- Beranda
- Stories from the Heart
MESIN WAKTU : Catatan Seorang...PECUNDANG!
...
TS
luckyismine
MESIN WAKTU : Catatan Seorang...PECUNDANG!
Quote:
MESIN WAKTU
Kenapa ku harus menunggu
Kenapa, aku pun tak tahu
Kutahu itu tlah berlalu
Sinaran cintamu
Jangan bilang, jangan bilang
Ku tak bahagia
Aku hanya, aku hanya
Terhantui
Hari-hari terus berganti
Mengapa ku terus mencari
Saat kita memadu kasih
Tuk ulangi lagi
Kan ku kenang, kan ku kenang
Didalam dada
Tak kan hilang, tak kan hilang
Selamanya, selamanya
Ku menunggu meski engkau, tak kan tahu
Andai ada mesin waktu
Mengapa ku harus menunggu
Mengapa akupun tak tahu
Meski menunggu tiada tentu
Sinaran cintamu
Sisihkanlah, sisihkanlah
Dalam hatimu
Walau hanya, walau hanya
Semenit saja, sedetik saja
Ku menunggu meski engkau takkan tahu
Ku menunggu kau disini
Kenapa ku harus menunggu
Kenapa, aku pun tak tahu
Kutahu itu tlah berlalu
Sinaran cintamu
Jangan bilang, jangan bilang
Ku tak bahagia
Aku hanya, aku hanya
Terhantui
Hari-hari terus berganti
Mengapa ku terus mencari
Saat kita memadu kasih
Tuk ulangi lagi
Kan ku kenang, kan ku kenang
Didalam dada
Tak kan hilang, tak kan hilang
Selamanya, selamanya
Ku menunggu meski engkau, tak kan tahu
Andai ada mesin waktu
Mengapa ku harus menunggu
Mengapa akupun tak tahu
Meski menunggu tiada tentu
Sinaran cintamu
Sisihkanlah, sisihkanlah
Dalam hatimu
Walau hanya, walau hanya
Semenit saja, sedetik saja
Ku menunggu meski engkau takkan tahu
Ku menunggu kau disini
MINOR66
Quote:
Permisi agan dan aganwati
Ijinkan gwa untuk ikutan ngeramein forum SFTH ini, terutama buat para momod dan sesepuh dimari. Walaupun gwa udah lama nongkrong di kaskus, ternyata ada sebuah forum yang begitu damai namun cukup membuat hati ini galau (halagh!). Apalagi setelah dihajar oleh dua kisah legendaris dari bung Ari sama bung Anto, maka terciptalah akun klonengan ini . Kisah mereka bener2 membuat kenangan2 masa lalu gwa jadi terbuka lagi. Aselih, gwa udah move on abis kok
. Cuma kenangan itu seperti berputaran di kepala gwa. Dan apa salahnya gwa tuangkan sebagiannya disini, itung2 sambil ngasah kebiasaan nulis gwa yg udah lama gwa tinggalin.
Ohya, disini gwa nga ngikutin pakem temen2 yang pada share kisah hidupnya dimari. Yang segitu detailnya, nyeritain mulai dari dilahirin, masa SD, SMP, SMA. Kalo gwa cukup dari masa kuliah aja. Karena kenangan dimasa2 sebelum itu udah banyak yang lupa dan selain itu gwa emang nga ada niat untuk bikin biography komplit tentang kehidupan gwa disini.
Tapi hanya sepenggal dari banyak cerita yang gwa alami dimasa lalu.
Gwa juga nga make rule2-an dimari. Bebas2 aja selama masih mengikuti tata tertib official dimari. Toh, gwa juga cuma numpang lapak dimari. Yang punya kuasa dimari tentu aja momodnya, biarlah beliau2 yang menilai nantinya.
Ohiya, ada satu quote dari sesepuh di SFTH yang sangat berkesan buat diri gwa sebelum ikut berpartisipasi disini. Quotenya sedikit gwa edit, tapi nga mengurangi makna dari pesannya. Terutama kata2nya yg gwa kasih warna merah
Maka ijinkanlah gwa untuk membodohi diri gwa disini untuk menceritakan masa lalu gwa.
