- Beranda
- Stories from the Heart
[Doko Demo Hana] Doko Demo Watashi Ga Aru, Hana O Hanami Shite Imasu
...
TS
primenumbers
[Doko Demo Hana] Doko Demo Watashi Ga Aru, Hana O Hanami Shite Imasu
Konichiwa minna-san! Hajimemashite, watashi no namae wa Eric desu. Dozo Yoroshiku 
Artinya : Hallo semuanya! Perkenalkan, nama gue Eric. Senang bertemu dengan kalian
Selama ini gue cuma jadi silent reader abadi di SFTH, dan setelah banyak membaca cerita2 disini yg sangat inspiratif, menarik, dan unik. Gue juga memberanikan diri untuk menulis cerita gue sendiri
Gue orangnya nggak suka basa basi dan banyak ngomong. Jadi kita langsung ke ceritanya aja yah
Buat yg udah mampir arigatou onegaishimasu and happy reading
--
Buat temen2 yg udah tau/ngerti arti judulnya, gak usah di share dimari ya translate nya.
Cukup disimpen dalem hati aja dulu
Yg pasti nanti di last episode akan gue kasih tau artinya
Sankyu

Artinya : Hallo semuanya! Perkenalkan, nama gue Eric. Senang bertemu dengan kalian

Selama ini gue cuma jadi silent reader abadi di SFTH, dan setelah banyak membaca cerita2 disini yg sangat inspiratif, menarik, dan unik. Gue juga memberanikan diri untuk menulis cerita gue sendiri

Gue orangnya nggak suka basa basi dan banyak ngomong. Jadi kita langsung ke ceritanya aja yah

Buat yg udah mampir arigatou onegaishimasu and happy reading

--
Buat temen2 yg udah tau/ngerti arti judulnya, gak usah di share dimari ya translate nya.

