Kaskus

Story

javieeAvatar border
TS
javiee
BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"
BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"


Spoiler for RULES:


BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"


INTRO

Perkenalkan, nama gw Raden Fajar Putro Mangkudiningrat Laksana...Bohong deng, kepanjangan...sebut aja gw Fajar. Tinggi 175 cm berat 58kg. bisa disebut kurus karena tinggi dan berat badan gw ga proposional. emoticon-Frown. Gw ROCKER...!! Pastinya Rocker Kelaparan.
Gw terlahir dari keluarga biasa saja yang serba "Cukup". dalam arti "cukup" buat beli rumah gedongan, "cukup" buat beli mobil Mewah sekelas Mercy. (ini jelas jelas bohong). yang pasti gw bersyukur dilahirkan dari keluarga ini.

Gw Anak pertama dari 3 bersaudara. Adik adik gw semuanya perempuan. Gw keturunan Janda alias Jawa Sunda. Bokap asli dari Jepara bumi Kartini. Tempatnya para pengrajin kayu yang terkenal di Nusantara bahkan diakui oleh Dunia. Tapi bokap gw bukan pengusaha mebel seperti kebanyakan orang Jepara. Nyokap gw asli Sumedang Kota yang terkenal dengan TAHU nya. Tapi wajahnya sama sekali nggak mirip tahu ya. Sunda tulen nan cantik jelita. Beliau bidadari gw nomer "1" di dunia ini.

Spoiler for INDEKS:


Spoiler for INDEKSII:
Diubah oleh javiee 06-04-2015 23:49
anasabilaAvatar border
nona212Avatar border
manusia.baperanAvatar border
manusia.baperan dan 4 lainnya memberi reputasi
3
729K
2.9K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
javieeAvatar border
TS
javiee
#796
PART 45
Beberapa hari kemudian...

"Lu jadi bareng gw nggak Ded?" Tanya gw di parkiran motor.

"Tau nih...gw nunggu si Ijal dulu. Lagi ketemu guru dia." Jawab Dedi.

"Ooh, gw balik duluan atuh ya."

"Ntar dulu Jar. tungguin dulu. Kalo gw ga jadi pergi ama si Ijal, gw bareng elu" Ujarnya.

"Yaudah gw nunggu di depan. Sekalian mau beli rokok." Ucap gw lalu meninggalkan Dedi.

Ya, akhir akhir ini si Dedi agak jarang untuk pulang bersama gw. Dia sedang menjalani bisnis dengan si Ijal teman satu kelasnya. Bisnis apakah itu?
Bisnis memancing. Aneh bukan? Memancing kok bisnis?
Hampir setiap hari sepulang sekolah, mereka berdua selalu mengikuti lomba memancing di pemancingan umum daerah Kedunghalang. Yang gw tahu, si Ijal ini yang modalin peralatan memancing dan biaya pendaftaran, sementara Dedi yang menjadi fisherman. Sobat gw yang satu ini memang ahlinya dalam dunia nyomot ikan. Tak jarang saat perlombaan dia selalu mendapat juara. Hasilnya pun tidak sedikit, bisa mencapai Rp.500.000 apabila berhasil juara 1.

Kalo gw sih males banget sama yang namanya mancing. Kata orang mancing itu bisa menghilangkan stres, tapi tidak untuk gw.
Pernah suatu hari gw diajak Dedi memancing. Tapi apa yang gw dapat? Gw malah makin stres karena umpan yang gw berikan tidak pernah nyangkut di mulut ikan. Gw juga heran...Padahal umpannya sama, jor-an juga sama, sampai kail dan benang pun sama. Tapi kenapa itu ikan nggak mau makan umpan gw?? Sudahlah...
Kembali ke jalan cerita.....

Akhirnya gw berhentikan motor dan menepi di sebuah warung.
Warung yang tak asing, warung yang selalu gw tongkrongin selama kelas 2. Iya, warung si Aa.
Gw sudah terbiasa lagi berada disini walau hanya sekedar membeli rokok. Untuk nongkrong? Sangat jarang sekali, bahkan tidak pernah lagi. Namun kali ini gw dipaksa untuk nongkrong sebab gw menunggu Dedi yang sedang ada keperluan.

Gw membakar sebatang rokok, lalu gw berniat untuk duduk. Dimana kursi plastik yang berwarna merah itu? Entahlah, sepertinya sudah lama rusak dan sekarang diganti dengan kursi kayu yang lebih kokoh. Dan bokong gw pun mendarat mulus di kursi itu.
Tak lama kemudian dari kejauhan terlihat Dedi berjalan kaki ke arah gw. Sepertinya dia tidak jadi berangkat mancing dengan Ijal karena dia berjalan sendirian. Dengan tampang khas sambil nyengir mirip anak simpanze dia pun tiba di hadapan gw.