Sedang untuk masalah izin dengan tokoh2 yang ada di dalam cerita ini belum gwa kantongin. Karena selain gwa udah nga tahu keberadaan mereka, gwa pun ngerasa mereka nga ada yg ngaskus. Makanya gwa coba mem'fiksi'kan cerita gwa ini, dengan harapan nantinya nga menjadi masalah baru buat gwa.
So, silahkan menikmati MESIN WAKTU gwa ini
Ijinkan gwa untuk ikutan ngeramein forum SFTH ini, terutama buat para momod dan sesepuh dimari. Walaupun gwa udah lama nongkrong di kaskus, ternyata ada sebuah forum yang begitu damai namun cukup membuat hati ini galau (halagh!). Apalagi setelah dihajar oleh dua kisah legendaris dari bung Ari sama bung Anto, maka terciptalah akun klonengan ini . Kisah mereka bener2 membuat kenangan2 masa lalu gwa jadi terbuka lagi. Aselih, gwa udah move on abis kok
. Cuma kenangan itu seperti berputaran di kepala gwa. Dan apa salahnya gwa tuangkan sebagiannya disini, itung2 sambil ngasah kebiasaan nulis gwa yg udah lama gwa tinggalin.Ohya, disini gwa nga ngikutin pakem temen2 yang pada share kisah hidupnya dimari. Yang segitu detailnya, nyeritain mulai dari dilahirin, masa SD, SMP, SMA. Kalo gwa cukup dari masa kuliah aja. Karena kenangan dimasa2 sebelum itu udah banyak yang lupa dan selain itu gwa emang nga ada niat untuk bikin biography komplit tentang kehidupan gwa disini.
Tapi hanya sepenggal dari banyak cerita yang gwa alami dimasa lalu.Gwa juga nga make rule2-an dimari. Bebas2 aja selama masih mengikuti tata tertib official dimari. Toh, gwa juga cuma numpang lapak dimari. Yang punya kuasa dimari tentu aja momodnya, biarlah beliau2 yang menilai nantinya.
Ohiya, ada satu quote dari sesepuh di SFTH yang sangat berkesan buat diri gwa sebelum ikut berpartisipasi disini. Quotenya sedikit gwa edit, tapi nga mengurangi makna dari pesannya. Terutama kata2nya yg gwa kasih warna merah
Quote:
Original Posted By mullupus►Tes tes... 1-2-3...
Dear agan, terima kasih atas komentarnya. Ya, memang udah konsekuensi sebagai 'pencerita' jika pembaca-pembacanya ingin mencari tahu kebenaran tentang cerita tersebut. Kalau agan bilang semua penulis di SFTH itu pintar-pintar, kayaknya agan salah nilai. Kalau menurut gue, para penulis di SFTH itu malah ingin membodohi dirinya sendiri sebab apa yang dia tuliskan juga nyatanya terkadang malah membawa masalah baru.
Taruhlah begini, contohnya seseorang mengetahui bahwa menulis bisa dijadikan sebagai terapi. Pertama-tama yang dilakukannya itu bukan menjadikan tulisan itu enak untuk dibaca, tetapi dia menulis karena apa yang orang lain katakan belum tentu sama seperti apa yang terjadi. Poin ini dulu yang dikutip.
Lalu dari apa yang dia tuliskan, sebenarnya secara nggak langsung dia nggak ingin berbagi kepada orang-orang, namun dia hanya ingin mereka peduli terhadap hidupnya. Nah, seperti yang gue bilang tadi―orang yang baru pertama kali menulis cerita, dia nggak tahu apakah tulisannya itu enak dibaca atau nggak, alurnya kayak gimana, tokoh-tokohnya seperti apa, dll. Seperti yang agan bilang, bagaimana nasib para pemeran jika dia nggak meminta izin untuk menulis? Bagaimana jika mereka yang membaca kemudian tahu tokoh-tokohnya, kemudian menyebarkan pandangan negatif?
