- Beranda
- Stories from the Heart
Ketika Cinta Berkata (Ep.II Kakakkus BosKu KekasihKu) [Based on True Stories]
...
TS
lemot2010
Ketika Cinta Berkata (Ep.II Kakakkus BosKu KekasihKu) [Based on True Stories]
Spoiler for cerita sebelumnya:
Aku suka deh dengan Love Bird..
Kamu tau kenapa??
Karena Love Bird itu Burung yang paling setia dengan pasangannya..
Dia tak akan pernah mencari pasangan lain..
Kalau salah satu dari mereka mati.. Maka yang lainnya tidak akan mencari pasangan lain...
Bahkan salah satunya pasti akan mati juga..
Kata-katamu selalu terngiang dlm hati ku..
Cinta...
Cinta itu Terdiri dari Dua Kata Hidup
Dan Tiga Kata Mati....
Kamu tau Artinya??
Cinta itu adalah...
Dua Insan yang siap..
Sehidup semati...
Seperti Love Bird...
Sayang...
Spoiler for indeks:
Spoiler for My cerpen:
Diubah oleh lemot2010 16-05-2014 08:16
anasabila memberi reputasi
1
38.5K
287
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.3KAnggota
Tampilkan semua post
TS
lemot2010
#126
Sceen XXII : Penolakan Sadis Manis!! Ga pake Kecap!!
"Iya... Aku juga sayang kamu... " Jawab Rara.
"Aku Sayang Kamu Sebagai Saudara Ndre.. " Tambahnya.
"Iya... Ndree.. Sebagai Saudara Tidak Lebih Ndre..." Di akhir Kalimatnya dengan Lenguhan panjang.
Aku Melamun...
MengGaruk-garuk Kepala yang memang tidak gatal....
Aku membayangkan Kamu dan aku sedang Berbicara...
Aku minta jawaban kamu...
Dan... Kamu menjawab seperti itu...
"Hei!! Katanya kamu mau bicara..." Rara membangunkanku dari lamunanku.
Menghentakkan kembali Diriku pada kenyataan!!
"Kita udah di taman..." Tambahnya.
"Oooh... " Sambutku seraya buka pintu mobil ngeloyor keluar.
Tangan lembut Rara mencegah...
"Kenapa harus di luar?? Panas tau!!" Tahannya.
"Ooh... " Jawabku seadanya seraya kembali duduk sambil garuk-garuk kepala yang-lagi tidak Gatal.
"Oooh mulu!! Kamu kenapa sih??" Kali ini kesabaran Rara mulai menipis.
"Aku sebel deh sama kamu!! Kamu kenapa sih beberapa hari ini?? " Mulai dengan Raut manyun khas nya Rara, namun tetap imut di mataku.
Aku tersenyum.... Sepintas nyeri di dadaku hilang... Hilang dengan senyumannya...
Senyum tipis Kilatnya yang Khas Dia...
"Mama Sehat kan Ra??" Tanyaku memulai Pembicaraan yang Hampir Kaku, Karena aku hanya diam dari tadi tak tau harus mulai darimana...
"Sehat kok... " Jawabnya Bingung... Ya pasti bingung... Kenapa harus jauh-jauh bicara? Kalau hanya nanya kabar Mama??

"Mbah sehat kaan?? " Sambungku lagi...
"Sehat..." Jawab Rara lagi yang kali ini dengan ekspresi makin Bingung!
"Hhhmm... Aku Mau nanya....." Kalimatku Gantung.. Sengaja Gantung!
"Ya... Tanya aja...." Rasa penasaran Rara mulai... Dan sepertinya Dia memang menantikan ini??
"Tapi aku mau kamu jawab jujur... Jujur se jujurnya...!!" Pintaku serius.
"Iya..... Aku jujur... Suer..." Senyum manisnya terkembang dihiasi lesung Pipinya yang manis serta gaya Imutnya yang ngegemesin banget.. Asli gemesin...
"Oke... Bener ya.." Tambahku.
"Iya... Bener deh...." Sambungnya dengan ekspresi serius nan imut.
"Mama kamu marah yaa sama aku??" Pancing ku.
