- Beranda
- Stories from the Heart
Dia... Masa lalu yang indah..
...
TS
dausin
Dia... Masa lalu yang indah..
2007
Aku berjalan menyusuri kota yang asing bagiku dan saat itulah aku mengenalnya, hanya dengan seutas senyum yang aku berikan di antrian salah satu fastfood di kota itu. Dia yaaa.. dia datang selamanya dalam hidupku tanpa aku bisa menduga bahkan membayangkannya.. dan aku ingin mengenangnya lewat sedikit tulisan yang akan aku torehkan ini..
Tahun Pertama - Kenangan
Tahun Kedua- Lembaran yang terungkap
Tahun Kedua- Cinta yang bersemi
Aku berjalan menyusuri kota yang asing bagiku dan saat itulah aku mengenalnya, hanya dengan seutas senyum yang aku berikan di antrian salah satu fastfood di kota itu. Dia yaaa.. dia datang selamanya dalam hidupku tanpa aku bisa menduga bahkan membayangkannya.. dan aku ingin mengenangnya lewat sedikit tulisan yang akan aku torehkan ini..
Tahun Pertama - Kenangan
Spoiler for Tahun Pertama:
Tahun Kedua- Lembaran yang terungkap
Spoiler for Tahun kedua:
Tahun Kedua- Cinta yang bersemi
Spoiler for cinta:
bersambung ( ada urusan bentar )
Diubah oleh dausin 28-05-2014 11:17
anasabila memberi reputasi
1
10.9K
126
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33KThread•54.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
dausin
#3
Perjumpaan Kedua
Pagi ini aku memutuskan untuk makan sebanyak-banyaknya, karena masih sebal dengan kejadian semalam.. Cowok aneh itu sukses membuatku uring-uringan sendirian semalaman sampek2 nggak bisa tidur.. Selesai melahap semua makanan ku yang aku pesan di resto hotel, aku memutuskan langsung berangkat untuk jalan-jalan keliling surabaya lagi dan kali ini lebih lama karena besoknya aku akan pergi ke Bangil menjenguk sodaraku.
Aku memutuskan untuk berbelanja oleh-oleh ke PGS, karena disana terkenal pusat grosir terbesar di surabya.. dan benar memang waktu kesana benar-benar ramai sekali, segala jenis barang ada asal kau pintar memilih dan mungkin menawarnya maka kau akan dapat harga yang sangat terjangkau. Karena aku berkeliling sendiri, aku memutuskan untuk belanja ala kadarnya saja dan kemungkinan selang waktu balik ke dari bangil ke bandara aku akan mampir lagi kesini untuk menambah oleh-oleh.
Setelah beberapa jam aku berbelanja, menghabiskan waktu melihat-lihat sekeliling PGS dan membeli makanan di sekitar PGS, tak terasa sudah jam 2 siang, aku memutuskan untuk kembali ke hotel dengan menggunakan taxi karena bawaanku yang lumayan banyak. Untung saja aku membawa koper ukuran besar dengan sedikit isi jadi aku bisa memasukan oleh-olehku kedalam koper agar lebih ringkas.
Panasnya surabaya sudah tak terasa lagi saat aku berada di taxi.. Tapi macetnya surabaya sangat terasa sekali.. karena jarak hotelku dengan PGS sangat jauh, aku terkadang merasa jenuh dijalan.
Sesampainya di hotel, dengan dibantu supir taxi yang menurunkan belanjaanku tanpa aku sadar ntah dari mana datangnya sosok makhluk aneh itu muncul, ya makhluk yang membuatku sebal setengah mati semalaman.. Dia cowok aneh itu, dengan tampang tak berdosa dan senyum yang mereka dia menawarkan diri membawa belanjaanku sambil berkata " Banyak juga ya, pasti capek "
Dan dengan sebal yang memuncak aku menjawab ala kadar nya " emang kamu nggak bisa liat apa.? "
" ya udah, sini aku ajah yang bawa semuanya "
" nggak usah, aku bisa. oke "
" nggak apa loh, nggak bakal aku bawa lari kok "
Karena aku udah keburu sebal setengah mati akhirnya aku ngomel nggak jelas sampai-sampai diliatin orang sekitar " kamu ini bandel banget sih dibilangin, aku nggak apa2 dan aku bisa, nyebelin banget sih "
Hening.. beberapa saat.. Dan raut wajahnya berubah menjadi merasa bersalah.. dia hanya diam dengan sejuta kebisuannya didepanku.. Dan yaa.. aku tak tega..
" eh.. ehm.. maaf.. aku nggak maksud, soalnya aku lagi capek jadi maaf udah marah2 nggak jelas sama kamu"
" iya nggak apa, aku tau kok kamu marah karena kemarin. Maaf ya "
Jleb... dia tau... dan dia minta maaf.. Dan suasana menjadi hening seketika, sehingga aku memutuskan untuk memulai obrolan baru agar lebih nyaman.
