Part 85
Part 86
Part 87
Part 88
Part 89
Part 90
Part 91
Part 92
part 93
Part 94
Part 95
Part 96
Part 97
Part 98
Part 99
Part 100
Spoiler for INDEX II:
Quote:
Cover dari agan armstrongzone
Spoiler for :
Ebook Part 1-110 dari agan TheSain007
Spoiler for :
Diubah oleh dingdingding 13-01-2016 21:01
junti27 dan 12 lainnya memberi reputasi
13
1.9M
Kutip
5.1K
Balasan
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
dingdingding
#913
Spoiler for part 76:
Lia tidak sendiri, dia sedang mengobrol dengan seseorang. Seorang cowo. Gw pun berjalan ke arah lia. Dari jauh lia mengangkat tangannya, lalu memanggil gw
Lia: yank sini
Gw: iya
Sesampainya disana
Lia: kenalin ini Rico ( sebut saja begitu )
Rico: rico
Gw: hendra ( lalu kami bersalaman )
Lia: Rico temen SMP aku dulu, sekolahnya sekarang di SMA** tuh disana
Gw: sama kaya selvia dong?
Lia: iya, tapi katanya dia gak kenal
Gw: ya gak kenal lah, orang selvia kan masih kelas 1
Lia: iya makanya
Rico: eh gw duluan ya
Lia: mau kemana?
Rico: ada perlu dulu, duluan ya kang
Gw: ok kang
( lalu dia pergi menggunakan motornya )
Gw: siapa sih itu?
Lia: temen SMP aku
Gw: cuma temen SMP?
Lia: iya, sekelas sama aku pas kelas 3
Gw: bukan mantan?
Lia: ahahahha bukan lah, tapi dia pernah suka sama aku dulu
Gw: sekarang CLBK dong ?
Lia: gak lah, aku juga gak ada rasa sama dia, lagian kan aku udah punya kamu
Gw: ah bisa aja
Lia: pulang ?
Gw: iya pulang kan udah sore, lagian kamu ngapain sih disini ampe sore gini?
Lia: kan udah bilang pengen goyobod, sekalian ketemu sama kamu
Gw: kan kemaren juga udah 2 hari aku malah sama kamu
. Jujur deh kesini ngapain ? 
Lia: beneran kok
Gw:
Lia: yaaa takut ternyata kamu disini ada cewe, jadikan aku tau
Gw: ohh ( terus gw lirik kanan kiri, depan belakang )
Lia: nyari siapa?
Gw: gak nyari siapa-siapa
takut ketauan 
Lia: siapa? ngaku gak? ( tangan gw dicubit lah
)
Gw: gak gak bohong kok , gak nyari siapa-siapa
sakit lepasin dong 
Lia: yang bener?
Gw: beneran
sakit ih
Lia: jangan mainin aku
Gw: enggak
becanda doang kok
( tangan gw jadi ada tatonya warna biru
)
Lia: sakit ya?
Gw: banget, tuh liat ih sampe kaya gini
Lia: biarin aja, awas gituin aku lagi
Gw: jahat banget lah
( ngelus-ngelus tangan gw+muka memelas
)
Lia: eh sakit banget ya?
Gw: iya , tuh biru
Lia: eh maaf maaf
ke rumah sakit yukk
Gw:
Lia: ayok cepetan ( dia udah berdiri )
Gw: masa gini doang ke rumah sakit
Lia: itu sampe gitu ih, maaf
Gw: udah gak apa-apa kok
( daripada gw dibawa ke UGD
)
Lia: maaf ya, beli tensoplas deh ya
Gw: udah udah gak apa-apa kok, tapi jangan cubit gini lagi ya,
Lia: iya, sakit ya?
Gw: udah enggak kok ( cenut cenut adohhhh
)
Lia: yaudah yuk pulang aja, aku anterin sampe tegallega
