- Beranda
- Stories from the Heart
CINTA (Cerita Indah Namun Tiada Arti)
...
TS
dingdingding
CINTA (Cerita Indah Namun Tiada Arti)
Halo para reader yang budiman.
Gw Pengen Share sedikit sebuah cerita, bisa dibilang sebuah pengalaman.
Mohon bimbingannya jika ada salah ketik(typo) atau kata-kata yang tidak berkenan. (curahkan saja di postingan bawah, atau PM juga boleh). Saya juga masih belajar dalam membuat Thread dan Cerita yang baik dan benar. Masih membutuhkan saran serta kritik dari kiri kanan. Darimana lagi kalau bukan dari agan-agan ini .
The Rain - Terlatih Patah Hati (feat. Endank Soekamti)
Aku sudah mulai lupa
Saat pertama rasakan lara
Oleh harapan yang pupus
Hingga hati cedera serius
Terima kasih kalian
Barisan para mantan
Dan semua yang pergi
Tanpa sempat aku miliki
Tak satupun yang aku sesali
Hanya membuatku semakin terlatih
Begini rasanya terlatih patah hati
Hadapi getirnya terlatih disakiti
Bertepuk sebelah tangan (sudah biasa)
Ditinggal tanpa alasan (sudah biasa)
Penuh luka itu pasti tapi aku tetap bernyanyi
Lama tak ku dengar tentangnya
Yang paling dalam tancapkan luka
Satu hal yang aku tahu
Terkadang dia juga rindu
Terima kasih kalian
Barisan para mantan
Dan semua yang pergi
Tanpa sempat aku miliki
Tak satupun yang aku sesali
Hanya membuatku semakin terlatih
Begini rasanya terlatih patah hati
Hadapi getirnya terlatih disakiti
Bertepuk sebelah tangan (sudah biasa)
Ditinggal tanpa alasan (sudah biasa)
Penuh luka itu pasti tapi aku tetap bernyanyi
Begini rasanya terlatih patah hati
Hadapi getirnya terlatih disakiti
Bertepuk sebelah tangan (sudah biasa)
Ditinggal tanpa alasan (sudah biasa)
Penuh luka itu pasti tapi aku tetap bernyanyi
Perkenalkan nama gw Hendra. Biasa dipanggil Hen atau ndra sama orang-orang sekitar gw.
Tapi Nenek ama Kakek gw mangil gw gundul(soalnya pas ane kecil katanya rambutnya ga tumbuh-tumbuh)
(skip)
Cerita ini adalah sebuah cerita saat gw masih sekolah jaman dahulu kala saat gw masih muda (sekarang gw udah tua)
Cerita ini dimulai saat gw mulai memasukin satu tingkat diatas SMP. Untuk yang lain mungkin menyebutnya SMA atau SMU. Tapi gw bukan! Gw SMK (Sekolah Mengenah Kejuruan)
sama aja ya 
Sedikit tentang masa SMP gw. Semua bermulai dari sini
Gw melirik ke belakang tempat duduk gw. Melihat meta dengan muka datar alias biasa-biasa aja ( padahal selama 1 tahun ini gw mengagumi dia, buat ngobrol aja jarang banget kalo ga perlu-perlu amat, itu juga palingan nanya tentang pelajaran atau minjem tip-x
). Meta pun mengeluarkan jurus ampuh seampuh-ampuhnya (senyumannya yang……… ah sudahlah). Lalu gw membalasnya dengan senyuman gw yang ga kalah manis
(padahal udah keringet dingin)
Gatau gw kalo deket cewe bawaannya grogi, ga berani, padahal tampang gw lumayan ganteng ga culun-culun amat sih buat anak SMP
(ngigo)
Meta pun pergi meninggalkan kelas bersama temannya. Disni gw berfikir, (ah ga mungkin cewe secantik meta bisa suka juga ama gw, pinter kaga, gaul kaga, tapi muka kaga jelek-jelek amat (ngigo lagi)
Gw diem aja di kelas liatin temen-temen yang lain ngobrol sambil dengerin lagu dari Walkman gw (jaman gw Walkman gan, belum ada ipod atau music player yang lain, waktu itu yang punya HP juga belum terlalu banyak, dan masih didominasi oleh Nok*a). Tiba-tiba gw ngeliat ada seorang cewe di depan pintu kelas liatin gw, mereka bertiga, cengar cengir sambil dorong-dorongan
Gw bingung, karena mereka ngeliatin kearah gw, dan sekitar gw ga ada siapa-siapa, lalu gw samperin dah tu cewe-cewe. Cari siapa ya dek (keliatan mereka adik kelas gw, soalnya masih imut-imut gimana gitu
.
Cover dari agan armstrongzone
Ebook Part 1-110 dari agan TheSain007

Gw Pengen Share sedikit sebuah cerita, bisa dibilang sebuah pengalaman.
Mohon bimbingannya jika ada salah ketik(typo) atau kata-kata yang tidak berkenan. (curahkan saja di postingan bawah, atau PM juga boleh). Saya juga masih belajar dalam membuat Thread dan Cerita yang baik dan benar. Masih membutuhkan saran serta kritik dari kiri kanan. Darimana lagi kalau bukan dari agan-agan ini .
Quote:
Q: Real story gan?
A: Iya gan, real story ditambah sedikit bumbu mas*ko
Q: Mau kepo boleh ga gan?
A: Kepo boleh, selama ane mau jawab pasti ane jawab, kalo ga ane jawab berarti privacy, asal ga OOT aja
Q: Share Photonya dong gan
A: No No No No
(rules)
A: Iya gan, real story ditambah sedikit bumbu mas*ko

Q: Mau kepo boleh ga gan?
A: Kepo boleh, selama ane mau jawab pasti ane jawab, kalo ga ane jawab berarti privacy, asal ga OOT aja

Q: Share Photonya dong gan

A: No No No No
(rules)===============================================================
Special Thanks too
Allah SWT Karena masih memberikan ane umur sampe sekarang dan bisa membuat cerita ini
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kaskus ( www.kaskus.co.id)
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Semua Reader, baik yang Posting, Rate 5's Star, kasih Cendol serta SR sekalipun
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Thanks sebanyak-banyaknya untuk barisan para Mantan gw. Tanpa kalian, cerita ini takkan pernah lahir
===============================================================