"Ga kok..." Jawabnya tulus... Seraya mengingat-ingat kapan ya Mama sama marah sama Andre.
Pancinganku mulai kena!!
"Kamu yakin??" Tambahku.
"Yakin... Beneran... Mama ga ada marah sama kamu kok.." Jawabnya serius.
"Trus... Kalau Perasaan Kamu Ke Aku bagaimana?? Kamu itu Menganggap Aku Apa Sih Ra??" Pertanyaanku mulai Menjurus!!
"......................." Dia Diam seribuLimaRatus kata
"Kenapa Diam Ra?? Aku cuma minta jawaban kamu aja..." Pintaku.
"Susah Ndre..." Suaranya pelan.
"Aku sayang banget sama kamu Ra... Aku cinta kamu... Jujur aku tulus mencintai kamu Ra... " Ungkapku tulus.
"Aku Tau Ndre.... Aku tau.... " Jawabnya semakin pelan.
"Aku merasakan ketulusan Kamu Ndre... Banget... Baru ini aku merasakan orang yang sayang sama aku tulus seperti kamu Ndre..." Suaranya semakin sayup terdengar...
"Aku mencintai mu.....
Lebih dari yang kau tau...
Meski kau takkan pernah Tau...."
Sound Track dari Radio Pandowo itu pas banget... Mengena di hati!!
"Tapi susah Ndre....." Sahutnya semakin pelan...
"Aku cinta kamu Ra... Aku sayang banget sama kamu.... Aku terima kok apa aja jawaban kamu Ra... Aku ga akan menjauh walau kamu ga cinta... Walau kamu ga sayang sama aku Ra... Karena kamu itu Orionku.... Dan aku adalah Sirius yang akan selalu menjaga Orion Ra..." Nyeri Di Dadaku semakin kuat.. Sesak terasa... Nyeri merambat ke seluruh tubuh.. Mataku mulai Nanar...
"Udah Ndree..... Cukuup.... Aku tau Ndre.... Aku Tau... Sangat Tau Ndre...." Nada bicara tertahannya membuat nyeri di Dadaku semakin sakit... Sakit.... Debar ini semakin keras...
"Trus kenapa kamu ga pernah mau tau Ra?? Kenapa kamu cuek Ra??" Tambahku.
"Karena Aku juga sayaaang banget sama Kamu Ndre.... Akuuu sayang Banget....." Kalimatnya Terputus!
"Truuss???" Potongku tak sabar!
"Aku sayaang banget sama kamu Ndre... Sayang sebagai Saudara Sepupu Ndre...." Rara menoleh ke arahku Nanar...
Debar dada ini semakin kuat!! Nyeri tak tertahankan merambat ke pelupuk mata!!
SAKIT!!
"Maaf Ndre... Aku ga mau PHP in kamu Ndre... Aku sayang kamu sebagai saudara!! Saudara Ndre!! Tidak lebih!! " Kali ini nada bicaranya tegas!! Dan pedas bagiku...
"Kamu jangan bohongi perasaan kamu sendiri RA!! " Kali ini nada bicaraku juga naik!!
"Tapi kamu kan tau Ndre!!! Kita SAUDARA NDRE!!! SAU-DA-RA!! " Emosinya meluap!!
"SAU-DA-RA. JA-UH Ra!! " Akupun menekankan kata-kata ku!!
"SAU-DA-RA NDRE!! Ngerti?! SAU-DA-RA!! " Ulangnya...
"Okeee... Kita emang saudara Ra!! Saudara karena Nenek kita Sama Ra!! Sama-sama NE-NEK - NE-NEK !! " Tambahku!!
Rara sedikit tersenyum...
"Tapi......" Kalimatnya terputus...
Mungkin dia kehabisan kata-kata untuk mengatakan isi hatinya yang sebenarnya!! Dan aku paham itu... Dia tidak akan menerimaku... Daaan aku sebenarnya sudah tau!!
Hanya ingin memastikan kata-kata itu keluar dari mulutnya sendiri... Hanya memastikan... Yaa memastikan hal pahit yang tidak dapat berubah...