Gw: iya, tapi udah itu kamu langsung pulang ya? jangan kemana-mana
Lia: no rumah kamu mana?
Gw: buat?
Lia: ya buat nelepon kamu lah buat ngecek kamu juga kalo kamu bener-bener ada di rumah
Gw: sampe segitunya
yaudah catet 5****** no rumah kamu mana? 
Lia: 7******
Gw: bentar dong cepet-cepet banget
Lia: hehehehe
7****** udah?
Gw: udah, awas kalo aku telepon kamu juga gak ada di rumah
Lia: kalo aku gak ada dirumah mau ngapain?
Gw: gak tau
Lia: aku gak akan bohongin kamu kaya putri kok
Gw: putri lagi putri lagi ( sambil berdiri dari tempat duduk )
Lia: eh iya maaf lupa lupa, jangan marah dong
( sambil ngegandeng tangan gw
)
Gw: ihhhh malu, kan mau masuk ke sekolah aku ambil mobil kamu
Lia: hehehe iya iya
Lalu kami berdua berjalan ke parkiran sekolah gw, untuk mengambil mobilnya lia. tidak lupa memberi uang persenan kepada satpam sekolah yang sedang berjaga
dan kita pergi dari sekolah, jalanan buah batu jam segitu lagi macet-macetnya, karena berbarengan dengan jam keluar kantor dan pulang kerja. Sesampainya di jalan BKR, lia ngeliat boneka. Boneka yang dikasih putri buat gw
Lia: itu boneka yang putri kasih ya?
Gw: emmm iya, kenapa?
Lia: gak apa-apa
Gw: gak suka ya aku bawa-bawa? nanti aku lepas deh aku simpen aja di rumah
Lia: gak usah gak apa-apa kok
Gw: beneran?
Lia: iya sayang , kamu turun udah perempatan sana ya? aku belok disini soalnya.
Gw: iya disini aja, jalan dikit ke depan.
Gw pun akhirnya dipisahkan oleh perempatan jalan, lalu gw melanjutkan dengan angkot untuk ke rumah gw. Setelah sampai di rumah gw langsung sms lia. belum satu menit, telepon rumah gw berdering, Nyokap gw yang ngangkat
Nyokap: ndraa ada telepon
Gw: siapa?
Nyokap: gak tauuuu
Gw: bentarrrr
Lalu gw berjalan ke arah telepon dan mengangkatnya
Gw: halo?
Lia: halo yank? hehehehe
Gw: ngapain nelepon? ada-ada aja
Lia: mastiin kamu beneran udah sampe rumah apa belum
Gw: ah gak ada kerjaaan hahahaha,
Lia: yaudah ya, ganti baju, terus makan jangan lupa
Gw: iya, kamu juga
Lia: dadah ( tut )
Ah senangnya punya pacar seperti lia, perhatiannya itu walaupun sepele tapi bikin gw senyum-senyum sendiri. Gw pun mandi lalu ganti baju tidak lupa makan. Lalu gw sms lia
Gw: udah mandi, udah makan, lagi apa?
Lia: lagi nonton, gak belajar?
Gw: oh nonton, gak kemana-kemana? nanti malem aja belajarnya
Lia: gak ah, lagi males, mau dapet kali
Gw: oh, besok-besok inget ya kalo ke sekolah kasih tau
Lia: gak, aku mau tiba-tiba aja datengnya, kali aja nemuin kamu lagi ama cewe
Gw: ya enggak lah, aku kan setia
Lia: iya deh yang setia. nanti mamah papah aku pulang ikut jemput ya?
Gw: jemput? dimana?
Lia: di bandara lah, aku pengen jemput mereka
Gw: iya yaudah nanti kalo bisa ya? emang jam berapa?
