- Beranda
- Stories from the Heart
MESIN WAKTU : Catatan Seorang...PECUNDANG!
...
TS
luckyismine
MESIN WAKTU : Catatan Seorang...PECUNDANG!
Quote:
MESIN WAKTU
Kenapa ku harus menunggu
Kenapa, aku pun tak tahu
Kutahu itu tlah berlalu
Sinaran cintamu
Jangan bilang, jangan bilang
Ku tak bahagia
Aku hanya, aku hanya
Terhantui
Hari-hari terus berganti
Mengapa ku terus mencari
Saat kita memadu kasih
Tuk ulangi lagi
Kan ku kenang, kan ku kenang
Didalam dada
Tak kan hilang, tak kan hilang
Selamanya, selamanya
Ku menunggu meski engkau, tak kan tahu
Andai ada mesin waktu
Mengapa ku harus menunggu
Mengapa akupun tak tahu
Meski menunggu tiada tentu
Sinaran cintamu
Sisihkanlah, sisihkanlah
Dalam hatimu
Walau hanya, walau hanya
Semenit saja, sedetik saja
Ku menunggu meski engkau takkan tahu
Ku menunggu kau disini
Kenapa ku harus menunggu
Kenapa, aku pun tak tahu
Kutahu itu tlah berlalu
Sinaran cintamu
Jangan bilang, jangan bilang
Ku tak bahagia
Aku hanya, aku hanya
Terhantui
Hari-hari terus berganti
Mengapa ku terus mencari
Saat kita memadu kasih
Tuk ulangi lagi
Kan ku kenang, kan ku kenang
Didalam dada
Tak kan hilang, tak kan hilang
Selamanya, selamanya
Ku menunggu meski engkau, tak kan tahu
Andai ada mesin waktu
Mengapa ku harus menunggu
Mengapa akupun tak tahu
Meski menunggu tiada tentu
Sinaran cintamu
Sisihkanlah, sisihkanlah
Dalam hatimu
Walau hanya, walau hanya
Semenit saja, sedetik saja
Ku menunggu meski engkau takkan tahu
Ku menunggu kau disini
MINOR66
Quote:
Permisi agan dan aganwati
Ijinkan gwa untuk ikutan ngeramein forum SFTH ini, terutama buat para momod dan sesepuh dimari. Walaupun gwa udah lama nongkrong di kaskus, ternyata ada sebuah forum yang begitu damai namun cukup membuat hati ini galau (halagh!). Apalagi setelah dihajar oleh dua kisah legendaris dari bung Ari sama bung Anto, maka terciptalah akun klonengan ini . Kisah mereka bener2 membuat kenangan2 masa lalu gwa jadi terbuka lagi. Aselih, gwa udah move on abis kok
. Cuma kenangan itu seperti berputaran di kepala gwa. Dan apa salahnya gwa tuangkan sebagiannya disini, itung2 sambil ngasah kebiasaan nulis gwa yg udah lama gwa tinggalin.
Ohya, disini gwa nga ngikutin pakem temen2 yang pada share kisah hidupnya dimari. Yang segitu detailnya, nyeritain mulai dari dilahirin, masa SD, SMP, SMA. Kalo gwa cukup dari masa kuliah aja. Karena kenangan dimasa2 sebelum itu udah banyak yang lupa dan selain itu gwa emang nga ada niat untuk bikin biography komplit tentang kehidupan gwa disini.
Tapi hanya sepenggal dari banyak cerita yang gwa alami dimasa lalu.
Gwa juga nga make rule2-an dimari. Bebas2 aja selama masih mengikuti tata tertib official dimari. Toh, gwa juga cuma numpang lapak dimari. Yang punya kuasa dimari tentu aja momodnya, biarlah beliau2 yang menilai nantinya.
Ohiya, ada satu quote dari sesepuh di SFTH yang sangat berkesan buat diri gwa sebelum ikut berpartisipasi disini. Quotenya sedikit gwa edit, tapi nga mengurangi makna dari pesannya. Terutama kata2nya yg gwa kasih warna merah
Maka ijinkanlah gwa untuk membodohi diri gwa disini untuk menceritakan masa lalu gwa.
Sedang untuk masalah izin dengan tokoh2 yang ada di dalam cerita ini belum gwa kantongin. Karena selain gwa udah nga tahu keberadaan mereka, gwa pun ngerasa mereka nga ada yg ngaskus. Makanya gwa coba mem'fiksi'kan cerita gwa ini, dengan harapan nantinya nga menjadi masalah baru buat gwa.
So, silahkan menikmati MESIN WAKTU gwa ini
Ijinkan gwa untuk ikutan ngeramein forum SFTH ini, terutama buat para momod dan sesepuh dimari. Walaupun gwa udah lama nongkrong di kaskus, ternyata ada sebuah forum yang begitu damai namun cukup membuat hati ini galau (halagh!). Apalagi setelah dihajar oleh dua kisah legendaris dari bung Ari sama bung Anto, maka terciptalah akun klonengan ini . Kisah mereka bener2 membuat kenangan2 masa lalu gwa jadi terbuka lagi. Aselih, gwa udah move on abis kok
. Cuma kenangan itu seperti berputaran di kepala gwa. Dan apa salahnya gwa tuangkan sebagiannya disini, itung2 sambil ngasah kebiasaan nulis gwa yg udah lama gwa tinggalin.Ohya, disini gwa nga ngikutin pakem temen2 yang pada share kisah hidupnya dimari. Yang segitu detailnya, nyeritain mulai dari dilahirin, masa SD, SMP, SMA. Kalo gwa cukup dari masa kuliah aja. Karena kenangan dimasa2 sebelum itu udah banyak yang lupa dan selain itu gwa emang nga ada niat untuk bikin biography komplit tentang kehidupan gwa disini.
Tapi hanya sepenggal dari banyak cerita yang gwa alami dimasa lalu.Gwa juga nga make rule2-an dimari. Bebas2 aja selama masih mengikuti tata tertib official dimari. Toh, gwa juga cuma numpang lapak dimari. Yang punya kuasa dimari tentu aja momodnya, biarlah beliau2 yang menilai nantinya.
Ohiya, ada satu quote dari sesepuh di SFTH yang sangat berkesan buat diri gwa sebelum ikut berpartisipasi disini. Quotenya sedikit gwa edit, tapi nga mengurangi makna dari pesannya. Terutama kata2nya yg gwa kasih warna merah
Quote:
Original Posted By mullupus►Tes tes... 1-2-3...
Dear agan, terima kasih atas komentarnya. Ya, memang udah konsekuensi sebagai 'pencerita' jika pembaca-pembacanya ingin mencari tahu kebenaran tentang cerita tersebut. Kalau agan bilang semua penulis di SFTH itu pintar-pintar, kayaknya agan salah nilai. Kalau menurut gue, para penulis di SFTH itu malah ingin membodohi dirinya sendiri sebab apa yang dia tuliskan juga nyatanya terkadang malah membawa masalah baru.