"Nggak jadi berangkat Lu?" Tanya gw.

"Nggak jadi Jar..." Jawabnya lalu duduk bersebelahan dengan gw.

"Nggak nyari duit dong lu? haha"

"Iya nih payah. Si Ijal juga lagi nggak ada duit katanya. Lagian juga kalo hari Sabtu berat berat lawannya. Susah buat menang."

"Beuh, dah pesimis aja lu."

"Bukanya pesimis Jar, tapi liat lawan juga. Kalo lawannya udah pengalaman ya pasti berat. Makannya gw kalo mancing ga pernah weekend. Soalnya para master maennya gini hari. Pake strategi juga lah Jar...haha" Ujarnya.

"Yailah....timbang nyomot ikan aja pake strategi."

"Harus lah...masalahnya duit ini mah! Haha...Bagi rokok dong gw."

"Yah gw cuma beli sebatang Ded."

"Et dah. Gw kira beliin buat gw juga."

"Beli sendiri giih" Ujar gw.

Bukan Dedi namanya kalo rokok ga minta. Bisa dimaklumi lah karena jiwanya dia menggambarkan sosok anak STM sejati.
Ya, STM!! (Sok Tara Modal).
Gw lanjut menikmati racun nikmat ini. Ada perasaan lega ketika kepulan asap keluar dari mulut gw. Kepulan asap itu ibarat segudang masalah kehidupan yang tengah gw alami, dan masalah itu pergi begitu saja lalu menghilang layaknya asap rokok yang sedang gw nikmati ini.

"Lama ya Jar nggak nongkrong disini?" Ujar Dedi.

"Yaah lumayan Ded..."

"Ntar kalo lulus, lu mau lanjutin kemana Jar?" Tiba tiba Dedi bertanya seperti itu.

"Yailah, semester satu aja belom kelar dah ngomongin lulus aja lu!! Gw nggak tau mau kemana abis lulus. Kalo kuliah lagi, butuh biaya gede. Kalo kerja, nggak tau dah bakalan kerja dimana."

"Haha. Bingung ceritanya nih? Oya, Lu masih suka ngeband kan? Yaudah lu jadi anak band aja sono. Haha..."

"Jiah ini lagi...nggak bisa diharepin Ded. Gw Cuma iseng iseng aja maen ginian. Cuma sekedar hobi doang lah..." Ujar gw.

"Tapi siapa tau aja yang awalnya iseng iseng malah bisa jadi ladang duit. Lu kalo ikut festival, terus menang dapet duit kan? Itung itung Hobi yang sekaligus bisa menghasilkan Jar.."

"Lah lu sendiri kan hobi mancing tuh, kenapa lu nggak jadi tukang pancing aja? Kan dapet duit juga tuh..hahaha"

"Yahh itu mah cuma hobi doang!! Bukan jadi mata pencaharian Jar." Ujarnya.

"Sama aja kaya gw dong Pe-Ak, gw ngeband cuma hobi doang. Elu mancing juga cuma hobi...Pusing ngomong sama lu mah. Haha"

"Hehe...Iya juga ya Jar..." Dia nyengir.

"Dasar...Bahluuul....Bahluul...!!" Cela gw.

"Hahahahaha....." Kami pun tertawa bersama.

Selalu saja setiap perdebatan yang kami lakukan berakhir dengan tawa. Entah apanya yang lucu dari obrolan kami berdua. Hal kecil seperti ini sudah menjadi kebiasaan disaat kami duduk bersama. Terkadang omongan omongan nggak penting justru malah menjadi hot topik pembicaraan. Apalagi kalo udah ngomongin yang namanya wanita. Ya, bisa dibayangkan lah seperti apa obrolan antara lelaki ketika membahas tentang wanita. Pasti tidak jauh dari muka, dada, dan paha. Hahaha.

Suasana siang itu cukup sejuk, dan panas terik matahari pun sangat bersahabat, ditambah sepo sepoi angin berhembus kencang yang membuat ranting pohon berayun. Iramanya seperti menghipnotis siapa saja yang melihat ranting itu bergoyang.
Gw kembali diam, dan rasa kantuk itu perlahan menyerang kedua bola mata gw. Mungkin ini efek dari suasana siang yang sejuk nan sepi. Untuk membunuh rasa kantuk ini, gw pun kembali membeli beberapa batang rokok lagi.
Sebatang rokok sudah terselip di mulut gw, korek yang tergantung di etalase itu pun sudah gw genggam dan jari gw bersiap untuk menyalakannya.
Lantas gw malah terdiam dan mematung ketika mata gw memandang jauh ke arah sudut jalanan.

