- Beranda
- Stories from the Heart
Dia... Masa lalu yang indah..
...
TS
dausin
Dia... Masa lalu yang indah..
2007
Aku berjalan menyusuri kota yang asing bagiku dan saat itulah aku mengenalnya, hanya dengan seutas senyum yang aku berikan di antrian salah satu fastfood di kota itu. Dia yaaa.. dia datang selamanya dalam hidupku tanpa aku bisa menduga bahkan membayangkannya.. dan aku ingin mengenangnya lewat sedikit tulisan yang akan aku torehkan ini..
Tahun Pertama - Kenangan
Tahun Kedua- Lembaran yang terungkap
Tahun Kedua- Cinta yang bersemi
Aku berjalan menyusuri kota yang asing bagiku dan saat itulah aku mengenalnya, hanya dengan seutas senyum yang aku berikan di antrian salah satu fastfood di kota itu. Dia yaaa.. dia datang selamanya dalam hidupku tanpa aku bisa menduga bahkan membayangkannya.. dan aku ingin mengenangnya lewat sedikit tulisan yang akan aku torehkan ini..
Tahun Pertama - Kenangan
Spoiler for Tahun Pertama:
Tahun Kedua- Lembaran yang terungkap
Spoiler for Tahun kedua:
Tahun Kedua- Cinta yang bersemi
Spoiler for cinta:
bersambung ( ada urusan bentar )
Diubah oleh dausin 28-05-2014 11:17
anasabila memberi reputasi
1
10.7K
126
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
dausin
#24
Hari Kedua : Terimakasih
Setelah seharian dengan dewa, didalam kamar tepatnya.. Aku berpikir, kenapa besok tak aku ajak dia jalan saja.. Dan aku sudah menyiapkan diri untuk besok.. Tidur lebih awal malam ini.. Dewa sudah pulang jam 7 malam.. karena dia sudah seharian dikamarku, aku menyuruhnya untuk kembali dengan alasan tak enak dengan yang lain.. ya alasan ampuh untuk mengusirnya karena jika kami bersama selalu dia akan coba melakukan beberapa adengan romantis akan persaannya.. dan aku tak mau..
Entah kenapa malam ini begitu dingin, aku memutuskan menarik selimutku di Surabaya yang panas ini.. Aku tertidur lebih awal memang namun.. saat jam 3 pagi aku merasa menggigil hebat dan suhu badanku naik drastis dan aku sudah bisa berpikir dengan jernih kalau aku sakit.. ya aku positif sakit tapi kenapa.? entahlah.. mungkin ini cobaan.. aku sendiri dikamar sakit dan tanpa siapapun.. aku sudah merasakan sedikit kesepian menjadi anak kos.. saat kau sakit tak ada yang merawat dan rawatlah dirimu sendiri..
Hari ini aku masih bergelut dengan selimut, kamarku masih tertutup rapat dengan lampu mati, kulirik jam sudah jam 9 siang.. aku amsih belum bisa menggerakkan badanku, aku merasa lemah dan tak bisa apa-apa.. untuk bangkit dari tempat tidur saja kepalaku serasa diterpa guncangan dasyat yang membuatku mengerutkan kening dan ingin berteriak menahan sakitnya, namun aku berusaha menahan sakitnya dengan sekuat tenaga karena aku tau aku sendiri..
Samar-samar aku mendengar pembicaraan seseorang didepan kamarku atau agak jauh sedikit dan aku mengenali suara itu, ya itu dewa dan ibuk kos sepertinya.. Apa yang dewa lakukan.? kenapa dia berbicara dengan ibuk kos.? Memang ada masalah apa.? Ah.. pertanyaanku membuatku sakit, aku memutuskan untuk merebahkan badanku dan merilekskan pikiranku agar kondisiku agak membaik..