Special Thanks too
Allah SWT Karena masih memberikan ane umur sampe sekarang dan bisa membuat cerita ini
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kaskus ( www.kaskus.co.id)
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Semua Reader, baik yang Posting, Rate 5's Star, kasih Cendol serta SR sekalipun
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Thanks sebanyak-banyaknya untuk barisan para Mantan gw. Tanpa kalian, cerita ini takkan pernah lahir
===============================================================

================================================================
Mungkin lagu ini adalah Soundtrack yang paling pas untuk kisah gw ini
[Recommended To Buffer buat yang sering Patah Hati
]
The Rain - Terlatih Patah Hati (feat. Endank Soekamti)
Mungkin lagu ini adalah Soundtrack yang paling pas untuk kisah gw ini
[Recommended To Buffer buat yang sering Patah Hati
]The Rain - Terlatih Patah Hati (feat. Endank Soekamti)
Spoiler for Lirik:
The Rain - Terlatih Patah Hati (feat. Endank Soekamti)
Aku sudah mulai lupa
Saat pertama rasakan lara
Oleh harapan yang pupus
Hingga hati cedera serius
Terima kasih kalian
Barisan para mantan
Dan semua yang pergi
Tanpa sempat aku miliki
Tak satupun yang aku sesali
Hanya membuatku semakin terlatih
Begini rasanya terlatih patah hati
Hadapi getirnya terlatih disakiti
Bertepuk sebelah tangan (sudah biasa)
Ditinggal tanpa alasan (sudah biasa)
Penuh luka itu pasti tapi aku tetap bernyanyi
Lama tak ku dengar tentangnya
Yang paling dalam tancapkan luka
Satu hal yang aku tahu
Terkadang dia juga rindu
Terima kasih kalian
Barisan para mantan
Dan semua yang pergi
Tanpa sempat aku miliki
Tak satupun yang aku sesali
Hanya membuatku semakin terlatih
Begini rasanya terlatih patah hati
Hadapi getirnya terlatih disakiti
Bertepuk sebelah tangan (sudah biasa)
Ditinggal tanpa alasan (sudah biasa)
Penuh luka itu pasti tapi aku tetap bernyanyi
Begini rasanya terlatih patah hati
Hadapi getirnya terlatih disakiti
Bertepuk sebelah tangan (sudah biasa)
Ditinggal tanpa alasan (sudah biasa)
Penuh luka itu pasti tapi aku tetap bernyanyi
Spoiler for Part 1:
Perkenalkan nama gw Hendra. Biasa dipanggil Hen atau ndra sama orang-orang sekitar gw.
Tapi Nenek ama Kakek gw mangil gw gundul(soalnya pas ane kecil katanya rambutnya ga tumbuh-tumbuh)
(skip)Cerita ini adalah sebuah cerita saat gw masih sekolah jaman dahulu kala saat gw masih muda (sekarang gw udah tua)

Cerita ini dimulai saat gw mulai memasukin satu tingkat diatas SMP. Untuk yang lain mungkin menyebutnya SMA atau SMU. Tapi gw bukan! Gw SMK (Sekolah Mengenah Kejuruan)
sama aja ya 
Sedikit tentang masa SMP gw. Semua bermulai dari sini
Quote:
Saat itu pagi hari, para siswa-siswi berumur belasan tahun menggunakan seragam biru putih lalu lalang di dalam sempitnya koridor kelas tanpa belajar. Kenapa tanpa belajar? Karena Kami sudah menyelesaikan yang namanya UAN (Ujian AKhir Nasional) tingkat SMP.
Gw yang waktu itu bukanlah siswa yg berprestasi di kelas apalagi di sekolah hanya bisa harap-harap cemas saat menunggu pengumuman kelulusan yang akan disampaikan lewat POS (sekarang masih lewat POS ga sih gan? Gw ga tau
)
Semua tampak bergembira karena telah melewati 3 hari yang mendebarkan (menurut gw
)
Dan akhirnya gw memutuskan untuk pergi ke GOR sekolahan yang cukup luas (BTW SMP gw adalah SMP negeri yang lumayan favorit di kota Bandung yang terletak di dekat terminal dan dekat dengan pusat kota Bandung) . Setelah sampai di GOR, gw lihat ada sohib gw sedang bermain basket, Dia bernama Yoga.
Gw melambaikan tangan, dia melihat gw sambil mengangkat dagunya seolah berkata “Oi”
Beberapa menit kemudian Yoga nyamperin gw (percakapan dalam Bahasa sunda, gw ceritakan dalam Bahasa Indonesia aja biar agan-agan ngerti)
Gw pun kembali ke kelas sambil membawa perasaan ga enak ini , Antara senang dengan selesainya hari-hari mendebarkan ujian nasional dan menunggu kelulusan.
Sesampainya di kelas, gw duduk di kursi biasanya di posisi palingan tengah . ya dua buah kursi yang gw duduki bersama yoga selama 1 tahun kebelakang (sekolah gw tiap naik pindah-pindah ruangannya)
Dan dibelakang gw ada seseorang yang gw kagumi sejak pertama bertemu sekitar 1 tahun yang lalu, wanita itu bernama Meta. Gadis berparas cantik, rambut sebahu dan di urai, mempunyai kulit yang putih, mulus, gigi gingsulnya dan tentunya senyumnya yang………. Ah sudahlah, bisa lemes agan-agan kalo liat
(skip)
Gw yang waktu itu bukanlah siswa yg berprestasi di kelas apalagi di sekolah hanya bisa harap-harap cemas saat menunggu pengumuman kelulusan yang akan disampaikan lewat POS (sekarang masih lewat POS ga sih gan? Gw ga tau
) Semua tampak bergembira karena telah melewati 3 hari yang mendebarkan (menurut gw
)Dan akhirnya gw memutuskan untuk pergi ke GOR sekolahan yang cukup luas (BTW SMP gw adalah SMP negeri yang lumayan favorit di kota Bandung yang terletak di dekat terminal dan dekat dengan pusat kota Bandung) . Setelah sampai di GOR, gw lihat ada sohib gw sedang bermain basket, Dia bernama Yoga.
Gw melambaikan tangan, dia melihat gw sambil mengangkat dagunya seolah berkata “Oi”
Beberapa menit kemudian Yoga nyamperin gw (percakapan dalam Bahasa sunda, gw ceritakan dalam Bahasa Indonesia aja biar agan-agan ngerti)
Quote:
Yoga: Kenapa lu belum pulang?
Gw : Bentar lagi yog, Yog ntar mau ke SMA mana?
Yoga : Belum tau lah, lulus aja belum jelas. Hahaha (dia ketawa dengan santainya
)
Gw: Dasar bego!, gw deg deg an gini , lu malah ngomong belum tentu lulus atau engganya.
Yoga: hahaha, lagian ngapain diambil pusing, kita sudah berusaha, biarlah yang di Atas dan Dinas pendidikan yang mengatur
Gw: hahaha, iya juga sih. Tapi gw ko deg-degan ya yog
Yoga: Santai ajalah, eh gw mau main lagi nih, lu mau main ga?
Gw: Ga lah, gw mau ke kelas aja nyamperin anak-anak
Yoga: OK dah, Sip
Gw : Bentar lagi yog, Yog ntar mau ke SMA mana?
Yoga : Belum tau lah, lulus aja belum jelas. Hahaha (dia ketawa dengan santainya
)Gw: Dasar bego!, gw deg deg an gini , lu malah ngomong belum tentu lulus atau engganya.
Yoga: hahaha, lagian ngapain diambil pusing, kita sudah berusaha, biarlah yang di Atas dan Dinas pendidikan yang mengatur