"Tapi Ra... Kita SAU-DA-RA jauuuuh banget Ra... SAU-DA-RA boleh kimpoi!! " Tandasku.
"IYA NDRE!!! AKU TAU!!! AKU TAU SEMUA ANDRE!! TAPI AKU GA MAU NIKAHNYA SAMA KAMU ANDRE!! " Emosinya meluap...
Blassssss...... Hatiku seperti kerupuk di siram Aer Panas!! *ga tau tuh gimana bentuknya
"Okey.... Sakit.... Yang terakhir itu beneran sakit... SAKIT BANGET!! " Ungkapku jujur.
"Maaf ndree... Aku sayaaang banget sama kamu Ndre... Tapi... Ga mungkin Ndre... Aku ga mau di bilang PHP-in kamu Ndre... Kamu baik... Baik banget Ndre... Tulus... Daaan aku baru ini merasakan ketulusan yang benar tulus Ndre... Maafin aku Ndre... " Ujarnya lembut seraya menggenggam tanganku.
Hatiku plong... Sakit memang tapi plong... Plong karena tau kejelasan status aku... Plong dan sakit plus nyeri dan sesak masih terus... Dan tak hilang...
"Aku Ora Opo-Opo... Fine... Makasih mau jujur Ra... Aku harap itu beneran tulus dari hati kamu... Tak ada dusta..."
Sakit Ra... Nyeri...
Kulihat matanya berkaca-kaca.... Daan aku?? Ga tau bagaimana sebenarnya rasa ini...
"Memang nya kamu berharap aku jawab apa Ndre? " Rara buka keheningan yang sedari tadi mulai merapat diantara kami.
"Aku emang aneh Ra.. Aku tau sih ending ku bakal seperti ini... Dari awal aku tau kok Ra..." Jawabku.
"Yaa... Aku ga berharap kamu bakal cinta dan suka sama aku kok Ra... Aku rasanya bisa dekat saja sama kamu udah puas... Bisa buat kamu tersenyum dan tertawa udah senang banget Ra... Aku senang Ra...." Tambahku.
"Jadi...." Jawab Rara...
"Aku hanya berharap kamu tau perasaanku Ra... Tau rassakit ini apa?? Nyeri ini Ra... Jujur aku sempat berharap kamu juga punya rasa yang sama seperti aku.... " Kalimatku terputus.... Ku tarik nafas dalam...
"Sama tulus seperti aku Ra..." Tambahku.
"Maaf ya Ndre....." Rara kembali menggenggam tanganku.
"Ga kok Ra... Harusnya aku yang minta maaf... Maafin aku ya... Maaf aku sudah masuk ke kehidupan kamu...." Tutupku...
Kembali sunyi merambat cepat di antara kami....
Sepi... Sunyi....
"Iya... Aku juga sayang kamu... " Jawab Rara.
"Aku Sayang Kamu Sebagai Saudara Ndre.. " Tambahnya.
"Iya... Ndree.. Sebagai Saudara Tidak Lebih Ndre..." Di akhir Kalimatnya dengan Lenguhan panjang.
Aku Melamun...
MengGaruk-garuk Kepala yang memang tidak gatal....
Aku membayangkan Kamu dan aku sedang Berbicara...
Aku minta jawaban kamu...
Dan... Kamu menjawab seperti itu...
"Hei!! Katanya kamu mau bicara..." Rara membangunkanku dari lamunanku.
Menghentakkan kembali Diriku pada kenyataan!!
"Kita udah di taman..." Tambahnya.
"Oooh... " Sambutku seraya buka pintu mobil ngeloyor keluar.
Tangan lembut Rara mencegah...
"Kenapa harus di luar?? Panas tau!!" Tahannya.
"Ooh... " Jawabku seadanya seraya kembali duduk sambil garuk-garuk kepala yang-lagi tidak Gatal.
"Oooh mulu!! Kamu kenapa sih??" Kali ini kesabaran Rara mulai menipis.
"Aku sebel deh sama kamu!! Kamu kenapa sih beberapa hari ini?? " Mulai dengan Raut manyun khas nya Rara, namun tetap imut di mataku.
