- Beranda
- The Lounge
Cerita Fiksi ' Survive in Jakarta ' Part 1 ( Cerita Zombie ) ( Zombie Lovers Masuk!!!
...
TS
theofelix
Cerita Fiksi ' Survive in Jakarta ' Part 1 ( Cerita Zombie ) ( Zombie Lovers Masuk!!!
Quote:


WELCOME TO MY THREAD


Quote:
Sebelumnya bagi agan yang mau ane adain di cerita ini bisa
ane
aneQuote:
Info : Update tiap Senin atau Selasa Siang 

Quote:
Sebelumnya bagi agan yang mau bikin side story dimari ga usah menuh2 in
ane
langsung aja bikin 
ane
langsung aja bikin 
Quote:
Peraturan bikin side story:
- Zombie nya lari
- Sebutan zombienya infected
- Jangan bikin zombie lebay contoh : zombie anjing, naga, pocong dll
- Usahakan jangan kentang
- Zombie nya lari
- Sebutan zombienya infected
- Jangan bikin zombie lebay contoh : zombie anjing, naga, pocong dll

- Usahakan jangan kentang

Quote:
Quote:
LIST SIDE STORY
SIDE STORY BY AGAN ZACH354
SIDE STORY BY AGAN WIELDERBURGJ
SIDE STORY BY AGAN WIELDERBURGJ 2
SIDE STORY BY AGAN DOXIS
SIDE STORY BY AGAN ZACH354
SIDE STORY BY AGAN WIELDERBURGJ
SIDE STORY BY AGAN WIELDERBURGJ 2
SIDE STORY BY AGAN DOXIS
Quote:
Awalnya ane baca salah satu thread orang yang bikin cerita fiksi zombie, ane jadi tertarik dan pengen bikin juga deh jadinya, 

, langsung aja deh ane mulai, oh iya ane seneng banget kalo ada yang berbaik hati kasih
ato 


, langsung aja deh ane mulai, oh iya ane seneng banget kalo ada yang berbaik hati kasih
ato 
EPISODE 1 : Escape From The Hell
Quote:
Part 1
Senin, 24 Februari 2020
Mampang Prapatan, 05.30
Matahari mulai menampakkan dirinya, ayam - ayam mulai berkokok.
Pagi itu sekitar pukul 05.30 WIB jam wekerku bunyi dan akupun langsung segera bangun mematikannya, aku langsung cuci muka dan membangunkan kedua adikku untuk mengantar mereka sekolah. Namaku Andre, Umurku 19 Tahun, Aku bekerja di sebuah perusahaan obat di Jakarta yang bernama Pika Farma sebagai Office Boy, aku punya 1 kakak yang namanya kak Adi, dia tinggal di Depok dan 2 adikku yang pertama Radit dan yang kedua Timmy, Radit kelas 6 SD sementara Timmy masih kelas 2 SD, Orang tua kami meninggal 3 tahun yang lalu akibat kecelakaan, sejak saat itu aku yang bekerja mengurus kedua adikku dan menghidupi mereka. Paginya dengan motor Jupiter Z ku aku langsung mengantar adikku ke sekolah masing - masing, saat mereka sudah sampai mereka mencium tanganku
Quote:
"Hati2 ya dek" kataku
"Iya kak" jawab mereka serempak lalu aku langsung ke tempat kerja.
"Iya kak" jawab mereka serempak lalu aku langsung ke tempat kerja.
Kalibata, 07.41
Ditempat kerja aku melihat ada petugas biohazard dan beberapa dokter ( kalau tidak salah ) dan beberapa orang sedang sibuk mondar - mandir membawa beberapa sample obat dan memakai masker, akupun langsung disuruh memakai masker sebelum masuk. Akupun bertanya kepada satpam dikantorku
Quote:
"Ini ada apa min??"
"Katanya sih ada virus diare bocor, itu si Angga katanya kena, Noh dia kaga berenti2 ke kamar mandi!" jawabnya
"Virus diare?? sejak kapan diare ada virusnya??" tanyaku lagi penasaran
"Tau ah, gua kan cuma satpam! lu tanya aja Pak Bambang gih!" Jawabnya
"Yee, ditanya malah gitu, ok dah gw masuk ya" kataku sambil masuk ke dalam.
Semua berlangsung dengan normal hari itu, pekerjaan juga tidak terlalu berat. tepat pukul 6 sore, akupun pulang ke rumah,"Katanya sih ada virus diare bocor, itu si Angga katanya kena, Noh dia kaga berenti2 ke kamar mandi!" jawabnya
"Virus diare?? sejak kapan diare ada virusnya??" tanyaku lagi penasaran
"Tau ah, gua kan cuma satpam! lu tanya aja Pak Bambang gih!" Jawabnya
"Yee, ditanya malah gitu, ok dah gw masuk ya" kataku sambil masuk ke dalam.
Mampang Prapatan, 18.34
Dirumah aku melihat tetanggaku mengalami gejala yang sama dengan rekan kerjaku di kantor, aku rasa virusnya mulai menyebar ke pemukiman,
Quote:
"Dek, kakak pulang, kakak bawa capcay goreng kesukaan kalian nih" Kataku
"Tumben kak bawa makanan enak hehehe" jawab Radit
"Yee, kalo bawa salah, kalo ga bawa nagih, gimana sih udah kamu pindahin aja nih ke piring, kakak udah laper, kakak mandi dulu ya",
Kami pun makan bersama, sambil makan kami ngobrol,
"Kak, hari sabtu janji ya kita jalan2 ke rumah Nenek?" Kata Timmy memulai obrolan
"Iya tenang aja, kakak ga bohong kok" jawabku.
Setelah makan kami bertiga nonton TV dan hampir semua isi berita tentang lepasnya virus diare dari Pika Farma, akupun langsung mematikan TV karena tidak ada acara yang enak, akhirnya kami pun tidur."Tumben kak bawa makanan enak hehehe" jawab Radit
"Yee, kalo bawa salah, kalo ga bawa nagih, gimana sih udah kamu pindahin aja nih ke piring, kakak udah laper, kakak mandi dulu ya",
Kami pun makan bersama, sambil makan kami ngobrol,
"Kak, hari sabtu janji ya kita jalan2 ke rumah Nenek?" Kata Timmy memulai obrolan
"Iya tenang aja, kakak ga bohong kok" jawabku.
