Thread ini adalah thread reborn dari thread lama yang tenggelam di old kaskus. Seperti thread MBT, thread ini juga sudah disetujui momod danube. Thank's alot mod
Welcome to the World of Aircaft Carriers,
Admiral!
Catatan: Uraian di bawah ini secara umum merupakan desain dari Kapal Induk kelas Nimitz. Secara umum desain setiap kapal kelas Nimitz serupa, kecuali jika ada catatan khusus.
Secara umum, hull kapal induk ini dibangun dari plat baja high-tensile yang sangat kuat, dengan ketebalan beberapa inci. Kekuatan internal kapal induk terutama berasal dari tiga struktur horizontal – lunas berdasar-ganda, dek penerbangan dan dek hangar – yang membentang di seluruh hull dan membentuk persegi panjang. Bagian hull yang berada di bawah garis air membulat dan relatif tipis jika dibandingkan dengan bagian yang berada di atas garis air, yang melebar untuk mengakomodasi lebarnya dek penerbangan. Selain karena bentuk, stabiliser yang sangat teliti membuat kapal sangat stabil.
Bagian bawah kapal induk memiliki dasar ganda yang terdiri dari dua lapisan plat baja berat yang dipisahkan oleh sebuah celah kecil. Desain ini memberikan perlindungan ekstra terhadap kerusakan akibat torpedo atau tabrakan .
Di dalam kapal, terdapat 23 bulkhead (sekat) melintang kedap air, dengan lebih dari 2.000 kompartemen, serta sepuluh sekat pelindung api. Menurut publikasi terbuka, kapal induk kelas Nimitz dapat bertahan lebih dari tiga kali kerusakan yang dapat ditahan oleh kapal induk kelas Essex dari Perang Dunia II, dan dapat menyerap benturan dan gelombang kejut paling tidak pada proporsi yang sama untuk ukurannya. Ukuran Kapal Induk kelas Nimitz yang sangat besar memungkinkannya untuk mengangkut bahan bakar 90% lebih banyak dan amunisi 50% lebih banyak (hamper 3.000 ton) dari pada kapal induk kelas Forrestal
Spoiler for Dek Penerbangan:
Dek Penerbangan
Dek penerbangan kapal induk kelas Nimitz sangat luas, dengan panjang 1.092 kaki (332,8m), lebar 250 kaki 8in (76.4 m) dengan luas total lebih dari 4. are (1,8 hektar). Saking luasnya, tiga pertandingan National Football League terpisah dapat dilakukan bersamaan di atasnya. Dek penerbangan memiliki angled deck, 14 derajat dari tengah, yang berfungsi sebagai area pendaratan pesawat, dan memungkinkan pesawat diluncurkan secara bersamaan dari ketapel haluan kapal. Selama operasi penerbangan, dek penerbangan dianggap sebagai salah satu tempat kerja paling berbahaya di Bumi. Pandangan ini terutama menyoroti lokasi empat ketapel bertenaga uap, empat elevator dan JBD.
Dek penerbangan memiliki empat ketapel, dua di haluan dan dua di sisi kiri, yang dikenal sebagai “ketapel pinggang”. Ketapel USS Ronald Reagan adalah Type C Mk 13 Mod 2 dengan panjang 310 kaki (94,48m). Ketapel No.4 kapal induk kelas Nimitz terletak di sisi kiri, paling dekat dari ujung dek penerbangan. Ketapel ini tidak dapat meluncurkan pesawat dengan berat penuh karena masalah clearance sayap. Kekurangan ini diperbaiki pada desain USS Ronald Reagan (CVN 76) dan George H.W. Bush (CVN 77).
Terletak tepat di belakang setiap ketapel adalah Jet Blast Deflector (JBD), yang dinaikkan 45 derajat selama peluncuran pesawat, untuk membelokkan pancaran gas buang pesawat. Empat elevator pesawat, tiga di sisi kanan dan satu di kiri, untuk memindahkan pesawat dari hangar ke dek penerbangan. Dek penerbangan dibatasi dengan jaring baja, yang berfungsi sebagai jaring pengaman untuk personel dek.