Pada kasus di thread ini, gue menyimpulkan kalau untuk ke depan gue harap semua penulis di SFTH yang belum dapat izin dari para pemeran, sebaiknya menyamarkan nama/tempat, atau hal lain yang berkaitan sehingga bikin orang lain jadi KEPO. Kurt Cobain berkata, "If you read, you will judge." dan memang begitulah adanya.
Dear agan, terima kasih atas komentarnya. Ya, memang udah konsekuensi sebagai 'pencerita' jika pembaca-pembacanya ingin mencari tahu kebenaran tentang cerita tersebut. Kalau agan bilang semua penulis di SFTH itu pintar-pintar, kayaknya agan salah nilai. Kalau menurut gue, para penulis di SFTH itu malah ingin membodohi dirinya sendiri sebab apa yang dia tuliskan juga nyatanya terkadang malah membawa masalah baru.
Taruhlah begini, contohnya seseorang mengetahui bahwa menulis bisa dijadikan sebagai terapi. Pertama-tama yang dilakukannya itu bukan menjadikan tulisan itu enak untuk dibaca, tetapi dia menulis karena apa yang orang lain katakan belum tentu sama seperti apa yang terjadi. Poin ini dulu yang dikutip.
Lalu dari apa yang dia tuliskan, sebenarnya secara nggak langsung dia nggak ingin berbagi kepada orang-orang, namun dia hanya ingin mereka peduli terhadap hidupnya. Nah, seperti yang gue bilang tadi―orang yang baru pertama kali menulis cerita, dia nggak tahu apakah tulisannya itu enak dibaca atau nggak, alurnya kayak gimana, tokoh-tokohnya seperti apa, dll. Seperti yang agan bilang, bagaimana nasib para pemeran jika dia nggak meminta izin untuk menulis? Bagaimana jika mereka yang membaca kemudian tahu tokoh-tokohnya, kemudian menyebarkan pandangan negatif?
Pada kasus di thread ini, gue menyimpulkan kalau untuk ke depan gue harap semua penulis di SFTH yang belum dapat izin dari para pemeran, sebaiknya menyamarkan nama/tempat, atau hal lain yang berkaitan sehingga bikin orang lain jadi KEPO. Kurt Cobain berkata, "If you read, you will judge." dan memang begitulah adanya.
Maka ijinkanlah gwa untuk membodohi diri gwa disini untuk menceritakan masa lalu gwa.
Sedang untuk masalah izin dengan tokoh2 yang ada di dalam cerita ini belum gwa kantongin. Karena selain gwa udah nga tahu keberadaan mereka, gwa pun ngerasa mereka nga ada yg ngaskus. Makanya gwa coba mem'fiksi'kan cerita gwa ini, dengan harapan nantinya nga menjadi masalah baru buat gwa. So, silahkan menikmati MESIN WAKTU gwa ini
Spoiler for Makasih buat cendolnya :
* * * C H A P T E R I * * *
Spoiler for INDEX:
MUKADIMAH
STRANGE DAYS
STRANGE DAYS TOO
STILL STRANGE DAYS
INTERMEZZO
LA WOMAN
ANOTHER LA WOMAN
LIGHT MY FIRE
TOUCH ME
Me, Soe Hok Gie and Jim Morrison
TOUCH ME AGAIN
LOVE(?)
KISS ME
LOVE(?) or LUST(?)
WILD HORSES
ZZZZZZZZZZZ!!!!
[URL=""]LOSER (1st)[/URL]
(CAN'T LIVE WITHOUT YOUR) LOVE AND AFFECTION
KILLER QUEEN
IT'S COMPLICATED!
IT'S STILL COMPLICATED!
MORE COMPLICATED AND F**K UP!
LOVE STINKS
DATE WITH VIA
THE NEW BEGINNING
EEEAAAAAAAA!!!
