- Beranda
- Stories from the Heart
MESIN WAKTU : Catatan Seorang...PECUNDANG!
...
TS
luckyismine
MESIN WAKTU : Catatan Seorang...PECUNDANG!
Quote:
MESIN WAKTU
Kenapa ku harus menunggu
Kenapa, aku pun tak tahu
Kutahu itu tlah berlalu
Sinaran cintamu
Jangan bilang, jangan bilang
Ku tak bahagia
Aku hanya, aku hanya
Terhantui
Hari-hari terus berganti
Mengapa ku terus mencari
Saat kita memadu kasih
Tuk ulangi lagi
Kan ku kenang, kan ku kenang
Didalam dada
Tak kan hilang, tak kan hilang
Selamanya, selamanya
Ku menunggu meski engkau, tak kan tahu
Andai ada mesin waktu
Mengapa ku harus menunggu
Mengapa akupun tak tahu
Meski menunggu tiada tentu
Sinaran cintamu
Sisihkanlah, sisihkanlah
Dalam hatimu
Walau hanya, walau hanya
Semenit saja, sedetik saja
Ku menunggu meski engkau takkan tahu
Ku menunggu kau disini
Kenapa ku harus menunggu
Kenapa, aku pun tak tahu
Kutahu itu tlah berlalu
Sinaran cintamu
Jangan bilang, jangan bilang
Ku tak bahagia
Aku hanya, aku hanya
Terhantui
Hari-hari terus berganti
Mengapa ku terus mencari
Saat kita memadu kasih
Tuk ulangi lagi
Kan ku kenang, kan ku kenang
Didalam dada
Tak kan hilang, tak kan hilang
Selamanya, selamanya
Ku menunggu meski engkau, tak kan tahu
Andai ada mesin waktu
Mengapa ku harus menunggu
Mengapa akupun tak tahu
Meski menunggu tiada tentu
Sinaran cintamu
Sisihkanlah, sisihkanlah
Dalam hatimu
Walau hanya, walau hanya
Semenit saja, sedetik saja
Ku menunggu meski engkau takkan tahu
Ku menunggu kau disini
MINOR66
Quote:
Permisi agan dan aganwati
Ijinkan gwa untuk ikutan ngeramein forum SFTH ini, terutama buat para momod dan sesepuh dimari. Walaupun gwa udah lama nongkrong di kaskus, ternyata ada sebuah forum yang begitu damai namun cukup membuat hati ini galau (halagh!). Apalagi setelah dihajar oleh dua kisah legendaris dari bung Ari sama bung Anto, maka terciptalah akun klonengan ini . Kisah mereka bener2 membuat kenangan2 masa lalu gwa jadi terbuka lagi. Aselih, gwa udah move on abis kok
. Cuma kenangan itu seperti berputaran di kepala gwa. Dan apa salahnya gwa tuangkan sebagiannya disini, itung2 sambil ngasah kebiasaan nulis gwa yg udah lama gwa tinggalin.
Ohya, disini gwa nga ngikutin pakem temen2 yang pada share kisah hidupnya dimari. Yang segitu detailnya, nyeritain mulai dari dilahirin, masa SD, SMP, SMA. Kalo gwa cukup dari masa kuliah aja. Karena kenangan dimasa2 sebelum itu udah banyak yang lupa dan selain itu gwa emang nga ada niat untuk bikin biography komplit tentang kehidupan gwa disini.
Tapi hanya sepenggal dari banyak cerita yang gwa alami dimasa lalu.
Gwa juga nga make rule2-an dimari. Bebas2 aja selama masih mengikuti tata tertib official dimari. Toh, gwa juga cuma numpang lapak dimari. Yang punya kuasa dimari tentu aja momodnya, biarlah beliau2 yang menilai nantinya.
Ohiya, ada satu quote dari sesepuh di SFTH yang sangat berkesan buat diri gwa sebelum ikut berpartisipasi disini. Quotenya sedikit gwa edit, tapi nga mengurangi makna dari pesannya. Terutama kata2nya yg gwa kasih warna merah
Maka ijinkanlah gwa untuk membodohi diri gwa disini untuk menceritakan masa lalu gwa.
Sedang untuk masalah izin dengan tokoh2 yang ada di dalam cerita ini belum gwa kantongin. Karena selain gwa udah nga tahu keberadaan mereka, gwa pun ngerasa mereka nga ada yg ngaskus. Makanya gwa coba mem'fiksi'kan cerita gwa ini, dengan harapan nantinya nga menjadi masalah baru buat gwa.