Cukup disimpen dalem hati aja dulu

Yg pasti nanti di last episode akan gue kasih tau artinya

Sankyu

Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 34 suara
Who is your favourite character?
Eric :cool:
15%
Florina :kisss
24%
Desma :kisss
44%
Arman :cool:
18%
Diubah oleh primenumbers 13-07-2014 23:47
anasabila memberi reputasi
1
96.5K
856
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
primenumbers
#448
Eps 24
Warkop depan kampus, miliknya Ibu Nuri. Siang itu gue dan Arman menghabiskan waktu disana dengan menikmati dua gelas eh teh manis dan beberapa gorengan sambil bersenda gurau.
"Coba tebak apa yg gue temuin semalem" Tanya Arman ke gue
"Apaan? Mana gue tau" Jawab gue
"Nih" Arman cengengesan sambil menyodorkan handphone miliknya ke gue
Ketika gue liat layar handphone nya, ternyata menampilkan akun twitter Florina.
"Sugooooiii. Dapet aja lo"
"Canggih gak? Hahaha"
"Bocah edan, niat banget lo ngelacaknya"
"Dua jam cuy gue nyarinya semalem"
"Tapi kok digembok sih twitternya"
"Cewek2 cantik biasanya begitu"
"Sotoy lo, Melody kagak tuh"
"Melody lagi Melody lagi"
Gue dan Arman semakin asyik bercengkrama, lalu tiba2 seorang pria paruh baya dengan seragam hitam2 mendekat, duduk di kursi yg ada di depan gue sambil memesan secangkir kopi susu.
"Kopi susu nya satu ya, Bu" Kata pria itu
5 menit selanjutnya.
"Silahkan, Pak" Seru Ibu penjaga warung mengantarkan kopi
Gue dan Arman hanya cuek akan kehadiran orang itu, sambil melanjutkan percakapan yg kebetulan topiknya sangat menarik untuk dibahas.
"Request follow aja, Ric" Kata Arman
"Ngeri gue, takut gak di approve" Balas gue
"Yaelah emang kalo gak di approve, besok kiamat gitu? Santai lah"
"Malu, bego!"
"Ngapain malu, gue sih cuek"
"Payah nih, gak asyik kayak Desma"
"Desma mah the only one, gak ada yg kayak dia"
Tiba2 pria itu menyapa, ikut mengobrol dan membuat suasana menjadi semarak.
"Mas, kuliah di kampus itu yah?" Ucapnya ke arah gue sembari menunjuk kampus
"Iya. Ada apa, Pak?" Tanya gue sambil meletakkan handphone
"Yg kuliah pagi sudah keluar belum ya, Mas?"
"Jurusan apa, Pak?" Sahut Arman
"Ekonomi" Jawab si Bapak pendek
"Biasanya sih jam sebelas anak ekonomi udah selesai Pak kuliahnya. Bener nggak, Man?"
"Yoi"
"Tapi kurang tau juga kalo belom keluar hehehe" Gue menambahkan sambil menggaruk kepala tanda ragu2.
"Ohh begitu, aduh pusing ini saya nunggunya" Sahut Bapak itu sedikit menggerutu
"Emangnya ada apa, Pak?" Timpal Arman
"Mau jemput Mas. Ini lagi nunggu anak majikan saya"
Jadi ternyata Bapak ini supir aka driver toh.
"Coba telpon aja" Saran gue
"Sudah, Mas. Tapi ndak aktif handphone nya"
"Ngomong2, anak majikannya cewek atau cowok, Pak?" Tanya Arman sedikit iseng
"Emang kalo cewek kenapa? Mas mau deketin?"
"Hahaha, Bapak bisa aja"
"Siapa Pak namanya kalo saya boleh tau" Giliran gue bertanya
"Namanya Florina, Mas"
"Florina?!"
Gue dan Arman terkejut bersama ketika mendengar nama Florina. Apakah Flo yg ditunggu sama dengan Flo yg sedang gue bincangkan dengan Arman?
Tapi Flo yg gue tau jurusannya sama kayak gue. Dengan asumsi buku yg dia bawa ketika pertama kali gue bertemu dengannya.
"Loh kok bisa barengan gitu ya? Hahaha"
"Yg ini bukan orangnya, Pak" Gue mendekatkan handphone Arman ke si Bapak, berusaha meyakinkan
Bapak itu mengangguk
"Sampeyan kenal, Mas?"
"Sedikit, cuma kenal nama doang"
"Ohh tak kira kenal deket. Aduuuh pasti Non Flo lagi pacaran sama pacarnya ini"
"Kenapa, Pak?"
"Kalo lagi jalan sama pacarnya, sering ndak jelas Mas. Perginya kapan pulangnya kapan. Saya yg repot jadinya kalo suruh nganter atau jemput tiba2"
"Ya namanya juga anak muda, lagi demennya seneng2 Pak. Bapak sabar aja deh. Oh ya, nama Bapak siapa?" Kata gue
"Saya Kusno, kalo Mas?"
"Saya Eric, kalo ini Arman. Ngobrol daritadi baru sempet kenalan kita"
Obrolan antara gue dan Arman berlanjut dan semakin seru dengan Pak Kusno yg sesekali menimpali dan ikut tertawa. Percakapan pun menjadi bercabang. Jika gue dan Arman menceritakan kehidupan anak muda sekarang, sementara Pak Kusno menceritakan trend anak muda zaman dulu.
Tidak terasa setengah jam berlalu.
"Hmmm, udah jam setengah tiga tapi belum keliatan juga ini Non Florina, Yasudahlah saya balik saja. Bu, berapa ini kopi susu nya sama pisang goreng dua biji?" Pak Kusno menghampiri Ibu penjaga warung untuk membayar kopi dan gorengannya.
"Lima ribu pak"
"Mas, saya pamit duluan ya" Pak Kusno berpamitan
"Iya, Pak" Kata Arman
"Hati2 ya, Pak Kusno" Pesan gue
"Nggeh" Pak Kusno melambaikan tangan sambil tersenyum kecil.
Pak Kusno pamit pulang dan membalik pergi, ia berjalan pelan dan sangat lusuh menuju kendaraan kerjanya, pertanda dirinya dibikin kecewa oleh Flo.
Mendengar cerita dari Pak Kusno, gue semakin penasaran dengan kepribadian Flo, ingin rasanya gue mencari tahu sosok Flo yg sebenarnya. Karna Flo yg selama ini gue kenal, hanya tampak dari sisi luarnya saja.

Bersambung
"Coba tebak apa yg gue temuin semalem" Tanya Arman ke gue

"Apaan? Mana gue tau" Jawab gue

"Nih" Arman cengengesan sambil menyodorkan handphone miliknya ke gue

Ketika gue liat layar handphone nya, ternyata menampilkan akun twitter Florina.

"Sugooooiii. Dapet aja lo"

"Canggih gak? Hahaha"

"Bocah edan, niat banget lo ngelacaknya"

"Dua jam cuy gue nyarinya semalem"

"Tapi kok digembok sih twitternya"

"Cewek2 cantik biasanya begitu"

"Sotoy lo, Melody kagak tuh"

"Melody lagi Melody lagi"

Gue dan Arman semakin asyik bercengkrama, lalu tiba2 seorang pria paruh baya dengan seragam hitam2 mendekat, duduk di kursi yg ada di depan gue sambil memesan secangkir kopi susu.

"Kopi susu nya satu ya, Bu" Kata pria itu
5 menit selanjutnya.
"Silahkan, Pak" Seru Ibu penjaga warung mengantarkan kopi
Gue dan Arman hanya cuek akan kehadiran orang itu, sambil melanjutkan percakapan yg kebetulan topiknya sangat menarik untuk dibahas.

"Request follow aja, Ric" Kata Arman

"Ngeri gue, takut gak di approve" Balas gue

"Yaelah emang kalo gak di approve, besok kiamat gitu? Santai lah"

"Malu, bego!"