Taruhlah begini, contohnya seseorang mengetahui bahwa menulis bisa dijadikan sebagai terapi. Pertama-tama yang dilakukannya itu bukan menjadikan tulisan itu enak untuk dibaca, tetapi dia menulis karena apa yang orang lain katakan belum tentu sama seperti apa yang terjadi. Poin ini dulu yang dikutip.
Lalu dari apa yang dia tuliskan, sebenarnya secara nggak langsung dia nggak ingin berbagi kepada orang-orang, namun dia hanya ingin mereka peduli terhadap hidupnya. Nah, seperti yang gue bilang tadi―orang yang baru pertama kali menulis cerita, dia nggak tahu apakah tulisannya itu enak dibaca atau nggak, alurnya kayak gimana, tokoh-tokohnya seperti apa, dll. Seperti yang agan bilang, bagaimana nasib para pemeran jika dia nggak meminta izin untuk menulis? Bagaimana jika mereka yang membaca kemudian tahu tokoh-tokohnya, kemudian menyebarkan pandangan negatif?
Pada kasus di thread ini, gue menyimpulkan kalau untuk ke depan gue harap semua penulis di SFTH yang belum dapat izin dari para pemeran, sebaiknya menyamarkan nama/tempat, atau hal lain yang berkaitan sehingga bikin orang lain jadi KEPO. Kurt Cobain berkata, "If you read, you will judge." dan memang begitulah adanya.
Dear agan, terima kasih atas komentarnya. Ya, memang udah konsekuensi sebagai 'pencerita' jika pembaca-pembacanya ingin mencari tahu kebenaran tentang cerita tersebut. Kalau agan bilang semua penulis di SFTH itu pintar-pintar, kayaknya agan salah nilai. Kalau menurut gue, para penulis di SFTH itu malah ingin membodohi dirinya sendiri sebab apa yang dia tuliskan juga nyatanya terkadang malah membawa masalah baru.
Taruhlah begini, contohnya seseorang mengetahui bahwa menulis bisa dijadikan sebagai terapi. Pertama-tama yang dilakukannya itu bukan menjadikan tulisan itu enak untuk dibaca, tetapi dia menulis karena apa yang orang lain katakan belum tentu sama seperti apa yang terjadi. Poin ini dulu yang dikutip.
Lalu dari apa yang dia tuliskan, sebenarnya secara nggak langsung dia nggak ingin berbagi kepada orang-orang, namun dia hanya ingin mereka peduli terhadap hidupnya. Nah, seperti yang gue bilang tadi―orang yang baru pertama kali menulis cerita, dia nggak tahu apakah tulisannya itu enak dibaca atau nggak, alurnya kayak gimana, tokoh-tokohnya seperti apa, dll. Seperti yang agan bilang, bagaimana nasib para pemeran jika dia nggak meminta izin untuk menulis? Bagaimana jika mereka yang membaca kemudian tahu tokoh-tokohnya, kemudian menyebarkan pandangan negatif?
Pada kasus di thread ini, gue menyimpulkan kalau untuk ke depan gue harap semua penulis di SFTH yang belum dapat izin dari para pemeran, sebaiknya menyamarkan nama/tempat, atau hal lain yang berkaitan sehingga bikin orang lain jadi KEPO. Kurt Cobain berkata, "If you read, you will judge." dan memang begitulah adanya.
Maka ijinkanlah gwa untuk membodohi diri gwa disini untuk menceritakan masa lalu gwa.
Sedang untuk masalah izin dengan tokoh2 yang ada di dalam cerita ini belum gwa kantongin. Karena selain gwa udah nga tahu keberadaan mereka, gwa pun ngerasa mereka nga ada yg ngaskus. Makanya gwa coba mem'fiksi'kan cerita gwa ini, dengan harapan nantinya nga menjadi masalah baru buat gwa. So, silahkan menikmati MESIN WAKTU gwa ini
Spoiler for Makasih buat cendolnya :
* * * C H A P T E R I * * *
Spoiler for INDEX:
MUKADIMAH
STRANGE DAYS
STRANGE DAYS TOO
STILL STRANGE DAYS
INTERMEZZO
LA WOMAN
ANOTHER LA WOMAN
LIGHT MY FIRE
TOUCH ME
Me, Soe Hok Gie and Jim Morrison
TOUCH ME AGAIN
LOVE(?)
KISS ME
LOVE(?) or LUST(?)
WILD HORSES
ZZZZZZZZZZZ!!!!
[URL=""]LOSER (1st)[/URL]
(CAN'T LIVE WITHOUT YOUR) LOVE AND AFFECTION
KILLER QUEEN
IT'S COMPLICATED!
IT'S STILL COMPLICATED!
MORE COMPLICATED AND F**K UP!
LOVE STINKS
DATE WITH VIA
THE NEW BEGINNING
EEEAAAAAAAA!!!
THE SWEETEST THING
BEBEB OH BEBEB
STAIRWAY TO HEAVEN
BACKSTREET GIRL
IRIS
CLOSER TO THE HEART
TAKKAN ADA CINTA YANG LAIN
THE KILL
THE NURSE
NASI GORENG CAMPUR BENCI
I MISS YOU
WITH OR WITHOUT YOU
LAY LADY LAY
LAY LADY LAY NOW
WILD THING
AM I THE SAME GIRL
LE BOY WANNABE
ANOTHER STORY ABOUT PAST
EVERYBODY'S CHANGING
MY SHARONA
MY SHARONA 2
BIZZARE LOVE TRIANGLE
WONDERBOY
WONDERBOY 2
CREEP
JULIA SAYS
JULIA SAYS 2
YOU SHOOK ME ALL NIGHT LONG
REGRET
STILL REGRET
INTERSTATE LOVE SONG
STILL INTERSTATE LOVE SONG
THUNDERSTRUCK
IS THIS LOVE
YOU SEE THE TROUBLE WITH ME
YOU SEE THE TROUBLE WITH ME THEN
SPACE ODDITY
WHEN LOVE AND HATE COLLIDE
DILLEMA
WONDERFUL
AKHIR RASA INI
STRANGE DAYS
STRANGE DAYS TOO
STILL STRANGE DAYS
INTERMEZZO
LA WOMAN
ANOTHER LA WOMAN
LIGHT MY FIRE
TOUCH ME
Me, Soe Hok Gie and Jim Morrison
TOUCH ME AGAIN
LOVE(?)
KISS ME
LOVE(?) or LUST(?)
WILD HORSES
ZZZZZZZZZZZ!!!!
[URL=""]LOSER (1st)[/URL]
(CAN'T LIVE WITHOUT YOUR) LOVE AND AFFECTION
KILLER QUEEN
IT'S COMPLICATED!
IT'S STILL COMPLICATED!
