- Beranda
- Stories from the Heart
Dia... Masa lalu yang indah..
...
TS
dausin
Dia... Masa lalu yang indah..
2007
Aku berjalan menyusuri kota yang asing bagiku dan saat itulah aku mengenalnya, hanya dengan seutas senyum yang aku berikan di antrian salah satu fastfood di kota itu. Dia yaaa.. dia datang selamanya dalam hidupku tanpa aku bisa menduga bahkan membayangkannya.. dan aku ingin mengenangnya lewat sedikit tulisan yang akan aku torehkan ini..
Tahun Pertama - Kenangan
Tahun Kedua- Lembaran yang terungkap
Tahun Kedua- Cinta yang bersemi
Aku berjalan menyusuri kota yang asing bagiku dan saat itulah aku mengenalnya, hanya dengan seutas senyum yang aku berikan di antrian salah satu fastfood di kota itu. Dia yaaa.. dia datang selamanya dalam hidupku tanpa aku bisa menduga bahkan membayangkannya.. dan aku ingin mengenangnya lewat sedikit tulisan yang akan aku torehkan ini..
Tahun Pertama - Kenangan
Spoiler for Tahun Pertama:
Tahun Kedua- Lembaran yang terungkap
Spoiler for Tahun kedua:
Tahun Kedua- Cinta yang bersemi
Spoiler for cinta:
bersambung ( ada urusan bentar )
Diubah oleh dausin 28-05-2014 11:17
anasabila memberi reputasi
1
10.7K
126
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
dausin
#43
Kangen
Sesampainya dikos.. suasana kos ku sedikit berbeda.. kamar sebelahku yang tadinya kosong ternyata sudah ada penghuninya.. dan sebrang kamarku juga demikian.. padahal di deretan paling belakang 3 minggu lalu hanya aku yang terisi.. dideretan belakang terdapat 3 pasang kamar yang saling berhadapan.. aku mendapat sisi sebelah kanan kamar pertama dari pembatas kamar depan.. dan sekarang ada 3 kamar sudah terisi jadi total 4 kamar yang terisi termasuk kamarku dan mereka juga sepertinya mahasiswa baru, terlihat dari cara mereka yang malu-malu saat memasuki kamarnya.. dan siska.. yaa gadis itu.. aku sudah lama tak melihatnya.. mungkin karena dia sibuk sehingga kami jarang bertemu lagi..
Aku merogo kunci dari tas tanganku, mencoba mencari-cari kunci kamarku..agak susah mungkin aku terlalu capek atau aku masih ngantuk mungkin.. aku masih asik mencari kunciku, sampai seseorang menyapaku " baru balik ya mbak ?"
" eh.. iya mbak " jawabku sambil menoleh kearah suara itu
" kenalin mbak, saya niar. " seraya menyodorkan tangannya
" eh.. eta " aku pun menyambutnya dengan senyuman
" kuliah di P*** ya mbak ?"
" iyaa.. baru masuk.. maaf ya sambil cari kunci jadi nggak begitu konsen "
" iya nggak apa mbak, aku juga MABA kok "
" ooh.. jurusan apa ?" tanyaku dan kunciku pun dapat kuraih dari sudut tasku
" TeKom mbak, mbaknya ?"
" ** " Aku berhasil membuka pintuku dan mulai melangkah masuk seraya menawarkan niar untuk masuk ke kamarku " yuk masuk mbak.. capek diri trus "
" makasih mbak.. tapi saya balik ajah deh.. mbaknya istirahat aja pasti capek "
" ohh. iya mbak.. ntar2 main yaa "
" iya mbak "
Dia berlalu meninggalkan ku, aku mulai memasukan barangku kekamar dengan sisa tenaga yang aku punya dan masih mencoba mengecek hapeku.. angga yaa.. tak ada kabar darinya..
Sejenak kurebahkan badanku ke kasur.. melempas tasku dan membiarkan barangku masih pada bungkusnyaa.. aku masih bermalas-malasan memanjakan badanku sejenak dari kepenatan macet dipagi hari.. ternyata perjalananku sedikit panjang dan melelahkan.. ya melelahkan.. Kupejamkan mataku sejenak membuang semua kepenatan yang ada.. mencoba membuat pikiranku tenang dan kuputuskan untuk menghubungi dewa, ku ambil hapeku.. kuketikan beberapa kata untuknya.
