- Beranda
- Stories from the Heart
MESIN WAKTU : Catatan Seorang...PECUNDANG!
...
TS
luckyismine
MESIN WAKTU : Catatan Seorang...PECUNDANG!
Quote:
MESIN WAKTU
Kenapa ku harus menunggu
Kenapa, aku pun tak tahu
Kutahu itu tlah berlalu
Sinaran cintamu
Jangan bilang, jangan bilang
Ku tak bahagia
Aku hanya, aku hanya
Terhantui
Hari-hari terus berganti
Mengapa ku terus mencari
Saat kita memadu kasih
Tuk ulangi lagi
Kan ku kenang, kan ku kenang
Didalam dada
Tak kan hilang, tak kan hilang
Selamanya, selamanya
Ku menunggu meski engkau, tak kan tahu
Andai ada mesin waktu
Mengapa ku harus menunggu
Mengapa akupun tak tahu
Meski menunggu tiada tentu
Sinaran cintamu
Sisihkanlah, sisihkanlah
Dalam hatimu
Walau hanya, walau hanya
Semenit saja, sedetik saja
Ku menunggu meski engkau takkan tahu
Ku menunggu kau disini
Kenapa ku harus menunggu
Kenapa, aku pun tak tahu
Kutahu itu tlah berlalu
Sinaran cintamu
Jangan bilang, jangan bilang
Ku tak bahagia
Aku hanya, aku hanya
Terhantui
Hari-hari terus berganti
Mengapa ku terus mencari
Saat kita memadu kasih
Tuk ulangi lagi
Kan ku kenang, kan ku kenang
Didalam dada
Tak kan hilang, tak kan hilang
Selamanya, selamanya
Ku menunggu meski engkau, tak kan tahu
Andai ada mesin waktu
Mengapa ku harus menunggu
Mengapa akupun tak tahu
Meski menunggu tiada tentu
Sinaran cintamu
Sisihkanlah, sisihkanlah
Dalam hatimu
Walau hanya, walau hanya
Semenit saja, sedetik saja
Ku menunggu meski engkau takkan tahu
Ku menunggu kau disini
MINOR66
Quote:
Permisi agan dan aganwati
Ijinkan gwa untuk ikutan ngeramein forum SFTH ini, terutama buat para momod dan sesepuh dimari. Walaupun gwa udah lama nongkrong di kaskus, ternyata ada sebuah forum yang begitu damai namun cukup membuat hati ini galau (halagh!). Apalagi setelah dihajar oleh dua kisah legendaris dari bung Ari sama bung Anto, maka terciptalah akun klonengan ini . Kisah mereka bener2 membuat kenangan2 masa lalu gwa jadi terbuka lagi. Aselih, gwa udah move on abis kok
. Cuma kenangan itu seperti berputaran di kepala gwa. Dan apa salahnya gwa tuangkan sebagiannya disini, itung2 sambil ngasah kebiasaan nulis gwa yg udah lama gwa tinggalin.
Ohya, disini gwa nga ngikutin pakem temen2 yang pada share kisah hidupnya dimari. Yang segitu detailnya, nyeritain mulai dari dilahirin, masa SD, SMP, SMA. Kalo gwa cukup dari masa kuliah aja. Karena kenangan dimasa2 sebelum itu udah banyak yang lupa dan selain itu gwa emang nga ada niat untuk bikin biography komplit tentang kehidupan gwa disini.
Tapi hanya sepenggal dari banyak cerita yang gwa alami dimasa lalu.
Gwa juga nga make rule2-an dimari. Bebas2 aja selama masih mengikuti tata tertib official dimari. Toh, gwa juga cuma numpang lapak dimari. Yang punya kuasa dimari tentu aja momodnya, biarlah beliau2 yang menilai nantinya.
Ohiya, ada satu quote dari sesepuh di SFTH yang sangat berkesan buat diri gwa sebelum ikut berpartisipasi disini. Quotenya sedikit gwa edit, tapi nga mengurangi makna dari pesannya. Terutama kata2nya yg gwa kasih warna merah
Maka ijinkanlah gwa untuk membodohi diri gwa disini untuk menceritakan masa lalu gwa.
Sedang untuk masalah izin dengan tokoh2 yang ada di dalam cerita ini belum gwa kantongin. Karena selain gwa udah nga tahu keberadaan mereka, gwa pun ngerasa mereka nga ada yg ngaskus. Makanya gwa coba mem'fiksi'kan cerita gwa ini, dengan harapan nantinya nga menjadi masalah baru buat gwa.