So, silahkan menikmati MESIN WAKTU gwa ini
Ijinkan gwa untuk ikutan ngeramein forum SFTH ini, terutama buat para momod dan sesepuh dimari. Walaupun gwa udah lama nongkrong di kaskus, ternyata ada sebuah forum yang begitu damai namun cukup membuat hati ini galau (halagh!). Apalagi setelah dihajar oleh dua kisah legendaris dari bung Ari sama bung Anto, maka terciptalah akun klonengan ini . Kisah mereka bener2 membuat kenangan2 masa lalu gwa jadi terbuka lagi. Aselih, gwa udah move on abis kok
. Cuma kenangan itu seperti berputaran di kepala gwa. Dan apa salahnya gwa tuangkan sebagiannya disini, itung2 sambil ngasah kebiasaan nulis gwa yg udah lama gwa tinggalin.Ohya, disini gwa nga ngikutin pakem temen2 yang pada share kisah hidupnya dimari. Yang segitu detailnya, nyeritain mulai dari dilahirin, masa SD, SMP, SMA. Kalo gwa cukup dari masa kuliah aja. Karena kenangan dimasa2 sebelum itu udah banyak yang lupa dan selain itu gwa emang nga ada niat untuk bikin biography komplit tentang kehidupan gwa disini.
Tapi hanya sepenggal dari banyak cerita yang gwa alami dimasa lalu.Gwa juga nga make rule2-an dimari. Bebas2 aja selama masih mengikuti tata tertib official dimari. Toh, gwa juga cuma numpang lapak dimari. Yang punya kuasa dimari tentu aja momodnya, biarlah beliau2 yang menilai nantinya.
Ohiya, ada satu quote dari sesepuh di SFTH yang sangat berkesan buat diri gwa sebelum ikut berpartisipasi disini. Quotenya sedikit gwa edit, tapi nga mengurangi makna dari pesannya. Terutama kata2nya yg gwa kasih warna merah
Quote:
Original Posted By mullupus►Tes tes... 1-2-3...
Dear agan, terima kasih atas komentarnya. Ya, memang udah konsekuensi sebagai 'pencerita' jika pembaca-pembacanya ingin mencari tahu kebenaran tentang cerita tersebut. Kalau agan bilang semua penulis di SFTH itu pintar-pintar, kayaknya agan salah nilai. Kalau menurut gue, para penulis di SFTH itu malah ingin membodohi dirinya sendiri sebab apa yang dia tuliskan juga nyatanya terkadang malah membawa masalah baru.
Taruhlah begini, contohnya seseorang mengetahui bahwa menulis bisa dijadikan sebagai terapi. Pertama-tama yang dilakukannya itu bukan menjadikan tulisan itu enak untuk dibaca, tetapi dia menulis karena apa yang orang lain katakan belum tentu sama seperti apa yang terjadi. Poin ini dulu yang dikutip.
Lalu dari apa yang dia tuliskan, sebenarnya secara nggak langsung dia nggak ingin berbagi kepada orang-orang, namun dia hanya ingin mereka peduli terhadap hidupnya. Nah, seperti yang gue bilang tadi―orang yang baru pertama kali menulis cerita, dia nggak tahu apakah tulisannya itu enak dibaca atau nggak, alurnya kayak gimana, tokoh-tokohnya seperti apa, dll. Seperti yang agan bilang, bagaimana nasib para pemeran jika dia nggak meminta izin untuk menulis? Bagaimana jika mereka yang membaca kemudian tahu tokoh-tokohnya, kemudian menyebarkan pandangan negatif?
Pada kasus di thread ini, gue menyimpulkan kalau untuk ke depan gue harap semua penulis di SFTH yang belum dapat izin dari para pemeran, sebaiknya menyamarkan nama/tempat, atau hal lain yang berkaitan sehingga bikin orang lain jadi KEPO. Kurt Cobain berkata, "If you read, you will judge." dan memang begitulah adanya.
Dear agan, terima kasih atas komentarnya. Ya, memang udah konsekuensi sebagai 'pencerita' jika pembaca-pembacanya ingin mencari tahu kebenaran tentang cerita tersebut. Kalau agan bilang semua penulis di SFTH itu pintar-pintar, kayaknya agan salah nilai. Kalau menurut gue, para penulis di SFTH itu malah ingin membodohi dirinya sendiri sebab apa yang dia tuliskan juga nyatanya terkadang malah membawa masalah baru.
Taruhlah begini, contohnya seseorang mengetahui bahwa menulis bisa dijadikan sebagai terapi. Pertama-tama yang dilakukannya itu bukan menjadikan tulisan itu enak untuk dibaca, tetapi dia menulis karena apa yang orang lain katakan belum tentu sama seperti apa yang terjadi. Poin ini dulu yang dikutip.
