- Beranda
- The Lounge
Cerita Fiksi ' Survive in Jakarta ' Part 1 ( Cerita Zombie ) ( Zombie Lovers Masuk!!!
...
TS
theofelix
Cerita Fiksi ' Survive in Jakarta ' Part 1 ( Cerita Zombie ) ( Zombie Lovers Masuk!!!
Quote:


WELCOME TO MY THREAD


Quote:
Sebelumnya bagi agan yang mau ane adain di cerita ini bisa
ane
aneQuote:
Info : Update tiap Senin atau Selasa Siang 

Quote:
Sebelumnya bagi agan yang mau bikin side story dimari ga usah menuh2 in
ane
langsung aja bikin 
ane
langsung aja bikin 
Quote:
Peraturan bikin side story:
- Zombie nya lari
- Sebutan zombienya infected
- Jangan bikin zombie lebay contoh : zombie anjing, naga, pocong dll
- Usahakan jangan kentang
- Zombie nya lari
- Sebutan zombienya infected
- Jangan bikin zombie lebay contoh : zombie anjing, naga, pocong dll

- Usahakan jangan kentang

Quote:
Quote:
LIST SIDE STORY
SIDE STORY BY AGAN ZACH354
SIDE STORY BY AGAN WIELDERBURGJ
SIDE STORY BY AGAN WIELDERBURGJ 2
SIDE STORY BY AGAN DOXIS
SIDE STORY BY AGAN ZACH354
SIDE STORY BY AGAN WIELDERBURGJ
SIDE STORY BY AGAN WIELDERBURGJ 2
SIDE STORY BY AGAN DOXIS
Quote:
Awalnya ane baca salah satu thread orang yang bikin cerita fiksi zombie, ane jadi tertarik dan pengen bikin juga deh jadinya, 

, langsung aja deh ane mulai, oh iya ane seneng banget kalo ada yang berbaik hati kasih
ato 


, langsung aja deh ane mulai, oh iya ane seneng banget kalo ada yang berbaik hati kasih
ato 
EPISODE 1 : Escape From The Hell
Quote:
Part 1
Senin, 24 Februari 2020
Mampang Prapatan, 05.30
Matahari mulai menampakkan dirinya, ayam - ayam mulai berkokok.
Pagi itu sekitar pukul 05.30 WIB jam wekerku bunyi dan akupun langsung segera bangun mematikannya, aku langsung cuci muka dan membangunkan kedua adikku untuk mengantar mereka sekolah. Namaku Andre, Umurku 19 Tahun, Aku bekerja di sebuah perusahaan obat di Jakarta yang bernama Pika Farma sebagai Office Boy, aku punya 1 kakak yang namanya kak Adi, dia tinggal di Depok dan 2 adikku yang pertama Radit dan yang kedua Timmy, Radit kelas 6 SD sementara Timmy masih kelas 2 SD, Orang tua kami meninggal 3 tahun yang lalu akibat kecelakaan, sejak saat itu aku yang bekerja mengurus kedua adikku dan menghidupi mereka. Paginya dengan motor Jupiter Z ku aku langsung mengantar adikku ke sekolah masing - masing, saat mereka sudah sampai mereka mencium tanganku
Quote:
"Hati2 ya dek" kataku
"Iya kak" jawab mereka serempak lalu aku langsung ke tempat kerja.
"Iya kak" jawab mereka serempak lalu aku langsung ke tempat kerja.
Kalibata, 07.41
Ditempat kerja aku melihat ada petugas biohazard dan beberapa dokter ( kalau tidak salah ) dan beberapa orang sedang sibuk mondar - mandir membawa beberapa sample obat dan memakai masker, akupun langsung disuruh memakai masker sebelum masuk. Akupun bertanya kepada satpam dikantorku
Quote:
"Ini ada apa min??"
"Katanya sih ada virus diare bocor, itu si Angga katanya kena, Noh dia kaga berenti2 ke kamar mandi!" jawabnya
"Virus diare?? sejak kapan diare ada virusnya??" tanyaku lagi penasaran
"Tau ah, gua kan cuma satpam! lu tanya aja Pak Bambang gih!" Jawabnya
"Yee, ditanya malah gitu, ok dah gw masuk ya" kataku sambil masuk ke dalam.
Semua berlangsung dengan normal hari itu, pekerjaan juga tidak terlalu berat. tepat pukul 6 sore, akupun pulang ke rumah,"Katanya sih ada virus diare bocor, itu si Angga katanya kena, Noh dia kaga berenti2 ke kamar mandi!" jawabnya
"Virus diare?? sejak kapan diare ada virusnya??" tanyaku lagi penasaran
"Tau ah, gua kan cuma satpam! lu tanya aja Pak Bambang gih!" Jawabnya
"Yee, ditanya malah gitu, ok dah gw masuk ya" kataku sambil masuk ke dalam.
Mampang Prapatan, 18.34
Dirumah aku melihat tetanggaku mengalami gejala yang sama dengan rekan kerjaku di kantor, aku rasa virusnya mulai menyebar ke pemukiman,
Quote:
"Dek, kakak pulang, kakak bawa capcay goreng kesukaan kalian nih" Kataku
"Tumben kak bawa makanan enak hehehe" jawab Radit
"Yee, kalo bawa salah, kalo ga bawa nagih, gimana sih udah kamu pindahin aja nih ke piring, kakak udah laper, kakak mandi dulu ya",
Kami pun makan bersama, sambil makan kami ngobrol,
"Kak, hari sabtu janji ya kita jalan2 ke rumah Nenek?" Kata Timmy memulai obrolan
"Iya tenang aja, kakak ga bohong kok" jawabku.
Setelah makan kami bertiga nonton TV dan hampir semua isi berita tentang lepasnya virus diare dari Pika Farma, akupun langsung mematikan TV karena tidak ada acara yang enak, akhirnya kami pun tidur."Tumben kak bawa makanan enak hehehe" jawab Radit
"Yee, kalo bawa salah, kalo ga bawa nagih, gimana sih udah kamu pindahin aja nih ke piring, kakak udah laper, kakak mandi dulu ya",
Kami pun makan bersama, sambil makan kami ngobrol,
"Kak, hari sabtu janji ya kita jalan2 ke rumah Nenek?" Kata Timmy memulai obrolan
"Iya tenang aja, kakak ga bohong kok" jawabku.
Mampang Prapatan, 00.28
Tengah malam aku mendapat SMS dari DEPKES yang berisi :
Quote:
"SEMUA WARGA JAKARTA HARAP MENGUNGSI KE BEBERAPA TITIK BERIKUT :
- MONUMEN NASIONAL
- MALL CIJANTUNG
- ATRIUM SENEN
- GELORA BUNG KARNO
- BANDARA HALIM PERDANA KUSUMA
- BANDARA SOEKARNO HATTA
DIKARENAKAN TELAH TERJADI WABAH ANEH YANG MEMBUAT PENDERITANYA MENJADI KANIBAL, VIRUS INI MENYEBAR MELALUI GIGITAN DAN UDARA GEJALANYA : DIARE BERKEPANJANGAN, MATA MERAH, BINTIK MERAH PADA WAJAH. HINDARI ORANG DENGAN GEJALA TERSEBUT KARENA DIPASTIKAN MEREKA SUDAH TERINFEKSI. SEMOGA TUHAN BERSAMA KITA"
aku masih tidak percaya dan shok membaca SMS itu, Troll kah? ah tidak mungkin, tak lama terdengar suara - MONUMEN NASIONAL
- MALL CIJANTUNG
- ATRIUM SENEN
- GELORA BUNG KARNO
- BANDARA HALIM PERDANA KUSUMA
- BANDARA SOEKARNO HATTA
DIKARENAKAN TELAH TERJADI WABAH ANEH YANG MEMBUAT PENDERITANYA MENJADI KANIBAL, VIRUS INI MENYEBAR MELALUI GIGITAN DAN UDARA GEJALANYA : DIARE BERKEPANJANGAN, MATA MERAH, BINTIK MERAH PADA WAJAH. HINDARI ORANG DENGAN GEJALA TERSEBUT KARENA DIPASTIKAN MEREKA SUDAH TERINFEKSI. SEMOGA TUHAN BERSAMA KITA"
Ntar aja lanjutinnya ya gan? kalian tertarik apa ngga dulu, ditunggu
atau
nya dulu ya? kalo banyak baru ane lanjut.