Gw: hahaha, iya juga sih. Tapi gw ko deg-degan ya yog

Yoga: Santai ajalah, eh gw mau main lagi nih, lu mau main ga?
Gw: Ga lah, gw mau ke kelas aja nyamperin anak-anak
Yoga: OK dah, Sip
Gw pun kembali ke kelas sambil membawa perasaan ga enak ini , Antara senang dengan selesainya hari-hari mendebarkan ujian nasional dan menunggu kelulusan.
Sesampainya di kelas, gw duduk di kursi biasanya di posisi palingan tengah . ya dua buah kursi yang gw duduki bersama yoga selama 1 tahun kebelakang (sekolah gw tiap naik pindah-pindah ruangannya)
Dan dibelakang gw ada seseorang yang gw kagumi sejak pertama bertemu sekitar 1 tahun yang lalu, wanita itu bernama Meta. Gadis berparas cantik, rambut sebahu dan di urai, mempunyai kulit yang putih, mulus, gigi gingsulnya dan tentunya senyumnya yang………. Ah sudahlah, bisa lemes agan-agan kalo liat
(skip) Gw melirik ke belakang tempat duduk gw. Melihat meta dengan muka datar alias biasa-biasa aja ( padahal selama 1 tahun ini gw mengagumi dia, buat ngobrol aja jarang banget kalo ga perlu-perlu amat, itu juga palingan nanya tentang pelajaran atau minjem tip-x
). Meta pun mengeluarkan jurus ampuh seampuh-ampuhnya (senyumannya yang……… ah sudahlah). Lalu gw membalasnya dengan senyuman gw yang ga kalah manis
(padahal udah keringet dingin)
Gatau gw kalo deket cewe bawaannya grogi, ga berani, padahal tampang gw lumayan ganteng ga culun-culun amat sih buat anak SMP
(ngigo)Meta pun pergi meninggalkan kelas bersama temannya. Disni gw berfikir, (ah ga mungkin cewe secantik meta bisa suka juga ama gw, pinter kaga, gaul kaga, tapi muka kaga jelek-jelek amat (ngigo lagi)
Gw diem aja di kelas liatin temen-temen yang lain ngobrol sambil dengerin lagu dari Walkman gw (jaman gw Walkman gan, belum ada ipod atau music player yang lain, waktu itu yang punya HP juga belum terlalu banyak, dan masih didominasi oleh Nok*a). Tiba-tiba gw ngeliat ada seorang cewe di depan pintu kelas liatin gw, mereka bertiga, cengar cengir sambil dorong-dorongan

Gw bingung, karena mereka ngeliatin kearah gw, dan sekitar gw ga ada siapa-siapa, lalu gw samperin dah tu cewe-cewe. Cari siapa ya dek (keliatan mereka adik kelas gw, soalnya masih imut-imut gimana gitu
.Quote:
Cewe1: kaka namanya ka Hendra kan?
Quote:
Original Posted By Jadwal Update
Senin - Sabtu : Malam antara jam 18.00 - 22.00
Minggu : Malam jam 22.00 -
*note : Kalo saya ga apdet, berarti saya lagi galau
TerimaKasih
Senin - Sabtu : Malam antara jam 18.00 - 22.00
Minggu : Malam jam 22.00 -
*note : Kalo saya ga apdet, berarti saya lagi galau