MORE COMPLICATED AND F**K UP!
LOVE STINKS
DATE WITH VIA
THE NEW BEGINNING
EEEAAAAAAAA!!!
THE SWEETEST THING
BEBEB OH BEBEB
STAIRWAY TO HEAVEN
BACKSTREET GIRL
IRIS
CLOSER TO THE HEART
TAKKAN ADA CINTA YANG LAIN
THE KILL
THE NURSE
NASI GORENG CAMPUR BENCI
I MISS YOU
WITH OR WITHOUT YOU
LAY LADY LAY
LAY LADY LAY NOW
WILD THING
AM I THE SAME GIRL
LE BOY WANNABE
ANOTHER STORY ABOUT PAST
EVERYBODY'S CHANGING
MY SHARONA
MY SHARONA 2
BIZZARE LOVE TRIANGLE
WONDERBOY
WONDERBOY 2
CREEP
JULIA SAYS
JULIA SAYS 2
YOU SHOOK ME ALL NIGHT LONG
REGRET
STILL REGRET
INTERSTATE LOVE SONG
STILL INTERSTATE LOVE SONG
THUNDERSTRUCK
IS THIS LOVE
YOU SEE THE TROUBLE WITH ME
YOU SEE THE TROUBLE WITH ME THEN
SPACE ODDITY
WHEN LOVE AND HATE COLLIDE
DILLEMA
WONDERFUL
AKHIR RASA INI
* * * C H A P T E R II * * *
Spoiler for INDEX:
THAT'S WHAT FRIEND ALL FOR
KEPOMPONG
KEPOMPONG 2
DREAMER
BENCI TAPI RINDU
MY TURNING POINT BEGINS
PERFECT DAY
VOX POPULI
DON'T GIVE UP
THE SPIRIT CARRIES ON
STILL THE SPIRIT CARRIES ON
NEVER SURRENDER
DIZZ KNEE LAND
POSITIVITY
ALWAYS POSITIVITY
I CAN SEE CLEARLY NOW
WITH A LITTLE HELP FROM MY FRIENDS
HERE COMES THE DAY
HERE COMES THE DAY 2
STAGNANT
NEWBORN
NEWBORN BABY
DECEMBER
DECEMBER II
CURCOL
ITS HOLIDAY
ITS HOLIDAY 2
HYPNOTIZE
HIGH
HORNY
SHIT HAPPENS! : HIGHWAY STAR
SHIT HAPPENS! : HIGHWAY STAR II
SHIT HAPPENS TWICE!! : PEOPLE ARE STRANGE
SHIT HAPPENS TWICE!! : PEOPLE ARE STRANGE II
THANK YOU
THANK YOU II
Testing 1,2,3
HONESTLY
mIRC
mIRC lagi
KEPOMPONG
KEPOMPONG 2
DREAMER
BENCI TAPI RINDU
MY TURNING POINT BEGINS
PERFECT DAY
VOX POPULI
DON'T GIVE UP
THE SPIRIT CARRIES ON
STILL THE SPIRIT CARRIES ON
NEVER SURRENDER
DIZZ KNEE LAND
POSITIVITY
ALWAYS POSITIVITY
I CAN SEE CLEARLY NOW
WITH A LITTLE HELP FROM MY FRIENDS
HERE COMES THE DAY
HERE COMES THE DAY 2
STAGNANT
NEWBORN
NEWBORN BABY
DECEMBER
DECEMBER II
CURCOL
ITS HOLIDAY
ITS HOLIDAY 2
HYPNOTIZE
HIGH
HORNY
SHIT HAPPENS! : HIGHWAY STAR
SHIT HAPPENS! : HIGHWAY STAR II
SHIT HAPPENS TWICE!! : PEOPLE ARE STRANGE
SHIT HAPPENS TWICE!! : PEOPLE ARE STRANGE II
THANK YOU
THANK YOU II
Testing 1,2,3
HONESTLY
mIRC
mIRC lagi
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 84 suara
Siapa yang jadi istri gwa saat ini?
Dinda
12%
Felisha
35%
Bebeb
5%
Megan Fox
23%
Semuanya salah
26%
Diubah oleh luckyismine 05-04-2017 18:38
sormin180 dan 3 lainnya memberi reputasi
4
358.2K
Kutip
1.7K
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
luckyismine
#119
KILLER QUEEN
'Let them eat cake' she says
Just like Marie Antoinette
A built-in remedy
For Khrushchev and Kennedy
At anytime an invitation
You can't decline
Caviar and cigarettes
Well versed in etiquette
Extraordinarily nice
She's a Killer Queen
Gunpowder, Gelatine
Dynamite with a laser beam
Guaranteed to blow your mind
Anytime
Recommended at the price
Insatiable an appetite
Wanna try?
Just like Marie Antoinette
A built-in remedy
For Khrushchev and Kennedy
At anytime an invitation
You can't decline
Caviar and cigarettes
Well versed in etiquette
Extraordinarily nice
She's a Killer Queen
Gunpowder, Gelatine
Dynamite with a laser beam
Guaranteed to blow your mind
Anytime
Recommended at the price
Insatiable an appetite
Wanna try?
QUEEN
Spoiler for KILLER QUEEN:
Quote:
"Ciyeee, yang lagi galau. Suit...suit...!"
Gwa bergeming duduk di jok mobil gwa. Sementara temen2 gwa yang laennya malah pada godain gwa, bukannya bantuin nyariin Dinda atau ngehibur gwa gitu. Beneran deh, Dinda ngilang kayak gini bikin gwa galau. Kejutan yang udah gwa siapin jauh2 hari, berantakan. Hiks
"Udahlah sob, besok ajalah lo nyari Dindanya. Lagian kita udah nyampe nih. Lo mau ikutan turun atau mau jagain mobil?" tanya Kenshi dari balik stir.
"Oh, udah nyampe yak?" gwa coba mengusir kegalauan gwa ini. Yeah, biar besok aja gwa cari jawabannya.
Ceritanya setelah bubaran acara kita yang jadi panitia ini lanjut dugem, tapi khusus yang laki2 aja sih. Kalo yang cewek mending bobok dirumah aja deh. Tapi kalo seandainya Dinda nga ngilang gimana Ky? Ya, kagak ikutan dugem lah, mending gwa kencan sama pujaan hati gwa ini dong. Lagian, gwa juga nga bakal ngajakin pacar gwa buat dugem. Takut aja gwa, kalo gwa tiba2 jadi pecicilan dadakan.
"Sob, ini kita ngapain markir dimari? Bukannya kita mau dugem?" gwa lihat didepan gwa bangunannya model ruko semua. Pas didepannya sih ada bilboard yang dihiasi lampu kerlap-kerlip, bertuliskan =sensor= discotheque. Perasaan gwa ngajak dugemnya nga kemari dah?