Mampang Prapatan, 00.28
Tengah malam aku mendapat SMS dari DEPKES yang berisi :
Quote:
"SEMUA WARGA JAKARTA HARAP MENGUNGSI KE BEBERAPA TITIK BERIKUT :
- MONUMEN NASIONAL
- MALL CIJANTUNG
- ATRIUM SENEN
- GELORA BUNG KARNO
- BANDARA HALIM PERDANA KUSUMA
- BANDARA SOEKARNO HATTA
DIKARENAKAN TELAH TERJADI WABAH ANEH YANG MEMBUAT PENDERITANYA MENJADI KANIBAL, VIRUS INI MENYEBAR MELALUI GIGITAN DAN UDARA GEJALANYA : DIARE BERKEPANJANGAN, MATA MERAH, BINTIK MERAH PADA WAJAH. HINDARI ORANG DENGAN GEJALA TERSEBUT KARENA DIPASTIKAN MEREKA SUDAH TERINFEKSI. SEMOGA TUHAN BERSAMA KITA"
aku masih tidak percaya dan shok membaca SMS itu, Troll kah? ah tidak mungkin, tak lama terdengar suara - MONUMEN NASIONAL
- MALL CIJANTUNG
- ATRIUM SENEN
- GELORA BUNG KARNO
- BANDARA HALIM PERDANA KUSUMA
- BANDARA SOEKARNO HATTA
DIKARENAKAN TELAH TERJADI WABAH ANEH YANG MEMBUAT PENDERITANYA MENJADI KANIBAL, VIRUS INI MENYEBAR MELALUI GIGITAN DAN UDARA GEJALANYA : DIARE BERKEPANJANGAN, MATA MERAH, BINTIK MERAH PADA WAJAH. HINDARI ORANG DENGAN GEJALA TERSEBUT KARENA DIPASTIKAN MEREKA SUDAH TERINFEKSI. SEMOGA TUHAN BERSAMA KITA"
Ntar aja lanjutinnya ya gan? kalian tertarik apa ngga dulu, ditunggu
atau
nya dulu ya? kalo banyak baru ane lanjut.


Lanjutan
Quote:
Part 2
Pistol yang menyadarkanku dari lamunanku. Dan setelah itu aku mengintip keluar dari jendela dan melihat seorang nenek - nenek seperti dikerumuni orang dan aku sadar bahwa orang2 itu menggigit nenek tersebut, akupun tak percaya saat itu dan tubuhku terasa lemas karena tak percaya bahwa ternyata di dunia nyata akan terjadi hal seperti ini, aku langsung melompat dari tempat tidurku dan membangunkan kedua adikku dan begitu terkejutnya aku melihat Radit sudah menjadi "gila" dan ingin menggigit Timmy, aku langsung melempar guci disebelahku dan langsung mengenai kepala Radit dan pecahan beling guci itu menancap di kepalanya, aku menangis saat itu juga karena tak percaya membunuh adikku sendiri, aku langsung menggendong Timmy yang sudah menangis,
"Cepetan kak!!" teriak Timmy. awalnya aku tidak tahu mau kemana tetapi
Pistol yang menyadarkanku dari lamunanku. Dan setelah itu aku mengintip keluar dari jendela dan melihat seorang nenek - nenek seperti dikerumuni orang dan aku sadar bahwa orang2 itu menggigit nenek tersebut, akupun tak percaya saat itu dan tubuhku terasa lemas karena tak percaya bahwa ternyata di dunia nyata akan terjadi hal seperti ini, aku langsung melompat dari tempat tidurku dan membangunkan kedua adikku dan begitu terkejutnya aku melihat Radit sudah menjadi "gila" dan ingin menggigit Timmy, aku langsung melempar guci disebelahku dan langsung mengenai kepala Radit dan pecahan beling guci itu menancap di kepalanya, aku menangis saat itu juga karena tak percaya membunuh adikku sendiri, aku langsung menggendong Timmy yang sudah menangis,
Quote:
"Kenapa kakak bunuh ka Radit??" kata dia polos sambil menangis
aku tidak menjawabnya dan menyuruhnya diam, lalu aku pergi ke dapur untuk mengambil pisau dapur dan menyuruh Timmy memakai masker dan aku mulai berfikir kalau lebih baik kami lari keluar, kami berdua pun membuka pintu depan dan alangkah kaget kami disambut dua mahkluk kanibal itu didepan pintu, dengan sigap aku langsung menusuk satu kepala mahkluk tersebut lalu aku bergulat dengan yang satu lagi dan dia hampir menggigit ku tetapi aku menahannya, lalu aku mulai tidak tahan menahannya karena tenaganya sangat kuat,Quote:
"Lari Timmy, Lari!!" teriakku kepada Timmy"
tidak kusangka Timmy yang tadi hanya diam langsung menendang kepala mahkluk tersebut hingga terpental, lalu aku berdiri dan mengambil pisau dapur dan menancapkan pada kepalanya, Quote:
"mati lu bangs*t" ucapku
Lalu aku lari keluar, diluar terasa seperti di neraka, ada bunyi teriakan, sirene, pistol, muncratan darah menjadi pelengkap kegilaan itu, semua orang sibuk menyelamatkan diri masing - masing, aku langsung menyambar motor Jupiter Z ku dan tancap gas sekencang - kencangnya, mahkluk itu mengejar kami, mereka berlari sangat kencang seperti atletis. "Cepetan kak!!" teriak Timmy. awalnya aku tidak tahu mau kemana tetapi
UPDATE!!
Ane lanjutin Part 3 nya gan!
Quote:
Part 3
Aku sadar untuk lebih baik pergi ke kantor ku karena mungkin disana ada semacam Antivirus atau Camp perlindungan, di persimpangan jalan saat aku menuju kantorku aku teringat bahwa Virus ini berasal dari kantorku, aku pun berfikir bahwa adalah sebuah hal bodoh jika aku kembali ke sarang virus tersebut. Aku pun kembali berputar balik dan sekarang aku tetapkan untuk pergi ke Camp perlindungan Cijantung, aku berfikir mungkin tidak ada Infeksi di sana.
Camp Mall Cijantung, 01.12
Di perbatasan kota Depok dan Jakarta tepatnya di daerah Cijantung aku melihat banyak orang berkumpul lengkap dengan polisi dan badan kesehatan, mereka berkata ini adalah salah satu tempat aman di Jakarta, akan tetapi kami tidak diperbolehkan keluar kota sampai ditemukan keterangan lanjutan dari pemerintah Jakarta, kami dikarantina dengan tujuan agar virus ini tidak menyebar ke wilayah lain, disana aku bertemu Pacarku, sebut saja Nama Fika, dia memelukku
Quote:
"Ndre, keluarga gua.." katanya sambil terisak tidak mampu meneruskan kata2 nya.