So, silahkan menikmati MESIN WAKTU gwa ini
Ijinkan gwa untuk ikutan ngeramein forum SFTH ini, terutama buat para momod dan sesepuh dimari. Walaupun gwa udah lama nongkrong di kaskus, ternyata ada sebuah forum yang begitu damai namun cukup membuat hati ini galau (halagh!). Apalagi setelah dihajar oleh dua kisah legendaris dari bung Ari sama bung Anto, maka terciptalah akun klonengan ini . Kisah mereka bener2 membuat kenangan2 masa lalu gwa jadi terbuka lagi. Aselih, gwa udah move on abis kok
. Cuma kenangan itu seperti berputaran di kepala gwa. Dan apa salahnya gwa tuangkan sebagiannya disini, itung2 sambil ngasah kebiasaan nulis gwa yg udah lama gwa tinggalin.Ohya, disini gwa nga ngikutin pakem temen2 yang pada share kisah hidupnya dimari. Yang segitu detailnya, nyeritain mulai dari dilahirin, masa SD, SMP, SMA. Kalo gwa cukup dari masa kuliah aja. Karena kenangan dimasa2 sebelum itu udah banyak yang lupa dan selain itu gwa emang nga ada niat untuk bikin biography komplit tentang kehidupan gwa disini.
Tapi hanya sepenggal dari banyak cerita yang gwa alami dimasa lalu.Gwa juga nga make rule2-an dimari. Bebas2 aja selama masih mengikuti tata tertib official dimari. Toh, gwa juga cuma numpang lapak dimari. Yang punya kuasa dimari tentu aja momodnya, biarlah beliau2 yang menilai nantinya.
Ohiya, ada satu quote dari sesepuh di SFTH yang sangat berkesan buat diri gwa sebelum ikut berpartisipasi disini. Quotenya sedikit gwa edit, tapi nga mengurangi makna dari pesannya. Terutama kata2nya yg gwa kasih warna merah
Quote:
Original Posted By mullupus►Tes tes... 1-2-3...
Dear agan, terima kasih atas komentarnya. Ya, memang udah konsekuensi sebagai 'pencerita' jika pembaca-pembacanya ingin mencari tahu kebenaran tentang cerita tersebut. Kalau agan bilang semua penulis di SFTH itu pintar-pintar, kayaknya agan salah nilai. Kalau menurut gue, para penulis di SFTH itu malah ingin membodohi dirinya sendiri sebab apa yang dia tuliskan juga nyatanya terkadang malah membawa masalah baru.
Taruhlah begini, contohnya seseorang mengetahui bahwa menulis bisa dijadikan sebagai terapi. Pertama-tama yang dilakukannya itu bukan menjadikan tulisan itu enak untuk dibaca, tetapi dia menulis karena apa yang orang lain katakan belum tentu sama seperti apa yang terjadi. Poin ini dulu yang dikutip.
Lalu dari apa yang dia tuliskan, sebenarnya secara nggak langsung dia nggak ingin berbagi kepada orang-orang, namun dia hanya ingin mereka peduli terhadap hidupnya. Nah, seperti yang gue bilang tadi―orang yang baru pertama kali menulis cerita, dia nggak tahu apakah tulisannya itu enak dibaca atau nggak, alurnya kayak gimana, tokoh-tokohnya seperti apa, dll. Seperti yang agan bilang, bagaimana nasib para pemeran jika dia nggak meminta izin untuk menulis? Bagaimana jika mereka yang membaca kemudian tahu tokoh-tokohnya, kemudian menyebarkan pandangan negatif?
Pada kasus di thread ini, gue menyimpulkan kalau untuk ke depan gue harap semua penulis di SFTH yang belum dapat izin dari para pemeran, sebaiknya menyamarkan nama/tempat, atau hal lain yang berkaitan sehingga bikin orang lain jadi KEPO. Kurt Cobain berkata, "If you read, you will judge." dan memang begitulah adanya.
Dear agan, terima kasih atas komentarnya. Ya, memang udah konsekuensi sebagai 'pencerita' jika pembaca-pembacanya ingin mencari tahu kebenaran tentang cerita tersebut. Kalau agan bilang semua penulis di SFTH itu pintar-pintar, kayaknya agan salah nilai. Kalau menurut gue, para penulis di SFTH itu malah ingin membodohi dirinya sendiri sebab apa yang dia tuliskan juga nyatanya terkadang malah membawa masalah baru.
Taruhlah begini, contohnya seseorang mengetahui bahwa menulis bisa dijadikan sebagai terapi. Pertama-tama yang dilakukannya itu bukan menjadikan tulisan itu enak untuk dibaca, tetapi dia menulis karena apa yang orang lain katakan belum tentu sama seperti apa yang terjadi. Poin ini dulu yang dikutip.
Lalu dari apa yang dia tuliskan, sebenarnya secara nggak langsung dia nggak ingin berbagi kepada orang-orang, namun dia hanya ingin mereka peduli terhadap hidupnya. Nah, seperti yang gue bilang tadi―orang yang baru pertama kali menulis cerita, dia nggak tahu apakah tulisannya itu enak dibaca atau nggak, alurnya kayak gimana, tokoh-tokohnya seperti apa, dll. Seperti yang agan bilang, bagaimana nasib para pemeran jika dia nggak meminta izin untuk menulis? Bagaimana jika mereka yang membaca kemudian tahu tokoh-tokohnya, kemudian menyebarkan pandangan negatif?