" yaudah, yuk masuk.. panas diluar nih "
" eh.. boleh ya.? "
" boleh kok, asal kamu nggak macem2.. kalo macem2 aku teriak maling ajah biar digebukin.."
dan kami pun saling tersenyum.. aku merasa ada yang berbeda.. ntah apa itu.. tapi.. sudahlah...
Kami berjalan menuju kekamarku sambil mengobrol panjang lebar, dan dia lebih terbuka.. dia masih bersekolah SMA di Sidoarjo dan akan lulus tahun depan.. Kami satu angkatan cuma berbeda umur, aku lebih muda darinya 1tahun dan memang seharusnya aku adek kelasnya hanya saja aku masuk SD terlalu muda. Dan ternyata dia asik..
Sampainya dikamar, saat hendak membuka pintu dia menawarkan membawa bungkusan yang aku bawa " siniin dulu, biar gampang bukanya "
" oh.. iya.. makasih ya.,"
Agak sedikit grogi kali ya.. sampai-sampai hanya membuka pintu saja bingung.. dan saat dikamar pun dia sopan.. nggak main asal duduk, hanya berdiri di pintu sampai aku harusny mempersilahkannya.
"eh.. ngapain diri dong, duduk ajah loh di sofa"
" iya.. trus ini taroh dimana?"
" taruh disitu ajah " aku menunjuk atas tempat tidurku
" mau minum, nemyil apa kamu.?"
" minum ajah deh, air putih "
" oke " aku membuka kulkas dan mengeluarkan air mineral yang ada didalamnya..
Kami mengobrol banyak dan tak terasa sudah sore banget, tapi sepertinya dia tak ingin pulang.. Akhirnya aku memutuskan untuk memberisihkan badan terlebih dahulu sebelum melanjutkan obrolan.
" aku mandi dulu ya "
" oke"
" tuh remote TV, kalo bosen tonton ajah ya "
" oke"
Selesai mandi, aku melihatnya sedang menonton TV sambil sesekali memainkan hapenya..
" sudah siap. ?"
" ya sudahlah.. nggak liat apa ?"
" oke. yuk."
" kemana.? "
" keluar, cari makan, jalan. maukan? surabaya kalo malam beda loh "
" ehm.. oke deh "
Kami pun jalan keluar saat itu.. Setelah lama berputar-putar kami berhenti disalah satu warung bebek di daerah Mulyosari dan itu enak banget.. Sampai-sampai aku nambah.. bodok amat deh dia bilang cewek rakus, pokoknya aku nggak jaim.. Selesai makan kami jalan-jalan. dan berhenti dijalan untuk menikmati wedang ronde.. Malam ini hidupku penuh dengan makanan dan dia memang sengaja mengajak ku makan banyak.. STMJ pun kami cobain.. Setelah capek berkuliner ria, akhirnya dia mengantarku ke hotel..
" Besok jalan lagi yuk "
" nggak bisa, besok aku ke bangil.. kerumah sodara sampe 2 hari "
" yaudah aku antar ya "
" eh.. nggak usah ngerepotin ntar "
" out jam berapa? "
" jam 3 " dengan tampang ya sudahlah, emang nggak bisa ditolak dianya
" oke, istirahat ya. nanti aku sms kamu ya "
" iyaa. makasih ya "
Dan aku turun dari mobilnya, dia pun berlalu dalam kejauhan.. Malam yang indah..
Aku memutuskan untuk berbelanja oleh-oleh ke PGS, karena disana terkenal pusat grosir terbesar di surabya.. dan benar memang waktu kesana benar-benar ramai sekali, segala jenis barang ada asal kau pintar memilih dan mungkin menawarnya maka kau akan dapat harga yang sangat terjangkau. Karena aku berkeliling sendiri, aku memutuskan untuk belanja ala kadarnya saja dan kemungkinan selang waktu balik ke dari bangil ke bandara aku akan mampir lagi kesini untuk menambah oleh-oleh.
Setelah beberapa jam aku berbelanja, menghabiskan waktu melihat-lihat sekeliling PGS dan membeli makanan di sekitar PGS, tak terasa sudah jam 2 siang, aku memutuskan untuk kembali ke hotel dengan menggunakan taxi karena bawaanku yang lumayan banyak. Untung saja aku membawa koper ukuran besar dengan sedikit isi jadi aku bisa memasukan oleh-olehku kedalam koper agar lebih ringkas.
Panasnya surabaya sudah tak terasa lagi saat aku berada di taxi.. Tapi macetnya surabaya sangat terasa sekali.. karena jarak hotelku dengan PGS sangat jauh, aku terkadang merasa jenuh dijalan.