Deknya sendiri terbuat dari baja berkekuatan tinggi, dengan ketebalan yang dirahasiakan, dan dilapisi dengan lapisan ablatif Kevlar tipis (MS-375G), yang berfungsi sebagai lapisan anti-licin, serta untuk perlindungan tambahan.
Untuk membantu komunikasi, setiap area dek diberi nama khusus, yang digunakan oleh personel dek penerbangan dan kontrol lalulintas udara.
Island kapal induk kelas Nimitz berbeda dari kelas Forrestal. Yang paling jelas adalah pergerakan dari Primary Flight
Control (Pri-Fly) dari bagian buritan ke depan island dan pergerakan dari island sendiri ke buritan untuk mengakomodasi pergantian posisi dari dua elevator depan (dipakai pada kelas Kitty Hawk).
Semua kapal induk kelas Nimitz memiliki empat arresting wires untuk pendaratan pesawat, kecuali pada Ronald Reagan dan George H.W. Bush, yang hanya memiliki tiga.
Spoiler for Personel Dek:
Personel Dek
Aktivitas dek dipusatkan pada sekitar dua kegiatan – peluncuran dan pendaratan pesawat. Untuk menyelesaikan tugas ini, kapal induk memiliki tim personel dengan tugas yang sangat terspesialisasi, untuk merawat pesawat, mengisi bahan bakar, memandu pesawat di atas dek, menangani persenjataan dan mengawasi peluncuran dan pendaratan. Setiap tugas memerlukan pelatihan tingkat tinggi. Personel dek penerbangan memakai seragam terstandarisasi terdiri dari sepatu dengan bagian bawah baja, celana yang sangat kuat, sarung tangan, pelindung mata dan telinga, serta memakai jaket pelampung special yang disebut dengan “float coat” dan sebuah cranial. Float coat dan cranial memiliki kode warna tersendiri untuk mengidentifikasi setiap tugas personel di atas dek.
Awak USS Ronald Reagan Sedang Menjalani Latihan Pemadam Kebakaran (Foto: Wikipedia)
Operasi penerbangan dikendalikan oleh lima individu: Air Boss, Mini Boss, Handler, Air Bos’n dan Landing Signal Officer (LSO). Air Boss, secara resmi bernama Air Officer, adalah aviator komando post-squadron dan menempati Pri-Fly di tingkat 010 (tingkat tertinggi) di island kapal induk. Berada enam tingkat di atas dek penerbangan, Pri-Fly memiliki jangkauan penglihatan penuh, ke buritan dan depan, pada aktivitas penerbangan, dan mengendalikan semua pesawat di atas dek dan yang sedang terbang dalam radius 5 mil (8km). Mini Boss, secara resmi bernama Air Officer Assistant, membantu Air Boss. Handler, dari posisinya sebagai Flight Deck Control (FDC), mengendalikan semua pergerakan seluruh pesawat di atas dek penerbangan dan hangar, dan menggunakan apa yang disebut sebagai “Ouija Board” untuk memonitor pesawat. Alat ini merupakan diagram skala besar dari dek kapal induk dengan cutout kecil dari setiap pesawat. Cutout ini ditandai dengan nomor pesawat dan keterangan yang merefleksikan flight event, masalah dan status bahan bakar. Air Bos’n bertanggung jawab untuk setiap keadaan darurat selama penerbangan dan General Quarters, dan dibantu oleh seorang staff dari setiap skuadron sesuai dengan manual penerbangan Naval Air Training and Operating Procedures Standardization (NATOPS). LSO mengendalikan pesawat dari ¾ mil saat melakukan pendekatan akhir (pendaratan).