Lanjutan
Quote:
Part 2
Pistol yang menyadarkanku dari lamunanku. Dan setelah itu aku mengintip keluar dari jendela dan melihat seorang nenek - nenek seperti dikerumuni orang dan aku sadar bahwa orang2 itu menggigit nenek tersebut, akupun tak percaya saat itu dan tubuhku terasa lemas karena tak percaya bahwa ternyata di dunia nyata akan terjadi hal seperti ini, aku langsung melompat dari tempat tidurku dan membangunkan kedua adikku dan begitu terkejutnya aku melihat Radit sudah menjadi "gila" dan ingin menggigit Timmy, aku langsung melempar guci disebelahku dan langsung mengenai kepala Radit dan pecahan beling guci itu menancap di kepalanya, aku menangis saat itu juga karena tak percaya membunuh adikku sendiri, aku langsung menggendong Timmy yang sudah menangis,
"Cepetan kak!!" teriak Timmy. awalnya aku tidak tahu mau kemana tetapi
Pistol yang menyadarkanku dari lamunanku. Dan setelah itu aku mengintip keluar dari jendela dan melihat seorang nenek - nenek seperti dikerumuni orang dan aku sadar bahwa orang2 itu menggigit nenek tersebut, akupun tak percaya saat itu dan tubuhku terasa lemas karena tak percaya bahwa ternyata di dunia nyata akan terjadi hal seperti ini, aku langsung melompat dari tempat tidurku dan membangunkan kedua adikku dan begitu terkejutnya aku melihat Radit sudah menjadi "gila" dan ingin menggigit Timmy, aku langsung melempar guci disebelahku dan langsung mengenai kepala Radit dan pecahan beling guci itu menancap di kepalanya, aku menangis saat itu juga karena tak percaya membunuh adikku sendiri, aku langsung menggendong Timmy yang sudah menangis,
Quote:
"Kenapa kakak bunuh ka Radit??" kata dia polos sambil menangis
aku tidak menjawabnya dan menyuruhnya diam, lalu aku pergi ke dapur untuk mengambil pisau dapur dan menyuruh Timmy memakai masker dan aku mulai berfikir kalau lebih baik kami lari keluar, kami berdua pun membuka pintu depan dan alangkah kaget kami disambut dua mahkluk kanibal itu didepan pintu, dengan sigap aku langsung menusuk satu kepala mahkluk tersebut lalu aku bergulat dengan yang satu lagi dan dia hampir menggigit ku tetapi aku menahannya, lalu aku mulai tidak tahan menahannya karena tenaganya sangat kuat,Quote:
"Lari Timmy, Lari!!" teriakku kepada Timmy"
tidak kusangka Timmy yang tadi hanya diam langsung menendang kepala mahkluk tersebut hingga terpental, lalu aku berdiri dan mengambil pisau dapur dan menancapkan pada kepalanya, Quote:
"mati lu bangs*t" ucapku
Lalu aku lari keluar, diluar terasa seperti di neraka, ada bunyi teriakan, sirene, pistol, muncratan darah menjadi pelengkap kegilaan itu, semua orang sibuk menyelamatkan diri masing - masing, aku langsung menyambar motor Jupiter Z ku dan tancap gas sekencang - kencangnya, mahkluk itu mengejar kami, mereka berlari sangat kencang seperti atletis. "Cepetan kak!!" teriak Timmy. awalnya aku tidak tahu mau kemana tetapi
UPDATE!!
Ane lanjutin Part 3 nya gan!
Quote:
Part 3
Aku sadar untuk lebih baik pergi ke kantor ku karena mungkin disana ada semacam Antivirus atau Camp perlindungan, di persimpangan jalan saat aku menuju kantorku aku teringat bahwa Virus ini berasal dari kantorku, aku pun berfikir bahwa adalah sebuah hal bodoh jika aku kembali ke sarang virus tersebut. Aku pun kembali berputar balik dan sekarang aku tetapkan untuk pergi ke Camp perlindungan Cijantung, aku berfikir mungkin tidak ada Infeksi di sana.
Camp Mall Cijantung, 01.12
Di perbatasan kota Depok dan Jakarta tepatnya di daerah Cijantung aku melihat banyak orang berkumpul lengkap dengan polisi dan badan kesehatan, mereka berkata ini adalah salah satu tempat aman di Jakarta, akan tetapi kami tidak diperbolehkan keluar kota sampai ditemukan keterangan lanjutan dari pemerintah Jakarta, kami dikarantina dengan tujuan agar virus ini tidak menyebar ke wilayah lain, disana aku bertemu Pacarku, sebut saja Nama Fika, dia memelukku
Quote:
"Ndre, keluarga gua.." katanya sambil terisak tidak mampu meneruskan kata2 nya.
"Iya Fik, gw ngerti perasaan lu sekarang, sabar ya sayang"
. disana kami berbincang - bincang dan tiba - tiba camp kami diserang ratusan mahkluk kanibal itu dari arah ps rebo, kami langsung berhamburan lari kemana - mana tetapi tetap kami tidak boleh masuk kota Depok, mereka langsung memblokade dengan banyak mobil, aku menggendong Timmy karena ia menangis, aku langsung menyambar motor Jupiter Z ku untuk lari karena pertahanan polisi pun tidak sanggup membendung banyaknya mahkluk itu, tapi sialnya bensinnya habis, aku pun mengajak sebanyak - banyaknya orang untuk berlindung di mall cijantung dan "Iya Fik, gw ngerti perasaan lu sekarang, sabar ya sayang"
Sabar lanjutannya ya gan, ditunggu nih
ato
nyaQuote:
PART 4!
Banyak orang yang mengikutiku, tetapi saat itu ada ahli kimia di kantorku dan menyarankanku untuk jangan berlindung di situ karena virus ini menyebar dengan cepat melalui gigitan dan udara dan sebentar lagi kota akan dikarantina, sebut saja namanya Pak Bambang,
Depok Timur, 02.51
Dirumah kakakku Pak Bambang menceritakan panjang lebar tentang kronologi bagaimana kejadian ini bisa terjadi
Aku, Timmy, dan Kakakku hanya terbengong mendengar ceritanya sampai berita di TV mengatakan virus sudah sampai Di Kota Bogor, Depok, dan Tanggerang.
Banyak orang yang mengikutiku, tetapi saat itu ada ahli kimia di kantorku dan menyarankanku untuk jangan berlindung di situ karena virus ini menyebar dengan cepat melalui gigitan dan udara dan sebentar lagi kota akan dikarantina, sebut saja namanya Pak Bambang,
Quote:
"Sebaiknya kita keluar dari kota ini, setidaknya aku pasti punya alasan yang cukup kuat untuk keluar karena aku Ahli Kimia di perusahaan Pika Farma" Katanya. Saat kami diijinkan keluar dengan syarat membayar administrasi sebesar Rp. 50.000, kami dikejutkan oleh jatuhnya helikopter pemerintah didekat kami dan kami melihatnya dengan jelas, tiba2 pikiranku teringat akan Fika,
"Dimana dia?? maafin aku sayang aku ga bisa jaga kamu"
kami langsung pergi kerumah kakakku yg namanya Adi di daerah Depok Timur, ternyata di Depok keadaan bisa dikatakan sangat aman dan normal karena orang beraktivitas seperti biasa, kami nebengmobil pick-up dan kulihat timmy sudah tertidur pulas, saat di pertigaan simpangan, sialnya mobil itu lurus arah Cibinong dan kami pun turun disitu dan meneruskan perjalanan dengan taxi."Dimana dia?? maafin aku sayang aku ga bisa jaga kamu"
Depok Timur, 02.51
Dirumah kakakku Pak Bambang menceritakan panjang lebar tentang kronologi bagaimana kejadian ini bisa terjadi
Quote:
"Sejak 2 Bulan lalu kami berusaha menciptakan obat yang bisa menyembuhkan segala jenis penyakit termasuk HIV tanpa efek samping, dan kami sangat merahasiakan proyek ini dari semua orang termasuk karyawan biasa di Pika Farma dan seluruh negara terutama Amerika. akan tetapi semua sangat sulit dikarenakan setiap obat memiliki efek samping dan banyak obat yang bisa menyembuhkan satu penyakit dan kemudian muncul penyakit baru, maka kami mencoba virus yang menyebabkan bencana dulu untuk mengetes obat ini manjur atau tidak, akan tetapi jika obat ini tidak manjur maka berakibat kematian, oleh karena itu kami mengumpulkan banyak orang untuk menjadi sukarelawan dalam percobaan ini, tetapi salah seorang yang ikut berpartisipasi mengundurkan diri dengan alasan tidak siap, semua tidak bisa dibatalkan karena dia sudah tanda tangan di atas meterai dan siap untuk semua resiko yang dialami, tetapi dia tidak terima dan marah, hingga kemarin malam kami menemukan entah dengan cara apa dia berhasil membawa kabur sample virus itu dan melepaskan virus itu hingga... beginilah jadinya, pada awalnya penderita virus itu hanya diare selama 6 jam lalu ia akan merasa ngantuk dan tertidur, dan setelah ia bangun bola matanya membiru dan yang ada dipikirannya hanya rasa lapar akan daging manusia tanpa merasa dosa"
Aku, Timmy, dan Kakakku hanya terbengong mendengar ceritanya sampai berita di TV mengatakan virus sudah sampai Di Kota Bogor, Depok, dan Tanggerang.
Sori berat nih gan, udah lama ga posting, makanya Part 4nya ane banyakin, ditunggu nih

