- Beranda
- Stories from the Heart
Terlahir Karena Tak Diinginkan (Based on true story)
...
TS
cicitwits
Terlahir Karena Tak Diinginkan (Based on true story)
Hai kaskuser...
Gak terasa nih thread ane udah masuk tahun ke 5.
Terima kasih untuk yg sudah baca², subscribe & ngecendolin ya 😊
Terima kasih untuk segala support nya semoga thread ini bisa menyemangati sesama.
Kreatifitas dari agan ini...
Gak terasa nih thread ane udah masuk tahun ke 5.
Terima kasih untuk yg sudah baca², subscribe & ngecendolin ya 😊
Terima kasih untuk segala support nya semoga thread ini bisa menyemangati sesama.
Quote:
Panggil aja aku, CIKA.
Iya, itu memang nama panggilan dari keluarga ku yg di Bandung. Maklum keluarga ku ada dimana-mana, aku dan ortu suka pindah2 tempat tinggal. Aku kuliah di salah satu universitas ternama di Semarang.
Iya, itu memang nama panggilan dari keluarga ku yg di Bandung. Maklum keluarga ku ada dimana-mana, aku dan ortu suka pindah2 tempat tinggal. Aku kuliah di salah satu universitas ternama di Semarang.
Kreatifitas dari agan ini...

Quote:
INDEX
Quote:
#page1#page2 #page3 #page4 #page5 #page6 #page7 #page8 #page9 #page10
#page11 #page12 #page13 #page14 #page15 #page16 #page17 #page18 #page19 #page20
#page21 #page22 #page23 #page24 #page25 #page26 #page27 #page28 #page29 #page30
#page31 #page32 #page33 #page34 #page35 #page36 #page37 #page38 #page39 #page40
#page41 #page42 #page43 #page44 #page45 #page46 #page47 #page48 #page49 #page50
#page51 #page52 #page53 #page54 #page55 #page56 #page57 #page58 #page59 #page60
#page61 #page62 #page63 #page64 #page65 #page66 #page67 #page68 #page69 #page70
#page71 #page72 #page73 #page74 #page75 #page76 #page77 #page78 #page79 #page80
#page81 #page82 #page83 #page84 #page85 #page86 #page87 #page88 #page89 #page90
#page91 #page92 #page93 #page94 #page95 #page96 #page97 #page98 #page99 #page100
#page101 #page102 #page103 #page104 #page105 #page106 #page107 #page108 #page109 #page110 #page111 #page112 #page113 #page114 #page115 #page116 >> page 117
#page11 #page12 #page13 #page14 #page15 #page16 #page17 #page18 #page19 #page20
#page21 #page22 #page23 #page24 #page25 #page26 #page27 #page28 #page29 #page30
#page31 #page32 #page33 #page34 #page35 #page36 #page37 #page38 #page39 #page40
#page41 #page42 #page43 #page44 #page45 #page46 #page47 #page48 #page49 #page50
#page51 #page52 #page53 #page54 #page55 #page56 #page57 #page58 #page59 #page60
#page61 #page62 #page63 #page64 #page65 #page66 #page67 #page68 #page69 #page70
#page71 #page72 #page73 #page74 #page75 #page76 #page77 #page78 #page79 #page80
#page81 #page82 #page83 #page84 #page85 #page86 #page87 #page88 #page89 #page90
#page91 #page92 #page93 #page94 #page95 #page96 #page97 #page98 #page99 #page100
#page101 #page102 #page103 #page104 #page105 #page106 #page107 #page108 #page109 #page110 #page111 #page112 #page113 #page114 #page115 #page116 >> page 117
Quote:
Diubah oleh cicitwits 29-12-2018 17:10
anasabila memberi reputasi
3
200.4K
Kutip
977
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
cicitwits
#533
#page63
Spoiler for :
Beberapa bulan pdkt, aku dan Kak Nosa pun akhirnya jadian.
Selama pacaran kita hanya bertemu setiap pulang sekolah, tak ada yg berubah. Hanya statusnya saja yg berubah. Hingga suatu hari aku mengungkapkan kejenuhan ku.