TerimaKasih

Spoiler for INDEX I:
Quote:
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24
Part 25
Part 26
Part 27
Part 28
Part 29
Part 30
Part 31
Part 32
Part 33
Part 34
Part 35
Part 36
Part 37
Part 38
Part 39
Part 40
Part 41
Part 42
Part 43
Part 44
Part 45
Part 46
Part 47
Part 48
The Power Of Putih Abu Abu
Part 49
Part 50
Part 51
Part 52
Part 53
Part 54
Part 55
Part 56
Part 57
Part 58
Part 59
Part 60
Part 61
Part 62
Part 63
Part 64
Part 65
Part 66
Part 67
Part 68
Part 69
Part 70
Part 71
Part 72
Part 73
Part 74
Part 75
Part 76
Part 77
Part 78
Part 79
Part 80
Part 81
Part 82
Part 83
Part 84
Part 85
Part 86
Part 87
Part 88
Part 89
Part 90
Part 91
Part 92
part 93
Part 94
Part 95
Part 96
Part 97
Part 98
Part 99
Part 100
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24
Part 25
Part 26
Part 27
Part 28
Part 29
Part 30
Part 31
Part 32
Part 33
Part 34
Part 35
Part 36
Part 37
Part 38
Part 39
Part 40
Part 41
Part 42
Part 43
Part 44
Part 45
Part 46
Part 47
Part 48
The Power Of Putih Abu Abu
Part 49
Part 50
Part 51
Part 52
Part 53
Part 54
Part 55
Part 56
Part 57
Part 58
Part 59
Part 60
Part 61
Part 62
Part 63
Part 64
Part 65
Part 66
Part 67
Part 68
Part 69
Part 70
Part 71
Part 72
Part 73
Part 74
Part 75
Part 76
Part 77
Part 78
Part 79
Part 80
Part 81
Part 82
Part 83
Part 84
Part 85
Part 86
Part 87
Part 88
Part 89
Part 90
Part 91
Part 92
part 93
Part 94
Part 95
Part 96
Part 97
Part 98
Part 99
Part 100
Spoiler for INDEX II:
Quote:
Cover dari agan armstrongzone
Spoiler for :
Ebook Part 1-110 dari agan TheSain007
Spoiler for :
Diubah oleh dingdingding 13-01-2016 21:01
junti27 dan 12 lainnya memberi reputasi
13
1.9M
Kutip
5.1K
Balasan
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
dingdingding
#632
Spoiler for Part 66:
Gw pun kini sudah berada di dalam kamar lia. Sebuah kamar cewek yang bener-bener cewe, tapi ga kebanyakan cewe yang suka warna pink, lia suka warna putih. Kamarnya lia itu kalo disamain mungkin segede kelas di sekolah gw 
Gw: Li? ini kamar kamu?
Lia: iya, kenapa?
Gw: wow
Lia duduk di sebuah piano, piano yang benar-benar piano yang besar dan tentunya berwarna putih
Gw: kok ngajak gw kesini?
Lia: temenin gw nyanyi
Gw:
Lia: malah bengong, sini duduk, tuh gitar, lu bisa main gitar kan?
Gw: ( gw pun duduk di sebuah kursi tidak jauh dari lia duduk di depan pianonya ) bisa dong, lagu apa?
Lia: mocca ( gw masih inget, lagunya Mocca waktu itu, judulnya lupa.)
Gw dan lia pun bernyanyi sambil memainkan alat musik masing-masing. kadang tertawa jika suara kami ada yang fals, ( sebenernya suara gw
). Suara lia bagus, tapi gak bagus-bagus amat, bagus tapi cempreng
( piss li
) Sampai pada akhirnya kita berdua pun mengakhiri ritual bernyanyi karena diantara kami berdua gak ada yang serius
. Lia malah becanda-becanda lempar-lempar baju kotornya ke gw
( untung gak ada daleman yang nyangkut
).
Gw: udah udah, cape cape huhh huuhh huhhh
Lia: wuuuuu baru segitu, huuhh huhh huhh, ( kami berdia pun keringetan )
Gw: ganti baju dulu sana ah, itu rok kamu pendek banget, tadi aja keliatan hahahaha
Lia:
kamu liat?
Gw: dikit
Lia: warna apa?
Gw: apa ya?
Lia: ah berarti gak liat
Gw: hahahaha, pink
Lia:
( berjalan mendekati gw )
Gw:
ampun li ampun gak sengaja 
Lia: ( berbicara di depan muka gw, jaraknya gak tau deh berapa centi ) Warna apa?
Gw: jangan deket-deket dong, napas kamu sampe kerasa
Lia: warna apa?
Gw: gak tau
Lia: hahahhaaha, udah gw duga, lu cuma nebak
Gw:
( kalo kamu udah sampe part ini li, emang beneran gw liat waktu itu , warna pink
)
Lia: bentar ndra, gw ganti baju dulu, nanti malah beneran keliatan
( lalu dia masuk ke dalam kamar mandi )
Gw: hahahahah
Lalu gw berjalan ke luar kamar lia, baju gw acak-acakan, rambut gw acak-acakan muka kusut, keringetan ( lengkap lah kalo becanda ama si lia, abis di ubek-ubek gw ama dia
) lalu lia kembali dari kamarnya, kini dia menggunakan kaos polos warna biru apa warna ijo gw lupa, dan celana pendek, bener bener pendek
Gw: huhh huhhh huhh ( masih ngos-ngosan )
Lia: kenapa lu? ( sambil mengikat rambutnya )
Gw: cape
Mbok: Ini non minumnya, mas ini minumnya, kenapa mas?
Gw: cape mbok huhh huhh glek glek glekk ( gw minum abis satu gelas
)
Mbok: cape kenapa mas?
Gw: abis main sama lia mbok
Mbok:
Lia: Iya si hendra sadis lah mbok, aku dipegangin sampe gak bisa gerak
Mbok:
Gw: kan lu yang mulai
Mbok:
Lia: lain kali awas kalo gw di atas lu ( kita main pukul-pukulan bantal )
Gw: gak bakalan lu sampe ada di atas, enakan di atas hahahah
Mbok:
mbok permisi dulu deh ya non, mas
Gw: iya mbok
Lia: kenapa si mbok mukanya aneh gitu
Gw: gak tau
Lia:
Ya begitulah gw kalo sama lia, becandanya suka kelewatan. Lagian lia juga kayanya gak punya temen banyak. Tiap gw ketemu ama dia, temennya selalu ganti-ganti. Akhirnya gw pun pulang karena sudah aga gelap, gw pun di antar lia sampai jalan yang ada angkotnya, lalu dia kembali pulang dan gw pulang ke rumah gw. Di rumah gw sms an lagi sama si lia, kadang juga putri. Kini 2 wanita itu menghiasi hidup gw, selalu bercanda walaupun gak pacaran. Gw ngerasa lebih nyaman gini kali ya.
Lia: thanks ndra udah nemenin gw
Gw: iya sama sama. makasih juga, bilangin sama si mbok, jusnya enak
Lia: iya, ndra malem minggu temen-temen gw mau ada acara, ada yang ultah dirayain
Gw: dimana?
Lia: ( lia pun menyebut sebuah rumah makan di bagian bandung utara, sekitaran dago ) temenin gw ya.
Gw: sampe malem?
Lia: mulainya malem, bukan sampe malem
Gw: ya sama aja
( SMS FAILED
)
Gw pun berdiam diri, gak lama lia telepon,
Gw: untung lu telepon, pulsa gw abis, hahaha
Lia: udah tau, hahahaha, gw kan tadi cek HP lu, pulsanya tinggal 2 ribuan
Gw:
( lia suka cek-cek, pinjem HP gw, gak tau kenapa )
Lia: bisa kan besok? lu bawa baju sama celana ganti dari rumah.
Gw: gak nginep kan?
Lia: engga lah, masa lu mau nginep di rumah makan
Gw: ya kali aja hehehe. yaudah bisa, tapi besok gw pulang agak sore, latihan upacara dulu .
Lia: yaudah gw jemput jam 5 ya di sekolah lu?
Gw: ah gila lu, sore amat. gw palingan jam 3 udah pulang
Lia: yaudah jam 3 gw kesana. Awas kalo gw sampe nunggu lama gara-gara lu latihan upacara
Gw: iyaa, yaudah tunggu besok.
Lia: ok , dah ndraa