"Ya, ini tempat dugemnya" jawab Kenshi santai sambil menyalakan rokoknya
"Lah, bukannya tadi gwa ngajaknya ke selatan sob?"
"Sekali2 lo liat dunia dugem versi gwa sob. Lagian, gwa juga nga cocok sama dugem lo. Terlalu tinggi buat kelas sudra kayak gwa. Ayolah, kita kemon!" Kenshi menarik tangan gwa masuk kedalam ruko tersebut.
Ahahahahaha, gwa cuma ketawa aja denger omongan Kenshi tadi. Ternyata kita berdua sama2 suka ngaku2 dari golongan sudra, untuk ngungkapin rasa nga nyaman pada suatu keadaan atau lingkungan. Gwa alergi sama temen2 eks SMA gwa yg rata2 anak gedongan. Dan Kenshi juga alergi sama dunia gwa, yang menurut gwa biasa aja, tapi ternyata terlalu high buat dia. Rasanya emang gwa musti harus lebih fleksibel lagi dalam bergaul. Dunia nga hanya setentangan mata didepan kita, masih ada dunia lainnya dibawah kita.
*******************************
".....setelah dipotong jatah buat panitia laennya, ini adalah jatah buat kita berempat!" teriak Kenshi melawan bisingnya suara music yang menhentak2 sambil menunjuk angka2 yang ada diatas kertas didepan kita.
Kita berempat duduk memisahkan diri dari temen2 panitia laennya. Ceritanya kita lagi ngitung2 hasil keuntungan dari acara tadi, yang lumayan sukses.
"Tuh, lebihnya khan nga beda jauh kayak tahun kemaren sob" komentar gwa sambil ngebayangin daftar kaos oblong keren yang bakal nambahin koleksi gwa.
"Ya iya sih, tapi khan kalo lo nga nambahin guest band sama gedung keren kayak tadi, pasti lebih gede lagi jatah kita. Gara2 lo nih, gwa musti nyari tambahan lagi buat ganti mobil busuk gwa"
"Ahahahaha, sori sob, khan masih bisa kita cari lagi tahun depan"
"Kampret lo, nyumpahin gwa jadi mahasiswa abadi apa?! Semester ini tugas akhir gwa musti kelar tauk!"
Ohiya ya, jatah kuliah Kenshi khan udah abis yah tahun ini. Dia beruntung aja masih dikasih tambahan satu semester buat nyelesaiin tugas akhirnya. Kalo nga selesai juga, DO lah ganjaran buat dia. Duh, gimana nasib gwa yak?
"Jadi ini proyek terakhir kita nih?" tanya gwa melas
"Emang lo masih mau ngurusin ginian lagi tahun depan? Kalo iya, mungkin gwa masih bisa back up dari belakang" Kenshi nantangin gwa
Gwa cuma mengangkat bahu, ragu. Gwa ngeliat kearah Raka sama Rulan, seolah bertanya 'apa lo masih mau juga?'. Dan gwa lihat kedua temen gwa itu juga kayaknya pada ragu. Karena kita2 ini adalah mahasiswa2 yang lagi pada diujung tanduk semua. Ahahahahahaha (ketawa ngenes).
"Ya udahlah sob, itu mah nanti aja deh dipikirinnya. Mending kita jojing dulu dah, udah gatel nih kaki gwa" Kenshi bergerak kearah lantai dansa menyusul temen2 panitia laennya yg udah pada heboh disono.
"Ayo Jim..." ajak Raka.
"Thanks, gwa disini dulu deh" sahut gwa sambil mengangkat gelas minuman gwa.
Sebenernya sih gwa males banget pengen ikutan jojing kayak temen2 gwa laennya. Bukan, bukan karena gwa lagi galau kehilangan Dinda malem ini. Itu lho, musicnya kenceng banget. Dari tadi gwa nongkrong disini musicnya jedag-jedug mulu, kagak ada jedanya. Pantesan aja gwa lihat ada beberapa orang yang asik geleng2in palanya didepan jajaran box2 peaker yang segede2 gaban itu. Gokil!
Yup, buat nikmatin music kayak gitu biasanya dibutuhin doping, biar bisa larut dengan suasananya yang begitu memacu adrenalin. Apalagi kalo bukan ecstacy yang bisa bikin orang sampe kesurupan sambil geleng2in kepalanya di depan box speaker. Dan gwa, maaf2 kata aja, sekalipun nga minat pengen nyobain benda satu ini. Walaupun gwa doyan hal2 yang memabukkan, tapi untuk turunan kimia yang berbau2 halusinogen ini gwa angkat tangan dah. Nyerah gwa sob!
Soalnya gwa punya cerita jelek sama yang namanya halusinogen. Ceritanya sih tentang temennya sepupu gwa, kebetulan gwa juga lumayan kenal deket. Tuh anak iseng aja pengen nyobain 'kertas', istilah buat LSD yang emang bentuknya kayak kertas kecil dgn gambar yang lucu2. Mungkin dia ngambil kertas yg gambarnya Superman, makanya dia berhalusinasi seolah jadi superhero keren itu. Seolah2 dia lagi bertempur di angkasa luas ngejar2 jenderal Zod. Padahal nyatanya dia cuma 'terbang' dari lantai 5 sebuah gedung. Kebayang khan kayak apa jadinya dia pas mendarat ditanah?
Ngeri lah. Makanya kenapa gwa say no sama halusinogen apapun itu turunannya. Lagian itu kimia semua. Sedangkan aliran gwa alami, istilah kerennya go green kali ya?
Sedangkan alkohol yang gwa minum adalah hasil fermentasi dari biji2an. Weed yang gwa isep, tentu hasil metik dari kebun dipedalaman nan jauh disana
Tapi untuk hasil sulingan dari lab resmi atau dadakan? No way jose!!!
Tapi kok cewek yang jojing di depan gwa itu daritadi kayaknya ngelirik2 mulu kearah gwa? Cewek dengan tank-top warna unggu muda itu sesekali tersenyum kearah gwa, sambil dia meliuk2an tubuhnya dengan kerennya. Membuat rambut panjangnya (ah, lagi2 si rambut panjang) yang digerai lepas sepunggung bergoyang2 mengikuti irama tubuhnya. Gwa coba nengok kebelakang atau kesebelah kiri dan kanan gwa, untuk memastikan senyum cewek itu bukanlah untuk gwa. Tapi kayaknya emang nga ada orang lain yang duduk disekitaran gwa ini, semua udah pada sibuk di lantai dansa itu. Yup, cuma gwa sendiri disini duduk ditemani segelas minuman yang udah nga dingin lagi.
Waduh, kok gwa jadi deg2an gini sih? Tapi gwa khan udah punya Dinda dan gwa udah janji nga mau jadi cowok pecicilan. Yaelah, sikat aja bro, lagian juga si Dinda nga ketahuan rimbanya sekarang. Tiba2 suara Jimbo terdengar jelas dikepala gwa. Gwa lirik botol red label yang ada di atas meja, ups, udah tinggal seperempat aja. Apa ini pengaruh alkohol atau cuma halusinasi gwa aja?