Sesampainya di hotel, dengan dibantu supir taxi yang menurunkan belanjaanku tanpa aku sadar ntah dari mana datangnya sosok makhluk aneh itu muncul, ya makhluk yang membuatku sebal setengah mati semalaman.. Dia cowok aneh itu, dengan tampang tak berdosa dan senyum yang mereka dia menawarkan diri membawa belanjaanku sambil berkata " Banyak juga ya, pasti capek "
Dan dengan sebal yang memuncak aku menjawab ala kadar nya " emang kamu nggak bisa liat apa.? "
" ya udah, sini aku ajah yang bawa semuanya "
" nggak usah, aku bisa. oke "
" nggak apa loh, nggak bakal aku bawa lari kok "
Karena aku udah keburu sebal setengah mati akhirnya aku ngomel nggak jelas sampai-sampai diliatin orang sekitar " kamu ini bandel banget sih dibilangin, aku nggak apa2 dan aku bisa, nyebelin banget sih "
Hening.. beberapa saat.. Dan raut wajahnya berubah menjadi merasa bersalah.. dia hanya diam dengan sejuta kebisuannya didepanku.. Dan yaa.. aku tak tega..
" eh.. ehm.. maaf.. aku nggak maksud, soalnya aku lagi capek jadi maaf udah marah2 nggak jelas sama kamu"
" iya nggak apa, aku tau kok kamu marah karena kemarin. Maaf ya "
Jleb... dia tau... dan dia minta maaf.. Dan suasana menjadi hening seketika, sehingga aku memutuskan untuk memulai obrolan baru agar lebih nyaman.
" yaudah, yuk masuk.. panas diluar nih "
" eh.. boleh ya.? "
" boleh kok, asal kamu nggak macem2.. kalo macem2 aku teriak maling ajah biar digebukin.."
dan kami pun saling tersenyum.. aku merasa ada yang berbeda.. ntah apa itu.. tapi.. sudahlah...
Kami berjalan menuju kekamarku sambil mengobrol panjang lebar, dan dia lebih terbuka.. dia masih bersekolah SMA di Sidoarjo dan akan lulus tahun depan.. Kami satu angkatan cuma berbeda umur, aku lebih muda darinya 1tahun dan memang seharusnya aku adek kelasnya hanya saja aku masuk SD terlalu muda. Dan ternyata dia asik..
Sampainya dikamar, saat hendak membuka pintu dia menawarkan membawa bungkusan yang aku bawa " siniin dulu, biar gampang bukanya "
" oh.. iya.. makasih ya.,"
Agak sedikit grogi kali ya.. sampai-sampai hanya membuka pintu saja bingung.. dan saat dikamar pun dia sopan.. nggak main asal duduk, hanya berdiri di pintu sampai aku harusny mempersilahkannya.
"eh.. ngapain diri dong, duduk ajah loh di sofa"
" iya.. trus ini taroh dimana?"
" taruh disitu ajah " aku menunjuk atas tempat tidurku
" mau minum, nemyil apa kamu.?"
" minum ajah deh, air putih "
" oke " aku membuka kulkas dan mengeluarkan air mineral yang ada didalamnya..
Kami mengobrol banyak dan tak terasa sudah sore banget, tapi sepertinya dia tak ingin pulang.. Akhirnya aku memutuskan untuk memberisihkan badan terlebih dahulu sebelum melanjutkan obrolan.
" aku mandi dulu ya "
" oke"
" tuh remote TV, kalo bosen tonton ajah ya "
" oke"
Selesai mandi, aku melihatnya sedang menonton TV sambil sesekali memainkan hapenya..
" sudah siap. ?"
" ya sudahlah.. nggak liat apa ?"
" oke. yuk."
" kemana.? "
" keluar, cari makan, jalan. maukan? surabaya kalo malam beda loh "
" ehm.. oke deh "
Kami pun jalan keluar saat itu.. Setelah lama berputar-putar kami berhenti disalah satu warung bebek di daerah Mulyosari dan itu enak banget.. Sampai-sampai aku nambah.. bodok amat deh dia bilang cewek rakus, pokoknya aku nggak jaim.. Selesai makan kami jalan-jalan. dan berhenti dijalan untuk menikmati wedang ronde.. Malam ini hidupku penuh dengan makanan dan dia memang sengaja mengajak ku makan banyak.. STMJ pun kami cobain.. Setelah capek berkuliner ria, akhirnya dia mengantarku ke hotel..
" Besok jalan lagi yuk "
" nggak bisa, besok aku ke bangil.. kerumah sodara sampe 2 hari "
" yaudah aku antar ya "
" eh.. nggak usah ngerepotin ntar "
" out jam berapa? "
" jam 3 " dengan tampang ya sudahlah, emang nggak bisa ditolak dianya
" oke, istirahat ya. nanti aku sms kamu ya "
" iyaa. makasih ya "
Dan aku turun dari mobilnya, dia pun berlalu dalam kejauhan.. Malam yang indah..
0