"Iya Fik, gw ngerti perasaan lu sekarang, sabar ya sayang"
. disana kami berbincang - bincang dan tiba - tiba camp kami diserang ratusan mahkluk kanibal itu dari arah ps rebo, kami langsung berhamburan lari kemana - mana tetapi tetap kami tidak boleh masuk kota Depok, mereka langsung memblokade dengan banyak mobil, aku menggendong Timmy karena ia menangis, aku langsung menyambar motor Jupiter Z ku untuk lari karena pertahanan polisi pun tidak sanggup membendung banyaknya mahkluk itu, tapi sialnya bensinnya habis, aku pun mengajak sebanyak - banyaknya orang untuk berlindung di mall cijantung dan "Iya Fik, gw ngerti perasaan lu sekarang, sabar ya sayang"
Sabar lanjutannya ya gan, ditunggu nih
ato
nyaQuote:
PART 4!
Banyak orang yang mengikutiku, tetapi saat itu ada ahli kimia di kantorku dan menyarankanku untuk jangan berlindung di situ karena virus ini menyebar dengan cepat melalui gigitan dan udara dan sebentar lagi kota akan dikarantina, sebut saja namanya Pak Bambang,
Depok Timur, 02.51
Dirumah kakakku Pak Bambang menceritakan panjang lebar tentang kronologi bagaimana kejadian ini bisa terjadi
Aku, Timmy, dan Kakakku hanya terbengong mendengar ceritanya sampai berita di TV mengatakan virus sudah sampai Di Kota Bogor, Depok, dan Tanggerang.
Banyak orang yang mengikutiku, tetapi saat itu ada ahli kimia di kantorku dan menyarankanku untuk jangan berlindung di situ karena virus ini menyebar dengan cepat melalui gigitan dan udara dan sebentar lagi kota akan dikarantina, sebut saja namanya Pak Bambang,
Quote:
"Sebaiknya kita keluar dari kota ini, setidaknya aku pasti punya alasan yang cukup kuat untuk keluar karena aku Ahli Kimia di perusahaan Pika Farma" Katanya. Saat kami diijinkan keluar dengan syarat membayar administrasi sebesar Rp. 50.000, kami dikejutkan oleh jatuhnya helikopter pemerintah didekat kami dan kami melihatnya dengan jelas, tiba2 pikiranku teringat akan Fika,
"Dimana dia?? maafin aku sayang aku ga bisa jaga kamu"
kami langsung pergi kerumah kakakku yg namanya Adi di daerah Depok Timur, ternyata di Depok keadaan bisa dikatakan sangat aman dan normal karena orang beraktivitas seperti biasa, kami nebengmobil pick-up dan kulihat timmy sudah tertidur pulas, saat di pertigaan simpangan, sialnya mobil itu lurus arah Cibinong dan kami pun turun disitu dan meneruskan perjalanan dengan taxi."Dimana dia?? maafin aku sayang aku ga bisa jaga kamu"
Depok Timur, 02.51
Dirumah kakakku Pak Bambang menceritakan panjang lebar tentang kronologi bagaimana kejadian ini bisa terjadi
Quote:
"Sejak 2 Bulan lalu kami berusaha menciptakan obat yang bisa menyembuhkan segala jenis penyakit termasuk HIV tanpa efek samping, dan kami sangat merahasiakan proyek ini dari semua orang termasuk karyawan biasa di Pika Farma dan seluruh negara terutama Amerika. akan tetapi semua sangat sulit dikarenakan setiap obat memiliki efek samping dan banyak obat yang bisa menyembuhkan satu penyakit dan kemudian muncul penyakit baru, maka kami mencoba virus yang menyebabkan bencana dulu untuk mengetes obat ini manjur atau tidak, akan tetapi jika obat ini tidak manjur maka berakibat kematian, oleh karena itu kami mengumpulkan banyak orang untuk menjadi sukarelawan dalam percobaan ini, tetapi salah seorang yang ikut berpartisipasi mengundurkan diri dengan alasan tidak siap, semua tidak bisa dibatalkan karena dia sudah tanda tangan di atas meterai dan siap untuk semua resiko yang dialami, tetapi dia tidak terima dan marah, hingga kemarin malam kami menemukan entah dengan cara apa dia berhasil membawa kabur sample virus itu dan melepaskan virus itu hingga... beginilah jadinya, pada awalnya penderita virus itu hanya diare selama 6 jam lalu ia akan merasa ngantuk dan tertidur, dan setelah ia bangun bola matanya membiru dan yang ada dipikirannya hanya rasa lapar akan daging manusia tanpa merasa dosa"
Aku, Timmy, dan Kakakku hanya terbengong mendengar ceritanya sampai berita di TV mengatakan virus sudah sampai Di Kota Bogor, Depok, dan Tanggerang.
Sori berat nih gan, udah lama ga posting, makanya Part 4nya ane banyakin, ditunggu nih

nyaQuote:
UPDATE Part 5

Lalu Kak Adi pun bertanya kepadaku,
Quote:
"Dimana Radit?" Aku hanya diam, lalu ia bertanya lagi dengan suara agak keras.
"Dimana Radit?!!" Aku tetap diam, sepertinya dia mulai mengerti bahwa sebenarnya Radit sudah tiada, sekarang dengan suara setengah teriak dan terisak ia bertanya.
"Dimana Radit???!!! Ia pun menangis dan aku terpaksa berbohong kepadanya.
"Radit jatuh saat kami kabur ka, Maafin aku ya ga bisa jaga Radit ka", Kataku dengan bohong.
Timmy pun pada saat itu menangis juga mengingat kakaknya telah membunuh 'kakak' nya sendiri tetapi tidak tega menceritakan yg sebenarnya kepada kak Adi. Lalu kakak Adi berhenti menangis "Menangis ga ada gunanya, lebih baik kita pergi dari sini sekarang juga sebelum kita jadi korban, kami bergegas secepat mungkin dan pergi dari situ memakai mobil milik kak Adi dan terlihat di Jalan Raya suasananya sama seperti saat aku dan adikku keluar dari rumah pertama kalinya, pisau yang berdarah, jeritan, kerusuhan, penjarahan dimana - mana membuat bulu kudukku merinding, aku jadi ingat perbuatan ku yang kejam membunuh Radit, tetapi aku tahu, jika aku tidak membunuhnya, Timmy akan mati saat itu juga"Dimana Radit?!!" Aku tetap diam, sepertinya dia mulai mengerti bahwa sebenarnya Radit sudah tiada, sekarang dengan suara setengah teriak dan terisak ia bertanya.
"Dimana Radit???!!! Ia pun menangis dan aku terpaksa berbohong kepadanya.
"Radit jatuh saat kami kabur ka, Maafin aku ya ga bisa jaga Radit ka", Kataku dengan bohong.
