- Beranda
- Stories from the Heart
Ketika Cinta Berkata (Ep.II Kakakkus BosKu KekasihKu) [Based on True Stories]
...
TS
lemot2010
Ketika Cinta Berkata (Ep.II Kakakkus BosKu KekasihKu) [Based on True Stories]
Spoiler for cerita sebelumnya:
Aku suka deh dengan Love Bird..
Kamu tau kenapa??
Karena Love Bird itu Burung yang paling setia dengan pasangannya..
Dia tak akan pernah mencari pasangan lain..
Kalau salah satu dari mereka mati.. Maka yang lainnya tidak akan mencari pasangan lain...
Bahkan salah satunya pasti akan mati juga..
Kata-katamu selalu terngiang dlm hati ku..
Cinta...
Cinta itu Terdiri dari Dua Kata Hidup
Dan Tiga Kata Mati....
Kamu tau Artinya??
Cinta itu adalah...
Dua Insan yang siap..
Sehidup semati...
Seperti Love Bird...
Sayang...
Spoiler for indeks:
Spoiler for My cerpen:
Diubah oleh lemot2010 16-05-2014 08:16
anasabila memberi reputasi
1
38.4K
287
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
lemot2010
#70
Sceen XI : Sirius atau Al-shira itu Kamu Sayang
"Aku Suka Kamu Ra.. Dari pertama ketemu Kamu aku langsung jatuh cinta. Aku tulus sayang, aku Cinta kamu.. " .......
Aku teringat lagi ketika menyatakan cinta padamu. Rara... Rasa sayangku padamu begitu besar..
Ups.. Hampir lupa.. Malam ni kan aku harus ketempatmu.. Ada yang kelupaan.. Soal Kantor..
Akupun langsung meluncur ke TKP
"Hei.. Lagi ngapain kamu?? " Sapaku begitu sampai di depan rumah Rara.
Kebetulan Rara lagi duduk-duduk di teras Rumahnya.. Selonjoran di semen depan teras.. menghadap ke langit terbuka...
"Oooh.. Ini nih.. Lagi liat bintang... Banyak.. Cantik banget... " Ujarnya sambil menunjuk bintang-bintang.
"Mama sama Papa kamu mana?? " Ujarku.
"Tuuh di dalem.. Ada perlu sama mereka?? " Rara balik nanya..
"Ga.. Aku perlunya ya sama kamu... " Jawabku spontan..
"Oooh.. " Jawabnya tanpa menoleh.
"Aku masuk bentar ya.. " Ujarku lagi.
"Ya... " Sekali lagi Rara menjawab tanpa menoleh. Dia asik menatap bintang-bintang di langit.
Akupun segera kedalam rumah Rara buat sekedar menyapa Om dan tante-Mama-Papanya Rara. Setelah itu langsung ngeloyor ke luar dan duduk tepat disamping pak kusir yang sedang bekerja. #Ups..
"Kamu suka Bintang juga ya... " Ujarku seraya langsung duduk selonjoran di samping nya.
"Ya... Aku suka banget... Eeeh kamu suka bintang juga ya?? Kok sama an siich ?? " Tanya nya kali ini dia sambil memperhatikanku.
Dan gantian.. Aku yang sok cool, tak balas memandang, malah asik melihat bintang.
"Kamu tau ga?? Bintang yang kita lihat sekarang ini belum tentu masih ada lho..." Ujarku masih tanpa menoleh sedikitpun dari kumpulan bintang-bintang di langit.
"Oooh yaa?? Masa siih?? " Tanya Rara antusias-sambil terus menatapku.
"Yups.. Jarak bintang itu dengan bumi sampai jutaan tahun cahaya.. Bisa jadi cahaya yang kita lihat sekarang ini-bintang ini.. Sudah tidak ada bahkan puluhan tahun lalu... " Jelasku sambil menatapnya.
Entah kenapa dia begitu cantik malam ini.. Hahaha.. Mungkin Karena dia memang pujaanku.
"Dengarlah gadis pujaanku.. Idaman dan harapanku.. Dengarlah bisikan hatiku.. Aku cinta padamu.. " Terbayang lagu jadulnya "Rahmat Kartolo" yang dulu selalu di putar di radio dan tape usangku

"Kasihan ya... Berarti bintang itu udah tidak ada.. Padahal sinarnya terang,indah banget.." Kali ini Rara buka suara sambil menatap bintang.
