- Beranda
- Stories from the Heart
Dia... Masa lalu yang indah..
...
TS
dausin
Dia... Masa lalu yang indah..
2007
Aku berjalan menyusuri kota yang asing bagiku dan saat itulah aku mengenalnya, hanya dengan seutas senyum yang aku berikan di antrian salah satu fastfood di kota itu. Dia yaaa.. dia datang selamanya dalam hidupku tanpa aku bisa menduga bahkan membayangkannya.. dan aku ingin mengenangnya lewat sedikit tulisan yang akan aku torehkan ini..
Tahun Pertama - Kenangan
Tahun Kedua- Lembaran yang terungkap
Tahun Kedua- Cinta yang bersemi
Aku berjalan menyusuri kota yang asing bagiku dan saat itulah aku mengenalnya, hanya dengan seutas senyum yang aku berikan di antrian salah satu fastfood di kota itu. Dia yaaa.. dia datang selamanya dalam hidupku tanpa aku bisa menduga bahkan membayangkannya.. dan aku ingin mengenangnya lewat sedikit tulisan yang akan aku torehkan ini..
Tahun Pertama - Kenangan
Spoiler for Tahun Pertama:
Tahun Kedua- Lembaran yang terungkap
Spoiler for Tahun kedua:
Tahun Kedua- Cinta yang bersemi
Spoiler for cinta:
bersambung ( ada urusan bentar )
Diubah oleh dausin 28-05-2014 11:17
anasabila memberi reputasi
1
10.7K
126
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
dausin
#29
Perpisahan sementara
Hari ini aku akan pergi ke cirebon.. Emak sudah menelepon taxi untuk menjemput kami didepan kos, namun taxinya belom datang juga, karena macet kali yaa.. sementara sepertinya tiket kereta sudah dibeli emak, aku pun tak tau gimana kronologi si tiket ini kenapa emak sempat membelinya.. keberangkatan kami ternyata disore hari.. emak bilang dipagi hari, karena tak mau melihatku sibuk merapikan barang secara mendadak..
Kota Surabaya.. panas yang luar biasa membuatku dan emak seperti akan terpanggang.. namun ya sudahlah.. nanti juga dingin ditaxi.. dan setelah lama menunggu taxi, akhirnya datang juga.. aku dan emak berjalan keluar kos.. bertapa kagetnya aku melihat sosok dewa ada didepan kos.. sejak kapan dia disitu, apa yang dia lakukan.. dan sepertinya emak tak kaget.. ada apa ini.? sepertinya mereka memang lebih sering berkomunikasi dibanding aku..
Dan benar saja dugaanku.. ternyata mereka memang benar sudah berkomunikasi, kulihat dewa menyalami emakku dan mengobrol sambil menyerahkan bungkusan yang lumayan besar.. sepertinya emak meminta tolong ke dewa untuk membeli beberapa camilan untuk oleh-oleh, padahal aku sudah melihat bawaan emak banyak sekali sepulang dari bangil.. ternyata emak tetap saja membawa oleh-oleh lagi.. bagaimana dengan dicerebon.. bakal nambah nih, batinku.. kudengar emak menggoda dewa untuk pamitan denganku " nggak pamit sama eta, ntar kangen loh kalo lama nggak ketemu "
" eh.. iya tant.." jawab dewa dengan tersipu malu
Aku mulai menunjukan ekspresi melengos ke arah dewa ketika mendengar jawabannya dan saat dia berada didekatku aku mulai mengejeknya dengan ekspre konyol mengulang jawabannya kepada emak " eh.. iya tant.. apaan tuh.. dasar " sindir ku sewot..
" ih.. bawel " dia mengacak rambutku, untung saja rambutku lurus bawaan orok.. kalau tidak apa nggak macam singa dibuatnya.
" rusak tau " protesku
" nggak kok, cantik " godanya dengan senyum jahil
" emang, makannya kamu nggak mau jauh2 dari ku " jawabku sekenanya
" kok tau. ?" tanyanya sambil memencet hidung pesekku
" dewaa.. sakit tau "
" biarlah... 2 mingguan ini nggak bakal bisa kan .. " katanya serasa mengelus kepalaku.. aku terlalu pendek sehingga dia dengan leluasa bisa mengelus kepalaku
" iyaa.. tapi nantikan ketemu "
" nggak apalah.. itung2 pengganti 2 minggu ini " dia menebarkan senyum manisnya yang membuatku hanya diam membisu
" ya udah.. geh sama berangkat.. nanti macet lagi "
" iya.. jaga kesehatan ya wa "
" eh.. harusnya aku yang bilang gitu samamu "
" iyaaa.. sama aja "
" ta.. "
" hem.. "
" boleh nggak ? "
" eh.. boleh apa ?" tanyaku heran
" salam perpisahan yang lebih "
" maksudnya ? "
" ya ntar juga kamu tau.. lagian dapat ijin kok dari tante "
" eeh.. apaan sih ? " aku sudah berkutat pada kebingunganku, tak tau entah bagaimana mulanya.. tiba-tiba sosok tubuh yang ada didepanku sudah memelukku.. dan aku hanya bisa berada pada posisi terbengong, kaget, bungung semuanya dalam pelukan dewa.. kurasakan kembali hangatnya dewa tapi berbeda.. kali ini lebih kunikmati.. namun aku mengingkarinya dan tak membalasnya karena aku sudah bertekad menegaskan hatiku untuk tetap menjadi sahabat dewa..