Telepon pun dimatikan, gw pun nonton-nonton TV di ruangan tengah, Lalu Hp gw berbunyi, sebuah SMS. ( Terima kasih anda telah mengisi ulang di xxxxxxx sisa pulsa anda Rp. 50.000 ) kira-kira begitu kali ya. Gila ada pulsa nyasar 50 ribu? Lalu hp gw berbunyi lagi, sebuah telepon dari lia
Lia: pulsanya masuk gak? gw di counter nih, takutnya belum masuk, males balik lagi
Gw: ini pulsa kamu yang isi? ngapain li? ah kamu mah aku jadi gak enak
Lia: gak apa-apa , sekalian gw isi pulsa, yaudah ya gw balik dulu ( tut )
Telepon dimatikan secara sepihak. Gw jadi gak enak sama si lia ini. Emang sih dia gak pernah peduli sama yang namanya uang, dia ga pernah kekurangan. Tapi ya gak gini juga kali
kan gensi
( piss li
)
Akhirnya gw menonton TV kembali, gw gak sms lia, gak sms putri juga. Gw malah jadi bingung kenapa lia baik sama gw? apa si lia suka ama gw? ah masa iya? dia kan kelas 2. gw kelas 1. Walaupun memang kalo lia kemana-mana selalu sama gw, tapi gw gak ngerasa dia suka ama gw. Sikapnya juga biasa-biasa aja. Mungkin cuma gw yang ke GR an
Keesokan harinya, hari ini hari sabtu, malam minggu. di sekolah gw belajar, lalu gw latihan upacara lalu gw pulang, tapi gak langsung pulang, gw ada janji dengan lia. Gw liat jam di HP jam setengah 4. pasti tu anak ada di depan sekolah gw nungguin gw
. Dan benar saja lia ada di depan sekolah gw lagi bengong-bengong liatin angkot yang lewat
. Gw pun samperin dia yang sedang duduk-duduk lengkap dengan seragam SMA nya
Gw: hehehehe
Lia:
Gw: lama ya? sorry-sorry
Lia: siapa ya?
Gw: anjir lah, gak kenal ya mba? sorry salah orang ( gw pun berbalik, pasti dia manggil gw
)
Sampe gw nyebrang jalan balik lagi ke sekolah gw pun dia gak manggil gw
. Dia masih bengong-bengong di tempat yang sama
. Gw pun balik lagi , nyebrang lagi lah 2 kali
Gw: udah dong, ya maaf kan gak tau keluar jam segini
Lia: gak tau ah,
Gw: yah ngambek
mang mang tahu gejrotnya satu ( memesan tahu gejrot yang tak jauh dari gw )
Tahu: ok jang, ladaan entong? ( ok dek, kasih pedes jangan? )
Gw: kasih mang, 4 ya.
Tahu: ya
Tahu gejrot gw pun dibuat, lia masih aja pura-pura gak kenal. Tahu gejrot gw gak lama pun jadi, lalu gw duduk di depan lia menggunakan kursi plastik berwana biru.
Gw: nyam nyam nyam nyam
Lia: ..............
Gw: uh pedes, mantapp
Lia: ................
Gw: mang wawan, hiji digelas ( pesen satu pake gelas )
Wawan: siap bos
Es goyobod gw pun datang, gw masuk makan tahu gejrot itu di depan lia sambil minum es goyobod
Gw: uhh pedes,, slruppppppp ah segerrrrr
Lia:................
Gw: mba namanya siapa?
Lia: ............
Gw: mau mba? enak loh
Lia: mang tahu gejrotnya satu, cabenya 4 juga. Mang es goyobodnya satu
Gw:
Lia: ah BT ah , gw jadi kepengen
Gw:
Tahu gejrot lia pun jadi, tentunya dengan pedas yang luar biasa, padahal 1 aja juga udah pedes
Gw: pedes ya?
Lia: banget
Gw: lagian ikut-ikutan aja ah
Lia: abis lu makannya gw liat enak banget huhhh hahh huhha hhhhaahh
Gw:
Tahu gejrot gw abis, punya lia gak abis, malah goyobod gw pun diembat dia setengahnya
Gw: wah itu bibir nya jadi merah gitu , seksi lah
Lia: masa uuuuuuu ( sambil monyong-monyongin mulutnya
)
Gw: ipok nih
Lia: ipok aja kalo berani, nih uuuuuu hahahahahaha
Gw:
Lia: yaudah yuk ke rumah gw dulu, gw mandi dulu, ganti baju juga
Gw: iya. acaranya emang jam berapa?
Lia: jam 8 malem
Gw: ah gila masih lama banget, ni masih jam 4
Lia: ya tunggu di rumah gw aja.yaudah yukk ah panas
Gw: yaudah yuk,
Setelah membayar tahu gejrot dan goyobod, gw dan lia pun masuk ke dalam mobil lia yang diparkir di pinggir jalan . Dimobil gak ada obrolan yang spesial, biasa-biasa aja, kadang ngomongin cewe-cowo yang lagi pacaran, boncengan di motor
( gw malah keinget putri ) #ahsudahlah
Sesampainya di rumah lia, gw pun masuk setelah tuan rumah masuk duluan, lalu duduk di tempat dulu gw duduk.
Lia: mau makan gak ndra?
Gw: enggak ah masih kenyang
Lia: ngemil aja ya?
Gw: iya, ama minum deh haus, tadi diabisin ama lu
Lia: yaudah bentar, gw taro tas dulu ke kamar.
Gw: iya,
Tak berapa lama lia pun kembali , masih dengan seragam SMA nya masih dengan rok super mini dan kali ini dia membawa minumannya sendiri
Gw: tumben bawa sendiri?
Lia: ya gak apa-apa sekali-sekali, kasian juga mbok udah tua kan
Gw: bagus bagus. rajin rajin
Lia: siapa dulu dong, lia hahahahah
Gw:
Gw pun menonton TV yang jaraknya jauh sekali dari gw duduk, tapi tetap terlihat jelas, karena TVnya 4 kali lebih gede dari TV di rumah gw
. Lalu
Bugggggg
Gw: anjirrrr lah li, sakit ( gw dipukul pake bantal sofa, kan keras tuh , sampe mental mental kepala gw
)
Lia: hahahahaha, eh sakit ya
Gw: sakit lah , pusing nih
Lia: mana yang sakit ( dia duduk mendekati gw )
Gw: kepala gw lah, yang lu pukul kan kepala
Lia: sorry sorry hahahaha
Kepala gw dipijet-pijet
Gw: enak li
Lia: enak ya? hebat ya gw mijetnya?
Gw: iya enak, ahhhh
Lia: majuan dikit susah mijetinnya
Gw pun duduk agak majuan kali ini lia ada tepat di belakang gw, terhimpit oleh belakang sofa dan badan gw
Lia: diem jangan gerak-gerak, cari kesempatan dalem kesempitan ya
Gw: hehehe, gak enak nih duduknya. Ada yang nonjol-nonjol
Lia: alesan.
Gw: heheheh
Setelah agak lama gw dipijit oleh lia, dan kita gak saling berbicara satupun. Gw bertanya kepada lia
Gw: li, aku mau nanya boleh?
Lia: nanya apa? ( mukanya ada disamping gw, wangi rambutnya itu loh
)
Gw: kok lu mau temenan ama gw? baik banget lagi ama gw
Lia: ya emang kenapa? lagian lu juga baik, mau nemenin gw kemana-mana
Gw: kan lu ada temen-temen sekolah lu
Lia: ah gak ah, mereka sibuk masing-masing. Kalo ada perlunya aja baru nyari gw
Gw: ohhhh, udah li ah. gantian sini
Lia: emang bisa mijet?
Gw: duduk di depan ( gw pun berpindah ke belakang, dan lia di depan gw sekrang, duduk bersila )
Lia: sakit lah
Gw: hehheehe, sorry kekerasan ya
Lia: pelainin dikit, nah iya itu, kiri dikit, kanan, kejauhannn, kiri lagi, bawah, bawah bawah
. nah itu ahhh enak
Gw: enak ya.
Lia: iya enak, pundak aku juga dong pegel-pegel nih tiap hari nyetir
Gw: iya,
Kali ini gw mijetin pundak lia, tapi, kepala lia malah bersender di bahu gw, gw malah jadi bisa ngeliat muka dia, wangi wambutnya, muka cantiknya, lalu
Lia: ndra?
Gw: apa?