"Belum tentu sayang... Kan aku bilang bisa jadi... Lagian.. Walaupun sudah tidak ada.. Dia tetap buat kamu senang-bahagia kan.. Karena binar cahayanya.. Walaupun sudah tidak ada.. Sinarnya masih bisa kita nikmati..." Jawabku sambil rebahan telentang disampingnya. Ya.. Telentang di semen teras..
"Iya ya... Walaupun sudah tidak ada.. Dia tetap bisa buat aku bahagia-senang dengan binarnya..." Jawab Rara.
"Eeeh kamu kenapa suka bintang siih?? Sepertinya kamu tau banyak banget deh tentang bintang..." Sambung Rara lagi.
"Hahahaha... Aku ga tau banyak kok.. Aku suka aja dengan bintang.. Dan aku selalu lihat bintang apapun perasaanku... Senang... Sedih.. Sepertinya semua beban,sedih ataupun duka itu hilang saat aku melihat bintang..." Jawabku tidak mengalihkan pandanganku dari bintang-bintang itu.
"Eeeh kamu kotor loh baring disini..." Ujar Rara.
"Kamu lihat deh... Tuuuh... " Ujarku sambil menunjuk Rasi bintnang Orion yang terlihat jelas di langit ini. Sambil terus menatap bintang-bintang di sekitar.
"Trus tuu.. Itu rasi bintang yang selalu ada ketika orion ada... Sepertinya dia setia banget dengan orion.. Ada yang bilang julukannya memang penjaga orion.. Atau ada yg bilang juga itu anjing nya orion yang setia... Apapun itu.. Dia selalu ada bersama orion... Menjaga orion.. " Ujarku rada sotoy panjang lebar-dan masih tak lepas dari bintang-bintang itu.. Tapi memang beneran adanya.. Tanpa aku tambah-tambah sedikitpun.
"Coba deeh kamu tunjuk bintang paling terang di rasi bintang itu..." Ujarku sambil menatap Rara yang ternyata berbaring juga tepat di sampingku. Dan dia menatapku.
Aku tak tau apa yang sedang dipikirkannya. Tapi dia berbaring miring.. menatapku tak berkedip seolah ada sesuatu di muka ku..
Aku julurkan tanganku menjadi bantalnya.
"Pegel ntar berpangku tangan.. Nih.. " Ujarku memberikan lenganku.
"Beneran niih ya.. Kamu tunjuuk deh bintang paling terang... " Ujarku menunjuk-nunjuk Rasi bintnang itu.
Lalu Rara pun mulai melihat bintang sekeliling denbgan seksama. Dia cantik.. Cantik ketika Ia menunjuk-nunjuk memilih bintang paling terang itu. Dia begitu cantik dibawah taburan bintang-bintang.. Kali ini aku yang menatapnya-walau tak tampak betul wajahnya..
"Itu... Sepertinya itu... " Rara memecah lamunanku.
"Hahaha.. Perhatikan lagi deeh.. Kan aku bilang di Rasi itu.. Tapi boleh juga siih dimana pun... Kalau memang ada tunjuk... Di luar Rasi itu.." Ujarku memperhatikan bintang yang di tunjuk Rara.
"Eeeeh salah ding... Sepertinya itu lebih terang deh... Dan warnanya.. Orange.. Eeeh orange apa merah sih... " Ujar Rara antusias menunjuk-nunjuk seperti anak kecil yang ingin di belikan gula-gula kapas
"Yakin itu?? Benerr....?? " Ujarku meyakinkannya..
"Iya beneeer... " Jawab Rara-masih seperti anak kecil yang ingin sesuatu.
"Hahahahaha.. Itu memang kelihatan warna merah atau orange... Karena jarak "dia" dengan bumi sangat amat jauh sekali.. Dan magnitudo.. " Ujarku terputus karena lenguhan Rara.
"Kamu ngomong apaan siih?? " Potongnya bingung.
"Oooh... Itu memang bintang pali terang.. Kamu lihat deh sekitar... " Kali ini aku menyuruhnya.
"Iyaa... Cantik lagi..." Jawabnya tak lepas dari bintang itu.
"Itu Sirius.. Kalau ga salah ya.. Atau ada yg bilang di arab atau daerah timur sana namanya Al-Shira yang artinya Yang paling bersinar terang.. Memang dia paling terang di langit... Lihat deh.. Dia itu sekarang berada di Rasi bintang canis major.. Eeh canis major apa canis minor ya.. Aah aku ga tau.. Salah satu dari itu deh.. Itu dua-dua nya-Canis major dan canis minor memang selalu ada bersama Orion.. " Jelas ku panjang lebar.
"Cantik ya.. " Ujarnya..
"Kamu tau banyak ya?? Aku jadi malu.. Aku suka bintang tapi tak tahu banyak soal mereka.. " Tambah Rara.