"Hai, kok sendirian aja? Nga ikut temen2nya pada turun sih?"
Buset, ini cewek tau2 udah didepan gwa aja. Trus, dia langsung nempelin pantatnya di bangku sebelah gwa, masih dengan senyum ramahnya. Ini kayaknya gwa curiga deh, pasti ada yang aneh nih. Ini pasti bukan karena kharisma Jimbo gwa. Gwa udah ngabisin bergelas2 red label. Biasanya kalo udah begini muka gwa merah semerah2nya. Sedangkan kulit gwa udah gelap. Kalo itungan matematika ngasalnya, merah ditambah gelap sama dengan gosong. Sedangkan kharisma Jimbo cukup dengan takaran paling banyak triple shoot aja. Lewat dari itu, cewek yang udah hopeless-pun ogah ngeliat muka gwa yang gosong gara2 alkohol.
"Mau minum?" tanya gwa sambil mencoba menghilangkan rasa grogi, ke ge-eran, atau apalah namanya itu.
"Nga ah, makasih. Gwa Tetty. Kalo lo?" cewek itu berteriak didekat telinga gwa coba mengalahkan kebisingan ini. Hmm, harum tubuhnya begitu menggoda.
"Gwa Jimbo" jawab gwa ngasal aja.
"Apaan, Jimbo? Nga salah denger gwa?" cewek tertawa heran sambil mengambil sebatang rokok yang ada didepan gwa, menyulutnya dan menghisapnya dalam2. Fuuhhhh
"Nga, nga ada yang salah kok sama kuping lo" gwa yakin ini cewek umurnya jauh lebih muda dari gwa. Tapi karena makeup-nya yang lumayan menor, membuatnya tampak jauh lebih tua dari umurnya.
"Lo baru pernah kesini ya?"
"Ya, kok tau sih?"
Cewek itu cuma tersenyum penuh arti, "Keliatan dari gaya lo, kayak baru pernah dugem"
"Ohya? Masa sih?" sok tahu banget deh lo
Itu cewek lagi2 cuma ketawa doang. Sebenernya sih manis juga ini cewek, bentuk tubuhnya juga oke, apalagi belahan dibagian dadanya
. Tapi nga tau aja, sinyal2 di diri gwa ini kok kayak ngasih peringatan terus deh.
"Eh, siapa deh tadi nama lo. Kita turun yuk, lagunya asyik nih" ajaknya sambil melingkarkan tangannya dilengan gwa.
"Errr....nga deh. Gwa disini aja" tolak gwa dengan halus.
"Ayolah, masa' lo kemari cuma duduk2 doang sih?" dia berdiri dan mulai menarik tangan gwa.
"Beneran deh, gwa nga mau turun." gwa tetep bertahan
Cewek itu terdiem ngeliatin gwa, ekspresinya kayak ngeliat orang aneh gitu. Tapi itu cuma sebentaran doang. Tau2 dia udah duduk lagi disebelah gwa, dengan ekspresi wajahnya yang nga kalah anehnya.
"Hmmm, atau kita langsung keatas aja?" katanya perlahan langsung ke kuping kanan gwa.
"What...?" gwa nga ngerti sama yang dia omongin
"Mungkin lo bosen disini. Mungkin lo mau rileks sama gwa diatas" wajah udah deket banget sama muka gwa
"Mbak, gwa nga ngerti sama yang lo omongin." beneran, gwa masih bingung banget nih "Jangankan keatas, disuruh turun juga gwa ogah. Gwa cuma pengen duduk2 doang disini. Please..."
"Huh...!" dia keliatan marah banget sama gwa. Sambil menyentakkan tangan gwa dan melepaskan pegangannya ketangan gwa, dia bergegas meninggalkan gwa sambil ngedumel nga jelas gitu. Gwa cuma denger bagian belakangnya aja ".....bilang aja kalo nga punya duit!"
Buset, kenapa marah2 nih cewek, emang apa salah gwa? Ah, makin aneh aja ini tempat. Lalu gwa nikmati lagi kesendirian gwa ini ditemani gelas minuman gwa dan hentakkan musik yang bikin kepala gwa makin pusing.
*******************
"Sob, gwa mau nanya nih. Emang diatas ada apaan sih?" tanya gwa ke Kenshi, waktu mereka udah pada balik ke meja yang gwa dudukin ini.
"Ahahahahaha, ini nanya serius apa belagak begok lo?"
"Asli dah, gwa nanya serius inih"
"Anjrit, beneran lo serius nga tahu?" Kenshi masang muka nga percaya gitu. Trus dia mandangin gwa kayak ngeliat orang aneh gitu, sama persis kayak tatapan cewek tadi.
"Apa gwa musti guling2an disini biar lo percaya gitu?"
Kenshi duduk disebelah gwa sambil menatap gwa dengan prihatin gitu "Sori sob, gwa pikir lo udah pernah dugem ditempat kayak gini."
"Yang modelnya aneh kayak gini, ya, ini adalah pengalaman pertama gwa. Ayo dong, kasih tau gwa diatas ada apaan?"
"Yang diatas itu kamar sob. Kalo mau pijet+++ juga ada kok" jawab Kenshi kalem
"Ebuset, jadi tempat check-in gitu?"
"Yaelah, nga usah gwa jelasin juga lo udah ngerti sendiri lah. Lo khan udah gede juga"
"Alamak, jadi cewek yang tadi ngajakin gwa keatas berarti ngecer dong dia? Berarti cewek2 yang berserakan disini pada ngecer semua ya sob?"
"Ahahahahaha, ada juga sih yang nga. Cuma susah bedainnya sob" Kenshi cuma ketawa sambil nenggak minumannya
Buset deh. Baru ngerti gwa ternyata ada dunia gemerlap yang gayanya beda dari yang gwa kenal selama ini. Maklum, kalo dunia 'jajan-jajan' kayak gini gwa kagak ngarti. Beneran deh.
"Pantesan lo doyan kemari, baru tahu gwa doyanan lo jajan dimari yak?"
"Sori sob, gwa mah demen sama suasananya aja, pas aja sama kelas sudra kayak gwa ini. Gwa mah kagak doyan jajan" Kenshi membentuk V dengan kedua jarinya. Dan gwa lihat Kenshi nga lagi bohongin gwa. Ya gwa tahulah, kharisma dia terlalu tinggi cuma buat jajan2 doang disini.
"Eh, gwa mau tanya satu lagi yak. Itu emak2 ngapain juga sih mondar-mondir disini?" gwa menunjuk pada wanita yang usianya lebih dari 40-an tahun sedari tadi gwa lihat bolak-balik ngedeketin meja2 tamu disini.