Spoiler for Operasi Peluncuran dan Pendaratan Pesawat:
Operasi Peluncuran dan Pendaratan Pesawat
Peluncuran pesawat memerlukan bantuan dari ketapel bertenaga-uap. Setiap kapal induk Nimitz memiliki empat ketapel. Bersama-sama, keempat ketapel ini dapat meluncurkan pesawat setiap 20 detik. USS Ronald Reagan memiliki ketapel uap C-13 Mod 2 (tidak seperti kapal induk kelas Nimitz sebelum CVN 72 yang memiliki ketapel uap C-13 Mod 1). Mod 2 merupakan ketapel bertekanan-rendah yang mengurangi kebutuhan uap dari reaktor, yang pada gilirannya memperpanjang usia inti reaktor. Mod 1 maupun Mod 2 mampu meluncurkan pesawat tanpa adanya headwind. Kapal induk generasi selanjutnya, USS Gerald R. Ford (CVN 78: yang diperkirakan selesai dibangun pada 2015) akan menggunakan sistem baru Electromagnetic Aircraft Launch System (EMALS). Sistem baru ini kemungkinan tidak akan diretrofit pada kelas Nimitz karena meningkatnya kebutuhan listrik.
Tenaga dari ketapel dikombinasikan dengan daya dorong mesin jet, serta angin di atas dek. Kapal induk berputar dan melaju berlawanan dengan arah angin untuk meningkatkan kecepatan angin di atas dek yang memberikan daya angkat tambahan. Faktor ini dikombinasikan dengan kecepatan kapal induk sendiri, sehingga dapat menghasilkan kecepatan angin hingga 50knot (93km/j) –kecepatan kapal induk 30knot (56km/j) dan angin 20knot (37km/j)- dengan ini dapat mengurangi tenaga yang dibutuhkan untuk meluncurkan pesawat sebanyak 50knot, atau untuk membantu peluncuran pesawat dengan berat penuh.
Terletak beberapa yard di belakang setiap ketapel adalah JBD besar berbentuk persegi panjang yang dikontrol secara hidrolis. JBD tetap tertutup hingga beberapa saat sebelum peluncuran, dan berelevasi sebanyak 45 derajat. JBD dibuat dari beton dan memiliki sistem pendingin (menggunakan air laut) yang mencegah kerusakan akibat panas dari semburan gas buang mesin jet. Setiap JBD terdiri dari enam bagian yang dapat dengan bebas dipindah. Struktur ini memantulkan gas buang mesin selama peluncuran dan melindungi baik pesawat maupun awak dek penerbangan.
FA-18E Super Hornets dari Skuadron VFA-115 Diluncurkan dari USS Ronald Reagan (Foto: www.maritimequest.com)
Pesawat di atas kapal induk diluncurkan oleh petugas yang berada di Integrated Catapult Control Station (ICCS), yang juga disebut sebagai “gelembung.” Seperti sebutannya “gelembung” merupakan dome kecil yang terletak di antara ketapel no. 1 dan 2, serta di sisi kiri dek penerbangan, di kiri ketapel no. 4. “Gelembung” menawarkan perlindungan untuk “shooter” yang meluncurkan pesawat, dan dimasukkan kembali ke dalam dek penerbangan ketika tidak digunakan. “Gelembung” diperkenalkan pada 1975, tetapi tidak dibangun hingga kapal induk Nimitz diperkenalkan; dan diretrofit selama periode yard (langsiran).
Sebelum penggunaan “gelembung”, petugas ketapel secara regular berada di area palka-terbuka kecil, memegang papan kontrol ketapel di pangkuannya, menerima instruksi akhir dari “shooter” yang berdiri di dek penerbangan.
Pesawat didaratkan menggunakan sistem arresting gear Mk 7 Mod 3 yang terdiri dari 3 kabel dan sebuah pembatas tabrakan darurat yang berada di belakang dek penerbangan miring. Arresting cable disebut juga liontin “cross-deck” atau “kawat” oleh awak di atas dek. Arresting cable memiliki panjang 110 kaki (33,5m) dan memiliki berat 3,5lb (1,58kg) per kaki.
Ronald Reagan dipasangi dengan sistem arresting gear baru pada periode perawatan terjadwal 2007, yang dikenal dengan nama Advanced Recovery Control System (ARC), yang menggantikan sistem mekanik lama dengan teknologi kontrol digital canggih. ARC akan di-retrofit pada semua kapal induk kelas Nimitz dan kelas Gerald R. Ford. Sebuah sistem baru juga saat ini sedang dalam tahap riset, bernama Advanced Arresting Gear (AAG), yang akan menggantikan seluruh sistem hidrolis Mk 7.