Quote:
Gw: Li? ini kamar kamu?
Lia: iya, kenapa?
Gw: wow

Lia duduk di sebuah piano, piano yang benar-benar piano yang besar dan tentunya berwarna putih
Gw: kok ngajak gw kesini?
Lia: temenin gw nyanyi
Gw:

Lia: malah bengong, sini duduk, tuh gitar, lu bisa main gitar kan?
Gw: ( gw pun duduk di sebuah kursi tidak jauh dari lia duduk di depan pianonya ) bisa dong, lagu apa?
Lia: mocca ( gw masih inget, lagunya Mocca waktu itu, judulnya lupa.)
Gw dan lia pun bernyanyi sambil memainkan alat musik masing-masing. kadang tertawa jika suara kami ada yang fals, ( sebenernya suara gw
). Suara lia bagus, tapi gak bagus-bagus amat, bagus tapi cempreng
( piss li
) Sampai pada akhirnya kita berdua pun mengakhiri ritual bernyanyi karena diantara kami berdua gak ada yang serius
. Lia malah becanda-becanda lempar-lempar baju kotornya ke gw
( untung gak ada daleman yang nyangkut
). Quote:
Gw: udah udah, cape cape huhh huuhh huhhh
Lia: wuuuuu baru segitu, huuhh huhh huhh, ( kami berdia pun keringetan )
Gw: ganti baju dulu sana ah, itu rok kamu pendek banget, tadi aja keliatan hahahaha

Lia:
kamu liat?Gw: dikit
Lia: warna apa?

Gw: apa ya?