"Ngapain malu, gue sih cuek"

"Payah nih, gak asyik kayak Desma"

"Desma mah the only one, gak ada yg kayak dia"

Tiba2 pria itu menyapa, ikut mengobrol dan membuat suasana menjadi semarak.
"Mas, kuliah di kampus itu yah?" Ucapnya ke arah gue sembari menunjuk kampus
"Iya. Ada apa, Pak?" Tanya gue sambil meletakkan handphone

"Yg kuliah pagi sudah keluar belum ya, Mas?"
"Jurusan apa, Pak?" Sahut Arman

"Ekonomi" Jawab si Bapak pendek
"Biasanya sih jam sebelas anak ekonomi udah selesai Pak kuliahnya. Bener nggak, Man?"
"Yoi"
"Tapi kurang tau juga kalo belom keluar hehehe" Gue menambahkan sambil menggaruk kepala tanda ragu2.
"Ohh begitu, aduh pusing ini saya nunggunya" Sahut Bapak itu sedikit menggerutu

"Emangnya ada apa, Pak?" Timpal Arman

"Mau jemput Mas. Ini lagi nunggu anak majikan saya"
Jadi ternyata Bapak ini supir aka driver toh.

"Coba telpon aja" Saran gue
"Sudah, Mas. Tapi ndak aktif handphone nya"

"Ngomong2, anak majikannya cewek atau cowok, Pak?" Tanya Arman sedikit iseng

"Emang kalo cewek kenapa? Mas mau deketin?"

"Hahaha, Bapak bisa aja"

"Siapa Pak namanya kalo saya boleh tau" Giliran gue bertanya

"Namanya Florina, Mas"
"Florina?!"
Gue dan Arman terkejut bersama ketika mendengar nama Florina. Apakah Flo yg ditunggu sama dengan Flo yg sedang gue bincangkan dengan Arman?

Tapi Flo yg gue tau jurusannya sama kayak gue. Dengan asumsi buku yg dia bawa ketika pertama kali gue bertemu dengannya.

"Loh kok bisa barengan gitu ya? Hahaha"

"Yg ini bukan orangnya, Pak" Gue mendekatkan handphone Arman ke si Bapak, berusaha meyakinkan
Bapak itu mengangguk
"Sampeyan kenal, Mas?"
"Sedikit, cuma kenal nama doang"
"Ohh tak kira kenal deket. Aduuuh pasti Non Flo lagi pacaran sama pacarnya ini"

"Kenapa, Pak?"

"Kalo lagi jalan sama pacarnya, sering ndak jelas Mas. Perginya kapan pulangnya kapan. Saya yg repot jadinya kalo suruh nganter atau jemput tiba2"
"Ya namanya juga anak muda, lagi demennya seneng2 Pak. Bapak sabar aja deh. Oh ya, nama Bapak siapa?" Kata gue

"Saya Kusno, kalo Mas?"
"Saya Eric, kalo ini Arman. Ngobrol daritadi baru sempet kenalan kita"

Obrolan antara gue dan Arman berlanjut dan semakin seru dengan Pak Kusno yg sesekali menimpali dan ikut tertawa. Percakapan pun menjadi bercabang. Jika gue dan Arman menceritakan kehidupan anak muda sekarang, sementara Pak Kusno menceritakan trend anak muda zaman dulu.
Tidak terasa setengah jam berlalu.
"Hmmm, udah jam setengah tiga tapi belum keliatan juga ini Non Florina, Yasudahlah saya balik saja. Bu, berapa ini kopi susu nya sama pisang goreng dua biji?" Pak Kusno menghampiri Ibu penjaga warung untuk membayar kopi dan gorengannya.
"Lima ribu pak"
"Mas, saya pamit duluan ya" Pak Kusno berpamitan
"Iya, Pak" Kata Arman

"Hati2 ya, Pak Kusno" Pesan gue
"Nggeh" Pak Kusno melambaikan tangan sambil tersenyum kecil.
Pak Kusno pamit pulang dan membalik pergi, ia berjalan pelan dan sangat lusuh menuju kendaraan kerjanya, pertanda dirinya dibikin kecewa oleh Flo.
Mendengar cerita dari Pak Kusno, gue semakin penasaran dengan kepribadian Flo, ingin rasanya gue mencari tahu sosok Flo yg sebenarnya. Karna Flo yg selama ini gue kenal, hanya tampak dari sisi luarnya saja.

Bersambung

JabLai cOY memberi reputasi
1
![[Doko Demo Hana] Doko Demo Watashi Ga Aru, Hana O Hanami Shite Imasu](https://s.kaskus.id/images/2014/04/09/6430330_20140409050230.jpg)
![[Doko Demo Hana] Doko Demo Watashi Ga Aru, Hana O Hanami Shite Imasu](https://dl.kaskus.id/bethhart.com/wp-content/uploads/2013/04/Twitter11.png)