" Wa.. gimana kabarnya ? " aku ragu memencet tombol send sejenak dan ternyata memang kuhapus lagi text itu..
" Wa.. lagi apa ? " ya dan lagi aku ragu.. dan ku hapus lagi.
" Tes " kupilih tomtol send dalam hapeku.. sms yang kukirim akhir nya hanya itu dari beberapa sms yang tak kusebut dalam cerita ini.. betapa bodohnya aku.. tanpa berlama-lama aku menunggu hapeku berbunyi.. dan ternyata sms dari dewa.
" akhirnya kamu nepatin janjimu walau telat " Deg.. seketika jantungku serasa mau keluar dari badanku.. menelan luda kepahitan mengingatkan janjiku padanya saat dia kahwatir padaku.. ya ampun.. maafin aku wa.. aku tak bermaksud mengingkarinya, hanya saja aku tak mau kau semakin tak bisa melupakanku.. aku mencoba mencairkan suasana ..
" biar kamu tambah kangen sama aku.. wkwkwk.. aku di surabaya nih
"
" itu berhasil ta.. hahahaha iya. tante bilang kok " dasar emak.. lama-lama tak ada yang bisa aku rahasiakan dari dewa atau memberinya kejutan kalau aku sudah disini.
" bagus dong
berarti kamu normal.. hahahaha.."
" aku kekos ya
"
" sekarang wa.? -.-a "
" iya, ini didepan kos
" whaaat.. gila nih anak.. belum lagi mau menutup pintu.. sms masuk ke hapeku dan aku berbalik melihatnya dan..
" ini depan kamarmu
" sinting.. dan dia memang sudah ada didalam kamarku tanpa aku sadari dia sudah memelukku dari belakang.
" aku kangen ta, kangen banget "
" waa..kam.. "
" ssstttttttttt.... sebentar ajah ta.. aku mohon " sura lembut tulusnya membuatku luluh seketika.. ya TUHAN maafkan aku.. maafkan.. aku tak bermaksud mengecewakan rahma dan siapapun.. maafkan aku..
Aku hanya bisa terdiam membiarkan dewa melepaskan rasa kangennya terhadapku.. Aku merasa emak salah besar membiarkan dewa bebas masuk kedalam kamarku tanpa pengecualian, inilah yang akan terjadi dia menjadi leluasa mengekspresikan cintanya.. Beda dengan dulu, dulu memang dia bebas masuk kamarku tapi tanpa cinta.. masih ada batasan akan perasaannya.. karena kami masih anak sekolah, mungkin sekarang dia merasa sudah cukup dewasa dan mulai memberanikan diri untuk lebih terang-terangan terhadap perasaannya terhadapku.. namun aku tak akan membiarkannya begitu saja.. karena aku tak mau merusak semuanya.. ya semua yang telah berjalan indah selama bertahun-tahun kami bersama..
Perlahan dewa mulai melepaskan pelukannya " makasih ya ta "
" iya.. aku tau.. kamukan kangen emak mu.. makannya kamu ke aku kan ?" aku mencoba membuat suasana menjadi normal antara kami
" ya begitulah " jawabnya sekenanya " udah makan ta ?"
" udah kok, di kereta tadi.. masih kenyang ini "
" yaaa... mau ajak makan diluar "
" dimana.? "
" K** di mulyosari "
" issh.. nantilah... yaaaa " jawabku pengen tapi masih kenyang
" oke.. nanti lewat siangan ajah deh "
" makasih dewa " kucubit pipi tembemnya sambil menggoyangkannya.. dia berusaha membalasnya tapi aku sudah menyiapkan diri untuk kabur darinya " enceng wa.. okeee " ku bentuk huruf V pada tanganku.. dan diapun luluh "okelah.. kamu juga pasti capek, tapi liat ajah ntar ya " jawabnya dengan tampang setan yang menahan dirinya untuk menggoda manusia..
" siapa bilang aku capek.. weeekkkk "
" tuh masih numpuk "
" eh.. iya sih.. hehehe"
" yaudah tidur geh.. aku main sendiri ajah.. "
" aku mau baring ajah kok "
" yaa.. appun itu istirahat lah "
" iyaaa lohhh.. "
Aku merebahkan badanku dikasur, dan dewa mulai mengeluarkan apapun yang dibawanya dari tas punggungnyaa.. dia selalu punya cara mengusir kebosenannya.. yaa.. dewa...