Aku membiarkannya menikmati memelukku dengan segenap rasa sayangnya.. kali ini pelukannya begitu hangat seakan tak mau melepasku.. pelukan yang diberikan untuk yang terkasih, pelukan yang diberikan untuk mencintai.. sampai pada akhirnya dia mencoba melepasnya dan berkata lembut padaku " Makasih ya ta.."
" iya wa " aku menjawabnya dengan lembut
Dia melepas pelukannya dan menyuruhku untuk berangkat, emak sudah berada didalam taxi.. dan dewa menemaniku menuju taxi membuka pintu untukku.. sampai terakhir hanya salam senyum yang diucapkan.. tak ada salam perpisahan lain selain pelukan.. dan emak sepertinya mengetahui lebih dari yang aku tau.. karena emak tak menggoda ku dan membahas hal lain sampai kami melintasi kemacetan di Surabaya....
Kota Surabaya.. panas yang luar biasa membuatku dan emak seperti akan terpanggang.. namun ya sudahlah.. nanti juga dingin ditaxi.. dan setelah lama menunggu taxi, akhirnya datang juga.. aku dan emak berjalan keluar kos.. bertapa kagetnya aku melihat sosok dewa ada didepan kos.. sejak kapan dia disitu, apa yang dia lakukan.. dan sepertinya emak tak kaget.. ada apa ini.? sepertinya mereka memang lebih sering berkomunikasi dibanding aku..
Dan benar saja dugaanku.. ternyata mereka memang benar sudah berkomunikasi, kulihat dewa menyalami emakku dan mengobrol sambil menyerahkan bungkusan yang lumayan besar.. sepertinya emak meminta tolong ke dewa untuk membeli beberapa camilan untuk oleh-oleh, padahal aku sudah melihat bawaan emak banyak sekali sepulang dari bangil.. ternyata emak tetap saja membawa oleh-oleh lagi.. bagaimana dengan dicerebon.. bakal nambah nih, batinku.. kudengar emak menggoda dewa untuk pamitan denganku " nggak pamit sama eta, ntar kangen loh kalo lama nggak ketemu "
" eh.. iya tant.." jawab dewa dengan tersipu malu
Aku mulai menunjukan ekspresi melengos ke arah dewa ketika mendengar jawabannya dan saat dia berada didekatku aku mulai mengejeknya dengan ekspre konyol mengulang jawabannya kepada emak " eh.. iya tant.. apaan tuh.. dasar " sindir ku sewot..
" ih.. bawel " dia mengacak rambutku, untung saja rambutku lurus bawaan orok.. kalau tidak apa nggak macam singa dibuatnya.
" rusak tau " protesku
" nggak kok, cantik " godanya dengan senyum jahil
" emang, makannya kamu nggak mau jauh2 dari ku " jawabku sekenanya
" kok tau. ?" tanyanya sambil memencet hidung pesekku
" dewaa.. sakit tau "
" biarlah... 2 mingguan ini nggak bakal bisa kan .. " katanya serasa mengelus kepalaku.. aku terlalu pendek sehingga dia dengan leluasa bisa mengelus kepalaku
" iyaa.. tapi nantikan ketemu "
" nggak apalah.. itung2 pengganti 2 minggu ini " dia menebarkan senyum manisnya yang membuatku hanya diam membisu
" ya udah.. geh sama berangkat.. nanti macet lagi "
" iya.. jaga kesehatan ya wa "
" eh.. harusnya aku yang bilang gitu samamu "
" iyaaa.. sama aja "
" ta.. "
" hem.. "
" boleh nggak ? "
" eh.. boleh apa ?" tanyaku heran
" salam perpisahan yang lebih "
" maksudnya ? "
" ya ntar juga kamu tau.. lagian dapat ijin kok dari tante "
" eeh.. apaan sih ? " aku sudah berkutat pada kebingunganku, tak tau entah bagaimana mulanya.. tiba-tiba sosok tubuh yang ada didepanku sudah memelukku.. dan aku hanya bisa berada pada posisi terbengong, kaget, bungung semuanya dalam pelukan dewa.. kurasakan kembali hangatnya dewa tapi berbeda.. kali ini lebih kunikmati.. namun aku mengingkarinya dan tak membalasnya karena aku sudah bertekad menegaskan hatiku untuk tetap menjadi sahabat dewa..
Aku membiarkannya menikmati memelukku dengan segenap rasa sayangnya.. kali ini pelukannya begitu hangat seakan tak mau melepasku.. pelukan yang diberikan untuk yang terkasih, pelukan yang diberikan untuk mencintai.. sampai pada akhirnya dia mencoba melepasnya dan berkata lembut padaku " Makasih ya ta.."
" iya wa " aku menjawabnya dengan lembut
Dia melepas pelukannya dan menyuruhku untuk berangkat, emak sudah berada didalam taxi.. dan dewa menemaniku menuju taxi membuka pintu untukku.. sampai terakhir hanya salam senyum yang diucapkan.. tak ada salam perpisahan lain selain pelukan.. dan emak sepertinya mengetahui lebih dari yang aku tau.. karena emak tak menggoda ku dan membahas hal lain sampai kami melintasi kemacetan di Surabaya....
Diubah oleh dausin 04-04-2014 11:53
0