Saat aku hendak memejamkan mata, ada yang mengetuk pintu kamarku.. dan aku tak bisa menjawabnya dengan suara ku yang lemah.. sepertinya dia tak akan mendengarnya, dan benar dia tak mendengarnya dan mengetuk kembali.. Sampai dia bersuara " taa.... kamu didalam kan ta ? kamu nggak apa2 kan ta ? jawab dong ta.? buka pintunya ? " menyodorkan pertanyaan yang nggak mungkin aku jawab.. Tergambar kekahwatiran yang mendalam dari suaranya cemasnya, dia mengetuk pintuku kembali.. Dan aku berusaha mengumpulkan tenaga sekuat mungkin berjalan kearah pintuku dan membukanya.. benar saja begitu aku membukanya dia memelukku dengan erat..Seakan dia tak mau kehilanganku, sampai aku dengan susah payah berkata lemah kepadanya " ehk.. wa.. udah ya. ehk.. aku susah nafasnya "
Saat aku berbicara dengan sisa tenagaku, dia sadar aku tidak baik-baik saja dan dia mengendurkan pelukannya mencoba memberikan sentuhan hangat padaku, memandangku sebentar.. Kemudian meletakkan tangannya ke keningku dan berkata " panas banget ta.. ayoook tiduran lagi " Dia membantuku berjalan kekasur.. dan membantuku merebahkan diriku.. aku masih bisa melihat raut kecemasan dalam dirinya.. aku mencoba meyakinkannya agar dia tak perlu terlalu cemas dan khawatir atas kondisiku " aku nggak apa wa.. udah baikan kok " suara lemah ku masih bisa kudengar dan ternyata aku memang sudah membaik..
" kamu sakit ta.. apanya yang nggak apa2.. "
" iya wa.. beneran " jawabku sungguh-sungguh
" eta.. udah kali ini nurut sama aku, percaya sama aku.. oke.. jangan bawel.. sekarang kamu cuma punya aku, apapun yang terjadi cuma aku yang kamu punya sekarang ta.. jadi jangan bawel lagi ya " dia menegaska perkataannya dan seketika aku hanya bisa tersenyum dan mengangguk lemah kepadanya..
Karena terlalu lemah aku tak bisa memperhatikan apa yang dilakukan dewa, yang aku tau dia sedang mengompres keningku dengan hati-hati, menyiapkan ku teh hangat yang enak, dan mencoba memperbaiki selimutku.. dia merawatku dengan kasih sayang.. tak berapa lama dia melihat kondisi sudah lebih baikan, dia meminta ijin untuk keluar sebentar " etaa.. aku keluar bentar ya.. eta tiduran ajah, nanti aku balik eta bisa bangun.." dengan lembut dia berkata kepadaku dan merapikan selimutku lagi.. Diapun berlalu..
Aku mencoba memejamkan mataku mengunggu dia kembali.. terasa lama sekali dia pergi.. padahal ini baru 10 menit berlalu.. ah.. kenapa aku rindu sekali dengannya saat ini.. apa karena kondisiku.. ya mungkin hanya karena aku yang sedang sakit, sehingga aku ingin ditemani.. aku sibuk dengan lamunanku yang entah kemana arahnya.. karena kebanyakan orang sakit berkhayal yang tida-tidak seperti diriku sekarang.. Hingga aku sadar 30 menit berlalu, aku mendengar langkah berat dari balik pintu kamarku..
Dan benar saja dewa.. dia datang membawa bungkusan dan aku tak tau apa.. dia meletakkannya dimeja sudut kamarku, dan dia duduk disamping kasurku, mengeluarkan semua yang dia bawa untukku.. aku melihat dia mengeluarkan beberapa obat yang tak asing bagiku.. ya itu obatku.. darimana dia tau.. jika aku sakit selalu meminum itu.. aku pun mencoba bertanya kepadanya, bahkan orang tuaku pun tak tahu dengan ini..
" tau dari mana aku minum itu ? " tanyaku heran masih dengan suaraku yang lemah
" lagi sakit, jangan banyak omong dulu.. ayook makan " serganya
" nggak, jawab dulu " aku bersikeras kali ini, kutinggikan suaraku dengan sekuat tenaga.. menunjuk ketidak sukaanku.
" ta.. bisa nggak kita nggak usah bahas ini.. kamu sakit dan kamu cuma punya aku.. cukup percaya sama aku.. aku bakal jagain kamu kapanpun.. bisa kan.? kamu nggak harus tanya dan tau.. cukup percaya sama aku, itu aja ta " lembut suaranya membuat hatiku luluh seketika, aku hanya diam membisu seakan memberi arti "iya" kepadanya.. Dia seketika menjadi berbeda dan menjadi penjagaku saat ini.. aneh memang, dewa yang kukenal selalu iseng dan suka menjahiliku, selalu protes dengan sikap dan tingkahku.. hari ini menjadi dewa yang menjagaku dengan tulus dan segenap hatinya..