Lia: katanya nyampe sore kok. nanti bawa baju aja biar gak pulang dulu
Gw: iya deh, hari kamis kan?
Lia: iya, yaudah aku mau mandi dulu ya udah sore
Gw: iya, nanti kabarin lagi
SMS berakhir , gw disuruh ikut lia ngejemput orang tuanya yang liburan entah darimana gw udah lupa
Gimana ya nanti respon mereka lia punya pacar yang biasa-biasa aja kaya gw? ganteng sih iya ( PD
) tapi kan gw gak kaya mereka. tapi itu jadi pikiran gw waktu itu, karena gw waktu itu mikir gw masih muda, dan masih pacaran, dan belum tentu gw sama lia ini jadian sampe tali pernikahan ( itu yang gw pikir waktu dulu del, biar lo tau ) Keesokan harinya gw sekolah seperti biasa, gw malah jadi kaya anak nakal kalo di sekolah, bisa dibilang begitu, baju gw dari rumah gak pernah masuk ke dalam kandangnya, rambut panjang dikit sih, klo pendek gw jelek
#Skip
Mungkin karena pergaulan di sekolah gw juga, karena sangat berbeda sekali dengan jamannya gw SMP, semua culun dan mengikuti peraturan dengan lurusnya. ya ada beloknya sedikit, namun di sekolah gw yang sekarang, bebasnya sangat jauh terasa, hingga gw menjadi anak seperti itu waktu dulu. jam istirahat gw gak nongkrong di kantin sama anak-anak kutu buku lainnya, tapi gw nongkrong di warung belakang sekolah kadang di Ato ( tempat jual bubur kacang dan mie ) buat ngeroko. Sekolah gw gini gan dulu. Selama di luar gerbang sekolah, mau ketemu guru dan ngeroko, mereka cuek-cuek aja. Palingan dikasih tau aja ( ngeroko itu jelek, rokoknya jangan dibawa ke dalem sekolah, jangan ngeroko di sekolah, dan kadang cuma di jewer doang
, bahkan ada guru yang acuh tak acuh, sekarang gw gak tau keadaan sekolah gw dulu masih kaya begitu atau gimana? reader adik kelas gw suaranya mana? #Skip
Gw dan lia baik-baik aja, harmonis, tanpa gangguan dari selvia dan putri, mereka kadang-kadang sms tapi gw bales sekenanya aja, buat ngejaga jarak dengan mereka karena gw ngejaga perasaan lia yang gak mau deket dengan mereka. Sampai akhirnya hari itu datang, hari gw ketemu sama orang tuanya lia. Hari ini hari kamis, gw pulang sekolah agak sore, tapi masih agak lama orang tuanya lia sampe ke bandung. Lia pun menjemput gw setelah gw pulang sekolah, tentunya dengan gw yang sudah berganti pakaian di toilet sekolah. Gw ke depan sekolah ternyata lia belum juga datang, setelah menunggu beberapa lama, dari kejauhan terlihat mobil lia datang, gw pun berjalan sedikit ke pinggr jalan.
Lia: lama ya?
Gw: engga kok. langsung aja kesana?
Lia: iya langsung kesana aja, masih lama sih, tapi takut macet, yaudah hayu
Gw pun langsung masuk ke dalam mobil lia, di dalam mobil ngobrol-ngobrol biasa, tapi ko kgw deg-deg an pas di jalan, sampai gw bertanya
Gw: papah kamu galak gak?
