TS
nbaw
[Share] All About Non Destructive Test Material
![[Share] All About Non Destructive Test Material](https://dl.kaskus.id/www.aspharsurvey.com.au/sites/aspharsurveycomau/assets/public/Image/ndt-06.jpg)
RULES
Quote:
Thread disini membahas semua tentang Pengujian Tidak Merusak pada Material, silahkan share, tanya dan jawab. siapa tau bisa membantu beberapa orang yang masi kebingungan

kalo ane ga bisa jawab, tolong sesepuh ada yang bisa bantu ane
Quote:
![[Share] All About Non Destructive Test Material](https://s.kaskus.id/images/2014/02/26/1407967_20140226122332.jpg)
Important part of NDT
Quote:
BASIC
Quote:
Standards
Quote:
INFO JOB & TRAINING:
Spoiler for EVENT:
![[Share] All About Non Destructive Test Material](https://s.kaskus.id/images/2014/03/14/1407967_20140314124221.png)
Sponsored by
Code:
AUTRI - Asosiasi NDT Indonesia
API - Asosiasi Pengelasan Indonesia
Diubah oleh nbaw 15-06-2020 09:43
0
47.3K
152
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Teknik
3KThread•1.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
nbaw
#18
November 7, 2011 by Yudi Prasetyo
Scanning Electron Microscope (SEM) dan Optical Emission Spectroscope (OES)
a. Scanning Electron Microscope (SEM)
Scanning Electron Microscope (SEM) adalah sebuah mikroskop elektron yang didesain untuk menyelidiki permukaan dari objek solid secara langsung. SEM memiliki perbesaran 10 – 3000000x, depth of field 4 – 0.4 mm dan resolusi sebesar 1 – 10 nm. Kombinasi dari perbesaran yang tinggi, depth of field yang besar, resolusi yang baik, kemampuan untuk mengetahui komposisi dan informasi kristalografi membuat SEM banyak digunakan untuk keperluan penelitian dan industri. Adapun fungsi utama dari SEM antara lain dapat digunakan untuk mengetahui informasi-informasi mengenai:
- Topografi, yaitu ciri-ciri permukaan dan teksturnya (kekerasan, sifat memantulkan cahaya, dan sebagainya).
- Morfologi, yaitu bentuk dan ukuran dari partikel penyusun objek (kekuatan, cacat pada Integrated Circuit (IC) dan chip, dan sebagainya).
- Komposisi, yaitu data kuantitatif unsur dan senyawa yang terkandung di dalam objek (titik lebur, kereaktifan, kekerasan, dan sebagainya).
- Informasi kristalografi, yaitu informasi mengenai bagaimana susunan dari butir-butir di dalam objek yang diamati (konduktifitas, sifat elektrik, kekuatan, dan sebagainya).
Prinsip kerja SEM yaitu bermula dari electron beam yang dihasilkan oleh sebuah filamen pada electron gun. Pada umumnya electron gun yang digunakan adalah tungsten hairpin gun dengan filamen berupa lilitan tungsten yang berfungsi sebagai katoda. Tegangan diberikan kepada lilitan yang mengakibatkan terjadinya pemanasan. Anoda kemudian akan membentuk gaya yang dapat menarik elektron melaju menuju ke anoda.
Gambar 1. Electron gun
Kemudian electron beam difokuskan ke suatu titik pada permukaan sampel dengan menggunakan dua buah condenser lens. Condenser lens kedua (atau biasa disebut dengan lensa objektif) memfokuskan beam dengan diameter yang sangat kecil, yaitu sekitar 10-20 nm. Hamburan elektron, baik Secondary Electron (SE) atau Back Scattered Electron (BSE) dari permukaan sampel akan dideteksi oleh detektor dan dimunculkan dalam bentuk gambar pada layar CRT.
SEM memiliki beberapa detektor yang berfungsi untuk menangkap hamburan elektron dan memberikan informasi yang berbeda-beda. Detektor-detektor tersebut antara lain:
- Detektor EDX, yang berfungsi untuk menangkap informasi mengenai komposisi sampel pada skala mikro.
- Backscatter detector, yang berfungsi untuk menangkap informasi mengenai nomor atom dan topografi.
- Secondary detector, yang berfungsi untuk menangkap informasi mengenai topografi.
Pada SEM, terdapat sistem vakum pada electron-optical column dan sample chamber yang bertujuan antara lain:
- Menghilangkan efek pergerakan elektron yang tidak beraturan karena adanya molekul gas pada lingkungan tersebut, yang dapat mengakibatkan penurunan intensitas dan stabilitas.
- Meminimalisasi gas yang dapat bereaksi dengan sampel atau mengendap pada sampel, baik gas yang berasal dari sampel atau pun mikroskop. Karena apabila hal tersebut terjadi, maka akan menurunkan kontras dan membuat gelap detail pada gambar.
Semua sumber elektron membutuhkan lingkungan yang vakum untuk beroperasi.
b. Optical Emission Spectroscope (OES)
Optical Emission Spectroscope (OES) yang juga biasa dikenal sebagai Atomic Emission Spectroscope (AES) adalah sebuah metode analisi kimia yang menggunakan emisi dari flame, plasma, arc atau spark pada panjang gelombang khusus untuk menentukan kuantitas unsur pada sampel. Panjang gelombang atomic spectral line memberikan informasi mengenai identitas unsur dengan intensitas cahaya yang diemisikan sebanding dengan jumlah atom unsur tertentu.
Diubah oleh nbaw 06-11-2014 17:09
0
![[Share] All About Non Destructive Test Material](https://dl.kaskus.id/www.autri.org/website/sites/default/files/whitejazz_logo.jpg)