- Beranda
- Stories from the Heart
Legend of Seal Online {The Prologue}
...
TS
dragonregure
Legend of Seal Online {The Prologue}
Sebelumnya salam buat all Kaskuser, ane newbie yang hanya ingin meng-share cerita Asli karangan ane 100% 
Cerita ini terinspirasi dari salah satu game Online kesayangan ane dahulu, sekarang udah engga soalnya cheat dimana-mana

Seal Online Indonesia
Ya itu nama game yang sukses ngebuat TS menjadi seorang gamers
Maaf ya kalau Thread TS engga sengaja melanggar Rules mohon di tegur krn TS baru disini
Cerita ini hanya 100% karangan TS dan fiksi belaka, mohon maaf apabila tidak sesuai dengan story di game nya. Emang sengaja dibikin beda dengan aslinya (Story digamenya
)
dan buat kaskuser lainnya mohon patuhi Rules STFH sebelum post
Chapter 1: Woke Up
Chapter 2: Titan Skull
Chapter 3: Elme
Chapter 4: Shiltz
Chapter 5: Thousand Years
Chapter 6: Oracle
Chapter 7: Man With No Magic
Chapter 8: Destinied Showdown
Chapter 9: Dragon's Pupil
Chapter 10: 251
Chapter 11: Deadly Friday
Chapter 12: CamaPro
Chapter 13: Captain Jay
Chapter 14: Captain Jay?!
Chapter 15: Captain Jay?! 2
Chapter 16: Jikael Dual Blade
Chapter 17: Training!
Oh iya sekarang sudah ada Side Storynya loh!
Legend of Seal Online {Ryankakku}
Jika berkenan


Cerita ini terinspirasi dari salah satu game Online kesayangan ane dahulu, sekarang udah engga soalnya cheat dimana-mana

Seal Online Indonesia
Ya itu nama game yang sukses ngebuat TS menjadi seorang gamers

Spoiler for Sebelum Baca, Baca ini dulu gan!:
Maaf ya kalau Thread TS engga sengaja melanggar Rules mohon di tegur krn TS baru disini

Cerita ini hanya 100% karangan TS dan fiksi belaka, mohon maaf apabila tidak sesuai dengan story di game nya. Emang sengaja dibikin beda dengan aslinya (Story digamenya
)dan buat kaskuser lainnya mohon patuhi Rules STFH sebelum post
Spoiler for Indeks:
Chapter 1: Woke Up
Chapter 2: Titan Skull
Chapter 3: Elme
Chapter 4: Shiltz
Chapter 5: Thousand Years
Chapter 6: Oracle
Chapter 7: Man With No Magic
Chapter 8: Destinied Showdown
Chapter 9: Dragon's Pupil
Chapter 10: 251
Chapter 11: Deadly Friday
Chapter 12: CamaPro
Chapter 13: Captain Jay
Chapter 14: Captain Jay?!
Chapter 15: Captain Jay?! 2
Chapter 16: Jikael Dual Blade
Chapter 17: Training!
Oh iya sekarang sudah ada Side Storynya loh!
Legend of Seal Online {Ryankakku}
Jika berkenan
Quote:

Diubah oleh dragonregure 24-10-2017 12:12
anasabila memberi reputasi
1
17.4K
Kutip
109
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
dragonregure
#19
Update~
Update~ Update~ Update~ ^^
“Uh..” Cloud Melenguh.
Matanya sangat berat seakan ia baru bangun dari tidur yang sangat panjang, ia mengucek matanya.
“Oh.. Mimpi aneh lainnya” Gumam Cloud.
Sinar mentari yang menembus pepohonan membuat hutan mulai menampakkan warnanya, suara serangga menambah suasana hutan itu, tumbuhan yang berwarna-warni tersebar diseluruh tempat.
Diantara tumbuh-tumbuhan itu Cloud sedang berbaring. Perlahan-lahan Cloud bangun, ia kembali mengucek matanya agar dapat menghilangkan rasa kantuk yang sangat berat. Cloud menggigil kedinginan dan ketika ia melihat kearah badannya, Cloud terperanjat kaget, ia tak mengenakan sehelai baju pun.
Cloud melihat sekeliling, berusaha mengenali dimana dan mencari sesuatu yang dapat menutupi tubuh kurusnya itu. Pandangan Cloud berhenti pada seseorang yang tergeletak tak jauh darinya, ia susah payah berdiri dan berjalan menuju tempat orang itu.