Pada kasus di thread ini, gue menyimpulkan kalau untuk ke depan gue harap semua penulis di SFTH yang belum dapat izin dari para pemeran, sebaiknya menyamarkan nama/tempat, atau hal lain yang berkaitan sehingga bikin orang lain jadi KEPO. Kurt Cobain berkata, "If you read, you will judge." dan memang begitulah adanya.
Maka ijinkanlah gwa untuk membodohi diri gwa disini untuk menceritakan masa lalu gwa.
Sedang untuk masalah izin dengan tokoh2 yang ada di dalam cerita ini belum gwa kantongin. Karena selain gwa udah nga tahu keberadaan mereka, gwa pun ngerasa mereka nga ada yg ngaskus. Makanya gwa coba mem'fiksi'kan cerita gwa ini, dengan harapan nantinya nga menjadi masalah baru buat gwa. So, silahkan menikmati MESIN WAKTU gwa ini
Spoiler for Makasih buat cendolnya :
* * * C H A P T E R I * * *
Spoiler for INDEX:
MUKADIMAH
STRANGE DAYS
STRANGE DAYS TOO
STILL STRANGE DAYS
INTERMEZZO
LA WOMAN
ANOTHER LA WOMAN
LIGHT MY FIRE
TOUCH ME
Me, Soe Hok Gie and Jim Morrison
TOUCH ME AGAIN
LOVE(?)
KISS ME
LOVE(?) or LUST(?)
WILD HORSES
ZZZZZZZZZZZ!!!!
[URL=""]LOSER (1st)[/URL]
(CAN'T LIVE WITHOUT YOUR) LOVE AND AFFECTION
KILLER QUEEN
IT'S COMPLICATED!
IT'S STILL COMPLICATED!
MORE COMPLICATED AND F**K UP!
LOVE STINKS
DATE WITH VIA
THE NEW BEGINNING
EEEAAAAAAAA!!!
THE SWEETEST THING
BEBEB OH BEBEB
STAIRWAY TO HEAVEN
BACKSTREET GIRL
IRIS
CLOSER TO THE HEART
TAKKAN ADA CINTA YANG LAIN
THE KILL
THE NURSE
NASI GORENG CAMPUR BENCI
I MISS YOU
WITH OR WITHOUT YOU
LAY LADY LAY
LAY LADY LAY NOW
WILD THING
AM I THE SAME GIRL
LE BOY WANNABE
ANOTHER STORY ABOUT PAST
EVERYBODY'S CHANGING
MY SHARONA
MY SHARONA 2
BIZZARE LOVE TRIANGLE
WONDERBOY
WONDERBOY 2
CREEP
JULIA SAYS
JULIA SAYS 2
YOU SHOOK ME ALL NIGHT LONG
REGRET
STILL REGRET
INTERSTATE LOVE SONG
STILL INTERSTATE LOVE SONG
THUNDERSTRUCK
IS THIS LOVE
YOU SEE THE TROUBLE WITH ME
YOU SEE THE TROUBLE WITH ME THEN
SPACE ODDITY
WHEN LOVE AND HATE COLLIDE
DILLEMA
WONDERFUL
AKHIR RASA INI
STRANGE DAYS
STRANGE DAYS TOO
STILL STRANGE DAYS
INTERMEZZO
LA WOMAN
ANOTHER LA WOMAN
LIGHT MY FIRE
TOUCH ME
Me, Soe Hok Gie and Jim Morrison
TOUCH ME AGAIN
LOVE(?)
KISS ME
LOVE(?) or LUST(?)
WILD HORSES
ZZZZZZZZZZZ!!!!
[URL=""]LOSER (1st)[/URL]
(CAN'T LIVE WITHOUT YOUR) LOVE AND AFFECTION
KILLER QUEEN
IT'S COMPLICATED!
IT'S STILL COMPLICATED!
MORE COMPLICATED AND F**K UP!
LOVE STINKS
DATE WITH VIA
THE NEW BEGINNING
EEEAAAAAAAA!!!
