Kaskus

Story

nightrain2Avatar border
TS
nightrain2
Life of A Psychopath
Ini bener-bener kisah hidup gua, dan sampai sekarang masih on going. Gua terbilang masih muda, bahkan mungkin beberapa diantara sesepuh sekalian akan terkejut dengan usia gua serta keadaan gua sekarang. Tapi, anggep aja ini jadi pelajaran buat kalian untuk lebih mensyukuri keadaan kalian, terutama yang mungkin berkekurangan. Bukan bermaksud egois, tapi hidup di keluarga yang berkecukupan engga menjamin hidup akan bahagia, seperti gua.

Menceritakan hidup gua di sini menguras air mata banget. Mungkin kalian bingung tapi kalian akan tahu alesannya di cerita-cerita yang akan gua bagi nantinya. Gua terima segala caci maki yang kalian lontarkan buat gua, karena itu biasa. Gua hidup untuk dicacimaki. Gaada alasan buat gua untuk hidup tenang, karena sampai saat ini, gua gapernah tau artinya kebahagiaan itu apa.

Well, hope you enjoy my story.





Index


Quote:
Diubah oleh nightrain2 24-03-2014 20:26
anasabilaAvatar border
motherparker699Avatar border
motherparker699 dan anasabila memberi reputasi
2
24K
291
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.9KAnggota
Tampilkan semua post
nightrain2Avatar border
TS
nightrain2
#2
2.
Gua bukan orang yang anti sosial. Pada dasarnya, gua emang orang yang cerewet. Tapi gua akhirnya berubah menjadi seorang yang manipulative. Gua rela korbanin teman dekat gua sekalipun untuk dapetin apa yang gua mau. Gua menjadi seorang yang biasa aja didepan orang banyak. Gua bisa tersenyum dan ketawa, terlebih dengan teman yang bisa dibilang dekat dengan gua. Tapi that's it. Itu cuma tipu muslihat belaka. Gapernah ada sedetik pun tanpa gua mencemooh semua orang disekitar gua. Ya, mereka menyedihkan, menjijikkan. Gua benci liat mereka semua senang-senang. If killing someone is legal, then gua udah bunuh semua disekitar gua, termasuk yang gua care sekalipun. Ah ya, gua emang gila jadi sori kalo gua mengatakan hal gila.

Saking gilanya gua, gua menge-push semua yang mau mendekati gua. Disatu sisi, gua butuh diperhatiin. Gua butuh orang untuk support gua. Tapi dilain sisi, gua gabisa ngendaliin diri gua untuk menjauh dari mereka. Mungkin karena gua selalu disakiti, gua jadi merasa gua gabutuh siapa-siapa. Tapi, gua juga gabisa ngendaliin diri gua untuk ga desperate cari temen. Gua inget bener waktu teman deket gua main dengan teman lainnya, dan bukan dengan gua, gua langsung histeris di tempat. Tanpa bisa gua tahan, gua nangis di tempat gua berdiri, gua membentak semua yang mencoba tenangin gua, gua lempar barang-barang disekitar gua, dll dll. Ah, kalo gua inget-inget lagi kejadian itu, gua cuma bisa ketawa sinis. Bener kata nyokap, gua emang psycho. Pantes dia ga mengakui gua sebagai anaknya. Dan bokap juga ga membantah.

Ah, alasan gua hidup sekarang cuma jadi pertanyaan besar untuk gua. Mungkin dah berkali-kali gua mencoba untuk berpikir untuk apa gua ada didunia, namun semuanya hanya membawa gua ke jalan buntu.

Pernah sekali teman gua yang bernama Vivi melihat luka sayatan di lengan gua. Dia menatap gua iba dan berjanji untuk ada disisi gua waktu gua susah. Tapi, baru saja gua mutusin buat percaya dia, gua gasengaja dengar dia berbincang-bincang dengan temannya:

Quote:


Gua pun kembali tertawa sinis, dan meninggalkan mereka. Saat itu, gua pun sadar bahwa semua orang munafik, semua orang gabisa dipercaya. Dan itulah saat di mana gue belajar untuk meninggalkan emosi gua, dan hidup bak seorang robot.
Diubah oleh nightrain2 10-03-2014 00:26
motherparker699
motherparker699 memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.