“Tuan?” Sahut Cloud, “Hey Tuan?”
Orang itu tak bergeming sedikitpun, Cloud berjalan semakin mendekat.
“Uwaaaaaaaaaaaaaaaaaaah!”
Cloud berteriak kaget melihat orang itu dengan keadaan seperti dirinya tanpa sehelai benang pun. Namun yang membuatnya berteriak karena orang itu bukanlah laki-laki tetapi seorang perempuan. Rambut berwarna kuning bergelombang sebahu menutup setengah dari wajahnya.
Cloud dengan segera menjauhinya dan berharap tidak terkena masalah karena melihat wanita tidur tanpa busana ditengah hutan yang bahkan tak dikenalnya. Namun terlambat, baru beberapa meter Cloud menjauh wanita itu terbangun dan berusaha membuka mata, ia menguap sambil berusaha bangkit dari posisi tidurnya.
“ha.? Ak.. Di..mana?” ucapnya kebingungan.
Matanya terbelalak ketika tak sengaja melihat Cloud tanpa busana yang tak jauh darinya, kemudian wanita itu perlahan melihat kearah tubuhnya dan mendapati kalau keadaan mereka sama-sama tanpa busana.
“KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!”
“PLAAAAAAAAAAAAK!!!”
*******************************************************************************************
Cloud duduk didalam semak-semak berwarna biru langit dengan buah berbentuk kristal disetiap ujung daunnya. Ia mengelus-elus pipinya yang memerah.
“Adu.. duh..” Cloud meringis kesakitan.
“Kau harusnya bertanya dulu, jangan main nampar aja!
” ucap Cloud dengan nada yang ditinggikan.
“Eheh.. Maaf, kupikir kamu ingin berbuat yang macam-macam pada ku,
” jawab wanita itu dari semak lain yang terpisah beberapa meter dari tempat Cloud.
“Memangnya aku terlihat seperti seorang yang mesum?
”
“Bagiku setiap cowok sama saja
, lagi pula kenapa keadaan ku telanjang seperti ini?
”
“Mana aku tahu
, aku juga baru terbangun di tempat aneh ini” jawab Cloud sambil melihat sekeliling.
“Aku Cloud, ngomong-ngomong siapa namamu?” Cloud mencoba mencairkan suasana.
“Buat apa kau tahu nama ku hah? Aku tidak akan memberi tahu orang asing, lagi pula aku tidak mau tahu nama mu,” Jawab wanita itu dengan nada ketus.
“Cewek sial,
” Ucap Cloud dalam hati.
“Kalau begitu kupanggil pirang saj..”
“Rhe,” Ucap wanita itu tiba-tiba, “Panggil aku Rhe,”
“Ok Rhe, apa kau tahu tempat ini? Dan kenapa kau bisa tertidur ditengah hutan seperti ini?”
“Kau harusnya bertanya dulu pada dirimu sendiri, melihat dari keadaanmu, kau juga baru bangun di tempat ini kan?”
“hehehe..”
“Aku tidak tahu. Yang aku ingat aku baru saja pulang dari sekolah dan sangat lelah jadi aku langsung kekamarku untuk istirahat, ketika bangun aku sudah disini dalam keadaan telanjang bulat bersama seorang cowok mesum yang juga telanjang bulat,
”
“
“
“Kau sendiri bagaimana?”
“Aku tidak tahu.. Tidak ingat..” Jawab Cloud, “Aku.. ukh.. aku bersama teman-temanku..”
Cloud tiba-tiba merasakan sakit kepala yang hebat, bayangan dari mimpi-mimpinya muncul kembali. Bayangan sesosok monster raksasa sangat melekat dalam ingatannya.
“Hey.. hey.. kau tak apa? Kau mengeluarkan suara seperti tupai sedang tercekik hahaha” celetuk Rhe dari balik semak.
Cloud berhenti berusaha untuk mengingat, dan bingung dengan mimpi-mimpinya yang aneh.
“Aku tak apa..” Jawab Cloud datar.
“Jadi? Sekarang apa yang kita lakukan? Menunggu sampai binatang buas menerkam kita?” Tanya Rhe dengan nada ketusnya.