Quote:
PART 6 ( EPISODE 1 End ) 
Akhirnya kami melanjutkan perjalanan ke Bandung, dirumah Nenek kami, kami mampir dulu ke Indomaret untuk membeli sesuatu untuk bekal perjalanan kami, tapi rupanya indomaret itu sudah kosong dan banyak zombie didalam, kami langsung lari ke mobil untuk melanjutkan perjalanan, saat dipertigaan Bella Casa, tiba - tiba mobil kami ditabrak sisi sampingnya oleh Truk Container dan mobil kami pun terguling ke jurang.
Selasa, 25 Februari 2020
Uknown, 08.23
Pagi itu aku bangun dengan mata yang berkunang - kunang dan badanku rasanya sakit sekali, kupegang dahiku dan terasa sangat perih dan saat kulihat tanganku banyak sekali darah. Kulihat di Mobil, sudah kosong, Kulihat kak Adi dan Pak Bambang sedang berjalan terpincang - pincang diluar dan hal yang membuat ku kaget adalah Timmy tidak ada. Saat aku keluar untuk bertanya pada Pak Bambang dan Kak Adi tentang keberadaan Timmy.
"Kak, Pak, Liat Si Timmy ga??" Akan tetapi mereka langsung ingin menyergapku seakan mereka zombie! saat aku sadar kalau mereka sudah terinfeksi, aku langsung lari sekencang mungkin walaupun kakiku sangat sakit, tiba - tiba terdengar suara tembakan dan kulihat zombie kak Adi dan pak Bambang sudah tergeletak di Tanah, kulihat ada Seorang Polisi membawa pistol seakan baru menembak mereka berdua. Kepalaku tiba - tiba sangat pusing dan tubuhku sangat lemas sehingga aku pingsan
EPISODE 1 END

Akhirnya kami melanjutkan perjalanan ke Bandung, dirumah Nenek kami, kami mampir dulu ke Indomaret untuk membeli sesuatu untuk bekal perjalanan kami, tapi rupanya indomaret itu sudah kosong dan banyak zombie didalam, kami langsung lari ke mobil untuk melanjutkan perjalanan, saat dipertigaan Bella Casa, tiba - tiba mobil kami ditabrak sisi sampingnya oleh Truk Container dan mobil kami pun terguling ke jurang.
Selasa, 25 Februari 2020
Uknown, 08.23
Pagi itu aku bangun dengan mata yang berkunang - kunang dan badanku rasanya sakit sekali, kupegang dahiku dan terasa sangat perih dan saat kulihat tanganku banyak sekali darah. Kulihat di Mobil, sudah kosong, Kulihat kak Adi dan Pak Bambang sedang berjalan terpincang - pincang diluar dan hal yang membuat ku kaget adalah Timmy tidak ada. Saat aku keluar untuk bertanya pada Pak Bambang dan Kak Adi tentang keberadaan Timmy.
"Kak, Pak, Liat Si Timmy ga??" Akan tetapi mereka langsung ingin menyergapku seakan mereka zombie! saat aku sadar kalau mereka sudah terinfeksi, aku langsung lari sekencang mungkin walaupun kakiku sangat sakit, tiba - tiba terdengar suara tembakan dan kulihat zombie kak Adi dan pak Bambang sudah tergeletak di Tanah, kulihat ada Seorang Polisi membawa pistol seakan baru menembak mereka berdua. Kepalaku tiba - tiba sangat pusing dan tubuhku sangat lemas sehingga aku pingsan
EPISODE 1 END
EPISODE 1 udah end gan, Tunggu EPISODE 2 : Fucking Conspiracy
di Thread ini, Mana neh
nya?Quote:
Thread Bermutu Ane Yang Laen
Kenapa Agan Ga Pernah Bersyukur Dengan Yang Agan Miliki? ( HAPPY TERUS, HOKI TERUS )#HT 1
Agan Belajar Motor Waktu Umur Berapa ??
Pilih SR atau Junker Gan?
Inilah Teori Mengenai Segitiga Bermuda
Cerita Fiksi Zombie : Survive In Jakarta
Sesuatu yang aneh dan menarik mengenai komputer anda
Cara Membuat Game RPG + Softwarenya
Komentar Ane tentang Lembaga Sensor Indonesia
Syukuri Hidup Agan, Masih Ada Jutaan Orang Yang Ga Seberuntung Agan
Ternyata Ada Segitiga Bermuda di Indonesia
Surat Dari Anak Yang Kesepian
10 Hal Konyol Yang Pasti Pernah Kamu Lakukan
Orang Ini Rela Menghabiskan Uang Demi Mendirikan Rumah Untuk Hewan
Kenapa Agan Ga Pernah Bersyukur Dengan Yang Agan Miliki? ( HAPPY TERUS, HOKI TERUS )#HT 1
Agan Belajar Motor Waktu Umur Berapa ??
Pilih SR atau Junker Gan?
Inilah Teori Mengenai Segitiga Bermuda
Cerita Fiksi Zombie : Survive In Jakarta
Sesuatu yang aneh dan menarik mengenai komputer anda
Cara Membuat Game RPG + Softwarenya
Komentar Ane tentang Lembaga Sensor Indonesia
Syukuri Hidup Agan, Masih Ada Jutaan Orang Yang Ga Seberuntung Agan
Ternyata Ada Segitiga Bermuda di Indonesia
Surat Dari Anak Yang Kesepian
10 Hal Konyol Yang Pasti Pernah Kamu Lakukan
Orang Ini Rela Menghabiskan Uang Demi Mendirikan Rumah Untuk Hewan

Diubah oleh theofelix 28-05-2014 09:55
0
53.5K
Kutip
375
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•104.2KAnggota
Tampilkan semua post
wielderburgj
#194
EPISODE 2 - THE COMMUNITY AND THE RISK
To Be Continue...


Quote:
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Spoiler for A New Day :
"Hoaaaahhhmmmm...." Aku terbangun di salah satu ruangan bekas sekre sebuah ekskul dengan ukuran 3 x 3 meter. Aku Regan seorang mantan penjaga minimarket berumur 23 tahun dan terjebak di kota yang mungkin saja akan hancur bersama belasan orang lain di sebuah sekolah.
Aku berjalan keluar dari ruangan tersebut dan duduk di dekat Tino yang sedang melihat-lihat tempat sekolah ini. Maklum saja ia masih baru di Bandung selama 1 setengah tahun dan terjebak di situasi seperti ini.
"Ngapain TIno?" Aku berdiri disebelah dan menyapanya.
"Ah, tempat ini sedikit nyaman bukan?" Tino melihat ke subuah pohon besar di sebuah lapangan dibawahnya.
"Ya..." Aku menjawab.
"Coba saja hal kemarin malam tidak terjadi, mungkin ia bisa ikut kita beristirahat disini dengan kita..." Tino mengngat apa yang terjadi pada Raden kemarin malam.