Aku mendengarkan lagu dari mp3 bututku sambil memejamkan mata.. menikmati lagu galau yang selalu menemaniku sampai cinta itu datang.. kurebahkan badanku dikasur dengan tenang.. sedikit ku intip dewa dari balik bulu mataku, dia masih asik bermain dengan laptonya. bahkan aku tak tau dia bermain game apa.. tapi biarlah asal dia senang dan tak mulai menjahiliku karena aku sedang capek.
"Ta.."
"Hemmmm"
"Kamu tidur.?"
"Kagak. Mana ada orang tidur bisa jawab "
" kiraen.."
" napa.? Heh.?"
" kamu kapan pake kerudung.?" Tanyanya tanpa basa basi
" eh.. tau darimana.?" Seketika aku langsung sadar dan memposisikan badanku disampingnyaa.. sehingga kepalaku terlihat seperti mecungul disampingnya..
" tau dong " jawabnya sombong
Ting.. tak berapa aku bingung.. aku sudah bisa menebaknya.. emak.. aku selalu bercerita apapun terhadap emak dan melapor segala aktivitas yg aku rasa dapat memicu ke kehwatiran emak.. dan sepertinya emak memang membuat dewa seperti penjaga setiaku.
" oh. Yaudah " jawabku biasa sambil membalikan posisiku.." aku mau denger lagu, kalo mau ngomong colek ya.. sekalian tidur soalnya " hanya basa basi, yang sebenarnya aku masih bisa mendengarkan suara dewa yang lembut dengan jelas. Tak ada jawaban darinya.. aku rasa dia sedang asik dengan gamenya.. dan aku ya asik dengan musik galau waktu itu..
" maaf ta.. aku egois akhir2 ini.. aku ngerasa ingin milikimu.. tapi.. aku nggak bisa nahannya. Hari ini aja aku nggak bisa nahan liatmu turun dari kereta, tapi ku coba tahan. Maaf ya ta. Aku terlalu egois kali ini"
Aku mencoba menahan semua kekacauan antara aku dan dewa.. yaa dewa semakin kacau.. dewa yang dulu penuh senyum dan tawa yang selalu menyemangatiku.. kini menjadi dewa yang ingin memiliki seutuhnya.. sementara.. dia memiliki rahma.. aku mencoba tak mengindahkan perkataannya dan mencoba memahami betapa tersakitinya dia selalu memperhatikanku dalam diamnya dan sekarang dia memiliki waktu bersamaku justru dia tak bisa meraihku sedikit pun, hanya bisa mencuri-curi kejadian romantis yang sepintas dariku..
Keheningan siang itu benar-benar berarti bagi dewa.. semua kata yang dia keluarkan membuatku sadar.. aku tak akan pernah menjauhinya dan menyakitinya mesti aku tak membalas cintanya.. karena aku tahu bagaimana rasanya disakiti dulu dan dewa ada untukku sebagai sahabat sementara yanu sebagai cinta yang abadi..
* kata-kata dewa nggak semuanya ya di tulis.. karena ada beberapa kata cukup aku ajah yang tau n kenang
Aku merogo kunci dari tas tanganku, mencoba mencari-cari kunci kamarku..agak susah mungkin aku terlalu capek atau aku masih ngantuk mungkin.. aku masih asik mencari kunciku, sampai seseorang menyapaku " baru balik ya mbak ?"
" eh.. iya mbak " jawabku sambil menoleh kearah suara itu
" kenalin mbak, saya niar. " seraya menyodorkan tangannya
" eh.. eta " aku pun menyambutnya dengan senyuman
" kuliah di P*** ya mbak ?"
" iyaa.. baru masuk.. maaf ya sambil cari kunci jadi nggak begitu konsen "
" iya nggak apa mbak, aku juga MABA kok "
" ooh.. jurusan apa ?" tanyaku dan kunciku pun dapat kuraih dari sudut tasku
" TeKom mbak, mbaknya ?"
