Bulan puasa akan segera datang, jam pelajaran di sekolah tentu saja akan lebih singkat. Seperti biasanya, sekolah akan membagikan buku Ramadhan kepada setiap siswa yg beragama Muslim.
Waktu itu di kelas sedang berlangsung jam pelajaran Agama Islam. Aku baru saja kembali dari toilet.
Quote:
Aku : "Lho...buku Ramadhan ku mana, Len?"
Leni : "Kamu ikut puasa, Cik?"
Aku : "Iyalah Len...pikun ya ni anak..."
Leni : "Ya Allah...maaf Cik...maaf... Aku susul dulu Guru Agama-nya..."
Aku melihat kepanikan di wajah Leni, ia pun segera menyusul Guru Agama yg sudah meninggalkan kelas. Yap, Leni orangnya memang gampang panik.
Aku : "Len...aku ikut dong..."
Ketika aku akan keluar dari kelas, tiba2 sosok Angga muncul di depan pintu. Ia baru saja akan memasuki kelas.
Angga : "Eits...eits....mau kemana...eits..."Ia menghalangi jalan ku.
Aku : "Mulai deh...mulai...." Aku berusaha mencari celah untuk melewatinya.
Angga : "Mau kemana sih, Cik? Udah temenin aku aja di kelas?"
Aku : "Ih...amit2 deh... Minggir napa sih?"
Angga : "Waddoooooohhh...sakiiit...sakiiit.... Ampun2 deh..." Sambil mengusap2 tangannya yg aku cubit.
Aku : "Rasain tuh.. Minggir!"
Angga : "Iya2 minggir deh... Gilaa, kenceng banget nyubitnya..."
Aku pun bisa pergi meninggalkan kelas dan Angga yg masih mengusap2 tangannya.
Leni : "Nih Cik, bukunya..."
Aku : "Iya, makasih ya. Tau gak? Masa tadi si Angga ngehalangin aku di pintu.."
Leni : "Yach anak itu lagi, trus?"
Aku : "Trus aku cubit aja sekencengnya, huh nyebelin deh..."
Leni : "Kamu kalo bulan puasa, siapa aja yg puasa, Cik?"
Aku : "Harusnya sih semua ikut puasa Len.. Tapi ya gitulah, urusan mereka masing2, ada yg puasa, ada yg enggak, malah aku puasa sendirian..."
Leni : "Kayaknya orang tua kamu sibuk banget ya Cik?"
Aku : "Iya, yok cepetan jalannya, Guru-nya udah masuk tuh.."
Aku sengaja mengalihkan pembicaraan agar Leni tidak bertanya2 lebih jauh tentang keluarga ku.
Suasana Ramadhan di rumah Bunda memang berbeda jauh dengan di rumah Nenek. Dulu, Nenek dan Mama sama2 gemar membuat makanan, Mama suka membuat kue2 kering sedangkan Nenek suka membuat manisan termasuk segala macam kue. Kalo soal masakan, Nenek dan Mama-lah kokinya di keluarga Nenek. Dan mereka sering bertukar2 resep untuk mempraktekkannya. Di saat bulan Ramadhan-lah, keluarga bisa berkumpul untuk membuat kue lebaran. Aku sangat merindukannya.