"Ya... Mungkin saja. Untung saja orang-orang disini cukup baik dan menerima kita." Aku ikut bersedih karena kehilangan Raden.
Kemarin malam...
Kami berempat melihat tanda di sebelah kanan kami, Kami ber4 langsung berlari ke arah orang yang memberi tanda tersebut. kami pun sampai di tempat orang tersebut dan menyuruh kami untuk mengikutinya. Ia berbelok ke kanan dan berteriak.
"Jan! Dil! Cepet buka!"
Pintu gerbang tersebut terbuka, kami pun berlari masuk ke gerbang tersebut . Setelah kami masuk 2 orang laki - laki langsung menutup gerbang dan mengunci gerbang tersebut.
"Kalian baik-baik saja?" Lelaki yang baru saja menolonng kami diluar bertanya.
"Ya, namun mobil kami tertinggal di luar" Kakek Suparna duduk di salah satu kursi kantin sekolah tersebut.
"Tenang saja besok pagi kita akan mengambil mobil tersebut, lebih baik kalian beristirahat dahulu di ruangan sekre ekskul disana. Oh ya nama gw Angga salam kenal." Lelaki bernama Angga itupun memperkenalkan diri.
"Terima kasih, nama gw Regan, ini Tino dan yang duduk di kursi itu Kakek Suparna dan perempuan ini adalah..." Aku menjawab namun tidak tahu nama perempuan yang dari sebelumnya mengikuti kami dari mal.
"Lula..." Perempuan itu menyebutkan namanya.
"Ya, itu dia" Aku menneruskan pembiacaraanku.
"Oh ya yang baru saja menutup gerbang itu Abdurrahman atau biasa dipanggil Ojan seorang mahasiswa kedokteran dan Fadhil, Ya sudah lebih baik kalian cepat cuci muka dan beristirahat." Angga pergi meninggalkan kami.
Kami ber4 pun berjalan ke arah salah satu sekre dan beristirahat setelah mencuci muka salh satu wastafel. Dan Tino tetap diam mungkin karena kecapekaan.
Paginya, masih berbicara dengan Tino
"Hey kalian berdua!" Fadhil memanggil kami berdua.
"Oi..." Tino membalas panggilan Fadhil.
"Mau sarapan ga? Kalo mau yang lain udah nungguin tuh" Fadhil mengajak kita untuk sarapan.
"Ayo no!" aku dan Tino pun berjalan ke kantin dan memakan sarapan dengan beberapa orang lain yang jumlahnya lebih dari 10 orang tersebut.
Aku berjalan keluar dari ruangan tersebut dan duduk di dekat Tino yang sedang melihat-lihat tempat sekolah ini. Maklum saja ia masih baru di Bandung selama 1 setengah tahun dan terjebak di situasi seperti ini.
"Ngapain TIno?" Aku berdiri disebelah dan menyapanya.
"Ah, tempat ini sedikit nyaman bukan?" Tino melihat ke subuah pohon besar di sebuah lapangan dibawahnya.
"Ya..." Aku menjawab.
"Coba saja hal kemarin malam tidak terjadi, mungkin ia bisa ikut kita beristirahat disini dengan kita..." Tino mengngat apa yang terjadi pada Raden kemarin malam.
"Ya... Mungkin saja. Untung saja orang-orang disini cukup baik dan menerima kita." Aku ikut bersedih karena kehilangan Raden.
Kemarin malam...
Kami berempat melihat tanda di sebelah kanan kami, Kami ber4 langsung berlari ke arah orang yang memberi tanda tersebut. kami pun sampai di tempat orang tersebut dan menyuruh kami untuk mengikutinya. Ia berbelok ke kanan dan berteriak.
"Jan! Dil! Cepet buka!"
Pintu gerbang tersebut terbuka, kami pun berlari masuk ke gerbang tersebut . Setelah kami masuk 2 orang laki - laki langsung menutup gerbang dan mengunci gerbang tersebut.
"Kalian baik-baik saja?" Lelaki yang baru saja menolonng kami diluar bertanya.
"Ya, namun mobil kami tertinggal di luar" Kakek Suparna duduk di salah satu kursi kantin sekolah tersebut.
"Tenang saja besok pagi kita akan mengambil mobil tersebut, lebih baik kalian beristirahat dahulu di ruangan sekre ekskul disana. Oh ya nama gw Angga salam kenal." Lelaki bernama Angga itupun memperkenalkan diri.
"Terima kasih, nama gw Regan, ini Tino dan yang duduk di kursi itu Kakek Suparna dan perempuan ini adalah..." Aku menjawab namun tidak tahu nama perempuan yang dari sebelumnya mengikuti kami dari mal.
"Lula..." Perempuan itu menyebutkan namanya.
"Ya, itu dia" Aku menneruskan pembiacaraanku.
"Oh ya yang baru saja menutup gerbang itu Abdurrahman atau biasa dipanggil Ojan seorang mahasiswa kedokteran dan Fadhil, Ya sudah lebih baik kalian cepat cuci muka dan beristirahat." Angga pergi meninggalkan kami.
Kami ber4 pun berjalan ke arah salah satu sekre dan beristirahat setelah mencuci muka salh satu wastafel. Dan Tino tetap diam mungkin karena kecapekaan.
Paginya, masih berbicara dengan Tino
"Hey kalian berdua!" Fadhil memanggil kami berdua.
"Oi..." Tino membalas panggilan Fadhil.
"Mau sarapan ga? Kalo mau yang lain udah nungguin tuh" Fadhil mengajak kita untuk sarapan.
"Ayo no!" aku dan Tino pun berjalan ke kantin dan memakan sarapan dengan beberapa orang lain yang jumlahnya lebih dari 10 orang tersebut.
Part 2
Spoiler for Meet & Greet:
Aku dan Tino duduk di ujung dekat pohon yang membuat lubang disalah satu atap dan menutupi lubang tersebut dangan ranting dan daun - daunnya. Di kantin tersebut terdapat 10 meja dengan 15 bangku untuk 2 orang di setiap bangkunya. Aku duduk berhadapan dengan Tino hingga akhirnya datang 2 orang. Satu orang seorang ibu dengan umur sekitaran awal 40 tahun dan anak perempuannya yang berumur sekitar 12 tahun.
Di meja lain terdapat satu keluarga ayah, ibu dan dua anak, meja sebelahnya ada Angga, Abdurrahman, Fadhil dan seorang laki-laki dengan kacamata. Lalu di meja yang lainnya ada 2 orang perempuan dan seorang laki-laki sedang mengobrol di meja paling ujung.
Kami baru saja mau memulai makan dan tiba-tiba Kakek Suparna dan Lula duduk di dekat kami dan ikut memakan sarapan.
"Ada sekitar 17 orang yang berlindung disini termasuk kita ya..." Aku memulai pembicaraan.