Lalu dari apa yang dia tuliskan, sebenarnya secara nggak langsung dia nggak ingin berbagi kepada orang-orang, namun dia hanya ingin mereka peduli terhadap hidupnya. Nah, seperti yang gue bilang tadi―orang yang baru pertama kali menulis cerita, dia nggak tahu apakah tulisannya itu enak dibaca atau nggak, alurnya kayak gimana, tokoh-tokohnya seperti apa, dll. Seperti yang agan bilang, bagaimana nasib para pemeran jika dia nggak meminta izin untuk menulis? Bagaimana jika mereka yang membaca kemudian tahu tokoh-tokohnya, kemudian menyebarkan pandangan negatif?
Pada kasus di thread ini, gue menyimpulkan kalau untuk ke depan gue harap semua penulis di SFTH yang belum dapat izin dari para pemeran, sebaiknya menyamarkan nama/tempat, atau hal lain yang berkaitan sehingga bikin orang lain jadi KEPO. Kurt Cobain berkata, "If you read, you will judge." dan memang begitulah adanya.
Maka ijinkanlah gwa untuk membodohi diri gwa disini untuk menceritakan masa lalu gwa.
Sedang untuk masalah izin dengan tokoh2 yang ada di dalam cerita ini belum gwa kantongin. Karena selain gwa udah nga tahu keberadaan mereka, gwa pun ngerasa mereka nga ada yg ngaskus. Makanya gwa coba mem'fiksi'kan cerita gwa ini, dengan harapan nantinya nga menjadi masalah baru buat gwa. So, silahkan menikmati MESIN WAKTU gwa ini
Spoiler for Makasih buat cendolnya :
* * * C H A P T E R I * * *
Spoiler for INDEX:
MUKADIMAH
STRANGE DAYS
STRANGE DAYS TOO
STILL STRANGE DAYS
INTERMEZZO
LA WOMAN
ANOTHER LA WOMAN
LIGHT MY FIRE
TOUCH ME
Me, Soe Hok Gie and Jim Morrison
TOUCH ME AGAIN
LOVE(?)
KISS ME
LOVE(?) or LUST(?)
WILD HORSES
ZZZZZZZZZZZ!!!!
[URL=""]LOSER (1st)[/URL]
(CAN'T LIVE WITHOUT YOUR) LOVE AND AFFECTION
KILLER QUEEN
IT'S COMPLICATED!
IT'S STILL COMPLICATED!
MORE COMPLICATED AND F**K UP!
LOVE STINKS
DATE WITH VIA
THE NEW BEGINNING
EEEAAAAAAAA!!!
THE SWEETEST THING
BEBEB OH BEBEB
STAIRWAY TO HEAVEN
BACKSTREET GIRL
IRIS
CLOSER TO THE HEART
TAKKAN ADA CINTA YANG LAIN
THE KILL
THE NURSE
NASI GORENG CAMPUR BENCI
I MISS YOU
WITH OR WITHOUT YOU
LAY LADY LAY
LAY LADY LAY NOW
WILD THING
AM I THE SAME GIRL
LE BOY WANNABE
ANOTHER STORY ABOUT PAST
EVERYBODY'S CHANGING
MY SHARONA
MY SHARONA 2
BIZZARE LOVE TRIANGLE
WONDERBOY
WONDERBOY 2
CREEP
JULIA SAYS
JULIA SAYS 2
YOU SHOOK ME ALL NIGHT LONG
REGRET
STILL REGRET
INTERSTATE LOVE SONG
STILL INTERSTATE LOVE SONG
THUNDERSTRUCK
IS THIS LOVE
YOU SEE THE TROUBLE WITH ME
YOU SEE THE TROUBLE WITH ME THEN
SPACE ODDITY
WHEN LOVE AND HATE COLLIDE
DILLEMA
WONDERFUL
AKHIR RASA INI
STRANGE DAYS
STRANGE DAYS TOO
STILL STRANGE DAYS
INTERMEZZO
LA WOMAN
ANOTHER LA WOMAN
LIGHT MY FIRE
TOUCH ME
Me, Soe Hok Gie and Jim Morrison
TOUCH ME AGAIN
LOVE(?)
KISS ME
LOVE(?) or LUST(?)
WILD HORSES
ZZZZZZZZZZZ!!!!
[URL=""]LOSER (1st)[/URL]
(CAN'T LIVE WITHOUT YOUR) LOVE AND AFFECTION
KILLER QUEEN
IT'S COMPLICATED!
IT'S STILL COMPLICATED!
MORE COMPLICATED AND F**K UP!
LOVE STINKS
DATE WITH VIA
THE NEW BEGINNING
EEEAAAAAAAA!!!