"Yakin lo mau tau? Tunggu ya" Kenshi ninggalin gwa sambil tersenyum. Gwa hapal banget sama senyumannya itu.
Gwa lihat sobat gwa mendekati salah satu wanita itu. Trus, mereka terlihat pembicaraan yang kayaknya lumayan serius. Nga lama wanita itu berjalan mendekati gwa, sementara Kenshi mengikuti dari belakang dengan senyum jahilnya yang gwa hapal banget.
"Oh, jadi kamu pengen ceweknya yang putih tinggi sama model rambutnya yang bondol gitu ya? Ada sih, tapi dia lagi di booking sama tamu. Kamu mau nunggu khan?" kata wanita STW itu dengan gaya kenesnya.
Kampret!, bener banget khan si Kenshi nge-jahilin gwa. Mana make nyebutin ciri2 cewek persis kayak Dinda pula. Nga sopan banget nih si Kenshi.
"Ehh...oohhh...nga. nga usah bu, makasih" gwa liat Kenshi dan temen2 gwa laennya pada ngakak2 kesenengan dibelakang itu ibu2
"Eh, tapi dia itu kembangnya sini lho. Kadang2 tamunya suka bookingnya yang long time atau malah suka dibawa keluar. Apa mami cariin yang lain aja ya?" itu ibu2 masih maksa aja kayaknya, dia nga nyadar apa kalo cuma dikerjain doang sama temen gwa?
"Beneran deh bu, nga usah repot2" gwa terus menolak
"Mami tahu selera kamu, gimana kalo sama cewek didepan itu?" wanita itu menunjuk kearah cewek yang lagi meliuk2an tubuh sambil sibuk memainkan panel2 lightning depannya
"Masa' sih mi? Lightning girlnya bisa di booking juga?" kalo ini si Kenshi yang mupeng.
"Tenang aja, kalo mami yang ngurus mah pasti bisa lah." jawabnya dengan gaya penuh percaya diri.
"Nah itu temen saya minat bu. Kalo saya mah nga deh bu. Seriusan nih saya, maaf ya, saya mau pipis dulu" gwa punya peluang buat kabur dari keadaan yang menyebalkan ini.
Gwa buru2 meninggalkan temen2 gwa yang dari tadi sibuk ngerjain gwa. Ahahahaha, sekarang gwa kabur dulu dah ke toilet. Asli sumpek banget gwa! Ketika gwa melangkahkan kaki menuju toilet, sekali lagi mata gwa tertuju pada lightning girl yang posisinya sebelah2an sama DJ. Ah, masa' iya sih bispak juga? Dan tiba2 gwa jadi teringat sama Felisha.
Gwa bergeming duduk di jok mobil gwa. Sementara temen2 gwa yang laennya malah pada godain gwa, bukannya bantuin nyariin Dinda atau ngehibur gwa gitu. Beneran deh, Dinda ngilang kayak gini bikin gwa galau. Kejutan yang udah gwa siapin jauh2 hari, berantakan. Hiks
"Udahlah sob, besok ajalah lo nyari Dindanya. Lagian kita udah nyampe nih. Lo mau ikutan turun atau mau jagain mobil?" tanya Kenshi dari balik stir.
"Oh, udah nyampe yak?" gwa coba mengusir kegalauan gwa ini. Yeah, biar besok aja gwa cari jawabannya.
Ceritanya setelah bubaran acara kita yang jadi panitia ini lanjut dugem, tapi khusus yang laki2 aja sih. Kalo yang cewek mending bobok dirumah aja deh. Tapi kalo seandainya Dinda nga ngilang gimana Ky? Ya, kagak ikutan dugem lah, mending gwa kencan sama pujaan hati gwa ini dong. Lagian, gwa juga nga bakal ngajakin pacar gwa buat dugem. Takut aja gwa, kalo gwa tiba2 jadi pecicilan dadakan.
"Sob, ini kita ngapain markir dimari? Bukannya kita mau dugem?" gwa lihat didepan gwa bangunannya model ruko semua. Pas didepannya sih ada bilboard yang dihiasi lampu kerlap-kerlip, bertuliskan =sensor= discotheque. Perasaan gwa ngajak dugemnya nga kemari dah?
"Ya, ini tempat dugemnya" jawab Kenshi santai sambil menyalakan rokoknya
"Lah, bukannya tadi gwa ngajaknya ke selatan sob?"
"Sekali2 lo liat dunia dugem versi gwa sob. Lagian, gwa juga nga cocok sama dugem lo. Terlalu tinggi buat kelas sudra kayak gwa. Ayolah, kita kemon!" Kenshi menarik tangan gwa masuk kedalam ruko tersebut.
Ahahahahaha, gwa cuma ketawa aja denger omongan Kenshi tadi. Ternyata kita berdua sama2 suka ngaku2 dari golongan sudra, untuk ngungkapin rasa nga nyaman pada suatu keadaan atau lingkungan. Gwa alergi sama temen2 eks SMA gwa yg rata2 anak gedongan. Dan Kenshi juga alergi sama dunia gwa, yang menurut gwa biasa aja, tapi ternyata terlalu high buat dia. Rasanya emang gwa musti harus lebih fleksibel lagi dalam bergaul. Dunia nga hanya setentangan mata didepan kita, masih ada dunia lainnya dibawah kita.
*******************************
".....setelah dipotong jatah buat panitia laennya, ini adalah jatah buat kita berempat!" teriak Kenshi melawan bisingnya suara music yang menhentak2 sambil menunjuk angka2 yang ada diatas kertas didepan kita.
Kita berempat duduk memisahkan diri dari temen2 panitia laennya. Ceritanya kita lagi ngitung2 hasil keuntungan dari acara tadi, yang lumayan sukses.
"Tuh, lebihnya khan nga beda jauh kayak tahun kemaren sob" komentar gwa sambil ngebayangin daftar kaos oblong keren yang bakal nambahin koleksi gwa.
"Ya iya sih, tapi khan kalo lo nga nambahin guest band sama gedung keren kayak tadi, pasti lebih gede lagi jatah kita. Gara2 lo nih, gwa musti nyari tambahan lagi buat ganti mobil busuk gwa"
"Ahahahaha, sori sob, khan masih bisa kita cari lagi tahun depan"
"Kampret lo, nyumpahin gwa jadi mahasiswa abadi apa?! Semester ini tugas akhir gwa musti kelar tauk!"
Ohiya ya, jatah kuliah Kenshi khan udah abis yah tahun ini. Dia beruntung aja masih dikasih tambahan satu semester buat nyelesaiin tugas akhirnya. Kalo nga selesai juga, DO lah ganjaran buat dia. Duh, gimana nasib gwa yak?