" ** " Aku berhasil membuka pintuku dan mulai melangkah masuk seraya menawarkan niar untuk masuk ke kamarku " yuk masuk mbak.. capek diri trus "
" makasih mbak.. tapi saya balik ajah deh.. mbaknya istirahat aja pasti capek "
" ohh. iya mbak.. ntar2 main yaa "
" iya mbak "
Dia berlalu meninggalkan ku, aku mulai memasukan barangku kekamar dengan sisa tenaga yang aku punya dan masih mencoba mengecek hapeku.. angga yaa.. tak ada kabar darinya..
Sejenak kurebahkan badanku ke kasur.. melempas tasku dan membiarkan barangku masih pada bungkusnyaa.. aku masih bermalas-malasan memanjakan badanku sejenak dari kepenatan macet dipagi hari.. ternyata perjalananku sedikit panjang dan melelahkan.. ya melelahkan.. Kupejamkan mataku sejenak membuang semua kepenatan yang ada.. mencoba membuat pikiranku tenang dan kuputuskan untuk menghubungi dewa, ku ambil hapeku.. kuketikan beberapa kata untuknya.
" Wa.. gimana kabarnya ? " aku ragu memencet tombol send sejenak dan ternyata memang kuhapus lagi text itu..
" Wa.. lagi apa ? " ya dan lagi aku ragu.. dan ku hapus lagi.
" Tes " kupilih tomtol send dalam hapeku.. sms yang kukirim akhir nya hanya itu dari beberapa sms yang tak kusebut dalam cerita ini.. betapa bodohnya aku.. tanpa berlama-lama aku menunggu hapeku berbunyi.. dan ternyata sms dari dewa.
" akhirnya kamu nepatin janjimu walau telat " Deg.. seketika jantungku serasa mau keluar dari badanku.. menelan luda kepahitan mengingatkan janjiku padanya saat dia kahwatir padaku.. ya ampun.. maafin aku wa.. aku tak bermaksud mengingkarinya, hanya saja aku tak mau kau semakin tak bisa melupakanku.. aku mencoba mencairkan suasana ..
" biar kamu tambah kangen sama aku.. wkwkwk.. aku di surabaya nih
"" itu berhasil ta.. hahahaha iya. tante bilang kok " dasar emak.. lama-lama tak ada yang bisa aku rahasiakan dari dewa atau memberinya kejutan kalau aku sudah disini.
" bagus dong
berarti kamu normal.. hahahaha.."" aku kekos ya
"" sekarang wa.? -.-a "
" iya, ini didepan kos
" whaaat.. gila nih anak.. belum lagi mau menutup pintu.. sms masuk ke hapeku dan aku berbalik melihatnya dan.." ini depan kamarmu
" sinting.. dan dia memang sudah ada didalam kamarku tanpa aku sadari dia sudah memelukku dari belakang." aku kangen ta, kangen banget "
" waa..kam.. "
" ssstttttttttt.... sebentar ajah ta.. aku mohon " sura lembut tulusnya membuatku luluh seketika.. ya TUHAN maafkan aku.. maafkan.. aku tak bermaksud mengecewakan rahma dan siapapun.. maafkan aku..
Aku hanya bisa terdiam membiarkan dewa melepaskan rasa kangennya terhadapku.. Aku merasa emak salah besar membiarkan dewa bebas masuk kedalam kamarku tanpa pengecualian, inilah yang akan terjadi dia menjadi leluasa mengekspresikan cintanya.. Beda dengan dulu, dulu memang dia bebas masuk kamarku tapi tanpa cinta.. masih ada batasan akan perasaannya.. karena kami masih anak sekolah, mungkin sekarang dia merasa sudah cukup dewasa dan mulai memberanikan diri untuk lebih terang-terangan terhadap perasaannya terhadapku.. namun aku tak akan membiarkannya begitu saja.. karena aku tak mau merusak semuanya.. ya semua yang telah berjalan indah selama bertahun-tahun kami bersama..
Perlahan dewa mulai melepaskan pelukannya " makasih ya ta "
" iya.. aku tau.. kamukan kangen emak mu.. makannya kamu ke aku kan ?" aku mencoba membuat suasana menjadi normal antara kami
" ya begitulah " jawabnya sekenanya " udah makan ta ?"