Aaah... Romantisnya..
Hahahaha... Ini memang Romantis atau aku yang lebay?? Auk ah.. Aku senang banget malam ini..
Aaarrgh... Andai kamu tau Rara... Kamu itu Orion dan aku sirius yang selalu ada sama kamu.. Menjaga kamu.. Atau kamu lah Sirius itu.. Yang selalu bersinar.. Paling terang di langit... Sesuai nama kamu Rara... Al-Shira.. Mungkin Rara itu dari al-Shira... Yang paling bersinar..
My litle star.. U are the shining stars.. Keep shinng..
"Aku Suka Kamu Ra.. Dari pertama ketemu Kamu aku langsung jatuh cinta. Aku tulus sayang, aku Cinta kamu.. " .......
Aku teringat lagi ketika menyatakan cinta padamu. Rara... Rasa sayangku padamu begitu besar..
Ups.. Hampir lupa.. Malam ni kan aku harus ketempatmu.. Ada yang kelupaan.. Soal Kantor..
Akupun langsung meluncur ke TKP

"Hei.. Lagi ngapain kamu?? " Sapaku begitu sampai di depan rumah Rara.
Kebetulan Rara lagi duduk-duduk di teras Rumahnya.. Selonjoran di semen depan teras.. menghadap ke langit terbuka...
"Oooh.. Ini nih.. Lagi liat bintang... Banyak.. Cantik banget... " Ujarnya sambil menunjuk bintang-bintang.
"Mama sama Papa kamu mana?? " Ujarku.
"Tuuh di dalem.. Ada perlu sama mereka?? " Rara balik nanya..
"Ga.. Aku perlunya ya sama kamu... " Jawabku spontan..
"Oooh.. " Jawabnya tanpa menoleh.
"Aku masuk bentar ya.. " Ujarku lagi.
"Ya... " Sekali lagi Rara menjawab tanpa menoleh. Dia asik menatap bintang-bintang di langit.
Akupun segera kedalam rumah Rara buat sekedar menyapa Om dan tante-Mama-Papanya Rara. Setelah itu langsung ngeloyor ke luar dan duduk tepat disamping pak kusir yang sedang bekerja. #Ups..

"Kamu suka Bintang juga ya... " Ujarku seraya langsung duduk selonjoran di samping nya.
"Ya... Aku suka banget... Eeeh kamu suka bintang juga ya?? Kok sama an siich ?? " Tanya nya kali ini dia sambil memperhatikanku.
Dan gantian.. Aku yang sok cool, tak balas memandang, malah asik melihat bintang.
"Kamu tau ga?? Bintang yang kita lihat sekarang ini belum tentu masih ada lho..." Ujarku masih tanpa menoleh sedikitpun dari kumpulan bintang-bintang di langit.
"Oooh yaa?? Masa siih?? " Tanya Rara antusias-sambil terus menatapku.
"Yups.. Jarak bintang itu dengan bumi sampai jutaan tahun cahaya.. Bisa jadi cahaya yang kita lihat sekarang ini-bintang ini.. Sudah tidak ada bahkan puluhan tahun lalu... " Jelasku sambil menatapnya.
Entah kenapa dia begitu cantik malam ini.. Hahaha.. Mungkin Karena dia memang pujaanku.
"Dengarlah gadis pujaanku.. Idaman dan harapanku.. Dengarlah bisikan hatiku.. Aku cinta padamu.. " Terbayang lagu jadulnya "Rahmat Kartolo" yang dulu selalu di putar di radio dan tape usangku

"Kasihan ya... Berarti bintang itu udah tidak ada.. Padahal sinarnya terang,indah banget.." Kali ini Rara buka suara sambil menatap bintang.
"Belum tentu sayang... Kan aku bilang bisa jadi... Lagian.. Walaupun sudah tidak ada.. Dia tetap buat kamu senang-bahagia kan.. Karena binar cahayanya.. Walaupun sudah tidak ada.. Sinarnya masih bisa kita nikmati..." Jawabku sambil rebahan telentang disampingnya. Ya.. Telentang di semen teras..
"Iya ya... Walaupun sudah tidak ada.. Dia tetap bisa buat aku bahagia-senang dengan binarnya..." Jawab Rara.
"Eeeh kamu kenapa suka bintang siih?? Sepertinya kamu tau banyak banget deh tentang bintang..." Sambung Rara lagi.