"Jadi ini proyek terakhir kita nih?" tanya gwa melas
"Emang lo masih mau ngurusin ginian lagi tahun depan? Kalo iya, mungkin gwa masih bisa back up dari belakang" Kenshi nantangin gwa
Gwa cuma mengangkat bahu, ragu. Gwa ngeliat kearah Raka sama Rulan, seolah bertanya 'apa lo masih mau juga?'. Dan gwa lihat kedua temen gwa itu juga kayaknya pada ragu. Karena kita2 ini adalah mahasiswa2 yang lagi pada diujung tanduk semua. Ahahahahahaha (ketawa ngenes).
"Ya udahlah sob, itu mah nanti aja deh dipikirinnya. Mending kita jojing dulu dah, udah gatel nih kaki gwa" Kenshi bergerak kearah lantai dansa menyusul temen2 panitia laennya yg udah pada heboh disono.
"Ayo Jim..." ajak Raka.
"Thanks, gwa disini dulu deh" sahut gwa sambil mengangkat gelas minuman gwa.
Sebenernya sih gwa males banget pengen ikutan jojing kayak temen2 gwa laennya. Bukan, bukan karena gwa lagi galau kehilangan Dinda malem ini. Itu lho, musicnya kenceng banget. Dari tadi gwa nongkrong disini musicnya jedag-jedug mulu, kagak ada jedanya. Pantesan aja gwa lihat ada beberapa orang yang asik geleng2in palanya didepan jajaran box2 peaker yang segede2 gaban itu. Gokil!
Yup, buat nikmatin music kayak gitu biasanya dibutuhin doping, biar bisa larut dengan suasananya yang begitu memacu adrenalin. Apalagi kalo bukan ecstacy yang bisa bikin orang sampe kesurupan sambil geleng2in kepalanya di depan box speaker. Dan gwa, maaf2 kata aja, sekalipun nga minat pengen nyobain benda satu ini. Walaupun gwa doyan hal2 yang memabukkan, tapi untuk turunan kimia yang berbau2 halusinogen ini gwa angkat tangan dah. Nyerah gwa sob!
Soalnya gwa punya cerita jelek sama yang namanya halusinogen. Ceritanya sih tentang temennya sepupu gwa, kebetulan gwa juga lumayan kenal deket. Tuh anak iseng aja pengen nyobain 'kertas', istilah buat LSD yang emang bentuknya kayak kertas kecil dgn gambar yang lucu2. Mungkin dia ngambil kertas yg gambarnya Superman, makanya dia berhalusinasi seolah jadi superhero keren itu. Seolah2 dia lagi bertempur di angkasa luas ngejar2 jenderal Zod. Padahal nyatanya dia cuma 'terbang' dari lantai 5 sebuah gedung. Kebayang khan kayak apa jadinya dia pas mendarat ditanah?
Ngeri lah. Makanya kenapa gwa say no sama halusinogen apapun itu turunannya. Lagian itu kimia semua. Sedangkan aliran gwa alami, istilah kerennya go green kali ya?
Sedangkan alkohol yang gwa minum adalah hasil fermentasi dari biji2an. Weed yang gwa isep, tentu hasil metik dari kebun dipedalaman nan jauh disana
Tapi untuk hasil sulingan dari lab resmi atau dadakan? No way jose!!!Tapi kok cewek yang jojing di depan gwa itu daritadi kayaknya ngelirik2 mulu kearah gwa? Cewek dengan tank-top warna unggu muda itu sesekali tersenyum kearah gwa, sambil dia meliuk2an tubuhnya dengan kerennya. Membuat rambut panjangnya (ah, lagi2 si rambut panjang) yang digerai lepas sepunggung bergoyang2 mengikuti irama tubuhnya. Gwa coba nengok kebelakang atau kesebelah kiri dan kanan gwa, untuk memastikan senyum cewek itu bukanlah untuk gwa. Tapi kayaknya emang nga ada orang lain yang duduk disekitaran gwa ini, semua udah pada sibuk di lantai dansa itu. Yup, cuma gwa sendiri disini duduk ditemani segelas minuman yang udah nga dingin lagi.
Waduh, kok gwa jadi deg2an gini sih? Tapi gwa khan udah punya Dinda dan gwa udah janji nga mau jadi cowok pecicilan. Yaelah, sikat aja bro, lagian juga si Dinda nga ketahuan rimbanya sekarang. Tiba2 suara Jimbo terdengar jelas dikepala gwa. Gwa lirik botol red label yang ada di atas meja, ups, udah tinggal seperempat aja. Apa ini pengaruh alkohol atau cuma halusinasi gwa aja?
"Hai, kok sendirian aja? Nga ikut temen2nya pada turun sih?"
Buset, ini cewek tau2 udah didepan gwa aja. Trus, dia langsung nempelin pantatnya di bangku sebelah gwa, masih dengan senyum ramahnya. Ini kayaknya gwa curiga deh, pasti ada yang aneh nih. Ini pasti bukan karena kharisma Jimbo gwa. Gwa udah ngabisin bergelas2 red label. Biasanya kalo udah begini muka gwa merah semerah2nya. Sedangkan kulit gwa udah gelap. Kalo itungan matematika ngasalnya, merah ditambah gelap sama dengan gosong. Sedangkan kharisma Jimbo cukup dengan takaran paling banyak triple shoot aja. Lewat dari itu, cewek yang udah hopeless-pun ogah ngeliat muka gwa yang gosong gara2 alkohol.
"Mau minum?" tanya gwa sambil mencoba menghilangkan rasa grogi, ke ge-eran, atau apalah namanya itu.
"Nga ah, makasih. Gwa Tetty. Kalo lo?" cewek itu berteriak didekat telinga gwa coba mengalahkan kebisingan ini. Hmm, harum tubuhnya begitu menggoda.
"Gwa Jimbo" jawab gwa ngasal aja.
"Apaan, Jimbo? Nga salah denger gwa?" cewek tertawa heran sambil mengambil sebatang rokok yang ada didepan gwa, menyulutnya dan menghisapnya dalam2. Fuuhhhh
"Nga, nga ada yang salah kok sama kuping lo" gwa yakin ini cewek umurnya jauh lebih muda dari gwa. Tapi karena makeup-nya yang lumayan menor, membuatnya tampak jauh lebih tua dari umurnya.
"Lo baru pernah kesini ya?"
"Ya, kok tau sih?"
Cewek itu cuma tersenyum penuh arti, "Keliatan dari gaya lo, kayak baru pernah dugem"
"Ohya? Masa sih?" sok tahu banget deh lo
Itu cewek lagi2 cuma ketawa doang. Sebenernya sih manis juga ini cewek, bentuk tubuhnya juga oke, apalagi belahan dibagian dadanya
. Tapi nga tau aja, sinyal2 di diri gwa ini kok kayak ngasih peringatan terus deh."Eh, siapa deh tadi nama lo. Kita turun yuk, lagunya asyik nih" ajaknya sambil melingkarkan tangannya dilengan gwa.
"Errr....nga deh. Gwa disini aja" tolak gwa dengan halus.