"Kurasa tidak gan... tadi aku berkeliling disini, ada 1 orang perempuan sedang mengurusi tanaman hidroponik di dekat jejeran ruang kelas dan ada 2 orang lagi di dekat pohon besari disana... tidak salah pakai seragam polisi." Kakek Suparna menunjuk orang orang yang tidak ikut sarapan.
"Jadi ada 20 orang ya disini..." Tino membalas sambil memakan sarapannya.
"hmmm..." Lula menjawab dengan diam saja.
"OI..." Angga berjalan ke meja kami, "Betah ga disini?" Angga duduk disebelahku.
"Betah..." Tino memakan sarapannya.
"Angga, bisakah kita mengambil jeep kakek secepatnya?"Kakek Suparna bertanya dan sarapannya sudah habis.
"Ya tentu... kamu Regan kan? bisa bantu kita berdua-kan ngambil jeepnya?" Angga bertanya padaku.
"Eh... tentu" aku berdiri dan berjalan ke salah satu ruang penjual kantin.
Aku berjalan ke salah satu ruangan bekas warung yang terbuka lalu mengambil segellas air di kulkas yang entah mengapa masih bisa menyala.
"Kaget ya, kulkas disini masih bisa dipake..." Ibu yang tadi membawa makanan ke mejaku menyapa.
"Ahaha... iya ibu..." Aku bertanya nama ibu tersebut.
"Esih dan di sana anak ibu, Risa" Ibu Esih memperkenalkan diri.
"Perkenalkan bu saya Regan datang tadi malam, mohon maaf merepotkan" Aku memperkenalkan diriku.
"Oh... de Regan, Disini kulkas masih bisa dipake ya karena ada panel surya di atap sana, makanya disini masih ada listrik yang bisa dipake" Bu Esih menjelaskan dengan logat jawanya.
"Regan! mau ikut ngambil jeepnya ga?" Angga memanggilku dari luar kantin.
"Ya!!! makasih ya bu..." Aku pergi ke Angga dan meminum air mineral kemasan.
Aku berlari ke salah satu ruangan dimana Angga dan Kakek Suparna berdiri.
"Gan, ambil salah satu kalo bisa yang ngga berisik..." Angga membuka pintu ruangan tersebut.
"Apaan?" aku bertanya.
Aku kaget melihat ruangan itu karena dipenuhi dengan berbagai senjata seperti bat baseball, parang hingga pistol. aku pun masuk dan mengambil sebuah pisau besar yang biasanya digunakan untuk memotong hewan:P.
"Okay, kalian ber3 siap?" Fadhil yang menjaga gerbang belakang bersiap membuka gerbang tersebut.
"Tentu" Aku menjawab.
"Cepatlah itu jeep kesayangan kakek..." Kakek Suparna memegang sekop yang cukup panjang.
"OK!!!" Fadhil membuka gerbang tersebut dan 2 infected menerobos masuk.
ZREEBBBB.... CROTTTTT.....
Aku dan Angga menghancurkan 2 infected tersebut tepat di kepala. Kami bertiga pun langsung berlari keluar dan melihat jeep kakek Suparna terparkir di dekat pom bensin.
Di meja lain terdapat satu keluarga ayah, ibu dan dua anak, meja sebelahnya ada Angga, Abdurrahman, Fadhil dan seorang laki-laki dengan kacamata. Lalu di meja yang lainnya ada 2 orang perempuan dan seorang laki-laki sedang mengobrol di meja paling ujung.
Kami baru saja mau memulai makan dan tiba-tiba Kakek Suparna dan Lula duduk di dekat kami dan ikut memakan sarapan.
"Ada sekitar 17 orang yang berlindung disini termasuk kita ya..." Aku memulai pembicaraan.
"Kurasa tidak gan... tadi aku berkeliling disini, ada 1 orang perempuan sedang mengurusi tanaman hidroponik di dekat jejeran ruang kelas dan ada 2 orang lagi di dekat pohon besari disana... tidak salah pakai seragam polisi." Kakek Suparna menunjuk orang orang yang tidak ikut sarapan.
"Jadi ada 20 orang ya disini..." Tino membalas sambil memakan sarapannya.
"hmmm..." Lula menjawab dengan diam saja.
"OI..." Angga berjalan ke meja kami, "Betah ga disini?" Angga duduk disebelahku.
"Betah..." Tino memakan sarapannya.
"Angga, bisakah kita mengambil jeep kakek secepatnya?"Kakek Suparna bertanya dan sarapannya sudah habis.
"Ya tentu... kamu Regan kan? bisa bantu kita berdua-kan ngambil jeepnya?" Angga bertanya padaku.
"Eh... tentu" aku berdiri dan berjalan ke salah satu ruang penjual kantin.
Aku berjalan ke salah satu ruangan bekas warung yang terbuka lalu mengambil segellas air di kulkas yang entah mengapa masih bisa menyala.
"Kaget ya, kulkas disini masih bisa dipake..." Ibu yang tadi membawa makanan ke mejaku menyapa.
"Ahaha... iya ibu..." Aku bertanya nama ibu tersebut.
"Esih dan di sana anak ibu, Risa" Ibu Esih memperkenalkan diri.
"Perkenalkan bu saya Regan datang tadi malam, mohon maaf merepotkan" Aku memperkenalkan diriku.
"Oh... de Regan, Disini kulkas masih bisa dipake ya karena ada panel surya di atap sana, makanya disini masih ada listrik yang bisa dipake" Bu Esih menjelaskan dengan logat jawanya.
"Regan! mau ikut ngambil jeepnya ga?" Angga memanggilku dari luar kantin.
"Ya!!! makasih ya bu..." Aku pergi ke Angga dan meminum air mineral kemasan.
Aku berlari ke salah satu ruangan dimana Angga dan Kakek Suparna berdiri.
"Gan, ambil salah satu kalo bisa yang ngga berisik..." Angga membuka pintu ruangan tersebut.
"Apaan?" aku bertanya.
Aku kaget melihat ruangan itu karena dipenuhi dengan berbagai senjata seperti bat baseball, parang hingga pistol. aku pun masuk dan mengambil sebuah pisau besar yang biasanya digunakan untuk memotong hewan:P.
"Okay, kalian ber3 siap?" Fadhil yang menjaga gerbang belakang bersiap membuka gerbang tersebut.
"Tentu" Aku menjawab.
"Cepatlah itu jeep kesayangan kakek..." Kakek Suparna memegang sekop yang cukup panjang.
"OK!!!" Fadhil membuka gerbang tersebut dan 2 infected menerobos masuk.
ZREEBBBB.... CROTTTTT.....