nyaQuote:
UPDATE Part 5

Lalu Kak Adi pun bertanya kepadaku,
Quote:
"Dimana Radit?" Aku hanya diam, lalu ia bertanya lagi dengan suara agak keras.
"Dimana Radit?!!" Aku tetap diam, sepertinya dia mulai mengerti bahwa sebenarnya Radit sudah tiada, sekarang dengan suara setengah teriak dan terisak ia bertanya.
"Dimana Radit???!!! Ia pun menangis dan aku terpaksa berbohong kepadanya.
"Radit jatuh saat kami kabur ka, Maafin aku ya ga bisa jaga Radit ka", Kataku dengan bohong.
Timmy pun pada saat itu menangis juga mengingat kakaknya telah membunuh 'kakak' nya sendiri tetapi tidak tega menceritakan yg sebenarnya kepada kak Adi. Lalu kakak Adi berhenti menangis "Menangis ga ada gunanya, lebih baik kita pergi dari sini sekarang juga sebelum kita jadi korban, kami bergegas secepat mungkin dan pergi dari situ memakai mobil milik kak Adi dan terlihat di Jalan Raya suasananya sama seperti saat aku dan adikku keluar dari rumah pertama kalinya, pisau yang berdarah, jeritan, kerusuhan, penjarahan dimana - mana membuat bulu kudukku merinding, aku jadi ingat perbuatan ku yang kejam membunuh Radit, tetapi aku tahu, jika aku tidak membunuhnya, Timmy akan mati saat itu juga"Dimana Radit?!!" Aku tetap diam, sepertinya dia mulai mengerti bahwa sebenarnya Radit sudah tiada, sekarang dengan suara setengah teriak dan terisak ia bertanya.
"Dimana Radit???!!! Ia pun menangis dan aku terpaksa berbohong kepadanya.
"Radit jatuh saat kami kabur ka, Maafin aku ya ga bisa jaga Radit ka", Kataku dengan bohong.
Quote:
PART 6 ( EPISODE 1 End ) 
Akhirnya kami melanjutkan perjalanan ke Bandung, dirumah Nenek kami, kami mampir dulu ke Indomaret untuk membeli sesuatu untuk bekal perjalanan kami, tapi rupanya indomaret itu sudah kosong dan banyak zombie didalam, kami langsung lari ke mobil untuk melanjutkan perjalanan, saat dipertigaan Bella Casa, tiba - tiba mobil kami ditabrak sisi sampingnya oleh Truk Container dan mobil kami pun terguling ke jurang.
Selasa, 25 Februari 2020
Uknown, 08.23
Pagi itu aku bangun dengan mata yang berkunang - kunang dan badanku rasanya sakit sekali, kupegang dahiku dan terasa sangat perih dan saat kulihat tanganku banyak sekali darah. Kulihat di Mobil, sudah kosong, Kulihat kak Adi dan Pak Bambang sedang berjalan terpincang - pincang diluar dan hal yang membuat ku kaget adalah Timmy tidak ada. Saat aku keluar untuk bertanya pada Pak Bambang dan Kak Adi tentang keberadaan Timmy.
"Kak, Pak, Liat Si Timmy ga??" Akan tetapi mereka langsung ingin menyergapku seakan mereka zombie! saat aku sadar kalau mereka sudah terinfeksi, aku langsung lari sekencang mungkin walaupun kakiku sangat sakit, tiba - tiba terdengar suara tembakan dan kulihat zombie kak Adi dan pak Bambang sudah tergeletak di Tanah, kulihat ada Seorang Polisi membawa pistol seakan baru menembak mereka berdua. Kepalaku tiba - tiba sangat pusing dan tubuhku sangat lemas sehingga aku pingsan
EPISODE 1 END