THE SWEETEST THING
BEBEB OH BEBEB
STAIRWAY TO HEAVEN
BACKSTREET GIRL
IRIS
CLOSER TO THE HEART
TAKKAN ADA CINTA YANG LAIN
THE KILL
THE NURSE
NASI GORENG CAMPUR BENCI
I MISS YOU
WITH OR WITHOUT YOU
LAY LADY LAY
LAY LADY LAY NOW
WILD THING
AM I THE SAME GIRL
LE BOY WANNABE
ANOTHER STORY ABOUT PAST
EVERYBODY'S CHANGING
MY SHARONA
MY SHARONA 2
BIZZARE LOVE TRIANGLE
WONDERBOY
WONDERBOY 2
CREEP
JULIA SAYS
JULIA SAYS 2
YOU SHOOK ME ALL NIGHT LONG
REGRET
STILL REGRET
INTERSTATE LOVE SONG
STILL INTERSTATE LOVE SONG
THUNDERSTRUCK
IS THIS LOVE
YOU SEE THE TROUBLE WITH ME
YOU SEE THE TROUBLE WITH ME THEN
SPACE ODDITY
WHEN LOVE AND HATE COLLIDE
DILLEMA
WONDERFUL
AKHIR RASA INI
* * * C H A P T E R II * * *
Spoiler for INDEX:
THAT'S WHAT FRIEND ALL FOR
KEPOMPONG
KEPOMPONG 2
DREAMER
BENCI TAPI RINDU
MY TURNING POINT BEGINS
PERFECT DAY
VOX POPULI
DON'T GIVE UP
THE SPIRIT CARRIES ON
STILL THE SPIRIT CARRIES ON
NEVER SURRENDER
DIZZ KNEE LAND
POSITIVITY
ALWAYS POSITIVITY
I CAN SEE CLEARLY NOW
WITH A LITTLE HELP FROM MY FRIENDS
HERE COMES THE DAY
HERE COMES THE DAY 2
STAGNANT
NEWBORN
NEWBORN BABY
DECEMBER
DECEMBER II
CURCOL
ITS HOLIDAY
ITS HOLIDAY 2
HYPNOTIZE
HIGH
HORNY
SHIT HAPPENS! : HIGHWAY STAR
SHIT HAPPENS! : HIGHWAY STAR II
SHIT HAPPENS TWICE!! : PEOPLE ARE STRANGE
SHIT HAPPENS TWICE!! : PEOPLE ARE STRANGE II
THANK YOU
THANK YOU II
Testing 1,2,3
HONESTLY
mIRC
mIRC lagi
KEPOMPONG
KEPOMPONG 2
DREAMER
BENCI TAPI RINDU
MY TURNING POINT BEGINS
PERFECT DAY
VOX POPULI
DON'T GIVE UP
THE SPIRIT CARRIES ON
STILL THE SPIRIT CARRIES ON
NEVER SURRENDER
DIZZ KNEE LAND
POSITIVITY
ALWAYS POSITIVITY
I CAN SEE CLEARLY NOW
WITH A LITTLE HELP FROM MY FRIENDS
HERE COMES THE DAY
HERE COMES THE DAY 2
STAGNANT
NEWBORN
NEWBORN BABY
DECEMBER
DECEMBER II
CURCOL
ITS HOLIDAY
ITS HOLIDAY 2
HYPNOTIZE
HIGH
HORNY
SHIT HAPPENS! : HIGHWAY STAR
SHIT HAPPENS! : HIGHWAY STAR II
SHIT HAPPENS TWICE!! : PEOPLE ARE STRANGE
SHIT HAPPENS TWICE!! : PEOPLE ARE STRANGE II
THANK YOU
THANK YOU II
Testing 1,2,3
HONESTLY
mIRC
mIRC lagi
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 84 suara
Siapa yang jadi istri gwa saat ini?
Dinda
12%
Felisha
35%
Bebeb
5%
Megan Fox
23%
Semuanya salah
26%
Diubah oleh luckyismine 05-04-2017 18:38
sormin180 dan 3 lainnya memberi reputasi
4
358.2K
Kutip
1.7K
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
luckyismine
#151
THE NEW BEGINNING
Spoiler for THE NEW BEGINNING:
Quote:
Gwa berlari2 kecil keluar dari Kampus gwa. Nyaris aja gwa lupa kalo menjelang sore ini gwa ada janji sama Dinda di kost-an. Mungkin kalo tadi Dinda nga sms, gwa udah keasikkan nongkrong sama temen2 gwa dikantin belakang Kampus.
Bener aja, gwa lihat Dinda udah nungguin aja di warung padang yang ada didepan kost-an gwa. Dinda mengenakan kaos putih yang modelnya kedombrangan gitu dipadu dengan jeans belelnya. Ehm, sebagian bahunya yang terbuka itu sungguh menyilaukan mata gwa disiang ini. Tapi gwa simpan dulu senyum ini, karena ada masalah serius yang harus gwa selesaiin.
