- Beranda
- Stories from the Heart
Ketika Cinta Berkata (Ep.II Kakakkus BosKu KekasihKu) [Based on True Stories]
...
TS
lemot2010
Ketika Cinta Berkata (Ep.II Kakakkus BosKu KekasihKu) [Based on True Stories]
Spoiler for cerita sebelumnya:
Aku suka deh dengan Love Bird..
Kamu tau kenapa??
Karena Love Bird itu Burung yang paling setia dengan pasangannya..
Dia tak akan pernah mencari pasangan lain..
Kalau salah satu dari mereka mati.. Maka yang lainnya tidak akan mencari pasangan lain...
Bahkan salah satunya pasti akan mati juga..
Kata-katamu selalu terngiang dlm hati ku..
Cinta...
Cinta itu Terdiri dari Dua Kata Hidup
Dan Tiga Kata Mati....
Kamu tau Artinya??
Cinta itu adalah...
Dua Insan yang siap..
Sehidup semati...
Seperti Love Bird...
Sayang...
Spoiler for indeks:
Spoiler for My cerpen:
Diubah oleh lemot2010 16-05-2014 08:16
anasabila memberi reputasi
1
38.5K
287
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
lemot2010
#135
Sceen XXIII : Nyesek!!
"Tolong siapkan Blanko untuk itu... " Perintah tegas Rara.
Tanpa ekspresi dan panggilan namaku...
Dingin...
"Siap bu..." Jawabku cekatan seraya mempersiapkan berkas yang di suruh Si Bos...
Aneh ya... Padahal baru kemarin di mobil... Kejadian Penolakanku...
Dan Dia?? Bisa tenang banget?? Datar padaku tanpa ekspresi??
Biasanya...
Minimal Dia tersenyum sekilas padaku?!
Sakit!!
"Mana Berkasnya?? Lama amat sih?! " Kali ini Nadanya mulai di "si"
Aku buru-buru mengantarkan Berkas ke ruangannya...
"Jangan marah-marah pagi bu... Cepet tuek Lho..." Candaku.
Dingin...
Tanpa Komentar se-cuil pun!!
Tanpa Ekspresi..
Datar!!
Aku masih berdiri terpaku di depan mejanya... Dan Dia kelihatan sibuk dengan berkas dan buku-Buku tebalnya seraya membolak-balik halaman Buku tersebut...
Sepertinya Dia Benar-Benar sibuk...
Atau Menyibukkan Diri??
"Kamu Kenapa Masih Di situ?? Mandor ya?! " Bentaknya membuat Bulu Kudukku merinding.
"Seeet Dah... Nih Bos udah seperti Ibu Tiri!! Kalau Gini mana ada cowok yang berani deket!! " Aku Ngedumel seraya nge-loyor pergi dari Ruangannya..
"Apaaa?? Kamu ngomong apa barusan??" Dampratnya.
Sepertinya Dia lagi Sensi!!
Tapi Se-Sensi-sensinya baru ini aneh... Beneran baru ini dia seperti ini..
"Ooh itu... Muka Kamu udah muncul Keriputnya! Marah-Marah aja terus... " Ejekku
Dia terdiam...
Tak berbicara sepatah katapun...
Bisu...
Aku ngeloyor keluar Ruangannya....
Hari semakin siang....
Matahari sudah merayap tinggi di atas gedung kantor kami yang mencakar Langit.
Kicau pagi burung yang berseliweran tak lagi ada.
Aku tenggelam dalam tugas-tugas yang sudah menumpuk tinggi dan harus di kerjakan.
"Pak Andre... Di panggil Ibu..." Seorang karyawati memanggilku ke Ruangan Si Bos!
Membuat aku terdiam untuk sesaat...
Ya... Si Karyawati ini baru aja keluar dari ruangan si bos..
"Ya bu?? Ada apa??" Tanyaku setelah mengetuk pintu.
"Duduk!!" Perintahnya.
Aku duduk... Bingung... Sumpah...
"Ada yang bisa saya Bantu Bu?? " Tanyaku.
"Hmmmm....." Rara menarik nafaaas dalaaam..
Sepertinya berat banget beban yang dipikulnya??
Ada apa dengannya?? Baru ini kulihat Rara yang seperti ini...
Beda!!
Aku seperti melihat orang lain!!
Bukan Rara yang ku Kenal...