Lia: enggak kok. baik
Gw: sukur deh
Tapi gak membuat deg-deg an jantung gw itu berkurang, masih sama aja. Sampai akhirnya kita berdua berada di bandara. sekitar 1 jam lagi kalau gak telat lesawat yang ditumpangi orang tuanya lia datang. Gw pun duduk-duduk sambil mengobrol
Lia: tunggu disini aja ya,
Gw: iya, deg-deg an yank
Lia: kok deg-deg an?
Gw: heheheh, gak tau
Lia: baik kok mereka, tenang aja
Gw: iya iya.
Meskipun lia sudah bilang kalau mereka baik, dan tenang aja katanya, tapi gw masih gak bisa tenang. Gimana kalo orang tuanya lia tau gw sama lia pacaran? dan tau gw yang gak sama dengan mereka. Lia itu anak tunggal, anak satu-satunya dan tentunya anak kesayangan. Setelah sekian lama menunggu. Pesawat pun datang, lia pun berdiri setelah orang-orang banyak yang keluar. Dan akhinya lia mengangkat tangannya memberi tanda kepada seseorang disana.
Lia: tuh yank
Gw: yang mana?
Lia: tuh yang pake kemeja putih ( nunjuk-nunjuk )
Gw: yang mana sih
Lia: ah nanti juga kesini
Dan akhirnya datanglah dua orang wanita dan pria. yaitu orang tua dari lia. Gw gambarin yang gw inget ya
Bokapnya lia tinggi, badannya agak gendut dikit, ada kumisnya, pake kacamata, rambutnya udah ada ubannya agak banyak. Nyokapnya Lia seperti ibu-ibu rumah tangga pada umumnya. Terlihat masih cantik, rambutnya pendek, gak terlalu item dan gak terlalu putih, dan keliatan jutek 
Lia: mamahhh ( lalu mereka berpelukan ) Pah ( lalu mencium tangan ayahnya )
Gw: .............
Lia: mana oleh-olehnya?
Papah lia: baru juga dateng ditanya oleh-oleh
Mamah lia: ada nanti di rumah deh, itu siapa?
Lia: itu hendra mah, nemenin aku jemput mamah, kenalin
Gw: hendra tante, hendra om ( gw cium tangannya ngikutin lia )
Mamah lia: temen sekolahnya lia?
Gw: bukan tante, beda sekolah
Papah lia: ( mencet-mencet HP )
Mamah lia: oh kirain sama satu sekolah. makasih ya udah nemenin lia
Gw: iya sama-sama tante
Papah lia: ( mencet-mencet HP ) yaudah yuk pulang, li bantuin bawa yang ini ya
Gw: biar saya bantu om
Papah lia: oh makasih ya, siapa tadi? lupa om indra?
Gw: hendra om
Papah lia: oh iya hendra yukk, yang itu aja yang gak berat
Gw: iya om
Lalu kita berdua berjalan di belakang mengikuti kedua orang tuanya lia.
Lia: tuh kan gak galak ( bisik-bisik )
Gw: iya, tapi papah kamu serem yank ( bisik-bisik )
Lia: hahahahaha, pah pah
Papah Lia: apa li?
Gw:
Quote:
Lia: yank sini
Gw: iya
Sesampainya disana
Lia: kenalin ini Rico ( sebut saja begitu )
Rico: rico
Gw: hendra ( lalu kami bersalaman )
Lia: Rico temen SMP aku dulu, sekolahnya sekarang di SMA** tuh disana
Gw: sama kaya selvia dong?
Lia: iya, tapi katanya dia gak kenal
Gw: ya gak kenal lah, orang selvia kan masih kelas 1
Lia: iya makanya