THE SWEETEST THING
BEBEB OH BEBEB
STAIRWAY TO HEAVEN
BACKSTREET GIRL
IRIS
CLOSER TO THE HEART
TAKKAN ADA CINTA YANG LAIN
THE KILL
THE NURSE
NASI GORENG CAMPUR BENCI
I MISS YOU
WITH OR WITHOUT YOU
LAY LADY LAY
LAY LADY LAY NOW
WILD THING
AM I THE SAME GIRL
LE BOY WANNABE
ANOTHER STORY ABOUT PAST
EVERYBODY'S CHANGING
MY SHARONA
MY SHARONA 2
BIZZARE LOVE TRIANGLE
WONDERBOY
WONDERBOY 2
CREEP
JULIA SAYS
JULIA SAYS 2
YOU SHOOK ME ALL NIGHT LONG
REGRET
STILL REGRET
INTERSTATE LOVE SONG
STILL INTERSTATE LOVE SONG
THUNDERSTRUCK
IS THIS LOVE
YOU SEE THE TROUBLE WITH ME
YOU SEE THE TROUBLE WITH ME THEN
SPACE ODDITY
WHEN LOVE AND HATE COLLIDE
DILLEMA
WONDERFUL
AKHIR RASA INI
* * * C H A P T E R II * * *
Spoiler for INDEX:
THAT'S WHAT FRIEND ALL FOR
KEPOMPONG
KEPOMPONG 2
DREAMER
BENCI TAPI RINDU
MY TURNING POINT BEGINS
PERFECT DAY
VOX POPULI
DON'T GIVE UP
THE SPIRIT CARRIES ON
STILL THE SPIRIT CARRIES ON
NEVER SURRENDER
DIZZ KNEE LAND
POSITIVITY
ALWAYS POSITIVITY
I CAN SEE CLEARLY NOW
WITH A LITTLE HELP FROM MY FRIENDS
HERE COMES THE DAY
HERE COMES THE DAY 2
STAGNANT
NEWBORN
NEWBORN BABY
DECEMBER
DECEMBER II
CURCOL
ITS HOLIDAY
ITS HOLIDAY 2
HYPNOTIZE
HIGH
HORNY
SHIT HAPPENS! : HIGHWAY STAR
SHIT HAPPENS! : HIGHWAY STAR II
SHIT HAPPENS TWICE!! : PEOPLE ARE STRANGE
SHIT HAPPENS TWICE!! : PEOPLE ARE STRANGE II
THANK YOU
THANK YOU II
Testing 1,2,3
HONESTLY
mIRC
mIRC lagi
KEPOMPONG
KEPOMPONG 2
DREAMER
BENCI TAPI RINDU
MY TURNING POINT BEGINS
PERFECT DAY
VOX POPULI
DON'T GIVE UP
THE SPIRIT CARRIES ON
STILL THE SPIRIT CARRIES ON
NEVER SURRENDER
DIZZ KNEE LAND
POSITIVITY
ALWAYS POSITIVITY
I CAN SEE CLEARLY NOW
WITH A LITTLE HELP FROM MY FRIENDS
HERE COMES THE DAY
HERE COMES THE DAY 2
STAGNANT
NEWBORN
NEWBORN BABY
DECEMBER
DECEMBER II
CURCOL
ITS HOLIDAY
ITS HOLIDAY 2
HYPNOTIZE
HIGH
HORNY
SHIT HAPPENS! : HIGHWAY STAR
SHIT HAPPENS! : HIGHWAY STAR II
SHIT HAPPENS TWICE!! : PEOPLE ARE STRANGE
SHIT HAPPENS TWICE!! : PEOPLE ARE STRANGE II
THANK YOU
THANK YOU II
Testing 1,2,3
HONESTLY
mIRC
mIRC lagi
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 84 suara
Siapa yang jadi istri gwa saat ini?
Dinda
12%
Felisha
35%
Bebeb
5%
Megan Fox
23%
Semuanya salah
26%
Diubah oleh luckyismine 05-04-2017 18:38
sormin180 dan 3 lainnya memberi reputasi
4
358.2K
Kutip
1.7K
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
luckyismine
#251
THE NURSE
Spoiler for THE NURSE:
Quote:
"Kok buru2 banget sih? Luka kamu aja masih belom bersih2 banget tuh" protes Felisha ketika diatas motor.
"Ah, nga apa2 kok, cuma lecet2 ini" sahut gwa ngegampangin.
"Nga boleh, nanti kalo ada apotik berenti dulu ya?! Luka kamu tuh musti dibersihin yang bener. Kamu masih butuh tangan kamu itu buat ujian besok. Ya khan?!" Felisha tetep bersikeras untuk ngerawat luka2 ditangan gwa ini.
"Beneran Fel, lo nga usah repot2. Besok juga sembuh kok"
"Iih, ngeyel banget sih dibilanginnya. Tuh ada apotik, berenti deh!"
Sebenernya gwa pengen lewatin apotik yang ada didepan ini, karena gwa ngerasa lecet2 dikepalan tangan gwa ini nga perlu dirawat lagi. Toh, tadi udah dicocol2in make betadine di pos satpam. Tapi, cubitan Felisha yang super pedes ini udah nempel dibahu gwa dan kayaknya bakal jadi makin pedes lagi kalo gwa tetep nekad ngelewatin itu apotik.