Akhirnya kami melanjutkan perjalanan ke Bandung, dirumah Nenek kami, kami mampir dulu ke Indomaret untuk membeli sesuatu untuk bekal perjalanan kami, tapi rupanya indomaret itu sudah kosong dan banyak zombie didalam, kami langsung lari ke mobil untuk melanjutkan perjalanan, saat dipertigaan Bella Casa, tiba - tiba mobil kami ditabrak sisi sampingnya oleh Truk Container dan mobil kami pun terguling ke jurang.
Selasa, 25 Februari 2020
Uknown, 08.23
Pagi itu aku bangun dengan mata yang berkunang - kunang dan badanku rasanya sakit sekali, kupegang dahiku dan terasa sangat perih dan saat kulihat tanganku banyak sekali darah. Kulihat di Mobil, sudah kosong, Kulihat kak Adi dan Pak Bambang sedang berjalan terpincang - pincang diluar dan hal yang membuat ku kaget adalah Timmy tidak ada. Saat aku keluar untuk bertanya pada Pak Bambang dan Kak Adi tentang keberadaan Timmy.
"Kak, Pak, Liat Si Timmy ga??" Akan tetapi mereka langsung ingin menyergapku seakan mereka zombie! saat aku sadar kalau mereka sudah terinfeksi, aku langsung lari sekencang mungkin walaupun kakiku sangat sakit, tiba - tiba terdengar suara tembakan dan kulihat zombie kak Adi dan pak Bambang sudah tergeletak di Tanah, kulihat ada Seorang Polisi membawa pistol seakan baru menembak mereka berdua. Kepalaku tiba - tiba sangat pusing dan tubuhku sangat lemas sehingga aku pingsan
EPISODE 1 END
EPISODE 1 udah end gan, Tunggu EPISODE 2 : Fucking Conspiracy
di Thread ini, Mana neh
nya?Quote:
Thread Bermutu Ane Yang Laen
Kenapa Agan Ga Pernah Bersyukur Dengan Yang Agan Miliki? ( HAPPY TERUS, HOKI TERUS )#HT 1
Agan Belajar Motor Waktu Umur Berapa ??
Pilih SR atau Junker Gan?
Inilah Teori Mengenai Segitiga Bermuda
Cerita Fiksi Zombie : Survive In Jakarta
Sesuatu yang aneh dan menarik mengenai komputer anda
Cara Membuat Game RPG + Softwarenya
Komentar Ane tentang Lembaga Sensor Indonesia
Syukuri Hidup Agan, Masih Ada Jutaan Orang Yang Ga Seberuntung Agan
Ternyata Ada Segitiga Bermuda di Indonesia
Surat Dari Anak Yang Kesepian
10 Hal Konyol Yang Pasti Pernah Kamu Lakukan
Orang Ini Rela Menghabiskan Uang Demi Mendirikan Rumah Untuk Hewan
Kenapa Agan Ga Pernah Bersyukur Dengan Yang Agan Miliki? ( HAPPY TERUS, HOKI TERUS )#HT 1
Agan Belajar Motor Waktu Umur Berapa ??
Pilih SR atau Junker Gan?
Inilah Teori Mengenai Segitiga Bermuda
Cerita Fiksi Zombie : Survive In Jakarta
Sesuatu yang aneh dan menarik mengenai komputer anda
Cara Membuat Game RPG + Softwarenya
Komentar Ane tentang Lembaga Sensor Indonesia
Syukuri Hidup Agan, Masih Ada Jutaan Orang Yang Ga Seberuntung Agan
Ternyata Ada Segitiga Bermuda di Indonesia
Surat Dari Anak Yang Kesepian
10 Hal Konyol Yang Pasti Pernah Kamu Lakukan
Orang Ini Rela Menghabiskan Uang Demi Mendirikan Rumah Untuk Hewan

Diubah oleh theofelix 28-05-2014 09:55
0
53.5K
Kutip
375
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•105.2KAnggota
Tampilkan semua post
wielderburgj
#190
Side Story by : WielderburgJ
Akhirnya setelah ane berhasil mendapatkan restu dari TS, ane bisa bikin Side story di trit Zombie... mari kita mulai

Pejwan Gan...


Pejwan Gan...
Quote:
EPISODE I : Way To Survive
Part 1
Selasa, 25 Februari 2020
Bandung, Pukul 03.45
Nama saya Regan umur saya 23 tahun, seorang penjaga kasir minimarket yang terjebak di lantai bawah tanah minimarket sambil bermain kartu poker bersama 3 orang lainnya.
"Gw all in dah!" Jupri menaruh seluruh uang yang ia punya dimeja.
"Beneran nih? yang kalah mati yak" aku menaruh seluruh uang milikku juga.
"Gw pass aja deh" Tino menaruh seluruh kartu ditangannya.
"Gw juga" Raden menaruh kartu serta meminum cola yang ada di meja.
"Buka kartu lo Jup" aku menantang Jupri.
"Noh!" Jupri membuka seluruh kartu tangannya.
"Yah cuman 3 pair, gw dong flush hahaha" aku tertawa sambil mengambil seluruh uang yang ada di meja.
"Sialan, gw keatas dulu ah ngambil makanan ringan ama minuman" Jupri berjalan ke pintu besi yang dikunci oleh kami dari dalam.
Kami bertiga pun menunggu dibawah sambil membereskan kartu yang akan kita mainkan lagi. TIba-tiba terdengar suara teriakan dari lantai atas, kami bertiga pun berlari ke atas dan melihat apa yang terjadi. ternyata Jupri diserang oleh beberapa mayat hidup.
"Oi tolong gw... ahhhhh!!!
" Jupri pun tergigit dan dimakan oleh para mayat hidup yang mengelilinginya.
"Regan, Regan gw gak nyangka kalo omongan yang baru aja lo omong barusan langsung terjadi..." Tino melihat apa yang terjadi dari jauh bersama aku dan Raden berbicara sedikit.
Aku baru ingat kalo beberapa menit yang lalu, aku baru saja mengatakan bahwa yang kalah bakal mati dan itu beneran terjadi.
"OI! ayo cepet turun terus kunci pintunya gw ada rencana untuk kabur dari sini" Raden beranjak turun ke lantai bawah kembali.
"Baiklah" Aku dan Tino turun dengan santainya padahal para mayat hidup yang baru saja memakan Jupri, OB minimarket mulai berlarian ke arah kami.
Klankkk... pintu besi sudah ditutup kami pun mendengar rencana Raden tentang bagaimana caranya kita akan kabur dari situasi yang terjadi di kota kembang ini.
"Reg lo bawa kapak ama perbekalan secukupnya yang ada di lemari" Raden menunjuk kapak yang ada di lemari, "Tino lo bawa tuh linggis ama p3k, siapa tau kita bisa nolongin orang di jalan" Raden menyuruh Tino sambil mengambil sebuah pedang samurai di lemari khusus yang hanya ia yang memiliki kuncinya.
"Kita mau keluar lewat mana nih?" Aku bertanya kepada Raden.
"Ikut gua..." Raden menggeser lemari di sudut ruangan, "lewat inilah kita akan kabur hehe"
ruangan yang baru saja Raden buka adalah konstruksi kereta bawah tanah yang 2 tahun lalu dicanangkan oleh walikota Bandung yang sudah 2 kali menjabat (Agan-agan yang baca taulah).
"Kita mulai petualangan kita kawan!" Tino keluar dengan semangat sambil membawa senter karena keadaan cahaya disana cukup gelap.
Update!!