Arresting gear masuk ke dek penerbangan melalui katrol retractable di kedua sisi dek dan melewati bagian bawahnya dan masuk ke ruang kontrol arresting gear, di mana mereka terpasang ke silider hidrolis dari mesin sistem. Tegangan arresting gear diatur untuk setiap tipe pesawat, memperhatikan berat, isi bahan bakar, dan persenjataan. Arresting gear dinaikkan (2-5 inci atau 50-140mm) di atas dek penerbangan. Ketika pesawat menangkap kabel, kabel merenggang dan menyerap hentakan dari pendaratan pesawat. Kapasitas penyerapan energinya sekitar 47,500ft-lb (64.4 MJ). Sistem arresting gear mampu mendaratkan jet seberat 50,000lb (22,727kg) dengan kecepatan 130 knot (241km/j) dan menghentikannya secara total dengan jarak kurang dari 340 kaki (104m). Setiap kabel harus diganti setelah 125 kali pendaratan.
Spoiler for Ruang Hangar:
Ruang Hangar
Ruang hangar terletak di bawah dek penerbangan, sepanjang dua pertiga panjang kapal induk. Secara keluruhan berukuran panjang 684kaki (208.5m), lebar 108kaki (33m) dan tinggi 25kaki (7.6m)– hamper setinggi bangunan tiga tingkat. Ruang hangar terbagi menjadi tiga ruang berukuran sama dan dipisahkan oleh serangkaian pintu geser-otomatis berlapis baja berat, bersama dengan sistem pemadam kebakaran yang rumit, yang berfungsi untuk mengurangi kerusakan akibat kebakaran maupun ledakan.
Walaupun hangar sangat luas, tetapi hanya mampu menampung sekitar 50 pesawat, sehingga beberapa pesawat harus selalu parker di dek penerbangan. Ruang hangar digunakan untuk pekerjaan perawatan dan perbaikan, penyimpanan suku cadang, mesin dan drop tank. Aircraft Intermediate Maintenance Division (AIMD) berada tepat di belakang hangar bay.
Untuk memindahkan pesawat dari/ke hangar dan dek penerbangan, kapal induk menggunakan empat elevator besar yang terletak disekitar perimeter hangar dan dek penerbangan. Tiga elevator berada di sisi kanan kapal, No. 1 hingga 3, berurutan dari haluan ke buritan, dan elevator no. 4 berada di ujung belakang sisi kiri dek penerbangan. Setiap elevator terbuat dari aluminium memiliki lebar 52 kaki (15,2m), panjang inboard 70kaki (21,3m) dan panjang outboard 85kaki (25,9). Total luas setiap elevator 3,880ft2 (360m2). Masing-masing mampu menopang berat 47 ton, setara dengan dua F-14 Tomcats (berat penuh). Elevator dipisahkan oleh pintu baja berat, yang menutupi lubang oval.
Spoiler for Island dan Struktur Signifikan Bagian Dalam:
Island dan Struktur Signifikan Bagian Dalam
Struktur island kapal induk adalah fasilitas komando dan kontrol pusat untuk operasi kapal induk dan udara. Sementara berbagai fasilitas tempur terdapat di dek bagian bawah, island memiliki Bridge, Flag Bridge, dan pusat Pri-Fly. Pri-Fly terletak di puncak island, tepat dibelakangnya adalah area terbuka yang disebut sebagai “Vulture’s Row,” di mana awak dapat mengobservasi operasi udara tanpa gangguan. Tepat di bawah Pri-Fly adalah Bridge, di mana kapal induk dikendalikan. Dari sini, komandan dan petugas eksekutif mengendalikan dan menavigasi kapal induk. Dimulai dengan USS Harry S. Truman, kebanyakan kendali dan display sekarang digital. Flag Plot terletak di bawah Bridge di 08 level di mana commanding admiral atau komandan CSG dapat mengobservasi operasi. Flag Plot awalnya merupakan tempat di mana admiral memimpin operasi battlegroup; posisi ini kemudian secara bertahap dipindahkan ke Tactical Flag Command Center (TFCC) di bawah dek penerbangan.