"Lo ye, pala gwa udah benjol2, masih juga ditambahin sama cubitan pedes lo" sungut gwa sambil markirin motor di halaman apotik.
"Biarin, weks!" sahutnya sambil mengerutkan hidung dan memonyongkan bibirnya.
Lalu cewek yang masih memakai setelan baju kerja itu berlari kecil memasuki apotik. Gwa mending nunggu aja dimotor lah. Emang sih rasa nyeri2 dijari2 tangan gwa udah nga kerasa banget, cuma sekarang udah mulai kerasa pegel2 dan ngilu2. Kayak mau patah2 gitu rasanya.
Nga pake lama, Felisha udah nonggol lagi sambil menenteng2 kresek yang isinya untuk keperluan perawatan luka gwa ini. Lalu kita pun segera berangkat menuju ketempat Felisha, karena memang seharusnya gwa ini nganterin dia pulang khan?
Gwa markirin motor gwa di depan deretan kontrakan petak2an. Baru kali sih gwa diajak mampir ke kontrakkannya Felisha. Kontrakannya sih nga gede2 banget, tapi cukup resik dan bersih. Keliatan banget kalo ada tangan cewek yang ngerawat tempat ini. Dua merebahkan tubuh gwa yang berasa pegel2 ini keatas kasur yang nyaman ini. Pasti ini kasurnya abang sepupunya, sedang Felisha menghilang masuk kedalam.
Nga lama Felisha muncul udah berganti dengan baju tidurnya yang model sopan2 gitu, sambil ditangannya ngebawa baskom plastik. Rambut panjangnya yang biasa digerai lepas digelung kebelakang seperti konde. Duh, emak2 banget deh gayanya kalo udah kayak gitu.
"Siniin tangan kamu, biar aku kompres dulu pake rivanol" kata Felisha sambil menuangkan cairan berwarna kekuningan itu kedalam baskom.
"Khan tadi udah dikasih betadine Fel, udah higienis juga kali luka gwa" gwa masih keukeuh nga mau dikompres, tapi ngeliat dia melototin gwa ya nyali gwa ciut juga. Serem banget sob pelototannya!
"Udah ah, nurut aja knapa sih?" sergah Felisha sambil menarik tangan gwa.
"Aww, pelan2 dong nariknya?!" protes gwa sambil nahan sakit.
"Ck...!" Felisha mendelik kearah gwa seolah bilang 'rewel banget sih kamu!'.
Dengan kapas yang udah dibasahi sama rivanol, dia mencocol2 luka dan seluruh jari-jemari gwa. Buset, kalo yang ini rasanya panas dan nyut2an banget. Gwa cuma bisa meringis menahan sakit dan nga berani buka suara. Gwa takut kena pelototan lagi sama Felisha.
Terus tangan gwa direndam kedalam cairan kuning itu. Lagi2 gwa harus menahan rasa sakit yang berasal dari luka2 gwa ini. Biar deh malem ini gwa disiksa sama ini cewek, asal besok tangan gwa bisa sembuh.
Setelah dirasanya cukup, luka gwa ditutup sama perban yang dibalut mengelilingi sebagian punggung tangan dan keempat jari-jemari gwa. Model2nya perbanan kayak orang yang mau bertinju aja. Lalu setelah selesai membalut tangan gwa, lagi2 perban itu disiram sama rivanol. Felisha melanjutkannya lagi pada tangan gwa yang sebelah lagi.
Gwa curiga ini cewek kayaknya pernah jadi suster dulunya. Selain terlatih, Felisha begitu telaten dan lembut merawat luka2 gwa ini.
Sesekali gwa curi pandang memperhatikan wajahnya. Pada hidungnya yang mungil. Pada bibir bulatnya nan ranum, yang tampak seperti selalu tersenyum. Pada kedua tulang pipinya yang menonjol. Pada kedua matanya yang seolah2 merangkum bintang2 dilangit dan menyimpannya disana. Dan yang gwa rasain, nyeri2, ngilu2 dan pegel2 ditangan gwa seolah menguap oleh sentuhan lembutnya. Haish!
"Iih, kok ngeliatin aku kayak gitu sih?" sentak Felisha sambil mendelik tajam kearah gwa. Ini cewek kok sekarang makin berani melototin gwa mulu ya?
"Eh...nggg, masa' sih?" tanya gwa salting sambil sok sibuk merhatiin tangan gwa yang diperban.
"Iyalah. Sampe mangap gitu mulut kamu" katanya dengan wajah risih.
"Hehehehe, abis lo jago banget sih perbanin tangan gwa. Kayaknya udah biasa ya?" sahut gwa coba nyari2 alesan.
"Bisa jadi. Mungkin karena aku biasa perbanin tangannya sepupu aku yang suka berdarah2 kayak kamu ini" jawabnya datar sambil ngelanjutin perbanin tangan gwa.