Rico: eh gw duluan ya
Lia: mau kemana?
Rico: ada perlu dulu, duluan ya kang
Gw: ok kang
( lalu dia pergi menggunakan motornya )Gw: siapa sih itu?
Lia: temen SMP aku
Gw: cuma temen SMP?

Lia: iya, sekelas sama aku pas kelas 3
Gw: bukan mantan?

Lia: ahahahha bukan lah, tapi dia pernah suka sama aku dulu
Gw: sekarang CLBK dong ?

Lia: gak lah, aku juga gak ada rasa sama dia, lagian kan aku udah punya kamu

Gw: ah bisa aja

Lia: pulang ?
Gw: iya pulang kan udah sore, lagian kamu ngapain sih disini ampe sore gini?
Lia: kan udah bilang pengen goyobod, sekalian ketemu sama kamu

Gw: kan kemaren juga udah 2 hari aku malah sama kamu
. Jujur deh kesini ngapain ? 
Lia: beneran kok

Gw:

Lia: yaaa takut ternyata kamu disini ada cewe, jadikan aku tau

Gw: ohh ( terus gw lirik kanan kiri, depan belakang )
Lia: nyari siapa?

Gw: gak nyari siapa-siapa
takut ketauan 
Lia: siapa? ngaku gak? ( tangan gw dicubit lah
)Gw: gak gak bohong kok , gak nyari siapa-siapa
sakit lepasin dong 
Lia: yang bener?

Gw: beneran
sakit ih
Lia: jangan mainin aku

Gw: enggak
becanda doang kok
( tangan gw jadi ada tatonya warna biru
)Lia: sakit ya?
Gw: banget, tuh liat ih sampe kaya gini

Lia: biarin aja, awas gituin aku lagi

Gw: jahat banget lah
( ngelus-ngelus tangan gw+muka memelas
)Lia: eh sakit banget ya?

Gw: iya , tuh biru

Lia: eh maaf maaf
ke rumah sakit yukkGw:

Lia: ayok cepetan ( dia udah berdiri )
Gw: masa gini doang ke rumah sakit

Lia: itu sampe gitu ih, maaf

Gw: udah gak apa-apa kok
( daripada gw dibawa ke UGD
)Lia: maaf ya, beli tensoplas deh ya
Gw: udah udah gak apa-apa kok, tapi jangan cubit gini lagi ya,

Lia: iya, sakit ya?
Gw: udah enggak kok ( cenut cenut adohhhh
)Lia: yaudah yuk pulang aja, aku anterin sampe tegallega
Gw: iya, tapi udah itu kamu langsung pulang ya? jangan kemana-mana
Lia: no rumah kamu mana?
Gw: buat?
Lia: ya buat nelepon kamu lah buat ngecek kamu juga kalo kamu bener-bener ada di rumah

Gw: sampe segitunya
yaudah catet 5****** no rumah kamu mana? 
Lia: 7******
Gw: bentar dong cepet-cepet banget

Lia: hehehehe
7****** udah?Gw: udah, awas kalo aku telepon kamu juga gak ada di rumah
Lia: kalo aku gak ada dirumah mau ngapain?

Gw: gak tau

Lia: aku gak akan bohongin kamu kaya putri kok

Gw: putri lagi putri lagi ( sambil berdiri dari tempat duduk )
Lia: eh iya maaf lupa lupa, jangan marah dong
( sambil ngegandeng tangan gw
)Gw: ihhhh malu, kan mau masuk ke sekolah aku ambil mobil kamu
Lia: hehehe iya iya
Lalu kami berdua berjalan ke parkiran sekolah gw, untuk mengambil mobilnya lia. tidak lupa memberi uang persenan kepada satpam sekolah yang sedang berjaga
dan kita pergi dari sekolah, jalanan buah batu jam segitu lagi macet-macetnya, karena berbarengan dengan jam keluar kantor dan pulang kerja. Sesampainya di jalan BKR, lia ngeliat boneka. Boneka yang dikasih putri buat gwQuote:
Lia: itu boneka yang putri kasih ya?
Gw: emmm iya, kenapa?
Lia: gak apa-apa

Gw: gak suka ya aku bawa-bawa? nanti aku lepas deh aku simpen aja di rumah
Lia: gak usah gak apa-apa kok
Gw: beneran?
Lia: iya sayang , kamu turun udah perempatan sana ya? aku belok disini soalnya.
Gw: iya disini aja, jalan dikit ke depan.
Gw pun akhirnya dipisahkan oleh perempatan jalan, lalu gw melanjutkan dengan angkot untuk ke rumah gw. Setelah sampai di rumah gw langsung sms lia. belum satu menit, telepon rumah gw berdering, Nyokap gw yang ngangkat
Quote:
Nyokap: ndraa ada telepon
Gw: siapa?
Nyokap: gak tauuuu
Gw: bentarrrr
Lalu gw berjalan ke arah telepon dan mengangkatnya
Gw: halo?
Lia: halo yank? hehehehe
Gw: ngapain nelepon? ada-ada aja