"Yuk ikut gwa kedalem" kata gwa begitu pesenan 2 gelas es teh manis berpindah ke tangan gwa.
Suasana kost-an keliatan sepi. Biasanya pas sore2an baru deh rame. Aman, kayaknya nga ada yang bakal ganggu nih. Gwa buka kunci pintu kamar, sementara Dinda tetep ngikutin gwa dari belakang tanpa suara.
Gwa taruh es teh manis yang segar ini ke meja kecil deket kasur. Gwa melempar backpack yang sedari tadi gelendotan di bahu gwa ke sudut kamar lalu duduk diatas kasur dan menyenderkan punggung gwa ketembok. Dinda masih berdiri aja kayak orang canggung gitu, tapi matanya nga lepas2nya ngeliatin kaos gwa. Mau nga mau gwa jadi ngeliatin kaos yang gwa pake ini, ada yang salah kah dengan kaos gwa pake ini? Begitu ngeh, rasanya saat itu gwa pengen ketawa, tapi terpaksa gwa tahan karena gwa khan lagi jaim nih ceritanya. Hari itu gwa lagi make kaos print-an MISFITS - band punk jadul - yang bergambar salah satu singlenya 'Die die my darling'.
"Gwa akan ganti kaos gwa ini kalo lo nga suka ngeliatnya. Yuk, duduk disini" kata gwa sambil nyuruh Dinda duduk dekat gwa.
"Nga usah diganti. Gwa tau kok suasana hati lo saat ini" Dinda duduk, tapi agak menjauh dari posisi gwa.
"Yaelah, ini gwa nga sengaja juga kali makenya. Ya udahlah, daripada ngebahasin kaos gwa, mending gwa ganti aja deh" gwa ngalah aja lah, daripada OOT panjang lebar gara2 kaos gwa ini.
Gwa lepasin kaos gwa ini dan gwa ganti dengan kaos putih polos lengan buntung, yang biasa gwa pake buat tidur kalo malem2. Wajar juga sih kalo Dinda agak2 gimana gitu sama kaos yg gwa pake tadi. Karena gimanapun juga dia tahu, kalo gwa emang suka nunjukin mood hati gwa dgn kaos yg gwa pake. Mungkin Dinda udah hapal banget kaos favorit gwa setelah kita pacaran yaitu 'Showing the Seeds of Love'-nya Tear for Fears. Tapi beneran deh, kalo kaos yg gwa pake tadi emang nga disengaja kok.
"Ok, udah beres masalah kaosnya. Sekarang waktunya buat masalah kita." kata gwa sambil nyeruput es teh manis yang enak ini. Segeerrrr.
Dinda nga ngejawab. Nampaknya dia masih asyik dengan pikirannya sendiri atau lagi nyusun kata2 yang tepat buat gwa. Tapi yang pasti wajahnya nampak lebih murung.
"Sori nih, nga usah pake nangis2 yak. I don't need drama today" gwa ngasih penekanan pada kata2 yang terakhir tadi.
Mata Dinda mendelik menatap ke arah gwa. Ups sorry, tapi kayaknya mulai hari ini lo musti biasain diri lo dengan mulut nyinyir gwa ini yak.
"Trus, gwa musti kayak gimana dihadapan lo, untuk nunjukin kalo gwa nyesel banget dengan yang udah gwa lakuin kemarenan ini?" Dinda menatap gwa tajam, gwa melihat keputus-asaan disana (halagh, sok tau banget deh lo!).
"Gwa nga tau" gwa cuma mengangkat bahu,
"Gwa minta maaf, kalo gwa udah nyakitin perasaan lo. Gwa udah bikin kecewa lo. Gwa nyesel banget"
"Ohya, seberapa nyeselnya sih lo?"
"Sangat menyesal." jawab Dinda menundukkan kepalanya.
"Ya iyalah, kalo udah kejadian baru bilang nyesel. Pas waktu lo jalan sama itu b**i apa kabarnya?!"
"......." Dinda cuma diem ngeliat gwa udah mulai emosi.
"Sekarang gini aja deh, kita balik keadaannya. Gwa nginep 2 malem sama mantan gwa, trus ketahuan sama lo. Dan gwa cuma cengar-cengir sambil bilang, sory hunny gwa abis ml sama mantan gwa. Gimana perasaan lo hah?!" asli udah meledak nih gwa.
"Gila lo ya?! Omongan lo kasar banget!" Dinda terpancing sama emosi gwa.
"Kenapa?! Nga suka?!" gwa deketin muka gwa ke wajahnya untuk menunjukkan kesungguhan kata2 gwa tadi.
"Gwa nga nyangka lo punya pikiran kayak gitu ke gwa"
"Hellooowww, kita nih udah gede. Emang salah kalo gwa punya pikiran kayak gitu?!"