Aku dan Angga menghancurkan 2 infected tersebut tepat di kepala. Kami bertiga pun langsung berlari keluar dan melihat jeep kakek Suparna terparkir di dekat pom bensin.
Part 3
Spoiler for Accident:
Kami bertiga berlari kearah jeep kakek Suparna dan diserang beberapa infected. 1 infected hancur dipukul tepat di kepala oleh sekop kakek Suparna dan 2 infected yang menghalangi penghalang masuk jalan di bunuh oleh Angga menggunakan linggis yang ia bawa.
"Kalian cepat ke jeep gw jaga penghalang!" Angga membuka penghalang.
"Yo!" Aku berlari ke arah jeep bersama kakek Suparna.
Aku sampai duluan di jeep dan menghancurkan 2 kepala walker, Kakek Suparna langsung naik ke jeep dan menyalakan jeep miliknya. Bunyi dari jeep membuat beberapa infected melihat kami dan mulai berlarian ke arah kami.
"Nak Regan! Cepatlah naik!" Kakek Suparna meneriakiku.
"YA!!!" Aku naik ke tempat belakang sambil memenggal kepala 1 infected.
Kake Suparna menyetirkan jeepnya ke penghalang, lalu Angga menutup penghalang tersebut sehingga infected tak bisa mengejar kita. Angga memberitahu penjaga gerbang untuk membuka gerbang.
Angga berlari diikuti aku yang melompat dari jeep. Gerbang dibuka oleh Ojan dan TIno, Jeep kakek Suparna masuk pertama diikuti kami berdua yang langsung membantu menutup gerbang.
"Ok sukses..." Angga berjalan menjauhi pagar diikuti kami bertiga.
"Ahahaha..." Aku tertawa kecil.
"Kalian berdua memang kuat" Kakek Suparna turun dari jeep dan pergi ke kantin mencari air minum.
"Makasih kek, ngomong-ngomong mana Fadhil?" Angga bertanya kepada Ojan.
"Fadhil ke GSG katanya mau ngecek ...."
"AAAAAAAA!!!!!!!" Ojan menjawab namun terdengar teriakan dari kejauhan.
"Apa itu?!" Aku melihat ke arah GSG.
kami berlima berlari ke GSG diikuti beberapa survivor yang sedang bekerja. kami berlima dan 8 orang lainnya akhirnya sampai di GSG dan melihat Fadhil dikerumuni 3 infected. Angga memukul 2 infected dan aku mnecoba memukul yang 1-nya.
Aku baru saja mau memukul kepala Infected tersebut dari belakang tiba-tiba infected tersebut berbalik. Itu adalah Raden!!!, Aku mundur karena kaget dan menurunkan pisau ku. Aku melihat salah satu tangannya tidak ada mungkin ia memotong tangannya untuk mencegah ia berubah...
"Kalian cepat ke jeep gw jaga penghalang!" Angga membuka penghalang.
"Yo!" Aku berlari ke arah jeep bersama kakek Suparna.
Aku sampai duluan di jeep dan menghancurkan 2 kepala walker, Kakek Suparna langsung naik ke jeep dan menyalakan jeep miliknya. Bunyi dari jeep membuat beberapa infected melihat kami dan mulai berlarian ke arah kami.
"Nak Regan! Cepatlah naik!" Kakek Suparna meneriakiku.
"YA!!!" Aku naik ke tempat belakang sambil memenggal kepala 1 infected.
Kake Suparna menyetirkan jeepnya ke penghalang, lalu Angga menutup penghalang tersebut sehingga infected tak bisa mengejar kita. Angga memberitahu penjaga gerbang untuk membuka gerbang.
Angga berlari diikuti aku yang melompat dari jeep. Gerbang dibuka oleh Ojan dan TIno, Jeep kakek Suparna masuk pertama diikuti kami berdua yang langsung membantu menutup gerbang.
"Ok sukses..." Angga berjalan menjauhi pagar diikuti kami bertiga.
"Ahahaha..." Aku tertawa kecil.
"Kalian berdua memang kuat" Kakek Suparna turun dari jeep dan pergi ke kantin mencari air minum.
"Makasih kek, ngomong-ngomong mana Fadhil?" Angga bertanya kepada Ojan.
"Fadhil ke GSG katanya mau ngecek ...."
"AAAAAAAA!!!!!!!" Ojan menjawab namun terdengar teriakan dari kejauhan.
"Apa itu?!" Aku melihat ke arah GSG.
kami berlima berlari ke GSG diikuti beberapa survivor yang sedang bekerja. kami berlima dan 8 orang lainnya akhirnya sampai di GSG dan melihat Fadhil dikerumuni 3 infected. Angga memukul 2 infected dan aku mnecoba memukul yang 1-nya.
Aku baru saja mau memukul kepala Infected tersebut dari belakang tiba-tiba infected tersebut berbalik. Itu adalah Raden!!!, Aku mundur karena kaget dan menurunkan pisau ku. Aku melihat salah satu tangannya tidak ada mungkin ia memotong tangannya untuk mencegah ia berubah...
Part 4
Spoiler for Feels:
Aku melihat tubuh Raden yang telah menjadi infeted tanpa lengan kirinya. Akupun menurunkan pisau-ku dan menjauhkan diriku dari Raden.
"Kenapa Re..." Tino mendekatiku namun ia tiba-tiba berhenti berkata, "Eh? Itu... kan... Raden..."
"Ya kita mungkin takbisa menolongnya nak," Kakek Suparna menendang Raden yang telah menjadi infected. "Kalian semua pergi saja biar aku urus dia," Kami semua pergi kecuali kakek Suparna, Angga dan pria berkacamata teman Angga yang belum kuketahui namanya.
Aku dan TIno berjalan ke gedung uks sekolah tersebut dan duduk di depan-nya. Aku membuka pintu uks untuk mencari segelas air yang mungkin dapat kugunakan untuk menenangkan diriku dan Tino. Aku masuk dan melihat sebuah dispenser dan gelas, aku pun mengambil air dan membawa air tersebut keluar.
"Ahaha... Aku tak bisa terus memikirkannya, walaupun ia temanku dari kecil," Tino berbicara sendiri di depan uks.
"Sudahlah, lagipula ia kan sudah tenang, Nih mau minum," Aku memberi segelas air yang kuambil dan memberinya kepada Tino, Tino pun mengambil dan langsung meinumnya.
"Ya kau benar juga Gan, kuharap tak ada lagi masalah didepan kita," Tino menaruh gelas tersebut di meja dan berdiri.
Kakek Suparna dan pria berkacamata teman Angga mendekati kami yang sedang mengobrol.
"Oi, salam kenal nama gw Bobby. Aku turut berduka soal tadi," Bobby memperkenalkan dirinya kepada kami.