"Okeee... Tarik nafas dalaaam dari iduuuung.... Keluarkan dari muluuut... " Ujarku seraya mempraktekkan.
"Huuuft....." Rara menghela nafas panjang.
Alisku naik sebelah...
Ini nih... Ekspresi Rara yang ku kenal...
Ini Rara!!
Tapi ada yang Aneh!!
Apa??
Aneh...
Benar-benar Aneh..
Dia tidak marah?
Malah ikut instruksiku?
"Tariiiik nafas dalam.... Okeee.... Tahaaan...." Kali ini ku coba pancing emosinya yang tadi meluap-luap.
Rara tersenyum... Senyumnya mengembang...
"Kamu memang aneh Ndre!! Aneh!! " Dia menyebut namaku lagi..
Senangnya dia mau menyebut namaku.
"Kamu bisa santai ya?? Setelah kejadian kemarin?? " Pertanyaan itu membuat alisku menyatu.
Maksudnya?? Aku kelihatan santai?? Seperti tak ada kejadian??
Atau aku yang tanpa ekspresi??
Tanpa ekspresi seperti aku melihat dia??
"Maaf Bu?? Maksudnya?? " Tanyaku Bego.
"Udah Ndre!! Lepas dulu statusku dan kamu itu!!" Jawabnya seraya menghela nafas panjang.
Rara menghela nafas panjang...
Paaaaaaanjaaaang..... Banget...

"Kamu memang aneh Ndre!! " Sekali lagi ia menghela nafas.
"Maksud kamu Ra? " Tanyaku semakin bingung.
"Andre.... Andre... " Kalimatnya terputus.. Seraya menghela nafas...
"Justru aku yang bingung Ra... " Aku buka suara.
"Aku bingung... Kenapa kamu bisa sedingin itu??" Tanyaku hati-Hati.
Kali ini alis Rara yang bagai semut beriring bertaut semakin kelihatan jelas menyatu karena ia sedang mengkerutkan keningnya...
bingung....
Jelas saja Bingung...
Bagaimana tidak bingung?
Seperti bercermin...
Tapi bayangannya laki-laki... Sementara kamu adalah Wanita!!
"Lho... Kok?? " Hanya itu ucapan yang keluar dari mulutnya.
Kali ini aku yang menghela nafas...
Panjaaaaang banget.... Panjaaang...
"Eeeh udah jam segini... Aku istirahat dulu.. Makan siang... Kamu mau ikut??" Tanya ku yang di sambut anggukan cepatnya.
Aneh memang...
Padahal udara sangat terik menyengat..
Panas bukan kepalang...
Tapi kedua Insan ini tetap terpaku membisu...
Dingin...
Tak sepatahpun keluar dari bibir mereka...
Dingin...
Laksana Dua kubah Es menjulang tinggi dengan keangkuhannya...
"Huuuh... Panas ya..." Aku memecah keheningan.
Jujur... Aku bingung mulai dari mana?? Bingung...
Kaku...
"Iya... Panas banget...." Sambung Rara setuju.
Tapi kita kenapa bisa dingin seperti ini ya Ra?? Padahal cuaca panas setengah mati!!
Batinku...
"Ada apa sih Ndre? Ngajakku kesini?? " Rara buka suara.. Mengusir keheningan yang mulai kembali mengusik...
"Lunch! " Jawabku singkat padat! Seraya menaikkan alis ku sebelah.
Kali ini Rara Garuk-Garuk kepalanya...
Seperti mikir sesuatu...
Ups... Tunggu!!
Itu kan kebiasaanku??
Apa emang kepalanya lagi gatel kali yah??
Bisa jadi...
Batinku lagi..
Selang beberapa menit Rara sudah menghentikan Garuk-Garuk kepalanya...
"Kamu aneh deh Ndre..." Lanjutnya kembali sambil Garuk-garuk kepala lagi.
Ku lihat jam tangan...
Waktu sudah menunjukkan pukul 13.50.
Eeeh udah lewat banget nih jam makan siang...
Batinku.
"Kenapa Ndre?? " Tanya nya bingung
"Udah lewat jam istirahat Ra!! Aku cabut..." Aku langsung cabut disusul langkah cepat Rara...
Setengah berlari aku menuju ke ruanganku seperti ketakutan jikalau Bosku marah!!
Disusul langkah cepat dari arah belakangku...