“Tunggu”
Cloud segera berjalan menuju pohon yang ia perhatikan daritadi, pohon yang daun nya seperti daun pisang namun lebih besar yang tak jauh dari tempat dimana ia duduk. Ia mengambil beberapa helai daunnya dan berusaha menutupi badannya dengan daun itu.
Cloud mengambil beberapa helai daun lagi kemudian ia berjalan menuju semak dimana Rhe berada.
“Ini, pakai ini dulu,” ucap Cloud sambil memasukan tangannya kedalam semak, “kalau kurang tinggal bil..”
“Plaaaaaaaaak!!”
“Ouuuuch!!!!!!
” Cloud menarik tangannya yang memerah pertanda baru saja terkena pukulan.
“Apa yang kau lakukan cewek gila?!
” Protes Cloud.
“Kau yang gila! Kau hampir saja menyentuhku dengan tanganmu itu! Dasar otak mesum!
” Balas Rhe tidak mau kalah.
“Terserah kamu lah!
” Ucap Cloud sambil pergi meninggalkan Rhe.
“Hey Cloud! Tunggu! Aku pakai ini dulu! Hey!”
*******************************************************************************************
“Hey Cloud.. Kau yakin ini arah yang sudah benar?” celetuk Rhe sambil memegang pakaian daun milik Cloud.
“Aku tidak tahu.. Aku juga kan baru pertama kali melihat hutan aneh seperti ini, dan hey hey! Jangan menarik pakaian ku terlalu keras! Bisa- bisa terlepas!”
“Aku takut..”
Cloud berjalan menyusuri hutan itu, ia tak peduli kemana ia berjalan. Ia tak ingin diam saja menunggu hewan buas menerkamnya.
“Tunggu Rhe.. Kau dengar itu?” ucap Cloud tiba-tiba
“Dengar apa Cloud?”
“Ssssshhhhh!!!” Cloud memberi isyarat agar tidak berisik.
Samar-samar terdengar suara derap kaki kuda, Cloud dan Rhe diam mematung. Cloud membungkukkan sedikit badannya bersiap-siap jika ada sesuatu yang menerjangnya.
“Merunduk Rhe..” Ucap Cloud.
Mendengar derapan kaki, Rhe dengan cepat merunduk. Tiba-tiba dari arah kiri mereka sesosok bayangan melompat kearah Cloud. Cloud berusaha menghindarinya, namun tak sepenuhnya berhasil, ia terlemper dua meter ke kanan.
Ia berusaha bangun untuk melihat hewan apa yang hampir membuatnya tertidur sekali lagi. Cloud terbelalak melihat hewan itu, seekor kuda dengan mata manusia yang melotot dan memppunyai gigi mausia yang menyeringai. Kulitnya berwarna coklat muda dengan garis-garis panjang halus dan tipis seolah-olah tubuhnya terbuat dari kayu.
“Stiff Horse?” Ucap Rhe dan Cloud bersamaan.
“Hiyyeeeeeee~”
Kuda itu mengambil ancang-ancang untuk menyerang lagi, Cloud panik dan berusaha berdiri namun baru ia sadari lengan kanannya membengkak akibat serangan pertama tadi dan membuatnya sulit untuk bergerak.
Kuda itu sudah bergerak cepat menuju arah Cloud, Rhe menutup mata tidak kuat melihat apa yang akan terjadi. Hanya sekitar lima meter lagi sampai kuda itu menerjang tubuh Cloud, tiba-tiba kuda itu terjatuh.
Terlihat beberapa anak panah menancap pada punggung kirinya.
“Haha! Tepat zazaran dan tepat pada waktunya!”
Terdengar sebuah suara serak bersamaan dengan sesosok yang melompat keluar dari pepohonan. Sosok manusia setengah kadal dengan tinggi sekitar satu meter, kulitnya berwarna cokelat ditutupi sisik hitam yang berkilauan. Bajunya berwarna merah dipadu hitam dengan lambang naga berwarna emas dibagian dada nya. Google menutup matanya yang sipit, Sebuah Crossbow dengan gagang silver berada digenggamannya.
“Kalian tidak apa-apa?” Tanya kadal itu sambil menyarungkan Crossbownya.
“Ya, kami hanya luka sedikit. Terima kas..”
“KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!”
*******************************************************************************************
Cloud dan Rhe bersusah payah berusaha melewati pepohonan dan tumbuh-tumbuhan untuk mengikuti makhluk setngah kadal itu. Namun makhluk itu dengan santai berjalan seakan hutan itu adalah rumahnya.