Part 2
UPDATE!!!
Part 3
Kami bertiga akhirnya ikut duduk disekitar api dan mendengarkan apa yang sebenarnya terjadi di kota ini oleh kakek itu. Kakek itu bernama Suparna, ia adalah pensiunan TNI, kakek suparna menjelaskan bahwa para mayat bergerak tersebut bernama Infected dan virus ini menyebar cepat dari Jakarta.
"Apa kalian punya rencana?" Kakek Suparna bertanya kepada kami bertiga.
"Tidak juga, Kami baru bertujuan untuk kabur ke basement mall ini" Raden menjelaskan bagaimana kita bisa sampai ke sini.
"Begini saya punya rencana..." Kakek membuka peta kota Bandung dan menunjukkan tempat yang sudah ia tandai sebagai tempat yang aman.
Tiba-tiba HP-ku berbunyi, ternyata itu dari kakakku Rinto yang sedang kerja di Australia dan bersama kedua orang tuaku yang memang sudah setahun menetap disana.
"GAN!!!"
"Apaan kak?" Aku menjawab dengan tenang.
"Lo amankan?, Gue denger di berita kalo di Jawa ada serangan senjata biologis" Rinto bertanya karena khawatir denganku.
"Gw aman kok kak, cuman lagi nyari cara biar bisa keluar dari kota ama cari pengunsian..."
"Ya udah! kalo lo udah aman cepet cari cara biar bisa ke Australia!"
"OK! Gw yakin gw bakal survive kok kak! Assalamualaikum wr.wb."
"Wallaikumsalam Wr. Wb" Rinto menutup telpon tersebut.
Aku pun mendengarkan rencana yang sedang dijelaskan oleh kakek Suparna walau pun tidak mendengar awalnya tapi intinya kita pertama-tama bakal ke daerah cihampelas buat nyari senapan lalu pergi ke bandara Husein Sastranegara, Bandara itu adalah salah satu tempat pengungsian yang cukup aman di Kota Bandung. Kami berlima akan mencoba kabur menaiki mobil Jeep khusus milik kakek Suparna yang terparkir dekat pintu masuk basement.
Kami pun pergi meninggalkan tempat tersebut dan pergi ke tempat parkir. Kami ber5 sampai di depan pintu dan melihat beberapa infected mencoba membuka pintu yang ditahan oleh 3 kursi yang ditumpuk oleh kakek Suparna dan seorang perempuan yang belum memperkenalkan dirinya kepada kami.
Kakek Suparna menyuruh kami untuk menggeser seluruh kursi yang ditumpuk, kami menggesernya dan kakek Suparna pun mengisi shotgun yang ia bawa dengan peluru.
"Kursinya udah semua?" Kakek Suparna bertanya.
"YA!!!" kami bertiga langsung lari ke belakang kakek Suparna.
DUARRR... DUARRRR... DUARRR...
Seluruh infected yang menghalangi pintu pun telah terbunuh oleh Shotgun yang ditembakkan kakek Suparna. Kami berlima langsung lari ke mobil Jeep dan melihat ternyata dibelakang Jeep tersebut terdapat minigun dengan peluru lengkap.
Kami berlima pun naik, Kakek Suparna duduk bersama Raden didepan yang disuruh untuk menyetir mobil Jeep. Aku dan Tino pun memegang minigun dibelakang untuk menghancurkan seluruh infected yang menghalangi. Lalu perempuan yang belum diketahui namnya tersebut berlindung di tengah.
Raden menginjak Gas mobil jeep dan pergi mencari jalan keluar dari Basemen mall tersebut.
Up
Part 4
Kami berkeliling di basemen hingga akhirnya Raden menemukan jalan naik di salah satu sudut ruangan. Kami berlima sudah di B1 dan menuju palang pintu keluar. Kakek Suparna pun berteriak.
"Yang dibelakang siap!!!!"
"SIAP!!!" Aku dan Tino menjawab.
"Putar minigunnya ke depan dan tebak palang itu hingga hancur lalu putarkan ke belakang tembak seluruh Infected yang mengejar"
"Ya!!!"
DRRRRRTTTT!
Aku menarik penembak minigun tersebut dan menembaki palang besi hingga hancur dan menembaki Infected yang menghalangi. Tino mengisi peluru ketika minigun tersebut kehabisan peluru.
DUARRR DUARRR
Di tempat duduk depan kakek Suparna yang duduk disebelah kiri Raden menembaki para Infectef yang menghalangi di depan mobil.
Raden yang sudah mengetahui seluk beluk jalan di Bandung, Jadi ia memutuskan untuk melewati jalan tikus yang memotong langsung ke jalan cihampelas.
15 menit pun berlalu, kami sudah sampai di jalan cihampelas. Keadaan disana sangat kacau sebagian besar warga sudah terkena virus menjadi Infected. Kami melihat 2 orang pria sedang berlari di trotoar dikejar beberapa Infected, Aku menembak seluruh Infected yang mengejar. Mereka berdua mencoba berlari ke arah mobil kami namun mereka berdua diserang oleh banyak Infected.
"Yak! kita gagal menyelamtkan mereka" Tino berbicara.
"Ya sudah yang penting kita bisa melewati jalan ini dengan selamat" Kakek Suparna terus menembaki Infected yang menyerang.
Akhirnya kami sampai di salah satu trotoar jalan cihampelas yang terdapat sisa-sisa Senapan yang dijual di pinggir jalan. Kakek Suparna menyuruh kami bertiga mengambil seluruh senapan dan beberapa kotak peluru yang tergeletak di tanah.
"Ahahaii!! Senjata baru" Tino sedikit senang.
DUARRR
"Jangan terlalu santai No, lu hampir kegigit tuh" Aku menembak salah satu Infected.
"Hey kalian bertiga coba lihat disana" Kakek Suparna menunjuk ke arah sebuah gedung di jalan cihampelas.

