- Beranda
- Stories from the Heart
The Ultimate Four (Genre: Sci-Fi, Drama, Thriller)
...
TS
wait.and.see70
The Ultimate Four (Genre: Sci-Fi, Drama, Thriller)
Quote:
Selamat malam SFTH. Ini trit pertama ane disini setelah sekian lama SR. Sebagai penggemar film science fiction, dan membaca beberapa karya tulis fiksi beberapa TS disini, ane jadi tergerak untuk membuat suatu cerita bertema Fiksi dan Sains. Karena ane baru pertama kali nulis disini, mohon bimbingannya dan koreksi jika ada kata-kata yang salah. Trimakasih sebesar-besarnya untuk reader yang telah sudi mampir.
Quote:
Quote:
Spoiler for INDEX:
Quote:
Quote:
Diubah oleh wait.and.see70 26-04-2014 20:54
anasabila memberi reputasi
1
5.5K
37
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
wait.and.see70
#1
Scene #1
Scene I
Derap langkah terdengar riuh dari kejauhan.Raungan sekelompok makhluk yang sekujur tubuhnya lecet terkikis menghenyak heningnya malam di pinggir perbatasan kota Pontianak. Namun beberapa prajurit bersenjata Sniper L115 sudah bersiap di pos jaga masing-masing. Suara sirene memecah malam, mengingatkan setiap warga di perbatasan untuk siaga dan segera berlindung dalam rumah masing-masing. Dentuman suara Sniper L115 diikuti riuhnya suara senapan otomatis dari tentara pasukan darat membuat kepanikan semakin menjadi. Lusinan Beast berhasil dilumpuhkan tanpa ada korban berarti.
“Wahyu, segera susuri perimeter!” Ujar ketua komando memberiku perintah.
Dengan sigap aku bersama beberapa rekanku menyeruak dalam kegelapan malam mencari sisa-sisa nadi kehidupan dari Beast yang tadi kami tembaki.
Kulihat satu persatu mayat beast yang tergeletak dalam kumpulan. bekas-bekas peluru di sekujur tubuh mereka serta bau anyir darah membuat suasana malam itu mencekam.
"Ada sekitar 15 mayat." Ujar Baskoro yang berada 10 meter di sisi kananku.
Aku menendangi beberapa mayat untuk memastikan mereka sudah benar-benar mati.
“Perimeter aman!” Ujarku setelah puas menyusuri TKP.
Aku adalah tentara di distrik Singkawang, sebuah kota di pinggiran Pontianak dan dekat dengan perbatasan daerah aman atau Green Zone. Tugasku disini adalah mengamankan Green Zone distrik Singkawang dari Beast yang berkeliaran. Sudah bertahun-tahun aku menjalani tugas ini. Sudah bertahun-tahun pula aku melihat keganasan Beast yang tanpa ampun, seakan ingin menghabisi kami. Mereka bukan binatang, hanya manusia yang kini bermutasi mengikuti jalan pikirannya sebagai makhluk yang berada di puncak rantai makanan. Mereka masih memiliki pemikiran dan strategi. Dan kami harus mengetahui jalan pikiran mereka agar tidak kecolongan.
“Yu, lihat ini.” Kata Baskoro menyuruhku untuk mengecek sesosok mayat Beast.
“menurutmu yang ini berapa?” tanya baskoro.
“Sekitar 6 tahun mungkin.” Ujarku datar.
Didepan kami terkulai mayat beast seukuran anak-anak berumur 6 tahun. Mereka layaknya makhluk hidup lain, juga berkembang biak. Itulah yang membuat populasi mereka kian hari kian bertambah.
“Ibaratnya anak-anak yang disuruh kerja oleh orang tuanya.” Ujar Baskoro sebelum berlalu meninggalkan perimeter. Aku menyusul dibelakangnya sambil tersenyum kecut. Malam yang tadinya riuh oleh sirene dan raungan Beast sekarang kembali sunyi.
Diubah oleh wait.and.see70 18-04-2014 00:27
0