Lia: ah berarti gak liat

Gw: hahahaha, pink

Lia:
( berjalan mendekati gw )Gw:
ampun li ampun gak sengaja 
Lia: ( berbicara di depan muka gw, jaraknya gak tau deh berapa centi ) Warna apa?
Gw: jangan deket-deket dong, napas kamu sampe kerasa

Lia: warna apa?
Gw: gak tau

Lia: hahahhaaha, udah gw duga, lu cuma nebak

Gw:
( kalo kamu udah sampe part ini li, emang beneran gw liat waktu itu , warna pink
)Lia: bentar ndra, gw ganti baju dulu, nanti malah beneran keliatan
( lalu dia masuk ke dalam kamar mandi )Gw: hahahahah
Lalu gw berjalan ke luar kamar lia, baju gw acak-acakan, rambut gw acak-acakan muka kusut, keringetan ( lengkap lah kalo becanda ama si lia, abis di ubek-ubek gw ama dia
) lalu lia kembali dari kamarnya, kini dia menggunakan kaos polos warna biru apa warna ijo gw lupa, dan celana pendek, bener bener pendekQuote:
Gw: huhh huhhh huhh ( masih ngos-ngosan )
Lia: kenapa lu? ( sambil mengikat rambutnya )
Gw: cape
Mbok: Ini non minumnya, mas ini minumnya, kenapa mas?
Gw: cape mbok huhh huhh glek glek glekk ( gw minum abis satu gelas
)Mbok: cape kenapa mas?
Gw: abis main sama lia mbok
Mbok:

Lia: Iya si hendra sadis lah mbok, aku dipegangin sampe gak bisa gerak

Mbok:

Gw: kan lu yang mulai

Mbok:
Lia: lain kali awas kalo gw di atas lu ( kita main pukul-pukulan bantal )
Gw: gak bakalan lu sampe ada di atas, enakan di atas hahahah
Mbok:
mbok permisi dulu deh ya non, masGw: iya mbok

Lia: kenapa si mbok mukanya aneh gitu

Gw: gak tau

Lia:

Ya begitulah gw kalo sama lia, becandanya suka kelewatan. Lagian lia juga kayanya gak punya temen banyak. Tiap gw ketemu ama dia, temennya selalu ganti-ganti. Akhirnya gw pun pulang karena sudah aga gelap, gw pun di antar lia sampai jalan yang ada angkotnya, lalu dia kembali pulang dan gw pulang ke rumah gw. Di rumah gw sms an lagi sama si lia, kadang juga putri. Kini 2 wanita itu menghiasi hidup gw, selalu bercanda walaupun gak pacaran. Gw ngerasa lebih nyaman gini kali ya.
Quote:
Lia: thanks ndra udah nemenin gw
Gw: iya sama sama. makasih juga, bilangin sama si mbok, jusnya enak
Lia: iya, ndra malem minggu temen-temen gw mau ada acara, ada yang ultah dirayain
Gw: dimana?
Lia: ( lia pun menyebut sebuah rumah makan di bagian bandung utara, sekitaran dago ) temenin gw ya.
Gw: sampe malem?
Lia: mulainya malem, bukan sampe malem
Gw: ya sama aja
( SMS FAILED
)Gw pun berdiam diri, gak lama lia telepon,
Gw: untung lu telepon, pulsa gw abis, hahaha
Lia: udah tau, hahahaha, gw kan tadi cek HP lu, pulsanya tinggal 2 ribuan

Gw:
( lia suka cek-cek, pinjem HP gw, gak tau kenapa )Lia: bisa kan besok? lu bawa baju sama celana ganti dari rumah.
Gw: gak nginep kan?
Lia: engga lah, masa lu mau nginep di rumah makan

Gw: ya kali aja hehehe. yaudah bisa, tapi besok gw pulang agak sore, latihan upacara dulu .
Lia: yaudah gw jemput jam 5 ya di sekolah lu?
Gw: ah gila lu, sore amat. gw palingan jam 3 udah pulang
Lia: yaudah jam 3 gw kesana. Awas kalo gw sampe nunggu lama gara-gara lu latihan upacara
Gw: iyaa, yaudah tunggu besok.
Lia: ok , dah ndraa
Telepon pun dimatikan, gw pun nonton-nonton TV di ruangan tengah, Lalu Hp gw berbunyi, sebuah SMS. ( Terima kasih anda telah mengisi ulang di xxxxxxx sisa pulsa anda Rp. 50.000 ) kira-kira begitu kali ya. Gila ada pulsa nyasar 50 ribu? Lalu hp gw berbunyi lagi, sebuah telepon dari lia
Quote:
Lia: pulsanya masuk gak? gw di counter nih, takutnya belum masuk, males balik lagi
Gw: ini pulsa kamu yang isi? ngapain li? ah kamu mah aku jadi gak enak
Lia: gak apa-apa , sekalian gw isi pulsa, yaudah ya gw balik dulu ( tut )
Telepon dimatikan secara sepihak. Gw jadi gak enak sama si lia ini. Emang sih dia gak pernah peduli sama yang namanya uang, dia ga pernah kekurangan. Tapi ya gak gini juga kali
kan gensi
( piss li
)Akhirnya gw menonton TV kembali, gw gak sms lia, gak sms putri juga. Gw malah jadi bingung kenapa lia baik sama gw? apa si lia suka ama gw? ah masa iya? dia kan kelas 2. gw kelas 1. Walaupun memang kalo lia kemana-mana selalu sama gw, tapi gw gak ngerasa dia suka ama gw. Sikapnya juga biasa-biasa aja. Mungkin cuma gw yang ke GR an

Keesokan harinya, hari ini hari sabtu, malam minggu. di sekolah gw belajar, lalu gw latihan upacara lalu gw pulang, tapi gak langsung pulang, gw ada janji dengan lia. Gw liat jam di HP jam setengah 4. pasti tu anak ada di depan sekolah gw nungguin gw
. Dan benar saja lia ada di depan sekolah gw lagi bengong-bengong liatin angkot yang lewat
. Gw pun samperin dia yang sedang duduk-duduk lengkap dengan seragam SMA nyaQuote:
Gw: hehehehe

Lia:

Gw: lama ya? sorry-sorry

Lia: siapa ya?

