- Beranda
- Stories from the Heart
I will marry you, but not you [based on true story]
...
TS
benedicta33
I will marry you, but not you [based on true story]
Halo Agan-agan, dan Sista-sita.
Saya mau berbagi pengalaman cerita saya selama 3 (tiga) tahun terakhir.
Karena saya newbie, jadi tolong dibantu kalau ada penulisan yang salah.
Saya tidak memberikan banyak peraturan, peraturan yang saya beri adalah
1. JANGAN SARA,
2. JANGAN KOMENTARIN PAKE KATA" KASAR.
3. TOLONG HARGAI PRIVACY SAYA SEBAGAI TS
4. KALAU BELUM DI UPDATE SABAR AJA, SAYA JUGA FOKUS SAMA RL SAYA
Saya membuat cerita per part, dan nama tokoh yang asli disamarkan, kecuali nama saya. Cerita ini mengandung 100% real (maap sedikit lebay hehehe
)
Maaf kalo ada kata" yang salah atau kurang berkenan. Saya sedang belajar menulis, saya sangat membutuhkan dan menghargai komentar kalian.
Terima kasih
Saya mau berbagi pengalaman cerita saya selama 3 (tiga) tahun terakhir.
Karena saya newbie, jadi tolong dibantu kalau ada penulisan yang salah.
Saya tidak memberikan banyak peraturan, peraturan yang saya beri adalah
1. JANGAN SARA,
2. JANGAN KOMENTARIN PAKE KATA" KASAR.
3. TOLONG HARGAI PRIVACY SAYA SEBAGAI TS
4. KALAU BELUM DI UPDATE SABAR AJA, SAYA JUGA FOKUS SAMA RL SAYA
Saya membuat cerita per part, dan nama tokoh yang asli disamarkan, kecuali nama saya. Cerita ini mengandung 100% real (maap sedikit lebay hehehe
)Maaf kalo ada kata" yang salah atau kurang berkenan. Saya sedang belajar menulis, saya sangat membutuhkan dan menghargai komentar kalian.
Terima kasih

Spoiler for Indeks:
Spoiler for New Life:
Spoiler for Why?:
Spoiler for Next Life:
Spoiler for Pergulatan Batin:
Spoiler for Panggilanku dan panggilanmu:
Spoiler for Masa Kelam:
Spoiler for Just you and me:
Diubah oleh benedicta33 12-06-2014 21:14
JabLai cOY dan anasabila memberi reputasi
2
159K
998
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
benedicta33
#799
Part 69
Akhirnya aku sampai juga dirumah kakaknya Hendri. Perasaanku sungguh campur aduk, apa sih yang mau diomongin Hendri? Apa sih yang bakal terjadi selanjutanya? Semua pertanyaan itu berkecamuk di otakku. Rasanya ingin cepat beres dari keadaan seperti ini. Ah, daripada aku terus menerus berpikir negatif, lebih baik aku aku urus sekarang masalah ini.
Aku memencet bel rumah kakaknya, dan beberapa detik kemudian Hendri membuka pintunya.
Aku pulang dengan perasaan marah, sungguh, aku gak habis pikir, selama ini aku sangat menyayangi Hendri dan mengapa orang yang aku sayangi selalu menyakiti hatiku? Mengapa dia ga sadar betapa aku mencintai dia? Apakah dia hanya menganggap aku anak kecil yang bisa diajak main? Apakah dia hanya menganggap aku ah boneka yang gampang didapatkan dan gampang dibuang juga??
Apa Hendri ga merasakan sakit hatiku, ketika aku mendengar dari mulutnya sendiri bahwa aku bukan anak kandung mama dan papa yang sekarang? Apa Hendri ga merasakan sakit hatiku ketika harus mendengar dari mulutnya lagi tentang keputusan ini??
Sampai kapanpun, aku gak sudi diamenjadi seorang imam, doa orang tertindas bakal didengar oleh Tuhan. Camkan itu, Hendri.
*Bersambung*
Akhirnya aku sampai juga dirumah kakaknya Hendri. Perasaanku sungguh campur aduk, apa sih yang mau diomongin Hendri? Apa sih yang bakal terjadi selanjutanya? Semua pertanyaan itu berkecamuk di otakku. Rasanya ingin cepat beres dari keadaan seperti ini. Ah, daripada aku terus menerus berpikir negatif, lebih baik aku aku urus sekarang masalah ini.
Aku memencet bel rumah kakaknya, dan beberapa detik kemudian Hendri membuka pintunya.
Quote:
Aku pulang dengan perasaan marah, sungguh, aku gak habis pikir, selama ini aku sangat menyayangi Hendri dan mengapa orang yang aku sayangi selalu menyakiti hatiku? Mengapa dia ga sadar betapa aku mencintai dia? Apakah dia hanya menganggap aku anak kecil yang bisa diajak main? Apakah dia hanya menganggap aku ah boneka yang gampang didapatkan dan gampang dibuang juga??
Apa Hendri ga merasakan sakit hatiku, ketika aku mendengar dari mulutnya sendiri bahwa aku bukan anak kandung mama dan papa yang sekarang? Apa Hendri ga merasakan sakit hatiku ketika harus mendengar dari mulutnya lagi tentang keputusan ini??
Sampai kapanpun, aku gak sudi diamenjadi seorang imam, doa orang tertindas bakal didengar oleh Tuhan. Camkan itu, Hendri.
*Bersambung*
0