Lia: mastiin kamu beneran udah sampe rumah apa belum

Gw: ah gak ada kerjaaan hahahaha,
Lia: yaudah ya, ganti baju, terus makan jangan lupa
Gw: iya, kamu juga
Lia: dadah ( tut )
Ah senangnya punya pacar seperti lia, perhatiannya itu walaupun sepele tapi bikin gw senyum-senyum sendiri. Gw pun mandi lalu ganti baju tidak lupa makan. Lalu gw sms lia
Quote:
Gw: udah mandi, udah makan, lagi apa?
Lia: lagi nonton, gak belajar?
Gw: oh nonton, gak kemana-kemana? nanti malem aja belajarnya
Lia: gak ah, lagi males, mau dapet kali
Gw: oh, besok-besok inget ya kalo ke sekolah kasih tau
Lia: gak, aku mau tiba-tiba aja datengnya, kali aja nemuin kamu lagi ama cewe
Gw: ya enggak lah, aku kan setia

Lia: iya deh yang setia. nanti mamah papah aku pulang ikut jemput ya?
Gw: jemput? dimana?
Lia: di bandara lah, aku pengen jemput mereka
Gw: iya yaudah nanti kalo bisa ya? emang jam berapa?
Lia: katanya nyampe sore kok. nanti bawa baju aja biar gak pulang dulu
Gw: iya deh, hari kamis kan?
Lia: iya, yaudah aku mau mandi dulu ya udah sore
Gw: iya, nanti kabarin lagi
SMS berakhir , gw disuruh ikut lia ngejemput orang tuanya yang liburan entah darimana gw udah lupa
Gimana ya nanti respon mereka lia punya pacar yang biasa-biasa aja kaya gw? ganteng sih iya ( PD
) tapi kan gw gak kaya mereka. tapi itu jadi pikiran gw waktu itu, karena gw waktu itu mikir gw masih muda, dan masih pacaran, dan belum tentu gw sama lia ini jadian sampe tali pernikahan ( itu yang gw pikir waktu dulu del, biar lo tau ) Keesokan harinya gw sekolah seperti biasa, gw malah jadi kaya anak nakal kalo di sekolah, bisa dibilang begitu, baju gw dari rumah gak pernah masuk ke dalam kandangnya, rambut panjang dikit sih, klo pendek gw jelek
#Skip Mungkin karena pergaulan di sekolah gw juga, karena sangat berbeda sekali dengan jamannya gw SMP, semua culun dan mengikuti peraturan dengan lurusnya. ya ada beloknya sedikit, namun di sekolah gw yang sekarang, bebasnya sangat jauh terasa, hingga gw menjadi anak seperti itu waktu dulu. jam istirahat gw gak nongkrong di kantin sama anak-anak kutu buku lainnya, tapi gw nongkrong di warung belakang sekolah kadang di Ato ( tempat jual bubur kacang dan mie ) buat ngeroko. Sekolah gw gini gan dulu. Selama di luar gerbang sekolah, mau ketemu guru dan ngeroko, mereka cuek-cuek aja. Palingan dikasih tau aja ( ngeroko itu jelek, rokoknya jangan dibawa ke dalem sekolah, jangan ngeroko di sekolah, dan kadang cuma di jewer doang
, bahkan ada guru yang acuh tak acuh, sekarang gw gak tau keadaan sekolah gw dulu masih kaya begitu atau gimana? reader adik kelas gw suaranya mana? #SkipGw dan lia baik-baik aja, harmonis, tanpa gangguan dari selvia dan putri, mereka kadang-kadang sms tapi gw bales sekenanya aja, buat ngejaga jarak dengan mereka karena gw ngejaga perasaan lia yang gak mau deket dengan mereka. Sampai akhirnya hari itu datang, hari gw ketemu sama orang tuanya lia. Hari ini hari kamis, gw pulang sekolah agak sore, tapi masih agak lama orang tuanya lia sampe ke bandung. Lia pun menjemput gw setelah gw pulang sekolah, tentunya dengan gw yang sudah berganti pakaian di toilet sekolah. Gw ke depan sekolah ternyata lia belum juga datang, setelah menunggu beberapa lama, dari kejauhan terlihat mobil lia datang, gw pun berjalan sedikit ke pinggr jalan.
Quote:
Lia: lama ya?
Gw: engga kok. langsung aja kesana?
Lia: iya langsung kesana aja, masih lama sih, tapi takut macet, yaudah hayu
Gw pun langsung masuk ke dalam mobil lia, di dalam mobil ngobrol-ngobrol biasa, tapi ko kgw deg-deg an pas di jalan, sampai gw bertanya
Gw: papah kamu galak gak?
Lia: enggak kok. baik
Gw: sukur deh
Tapi gak membuat deg-deg an jantung gw itu berkurang, masih sama aja. Sampai akhirnya kita berdua berada di bandara. sekitar 1 jam lagi kalau gak telat lesawat yang ditumpangi orang tuanya lia datang. Gw pun duduk-duduk sambil mengobrol
Quote:
Lia: tunggu disini aja ya,
Gw: iya, deg-deg an yank