"......." ebuset, serem juga tuh sepupunya Felisha
"Selesai...!" kata Felisha sambil tersenyum seperti menantang kearah gwa sambil membuat simpul terakhir pada perban gwa dengan kenceng banget. Aww, sakit!
"......." gwa cuma bisa pasrah sambil nahan rasa sakitnya.
"Lagian kamu kenapa musti pake acara berantem segala sih?" matanya menatap tajam kearah gwa. Nampaknya dia nga suka dengan apa yang gwa lakuin tadi.
"Lho, siapa yang ngajakin berantem tadi? Itu khan mereka duluan yang mulai. Kok malah gwa sih yang diomelin?" bentak gwa nga terima.
Felisha nga ngejawab, mungkin dia nyesel udah ngomong kayak tadi. Dia mendekati kearah gwa dan ketika tangannya diarahkan ke kepala gwa, gwa coba mengelak. Gwa ngerasa Felisha nga perlu repot2 ngerawat luka2 gwa ini, kalo toh pada akhirnya dia cuma mau ngomelin gwa doang. Lagian gwa benyut2 gini gara2 siapa sih?
"Nga usah Fel, gwa nga apa2" gwa ngambek nih!
"Ck, sini biar aku periksa muka kamu. Tuh, pada benjol2, sini biar aku kompresin dulu"
Niatnya gwa masih mau nerusin ngambek gwa ini. Tapi ketika wajah Felisha terpampang begitu dekat didepan gwa, seketika napsu gwa buat ngomel2 sirna. Gwa bisa melihat dengan jelas kulit wajahnya bahkan sampai ke pori2nya, yang begitu mulus dan bersih ini seolah menyilaukan mata gwa. Dan gwa seakan tersadar bahwa warna kulit dia sebenernya nga gelap2 banget, mungkin kuning langsat kalo orang2 bilang. Apalagi ketika aroma tubuhnya yang begitu lembut menyeruak memenuhi indera penciuman gwa, juga hembusan napasnya yang lembut dan wangi sesekali menyapu wajah gwa.
Gwa memejamkan mata gwa, menikmati momen ini sepenuh hati gwa. Walau rasa nyeri terasa semakin berdenyut2 ketika kapas yang sudah dibasahi rivanol itu menyapu bagian2 muka dan kepala gwa yang benjol2, gwa tetep mengharapkan Felisha nga cepet2 nyelesaiin kerjaan ini. Gwa bener2 nga pengen momen ini berlalu dengan cepat.
"Luckyyyy, kamu tidur ya?" Felisha seperti berteriak di kuping gwa.
"Hah...eehh, nga kok. Keenakan aja dikompresin sama lo, makanya berasa ngantuk" gwa cengar-cengir bego.
"Hihihi, gitu ya. Eh, kamu laper nga? Aku buatin nasi goreng ya? Mau ya?" tanya Felisha sambil membereskan perlengkapan perawatannya.
"Ah, gwa nga laper kok" jawab gwa berbasa-basi.
"Halagh, nga usah basa-basi deh. Bukannya tadi udah abis kamu keluarin semua isi perut kamu? Tunggu ya, aku buatin dulu"
"Hehehehehehe, iya sih" gwa cuma cengar-cengir malu hati.
Lalu gwa ngambil posisi yang paling enak, yaitu nyenderin punggung gwa ke tembok. Apalagi gwa rasain badan gwa juga udah mulai pegel2. Gwa nyalain sebatang rokok sambil nungguin Felisha masakin nasi gorengnya. Entah bebatan perban Felisha yang terlalu keras atau emang jari-jemari gwa yg udah mulai berasa nga enak, susah bener ini batang rokok gwa pegangnya. Walaupun akhirnya gwa nemu juga posisi megangnya yang pas, yaitu dijepit sama ujung jempol dan telunjuk gwa.
Semilir angin malem yang berhembus melewati jendela kamar ini bikin kepala gwa manggut2 ngantuk. Sebelum terjadi hal2 yang nga bener, gwa matiin rokok gwa ke asbak. Lalu gwa ngerasa mata gwa ini nga kuasa lagi nahan kantuk akibat buaian angin malem yang sejuk ini. ZzzzZZzzzzzzZZzzzz....
"Ah, nga apa2 kok, cuma lecet2 ini" sahut gwa ngegampangin.
"Nga boleh, nanti kalo ada apotik berenti dulu ya?! Luka kamu tuh musti dibersihin yang bener. Kamu masih butuh tangan kamu itu buat ujian besok. Ya khan?!" Felisha tetep bersikeras untuk ngerawat luka2 ditangan gwa ini.
"Beneran Fel, lo nga usah repot2. Besok juga sembuh kok"
"Iih, ngeyel banget sih dibilanginnya. Tuh ada apotik, berenti deh!"