Baik Ronald Reagan maupun George H.W. Bush memiliki struktur island yang didesain ulang dan tiang komposit. Pri-Fly diperluas, serta jendela yang lebih besar. Tiang buritan dipindahkan dari dek penerbangan ke island untuk meletakkannya pada posisi yang lebih dekat dengan sistem radar lain.
Kapal induk sendiri dibagi menjadi beberapa tingkat, semuanya dirujuk dari dek hangar. Tingkat di atas hangar diberi angka, seperti 01 Deck, 02 Deck, dst., sementara di bawahnya diejakan seperti Second Deck, Third Deck, dst.
Sebagian besar air wing dan fasilitas komando yang berhubungan dengan aviasi berada di 03 Deck (atau
Gallery) terletak di bawah dek penerbangan. Di sini kita dapat menemukan ruang skuadron siaga, satu per skuadron, seperti halnya kantor air wing dan ruang komando, dan wardroom “dirty shirt”. Di depan ruang siaga skuadron, adalah “blue tile country” – sebuah area untuk flag staff,komando pusat dan set kontrol. Dinamakan demikian karena area ini memiliki ubin biru, untuk membedakan fungsi komandonya dari area lain di kapal dan untuk mencegah personel berlalu lalang. Fasilitas komando dan kontrol berikut terletak di sini:
• Combat Information Center (CIC)/Combat Direction Center (CDC)
• Tactical Flag Command Center (TFCC)
• Ships Signals Exploitation Space (SSES)
• Carrier Air Traffic Control Center (CATCC)
Combat Information Center (CIC)/Combat Direction Center (CDC)
CIC (dibaca see-eye-see) berperan sebagai fasilitas komando tempur keseluruhan, mengawasi semua informasi baik yang diperoleh dari sensor kapal dan pesawat atau dari sumber intelijen eksternal. CIC, yang kemudian diganti nama menjadi CDC untuk menunjukkan peran tempur aktifnya, memiliki beberapa sub-kompartemen yang didedikasikan untuk misi peperangan spesifik, termasuk Anti-SurfaceWarfare (ASuW), Anti-AirWarfare
(AAW), Undersea Warfare (USW), dan Electronic Warfare (EW). Pesonel yang berada di masing-masing ruangan khusus mengatur sesuai bidang khususnya dan kemudian mengirimkan informasi dan penilaian mereka ke CDC utama. Bagian-bagian khusus ini dipisahkan secara fisik, yang berfungsi untuk menyebarkan fungsi komando dan membatasi efek kerusakan akibat pertempuran. Dari CDC, komandan meneruskan seluruh informasi ke air wing dan CSG.
Carrier Air Traffic Control Center (CATCC)
CATCC (dibaca cat-see) mengawasi dan menkoordinasi semua operasi udara dan kendali lalu lintas udara di sekitar CSG. CATCC bertanggung jawab untuk berkomunikasi dengan semua pesawat di luar radius 5-mil (8km); di dalam radius ditangani oleh Air Boss di Pri-Fly, dan selanjutnya pada LSO. CATCC, bersama dengan kontroler udara di dalam pesawat E-2 Hawkeyes, akan menjadi suara komando selama misi.
Ships Signals Exploitation Space (SSES)
Walaupun sangan sensitive, tujuan dari SSES adalah untuk memproses dan mengeksploitasi sinyal elektronik. Anggota staf yang bekerja di SSES memiliki akses untuk intelijen tingkat-nasional dan medan perang. SSES bertanggung jawab untuk menyediakan indikasi dan dukungan peringatan kepada pengawas taktis di atas kapal induk dan perencana grup penyerangan, dan menyediakan laporang real-time serta menyebarkan informasi (yang sensitive waktu) kepada pembuat keputusan di level nasional dan taktis. Semua teknisi yang bekerja di SSES memiliki ijin keamanan dan merupakan bagian dari OS Division dari Departemen Intelejen.
Tactical Flag Command Center (TFCC)
Merupakan versi miniature dari CIC, ruang ini merupakan tempat flag admiral dan komandan CSG dapat bekerja untuk mengendalikan operasi CSG, dengan menggunakan berbagai jenis layar display lebar USQ-81(V) 20kaki2 (6.2m2). TFCC kemudian ditambahkan pada setiap kelas supercarrier.