Kaskus

Hobby

  • Beranda
  • ...
  • Budaya
  • ★★★ Adat Dan Budaya Suku Banjar (Kalimantan Selatan) ★★★

edodoedogawaAvatar border
TS
edodoedogawa
★★★ Adat Dan Budaya Suku Banjar (Kalimantan Selatan) ★★★
⋘ Thread ini dibuat dengan tujuan untuk berbabagi dan memberikan informasi mengenai adat dan kebudayaan tentang suku Banjar yang ada di Kalimantan Selatan. ⋙


★★★ Adat Dan Budaya Suku Banjar (Kalimantan Selatan) ★★★




Spoiler for Index Link:


Quote:



Monggo untuk para sepuh yang mempunyai informasi mengenai adat dan kebudayaan suku Banjar untuk di bagi disini emoticon-Embarrassment
Postingan yg mengangkut atau memberikan info tentang kebudayaan suku banjar akan di update di page one
emoticon-I Love Kaskus (S)
Diubah oleh edodoedogawa 18-05-2014 02:30
0
213.2K
429
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Budaya
Budaya
KASKUS Official
2.5KThread1.6KAnggota
Tampilkan semua post
edodoedogawaAvatar border
TS
edodoedogawa
#394
Tari Pantul
kaskus-image

kaskus-image


Tari ini adalah merupakan tari tradisi dayak bakumpai (Kalimantan Selatan) yang dimana biasanya ditarikan pada upacara adat Batopeng Bawayang untuk menolak bala (babarasih kampung).

Tari ini biasanya dimainkan dalam bentuk teater cerita rakyat sekaligus untuk pengobatan bagi mereka yang sakit karena diganggu oleh roh halus akibat lupa dengan leluhurnya atau mereka sakit karena menolak menjadi seorang pardewa (orang yang bisa mengobati penyakit).

Dalam ritual adat tersebut, setiap penarinya haruslah memiliki garis keturunan dari penari-penari sebelumnya. Biasanya mereka mengenakan busana hitam atau kuning, yang juga melambangkan bahwa mereka termasuk keturunan penari Pantul.

Tarian yang kental dengan unsur magis ini, dimanfaatkan masyarakat Dayak Bakumpai sebagai media pengobatan penyakit kejiwaan, guna-guna, dan lain sebagainya.

Saat membawakan tarian ini, penari seperti kehilangan kesadarannya, semua gerakannya refleks, namun gerakan tariannya masih teratur.

Mereka diyakini digampiri makhluk alam sebelah, dan dengan bantuan makhluk tersebut, saat menari mereka diyakini mampu mengobati orang-orang yang sakit.

Selain itu, penari juga dapat mendeteksi orang yang sedang kena guna-guna, atau mempunyai ciri pertanda buruk, seperti ciri disambar buaya, disambar petir, mati lamas dan lainnya. Mereka juga dipercaya bisa membuang semua pertanda buruk tersebut.

Biasanya tarian ini dibawakan oleh lima orang, namun bisa juga dimainkan hingga tujuh orang. Tarian ini biasanya dimainkan oleh laki-laki, namun juga bisa dimainkan oleh perempuan, yang penting masih memiliki garis keturunan.

Alat musik yang digunakan untuk mengiringi tarian Pantul biasanya berupa Sarun, Sarantam, Agung, Kanung, rebab dan lain sebagainya.

Ketua Sanggar Seni Sinar Pusaka Selidah, H Rudi mengatakan, ada ritual khusus yang harus dilakukan sebelum mebawakan tarian ini.

Dia menambahkan, biasa ritual khusus tersebut dilakukan dengan cara menyiapkan sesajen kepada makhluk alam sebelah yang berperan sebagai tabib tersebut.

"Kalau tarian ini dimainkan oleh perempuan, maka gaya atau gerakan perempuan tadi gesit, layaknya seorang pria," ujar H Rudi.

Jika seorang keturunan penari Pantul yang terpilih sebagai penari, namun tidak mau melaksanakan atau mengemban tugas untuk melestarikan tarian ini, maka diyakini orang tersebut akan mengalami gangguan kejiwaan, bahkan bisa gila.

Kesenian Bapantul di Kabupaten Tapin


kaskus-image


Kesenian Tradisional Bapantul merupakan hiburan segar yang jenaka dan mampu membuat penontonnya tertawa, padahal propertinya cukup sederhana, yang utamanya adalah sebuah topeng yang dipakai oleh seniman yang berperan tergantung dari karakteristik topeng tersebut.