Ya Rara... Si Bos!! Melaju dengan sangat cepat menjajari langkahku..
Seolah-olah... Ingin menangkap Karyawannya yang telat masuk lagi setelah jam istirahat makan siang

Eeeh?? Kan Bos di belakangku?? Dia kan sama aku tadi?? Kenapa aku harus takut telat ya??
Kupelankan langkah ku seraya mengambil nafas.. Capek dan sesak setengah berlari!
"Hei kenapa pelan? Kita udah jam kerja!! Buruan ke ruangan kamu! " Bentak Rara-Si Bos tiba-tiba.
Aku tak ingin kita seperti ini Ra...
"Tolong siapkan Blanko untuk itu... " Perintah tegas Rara.
Tanpa ekspresi dan panggilan namaku...
Dingin...
"Siap bu..." Jawabku cekatan seraya mempersiapkan berkas yang di suruh Si Bos...
Aneh ya... Padahal baru kemarin di mobil... Kejadian Penolakanku...
Dan Dia?? Bisa tenang banget?? Datar padaku tanpa ekspresi??
Biasanya...
Minimal Dia tersenyum sekilas padaku?!
Sakit!!
"Mana Berkasnya?? Lama amat sih?! " Kali ini Nadanya mulai di "si"

Aku buru-buru mengantarkan Berkas ke ruangannya...
"Jangan marah-marah pagi bu... Cepet tuek Lho..." Candaku.
Dingin...
Tanpa Komentar se-cuil pun!!
Tanpa Ekspresi..
Datar!!
Aku masih berdiri terpaku di depan mejanya... Dan Dia kelihatan sibuk dengan berkas dan buku-Buku tebalnya seraya membolak-balik halaman Buku tersebut...
Sepertinya Dia Benar-Benar sibuk...
Atau Menyibukkan Diri??
"Kamu Kenapa Masih Di situ?? Mandor ya?! " Bentaknya membuat Bulu Kudukku merinding.
"Seeet Dah... Nih Bos udah seperti Ibu Tiri!! Kalau Gini mana ada cowok yang berani deket!! " Aku Ngedumel seraya nge-loyor pergi dari Ruangannya..
"Apaaa?? Kamu ngomong apa barusan??" Dampratnya.
Sepertinya Dia lagi Sensi!!
Tapi Se-Sensi-sensinya baru ini aneh... Beneran baru ini dia seperti ini..
"Ooh itu... Muka Kamu udah muncul Keriputnya! Marah-Marah aja terus... " Ejekku
Dia terdiam...
Tak berbicara sepatah katapun...
Bisu...
Aku ngeloyor keluar Ruangannya....
Hari semakin siang....
Matahari sudah merayap tinggi di atas gedung kantor kami yang mencakar Langit.
Kicau pagi burung yang berseliweran tak lagi ada.
Aku tenggelam dalam tugas-tugas yang sudah menumpuk tinggi dan harus di kerjakan.
"Pak Andre... Di panggil Ibu..." Seorang karyawati memanggilku ke Ruangan Si Bos!
Membuat aku terdiam untuk sesaat...
Ya... Si Karyawati ini baru aja keluar dari ruangan si bos..
"Ya bu?? Ada apa??" Tanyaku setelah mengetuk pintu.
"Duduk!!" Perintahnya.
Aku duduk... Bingung... Sumpah...
"Ada yang bisa saya Bantu Bu?? " Tanyaku.
"Hmmmm....." Rara menarik nafaaas dalaaam..
Sepertinya berat banget beban yang dipikulnya??
Ada apa dengannya?? Baru ini kulihat Rara yang seperti ini...
Beda!!
Aku seperti melihat orang lain!!
Bukan Rara yang ku Kenal...
"Okeee... Tarik nafas dalaaam dari iduuuung.... Keluarkan dari muluuut... " Ujarku seraya mempraktekkan.
"Huuuft....." Rara menghela nafas panjang.
Alisku naik sebelah...
Ini nih... Ekspresi Rara yang ku kenal...
Ini Rara!!
Tapi ada yang Aneh!!
Apa??
Aneh...
Benar-benar Aneh..
Dia tidak marah?
Malah ikut instruksiku?
"Tariiiik nafas dalam.... Okeee.... Tahaaan...." Kali ini ku coba pancing emosinya yang tadi meluap-luap.
Rara tersenyum... Senyumnya mengembang...