Kemudian aku meminta ijin kepada Bunda, itu pun setelah beberapa hari, Rabu, Kamis, Jumat. Ntahlah, aku takut mengatakannya, karena selama ini aku jarang kemana2, alias kuper. Aku pergi ke Gramed dengan alasan mencari artikel untuk tugas sekolah dan pergi dengan teman2 sekolah juga. Aku bekal uang seadanya yg ada di celengan. Jaga2 kalo ada apa2.
Hari Minggu yg aku nanti2 pun tiba. Aku bersiap berangkat, dandan serapi mungkin. Sesuai janji, kita bertemu di warung dekat SMA-nya. Lalu, kita sama2 berangkat naik angkot dahulu menuju stasiun kereta. Aku merasakan perhatiannya selama perjalanan.
Dan yg paling aku rasakan adalah rasa bebas ketika kereta ekonomi yg kita tumpangi perlahan mulai melaju. Sejenak, aku pejamkan mata, merasakan hembusan angin kebebasan yg begitu terasa di setiap helai rambut ku. Cerahnya langit memberikan warna yg kontras pada persawahan, kilauan air mengalir diliukan sungai2 kecil. Dan warna-warni layang2 yg menghiasi keindahan langit, seakan awan yg bergerak pun tak mau kalah menampakkan bentuk2 tak terduga.
Setiap stasiun2 kecil kita lewati, hingga sampai di stasiun yg kita tuju, yaitu Kircon singkatan dari Kiaracondong.
Akhirnya setelah hujan reda, aku dan Kak Nosa pulang. Menyebrangi jalan, lalu naik angkot menuju stasiun Kircon. Selama di McD tadi, aku lebih banyak diam. Diam dalam emosi. Sekitar 2 jam menanti kereta tujuan, dan perjalanan pulang sekitar 1 jam tiba di rumah.
Sesampainya di rumah pada petang hari, aku bergegas mandi. Dan masih tak banyak bicara.
Quote:
Kak Nosa : ”Cika, aku mau bilang sesuatu...”
Aku : ”Iya, bilang apa Kak?”
Kak Nosa : ”Dari awal kenalan, aku suka sama kamu, boleh gak hubungan kita bisa lebih dari sekedar teman?”
Aku : ”Maksudnya Kak?”
Kak Nosa : ”Yach?! Maksudnya...jadi pacar gitu?”
Aku : ”Hehehehe...becanda kok, iya Kak, aku juga suka..”
Kak Nosa : ”Serius?”
Aku : ”Gak serius sih. Ya seriuslah hehehe...”
Kak Nosa : ”Berarti mulai sekarang kita jadian ya...”
Aku : ”Iya, bilang apa Kak?”
Kak Nosa : ”Dari awal kenalan, aku suka sama kamu, boleh gak hubungan kita bisa lebih dari sekedar teman?”
Aku : ”Maksudnya Kak?”
Kak Nosa : ”Yach?! Maksudnya...jadi pacar gitu?”
Aku : ”Hehehehe...becanda kok, iya Kak, aku juga suka..”
Kak Nosa : ”Serius?”
Aku : ”Gak serius sih. Ya seriuslah hehehe...”
Kak Nosa : ”Berarti mulai sekarang kita jadian ya...”
Selama pacaran kita hanya bertemu setiap pulang sekolah, tak ada yg berubah. Hanya statusnya saja yg berubah. Hingga suatu hari aku mengungkapkan kejenuhan ku.
Quote:
Aku : ”Bosen gak sih kalo kita hanya ketemu setiap pulang sekolah, trus malem Minggu juga kamu gak pernah ngapel? Kayaknya rumah kita gak begitu jauh kan?”
Kak Nosa : ”Kamu kok bilang gitu sih? Kamu kan tau kalo malem, aku jaga adik ku yg masih kecil, aku gak boleh keluar2 rumah...”
Aku : ”Ya udah ajak aku jalan2 kemana kek??”
Kak Nosa : ”Kamu mau jalan2 kemana?”
Aku : ”Gak tau, aku kan jarang pergi2 juga...”
Kak Nosa : ”Ok, suka baca2 buku gak?”
Aku : ”Heem...lumayan sih...”
Kak Nosa : ”Ok, minggu depan hari Minggu-nya kita ke toko buku Gramedia, gimana?”
Aku : ”Trus di sana baca buku doang?”
Kak Nosa : ”Yaaa kalo kamu udah bosen baca buku, kita cari tempat lain, Gramednya luas kok, nyaman baca2 bukunya...”