Sebenernya gwa pengen lewatin apotik yang ada didepan ini, karena gwa ngerasa lecet2 dikepalan tangan gwa ini nga perlu dirawat lagi. Toh, tadi udah dicocol2in make betadine di pos satpam. Tapi, cubitan Felisha yang super pedes ini udah nempel dibahu gwa dan kayaknya bakal jadi makin pedes lagi kalo gwa tetep nekad ngelewatin itu apotik.
"Lo ye, pala gwa udah benjol2, masih juga ditambahin sama cubitan pedes lo" sungut gwa sambil markirin motor di halaman apotik.
"Biarin, weks!" sahutnya sambil mengerutkan hidung dan memonyongkan bibirnya.
Lalu cewek yang masih memakai setelan baju kerja itu berlari kecil memasuki apotik. Gwa mending nunggu aja dimotor lah. Emang sih rasa nyeri2 dijari2 tangan gwa udah nga kerasa banget, cuma sekarang udah mulai kerasa pegel2 dan ngilu2. Kayak mau patah2 gitu rasanya.
Nga pake lama, Felisha udah nonggol lagi sambil menenteng2 kresek yang isinya untuk keperluan perawatan luka gwa ini. Lalu kita pun segera berangkat menuju ketempat Felisha, karena memang seharusnya gwa ini nganterin dia pulang khan?
Gwa markirin motor gwa di depan deretan kontrakan petak2an. Baru kali sih gwa diajak mampir ke kontrakkannya Felisha. Kontrakannya sih nga gede2 banget, tapi cukup resik dan bersih. Keliatan banget kalo ada tangan cewek yang ngerawat tempat ini. Dua merebahkan tubuh gwa yang berasa pegel2 ini keatas kasur yang nyaman ini. Pasti ini kasurnya abang sepupunya, sedang Felisha menghilang masuk kedalam.
Nga lama Felisha muncul udah berganti dengan baju tidurnya yang model sopan2 gitu, sambil ditangannya ngebawa baskom plastik. Rambut panjangnya yang biasa digerai lepas digelung kebelakang seperti konde. Duh, emak2 banget deh gayanya kalo udah kayak gitu.

"Siniin tangan kamu, biar aku kompres dulu pake rivanol" kata Felisha sambil menuangkan cairan berwarna kekuningan itu kedalam baskom.
"Khan tadi udah dikasih betadine Fel, udah higienis juga kali luka gwa" gwa masih keukeuh nga mau dikompres, tapi ngeliat dia melototin gwa ya nyali gwa ciut juga. Serem banget sob pelototannya!

"Udah ah, nurut aja knapa sih?" sergah Felisha sambil menarik tangan gwa.
"Aww, pelan2 dong nariknya?!" protes gwa sambil nahan sakit.
"Ck...!" Felisha mendelik kearah gwa seolah bilang 'rewel banget sih kamu!'.
Dengan kapas yang udah dibasahi sama rivanol, dia mencocol2 luka dan seluruh jari-jemari gwa. Buset, kalo yang ini rasanya panas dan nyut2an banget. Gwa cuma bisa meringis menahan sakit dan nga berani buka suara. Gwa takut kena pelototan lagi sama Felisha.
Terus tangan gwa direndam kedalam cairan kuning itu. Lagi2 gwa harus menahan rasa sakit yang berasal dari luka2 gwa ini. Biar deh malem ini gwa disiksa sama ini cewek, asal besok tangan gwa bisa sembuh.
Setelah dirasanya cukup, luka gwa ditutup sama perban yang dibalut mengelilingi sebagian punggung tangan dan keempat jari-jemari gwa. Model2nya perbanan kayak orang yang mau bertinju aja. Lalu setelah selesai membalut tangan gwa, lagi2 perban itu disiram sama rivanol. Felisha melanjutkannya lagi pada tangan gwa yang sebelah lagi.
Gwa curiga ini cewek kayaknya pernah jadi suster dulunya. Selain terlatih, Felisha begitu telaten dan lembut merawat luka2 gwa ini.

Sesekali gwa curi pandang memperhatikan wajahnya. Pada hidungnya yang mungil. Pada bibir bulatnya nan ranum, yang tampak seperti selalu tersenyum. Pada kedua tulang pipinya yang menonjol. Pada kedua matanya yang seolah2 merangkum bintang2 dilangit dan menyimpannya disana. Dan yang gwa rasain, nyeri2, ngilu2 dan pegel2 ditangan gwa seolah menguap oleh sentuhan lembutnya. Haish!
"Iih, kok ngeliatin aku kayak gitu sih?" sentak Felisha sambil mendelik tajam kearah gwa. Ini cewek kok sekarang makin berani melototin gwa mulu ya?
"Eh...nggg, masa' sih?" tanya gwa salting sambil sok sibuk merhatiin tangan gwa yang diperban.