"Kamu memang aneh Ndre!! Aneh!! " Dia menyebut namaku lagi..
Senangnya dia mau menyebut namaku.
"Kamu bisa santai ya?? Setelah kejadian kemarin?? " Pertanyaan itu membuat alisku menyatu.
Maksudnya?? Aku kelihatan santai?? Seperti tak ada kejadian??
Atau aku yang tanpa ekspresi??
Tanpa ekspresi seperti aku melihat dia??
"Maaf Bu?? Maksudnya?? " Tanyaku Bego.
"Udah Ndre!! Lepas dulu statusku dan kamu itu!!" Jawabnya seraya menghela nafas panjang.
Rara menghela nafas panjang...
Paaaaaaanjaaaang..... Banget...

"Kamu memang aneh Ndre!! " Sekali lagi ia menghela nafas.
"Maksud kamu Ra? " Tanyaku semakin bingung.
"Andre.... Andre... " Kalimatnya terputus.. Seraya menghela nafas...
"Justru aku yang bingung Ra... " Aku buka suara.
"Aku bingung... Kenapa kamu bisa sedingin itu??" Tanyaku hati-Hati.
Kali ini alis Rara yang bagai semut beriring bertaut semakin kelihatan jelas menyatu karena ia sedang mengkerutkan keningnya...
bingung....
Jelas saja Bingung...
Bagaimana tidak bingung?
Seperti bercermin...
Tapi bayangannya laki-laki... Sementara kamu adalah Wanita!!
"Lho... Kok?? " Hanya itu ucapan yang keluar dari mulutnya.
Kali ini aku yang menghela nafas...
Panjaaaaang banget.... Panjaaang...
"Eeeh udah jam segini... Aku istirahat dulu.. Makan siang... Kamu mau ikut??" Tanya ku yang di sambut anggukan cepatnya.
Aneh memang...
Padahal udara sangat terik menyengat..
Panas bukan kepalang...
Tapi kedua Insan ini tetap terpaku membisu...
Dingin...
Tak sepatahpun keluar dari bibir mereka...
Dingin...
Laksana Dua kubah Es menjulang tinggi dengan keangkuhannya...
"Huuuh... Panas ya..." Aku memecah keheningan.
Jujur... Aku bingung mulai dari mana?? Bingung...
Kaku...
"Iya... Panas banget...." Sambung Rara setuju.
Tapi kita kenapa bisa dingin seperti ini ya Ra?? Padahal cuaca panas setengah mati!!
Batinku...
"Ada apa sih Ndre? Ngajakku kesini?? " Rara buka suara.. Mengusir keheningan yang mulai kembali mengusik...
"Lunch! " Jawabku singkat padat! Seraya menaikkan alis ku sebelah.
Kali ini Rara Garuk-Garuk kepalanya...
Seperti mikir sesuatu...
Ups... Tunggu!!
Itu kan kebiasaanku??
Apa emang kepalanya lagi gatel kali yah??
Bisa jadi...
Batinku lagi..
Selang beberapa menit Rara sudah menghentikan Garuk-Garuk kepalanya...
"Kamu aneh deh Ndre..." Lanjutnya kembali sambil Garuk-garuk kepala lagi.
Ku lihat jam tangan...
Waktu sudah menunjukkan pukul 13.50.
Eeeh udah lewat banget nih jam makan siang...
Batinku.
"Kenapa Ndre?? " Tanya nya bingung
"Udah lewat jam istirahat Ra!! Aku cabut..." Aku langsung cabut disusul langkah cepat Rara...
Setengah berlari aku menuju ke ruanganku seperti ketakutan jikalau Bosku marah!!
Disusul langkah cepat dari arah belakangku...
Ya Rara... Si Bos!! Melaju dengan sangat cepat menjajari langkahku..
Seolah-olah... Ingin menangkap Karyawannya yang telat masuk lagi setelah jam istirahat makan siang

Eeeh?? Kan Bos di belakangku?? Dia kan sama aku tadi?? Kenapa aku harus takut telat ya??
Kupelankan langkah ku seraya mengambil nafas.. Capek dan sesak setengah berlari!
"Hei kenapa pelan? Kita udah jam kerja!! Buruan ke ruangan kamu! " Bentak Rara-Si Bos tiba-tiba.
Aku tak ingin kita seperti ini Ra...
0