Lia: kok deg-deg an?

Gw: heheheh, gak tau

Lia: baik kok mereka, tenang aja

Gw: iya iya.
Meskipun lia sudah bilang kalau mereka baik, dan tenang aja katanya, tapi gw masih gak bisa tenang. Gimana kalo orang tuanya lia tau gw sama lia pacaran? dan tau gw yang gak sama dengan mereka. Lia itu anak tunggal, anak satu-satunya dan tentunya anak kesayangan. Setelah sekian lama menunggu. Pesawat pun datang, lia pun berdiri setelah orang-orang banyak yang keluar. Dan akhinya lia mengangkat tangannya memberi tanda kepada seseorang disana.
Quote:
Lia: tuh yank
Gw: yang mana?
Lia: tuh yang pake kemeja putih ( nunjuk-nunjuk )
Gw: yang mana sih

Lia: ah nanti juga kesini

Dan akhirnya datanglah dua orang wanita dan pria. yaitu orang tua dari lia. Gw gambarin yang gw inget ya
Bokapnya lia tinggi, badannya agak gendut dikit, ada kumisnya, pake kacamata, rambutnya udah ada ubannya agak banyak. Nyokapnya Lia seperti ibu-ibu rumah tangga pada umumnya. Terlihat masih cantik, rambutnya pendek, gak terlalu item dan gak terlalu putih, dan keliatan jutek 
Quote:
Lia: mamahhh ( lalu mereka berpelukan ) Pah ( lalu mencium tangan ayahnya )
Gw: .............
Lia: mana oleh-olehnya?

Papah lia: baru juga dateng ditanya oleh-oleh
Mamah lia: ada nanti di rumah deh, itu siapa?
Lia: itu hendra mah, nemenin aku jemput mamah, kenalin
Gw: hendra tante, hendra om ( gw cium tangannya ngikutin lia )
Mamah lia: temen sekolahnya lia?
Gw: bukan tante, beda sekolah

Papah lia: ( mencet-mencet HP )
Mamah lia: oh kirain sama satu sekolah. makasih ya udah nemenin lia
Gw: iya sama-sama tante
Papah lia: ( mencet-mencet HP ) yaudah yuk pulang, li bantuin bawa yang ini ya
Gw: biar saya bantu om

Papah lia: oh makasih ya, siapa tadi? lupa om indra?
Gw: hendra om

Papah lia: oh iya hendra yukk, yang itu aja yang gak berat
Gw: iya om
Lalu kita berdua berjalan di belakang mengikuti kedua orang tuanya lia.
Quote:
Lia: tuh kan gak galak ( bisik-bisik )
Gw: iya, tapi papah kamu serem yank ( bisik-bisik )
Lia: hahahahaha, pah pah
Papah Lia: apa li?
Gw:

sormin180 dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Kutip
Balas