for update
Part 5 - Fin
Part 1
Spoiler for This Is The Plans:
Selasa, 25 Februari 2020
Bandung, Pukul 03.45
Nama saya Regan umur saya 23 tahun, seorang penjaga kasir minimarket yang terjebak di lantai bawah tanah minimarket sambil bermain kartu poker bersama 3 orang lainnya.
"Gw all in dah!" Jupri menaruh seluruh uang yang ia punya dimeja.
"Beneran nih? yang kalah mati yak" aku menaruh seluruh uang milikku juga.
"Gw pass aja deh" Tino menaruh seluruh kartu ditangannya.
"Gw juga" Raden menaruh kartu serta meminum cola yang ada di meja.
"Buka kartu lo Jup" aku menantang Jupri.
"Noh!" Jupri membuka seluruh kartu tangannya.
"Yah cuman 3 pair, gw dong flush hahaha" aku tertawa sambil mengambil seluruh uang yang ada di meja.
"Sialan, gw keatas dulu ah ngambil makanan ringan ama minuman" Jupri berjalan ke pintu besi yang dikunci oleh kami dari dalam.
Kami bertiga pun menunggu dibawah sambil membereskan kartu yang akan kita mainkan lagi. TIba-tiba terdengar suara teriakan dari lantai atas, kami bertiga pun berlari ke atas dan melihat apa yang terjadi. ternyata Jupri diserang oleh beberapa mayat hidup.
"Oi tolong gw... ahhhhh!!!
" Jupri pun tergigit dan dimakan oleh para mayat hidup yang mengelilinginya."Regan, Regan gw gak nyangka kalo omongan yang baru aja lo omong barusan langsung terjadi..." Tino melihat apa yang terjadi dari jauh bersama aku dan Raden berbicara sedikit.
Aku baru ingat kalo beberapa menit yang lalu, aku baru saja mengatakan bahwa yang kalah bakal mati dan itu beneran terjadi.
"OI! ayo cepet turun terus kunci pintunya gw ada rencana untuk kabur dari sini" Raden beranjak turun ke lantai bawah kembali.
"Baiklah" Aku dan Tino turun dengan santainya padahal para mayat hidup yang baru saja memakan Jupri, OB minimarket mulai berlarian ke arah kami.
Klankkk... pintu besi sudah ditutup kami pun mendengar rencana Raden tentang bagaimana caranya kita akan kabur dari situasi yang terjadi di kota kembang ini.
"Reg lo bawa kapak ama perbekalan secukupnya yang ada di lemari" Raden menunjuk kapak yang ada di lemari, "Tino lo bawa tuh linggis ama p3k, siapa tau kita bisa nolongin orang di jalan" Raden menyuruh Tino sambil mengambil sebuah pedang samurai di lemari khusus yang hanya ia yang memiliki kuncinya.
"Kita mau keluar lewat mana nih?" Aku bertanya kepada Raden.
"Ikut gua..." Raden menggeser lemari di sudut ruangan, "lewat inilah kita akan kabur hehe"
ruangan yang baru saja Raden buka adalah konstruksi kereta bawah tanah yang 2 tahun lalu dicanangkan oleh walikota Bandung yang sudah 2 kali menjabat (Agan-agan yang baca taulah).
"Kita mulai petualangan kita kawan!" Tino keluar dengan semangat sambil membawa senter karena keadaan cahaya disana cukup gelap.
Update!!


Part 2
Spoiler for A Stranger:
Kita bertiga keluar melalui pintu rahasia yang ada dibawah minimarket milik Raden tersebut. DI rel kereta bawah tanah tersebut memang terdapat beberapa mayat hidup para pembangun terowongan walaupun tidak terlalu banyak. Raden pun membuka peta dan mencari pintu keluar yang aman untuk mereka bertiga, Raden pun memilih tempat aman yaitu basemen ke 2 sebuah mal di Bandung yang sedang dibangun stasiun untuk kereta bawah tanah tersebut.
"Ok sekarang tujuan kita PVJ jalan sukajadi, gw yakin jam segini pasti kosong tuh maka jadinya kita dapat keluar dengan aman terus cari mobil yang bisa dijebol" Raden menutup peta yang dipegangnya.
"Siap bos~" aku menjawabnya dengan santai.
"Ya udah kalo gitu bawa senter masing-masing biar lebih gampang ngeliat jalannya" Raden memberiku salah satu senter yang ia bawa.
20 menit kemudian...
Jrashh... aku memenggal kepala salah satu mayat bergerak itu.
"Den masih jauh gak?" Tino bertanya pada Raden.
"Ga kok tinggal 1,5 km lagi..." Raden membuka peta yang dipegang olehnya.
kami bertiga pun terus berjalan mengikuti track rel kereta bawah tanah tersebut, tiba tiba terdengar suara yang sangat gaduh...
"Apaan tuh?" Aku bertanya ke Raden dan Tino.
"Ntah... mungkin cuma suara bus diatas" Raden m=terus melihat ke depan.
"Oi!!!!! semua merapat ke tembok!!!!" Tino teriak ke arah kita.
"Kenapa!???" aku bertanya.
"Ada kereta mendekat!!!!" Tino sudah merapat ke tembok disusul Raden dan aku.
Nginnnnngggggggg..... kereta itu melewati kami, aku melihat ada beberapa mayat hidup yang sedang berdiri di kereta.
"Kok kereta masih bisa jalan sih" Raden kaget.
"Bodo Ah! yang penting kita selamat." Aku menggerutu.
Beberapa menit kemudian...
Aku dan 2 lainnya akhirnya sampai di stasiun mal tersebut, kita bertiga masuk dan melihat sebuah asap. Kami pun mengikuti darimana asap itu berasal ternyata ada dua orang yang sedang duduk di dekat api tersebut.
"Siapa Kalian!?" Seseorang yang terderngar sudah tua berteriak pada kami yang tertutupi asap.
"Kami kawan!" Raden emnjawab.
"Mendekatlah!!" Seseorang tersebut menyuruh kami mendekat.
Ternyata yang barusan meneriaki kami adalah seorang kakek berumur sekitaran 65 tahun dan menggunakan baju batik serta sebuah shotgun. dan satu orang lainnya adalh seorang perempuan yang kira-kira seumuran dengan kami bertiga
"Ok sekarang tujuan kita PVJ jalan sukajadi, gw yakin jam segini pasti kosong tuh maka jadinya kita dapat keluar dengan aman terus cari mobil yang bisa dijebol" Raden menutup peta yang dipegangnya.
"Siap bos~" aku menjawabnya dengan santai.
"Ya udah kalo gitu bawa senter masing-masing biar lebih gampang ngeliat jalannya" Raden memberiku salah satu senter yang ia bawa.
20 menit kemudian...
Jrashh... aku memenggal kepala salah satu mayat bergerak itu.
"Den masih jauh gak?" Tino bertanya pada Raden.
"Ga kok tinggal 1,5 km lagi..." Raden membuka peta yang dipegang olehnya.
kami bertiga pun terus berjalan mengikuti track rel kereta bawah tanah tersebut, tiba tiba terdengar suara yang sangat gaduh...
"Apaan tuh?" Aku bertanya ke Raden dan Tino.
"Ntah... mungkin cuma suara bus diatas" Raden m=terus melihat ke depan.
"Oi!!!!! semua merapat ke tembok!!!!" Tino teriak ke arah kita.
"Kenapa!???" aku bertanya.
"Ada kereta mendekat!!!!" Tino sudah merapat ke tembok disusul Raden dan aku.
Nginnnnngggggggg..... kereta itu melewati kami, aku melihat ada beberapa mayat hidup yang sedang berdiri di kereta.
"Kok kereta masih bisa jalan sih" Raden kaget.
"Bodo Ah! yang penting kita selamat." Aku menggerutu.
Beberapa menit kemudian...
Aku dan 2 lainnya akhirnya sampai di stasiun mal tersebut, kita bertiga masuk dan melihat sebuah asap. Kami pun mengikuti darimana asap itu berasal ternyata ada dua orang yang sedang duduk di dekat api tersebut.
"Siapa Kalian!?" Seseorang yang terderngar sudah tua berteriak pada kami yang tertutupi asap.
"Kami kawan!" Raden emnjawab.
"Mendekatlah!!" Seseorang tersebut menyuruh kami mendekat.
Ternyata yang barusan meneriaki kami adalah seorang kakek berumur sekitaran 65 tahun dan menggunakan baju batik serta sebuah shotgun. dan satu orang lainnya adalh seorang perempuan yang kira-kira seumuran dengan kami bertiga
UPDATE!!!