" udah kok, di kereta tadi.. masih kenyang ini "
" yaaa... mau ajak makan diluar "
" dimana.? "
" K** di mulyosari "
" issh.. nantilah... yaaaa " jawabku pengen tapi masih kenyang
" oke.. nanti lewat siangan ajah deh "
" makasih dewa " kucubit pipi tembemnya sambil menggoyangkannya.. dia berusaha membalasnya tapi aku sudah menyiapkan diri untuk kabur darinya " enceng wa.. okeee " ku bentuk huruf V pada tanganku.. dan diapun luluh "okelah.. kamu juga pasti capek, tapi liat ajah ntar ya " jawabnya dengan tampang setan yang menahan dirinya untuk menggoda manusia..
" siapa bilang aku capek.. weeekkkk "
" tuh masih numpuk "
" eh.. iya sih.. hehehe"
" yaudah tidur geh.. aku main sendiri ajah.. "
" aku mau baring ajah kok "
" yaa.. appun itu istirahat lah "
" iyaaa lohhh.. "
Aku merebahkan badanku dikasur, dan dewa mulai mengeluarkan apapun yang dibawanya dari tas punggungnyaa.. dia selalu punya cara mengusir kebosenannya.. yaa.. dewa...
Aku mendengarkan lagu dari mp3 bututku sambil memejamkan mata.. menikmati lagu galau yang selalu menemaniku sampai cinta itu datang.. kurebahkan badanku dikasur dengan tenang.. sedikit ku intip dewa dari balik bulu mataku, dia masih asik bermain dengan laptonya. bahkan aku tak tau dia bermain game apa.. tapi biarlah asal dia senang dan tak mulai menjahiliku karena aku sedang capek.
"Ta.."
"Hemmmm"
"Kamu tidur.?"
"Kagak. Mana ada orang tidur bisa jawab "
" kiraen.."
" napa.? Heh.?"
" kamu kapan pake kerudung.?" Tanyanya tanpa basa basi
" eh.. tau darimana.?" Seketika aku langsung sadar dan memposisikan badanku disampingnyaa.. sehingga kepalaku terlihat seperti mecungul disampingnya..
" tau dong " jawabnya sombong
Ting.. tak berapa aku bingung.. aku sudah bisa menebaknya.. emak.. aku selalu bercerita apapun terhadap emak dan melapor segala aktivitas yg aku rasa dapat memicu ke kehwatiran emak.. dan sepertinya emak memang membuat dewa seperti penjaga setiaku.
" oh. Yaudah " jawabku biasa sambil membalikan posisiku.." aku mau denger lagu, kalo mau ngomong colek ya.. sekalian tidur soalnya " hanya basa basi, yang sebenarnya aku masih bisa mendengarkan suara dewa yang lembut dengan jelas. Tak ada jawaban darinya.. aku rasa dia sedang asik dengan gamenya.. dan aku ya asik dengan musik galau waktu itu..
" maaf ta.. aku egois akhir2 ini.. aku ngerasa ingin milikimu.. tapi.. aku nggak bisa nahannya. Hari ini aja aku nggak bisa nahan liatmu turun dari kereta, tapi ku coba tahan. Maaf ya ta. Aku terlalu egois kali ini"
Aku mencoba menahan semua kekacauan antara aku dan dewa.. yaa dewa semakin kacau.. dewa yang dulu penuh senyum dan tawa yang selalu menyemangatiku.. kini menjadi dewa yang ingin memiliki seutuhnya.. sementara.. dia memiliki rahma.. aku mencoba tak mengindahkan perkataannya dan mencoba memahami betapa tersakitinya dia selalu memperhatikanku dalam diamnya dan sekarang dia memiliki waktu bersamaku justru dia tak bisa meraihku sedikit pun, hanya bisa mencuri-curi kejadian romantis yang sepintas dariku..
Keheningan siang itu benar-benar berarti bagi dewa.. semua kata yang dia keluarkan membuatku sadar.. aku tak akan pernah menjauhinya dan menyakitinya mesti aku tak membalas cintanya.. karena aku tahu bagaimana rasanya disakiti dulu dan dewa ada untukku sebagai sahabat sementara yanu sebagai cinta yang abadi..
* kata-kata dewa nggak semuanya ya di tulis.. karena ada beberapa kata cukup aku ajah yang tau n kenang

Diubah oleh dausin 05-04-2014 07:55
0