Topeng ini bisanya bukan topeng tokoh pewayangan tetapi topeng yang menunjukkan mimik muka yang lucu dan jenaka, sehingga apabila orang yang melihatnya diharapkan akan langsung tertawa. Biasanya cerita yang ditampilkan adalah cerita sehari-hari dalam kehidupan masyrakatnya yang biasanya berhubungan dengan mata pencaharian masyrakat Tapin, seperti Paunjunan (orang yang senang memancing), Tukang Iwak (orang yang berjualan ikan), Panungkihan (orang yang mencari kayu) dan lain-lain.

Disamping pola ceritanya yang cukup sederhana, ada pula segi positif dari Kesenian Tradisional Bapantul, biasanya pemeran/pemain/seniaman dari kesenian ini membumbui ceritanya dengan pesan-pesan moral yang disampaikan untuk para penonton. Pesan moral ini bervariasi sesuai dengan perkembangan jaman yang ada, seperti pesan yang ditujukan untuk para generasi muda, bahwa mereka harus menjauhi obat-obatan terlarang dan belajar yang rajin agar mampu membangun bangsa ini.

Hal-hal inilah yang cukup unik dalam kesenian ini karena dalam kesenian tradisional biasanya hanya menampilkan ciri khas kesenian itu, baik itu unsur tradisionalnya, budaya, mistik, dan pola cerita. Kesenian Tradisional Bapantul memiliki akulturasi tersendiri dalam hubungan dengan yang menonton kesenian ini sehingga kesenian ini sangat berharga untuk dipertahankan dan cukup disayangkan untuk hilang.

Penari Topeng Kesurupan Pantul dan Sangkala


kaskus-image



RATUSAN orang memadati Jalan Banyiur Luar RT 10, Kelurahan Basirih, Banjarmasin, Senin (2/1/2011) malam. Mereka sedang menyaksikan dua laki-laki yang sedang menari di atas panggung tapi dalam keadaan tak sadar.

kaskus-image


Keduanya kerasukan roh halus ketika mengenakan topeng pantul dan sangkala. Namun, dua pria itu berangsur-angsur sadar setelah sesepuh kawasan Banyiur, Ara, menapung tawari mereka sembari membacakan doa.

kaskus-image


Setelah kedua penari yang kesurupan mulai sadar dan turun dari panggung, penonton langsung berebut air yang telah disiapkan dan ditempatkan tidak jauh dari panggung.

kaskus-image


Baik orangtua maupun anak-anak berebut mendapatkan air itu. Mereka membasuh muka dengan air yang diyakini membawa berkah itu.

Sebelum dua pria itu menari mengenakan topeng pantul dan sangkala, di atas panggung berukuran 4x3 meter itu, tujuh perempuan berlenggok gemulai. Mereka membawakan tarian Tujuh Bidadari. Ketujuh perempuan itu juga mengenakan topeng di wajahnya.

kaskus-image


Alat musik babon, tenongan, gong, kerecek dan biola mengiringi gerakan tubuh para penari. Sesekali penonton bersorak dan bertepuk tangan melihat tarian itu.

Para penari sebelum naik ke panggung juga terlebih dulu ditapung tawari. "Istilahnya, kami pinjam dulu rohnya untuk menari. Setelah azan Subuh baru mengembalikan roh ke alam gaib," kata Ara, pria berusia 60 tahun.

Tradisi tari topeng di Kelurahan Basirih itu berlangsung turun temurun di keluarga Ara. Konon, tidak sembarang orang bisa membawakan tari topeng itu.

Anggota keluarga menggelar tradisi itu setelah turun bulan, maksdunya digelar pada akhir tahun atau awal tahun. Seperti pergelaran malam itu, dilaksanakan awal tahun karena sudah turun bulan.

Ara mengatakan, tujuan pergelaran itu untuk mengumpulkan seluruh anggota keluarga. Pihaknya meneruskan tradisi tetua sebelumnya, menggelar tari topeng setelah turun bulan.

"Ini hajatan tahunan, mengumpulkan keluarga yang jauh-jauh. Supaya semua beketahuan (saling mengenal), ada yang dari Tamban dan Mantuil," ujar Ara.

Menurut Ara, semua penari masih satu silsilah keluarga. Jika bukan, maka diyakini tidak bisa menari mengikuti alunan musik pengiringnya.

Seorang penari, Ayu mengatakan, tidak sulit belajar tari topeng. Menurut dia, tinggal menari melenggokkan badan sesuai mengikuti alunan musiknya. "Mudah saja menarinya, mengikuti alunan musik," kata perempuan berkulit putih itu.


sumber :
http://epaper.banjarmasinpost.co.id/
Banjarmasinpost.co.id
http://hardanika05.wordpress.com/
http://www.tribunnews.com/
http://sanggarsenisinarpusaka.blogsp...ri-pantul.html
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.