"Tapi gwa emang nga ngelakuin apa2 sama Aldo selama dirumahnya. Gwa berani sumpah..."
"Halagh, nga usah make acara sumpah2an. Gwa paling nga suka tauk!"
"Trus, gwa harus ngomong apa lagi untuk ngebuktiin kalo gwa nga ngapa2in selama nginep disitu?"
"Gwa nga tau, gwa nga bisa mikir. Kalo menurut lo sendiri gimana?" pala pusing, gwa nga bisa mikir lagi
"........" Dinda cuma menggeleng2kan kepalanya.
Gwa menghela nafas panjang. Selama seminggu ini gwa ngerasa dihantui oleh bayangan2 Dinda yang lagi berdua2an sama mantannya itu. Dan ini ngeganggu banget rasanya. Dan gwa nga tau gimana caranya buat ngilangin bayang2 itu.
Gwa nyalakan sebatang rokok, untuk menenangkan pikiran gwa ini. Lalu kita terdiam dan larut dalam pikiran masing2.
"Menurut lo, hubungan kita masih bisa dipertahanin apa nga sih?" tanya gwa perlahan setelah gwa ngerasa udah sedikit tenang.
"Gwa masih pengen mempertahankannya" Dinda menatap gwa seperti memohon.
"Tapi bayang2 lo sama b**i itu selalu ngikutin gwa Din! Dan itu nga enak banget"
"Lucky, gwa mohon lo buang jauh2 pikiran itu. Gwa nga ngelakuin apa2 yang ada dipikiran lo selama ini" Dinda meraih tangan gwa, memohon gwa untuk mempercayai kata2nya.
"Lo nga bohong khan Din?" gwa tatap matanya dalam2, gwa mencari2 kejujurannya disitu.
"Gwa nga bohong" jawabnya singkat dan gwa melihat kejujuran dimatanya.
"Beneran?"
Tiba2 aja Dinda meluk gwa. Dan dia sekarang menangis lagi sambil tangannya mukul2in dada gwa. Dan gwa cuma bisa diam, apakah gwa memaafkan Dinda dengan sepenuh hati dan belajar melupakan bayang2 itu. Sedangkan gwa ngeliat kesungguhannya, bahwa Dinda lagi nga ngebohongin gwa.
Yeah, gwa harus belajar untuk lapang dada dan coba membuang jauh2 bayang2 sialan itu. Dan gwa harus bisa nerima kejujurannya ini. Toh, semua orang selalu punya kesempatan kedua khan?
"Udah ah, khan tadi gwa udah bilang nga usah pake nangis" gwa menarik kepalanya dari dada gwa.
"Jadi lo percaya sama gwa, hunny?" Dinda menatap gwa dalam2 sambil menyusuti airmatanya.
Gwa menganggukkan kepala gwa dan tersenyum. Ya, gwa musti ikhlas.
"Terima kasih, lo udah mau percaya sama gwa. Terima kasih hunny" Dinda kembali memeluk gwa. Mendung dimatanya kini berganti dengan binar2 suka cita.
"Tapi lo janji ya, nga bakal bikin rusuh kayak gini lagi?!"
"Iya gwa janji hunny"
"Beneran ya. Lo inget2 aja ya, gwa nga akan main2 nanti"
"Iya, gwa minta maaf ya. Gwa janji nga akan nyakitin dan ngecewain lo lagi" Dinda mengangkat jarinya dan membentuk huruf V.
"Ok, janji lo gwa catet nih di dada gwa" gwa membuat tanda X didada gwa
"Hunny, gwa sayaaaaannng banget sama lo. Luv ya" kini tangan Dinda udah melingkar di leher gwa.
Padahal gwa pengen ngebales ucapannya, sekali2 boleh lah mengekspesikan rasa itu melalui kata2. Tapi bibirnya yang basah udah keburu mampir dibibir gwa. Bibir yang selalu terasa manis, hangat dan liar yang udah seminggu lebih nga gwa rasakan.
"Eh, tunggu sebentar ya..." gwa melepaskan pelukannya.
"Kenapa hunny?" Dinda menatap gwa bingung.
Gwa nga menjawab, cuma tersenyum penuh arti. Gwa berjalan kearah pintu dan menguncinya. Dan gwa sangat berharap semoga aja temen2 gwa hari ini nga ada yang pada ke kost-an.
Bener aja, gwa lihat Dinda udah nungguin aja di warung padang yang ada didepan kost-an gwa. Dinda mengenakan kaos putih yang modelnya kedombrangan gitu dipadu dengan jeans belelnya. Ehm, sebagian bahunya yang terbuka itu sungguh menyilaukan mata gwa disiang ini. Tapi gwa simpan dulu senyum ini, karena ada masalah serius yang harus gwa selesaiin.