"Hahahaha... Aku ga tau banyak kok.. Aku suka aja dengan bintang.. Dan aku selalu lihat bintang apapun perasaanku... Senang... Sedih.. Sepertinya semua beban,sedih ataupun duka itu hilang saat aku melihat bintang..." Jawabku tidak mengalihkan pandanganku dari bintang-bintang itu.
"Eeeh kamu kotor loh baring disini..." Ujar Rara.
"Kamu lihat deh... Tuuuh... " Ujarku sambil menunjuk Rasi bintnang Orion yang terlihat jelas di langit ini. Sambil terus menatap bintang-bintang di sekitar.
"Trus tuu.. Itu rasi bintang yang selalu ada ketika orion ada... Sepertinya dia setia banget dengan orion.. Ada yang bilang julukannya memang penjaga orion.. Atau ada yg bilang juga itu anjing nya orion yang setia... Apapun itu.. Dia selalu ada bersama orion... Menjaga orion.. " Ujarku rada sotoy panjang lebar-dan masih tak lepas dari bintang-bintang itu.. Tapi memang beneran adanya.. Tanpa aku tambah-tambah sedikitpun.
"Coba deeh kamu tunjuk bintang paling terang di rasi bintang itu..." Ujarku sambil menatap Rara yang ternyata berbaring juga tepat di sampingku. Dan dia menatapku.
Aku tak tau apa yang sedang dipikirkannya. Tapi dia berbaring miring.. menatapku tak berkedip seolah ada sesuatu di muka ku..
Aku julurkan tanganku menjadi bantalnya.
"Pegel ntar berpangku tangan.. Nih.. " Ujarku memberikan lenganku.
"Beneran niih ya.. Kamu tunjuuk deh bintang paling terang... " Ujarku menunjuk-nunjuk Rasi bintnang itu.
Lalu Rara pun mulai melihat bintang sekeliling denbgan seksama. Dia cantik.. Cantik ketika Ia menunjuk-nunjuk memilih bintang paling terang itu. Dia begitu cantik dibawah taburan bintang-bintang.. Kali ini aku yang menatapnya-walau tak tampak betul wajahnya..
"Itu... Sepertinya itu... " Rara memecah lamunanku.
"Hahaha.. Perhatikan lagi deeh.. Kan aku bilang di Rasi itu.. Tapi boleh juga siih dimana pun... Kalau memang ada tunjuk... Di luar Rasi itu.." Ujarku memperhatikan bintang yang di tunjuk Rara.
"Eeeeh salah ding... Sepertinya itu lebih terang deh... Dan warnanya.. Orange.. Eeeh orange apa merah sih... " Ujar Rara antusias menunjuk-nunjuk seperti anak kecil yang ingin di belikan gula-gula kapas

"Yakin itu?? Benerr....?? " Ujarku meyakinkannya..
"Iya beneeer... " Jawab Rara-masih seperti anak kecil yang ingin sesuatu.
"Hahahahaha.. Itu memang kelihatan warna merah atau orange... Karena jarak "dia" dengan bumi sangat amat jauh sekali.. Dan magnitudo.. " Ujarku terputus karena lenguhan Rara.
"Kamu ngomong apaan siih?? " Potongnya bingung.
"Oooh... Itu memang bintang pali terang.. Kamu lihat deh sekitar... " Kali ini aku menyuruhnya.
"Iyaa... Cantik lagi..." Jawabnya tak lepas dari bintang itu.
"Itu Sirius.. Kalau ga salah ya.. Atau ada yg bilang di arab atau daerah timur sana namanya Al-Shira yang artinya Yang paling bersinar terang.. Memang dia paling terang di langit... Lihat deh.. Dia itu sekarang berada di Rasi bintang canis major.. Eeh canis major apa canis minor ya.. Aah aku ga tau.. Salah satu dari itu deh.. Itu dua-dua nya-Canis major dan canis minor memang selalu ada bersama Orion.. " Jelas ku panjang lebar.
"Cantik ya.. " Ujarnya..
"Kamu tau banyak ya?? Aku jadi malu.. Aku suka bintang tapi tak tahu banyak soal mereka.. " Tambah Rara.
Aaah... Romantisnya..
Hahahaha... Ini memang Romantis atau aku yang lebay?? Auk ah.. Aku senang banget malam ini..
Aaarrgh... Andai kamu tau Rara... Kamu itu Orion dan aku sirius yang selalu ada sama kamu.. Menjaga kamu.. Atau kamu lah Sirius itu.. Yang selalu bersinar.. Paling terang di langit... Sesuai nama kamu Rara... Al-Shira.. Mungkin Rara itu dari al-Shira... Yang paling bersinar..
My litle star.. U are the shining stars.. Keep shinng..
0