THE SWEETEST THING
BEBEB OH BEBEB
STAIRWAY TO HEAVEN
BACKSTREET GIRL
IRIS
CLOSER TO THE HEART
TAKKAN ADA CINTA YANG LAIN
THE KILL
THE NURSE
NASI GORENG CAMPUR BENCI
I MISS YOU
WITH OR WITHOUT YOU
LAY LADY LAY
LAY LADY LAY NOW
WILD THING
AM I THE SAME GIRL
LE BOY WANNABE
ANOTHER STORY ABOUT PAST
EVERYBODY'S CHANGING
MY SHARONA
MY SHARONA 2
BIZZARE LOVE TRIANGLE
WONDERBOY
WONDERBOY 2
CREEP
JULIA SAYS
JULIA SAYS 2
YOU SHOOK ME ALL NIGHT LONG
REGRET
STILL REGRET
INTERSTATE LOVE SONG
STILL INTERSTATE LOVE SONG
THUNDERSTRUCK
IS THIS LOVE
YOU SEE THE TROUBLE WITH ME
YOU SEE THE TROUBLE WITH ME THEN
SPACE ODDITY
WHEN LOVE AND HATE COLLIDE
DILLEMA
WONDERFUL
AKHIR RASA INI
STRANGE DAYS
STRANGE DAYS TOO
STILL STRANGE DAYS
INTERMEZZO
LA WOMAN
ANOTHER LA WOMAN
LIGHT MY FIRE
TOUCH ME
Me, Soe Hok Gie and Jim Morrison
TOUCH ME AGAIN
LOVE(?)
KISS ME
LOVE(?) or LUST(?)
WILD HORSES
ZZZZZZZZZZZ!!!!
[URL=""]LOSER (1st)[/URL]
(CAN'T LIVE WITHOUT YOUR) LOVE AND AFFECTION
KILLER QUEEN
IT'S COMPLICATED!
IT'S STILL COMPLICATED!
MORE COMPLICATED AND F**K UP!
LOVE STINKS
DATE WITH VIA
THE NEW BEGINNING
EEEAAAAAAAA!!!
THE SWEETEST THING
BEBEB OH BEBEB
STAIRWAY TO HEAVEN
BACKSTREET GIRL
IRIS
CLOSER TO THE HEART
TAKKAN ADA CINTA YANG LAIN
THE KILL
THE NURSE
NASI GORENG CAMPUR BENCI
I MISS YOU
WITH OR WITHOUT YOU
LAY LADY LAY
LAY LADY LAY NOW
WILD THING
AM I THE SAME GIRL
LE BOY WANNABE
ANOTHER STORY ABOUT PAST
EVERYBODY'S CHANGING
MY SHARONA
MY SHARONA 2
BIZZARE LOVE TRIANGLE
WONDERBOY
WONDERBOY 2
CREEP
JULIA SAYS
JULIA SAYS 2
YOU SHOOK ME ALL NIGHT LONG
REGRET
STILL REGRET
INTERSTATE LOVE SONG
STILL INTERSTATE LOVE SONG
THUNDERSTRUCK
IS THIS LOVE
YOU SEE THE TROUBLE WITH ME
YOU SEE THE TROUBLE WITH ME THEN
SPACE ODDITY
WHEN LOVE AND HATE COLLIDE
DILLEMA
WONDERFUL
AKHIR RASA INI
* * * C H A P T E R II * * *
Spoiler for INDEX:
THAT'S WHAT FRIEND ALL FOR
KEPOMPONG
KEPOMPONG 2
DREAMER
BENCI TAPI RINDU
MY TURNING POINT BEGINS
PERFECT DAY
VOX POPULI
DON'T GIVE UP
THE SPIRIT CARRIES ON
STILL THE SPIRIT CARRIES ON
NEVER SURRENDER
DIZZ KNEE LAND
POSITIVITY
ALWAYS POSITIVITY
I CAN SEE CLEARLY NOW
WITH A LITTLE HELP FROM MY FRIENDS
HERE COMES THE DAY
HERE COMES THE DAY 2
STAGNANT
NEWBORN
NEWBORN BABY
DECEMBER
DECEMBER II
CURCOL
ITS HOLIDAY
ITS HOLIDAY 2
HYPNOTIZE
HIGH
HORNY
SHIT HAPPENS! : HIGHWAY STAR
SHIT HAPPENS! : HIGHWAY STAR II
SHIT HAPPENS TWICE!! : PEOPLE ARE STRANGE
SHIT HAPPENS TWICE!! : PEOPLE ARE STRANGE II
THANK YOU
THANK YOU II
Testing 1,2,3
HONESTLY
mIRC
mIRC lagi
KEPOMPONG
KEPOMPONG 2
DREAMER
BENCI TAPI RINDU
MY TURNING POINT BEGINS
PERFECT DAY