Mata gw terus memperhatikan sesosok motor Tig*r berwarna hitam berjalan pelan menuju warung tempat gw berada.
Pandangan gw lurus tepat kepada si pengemudi motor itu...Sepertinya dia tidak asing dan gw pernah melihat lelaki itu. Lalu pandangan gw beralih pada seorang wanita yang diboncengnya, dan mata gw juga seperti mengenalinya.
Mereka pun semakin dekat dan sosok mereka semakin jelas terlihat oleh mata gw.
Dengan berjalan pelan sekali, mereka pun tiba di depan warung lalu menoleh ke arah gw dan memperhatikan gw. Gw sempat beradu pandang dengan kedua sosok yang gw kenal itu. Wanita itu lantas mengacungkan jari telunjuknya ke arah gw seperti memberitahu pada lelaki itu perihal keberadaan gw disini.
Dan akhirnya mereka lewat begitu saja.

Gw terpaku..Lalu menelan ludah...
Gadis itu...benarkah itu dia? Benarkah itu si neng geulis? Benarkah itu Niar?
Benar sekali...itu memang dia. Mata gw masih normal, dan gw nggak mungkin salah lihat. Setelah sekian lama, gw kembali melihatnya. Tidak hanya sekedar melihatnya, namun kedua bola mata gw, dan kedua bola matanya benar benar bertemu beradu pandang. Pastinya dia juga melihat gw. Bahkan tadi dia menunjuk gw.

"Siapa tu Jar?...haha" Dedi membuka percakapan.

"......." Gw hanya tersenyum.

"Masih inget lu?" Tanya Dedi.

"........"

"Udah lah Jar...Udah ada si Bunga ini."

"........" Gw masih diam.

Beberapa batang rokok sudah gw habiskan. Semuanya gw hisap secara bergantian. Habis, bakar lagi, lalu habis lagi, bakar lagi. Begitu seterusnya sampai banyak puntung berserakan di lantai tempat gw berpijak.

Perih.....Ya, itu yang gw rasakan ketika melihatnya berboncengan dengan laki laki itu. Gw nggak ngerti kenapa gw merasa seperih itu.
Siapa dia? Dia bukan siapa siapa gw...
Siapa dia? Dia hanya sekelumit masa lalu gw. Tapi kenapa, kenapa gw merasa seperti itu. Kenapa hati gw ini seperti di iris oleh pisau yang tumpul. Gw tidak mengerti...Sama sekali tidak bisa dimengerti. Gw ingin sekali beranjak pergi dari tempat ini. Tapi entah mengapa tubuh ini terasa berat seperti enggan meninggalkan tempat ini.
Segera gw lanjutkan membakar rokok. Gw hisap dalam dalam itu rokok, lalu asapnya gw keluarkan dengan cepat.

"Fuuuuuhhhhhh...."

"Ah gila lu Jar. Rokok separo lu abisin sendiri?" Ujar Dedi.

"Haha...Nih beli lagi.!!" Sahut gw sambil mengeluarkan uang 5ribuan.

Dedi beranjak ke warung untuk membeli beberapa batang rokok lagi dan 2 gelas air mineral.
Lalu gw sandarkan kepala ini di dinding warung. Gw masih merasakan....gw masih menyisakan rasa terhadap Niar. Karena dia masih ada disini...
Di lubuk hati gw...Dan gw tidak bisa membohongi hati gw kalau gw masih merindukan dia.
Rindu yang tersisa, yang mungkin berupa ampas.
Ya...Ampas!!

'derrrttt....dertt..'
Jimbot gw bergetar beberapa kali. Gw ambil jimbot dari saku lalu gw lihat layarnya. Sebuah panggilan dari Bunga...

"Halo...." Ucap gw.

"Halo...Yank, nanti jam 3 kamu jadi jemput aku kan?" Tanya dia.

"Eh...iya...jadi."

"Kamu masih dimana?"

"Masih di sekolah..." Jawab gw.

"Oh yaudah. Pulangnya hati hati ya...aku tunggu."

"Iya..."

Telefon pun terputus lantas gw kembali membakar rokok. Entah sudah berapa batang rokok yang gw habiskan siang itu. Mungkin ini yang ke 5 kalinya. Dalam tempo 1 jam gw menghabiskan 5 batang rokok. Dan itu hebaat!!!!
Hingga peristiwa yang tak pernah gw duga sebelumnya pun terjadi.
efti108
Darpox
Darpox dan efti108 memberi reputasi
2
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.