Part 3
Spoiler for Families:
Kami bertiga akhirnya ikut duduk disekitar api dan mendengarkan apa yang sebenarnya terjadi di kota ini oleh kakek itu. Kakek itu bernama Suparna, ia adalah pensiunan TNI, kakek suparna menjelaskan bahwa para mayat bergerak tersebut bernama Infected dan virus ini menyebar cepat dari Jakarta.
"Apa kalian punya rencana?" Kakek Suparna bertanya kepada kami bertiga.
"Tidak juga, Kami baru bertujuan untuk kabur ke basement mall ini" Raden menjelaskan bagaimana kita bisa sampai ke sini.
"Begini saya punya rencana..." Kakek membuka peta kota Bandung dan menunjukkan tempat yang sudah ia tandai sebagai tempat yang aman.
Tiba-tiba HP-ku berbunyi, ternyata itu dari kakakku Rinto yang sedang kerja di Australia dan bersama kedua orang tuaku yang memang sudah setahun menetap disana.
"GAN!!!"
"Apaan kak?" Aku menjawab dengan tenang.
"Lo amankan?, Gue denger di berita kalo di Jawa ada serangan senjata biologis" Rinto bertanya karena khawatir denganku.
"Gw aman kok kak, cuman lagi nyari cara biar bisa keluar dari kota ama cari pengunsian..."
"Ya udah! kalo lo udah aman cepet cari cara biar bisa ke Australia!"
"OK! Gw yakin gw bakal survive kok kak! Assalamualaikum wr.wb."
"Wallaikumsalam Wr. Wb" Rinto menutup telpon tersebut.
Aku pun mendengarkan rencana yang sedang dijelaskan oleh kakek Suparna walau pun tidak mendengar awalnya tapi intinya kita pertama-tama bakal ke daerah cihampelas buat nyari senapan lalu pergi ke bandara Husein Sastranegara, Bandara itu adalah salah satu tempat pengungsian yang cukup aman di Kota Bandung. Kami berlima akan mencoba kabur menaiki mobil Jeep khusus milik kakek Suparna yang terparkir dekat pintu masuk basement.
Kami pun pergi meninggalkan tempat tersebut dan pergi ke tempat parkir. Kami ber5 sampai di depan pintu dan melihat beberapa infected mencoba membuka pintu yang ditahan oleh 3 kursi yang ditumpuk oleh kakek Suparna dan seorang perempuan yang belum memperkenalkan dirinya kepada kami.
Kakek Suparna menyuruh kami untuk menggeser seluruh kursi yang ditumpuk, kami menggesernya dan kakek Suparna pun mengisi shotgun yang ia bawa dengan peluru.
"Kursinya udah semua?" Kakek Suparna bertanya.
"YA!!!" kami bertiga langsung lari ke belakang kakek Suparna.
DUARRR... DUARRRR... DUARRR...
Seluruh infected yang menghalangi pintu pun telah terbunuh oleh Shotgun yang ditembakkan kakek Suparna. Kami berlima langsung lari ke mobil Jeep dan melihat ternyata dibelakang Jeep tersebut terdapat minigun dengan peluru lengkap.
Kami berlima pun naik, Kakek Suparna duduk bersama Raden didepan yang disuruh untuk menyetir mobil Jeep. Aku dan Tino pun memegang minigun dibelakang untuk menghancurkan seluruh infected yang menghalangi. Lalu perempuan yang belum diketahui namnya tersebut berlindung di tengah.
Raden menginjak Gas mobil jeep dan pergi mencari jalan keluar dari Basemen mall tersebut.
Up

Part 4
Spoiler for City Ruins:
Kami berkeliling di basemen hingga akhirnya Raden menemukan jalan naik di salah satu sudut ruangan. Kami berlima sudah di B1 dan menuju palang pintu keluar. Kakek Suparna pun berteriak.
"Yang dibelakang siap!!!!"
"SIAP!!!" Aku dan Tino menjawab.
"Putar minigunnya ke depan dan tebak palang itu hingga hancur lalu putarkan ke belakang tembak seluruh Infected yang mengejar"
"Ya!!!"
DRRRRRTTTT!
Aku menarik penembak minigun tersebut dan menembaki palang besi hingga hancur dan menembaki Infected yang menghalangi. Tino mengisi peluru ketika minigun tersebut kehabisan peluru.
DUARRR DUARRR
Di tempat duduk depan kakek Suparna yang duduk disebelah kiri Raden menembaki para Infectef yang menghalangi di depan mobil.
Raden yang sudah mengetahui seluk beluk jalan di Bandung, Jadi ia memutuskan untuk melewati jalan tikus yang memotong langsung ke jalan cihampelas.
15 menit pun berlalu, kami sudah sampai di jalan cihampelas. Keadaan disana sangat kacau sebagian besar warga sudah terkena virus menjadi Infected. Kami melihat 2 orang pria sedang berlari di trotoar dikejar beberapa Infected, Aku menembak seluruh Infected yang mengejar. Mereka berdua mencoba berlari ke arah mobil kami namun mereka berdua diserang oleh banyak Infected.
"Yak! kita gagal menyelamtkan mereka" Tino berbicara.
"Ya sudah yang penting kita bisa melewati jalan ini dengan selamat" Kakek Suparna terus menembaki Infected yang menyerang.
Akhirnya kami sampai di salah satu trotoar jalan cihampelas yang terdapat sisa-sisa Senapan yang dijual di pinggir jalan. Kakek Suparna menyuruh kami bertiga mengambil seluruh senapan dan beberapa kotak peluru yang tergeletak di tanah.
"Ahahaii!! Senjata baru" Tino sedikit senang.
DUARRR
"Jangan terlalu santai No, lu hampir kegigit tuh" Aku menembak salah satu Infected.
"Hey kalian bertiga coba lihat disana" Kakek Suparna menunjuk ke arah sebuah gedung di jalan cihampelas.