VOX POPULI
DON'T GIVE UP
THE SPIRIT CARRIES ON
STILL THE SPIRIT CARRIES ON
NEVER SURRENDER
DIZZ KNEE LAND
POSITIVITY
ALWAYS POSITIVITY
I CAN SEE CLEARLY NOW
WITH A LITTLE HELP FROM MY FRIENDS
HERE COMES THE DAY
HERE COMES THE DAY 2
STAGNANT
NEWBORN
NEWBORN BABY
DECEMBER
DECEMBER II
CURCOL
ITS HOLIDAY
ITS HOLIDAY 2
HYPNOTIZE
HIGH
HORNY
SHIT HAPPENS! : HIGHWAY STAR
SHIT HAPPENS! : HIGHWAY STAR II
SHIT HAPPENS TWICE!! : PEOPLE ARE STRANGE
SHIT HAPPENS TWICE!! : PEOPLE ARE STRANGE II
THANK YOU
THANK YOU II
Testing 1,2,3
HONESTLY
mIRC
mIRC lagi
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 84 suara
Siapa yang jadi istri gwa saat ini?
Dinda
12%
Felisha
35%
Bebeb
5%
Megan Fox
23%
Semuanya salah
26%
Diubah oleh luckyismine 05-04-2017 18:38
sormin180 dan 3 lainnya memberi reputasi
4
358.3K
Kutip
1.7K
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
luckyismine
#129
MORE COMPLICATED AND F**K UP!
Spoiler for MORE COMPLICATED AND F**K UP!:
Quote:
"Gwa nginep ditempatnya Aldo..." suaranya terdengar pelan banget dikuping gwa
"Apa, gwa nga jelas dengernya?" gwa mendekatkan kuping ke ke Dinda.
"Gwa nginep di rumahnya Aldo..." suaranya sedikit dikencangkan.
Kaget? Ya jelas gwa kagetlah! Tapi khan gwa nga perlu dilebay2in dengan kata2, seperti disamber gledek, hatiku hancur mendengarnya bla blabla.
Lah, itu bocah bukannya mantan si Dinda khan? Kayaknya dia udah pernah cerita beberapa kali tentang itu bocah. Kok, bisa2nya Dinda nyasar kerumah dia sih? Pake acara nginep pulak
"Aldo tuh yang mantan lo itu ya? Kok bisa sih?"
"Lo marah ya?" Dinda menatap gwa was-was atau mungkin ketakutan.
"Menurut lo gwa marah nga?" padahal nih hati udah panas banget sob. Dua malem nginep dirumah mantannya, apa kagak cenat-cenut ini hati dengerinnya. Sabar Ky, lo musti korek2 dulu info sebanyak2nya.
"Nggg...gwa nga tahu..."
"Ya udah, lo nga usah mikirin gwa marah apa ngak. Yang penting lo cerita aja ke gwa, kenapa bisa nyampe nginep2 dirumah mantan lo itu. Inget janji kita khan, nga ada dusta diantara kita" Asedap, keren nga sih gertakkan gwa ini?
"........." Dinda diem sejenak. Kayaknya dia lagi ngumpulin kata2 yang tepat untuk gwa.
"I'm listening...." gwa nyalain sebatang rokok, paling nga buat menekan gemuruh didada gwa ini.
"Jadi sebenernya sebelum kita ngedate malem itu, Aldo udah berapa kali telpon dan sms gwa. Alesannya nyokapnya hari minggu itu ultah dan gwa diundang. Awalnya sih gwa nga ngeladenin, karena kita udah ada date khan. Cuma ya itu tadi, pas gwa gwa ditinggal2 sama lo, gwa jadi bingung sendirian" Dinda tampak mengambil napas sejenak.