"Iyalah. Sampe mangap gitu mulut kamu" katanya dengan wajah risih.
"Hehehehe, abis lo jago banget sih perbanin tangan gwa. Kayaknya udah biasa ya?" sahut gwa coba nyari2 alesan.
"Bisa jadi. Mungkin karena aku biasa perbanin tangannya sepupu aku yang suka berdarah2 kayak kamu ini" jawabnya datar sambil ngelanjutin perbanin tangan gwa.
"......." ebuset, serem juga tuh sepupunya Felisha

"Selesai...!" kata Felisha sambil tersenyum seperti menantang kearah gwa sambil membuat simpul terakhir pada perban gwa dengan kenceng banget. Aww, sakit!
"......." gwa cuma bisa pasrah sambil nahan rasa sakitnya.
"Lagian kamu kenapa musti pake acara berantem segala sih?" matanya menatap tajam kearah gwa. Nampaknya dia nga suka dengan apa yang gwa lakuin tadi.
"Lho, siapa yang ngajakin berantem tadi? Itu khan mereka duluan yang mulai. Kok malah gwa sih yang diomelin?" bentak gwa nga terima.
Felisha nga ngejawab, mungkin dia nyesel udah ngomong kayak tadi. Dia mendekati kearah gwa dan ketika tangannya diarahkan ke kepala gwa, gwa coba mengelak. Gwa ngerasa Felisha nga perlu repot2 ngerawat luka2 gwa ini, kalo toh pada akhirnya dia cuma mau ngomelin gwa doang. Lagian gwa benyut2 gini gara2 siapa sih?
"Nga usah Fel, gwa nga apa2" gwa ngambek nih!
"Ck, sini biar aku periksa muka kamu. Tuh, pada benjol2, sini biar aku kompresin dulu"
Niatnya gwa masih mau nerusin ngambek gwa ini. Tapi ketika wajah Felisha terpampang begitu dekat didepan gwa, seketika napsu gwa buat ngomel2 sirna. Gwa bisa melihat dengan jelas kulit wajahnya bahkan sampai ke pori2nya, yang begitu mulus dan bersih ini seolah menyilaukan mata gwa. Dan gwa seakan tersadar bahwa warna kulit dia sebenernya nga gelap2 banget, mungkin kuning langsat kalo orang2 bilang. Apalagi ketika aroma tubuhnya yang begitu lembut menyeruak memenuhi indera penciuman gwa, juga hembusan napasnya yang lembut dan wangi sesekali menyapu wajah gwa.
Gwa memejamkan mata gwa, menikmati momen ini sepenuh hati gwa. Walau rasa nyeri terasa semakin berdenyut2 ketika kapas yang sudah dibasahi rivanol itu menyapu bagian2 muka dan kepala gwa yang benjol2, gwa tetep mengharapkan Felisha nga cepet2 nyelesaiin kerjaan ini. Gwa bener2 nga pengen momen ini berlalu dengan cepat.
"Luckyyyy, kamu tidur ya?" Felisha seperti berteriak di kuping gwa.
"Hah...eehh, nga kok. Keenakan aja dikompresin sama lo, makanya berasa ngantuk" gwa cengar-cengir bego.
"Hihihi, gitu ya. Eh, kamu laper nga? Aku buatin nasi goreng ya? Mau ya?" tanya Felisha sambil membereskan perlengkapan perawatannya.
"Ah, gwa nga laper kok" jawab gwa berbasa-basi.
"Halagh, nga usah basa-basi deh. Bukannya tadi udah abis kamu keluarin semua isi perut kamu? Tunggu ya, aku buatin dulu"
"Hehehehehehe, iya sih" gwa cuma cengar-cengir malu hati.
Lalu gwa ngambil posisi yang paling enak, yaitu nyenderin punggung gwa ke tembok. Apalagi gwa rasain badan gwa juga udah mulai pegel2. Gwa nyalain sebatang rokok sambil nungguin Felisha masakin nasi gorengnya. Entah bebatan perban Felisha yang terlalu keras atau emang jari-jemari gwa yg udah mulai berasa nga enak, susah bener ini batang rokok gwa pegangnya. Walaupun akhirnya gwa nemu juga posisi megangnya yang pas, yaitu dijepit sama ujung jempol dan telunjuk gwa.
Semilir angin malem yang berhembus melewati jendela kamar ini bikin kepala gwa manggut2 ngantuk. Sebelum terjadi hal2 yang nga bener, gwa matiin rokok gwa ke asbak. Lalu gwa ngerasa mata gwa ini nga kuasa lagi nahan kantuk akibat buaian angin malem yang sejuk ini. ZzzzZZzzzzzzZZzzzz....
Diubah oleh luckyismine 19-04-2014 21:33
sormin180 memberi reputasi
1
Kutip
Balas