“Kau tidak boleh berteriak seperti itu. Dia baru menyelamatkan kita,” ucap Cloud dengan nada kesal.
“Aku takut....” Balas Rhe dari balik punggung Cloud.
“Muahahahahah! Kamu tidak perlu takut kepada ku. Aku zangat ramah, berbeda dari para Ryuugima lainnya,” Balas Manusia kadal itu.
“Terima kasih telah menolong kami tadi. Nama saya Cloud dan ini temanku Rhe,” Ucap Cloud sambil menunjuk Rhe yang masih bersembunyi dibalik punggung Cloud. “Ngomong-ngomong bisa kami tahu nama tuan?”
“Hahahaha, tidak uzah terlalu kaku denganku. Aku Zlaug “
“Maaf apabila aku tidak sopan. Tapi ini dimana? Dan apa itu Ryuugima?”
“Oh! Aku mengerti, apa kalian baru terbangun di hutan ini?”
Cloud dan Rhe mengangguk kecil.
“Ahahaha! Tak heran kenapa kalian tidak mempunyai baju! Hahaha!” Lanjut Zlaug.
Zlaug tiba-tiba berhenti, ia merogoh kantong yang ia bawa dan mengeluarkan dua lembar kain yang kusut.
“Ini, untuk sementara kalian gunakan ini dahulu, Beareater terbuat dari kulit Bear yang lentur. Ukurannya mungkin tidak cocok, tapi daripada kalian menggunakan daun Himaporria seperti itu, kalian akan terkena gatal selama satu minggu. Haha!”
Cloud mengambil Beareater tersebut dan memberi satu lembar kepada Rhe. Rhe masuk kedalam semak dan Cloud masuk ke semak lainnya. Dua menit kemudian Cloud keluar dengan Beareater yang dikenakannya.
“Hey Zlaug, kau punya ukuran yang lebih besar dari ini? Agak sedikit ketat..” celetuk Cloud sambil menggaruk punggungnya.
“Maaf kawan, hanya satu ukuran, itu adalah persediaan baju ku selama berburu..”
“Umm.. Bagaimana penampilan ku?” Ucap Rhe dengan perlahan keluar dari semak-semak.
Cloud tidak bisa mengalihkan pandangan dari Rhe, Beareater yang berukuran kecil membuat ia seolah menggunakan baju renang.
“Hey apa yang kau lihat otak mesum!
” Ucap Rhe sambil melempar Daun Hemaporria ke arah Cloud.
“Ok ayo kita lanjutkan perjalanan, sebelum hari gelap kita harus sampai di kota,” celetuk Zlaug mulai berjalan kembali.
“Hey Zlaug, kau belum menjawab pertanyaan ku tadi,” Protes Cloud.
“Haha tenang kawan, lebih baik aku menjawab itu semua setelah sampai di kota,”
Cloud semakin penasaran, semenjak ia bangun beribu pertanyaan meledak-ledak dalam kepala Cloud. Tak lama mereka berjalan, dari kejauhan terlihat kelap-kelip cahaya.
“Kita hampir sampai!” Ucap Zlaug bersemangat.
Beberapa meter sebelum mereka berada dipintu masuk kota, Cloud benar-benar tidak percaya apa yang sedang dilihatnya. Sebuah pintu masuk kota dengan papan kayu berwarna coklat bertuliskan “LAIM”
“Hahahah kita zampai!” Ucap Zlaug senang, “Zelamat datang kawan-kawan! Di kota Lime! Kota para pejuang di Zhiltz!”
Akhirnya "Shiltz" Selesai juga, maaf lama update. Soalnya ngeliat kurang peminatnya dan ditambah kesibukan TS
klo ada yg mau ditanyakan silahkan reply aja gausah malu2
Quote:
Shiltz
“Uh..” Cloud Melenguh.
Matanya sangat berat seakan ia baru bangun dari tidur yang sangat panjang, ia mengucek matanya.
“Oh.. Mimpi aneh lainnya” Gumam Cloud.
Sinar mentari yang menembus pepohonan membuat hutan mulai menampakkan warnanya, suara serangga menambah suasana hutan itu, tumbuhan yang berwarna-warni tersebar diseluruh tempat.