Sebenernya gwa pengen nyelak obrolannya dengan banyak pertanyaan seperti, ngapain bingung khan temen2 lo banyak disono, temen2 gwa juga ada? Khan lo bisa nungguin gwa sambil ditemenin sama temen2 gwa atau temen2 lo?!. Tapi gwa tahan. Biarkan Dinda selesaiin ceritanya dulu.
"Trus...?"
"Emang sih gwa salah, harusnya gwa sabar nungguin lo. Bukannya malah gwa sms2an sama Aldo. Tapi beneran deh hun, gwa nga nyuruh2 dia dateng, tau2 dia nelpon gwa udah ada di depan gedung aja katanya. Saking bingungnya, gwa malah nyamperin dia. Maksudnya sih gwa pengen nyuruh dia pulang, gwa takut aja kalo lo bakal marah2 kalo tiba2 ngeliat dia ada disitu sama gwa"
"Ohya...?" kalo ini sih didalem hati aja gwa ngomongnya. Gwa tatap matanya Dinda dalam2 sambil mencoba menangkap gesture2 tubuhnya yang mencurigakan. Tapi kayaknya sih dia lagi nga bohong tuh. "Lanjut..."
"Dia maksa gwa untuk ikut kerumahnya, alasan dia nyokapnya pengen banget gwa ada disitu pas lagi ultah. Malah Aldo pengen ketemu sama lo buat minta ijin, biar gwa dibolehin ikut dia. Jelas gwa nga mau lah, pastinya lo nga akan ngasih khan?"
"Ya iyalah, gilak aja kali gwa ngijinin pacar gwa ikut ke rumah mantannya" ini juga masih dalam hati jawabnya gwa. "Trus...?"
"Selagi gwa bingung2nya didalem mobilnya, tau2 Aldo udah jalanin mobilnya aja. Dan gwa nga bisa ngapa2in lagi selain ngikut dia sampe kerumahnya" Dinda menyelesaikan ceritanya. Entah apa yang ada di hatinya saat itu. Penyesalankah, rasa takutkah atau kebohongankah?
Gwa coba mencerna ceritanya ini. Terasa sulit untuk diterima oleh akal pikiran gwa yang sederhana ini.
"Lo bingung sama keadaan lo saat itu, tapi kok bisa sampe dua malem ya lo nginep disono?" sebisa mungkin gwa tahan emosi gwa ini.
"Iya, maaf hunny. Gwa salah dan gwa tahu lo pasti marah denger cerita gwa ini" Dinda menunjukkan rasa bersalahnya dengan sungguh2.
"Marah? Mungkin lebih pasnya gwa kecewa kali yah" gokil, gwa kok bisa cool banget yak ngejawabnya?
"Hunny, gwa nga tahu musti ngomong apa lagi. Gwa nyeseeeel banget udah ngecewain lo."
"Nyesel? Kenapa baru sekarang nyeselnya? Emang kemaren lo kemanain nyeselnya?"
"Plz, don't punish me like that. I'm really do apologize..." Dinda menatap gwa, seolah meminta pengertian gwa.
Gwa bisa melihat kekalutan dimatanya. Penyesalan dan ketakutan menyatu disitu. Tapi biar bagaimanapun juga, gwa salut untuk dengan keberaniannya untuk bicara jujur sama gwa. Kebenaran walau pahit, tetap harus gwa hargai (nyesek nih bradeeerrrrr!!!
).
"One more question. Apa aja yang terjadi selama lo disono? Lo bisa jaga diri khan?" ini pertanyaan penting banget buat gwa
Awalnya Dinda gelagepan dapat pertanyaan kayak gitu dari gwa. Tapi dia bisa menguasai keadaannya. Toh, cepat atau lambat dia emang musti siap dapet pertanyaan kayak gitu. Sempet sih keliatan dia mau mewek lagi, tapi lewat tatapan mata gwa mengirim sinyal2 bahasa kalbu padanya (pret!). Girl, no more tears plz!
"Gwa nga macem2 disana hun. Gwa tidur sama nyokapnya selama disana. Gwa udah dianggap kayak anaknya disono dan nyokapnya juga nga mau anaknya macem2in gwa. Sumpah, gwa nga bohong. Demi...." gwa tutup mulutnya dengan tangan gwa. Entah knapa, gwa paling nga suka kalo orang udah ngmong pake sumpah2an segala.