Aku : ”Ya udah...hari Minggu ya? Trus pulangnya jam berapa?”
Kak Nosa : ”Ya....sore sih kayaknya...”
Aku : ”Ya udah..nanti aku minta ijin dulu..”
Kak Nosa : ”Kamu kok bilang gitu sih? Kamu kan tau kalo malem, aku jaga adik ku yg masih kecil, aku gak boleh keluar2 rumah...”
Aku : ”Ya udah ajak aku jalan2 kemana kek??”
Kak Nosa : ”Kamu mau jalan2 kemana?”
Aku : ”Gak tau, aku kan jarang pergi2 juga...”
Kak Nosa : ”Ok, suka baca2 buku gak?”
Aku : ”Heem...lumayan sih...”
Kak Nosa : ”Ok, minggu depan hari Minggu-nya kita ke toko buku Gramedia, gimana?”
Aku : ”Trus di sana baca buku doang?”
Kak Nosa : ”Yaaa kalo kamu udah bosen baca buku, kita cari tempat lain, Gramednya luas kok, nyaman baca2 bukunya...”
Aku : ”Ya udah...hari Minggu ya? Trus pulangnya jam berapa?”
Kak Nosa : ”Ya....sore sih kayaknya...”
Aku : ”Ya udah..nanti aku minta ijin dulu..”
Kemudian aku meminta ijin kepada Bunda, itu pun setelah beberapa hari, Rabu, Kamis, Jumat. Ntahlah, aku takut mengatakannya, karena selama ini aku jarang kemana2, alias kuper. Aku pergi ke Gramed dengan alasan mencari artikel untuk tugas sekolah dan pergi dengan teman2 sekolah juga. Aku bekal uang seadanya yg ada di celengan. Jaga2 kalo ada apa2.
Hari Minggu yg aku nanti2 pun tiba. Aku bersiap berangkat, dandan serapi mungkin. Sesuai janji, kita bertemu di warung dekat SMA-nya. Lalu, kita sama2 berangkat naik angkot dahulu menuju stasiun kereta. Aku merasakan perhatiannya selama perjalanan.
Dan yg paling aku rasakan adalah rasa bebas ketika kereta ekonomi yg kita tumpangi perlahan mulai melaju. Sejenak, aku pejamkan mata, merasakan hembusan angin kebebasan yg begitu terasa di setiap helai rambut ku. Cerahnya langit memberikan warna yg kontras pada persawahan, kilauan air mengalir diliukan sungai2 kecil. Dan warna-warni layang2 yg menghiasi keindahan langit, seakan awan yg bergerak pun tak mau kalah menampakkan bentuk2 tak terduga.
Setiap stasiun2 kecil kita lewati, hingga sampai di stasiun yg kita tuju, yaitu Kircon singkatan dari Kiaracondong.
Quote:
Aku : ”Oh...ini yg namanya stasiun Kircon ya..trus habis ini kita naik angkot kemana?”
Kak Nosa : ”Bentar2 Cik, aku lupa habis ini kemana lagi??”
Aku : ”APA?! Katanya tau jalan, kok malah lupa sih, trus gimana? Tanya2 orang aja deh, dari pada nyasar?”
Kak Nosa : ”Duuh, kita diem sini dulu deh..”
Aku : ”Kok.....”
Yg tadinya udah seneng, berubah jadi sebel. Sepertinya wajah cemberut ku telah menarik perhatian orang yg berlalulalang. Yach, terdampar di stasiun.
Aku : ”Trus sekarang gimana? Kok malah diem gini...”
Kak Nosa : ”Kamu ada usul mau kemana, gak? Kayaknya kita kelewatan 1 stasiun nih, harusnya turun di Cikudapateuh...””
Aku : ”Kalo naik angkot jauh gak?”
Kak Nosa : ”Lumayan jauh sih... Gimana?”
Aku : ”Yach...aku juga gak tau stasiun ini deket apa, kalo gak salah dulu pergi ke BSM tuh liat banyak angkot tulisannya Kircon, tanya orang aja deh?”
Kak Nosa : ”Ya udah, ke BSM aja yuk? Eh, btw kamu pernah ke BSM sama siapa?”