Dia menyuapi ku dengan bubur yang entah dibelinya dari mana, tak bisa banyak memang.. namun dia tak marah, dia hanya berkata dengan kelembutannya " kalo nggak bisa, jangan dipaksa ta "
Dan aku setuju dengannya, saat aku mulai tak sanggup aku menggelengkan kepalaku, dia dengan sigap mengambilkanku minum dan perlahan membantuku.. bahkan membukakan semua obatku.. Dan dewa tau aku tak suka obat, dia membelikanku jeli untuk menelan obatku.. Dia selalu tahu tanpa aku sadari.. Dan sekali lagi aku mulai tersadar dewa memang selalu tahu semua tentangku dalam diamnya sehingga saat dia memperlihatkannya aku hanya terkejut tak menyangka dan menyayangkannya.. ya kenapa baru sekarang dia menunjukkannya saat aku tergila dengan sosok yang tak kukenal..
Selesai semua ritual yang aku lakukan tentunya dibantu dewa.. dia trus mengganti kompresku dan menjagaku bahkan saat aku tertidur.. aku tidur dengan pulas sekali.. sampai aku tak sadar kalau dewa menjaga dan menunggu hingga malam hari, dan disaat aku bangun dia sudah tertidur lesuh di samping kasurku beralaskan tangan.. Aku hanya bisa berucap terimakasih untukmu wa, hari ini kau benar menjagaku..
Ibu kos memberikan kelonggaran untuk dewa, karena aku sakit dan dia sudah mengenal dewa dari emak juga.. Jadi dewa tak harus pulang malam ini. Dan dia memilih menemaniku, merawatku dan menjagaku.. padahal dia belum mandi dan tidak membawa baju.. Dan aku terpikir.. ya makan.. apa dewa sudah makan, dari siang dia merawatku.. apa dia makan.? Ya ampun begonya aku.. kenapa tak terpikir olehku menyuruhnya makan dan mala membiarkannya mengurusku.. Egois sekali aku.. Tak terpikirku bagaimana kondisi dewa saat ini, lelah mengurusku dan pasti lapar karena tak ada yang masuk dalam perutnya..
Aku mungkin sedikit sensi saat sakit.. aku meneteskan airmata agak sedikit terisak.. Bagaimana kalau tak ada dewa.. aku pasti belum baikan.. untuk bangkit saja susah.. sementara dewa mengorbankan waktunya untuk dirinya demi merawatku.. ya ampun.. aku sedikit melo.. Dan sepertinya aku membangunkanya..
" taaa.. kamu nggak apakan ? mana yang sakit ta ? ada yang sakit ? " Dia masih saja kahwatir denganku..aku berusaha mengendalikan tangisku yang sedikit berlebihan.. aku menggeleng kan kepalaku dan berkata " Maaf ya wa "
" Maaf kenapa ta ? apamu yang sakit ? " jawabnya bingung
" Aku udah baikan kok, maaf kamu jadi repot " jawabku sambil tersenyum
" kok udah baikan nangis.? kamukan nggak pernah nangis.. nggak apa ta.. aku udah janji sama diriku buat jaga kamu " jawabnya lembut. Tanpa sadar isakku bertambah, dia tulus merawatku dan dia tak mengharap lebih dariku.. Sementara aku mengetahui bagaimana isi hatinya, anda saja aku tak tahu.. pasti aku tak akan menangis seperti ini.. yaa.. aku takkan menangis seperti ini..