Diantara tumbuh-tumbuhan itu Cloud sedang berbaring. Perlahan-lahan Cloud bangun, ia kembali mengucek matanya agar dapat menghilangkan rasa kantuk yang sangat berat. Cloud menggigil kedinginan dan ketika ia melihat kearah badannya, Cloud terperanjat kaget, ia tak mengenakan sehelai baju pun.
Cloud melihat sekeliling, berusaha mengenali dimana dan mencari sesuatu yang dapat menutupi tubuh kurusnya itu. Pandangan Cloud berhenti pada seseorang yang tergeletak tak jauh darinya, ia susah payah berdiri dan berjalan menuju tempat orang itu.
“Tuan?” Sahut Cloud, “Hey Tuan?”
Orang itu tak bergeming sedikitpun, Cloud berjalan semakin mendekat.
“Uwaaaaaaaaaaaaaaaaaaah!”
Cloud berteriak kaget melihat orang itu dengan keadaan seperti dirinya tanpa sehelai benang pun. Namun yang membuatnya berteriak karena orang itu bukanlah laki-laki tetapi seorang perempuan. Rambut berwarna kuning bergelombang sebahu menutup setengah dari wajahnya.
Cloud dengan segera menjauhinya dan berharap tidak terkena masalah karena melihat wanita tidur tanpa busana ditengah hutan yang bahkan tak dikenalnya. Namun terlambat, baru beberapa meter Cloud menjauh wanita itu terbangun dan berusaha membuka mata, ia menguap sambil berusaha bangkit dari posisi tidurnya.
“ha.? Ak.. Di..mana?” ucapnya kebingungan.
Matanya terbelalak ketika tak sengaja melihat Cloud tanpa busana yang tak jauh darinya, kemudian wanita itu perlahan melihat kearah tubuhnya dan mendapati kalau keadaan mereka sama-sama tanpa busana.
“KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!”
“PLAAAAAAAAAAAAK!!!”
*******************************************************************************************
Cloud duduk didalam semak-semak berwarna biru langit dengan buah berbentuk kristal disetiap ujung daunnya. Ia mengelus-elus pipinya yang memerah.
“Adu.. duh..” Cloud meringis kesakitan.
“Kau harusnya bertanya dulu, jangan main nampar aja!
” ucap Cloud dengan nada yang ditinggikan.“Eheh.. Maaf, kupikir kamu ingin berbuat yang macam-macam pada ku,
” jawab wanita itu dari semak lain yang terpisah beberapa meter dari tempat Cloud.“Memangnya aku terlihat seperti seorang yang mesum?
”“Bagiku setiap cowok sama saja
, lagi pula kenapa keadaan ku telanjang seperti ini?
”“Mana aku tahu
, aku juga baru terbangun di tempat aneh ini” jawab Cloud sambil melihat sekeliling.“Aku Cloud, ngomong-ngomong siapa namamu?” Cloud mencoba mencairkan suasana.
“Buat apa kau tahu nama ku hah? Aku tidak akan memberi tahu orang asing, lagi pula aku tidak mau tahu nama mu,” Jawab wanita itu dengan nada ketus.
“Cewek sial,
” Ucap Cloud dalam hati.“Kalau begitu kupanggil pirang saj..”
“Rhe,” Ucap wanita itu tiba-tiba, “Panggil aku Rhe,”
“Ok Rhe, apa kau tahu tempat ini? Dan kenapa kau bisa tertidur ditengah hutan seperti ini?”
“Kau harusnya bertanya dulu pada dirimu sendiri, melihat dari keadaanmu, kau juga baru bangun di tempat ini kan?”
“hehehe..”
“Aku tidak tahu. Yang aku ingat aku baru saja pulang dari sekolah dan sangat lelah jadi aku langsung kekamarku untuk istirahat, ketika bangun aku sudah disini dalam keadaan telanjang bulat bersama seorang cowok mesum yang juga telanjang bulat,
”“
““Kau sendiri bagaimana?”
“Aku tidak tahu.. Tidak ingat..” Jawab Cloud, “Aku.. ukh.. aku bersama teman-temanku..”
Cloud tiba-tiba merasakan sakit kepala yang hebat, bayangan dari mimpi-mimpinya muncul kembali. Bayangan sesosok monster raksasa sangat melekat dalam ingatannya.
“Hey.. hey.. kau tak apa? Kau mengeluarkan suara seperti tupai sedang tercekik hahaha” celetuk Rhe dari balik semak.