Aku : ”Sama keluarga bareng2 naik mobilnya Bibi, kenapa gitu?”
Kak Nosa : ”Oh...nanya aja, kan kamu bilang gak tau jalan2 di Bandung..”
Aku : ”Duuuh...kayaknya aku udah pernah cerita soal itu deh, sekarang kemana? Jadi ke BSM atau mau pulang aja?”
Kak Nosa : ”Ya...iya ke BSM, tapi kamu yg nanya ya?”
Duuuh rasanya jengkel banget hari ini. Kemarin bilangnya tau, dan aku yakin bisa sampai tujuan karena dari pembicaraannya Kak Nosa terlihat tau banyak. Aku bertanya kepada supir angkot yg sedang menunggu penumpang.
Aku : ”Punten a, mun bade ka BSM angkotna numana nyak? (Permisi mas, kalo mau ke BSM angkotnya yg mana ya?)”
Supir : ”Ieu ge ngaliwat ka BSM mah neng.. (ini juga ngelewat ke BSM neng..)”
Sebenarnya aku merasa ragu tapi siapa lagi yg bisa aku percaya.
Aku : ”Eh..bener gak sih, katanya naik angkot ini?”
Kak Nosa : ”Kata supirnya nanti lewat BSM kan..”
Aku : ”Tapi aku kok ngerasa ragu2 ya... Haamh ya udah deh, yuk naik..”
Satu persatu penumpang mulai memenuhi angkot ini. Untuk lebih meyakinkan lagi, aku mengulang pertanyaan kepada supir angkot itu.
Aku : ”Leres nyak a, engke ngalewatan BSM? (Bener ya mas, nanti ngelewatin BSM?)”
Supir : ”Nyak...nyak neng... (Iya...iya neng...)”
Angkot mulai melaju, aku melihat2 di sekeliling jalan yg dilewati.
Aku : ”Kok gak nyampe2 sih, dari tadi muter2...”
Kak Nosa : ”Udah...bentar lagi juga nyampe...”
Aku : ”Kayak yg tau aja jalan sini..”
Kak Nosa : ”Hehehehe...”
Aku : ”Kayaknya aku tau jalan daerah ini, kok ada stasiun lagi deket sini?”
Kak Nosa : ”Mana? Masa sih?”
Aku : Arrrggh...ya ampun Kak Nosa, kita nyasar, kamu gak merhatiin jalan2 yg dari tadi dilewatin?”
Aku : ”Loh ini kan balik lagi ke Kircon ya a? Mana BSM-nya?”
Supir : ”Mau kemana neng?”
Aku : ”Eh..ai si aa, mau ke BSM atuh... “
Supir : ”Ke BSM mah, bukan naik angkot ini neng..”
Aku : ”Tadi ku urang ditanya teh, cenah naek angkot ini, kumaha sih a...malah mutar-muter titatadi... (Tadi sama saya ditanya, katanya naik angkot ini, gimana sih mas..malah muter2 dari tadi..)”
Selain dikerjain sama tukang angkot itu, langit berubah menjadi mendung, hujan pun turun. Saat ini bukan hari baik ku.
Aku : ”Ya udah, turun depan McD aja a, tebaleg da si aa teh (gak bener sih si aa)”
Kak Nosa : ”Turun sini?”
Aku : ”IYA..”
Saat aku mengeluarkan uang untuk bayar angkot. Tiba-tiba.....
Kak Nosa : ”Eh...berapa? Aku yg bayar..”
Dalam hati :
”Dari tadi kek, tau mau bayar gini, lagaknya... Sebel banget deh, dah nyasar, hujan, ini lagi supir angkot gila.. Tau gini mending gak usah berangkat deh..”
Aku : ”Duuh cepetan hujannya deres nih..ngeluarin uang aja lama..”
Kak Nosa : ”Iya nyari receh nih...”
Aku : ”Dah..ini a uangnya..”
Kak Nosa : ”Eh..jangan2 ga enak, aduuuh...nih...ada, ni a..”
Dan kita pun berlarian untuk sampai ke dalam Mcd. Jadi inget film India.
Aku : ”Coba tadi pake uang ku dulu, gak bakalan sebasah ini bajunya..”
Aku merasakan wajah ku mulai memerah, air mata mulai mengisi sudut2 mata. Aku mencari tempat duduk yg nyaman untuk menenangkan diri sejenak. Kak Nosa pun mengikuti ku.