"Yuk ikut gwa kedalem" kata gwa begitu pesenan 2 gelas es teh manis berpindah ke tangan gwa.
Suasana kost-an keliatan sepi. Biasanya pas sore2an baru deh rame. Aman, kayaknya nga ada yang bakal ganggu nih. Gwa buka kunci pintu kamar, sementara Dinda tetep ngikutin gwa dari belakang tanpa suara.
Gwa taruh es teh manis yang segar ini ke meja kecil deket kasur. Gwa melempar backpack yang sedari tadi gelendotan di bahu gwa ke sudut kamar lalu duduk diatas kasur dan menyenderkan punggung gwa ketembok. Dinda masih berdiri aja kayak orang canggung gitu, tapi matanya nga lepas2nya ngeliatin kaos gwa. Mau nga mau gwa jadi ngeliatin kaos yang gwa pake ini, ada yang salah kah dengan kaos gwa pake ini? Begitu ngeh, rasanya saat itu gwa pengen ketawa, tapi terpaksa gwa tahan karena gwa khan lagi jaim nih ceritanya. Hari itu gwa lagi make kaos print-an MISFITS - band punk jadul - yang bergambar salah satu singlenya 'Die die my darling'.
"Gwa akan ganti kaos gwa ini kalo lo nga suka ngeliatnya. Yuk, duduk disini" kata gwa sambil nyuruh Dinda duduk dekat gwa.
"Nga usah diganti. Gwa tau kok suasana hati lo saat ini" Dinda duduk, tapi agak menjauh dari posisi gwa.
"Yaelah, ini gwa nga sengaja juga kali makenya. Ya udahlah, daripada ngebahasin kaos gwa, mending gwa ganti aja deh" gwa ngalah aja lah, daripada OOT panjang lebar gara2 kaos gwa ini.
Gwa lepasin kaos gwa ini dan gwa ganti dengan kaos putih polos lengan buntung, yang biasa gwa pake buat tidur kalo malem2. Wajar juga sih kalo Dinda agak2 gimana gitu sama kaos yg gwa pake tadi. Karena gimanapun juga dia tahu, kalo gwa emang suka nunjukin mood hati gwa dgn kaos yg gwa pake. Mungkin Dinda udah hapal banget kaos favorit gwa setelah kita pacaran yaitu 'Showing the Seeds of Love'-nya Tear for Fears. Tapi beneran deh, kalo kaos yg gwa pake tadi emang nga disengaja kok.

"Ok, udah beres masalah kaosnya. Sekarang waktunya buat masalah kita." kata gwa sambil nyeruput es teh manis yang enak ini. Segeerrrr.
Dinda nga ngejawab. Nampaknya dia masih asyik dengan pikirannya sendiri atau lagi nyusun kata2 yang tepat buat gwa. Tapi yang pasti wajahnya nampak lebih murung.
"Sori nih, nga usah pake nangis2 yak. I don't need drama today" gwa ngasih penekanan pada kata2 yang terakhir tadi.
Mata Dinda mendelik menatap ke arah gwa. Ups sorry, tapi kayaknya mulai hari ini lo musti biasain diri lo dengan mulut nyinyir gwa ini yak.
"Trus, gwa musti kayak gimana dihadapan lo, untuk nunjukin kalo gwa nyesel banget dengan yang udah gwa lakuin kemarenan ini?" Dinda menatap gwa tajam, gwa melihat keputus-asaan disana (halagh, sok tau banget deh lo!).
"Gwa nga tau" gwa cuma mengangkat bahu,
"Gwa minta maaf, kalo gwa udah nyakitin perasaan lo. Gwa udah bikin kecewa lo. Gwa nyesel banget"
"Ohya, seberapa nyeselnya sih lo?"
"Sangat menyesal." jawab Dinda menundukkan kepalanya.
"Ya iyalah, kalo udah kejadian baru bilang nyesel. Pas waktu lo jalan sama itu b**i apa kabarnya?!"
"......." Dinda cuma diem ngeliat gwa udah mulai emosi.
"Sekarang gini aja deh, kita balik keadaannya. Gwa nginep 2 malem sama mantan gwa, trus ketahuan sama lo. Dan gwa cuma cengar-cengir sambil bilang, sory hunny gwa abis ml sama mantan gwa. Gimana perasaan lo hah?!" asli udah meledak nih gwa.
"Gila lo ya?! Omongan lo kasar banget!" Dinda terpancing sama emosi gwa.
"Kenapa?! Nga suka?!" gwa deketin muka gwa ke wajahnya untuk menunjukkan kesungguhan kata2 gwa tadi.