Cloud berhenti berusaha untuk mengingat, dan bingung dengan mimpi-mimpinya yang aneh.
“Aku tak apa..” Jawab Cloud datar.
“Jadi? Sekarang apa yang kita lakukan? Menunggu sampai binatang buas menerkam kita?” Tanya Rhe dengan nada ketusnya.
“Tunggu”
Cloud segera berjalan menuju pohon yang ia perhatikan daritadi, pohon yang daun nya seperti daun pisang namun lebih besar yang tak jauh dari tempat dimana ia duduk. Ia mengambil beberapa helai daunnya dan berusaha menutupi badannya dengan daun itu.
Cloud mengambil beberapa helai daun lagi kemudian ia berjalan menuju semak dimana Rhe berada.
“Ini, pakai ini dulu,” ucap Cloud sambil memasukan tangannya kedalam semak, “kalau kurang tinggal bil..”
“Plaaaaaaaaak!!”
“Ouuuuch!!!!!!
” Cloud menarik tangannya yang memerah pertanda baru saja terkena pukulan.“Apa yang kau lakukan cewek gila?!
” Protes Cloud.“Kau yang gila! Kau hampir saja menyentuhku dengan tanganmu itu! Dasar otak mesum!
” Balas Rhe tidak mau kalah.“Terserah kamu lah!
” Ucap Cloud sambil pergi meninggalkan Rhe.“Hey Cloud! Tunggu! Aku pakai ini dulu! Hey!”
*******************************************************************************************
“Hey Cloud.. Kau yakin ini arah yang sudah benar?” celetuk Rhe sambil memegang pakaian daun milik Cloud.
“Aku tidak tahu.. Aku juga kan baru pertama kali melihat hutan aneh seperti ini, dan hey hey! Jangan menarik pakaian ku terlalu keras! Bisa- bisa terlepas!”
“Aku takut..”
Cloud berjalan menyusuri hutan itu, ia tak peduli kemana ia berjalan. Ia tak ingin diam saja menunggu hewan buas menerkamnya.
“Tunggu Rhe.. Kau dengar itu?” ucap Cloud tiba-tiba
“Dengar apa Cloud?”
“Ssssshhhhh!!!” Cloud memberi isyarat agar tidak berisik.
Samar-samar terdengar suara derap kaki kuda, Cloud dan Rhe diam mematung. Cloud membungkukkan sedikit badannya bersiap-siap jika ada sesuatu yang menerjangnya.
“Merunduk Rhe..” Ucap Cloud.
Mendengar derapan kaki, Rhe dengan cepat merunduk. Tiba-tiba dari arah kiri mereka sesosok bayangan melompat kearah Cloud. Cloud berusaha menghindarinya, namun tak sepenuhnya berhasil, ia terlemper dua meter ke kanan.
Ia berusaha bangun untuk melihat hewan apa yang hampir membuatnya tertidur sekali lagi. Cloud terbelalak melihat hewan itu, seekor kuda dengan mata manusia yang melotot dan memppunyai gigi mausia yang menyeringai. Kulitnya berwarna coklat muda dengan garis-garis panjang halus dan tipis seolah-olah tubuhnya terbuat dari kayu.
“Stiff Horse?” Ucap Rhe dan Cloud bersamaan.
“Hiyyeeeeeee~”
Kuda itu mengambil ancang-ancang untuk menyerang lagi, Cloud panik dan berusaha berdiri namun baru ia sadari lengan kanannya membengkak akibat serangan pertama tadi dan membuatnya sulit untuk bergerak.
Kuda itu sudah bergerak cepat menuju arah Cloud, Rhe menutup mata tidak kuat melihat apa yang akan terjadi. Hanya sekitar lima meter lagi sampai kuda itu menerjang tubuh Cloud, tiba-tiba kuda itu terjatuh.
Terlihat beberapa anak panah menancap pada punggung kirinya.
“Haha! Tepat zazaran dan tepat pada waktunya!”
Terdengar sebuah suara serak bersamaan dengan sesosok yang melompat keluar dari pepohonan. Sosok manusia setengah kadal dengan tinggi sekitar satu meter, kulitnya berwarna cokelat ditutupi sisik hitam yang berkilauan. Bajunya berwarna merah dipadu hitam dengan lambang naga berwarna emas dibagian dada nya. Google menutup matanya yang sipit, Sebuah Crossbow dengan gagang silver berada digenggamannya.