for updatePart 5 - Fin
Spoiler for A Call:
Kakek Suparna menunjuk ke arah gedung 10 lantai yang di atapnya terlihat beberapa orang survivor di atapnya. Di gedung tersebut terjadi kebakaran di lantai 1 sampai lantai 3.
"OI apa kita mau menyelamatkan mereka semua?" TIno bertanyakepada kakek Suparna.
"Kalau bisa mungkin saja" Kakek Suparna menembak 2 infected di dekat mobil.
Tiba-tiba gedung tersebut terlihat bergerak lalu beberapa menit kemudian runtuh ke arah jalan yang menyebabkan jalan menjadi buntu. Jalanan terasa sedikit bergetar seperti gempa dan tertutup kabut abu gedung yang baru saja runtuh karena pondasinya yang telah rapuh dilalap api. Tiba-tiba terdengar suara teriakan.
"AAAGGGGHHHH!!!" Aku melihat tangan Raden tergigit seekor Infected, aku menembak Infected tersebut namun tiba-tiba muncul 3 infected yang menyerang Raden dan 2 infected lain menyerang-ku.
BANG... BANG...
"Regan!!! Tino!!! cepat lari ke jeep kakek! biarin gw disini soalnya gw ga tentu selamat!!!" Raden menembak beberapa infected di dekatku dan berlari ke arah lain dikejar infected-infected lain.
"Raden!!!!!" Tino berteriak memanggil dari jeep.
"Ayo nak, aku harap ia selamat..." Kakek Suparna menyalakan mobil jeep-nya dan aku naik ke jeep tersebut.
Kakek Suparna memutarkan mobilnya ke jalan cipaganti dengan hati-hati. Belum 5 menit kami bergerak pergi dari reruntuhan gedung tiba-tiba seseorang menghubungi walkie-talkie mobil jeep kakek Suparna.
"Apa ada orang? kami dari cihampelas no 173" seseorang dari walkie talkie bertanya.
"Regan angkatlah..." Kakek Suparna menyuruh-ku menjawab Walkie Talkie tersebut.
"YA!!! kami ada di cipaganti, kami butuh beberapa bantuan..." aku menjawab panggila tersebut.
"Baiklah mungkin kalian bisa bawa grup kalian terlebih dahulu ke depan markas kami..." seseorang tersebut menjawab.
"Markas anda dimana? kami baru saja dari jalan cihampelas dekat bangunan yang baru saja runtuh membawa beberapa senjata dan amunisi." aku menjawab dengan keadaan yang terjadi pada kami.
"Ok! masuklah lewat pintu belakang apabila dari daerah bawah cipaganti, saat ketemu pom bensin langsung beloklah ke kanan, oke. saya tutup."
"YA!!! tutup" Aku menaruh walkie dan berbicara ke Kakek Suparna untuk pergi ke tempat yang dituju.
10 Menit Kemudian...
Kami ber-empat akhirnya sampai di pom bensin dan hanya ada beberapa infected disana. Aku melihat ke kanan dan melihat ada 2 orang yang berdiri membawa kode asap di sana. kami ber-empat pun berlari ke arah sana.
"OI apa kita mau menyelamatkan mereka semua?" TIno bertanyakepada kakek Suparna.
"Kalau bisa mungkin saja" Kakek Suparna menembak 2 infected di dekat mobil.
Tiba-tiba gedung tersebut terlihat bergerak lalu beberapa menit kemudian runtuh ke arah jalan yang menyebabkan jalan menjadi buntu. Jalanan terasa sedikit bergetar seperti gempa dan tertutup kabut abu gedung yang baru saja runtuh karena pondasinya yang telah rapuh dilalap api. Tiba-tiba terdengar suara teriakan.
"AAAGGGGHHHH!!!" Aku melihat tangan Raden tergigit seekor Infected, aku menembak Infected tersebut namun tiba-tiba muncul 3 infected yang menyerang Raden dan 2 infected lain menyerang-ku.
BANG... BANG...
"Regan!!! Tino!!! cepat lari ke jeep kakek! biarin gw disini soalnya gw ga tentu selamat!!!" Raden menembak beberapa infected di dekatku dan berlari ke arah lain dikejar infected-infected lain.
"Raden!!!!!" Tino berteriak memanggil dari jeep.
"Ayo nak, aku harap ia selamat..." Kakek Suparna menyalakan mobil jeep-nya dan aku naik ke jeep tersebut.
Kakek Suparna memutarkan mobilnya ke jalan cipaganti dengan hati-hati. Belum 5 menit kami bergerak pergi dari reruntuhan gedung tiba-tiba seseorang menghubungi walkie-talkie mobil jeep kakek Suparna.
"Apa ada orang? kami dari cihampelas no 173" seseorang dari walkie talkie bertanya.
"Regan angkatlah..." Kakek Suparna menyuruh-ku menjawab Walkie Talkie tersebut.
"YA!!! kami ada di cipaganti, kami butuh beberapa bantuan..." aku menjawab panggila tersebut.
"Baiklah mungkin kalian bisa bawa grup kalian terlebih dahulu ke depan markas kami..." seseorang tersebut menjawab.
"Markas anda dimana? kami baru saja dari jalan cihampelas dekat bangunan yang baru saja runtuh membawa beberapa senjata dan amunisi." aku menjawab dengan keadaan yang terjadi pada kami.
"Ok! masuklah lewat pintu belakang apabila dari daerah bawah cipaganti, saat ketemu pom bensin langsung beloklah ke kanan, oke. saya tutup."
"YA!!! tutup" Aku menaruh walkie dan berbicara ke Kakek Suparna untuk pergi ke tempat yang dituju.
10 Menit Kemudian...
Kami ber-empat akhirnya sampai di pom bensin dan hanya ada beberapa infected disana. Aku melihat ke kanan dan melihat ada 2 orang yang berdiri membawa kode asap di sana. kami ber-empat pun berlari ke arah sana.
<Bersambung ke>
Spoiler for :
Quote:
Spoiler for Credits:
Side Story by : WIelderburgJ
Character List :
- Regan
- Tino
- Raden [Unknown Faith]
- Jupri [Death]
- Suparna
- Rinto
- Unknown Girl
Character List :
- Regan
- Tino
- Raden [Unknown Faith]
- Jupri [Death]
- Suparna
- Rinto
- Unknown Girl
Diubah oleh wielderburgj 30-05-2014 21:09
0
Kutip
Balas

