- Beranda
- Stories from the Heart
Life of A Psychopath
...
TS
nightrain2
Life of A Psychopath
Ini bener-bener kisah hidup gua, dan sampai sekarang masih on going. Gua terbilang masih muda, bahkan mungkin beberapa diantara sesepuh sekalian akan terkejut dengan usia gua serta keadaan gua sekarang. Tapi, anggep aja ini jadi pelajaran buat kalian untuk lebih mensyukuri keadaan kalian, terutama yang mungkin berkekurangan. Bukan bermaksud egois, tapi hidup di keluarga yang berkecukupan engga menjamin hidup akan bahagia, seperti gua.
Menceritakan hidup gua di sini menguras air mata banget. Mungkin kalian bingung tapi kalian akan tahu alesannya di cerita-cerita yang akan gua bagi nantinya. Gua terima segala caci maki yang kalian lontarkan buat gua, karena itu biasa. Gua hidup untuk dicacimaki. Gaada alasan buat gua untuk hidup tenang, karena sampai saat ini, gua gapernah tau artinya kebahagiaan itu apa.
Well, hope you enjoy my story.
Menceritakan hidup gua di sini menguras air mata banget. Mungkin kalian bingung tapi kalian akan tahu alesannya di cerita-cerita yang akan gua bagi nantinya. Gua terima segala caci maki yang kalian lontarkan buat gua, karena itu biasa. Gua hidup untuk dicacimaki. Gaada alasan buat gua untuk hidup tenang, karena sampai saat ini, gua gapernah tau artinya kebahagiaan itu apa.
Well, hope you enjoy my story.
Index
Quote:
Diubah oleh nightrain2 24-03-2014 20:26
motherparker699 dan anasabila memberi reputasi
2
24K
291
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
nightrain2
#1
1.
Siapa gua?
Entah. Yang gua tau nama gua Anne, punya orangtua lengkap dan 1 kakak laki-laki. Orang bilang gua termasuk lucky karena selain pinter, terbilang cantik, gua hidup di keluarga yang lebih dari cukup. Semua mendamba menjadi gua.
Setiap kali gua mendengar mereka bilang gitu, gua cuma bisa tersenyum. Gua gabisa bilang keadaan gua sekarang, karena mereka pasti akan speechless dan menganggap gua gila.
7 tahun disiksa secara fisik cukup membuat gua menjadi pribadi yang 'rusak'. Alasan gua disiksa? Entah, sampai sekarang gua gatau alasan gua harus diperlakuin kayak gitu. Mungkin nyokab gua emang ada kelainan jiwa jadi harus nindas gue? Entahlah. Tapi kalau emang bener kenyataannya kayak gitu, well, artinya semua keluarga gua juga sakit jiwa karena setiap gua disiksa, mereka hanya diam. Bokap, kakak, semua diam. Mungkin mereka takut sama nyokap?
Gua masih inget betul waktu gua masih berusia 4 tahun. Saat itu, gua mau ceritain hari-hari gua ke nyokap. Gua tau saat itu mungkin nyokap males dengerin gua, tapi gue abaikan pemikiran gua itu dan terus lanjutin cerita. Gua ingin nyokap tau kesenangan gua saat itu. Tapi ga lama, kesenangan itu harus hilang karena saat gua sadar, gua ngerasain perih yang sangat di pipi gua. Gua ditampar. Gua yang saat itu masih kecil cuma bisa nangis. Tapi semakin gua nangis, semakin wanita gila itu mencambuk punggung gua.
"Brisik! Tutup mulut lu! Mau gua potong mulut lu hah?!". Itu kata-katanya tiap kali gua nangis dan menjerit kesakitan. Gua yang udah kesakitan akhirnya terdiam, dan akhirnya wanita itu tinggalin gua tanpa sekalipun minta maaf ke gua.
Gua masih inget juga ketika dia terang-terangan teriak di depan umum, "Dasar anak haram!" karena gua mendapat nilai 80 untuk ulangan gua. Gua inget bener semua orang mandang gua dengan muka iba, dan gua benci tatapan itu. Gua yang saat itu udah bisa membentak, akhirnya teriak membalas perkataannya. Dan sekali lagi, gua ditampar. Caci maki terus dilontarkannya ke gua. Anak haram, wanita panggilan, pramuria, itu semua kata-kata yang selalu ia katakan ke gua. Tapi, semua orang sengaja menutup telinga mereka. Semua ga peduli dengan keadaan gua.