"Gwa nga nyangka lo punya pikiran kayak gitu ke gwa"
"Hellooowww, kita nih udah gede. Emang salah kalo gwa punya pikiran kayak gitu?!"
"Tapi gwa emang nga ngelakuin apa2 sama Aldo selama dirumahnya. Gwa berani sumpah..."
"Halagh, nga usah make acara sumpah2an. Gwa paling nga suka tauk!"
"Trus, gwa harus ngomong apa lagi untuk ngebuktiin kalo gwa nga ngapa2in selama nginep disitu?"
"Gwa nga tau, gwa nga bisa mikir. Kalo menurut lo sendiri gimana?" pala pusing, gwa nga bisa mikir lagi
"........" Dinda cuma menggeleng2kan kepalanya.
Gwa menghela nafas panjang. Selama seminggu ini gwa ngerasa dihantui oleh bayangan2 Dinda yang lagi berdua2an sama mantannya itu. Dan ini ngeganggu banget rasanya. Dan gwa nga tau gimana caranya buat ngilangin bayang2 itu.
Gwa nyalakan sebatang rokok, untuk menenangkan pikiran gwa ini. Lalu kita terdiam dan larut dalam pikiran masing2.
"Menurut lo, hubungan kita masih bisa dipertahanin apa nga sih?" tanya gwa perlahan setelah gwa ngerasa udah sedikit tenang.
"Gwa masih pengen mempertahankannya" Dinda menatap gwa seperti memohon.
"Tapi bayang2 lo sama b**i itu selalu ngikutin gwa Din! Dan itu nga enak banget"
"Lucky, gwa mohon lo buang jauh2 pikiran itu. Gwa nga ngelakuin apa2 yang ada dipikiran lo selama ini" Dinda meraih tangan gwa, memohon gwa untuk mempercayai kata2nya.
"Lo nga bohong khan Din?" gwa tatap matanya dalam2, gwa mencari2 kejujurannya disitu.
"Gwa nga bohong" jawabnya singkat dan gwa melihat kejujuran dimatanya.
"Beneran?"
Tiba2 aja Dinda meluk gwa. Dan dia sekarang menangis lagi sambil tangannya mukul2in dada gwa. Dan gwa cuma bisa diam, apakah gwa memaafkan Dinda dengan sepenuh hati dan belajar melupakan bayang2 itu. Sedangkan gwa ngeliat kesungguhannya, bahwa Dinda lagi nga ngebohongin gwa.
Yeah, gwa harus belajar untuk lapang dada dan coba membuang jauh2 bayang2 sialan itu. Dan gwa harus bisa nerima kejujurannya ini. Toh, semua orang selalu punya kesempatan kedua khan?
"Udah ah, khan tadi gwa udah bilang nga usah pake nangis" gwa menarik kepalanya dari dada gwa.
"Jadi lo percaya sama gwa, hunny?" Dinda menatap gwa dalam2 sambil menyusuti airmatanya.
Gwa menganggukkan kepala gwa dan tersenyum. Ya, gwa musti ikhlas.
"Terima kasih, lo udah mau percaya sama gwa. Terima kasih hunny" Dinda kembali memeluk gwa. Mendung dimatanya kini berganti dengan binar2 suka cita.
"Tapi lo janji ya, nga bakal bikin rusuh kayak gini lagi?!"
"Iya gwa janji hunny"
"Beneran ya. Lo inget2 aja ya, gwa nga akan main2 nanti"
"Iya, gwa minta maaf ya. Gwa janji nga akan nyakitin dan ngecewain lo lagi" Dinda mengangkat jarinya dan membentuk huruf V.
"Ok, janji lo gwa catet nih di dada gwa" gwa membuat tanda X didada gwa
"Hunny, gwa sayaaaaannng banget sama lo. Luv ya" kini tangan Dinda udah melingkar di leher gwa.
Padahal gwa pengen ngebales ucapannya, sekali2 boleh lah mengekspesikan rasa itu melalui kata2. Tapi bibirnya yang basah udah keburu mampir dibibir gwa. Bibir yang selalu terasa manis, hangat dan liar yang udah seminggu lebih nga gwa rasakan.
"Eh, tunggu sebentar ya..." gwa melepaskan pelukannya.
"Kenapa hunny?" Dinda menatap gwa bingung.
Gwa nga menjawab, cuma tersenyum penuh arti. Gwa berjalan kearah pintu dan menguncinya. Dan gwa sangat berharap semoga aja temen2 gwa hari ini nga ada yang pada ke kost-an.

Bagian horornya diganti aja yak.

Sori ya kalo gwa udah khilaf tadi.

Diubah oleh luckyismine 19-04-2014 18:37
sormin180 memberi reputasi
1
Kutip
Balas