"Sstt, lo nga perlu sumpah2an sama gwa. Apalagi sampe bawa2 nama Tuhan segala. Karena gwa yakin Tuhanpun nga ridho dilibatin sama urusan kayak gini ini"
"Tapi gwa ngomong yang sebenernya hun. Kalo nga percaya silahkan lo tanya langsung sama Aldo" entah udah panik atau gimana, justru Dinda malah ngasih umpan lambung ke gwa.
"Ohya, lo yakin sama yang lo omongin? Oke, kalo gitu mana nomernya? Biar gwa tanya langsung sama orangnya" gwa berkata begitu sambil ngeluarin hape gwa.
Gwa lihat Dinda terdiam sambil menatap gwa nga percaya. Dan dia baru menyadari kalo dia baru aja melakukan sebuah kesalahan fatal.
"Apa, gwa nga jelas dengernya?" gwa mendekatkan kuping ke ke Dinda.
"Gwa nginep di rumahnya Aldo..." suaranya sedikit dikencangkan.
Kaget? Ya jelas gwa kagetlah! Tapi khan gwa nga perlu dilebay2in dengan kata2, seperti disamber gledek, hatiku hancur mendengarnya bla blabla.
Lah, itu bocah bukannya mantan si Dinda khan? Kayaknya dia udah pernah cerita beberapa kali tentang itu bocah. Kok, bisa2nya Dinda nyasar kerumah dia sih? Pake acara nginep pulak

"Aldo tuh yang mantan lo itu ya? Kok bisa sih?"
"Lo marah ya?" Dinda menatap gwa was-was atau mungkin ketakutan.
"Menurut lo gwa marah nga?" padahal nih hati udah panas banget sob. Dua malem nginep dirumah mantannya, apa kagak cenat-cenut ini hati dengerinnya. Sabar Ky, lo musti korek2 dulu info sebanyak2nya.
"Nggg...gwa nga tahu..."
"Ya udah, lo nga usah mikirin gwa marah apa ngak. Yang penting lo cerita aja ke gwa, kenapa bisa nyampe nginep2 dirumah mantan lo itu. Inget janji kita khan, nga ada dusta diantara kita" Asedap, keren nga sih gertakkan gwa ini?
"........." Dinda diem sejenak. Kayaknya dia lagi ngumpulin kata2 yang tepat untuk gwa.
"I'm listening...." gwa nyalain sebatang rokok, paling nga buat menekan gemuruh didada gwa ini.
"Jadi sebenernya sebelum kita ngedate malem itu, Aldo udah berapa kali telpon dan sms gwa. Alesannya nyokapnya hari minggu itu ultah dan gwa diundang. Awalnya sih gwa nga ngeladenin, karena kita udah ada date khan. Cuma ya itu tadi, pas gwa gwa ditinggal2 sama lo, gwa jadi bingung sendirian" Dinda tampak mengambil napas sejenak.
Sebenernya gwa pengen nyelak obrolannya dengan banyak pertanyaan seperti, ngapain bingung khan temen2 lo banyak disono, temen2 gwa juga ada? Khan lo bisa nungguin gwa sambil ditemenin sama temen2 gwa atau temen2 lo?!. Tapi gwa tahan. Biarkan Dinda selesaiin ceritanya dulu.
"Trus...?"
"Emang sih gwa salah, harusnya gwa sabar nungguin lo. Bukannya malah gwa sms2an sama Aldo. Tapi beneran deh hun, gwa nga nyuruh2 dia dateng, tau2 dia nelpon gwa udah ada di depan gedung aja katanya. Saking bingungnya, gwa malah nyamperin dia. Maksudnya sih gwa pengen nyuruh dia pulang, gwa takut aja kalo lo bakal marah2 kalo tiba2 ngeliat dia ada disitu sama gwa"
"Ohya...?" kalo ini sih didalem hati aja gwa ngomongnya. Gwa tatap matanya Dinda dalam2 sambil mencoba menangkap gesture2 tubuhnya yang mencurigakan. Tapi kayaknya sih dia lagi nga bohong tuh. "Lanjut..."