Sampai tiba hari di mana gua kenal dengan teman baru gua, teman yang akan terus ada buat kasih gua kepuasan. Setiap darah yang keluar membuat gua seneng. Disiksa secara fisik dan mental membuat gua benci dengan diri gua sendiri. Dan gua butuh rasa sakit itu untuk menghukum diri gua, walau mungkin gua ga salah apa-apa.
Ironic memang, tapi itu yang gua rasa. Gaada yang ngerti posisi gua. Bullshit kalo orang bilang "Gua ngerti perasaan lu" karena mereka gangerti.
Dan mungkin ketagihan self-harm hanya satu diantara hal-hal gila lainnya yang gua punya. Karena, gua sadar, gua udah masuk jurang yang gamungkin gua dapat keluar dengan mudah.
Entah. Yang gua tau nama gua Anne, punya orangtua lengkap dan 1 kakak laki-laki. Orang bilang gua termasuk lucky karena selain pinter, terbilang cantik, gua hidup di keluarga yang lebih dari cukup. Semua mendamba menjadi gua.
Setiap kali gua mendengar mereka bilang gitu, gua cuma bisa tersenyum. Gua gabisa bilang keadaan gua sekarang, karena mereka pasti akan speechless dan menganggap gua gila.
7 tahun disiksa secara fisik cukup membuat gua menjadi pribadi yang 'rusak'. Alasan gua disiksa? Entah, sampai sekarang gua gatau alasan gua harus diperlakuin kayak gitu. Mungkin nyokab gua emang ada kelainan jiwa jadi harus nindas gue? Entahlah. Tapi kalau emang bener kenyataannya kayak gitu, well, artinya semua keluarga gua juga sakit jiwa karena setiap gua disiksa, mereka hanya diam. Bokap, kakak, semua diam. Mungkin mereka takut sama nyokap?
Gua masih inget betul waktu gua masih berusia 4 tahun. Saat itu, gua mau ceritain hari-hari gua ke nyokap. Gua tau saat itu mungkin nyokap males dengerin gua, tapi gue abaikan pemikiran gua itu dan terus lanjutin cerita. Gua ingin nyokap tau kesenangan gua saat itu. Tapi ga lama, kesenangan itu harus hilang karena saat gua sadar, gua ngerasain perih yang sangat di pipi gua. Gua ditampar. Gua yang saat itu masih kecil cuma bisa nangis. Tapi semakin gua nangis, semakin wanita gila itu mencambuk punggung gua.
"Brisik! Tutup mulut lu! Mau gua potong mulut lu hah?!". Itu kata-katanya tiap kali gua nangis dan menjerit kesakitan. Gua yang udah kesakitan akhirnya terdiam, dan akhirnya wanita itu tinggalin gua tanpa sekalipun minta maaf ke gua.
Gua masih inget juga ketika dia terang-terangan teriak di depan umum, "Dasar anak haram!" karena gua mendapat nilai 80 untuk ulangan gua. Gua inget bener semua orang mandang gua dengan muka iba, dan gua benci tatapan itu. Gua yang saat itu udah bisa membentak, akhirnya teriak membalas perkataannya. Dan sekali lagi, gua ditampar. Caci maki terus dilontarkannya ke gua. Anak haram, wanita panggilan, pramuria, itu semua kata-kata yang selalu ia katakan ke gua. Tapi, semua orang sengaja menutup telinga mereka. Semua ga peduli dengan keadaan gua.
Sampai tiba hari di mana gua kenal dengan teman baru gua, teman yang akan terus ada buat kasih gua kepuasan. Setiap darah yang keluar membuat gua seneng. Disiksa secara fisik dan mental membuat gua benci dengan diri gua sendiri. Dan gua butuh rasa sakit itu untuk menghukum diri gua, walau mungkin gua ga salah apa-apa.
Ironic memang, tapi itu yang gua rasa. Gaada yang ngerti posisi gua. Bullshit kalo orang bilang "Gua ngerti perasaan lu" karena mereka gangerti.
Dan mungkin ketagihan self-harm hanya satu diantara hal-hal gila lainnya yang gua punya. Karena, gua sadar, gua udah masuk jurang yang gamungkin gua dapat keluar dengan mudah.
Diubah oleh nightrain2 09-03-2014 23:20
motherparker699 memberi reputasi
1