5 menit....hening
10 menit kemudian....
Aku : ”Trus kita di sini gak pesen makanan apa2?”
Kak Nosa : ”iya...iya...pesen aja...”Dengan tampang tak berdosa.
Aku : ”Pesennya langsung di kasir, pelayannya gak bakalan nyamperin sini, gimana sih??”
Kak Nosa : ”Kamu yg pesen deh..aku malu..”
Aku : ”Asss....tagaaaa...”
Aku bangkit dari duduk, rasanya ingin berteriak lantang di depan Kak Nosa,
”AKU gak bakal lupaaaaa sama hari iniiiiiii....”
yap, tapi itu hanya ingin aku lakukan, aku tak serius melakukannya. Aku pergi untuk memesan makanan, tanpa sepatah kata lagi.
Kak Nosa : ”Eh...ini uangnya...”
Aku terus berjalan. Memesan ini dan itu. Sementara Kak Nosa berdiri di belakang ku.
Aku : ”Kamu mau makan apa?”
Kak Nosa : ”Apa ya?”
Aku : ”Ya apa, cepetan deh..dari tadi lama mulu...”
Kak Nosa : ”Bentar2 Cik, aku lupa habis ini kemana lagi??”
Aku : ”APA?! Katanya tau jalan, kok malah lupa sih, trus gimana? Tanya2 orang aja deh, dari pada nyasar?”
Kak Nosa : ”Duuh, kita diem sini dulu deh..”
Aku : ”Kok.....”
Yg tadinya udah seneng, berubah jadi sebel. Sepertinya wajah cemberut ku telah menarik perhatian orang yg berlalulalang. Yach, terdampar di stasiun.
Aku : ”Trus sekarang gimana? Kok malah diem gini...”
Kak Nosa : ”Kamu ada usul mau kemana, gak? Kayaknya kita kelewatan 1 stasiun nih, harusnya turun di Cikudapateuh...””
Aku : ”Kalo naik angkot jauh gak?”
Kak Nosa : ”Lumayan jauh sih... Gimana?”
Aku : ”Yach...aku juga gak tau stasiun ini deket apa, kalo gak salah dulu pergi ke BSM tuh liat banyak angkot tulisannya Kircon, tanya orang aja deh?”
Kak Nosa : ”Ya udah, ke BSM aja yuk? Eh, btw kamu pernah ke BSM sama siapa?”
Aku : ”Sama keluarga bareng2 naik mobilnya Bibi, kenapa gitu?”
Kak Nosa : ”Oh...nanya aja, kan kamu bilang gak tau jalan2 di Bandung..”
Aku : ”Duuuh...kayaknya aku udah pernah cerita soal itu deh, sekarang kemana? Jadi ke BSM atau mau pulang aja?”
Kak Nosa : ”Ya...iya ke BSM, tapi kamu yg nanya ya?”
Duuuh rasanya jengkel banget hari ini. Kemarin bilangnya tau, dan aku yakin bisa sampai tujuan karena dari pembicaraannya Kak Nosa terlihat tau banyak. Aku bertanya kepada supir angkot yg sedang menunggu penumpang.
Aku : ”Punten a, mun bade ka BSM angkotna numana nyak? (Permisi mas, kalo mau ke BSM angkotnya yg mana ya?)”
Supir : ”Ieu ge ngaliwat ka BSM mah neng.. (ini juga ngelewat ke BSM neng..)”
Sebenarnya aku merasa ragu tapi siapa lagi yg bisa aku percaya.
Aku : ”Eh..bener gak sih, katanya naik angkot ini?”
Kak Nosa : ”Kata supirnya nanti lewat BSM kan..”
Aku : ”Tapi aku kok ngerasa ragu2 ya... Haamh ya udah deh, yuk naik..”
Satu persatu penumpang mulai memenuhi angkot ini. Untuk lebih meyakinkan lagi, aku mengulang pertanyaan kepada supir angkot itu.
Aku : ”Leres nyak a, engke ngalewatan BSM? (Bener ya mas, nanti ngelewatin BSM?)”
Supir : ”Nyak...nyak neng... (Iya...iya neng...)”
Angkot mulai melaju, aku melihat2 di sekeliling jalan yg dilewati.