"Ya gapapa kok, Gw Tino dan yang lagi duduk itu Regan," Tino menjabat tangan Bobby, Tino sudah tidak terlihat sedih lagi.
"Yo! salam kenal, gw juga turut berduka atas kehilangan salah satu dari kalian," Aku memberi salam kepada Bobby, Lalu Abdurrahman datang mendekati kami.
"Ngapain?" Abdurrahman mebuka pintu uks.
"Ah Ojan! Cuma m=ngobrol sedikit kok, Lo ngapain," Bobby menjawabnya.
"Biasa ngejaga..." Abdurrahman masuk ke uks sambil sedikti tersenyum.
"Oh ya kalian mau bantu ga nutupin gerbang yang kebuka, biar ga ada yang kaya tadi lagi," Bobby mengajak kami berdua untuk membantunya menutup seluruh pintu dan jendela.
"Ok, Lo ikut kan Gan?" Tino menyikut tanganku.
"Tentu, tapi gw nyusul ya," Aku melihat gelas yang kupakai dari uks dan ingin mengembalikannya.
Kakek Suparna, Tino dan Bobby meninggalkanku, aku pun mengetuk pintu uks dan masuk ke dalam ruangan. Aku melihat Abdurrahman sedang menyusun obat yang tersisa di uks.
"Kau Regan kan?" Abdurrahman mendekatiku yang sedang mencuci gelas di wastafel, "Lu sebelum sampai disini darimana?"
"Aku dan Tino asalnya bertiga sebelum bertemu dengan kakek Suparna, kami menyelamatkan diri dari basement mall lalu ke jalan cihampelas untuk mencari senapan yang tertingga dan sebuah gedung yang runtuh menghalangi jalan dan kami terpaksa memutar. Ketika itulah kami kehilangan salah satu teman kami," Aku bercerita pada Abdurrahman.
"Kau orang yang beruntung ya Gan..." Abdurrahman masuk ke wc uks dan membiarkanku keluar dari ruangan. Aku masih memikirkan mengapa ia berkata seperti itu.
Aku keluar dari uks dan bertemu Bobby, Tino, Angga dan 3 orang lainnya membawa peralatan berat untuk menutup pintu dan kaca dari infected. Aku pun mendekati mereka dan ikut membawa peralatan-peralatan tersebut.
"Kenapa Re..." Tino mendekatiku namun ia tiba-tiba berhenti berkata, "Eh? Itu... kan... Raden..."
"Ya kita mungkin takbisa menolongnya nak," Kakek Suparna menendang Raden yang telah menjadi infected. "Kalian semua pergi saja biar aku urus dia," Kami semua pergi kecuali kakek Suparna, Angga dan pria berkacamata teman Angga yang belum kuketahui namanya.
Aku dan TIno berjalan ke gedung uks sekolah tersebut dan duduk di depan-nya. Aku membuka pintu uks untuk mencari segelas air yang mungkin dapat kugunakan untuk menenangkan diriku dan Tino. Aku masuk dan melihat sebuah dispenser dan gelas, aku pun mengambil air dan membawa air tersebut keluar.
"Ahaha... Aku tak bisa terus memikirkannya, walaupun ia temanku dari kecil," Tino berbicara sendiri di depan uks.
"Sudahlah, lagipula ia kan sudah tenang, Nih mau minum," Aku memberi segelas air yang kuambil dan memberinya kepada Tino, Tino pun mengambil dan langsung meinumnya.
"Ya kau benar juga Gan, kuharap tak ada lagi masalah didepan kita," Tino menaruh gelas tersebut di meja dan berdiri.
Kakek Suparna dan pria berkacamata teman Angga mendekati kami yang sedang mengobrol.
"Oi, salam kenal nama gw Bobby. Aku turut berduka soal tadi," Bobby memperkenalkan dirinya kepada kami.
"Ya gapapa kok, Gw Tino dan yang lagi duduk itu Regan," Tino menjabat tangan Bobby, Tino sudah tidak terlihat sedih lagi.
"Yo! salam kenal, gw juga turut berduka atas kehilangan salah satu dari kalian," Aku memberi salam kepada Bobby, Lalu Abdurrahman datang mendekati kami.
"Ngapain?" Abdurrahman mebuka pintu uks.
"Ah Ojan! Cuma m=ngobrol sedikit kok, Lo ngapain," Bobby menjawabnya.
"Biasa ngejaga..." Abdurrahman masuk ke uks sambil sedikti tersenyum.
"Oh ya kalian mau bantu ga nutupin gerbang yang kebuka, biar ga ada yang kaya tadi lagi," Bobby mengajak kami berdua untuk membantunya menutup seluruh pintu dan jendela.
"Ok, Lo ikut kan Gan?" Tino menyikut tanganku.
"Tentu, tapi gw nyusul ya," Aku melihat gelas yang kupakai dari uks dan ingin mengembalikannya.
Kakek Suparna, Tino dan Bobby meninggalkanku, aku pun mengetuk pintu uks dan masuk ke dalam ruangan. Aku melihat Abdurrahman sedang menyusun obat yang tersisa di uks.
"Kau Regan kan?" Abdurrahman mendekatiku yang sedang mencuci gelas di wastafel, "Lu sebelum sampai disini darimana?"
"Aku dan Tino asalnya bertiga sebelum bertemu dengan kakek Suparna, kami menyelamatkan diri dari basement mall lalu ke jalan cihampelas untuk mencari senapan yang tertingga dan sebuah gedung yang runtuh menghalangi jalan dan kami terpaksa memutar. Ketika itulah kami kehilangan salah satu teman kami," Aku bercerita pada Abdurrahman.
"Kau orang yang beruntung ya Gan..." Abdurrahman masuk ke wc uks dan membiarkanku keluar dari ruangan. Aku masih memikirkan mengapa ia berkata seperti itu.
Aku keluar dari uks dan bertemu Bobby, Tino, Angga dan 3 orang lainnya membawa peralatan berat untuk menutup pintu dan kaca dari infected. Aku pun mendekati mereka dan ikut membawa peralatan-peralatan tersebut.
To Be Continue...



Quote:
Spoiler for Credits:
SIde Story by : WielderburgJ
Character List :
- Regan
- Tino
- Raden [Infected]
- Suparna
- Lula
- Angga
- Abdurrahman Q. / Ojan
- Bobby
- Fadhil [Death]
- Esih
- Risa
- Unnamed 9 School Survivor
Character List :
- Regan
- Tino
- Raden [Infected]
- Suparna
- Lula
- Angga
- Abdurrahman Q. / Ojan
- Bobby
- Fadhil [Death]
- Esih
- Risa
- Unnamed 9 School Survivor
Diubah oleh wielderburgj 09-06-2014 20:25
0
Kutip
Balas