Aku memeluknya dengan erat, kusandarkan air mataku dipundaknya.. Dia hanya diam membisu tanpa menyambutnya dan aku hanya bisa berkata " Makasih.. makasih banyak ya wa "
Dengan suara lemahnya dia menjawab " iya ta.. makasih juga buat semuanya "
Dan.. hari itu sepertinya aku dan dia sama-sama tau.. kami terikat dengan satu rasa yang entah apanamanya.. cinta bukan.. sayang bukan.. entahlah.. tapi kami seperti terbelengguh dalam dunia kami saat ini.. hanya kami.. seakan aku ingin menghentikan semuanya kembali kemasa silam saat kami masih mengenal satu sama lain.. dan aku akan mengatakan padanya dengan jelas dan lantang " Jika kau suka samaku, bilang lah. jangan diam, aku tak suka. utarakan, karena aku akan membalasnya.. Jika kau tak bilang juga.. jangan salahkan aku jika aku lebih memilih yang lain dan meninggalkan penantianmu "
Sayangnya.. masa itu sudah lewat.. ya lewat.. aku sudah memiliki hati yang lebih besar untuk yanu.. dan dewa sudah memiliki sebagian hatinya untuk rahma.. kami hanya bisa memendamnya dalam kebersamaan yang berbatas ini.. kami hanya bisa merasakan indahnya berbagi dalam persabahatan yang berbatas ini.. Aku dan dewa tak ditakdirkan bersatu, hanya bersama..
" taaa.. udah ya.. ayoo istirahat lagi.. jangan nangis muluk " bujuknya lembut. perlahan aku melepas pelukan ku darinya.. masih dengan mata basah yang sudah berkurang dari sebelumnya dan tanpa isak.. dia menghapus pipiku dengan lembut.. dan seperti anak kecil.. " sini-sini.. basa semuakan, ingusnya juga netes dibaju loh " ejeknya dengan senyum lembutnya.. aku hanya tersenyum kecil memukulnya.. " kamu ini.. aah.. nyebelin "
" kan kalo nggak nyebelin bukan dewanya eta.. weeekk " candanya
" iyalah.. " jawabku
Kami saling tersenyum, aku mengusap semua air mataku.. dan dia menemaniku dimalam ini.. ya malam panjangku dengan dewa.. malam yang membuat kami saling mengerti jika kami saling membutuhkan..
" sini.. tiduran disebelah ajah.."
" eh.. nggak apa ini "
" kan nggak macem2.. awas ajah ya " ancamku
" hahahaha.. mau apa emang.. lagi sakit juga " godanya..
" mau gigit kamu.. "
" jangan deh.. nanti rabies akunya " ejeknya.
" isshh.. "
" udah.. belum baik total dilarang cerewet ya " dia meletakkan jari telunjuknya di bibirku sebelum aku sempat membuka mulut memarahinya..
" yuk.. merem deh.. " dan aku hanya menurut terhadapnya.. aku memejamkan mataku dengan lembut.. Dan lagi, kali ini dia dengan terang-terangan melakukan hal tak kuduga..
" Selamat tidur ta.. mimpi indah.. dan jangan bersedih ya.. aku ada kok buat kamu " Sebuah kecupan manis mendarat dikeningku.. kali ini lebih singkat dari yang lalu.. Aku hanya diam dalam pejaman mataku dan mencoba menenangkan diriku menikmati usapan lebut tangganya dirambutku yang super lepek.. Aku berharap dia tidak merasa bauk dengan diriku yang tak mandi dan mengeluarkan kirangat karena sakit.
Malam panjang bersama dewa yang akan menjadi kenangan manis untuk dikenang bukan digalaukan..
Entah kenapa malam ini begitu dingin, aku memutuskan menarik selimutku di Surabaya yang panas ini.. Aku tertidur lebih awal memang namun.. saat jam 3 pagi aku merasa menggigil hebat dan suhu badanku naik drastis dan aku sudah bisa berpikir dengan jernih kalau aku sakit.. ya aku positif sakit tapi kenapa.? entahlah.. mungkin ini cobaan.. aku sendiri dikamar sakit dan tanpa siapapun.. aku sudah merasakan sedikit kesepian menjadi anak kos.. saat kau sakit tak ada yang merawat dan rawatlah dirimu sendiri..
Hari ini aku masih bergelut dengan selimut, kamarku masih tertutup rapat dengan lampu mati, kulirik jam sudah jam 9 siang.. aku amsih belum bisa menggerakkan badanku, aku merasa lemah dan tak bisa apa-apa.. untuk bangkit dari tempat tidur saja kepalaku serasa diterpa guncangan dasyat yang membuatku mengerutkan kening dan ingin berteriak menahan sakitnya, namun aku berusaha menahan sakitnya dengan sekuat tenaga karena aku tau aku sendiri..