Aku : ”Kok gak nyampe2 sih, dari tadi muter2...”
Kak Nosa : ”Udah...bentar lagi juga nyampe...”
Aku : ”Kayak yg tau aja jalan sini..”
Kak Nosa : ”Hehehehe...”
Aku : ”Kayaknya aku tau jalan daerah ini, kok ada stasiun lagi deket sini?”
Kak Nosa : ”Mana? Masa sih?”
Aku : Arrrggh...ya ampun Kak Nosa, kita nyasar, kamu gak merhatiin jalan2 yg dari tadi dilewatin?”
Aku : ”Loh ini kan balik lagi ke Kircon ya a? Mana BSM-nya?”
Supir : ”Mau kemana neng?”
Aku : ”Eh..ai si aa, mau ke BSM atuh... “
Supir : ”Ke BSM mah, bukan naik angkot ini neng..”
Aku : ”Tadi ku urang ditanya teh, cenah naek angkot ini, kumaha sih a...malah mutar-muter titatadi... (Tadi sama saya ditanya, katanya naik angkot ini, gimana sih mas..malah muter2 dari tadi..)”
Selain dikerjain sama tukang angkot itu, langit berubah menjadi mendung, hujan pun turun. Saat ini bukan hari baik ku.
Aku : ”Ya udah, turun depan McD aja a, tebaleg da si aa teh (gak bener sih si aa)”
Kak Nosa : ”Turun sini?”
Aku : ”IYA..”
Saat aku mengeluarkan uang untuk bayar angkot. Tiba-tiba.....
Kak Nosa : ”Eh...berapa? Aku yg bayar..”
Dalam hati :
”Dari tadi kek, tau mau bayar gini, lagaknya... Sebel banget deh, dah nyasar, hujan, ini lagi supir angkot gila.. Tau gini mending gak usah berangkat deh..”
Aku : ”Duuh cepetan hujannya deres nih..ngeluarin uang aja lama..”
Kak Nosa : ”Iya nyari receh nih...”
Aku : ”Dah..ini a uangnya..”
Kak Nosa : ”Eh..jangan2 ga enak, aduuuh...nih...ada, ni a..”
Dan kita pun berlarian untuk sampai ke dalam Mcd. Jadi inget film India.

Aku : ”Coba tadi pake uang ku dulu, gak bakalan sebasah ini bajunya..”
Aku merasakan wajah ku mulai memerah, air mata mulai mengisi sudut2 mata. Aku mencari tempat duduk yg nyaman untuk menenangkan diri sejenak. Kak Nosa pun mengikuti ku.
5 menit....hening
10 menit kemudian....
Aku : ”Trus kita di sini gak pesen makanan apa2?”
Kak Nosa : ”iya...iya...pesen aja...”Dengan tampang tak berdosa.
Aku : ”Pesennya langsung di kasir, pelayannya gak bakalan nyamperin sini, gimana sih??”
Kak Nosa : ”Kamu yg pesen deh..aku malu..”
Aku : ”Asss....tagaaaa...”
Aku bangkit dari duduk, rasanya ingin berteriak lantang di depan Kak Nosa,
”AKU gak bakal lupaaaaa sama hari iniiiiiii....”
yap, tapi itu hanya ingin aku lakukan, aku tak serius melakukannya. Aku pergi untuk memesan makanan, tanpa sepatah kata lagi.
Kak Nosa : ”Eh...ini uangnya...”
Aku terus berjalan. Memesan ini dan itu. Sementara Kak Nosa berdiri di belakang ku.
Aku : ”Kamu mau makan apa?”
Kak Nosa : ”Apa ya?”
Aku : ”Ya apa, cepetan deh..dari tadi lama mulu...”
Akhirnya setelah hujan reda, aku dan Kak Nosa pulang. Menyebrangi jalan, lalu naik angkot menuju stasiun Kircon. Selama di McD tadi, aku lebih banyak diam. Diam dalam emosi. Sekitar 2 jam menanti kereta tujuan, dan perjalanan pulang sekitar 1 jam tiba di rumah.
Sesampainya di rumah pada petang hari, aku bergegas mandi. Dan masih tak banyak bicara.
Diubah oleh cicitwits 23-03-2014 12:28
0
Kutip
Balas