“Kalian tidak apa-apa?” Tanya kadal itu sambil menyarungkan Crossbownya.
“Ya, kami hanya luka sedikit. Terima kas..”
“KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!”
*******************************************************************************************
Cloud dan Rhe bersusah payah berusaha melewati pepohonan dan tumbuh-tumbuhan untuk mengikuti makhluk setngah kadal itu. Namun makhluk itu dengan santai berjalan seakan hutan itu adalah rumahnya.
“Kau tidak boleh berteriak seperti itu. Dia baru menyelamatkan kita,” ucap Cloud dengan nada kesal.
“Aku takut....” Balas Rhe dari balik punggung Cloud.
“Muahahahahah! Kamu tidak perlu takut kepada ku. Aku zangat ramah, berbeda dari para Ryuugima lainnya,” Balas Manusia kadal itu.
“Terima kasih telah menolong kami tadi. Nama saya Cloud dan ini temanku Rhe,” Ucap Cloud sambil menunjuk Rhe yang masih bersembunyi dibalik punggung Cloud. “Ngomong-ngomong bisa kami tahu nama tuan?”
“Hahahaha, tidak uzah terlalu kaku denganku. Aku Zlaug “
“Maaf apabila aku tidak sopan. Tapi ini dimana? Dan apa itu Ryuugima?”
“Oh! Aku mengerti, apa kalian baru terbangun di hutan ini?”
Cloud dan Rhe mengangguk kecil.
“Ahahaha! Tak heran kenapa kalian tidak mempunyai baju! Hahaha!” Lanjut Zlaug.
Zlaug tiba-tiba berhenti, ia merogoh kantong yang ia bawa dan mengeluarkan dua lembar kain yang kusut.
“Ini, untuk sementara kalian gunakan ini dahulu, Beareater terbuat dari kulit Bear yang lentur. Ukurannya mungkin tidak cocok, tapi daripada kalian menggunakan daun Himaporria seperti itu, kalian akan terkena gatal selama satu minggu. Haha!”
Cloud mengambil Beareater tersebut dan memberi satu lembar kepada Rhe. Rhe masuk kedalam semak dan Cloud masuk ke semak lainnya. Dua menit kemudian Cloud keluar dengan Beareater yang dikenakannya.
“Hey Zlaug, kau punya ukuran yang lebih besar dari ini? Agak sedikit ketat..” celetuk Cloud sambil menggaruk punggungnya.
“Maaf kawan, hanya satu ukuran, itu adalah persediaan baju ku selama berburu..”
“Umm.. Bagaimana penampilan ku?” Ucap Rhe dengan perlahan keluar dari semak-semak.
Cloud tidak bisa mengalihkan pandangan dari Rhe, Beareater yang berukuran kecil membuat ia seolah menggunakan baju renang.
“Hey apa yang kau lihat otak mesum!
” Ucap Rhe sambil melempar Daun Hemaporria ke arah Cloud.“Ok ayo kita lanjutkan perjalanan, sebelum hari gelap kita harus sampai di kota,” celetuk Zlaug mulai berjalan kembali.
“Hey Zlaug, kau belum menjawab pertanyaan ku tadi,” Protes Cloud.
“Haha tenang kawan, lebih baik aku menjawab itu semua setelah sampai di kota,”
Cloud semakin penasaran, semenjak ia bangun beribu pertanyaan meledak-ledak dalam kepala Cloud. Tak lama mereka berjalan, dari kejauhan terlihat kelap-kelip cahaya.
“Kita hampir sampai!” Ucap Zlaug bersemangat.
Beberapa meter sebelum mereka berada dipintu masuk kota, Cloud benar-benar tidak percaya apa yang sedang dilihatnya. Sebuah pintu masuk kota dengan papan kayu berwarna coklat bertuliskan “LAIM”
“Hahahah kita zampai!” Ucap Zlaug senang, “Zelamat datang kawan-kawan! Di kota Lime! Kota para pejuang di Zhiltz!”
Akhirnya "Shiltz" Selesai juga, maaf lama update. Soalnya ngeliat kurang peminatnya dan ditambah kesibukan TS

klo ada yg mau ditanyakan silahkan reply aja gausah malu2

Diubah oleh dragonregure 23-08-2017 14:48
0
Kutip
Balas