- Beranda
- Stories from the Heart
Jangan berurusan dengan seorang PREMAN
...
TS
rosarosi
Jangan berurusan dengan seorang PREMAN

Spoiler for Perkenalkan:
cerita ini ane buka dengan ucapan
Quote:
Quote:
rules bagi para PEMBACA SFTH
sopan
no SARA
no SARA

boleh kasih cendol:
, bata
Ane mengharapkan penilaian terhadap tulisan ini. Biar Ane semakin semangat memberi update-an. 
Jangan lupa diberi komen berupa kritik dan saran yah.
, bata
Ane mengharapkan penilaian terhadap tulisan ini. Biar Ane semakin semangat memberi update-an. 
Jangan lupa diberi komen berupa kritik dan saran yah.



Ane cuma ingin menyampaikan cerita true story dari anak manusia. Agar para pembaca bisa mengambil hikmah. Ane tidak menyediakan roman picasan agar bisa masuk trit index SFTH atau cerita true story yang berakhir bahagia. Ane tidak seberuntung itu dalam percintaan.
Ane juga berharap pembaca cerita ini mengerti pesan yang ane sampaikan diatas ketika cerita selesai.
Ane juga berharap pembaca cerita ini mengerti pesan yang ane sampaikan diatas ketika cerita selesai.
Quote:
Ane ucapkan
TERIMA KASIH