Aku tersenyum.... Sepintas nyeri di dadaku hilang... Hilang dengan senyumannya...
Senyum tipis Kilatnya yang Khas Dia...
"Mama Sehat kan Ra??" Tanyaku memulai Pembicaraan yang Hampir Kaku, Karena aku hanya diam dari tadi tak tau harus mulai darimana...
"Sehat kok... " Jawabnya Bingung... Ya pasti bingung... Kenapa harus jauh-jauh bicara? Kalau hanya nanya kabar Mama??

"Mbah sehat kaan?? " Sambungku lagi...
"Sehat..." Jawab Rara lagi yang kali ini dengan ekspresi makin Bingung!
"Hhhmm... Aku Mau nanya....." Kalimatku Gantung.. Sengaja Gantung!
"Ya... Tanya aja...." Rasa penasaran Rara mulai... Dan sepertinya Dia memang menantikan ini??
"Tapi aku mau kamu jawab jujur... Jujur se jujurnya...!!" Pintaku serius.
"Iya..... Aku jujur... Suer..." Senyum manisnya terkembang dihiasi lesung Pipinya yang manis serta gaya Imutnya yang ngegemesin banget.. Asli gemesin...
"Oke... Bener ya.." Tambahku.
"Iya... Bener deh...." Sambungnya dengan ekspresi serius nan imut.
"Mama kamu marah yaa sama aku??" Pancing ku.
"Ga kok..." Jawabnya tulus... Seraya mengingat-ingat kapan ya Mama sama marah sama Andre.
Pancinganku mulai kena!!
"Kamu yakin??" Tambahku.
"Yakin... Beneran... Mama ga ada marah sama kamu kok.." Jawabnya serius.
"Trus... Kalau Perasaan Kamu Ke Aku bagaimana?? Kamu itu Menganggap Aku Apa Sih Ra??" Pertanyaanku mulai Menjurus!!
"......................." Dia Diam seribuLimaRatus kata

"Kenapa Diam Ra?? Aku cuma minta jawaban kamu aja..." Pintaku.
"Susah Ndre..." Suaranya pelan.
"Aku sayang banget sama kamu Ra... Aku cinta kamu... Jujur aku tulus mencintai kamu Ra... " Ungkapku tulus.
"Aku Tau Ndre.... Aku tau.... " Jawabnya semakin pelan.
"Aku merasakan ketulusan Kamu Ndre... Banget... Baru ini aku merasakan orang yang sayang sama aku tulus seperti kamu Ndre..." Suaranya semakin sayup terdengar...
"Aku mencintai mu.....
Lebih dari yang kau tau...
Meski kau takkan pernah Tau...."
Sound Track dari Radio Pandowo itu pas banget... Mengena di hati!!
"Tapi susah Ndre....." Sahutnya semakin pelan...
"Aku cinta kamu Ra... Aku sayang banget sama kamu.... Aku terima kok apa aja jawaban kamu Ra... Aku ga akan menjauh walau kamu ga cinta... Walau kamu ga sayang sama aku Ra... Karena kamu itu Orionku.... Dan aku adalah Sirius yang akan selalu menjaga Orion Ra..." Nyeri Di Dadaku semakin kuat.. Sesak terasa... Nyeri merambat ke seluruh tubuh.. Mataku mulai Nanar...
"Udah Ndree..... Cukuup.... Aku tau Ndre.... Aku Tau... Sangat Tau Ndre...." Nada bicara tertahannya membuat nyeri di Dadaku semakin sakit... Sakit.... Debar ini semakin keras...
"Trus kenapa kamu ga pernah mau tau Ra?? Kenapa kamu cuek Ra??" Tambahku.
"Karena Aku juga sayaaang banget sama Kamu Ndre.... Akuuu sayang Banget....." Kalimatnya Terputus!
"Truuss???" Potongku tak sabar!
"Aku sayaang banget sama kamu Ndre... Sayang sebagai Saudara Sepupu Ndre...." Rara menoleh ke arahku Nanar...
Debar dada ini semakin kuat!! Nyeri tak tertahankan merambat ke pelupuk mata!!
SAKIT!!