Samar-samar aku mendengar pembicaraan seseorang didepan kamarku atau agak jauh sedikit dan aku mengenali suara itu, ya itu dewa dan ibuk kos sepertinya.. Apa yang dewa lakukan.? kenapa dia berbicara dengan ibuk kos.? Memang ada masalah apa.? Ah.. pertanyaanku membuatku sakit, aku memutuskan untuk merebahkan badanku dan merilekskan pikiranku agar kondisiku agak membaik..
Saat aku hendak memejamkan mata, ada yang mengetuk pintu kamarku.. dan aku tak bisa menjawabnya dengan suara ku yang lemah.. sepertinya dia tak akan mendengarnya, dan benar dia tak mendengarnya dan mengetuk kembali.. Sampai dia bersuara " taa.... kamu didalam kan ta ? kamu nggak apa2 kan ta ? jawab dong ta.? buka pintunya ? " menyodorkan pertanyaan yang nggak mungkin aku jawab.. Tergambar kekahwatiran yang mendalam dari suaranya cemasnya, dia mengetuk pintuku kembali.. Dan aku berusaha mengumpulkan tenaga sekuat mungkin berjalan kearah pintuku dan membukanya.. benar saja begitu aku membukanya dia memelukku dengan erat..Seakan dia tak mau kehilanganku, sampai aku dengan susah payah berkata lemah kepadanya " ehk.. wa.. udah ya. ehk.. aku susah nafasnya "
Saat aku berbicara dengan sisa tenagaku, dia sadar aku tidak baik-baik saja dan dia mengendurkan pelukannya mencoba memberikan sentuhan hangat padaku, memandangku sebentar.. Kemudian meletakkan tangannya ke keningku dan berkata " panas banget ta.. ayoook tiduran lagi " Dia membantuku berjalan kekasur.. dan membantuku merebahkan diriku.. aku masih bisa melihat raut kecemasan dalam dirinya.. aku mencoba meyakinkannya agar dia tak perlu terlalu cemas dan khawatir atas kondisiku " aku nggak apa wa.. udah baikan kok " suara lemah ku masih bisa kudengar dan ternyata aku memang sudah membaik..
" kamu sakit ta.. apanya yang nggak apa2.. "
" iya wa.. beneran " jawabku sungguh-sungguh
" eta.. udah kali ini nurut sama aku, percaya sama aku.. oke.. jangan bawel.. sekarang kamu cuma punya aku, apapun yang terjadi cuma aku yang kamu punya sekarang ta.. jadi jangan bawel lagi ya " dia menegaska perkataannya dan seketika aku hanya bisa tersenyum dan mengangguk lemah kepadanya..
Karena terlalu lemah aku tak bisa memperhatikan apa yang dilakukan dewa, yang aku tau dia sedang mengompres keningku dengan hati-hati, menyiapkan ku teh hangat yang enak, dan mencoba memperbaiki selimutku.. dia merawatku dengan kasih sayang.. tak berapa lama dia melihat kondisi sudah lebih baikan, dia meminta ijin untuk keluar sebentar " etaa.. aku keluar bentar ya.. eta tiduran ajah, nanti aku balik eta bisa bangun.." dengan lembut dia berkata kepadaku dan merapikan selimutku lagi.. Diapun berlalu..
Aku mencoba memejamkan mataku mengunggu dia kembali.. terasa lama sekali dia pergi.. padahal ini baru 10 menit berlalu.. ah.. kenapa aku rindu sekali dengannya saat ini.. apa karena kondisiku.. ya mungkin hanya karena aku yang sedang sakit, sehingga aku ingin ditemani.. aku sibuk dengan lamunanku yang entah kemana arahnya.. karena kebanyakan orang sakit berkhayal yang tida-tidak seperti diriku sekarang.. Hingga aku sadar 30 menit berlalu, aku mendengar langkah berat dari balik pintu kamarku..
Dan benar saja dewa.. dia datang membawa bungkusan dan aku tak tau apa.. dia meletakkannya dimeja sudut kamarku, dan dia duduk disamping kasurku, mengeluarkan semua yang dia bawa untukku.. aku melihat dia mengeluarkan beberapa obat yang tak asing bagiku.. ya itu obatku.. darimana dia tau.. jika aku sakit selalu meminum itu.. aku pun mencoba bertanya kepadanya, bahkan orang tuaku pun tak tahu dengan ini..