"Ayolah, masa' lo kemari cuma duduk2 doang sih?" dia berdiri dan mulai menarik tangan gwa.
"Beneran deh, gwa nga mau turun." gwa tetep bertahan
Cewek itu terdiem ngeliatin gwa, ekspresinya kayak ngeliat orang aneh gitu. Tapi itu cuma sebentaran doang. Tau2 dia udah duduk lagi disebelah gwa, dengan ekspresi wajahnya yang nga kalah anehnya.
"Hmmm, atau kita langsung keatas aja?" katanya perlahan langsung ke kuping kanan gwa.
"What...?" gwa nga ngerti sama yang dia omongin
"Mungkin lo bosen disini. Mungkin lo mau rileks sama gwa diatas" wajah udah deket banget sama muka gwa
"Mbak, gwa nga ngerti sama yang lo omongin." beneran, gwa masih bingung banget nih "Jangankan keatas, disuruh turun juga gwa ogah. Gwa cuma pengen duduk2 doang disini. Please..."
"Huh...!" dia keliatan marah banget sama gwa. Sambil menyentakkan tangan gwa dan melepaskan pegangannya ketangan gwa, dia bergegas meninggalkan gwa sambil ngedumel nga jelas gitu. Gwa cuma denger bagian belakangnya aja ".....bilang aja kalo nga punya duit!"
Buset, kenapa marah2 nih cewek, emang apa salah gwa? Ah, makin aneh aja ini tempat. Lalu gwa nikmati lagi kesendirian gwa ini ditemani gelas minuman gwa dan hentakkan musik yang bikin kepala gwa makin pusing.
*******************
"Sob, gwa mau nanya nih. Emang diatas ada apaan sih?" tanya gwa ke Kenshi, waktu mereka udah pada balik ke meja yang gwa dudukin ini.
"Ahahahahaha, ini nanya serius apa belagak begok lo?"
"Asli dah, gwa nanya serius inih"
"Anjrit, beneran lo serius nga tahu?" Kenshi masang muka nga percaya gitu. Trus dia mandangin gwa kayak ngeliat orang aneh gitu, sama persis kayak tatapan cewek tadi.
"Apa gwa musti guling2an disini biar lo percaya gitu?"
Kenshi duduk disebelah gwa sambil menatap gwa dengan prihatin gitu "Sori sob, gwa pikir lo udah pernah dugem ditempat kayak gini."
"Yang modelnya aneh kayak gini, ya, ini adalah pengalaman pertama gwa. Ayo dong, kasih tau gwa diatas ada apaan?"
"Yang diatas itu kamar sob. Kalo mau pijet+++ juga ada kok" jawab Kenshi kalem
"Ebuset, jadi tempat check-in gitu?"
"Yaelah, nga usah gwa jelasin juga lo udah ngerti sendiri lah. Lo khan udah gede juga"
"Alamak, jadi cewek yang tadi ngajakin gwa keatas berarti ngecer dong dia? Berarti cewek2 yang berserakan disini pada ngecer semua ya sob?"
"Ahahahahaha, ada juga sih yang nga. Cuma susah bedainnya sob" Kenshi cuma ketawa sambil nenggak minumannya
Buset deh. Baru ngerti gwa ternyata ada dunia gemerlap yang gayanya beda dari yang gwa kenal selama ini. Maklum, kalo dunia 'jajan-jajan' kayak gini gwa kagak ngarti. Beneran deh.

"Pantesan lo doyan kemari, baru tahu gwa doyanan lo jajan dimari yak?"
"Sori sob, gwa mah demen sama suasananya aja, pas aja sama kelas sudra kayak gwa ini. Gwa mah kagak doyan jajan" Kenshi membentuk V dengan kedua jarinya. Dan gwa lihat Kenshi nga lagi bohongin gwa. Ya gwa tahulah, kharisma dia terlalu tinggi cuma buat jajan2 doang disini.
"Eh, gwa mau tanya satu lagi yak. Itu emak2 ngapain juga sih mondar-mondir disini?" gwa menunjuk pada wanita yang usianya lebih dari 40-an tahun sedari tadi gwa lihat bolak-balik ngedeketin meja2 tamu disini.
"Yakin lo mau tau? Tunggu ya" Kenshi ninggalin gwa sambil tersenyum. Gwa hapal banget sama senyumannya itu.
Gwa lihat sobat gwa mendekati salah satu wanita itu. Trus, mereka terlihat pembicaraan yang kayaknya lumayan serius. Nga lama wanita itu berjalan mendekati gwa, sementara Kenshi mengikuti dari belakang dengan senyum jahilnya yang gwa hapal banget.
"Oh, jadi kamu pengen ceweknya yang putih tinggi sama model rambutnya yang bondol gitu ya? Ada sih, tapi dia lagi di booking sama tamu. Kamu mau nunggu khan?" kata wanita STW itu dengan gaya kenesnya.
Kampret!, bener banget khan si Kenshi nge-jahilin gwa. Mana make nyebutin ciri2 cewek persis kayak Dinda pula. Nga sopan banget nih si Kenshi.
"Ehh...oohhh...nga. nga usah bu, makasih" gwa liat Kenshi dan temen2 gwa laennya pada ngakak2 kesenengan dibelakang itu ibu2
"Eh, tapi dia itu kembangnya sini lho. Kadang2 tamunya suka bookingnya yang long time atau malah suka dibawa keluar. Apa mami cariin yang lain aja ya?" itu ibu2 masih maksa aja kayaknya, dia nga nyadar apa kalo cuma dikerjain doang sama temen gwa?
"Beneran deh bu, nga usah repot2" gwa terus menolak
"Mami tahu selera kamu, gimana kalo sama cewek didepan itu?" wanita itu menunjuk kearah cewek yang lagi meliuk2an tubuh sambil sibuk memainkan panel2 lightning depannya
"Masa' sih mi? Lightning girlnya bisa di booking juga?" kalo ini si Kenshi yang mupeng.
"Tenang aja, kalo mami yang ngurus mah pasti bisa lah." jawabnya dengan gaya penuh percaya diri.
"Nah itu temen saya minat bu. Kalo saya mah nga deh bu. Seriusan nih saya, maaf ya, saya mau pipis dulu" gwa punya peluang buat kabur dari keadaan yang menyebalkan ini.
Gwa buru2 meninggalkan temen2 gwa yang dari tadi sibuk ngerjain gwa. Ahahahaha, sekarang gwa kabur dulu dah ke toilet. Asli sumpek banget gwa! Ketika gwa melangkahkan kaki menuju toilet, sekali lagi mata gwa tertuju pada lightning girl yang posisinya sebelah2an sama DJ. Ah, masa' iya sih bispak juga? Dan tiba2 gwa jadi teringat sama Felisha.
Diubah oleh luckyismine 26-04-2014 17:36
sormin180 memberi reputasi
1
Kutip
Balas