Gw: anjir lah, gak kenal ya mba? sorry salah orang ( gw pun berbalik, pasti dia manggil gw
)Sampe gw nyebrang jalan balik lagi ke sekolah gw pun dia gak manggil gw
. Dia masih bengong-bengong di tempat yang sama
. Gw pun balik lagi , nyebrang lagi lah 2 kali
Quote:
Gw: udah dong, ya maaf kan gak tau keluar jam segini

Lia: gak tau ah,
Gw: yah ngambek
mang mang tahu gejrotnya satu ( memesan tahu gejrot yang tak jauh dari gw )Tahu: ok jang, ladaan entong? ( ok dek, kasih pedes jangan? )
Gw: kasih mang, 4 ya.
Tahu: ya
Tahu gejrot gw pun dibuat, lia masih aja pura-pura gak kenal. Tahu gejrot gw gak lama pun jadi, lalu gw duduk di depan lia menggunakan kursi plastik berwana biru.
Quote:
Gw: nyam nyam nyam nyam
Lia: ..............
Gw: uh pedes, mantapp
Lia: ................
Gw: mang wawan, hiji digelas ( pesen satu pake gelas )
Wawan: siap bos
Es goyobod gw pun datang, gw masuk makan tahu gejrot itu di depan lia sambil minum es goyobod

Gw: uhh pedes,, slruppppppp ah segerrrrr
Quote:
Lia:................
Gw: mba namanya siapa?
Lia: ............
Gw: mau mba? enak loh
Lia: mang tahu gejrotnya satu, cabenya 4 juga. Mang es goyobodnya satu
Gw:

Lia: ah BT ah , gw jadi kepengen

Gw:

Tahu gejrot lia pun jadi, tentunya dengan pedas yang luar biasa, padahal 1 aja juga udah pedes

Quote:
Gw: pedes ya?

Lia: banget

Gw: lagian ikut-ikutan aja ah

Lia: abis lu makannya gw liat enak banget huhhh hahh huhha hhhhaahh
Gw:

Tahu gejrot gw abis, punya lia gak abis, malah goyobod gw pun diembat dia setengahnya

Gw: wah itu bibir nya jadi merah gitu , seksi lah

Lia: masa uuuuuuu ( sambil monyong-monyongin mulutnya
)Gw: ipok nih

Lia: ipok aja kalo berani, nih uuuuuu hahahahahaha
Gw:
Lia: yaudah yuk ke rumah gw dulu, gw mandi dulu, ganti baju juga
Gw: iya. acaranya emang jam berapa?
Lia: jam 8 malem
Gw: ah gila masih lama banget, ni masih jam 4

Lia: ya tunggu di rumah gw aja.yaudah yukk ah panas
Gw: yaudah yuk,
Setelah membayar tahu gejrot dan goyobod, gw dan lia pun masuk ke dalam mobil lia yang diparkir di pinggir jalan . Dimobil gak ada obrolan yang spesial, biasa-biasa aja, kadang ngomongin cewe-cowo yang lagi pacaran, boncengan di motor
( gw malah keinget putri ) #ahsudahlahSesampainya di rumah lia, gw pun masuk setelah tuan rumah masuk duluan, lalu duduk di tempat dulu gw duduk.
Quote:
Lia: mau makan gak ndra?
Gw: enggak ah masih kenyang
Lia: ngemil aja ya?
Gw: iya, ama minum deh haus, tadi diabisin ama lu
Lia: yaudah bentar, gw taro tas dulu ke kamar.
Gw: iya,
Tak berapa lama lia pun kembali , masih dengan seragam SMA nya masih dengan rok super mini dan kali ini dia membawa minumannya sendiri
Quote:
Gw: tumben bawa sendiri?
Lia: ya gak apa-apa sekali-sekali, kasian juga mbok udah tua kan
Gw: bagus bagus. rajin rajin

Lia: siapa dulu dong, lia hahahahah

Gw:

Gw pun menonton TV yang jaraknya jauh sekali dari gw duduk, tapi tetap terlihat jelas, karena TVnya 4 kali lebih gede dari TV di rumah gw
. LaluQuote:
Bugggggg
Gw: anjirrrr lah li, sakit ( gw dipukul pake bantal sofa, kan keras tuh , sampe mental mental kepala gw
)Lia: hahahahaha, eh sakit ya
Gw: sakit lah , pusing nih
Lia: mana yang sakit ( dia duduk mendekati gw )
Gw: kepala gw lah, yang lu pukul kan kepala

Lia: sorry sorry hahahaha
Kepala gw dipijet-pijet

Gw: enak li

Lia: enak ya? hebat ya gw mijetnya?

Gw: iya enak, ahhhh
Lia: majuan dikit susah mijetinnya
Gw pun duduk agak majuan kali ini lia ada tepat di belakang gw, terhimpit oleh belakang sofa dan badan gw

Quote:
Lia: diem jangan gerak-gerak, cari kesempatan dalem kesempitan ya
Gw: hehehe, gak enak nih duduknya. Ada yang nonjol-nonjol

Lia: alesan.
Gw: heheheh

Setelah agak lama gw dipijit oleh lia, dan kita gak saling berbicara satupun. Gw bertanya kepada lia
Quote:
Gw: li, aku mau nanya boleh?
Lia: nanya apa? ( mukanya ada disamping gw, wangi rambutnya itu loh
)Gw: kok lu mau temenan ama gw? baik banget lagi ama gw
Lia: ya emang kenapa? lagian lu juga baik, mau nemenin gw kemana-mana
Gw: kan lu ada temen-temen sekolah lu
Lia: ah gak ah, mereka sibuk masing-masing. Kalo ada perlunya aja baru nyari gw
Gw: ohhhh, udah li ah. gantian sini

Lia: emang bisa mijet?

Gw: duduk di depan ( gw pun berpindah ke belakang, dan lia di depan gw sekrang, duduk bersila )
Lia: sakit lah

Gw: hehheehe, sorry kekerasan ya

Lia: pelainin dikit, nah iya itu, kiri dikit, kanan, kejauhannn, kiri lagi, bawah, bawah bawah
. nah itu ahhh enakGw: enak ya.

Lia: iya enak, pundak aku juga dong pegel-pegel nih tiap hari nyetir
Gw: iya,
Kali ini gw mijetin pundak lia, tapi, kepala lia malah bersender di bahu gw, gw malah jadi bisa ngeliat muka dia, wangi wambutnya, muka cantiknya, lalu
Quote:
Lia: ndra?
Gw: apa?
sormin180 dan yuaufchauza memberi reputasi
2
Kutip
Balas