" tau dari mana aku minum itu ? " tanyaku heran masih dengan suaraku yang lemah
" lagi sakit, jangan banyak omong dulu.. ayook makan " serganya
" nggak, jawab dulu " aku bersikeras kali ini, kutinggikan suaraku dengan sekuat tenaga.. menunjuk ketidak sukaanku.
" ta.. bisa nggak kita nggak usah bahas ini.. kamu sakit dan kamu cuma punya aku.. cukup percaya sama aku.. aku bakal jagain kamu kapanpun.. bisa kan.? kamu nggak harus tanya dan tau.. cukup percaya sama aku, itu aja ta " lembut suaranya membuat hatiku luluh seketika, aku hanya diam membisu seakan memberi arti "iya" kepadanya.. Dia seketika menjadi berbeda dan menjadi penjagaku saat ini.. aneh memang, dewa yang kukenal selalu iseng dan suka menjahiliku, selalu protes dengan sikap dan tingkahku.. hari ini menjadi dewa yang menjagaku dengan tulus dan segenap hatinya..
Dia menyuapi ku dengan bubur yang entah dibelinya dari mana, tak bisa banyak memang.. namun dia tak marah, dia hanya berkata dengan kelembutannya " kalo nggak bisa, jangan dipaksa ta "
Dan aku setuju dengannya, saat aku mulai tak sanggup aku menggelengkan kepalaku, dia dengan sigap mengambilkanku minum dan perlahan membantuku.. bahkan membukakan semua obatku.. Dan dewa tau aku tak suka obat, dia membelikanku jeli untuk menelan obatku.. Dia selalu tahu tanpa aku sadari.. Dan sekali lagi aku mulai tersadar dewa memang selalu tahu semua tentangku dalam diamnya sehingga saat dia memperlihatkannya aku hanya terkejut tak menyangka dan menyayangkannya.. ya kenapa baru sekarang dia menunjukkannya saat aku tergila dengan sosok yang tak kukenal..
Selesai semua ritual yang aku lakukan tentunya dibantu dewa.. dia trus mengganti kompresku dan menjagaku bahkan saat aku tertidur.. aku tidur dengan pulas sekali.. sampai aku tak sadar kalau dewa menjaga dan menunggu hingga malam hari, dan disaat aku bangun dia sudah tertidur lesuh di samping kasurku beralaskan tangan.. Aku hanya bisa berucap terimakasih untukmu wa, hari ini kau benar menjagaku..
Ibu kos memberikan kelonggaran untuk dewa, karena aku sakit dan dia sudah mengenal dewa dari emak juga.. Jadi dewa tak harus pulang malam ini. Dan dia memilih menemaniku, merawatku dan menjagaku.. padahal dia belum mandi dan tidak membawa baju.. Dan aku terpikir.. ya makan.. apa dewa sudah makan, dari siang dia merawatku.. apa dia makan.? Ya ampun begonya aku.. kenapa tak terpikir olehku menyuruhnya makan dan mala membiarkannya mengurusku.. Egois sekali aku.. Tak terpikirku bagaimana kondisi dewa saat ini, lelah mengurusku dan pasti lapar karena tak ada yang masuk dalam perutnya..
Aku mungkin sedikit sensi saat sakit.. aku meneteskan airmata agak sedikit terisak.. Bagaimana kalau tak ada dewa.. aku pasti belum baikan.. untuk bangkit saja susah.. sementara dewa mengorbankan waktunya untuk dirinya demi merawatku.. ya ampun.. aku sedikit melo.. Dan sepertinya aku membangunkanya..
