- Beranda
- Stories from the Heart
Ketika Cinta Berkata (Ep.II Kakakkus BosKu KekasihKu) [Based on True Stories]
...
TS
lemot2010
Ketika Cinta Berkata (Ep.II Kakakkus BosKu KekasihKu) [Based on True Stories]
Spoiler for cerita sebelumnya:
Aku suka deh dengan Love Bird..
Kamu tau kenapa??
Karena Love Bird itu Burung yang paling setia dengan pasangannya..
Dia tak akan pernah mencari pasangan lain..
Kalau salah satu dari mereka mati.. Maka yang lainnya tidak akan mencari pasangan lain...
Bahkan salah satunya pasti akan mati juga..
Kata-katamu selalu terngiang dlm hati ku..
Cinta...
Cinta itu Terdiri dari Dua Kata Hidup
Dan Tiga Kata Mati....
Kamu tau Artinya??
Cinta itu adalah...
Dua Insan yang siap..
Sehidup semati...
Seperti Love Bird...
Sayang...
Spoiler for indeks:
Spoiler for My cerpen:
Diubah oleh lemot2010 16-05-2014 08:16
anasabila memberi reputasi
1
38.4K
287
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
lemot2010
#15
Sceen III : My First Date??
Sudah Satu minggu sejak pernyataan cintaku pada Rara, namun masih belum ada jawaban pasti darinya. Hari ini Sabtu, hari libur kantorku dan hari dimana aku janji menjemput dirumahnya. Jantungku berdegub kencang dan seakan-akan waktu ini merambat sangat lambat hingga petang.
Aku masih bertanya-tanya apa yang ada di pikirannya, dan aku masih tidak habis pikir kenapa aku bisa senekat itu menyatakan cintaku padanya. Waktu yang di janjikanpun tiba. Aku meluncur dengan bebek butut Pakde yang ku pinjam dengan susah payah. Aku pamit dengan Pakde ingin ke rumah Rara, dan beliau pun mengizinkan.
"Assalamu'alaikum Om, Tante.." Sapaku sesampai dirumah Rara yang kebetulan mereka lagi duduk santai di teras Rumah.
"Oooh Andre.. Sini duduk... Rara mah Lama kalau Dandan.. Apalagi mau jalan sama cowok cakep.." Goda mama Rara kepadaku.
"Ah ga kok tante, Rara katanya ada perlu dan minta temenin sama Andre" jawabku disusul lenguhan Si Om-Papanya Rara.
"Eeh ya Om.. Gmn perkututnya?? Katanya sakit ya Om? Sakit apa?" Tanyaku Basa-basi pada Si om yang hanya terdiam dan buang muka.
"Setahu Andre ni ya Om, perkutut yang tidak lincah dan mulai malas berkicau, berarti dia ada masalah atau sakit tu om.. Apalagi dia malas bertengger dan hanya diam dipojokan kandang..." Jelasku panjang sok tau.
"Haaa iya.. Tu perkutut Om seperti itu tuh.." Sambut Si om yang ternyata jauh lebih mencemaskan burungnya.
"Nah si om mulai tertarik bicara...." Batinku senang, karena memang Si Om rada susah mau bicara sama orang yang baru-tertama yang tidak di sukainya.
"Udah berapa lama seperti itu Om??" Sambungku.
" Udah 2 hari inilah Ndre.." Jawabnya sedih.
"Oooh.. Ntar gini aja Om..." Sambungku.
namun terputus karena Rara sudah datang..
"Duuh.. Manis banget anak mama ini.." Goda si Tante-mama Rara.
"Aaah mama.." Jawab Rara malu-malu.
Sementara si Om rada Kesel krn pembicaraannya terpotong dan dia masih "Kepo" dan khawatir soal burung kesayangannya.
"Om ntar deh kita share soal burung om..." Lanjutku mencoba menghibur Si om.
"Iye.. Keburu matikan burung om.." Jawab si Om agak sewot.
"Ga laah om.. Paling juga makin parah.." Tambahku usil.
"Oke Ma, Pa.. Rara jalan dulu yaa.." Rara pamitan dengan Ortunya..
"Oke Om, Tante, jalan dulu.. " Lanjutku pula.
"Hati-Hati ya.." Kata mereka berbarengan.
Sudah Satu minggu sejak pernyataan cintaku pada Rara, namun masih belum ada jawaban pasti darinya. Hari ini Sabtu, hari libur kantorku dan hari dimana aku janji menjemput dirumahnya. Jantungku berdegub kencang dan seakan-akan waktu ini merambat sangat lambat hingga petang.
Aku masih bertanya-tanya apa yang ada di pikirannya, dan aku masih tidak habis pikir kenapa aku bisa senekat itu menyatakan cintaku padanya. Waktu yang di janjikanpun tiba. Aku meluncur dengan bebek butut Pakde yang ku pinjam dengan susah payah. Aku pamit dengan Pakde ingin ke rumah Rara, dan beliau pun mengizinkan.
"Assalamu'alaikum Om, Tante.." Sapaku sesampai dirumah Rara yang kebetulan mereka lagi duduk santai di teras Rumah.
"Oooh Andre.. Sini duduk... Rara mah Lama kalau Dandan.. Apalagi mau jalan sama cowok cakep.." Goda mama Rara kepadaku.
"Ah ga kok tante, Rara katanya ada perlu dan minta temenin sama Andre" jawabku disusul lenguhan Si Om-Papanya Rara.
"Eeh ya Om.. Gmn perkututnya?? Katanya sakit ya Om? Sakit apa?" Tanyaku Basa-basi pada Si om yang hanya terdiam dan buang muka.
"Setahu Andre ni ya Om, perkutut yang tidak lincah dan mulai malas berkicau, berarti dia ada masalah atau sakit tu om.. Apalagi dia malas bertengger dan hanya diam dipojokan kandang..." Jelasku panjang sok tau.
"Haaa iya.. Tu perkutut Om seperti itu tuh.." Sambut Si om yang ternyata jauh lebih mencemaskan burungnya.
"Nah si om mulai tertarik bicara...." Batinku senang, karena memang Si Om rada susah mau bicara sama orang yang baru-tertama yang tidak di sukainya.
"Udah berapa lama seperti itu Om??" Sambungku.
" Udah 2 hari inilah Ndre.." Jawabnya sedih.
"Oooh.. Ntar gini aja Om..." Sambungku.
namun terputus karena Rara sudah datang..
"Duuh.. Manis banget anak mama ini.." Goda si Tante-mama Rara.
"Aaah mama.." Jawab Rara malu-malu.
Sementara si Om rada Kesel krn pembicaraannya terpotong dan dia masih "Kepo" dan khawatir soal burung kesayangannya.
"Om ntar deh kita share soal burung om..." Lanjutku mencoba menghibur Si om.
"Iye.. Keburu matikan burung om.." Jawab si Om agak sewot.
"Ga laah om.. Paling juga makin parah.." Tambahku usil.
"Oke Ma, Pa.. Rara jalan dulu yaa.." Rara pamitan dengan Ortunya..
"Oke Om, Tante, jalan dulu.. " Lanjutku pula.
"Hati-Hati ya.." Kata mereka berbarengan.
0