"Dia maksa gwa untuk ikut kerumahnya, alasan dia nyokapnya pengen banget gwa ada disitu pas lagi ultah. Malah Aldo pengen ketemu sama lo buat minta ijin, biar gwa dibolehin ikut dia. Jelas gwa nga mau lah, pastinya lo nga akan ngasih khan?"
"Ya iyalah, gilak aja kali gwa ngijinin pacar gwa ikut ke rumah mantannya" ini juga masih dalam hati jawabnya gwa. "Trus...?"
"Selagi gwa bingung2nya didalem mobilnya, tau2 Aldo udah jalanin mobilnya aja. Dan gwa nga bisa ngapa2in lagi selain ngikut dia sampe kerumahnya" Dinda menyelesaikan ceritanya. Entah apa yang ada di hatinya saat itu. Penyesalankah, rasa takutkah atau kebohongankah?
Gwa coba mencerna ceritanya ini. Terasa sulit untuk diterima oleh akal pikiran gwa yang sederhana ini.
"Lo bingung sama keadaan lo saat itu, tapi kok bisa sampe dua malem ya lo nginep disono?" sebisa mungkin gwa tahan emosi gwa ini.
"Iya, maaf hunny. Gwa salah dan gwa tahu lo pasti marah denger cerita gwa ini" Dinda menunjukkan rasa bersalahnya dengan sungguh2.
"Marah? Mungkin lebih pasnya gwa kecewa kali yah" gokil, gwa kok bisa cool banget yak ngejawabnya?
"Hunny, gwa nga tahu musti ngomong apa lagi. Gwa nyeseeeel banget udah ngecewain lo."
"Nyesel? Kenapa baru sekarang nyeselnya? Emang kemaren lo kemanain nyeselnya?"
"Plz, don't punish me like that. I'm really do apologize..." Dinda menatap gwa, seolah meminta pengertian gwa.
Gwa bisa melihat kekalutan dimatanya. Penyesalan dan ketakutan menyatu disitu. Tapi biar bagaimanapun juga, gwa salut untuk dengan keberaniannya untuk bicara jujur sama gwa. Kebenaran walau pahit, tetap harus gwa hargai (nyesek nih bradeeerrrrr!!!
)."One more question. Apa aja yang terjadi selama lo disono? Lo bisa jaga diri khan?" ini pertanyaan penting banget buat gwa
Awalnya Dinda gelagepan dapat pertanyaan kayak gitu dari gwa. Tapi dia bisa menguasai keadaannya. Toh, cepat atau lambat dia emang musti siap dapet pertanyaan kayak gitu. Sempet sih keliatan dia mau mewek lagi, tapi lewat tatapan mata gwa mengirim sinyal2 bahasa kalbu padanya (pret!). Girl, no more tears plz!
"Gwa nga macem2 disana hun. Gwa tidur sama nyokapnya selama disana. Gwa udah dianggap kayak anaknya disono dan nyokapnya juga nga mau anaknya macem2in gwa. Sumpah, gwa nga bohong. Demi...." gwa tutup mulutnya dengan tangan gwa. Entah knapa, gwa paling nga suka kalo orang udah ngmong pake sumpah2an segala.
"Sstt, lo nga perlu sumpah2an sama gwa. Apalagi sampe bawa2 nama Tuhan segala. Karena gwa yakin Tuhanpun nga ridho dilibatin sama urusan kayak gini ini"
"Tapi gwa ngomong yang sebenernya hun. Kalo nga percaya silahkan lo tanya langsung sama Aldo" entah udah panik atau gimana, justru Dinda malah ngasih umpan lambung ke gwa.
"Ohya, lo yakin sama yang lo omongin? Oke, kalo gitu mana nomernya? Biar gwa tanya langsung sama orangnya" gwa berkata begitu sambil ngeluarin hape gwa.
Gwa lihat Dinda terdiam sambil menatap gwa nga percaya. Dan dia baru menyadari kalo dia baru aja melakukan sebuah kesalahan fatal.
Diubah oleh luckyismine 19-04-2014 16:58
sormin180 memberi reputasi
1
Kutip
Balas