" taaa.. kamu nggak apakan ? mana yang sakit ta ? ada yang sakit ? " Dia masih saja kahwatir denganku..aku berusaha mengendalikan tangisku yang sedikit berlebihan.. aku menggeleng kan kepalaku dan berkata " Maaf ya wa "
" Maaf kenapa ta ? apamu yang sakit ? " jawabnya bingung
" Aku udah baikan kok, maaf kamu jadi repot " jawabku sambil tersenyum
" kok udah baikan nangis.? kamukan nggak pernah nangis.. nggak apa ta.. aku udah janji sama diriku buat jaga kamu " jawabnya lembut. Tanpa sadar isakku bertambah, dia tulus merawatku dan dia tak mengharap lebih dariku.. Sementara aku mengetahui bagaimana isi hatinya, anda saja aku tak tahu.. pasti aku tak akan menangis seperti ini.. yaa.. aku takkan menangis seperti ini..
Aku memeluknya dengan erat, kusandarkan air mataku dipundaknya.. Dia hanya diam membisu tanpa menyambutnya dan aku hanya bisa berkata " Makasih.. makasih banyak ya wa "
Dengan suara lemahnya dia menjawab " iya ta.. makasih juga buat semuanya "
Dan.. hari itu sepertinya aku dan dia sama-sama tau.. kami terikat dengan satu rasa yang entah apanamanya.. cinta bukan.. sayang bukan.. entahlah.. tapi kami seperti terbelengguh dalam dunia kami saat ini.. hanya kami.. seakan aku ingin menghentikan semuanya kembali kemasa silam saat kami masih mengenal satu sama lain.. dan aku akan mengatakan padanya dengan jelas dan lantang " Jika kau suka samaku, bilang lah. jangan diam, aku tak suka. utarakan, karena aku akan membalasnya.. Jika kau tak bilang juga.. jangan salahkan aku jika aku lebih memilih yang lain dan meninggalkan penantianmu "
Sayangnya.. masa itu sudah lewat.. ya lewat.. aku sudah memiliki hati yang lebih besar untuk yanu.. dan dewa sudah memiliki sebagian hatinya untuk rahma.. kami hanya bisa memendamnya dalam kebersamaan yang berbatas ini.. kami hanya bisa merasakan indahnya berbagi dalam persabahatan yang berbatas ini.. Aku dan dewa tak ditakdirkan bersatu, hanya bersama..
" taaa.. udah ya.. ayoo istirahat lagi.. jangan nangis muluk " bujuknya lembut. perlahan aku melepas pelukan ku darinya.. masih dengan mata basah yang sudah berkurang dari sebelumnya dan tanpa isak.. dia menghapus pipiku dengan lembut.. dan seperti anak kecil.. " sini-sini.. basa semuakan, ingusnya juga netes dibaju loh " ejeknya dengan senyum lembutnya.. aku hanya tersenyum kecil memukulnya.. " kamu ini.. aah.. nyebelin "
" kan kalo nggak nyebelin bukan dewanya eta.. weeekk " candanya
" iyalah.. " jawabku
Kami saling tersenyum, aku mengusap semua air mataku.. dan dia menemaniku dimalam ini.. ya malam panjangku dengan dewa.. malam yang membuat kami saling mengerti jika kami saling membutuhkan..
" sini.. tiduran disebelah ajah.."
" eh.. nggak apa ini "
" kan nggak macem2.. awas ajah ya " ancamku
" hahahaha.. mau apa emang.. lagi sakit juga " godanya..
" mau gigit kamu.. "
" jangan deh.. nanti rabies akunya " ejeknya.
" isshh.. "
" udah.. belum baik total dilarang cerewet ya " dia meletakkan jari telunjuknya di bibirku sebelum aku sempat membuka mulut memarahinya..
" yuk.. merem deh.. " dan aku hanya menurut terhadapnya.. aku memejamkan mataku dengan lembut.. Dan lagi, kali ini dia dengan terang-terangan melakukan hal tak kuduga..
" Selamat tidur ta.. mimpi indah.. dan jangan bersedih ya.. aku ada kok buat kamu " Sebuah kecupan manis mendarat dikeningku.. kali ini lebih singkat dari yang lalu.. Aku hanya diam dalam pejaman mataku dan mencoba menenangkan diriku menikmati usapan lebut tangganya dirambutku yang super lepek.. Aku berharap dia tidak merasa bauk dengan diriku yang tak mandi dan mengeluarkan kirangat karena sakit.
Malam panjang bersama dewa yang akan menjadi kenangan manis untuk dikenang bukan digalaukan..
Diubah oleh dausin 03-04-2014 16:52
0