"Maaf Ndre... Aku ga mau PHP in kamu Ndre... Aku sayang kamu sebagai saudara!! Saudara Ndre!! Tidak lebih!! " Kali ini nada bicaranya tegas!! Dan pedas bagiku...
"Kamu jangan bohongi perasaan kamu sendiri RA!! " Kali ini nada bicaraku juga naik!!
"Tapi kamu kan tau Ndre!!! Kita SAUDARA NDRE!!! SAU-DA-RA!! " Emosinya meluap!!
"SAU-DA-RA. JA-UH Ra!! " Akupun menekankan kata-kata ku!!
"SAU-DA-RA NDRE!! Ngerti?! SAU-DA-RA!! " Ulangnya...
"Okeee... Kita emang saudara Ra!! Saudara karena Nenek kita Sama Ra!! Sama-sama NE-NEK - NE-NEK !! " Tambahku!!
Rara sedikit tersenyum...
"Tapi......" Kalimatnya terputus...
Mungkin dia kehabisan kata-kata untuk mengatakan isi hatinya yang sebenarnya!! Dan aku paham itu... Dia tidak akan menerimaku... Daaan aku sebenarnya sudah tau!!
Hanya ingin memastikan kata-kata itu keluar dari mulutnya sendiri... Hanya memastikan... Yaa memastikan hal pahit yang tidak dapat berubah...
"Tapi Ra... Kita SAU-DA-RA jauuuuh banget Ra... SAU-DA-RA boleh kimpoi!! " Tandasku.
"IYA NDRE!!! AKU TAU!!! AKU TAU SEMUA ANDRE!! TAPI AKU GA MAU NIKAHNYA SAMA KAMU ANDRE!! " Emosinya meluap...
Blassssss...... Hatiku seperti kerupuk di siram Aer Panas!! *ga tau tuh gimana bentuknya

"Okey.... Sakit.... Yang terakhir itu beneran sakit... SAKIT BANGET!! " Ungkapku jujur.
"Maaf ndree... Aku sayaaang banget sama kamu Ndre... Tapi... Ga mungkin Ndre... Aku ga mau di bilang PHP-in kamu Ndre... Kamu baik... Baik banget Ndre... Tulus... Daaan aku baru ini merasakan ketulusan yang benar tulus Ndre... Maafin aku Ndre... " Ujarnya lembut seraya menggenggam tanganku.
Hatiku plong... Sakit memang tapi plong... Plong karena tau kejelasan status aku... Plong dan sakit plus nyeri dan sesak masih terus... Dan tak hilang...
"Aku Ora Opo-Opo... Fine... Makasih mau jujur Ra... Aku harap itu beneran tulus dari hati kamu... Tak ada dusta..."
Sakit Ra... Nyeri...
Kulihat matanya berkaca-kaca.... Daan aku?? Ga tau bagaimana sebenarnya rasa ini...
"Memang nya kamu berharap aku jawab apa Ndre? " Rara buka keheningan yang sedari tadi mulai merapat diantara kami.
"Aku emang aneh Ra.. Aku tau sih ending ku bakal seperti ini... Dari awal aku tau kok Ra..." Jawabku.
"Yaa... Aku ga berharap kamu bakal cinta dan suka sama aku kok Ra... Aku rasanya bisa dekat saja sama kamu udah puas... Bisa buat kamu tersenyum dan tertawa udah senang banget Ra... Aku senang Ra...." Tambahku.
"Jadi...." Jawab Rara...
"Aku hanya berharap kamu tau perasaanku Ra... Tau rassakit ini apa?? Nyeri ini Ra... Jujur aku sempat berharap kamu juga punya rasa yang sama seperti aku.... " Kalimatku terputus.... Ku tarik nafas dalam...
"Sama tulus seperti aku Ra..." Tambahku.
"Maaf ya Ndre....." Rara kembali menggenggam tanganku.
"Ga kok Ra... Harusnya aku yang minta maaf... Maafin aku ya... Maaf aku sudah masuk ke kehidupan kamu...." Tutupku...
Kembali sunyi merambat cepat di antara kami....
Sepi... Sunyi....
0