TERIMA KASIH



Quote:
Polling
0 suara
Karna apa Glenn masih berhubungan dgn Alira pdhl tidak punya status selama 7 tahun?
Diubah oleh rosarosi 13-05-2014 22:14
anasabila memberi reputasi
1
17.3K
120
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
rosarosi
#2
Update 2
deg.. deg.. deg..
Hati ku berdetak kencang. Sumpah. Gak biasanya aku segugup ini. sudah puluhan cowo dumay yang menghubungi ku tapi kenapa dia yang telpon malah bikin aku deg - degan begini.
"Ha,, hai... kemana aja? w tungguini di MiRC gak muncul - muncul?"
"Ohh,, lo nungguin w? Maaf yah. memang lagi gak chattingan dulu. Lagi sibuk banget soalnya."
Seneng banget rasanya. Penantian ku ternyata gak sia-sia. Memang setelah itu, kami ber-PS ria. Terkadang dia panggil aku sayang atau mami. Padahal hanya chit-chat biasa.
Dan harus aku akui, aku suka dia. Aku ingin melihat wajahnya...
Aku sibuk mengutak-atik hape. memandangi layar berharap mendapat sms yang membuatku lega dan tenang. Ini waktunya setelah 1 tahun aku menunggu, tapi yang dinanti tak kunjung datang. 1 jam yang lalu dia bilang berjanji akan datang. Saat ini sudah puluhan sms yang aku kirim ke dia dan tak ada satupun yang dibalas. Perlahan aku berjalan melintasi pertokoan yang ada di Mall ini. Membayangkan sepenggal memori gila sebelum hari ini.
Berlebihan? Ah,, tidak. aku hanya ingin menghubunginya, tapi aku terlalu takut untuk mendengar suaranya. Jadi hanya ribuan misscall yang aku kirim kepadanya.
lagi pula dia sibuk bekerja. Daripada aku mengganggunya. Memang aku dianggap gila olehnya. Biarkan lah.
Dreeettt,,, Drreeett,,
Panggilan masuk dari Glenn.
"Hallo?"
"Lira, Maaf yah. w baru nelpon. Sodara minta dianterin ke Bandara. Lo mau nunggu? Disini deras hujannya, jadinya macet."
"Engak deh. ini udah waktunya w pulang. Mama bisa nyariin nanti. Bye" aku matikan telponnya
Sedih sih. tapi sudah jam 5 sore dan aku terpaksa pulang. Pertemuanku gagal kembali. Dan ini kedua kalinya dia membatalkan janji. Dulu aku pun menunggunya seperti ini. Dia bilang dia akan memakai pakaian serba merah. Sampai aku membuat panggilan telpon untuk Glenn, setiap cowo yang memakai sneakers silver bergaris merah.
yang bener aja!! semalam ini? udah jam 7 malam!
tenang-tenang.
Dengan izin mau ke warnet, Aku pergi dengan berat hati. (gimana engak. w takut ketauan malam-malam ketemu cowo yang baru w kenal).
Akhirnya ketemu dia juga. Aku harus terima walaupun dia jelek. Toh aku juga jelek, gendut. hmmmm,,,,,
Dari kejauhan, berdiri sepeda motor tiger merah di pinggir perempatan. Sosoknya,,, sebenarnya untuk gadis normal, pasti akan mundur dan kembali pulang kerumah. Cuma aku ini sudah mulai gila dan tak terpikir bagiku untuk memutar badanku dan berjalan menjauh. Mungkin jika aku normal saat itu, garis hidup ku sangat ini tidak se-chaos sekarang.
Penantianku selama 1 tahun membuahkan hasil. Aku hanya bisa berharap ia menjadi pacar pertamaku. Dambaanku.
Hati ku berdetak kencang. Sumpah. Gak biasanya aku segugup ini. sudah puluhan cowo dumay yang menghubungi ku tapi kenapa dia yang telpon malah bikin aku deg - degan begini.
"Ha,, hai... kemana aja? w tungguini di MiRC gak muncul - muncul?"
"Ohh,, lo nungguin w? Maaf yah. memang lagi gak chattingan dulu. Lagi sibuk banget soalnya."
Seneng banget rasanya. Penantian ku ternyata gak sia-sia. Memang setelah itu, kami ber-PS ria. Terkadang dia panggil aku sayang atau mami. Padahal hanya chit-chat biasa.
Dan harus aku akui, aku suka dia. Aku ingin melihat wajahnya...
***
Aku sibuk mengutak-atik hape. memandangi layar berharap mendapat sms yang membuatku lega dan tenang. Ini waktunya setelah 1 tahun aku menunggu, tapi yang dinanti tak kunjung datang. 1 jam yang lalu dia bilang berjanji akan datang. Saat ini sudah puluhan sms yang aku kirim ke dia dan tak ada satupun yang dibalas. Perlahan aku berjalan melintasi pertokoan yang ada di Mall ini. Membayangkan sepenggal memori gila sebelum hari ini.
Berlebihan? Ah,, tidak. aku hanya ingin menghubunginya, tapi aku terlalu takut untuk mendengar suaranya. Jadi hanya ribuan misscall yang aku kirim kepadanya.
lagi pula dia sibuk bekerja. Daripada aku mengganggunya. Memang aku dianggap gila olehnya. Biarkan lah.
Dreeettt,,, Drreeett,,
Panggilan masuk dari Glenn.
"Hallo?"
"Lira, Maaf yah. w baru nelpon. Sodara minta dianterin ke Bandara. Lo mau nunggu? Disini deras hujannya, jadinya macet."
"Engak deh. ini udah waktunya w pulang. Mama bisa nyariin nanti. Bye" aku matikan telponnya
Sedih sih. tapi sudah jam 5 sore dan aku terpaksa pulang. Pertemuanku gagal kembali. Dan ini kedua kalinya dia membatalkan janji. Dulu aku pun menunggunya seperti ini. Dia bilang dia akan memakai pakaian serba merah. Sampai aku membuat panggilan telpon untuk Glenn, setiap cowo yang memakai sneakers silver bergaris merah.
***
Quote:
Quote:
yang bener aja!! semalam ini? udah jam 7 malam!
tenang-tenang.
Dengan izin mau ke warnet, Aku pergi dengan berat hati. (gimana engak. w takut ketauan malam-malam ketemu cowo yang baru w kenal).
Quote:
Akhirnya ketemu dia juga. Aku harus terima walaupun dia jelek. Toh aku juga jelek, gendut. hmmmm,,,,,
Dari kejauhan, berdiri sepeda motor tiger merah di pinggir perempatan. Sosoknya,,, sebenarnya untuk gadis normal, pasti akan mundur dan kembali pulang kerumah. Cuma aku ini sudah mulai gila dan tak terpikir bagiku untuk memutar badanku dan berjalan menjauh. Mungkin jika aku normal saat itu, garis hidup ku sangat ini tidak se-chaos sekarang.
Penantianku selama 1 tahun membuahkan hasil. Aku hanya bisa berharap ia menjadi pacar pertamaku. Dambaanku.
***
Diubah oleh rosarosi 17-03-2014 19:12
0
bagi yang belum pernah punya pacar. bersabarlah... mungkin Tuhan hanya ingin menyimpan nya ketika kamu siap.
INDEX