- Beranda
- Stories from the Heart
[Doko Demo Hana] Doko Demo Watashi Ga Aru, Hana O Hanami Shite Imasu
...
TS
primenumbers
[Doko Demo Hana] Doko Demo Watashi Ga Aru, Hana O Hanami Shite Imasu
Konichiwa minna-san! Hajimemashite, watashi no namae wa Eric desu. Dozo Yoroshiku 
Artinya : Hallo semuanya! Perkenalkan, nama gue Eric. Senang bertemu dengan kalian
Selama ini gue cuma jadi silent reader abadi di SFTH, dan setelah banyak membaca cerita2 disini yg sangat inspiratif, menarik, dan unik. Gue juga memberanikan diri untuk menulis cerita gue sendiri
Gue orangnya nggak suka basa basi dan banyak ngomong. Jadi kita langsung ke ceritanya aja yah
Buat yg udah mampir arigatou onegaishimasu and happy reading
--
Buat temen2 yg udah tau/ngerti arti judulnya, gak usah di share dimari ya translate nya.
Cukup disimpen dalem hati aja dulu
Yg pasti nanti di last episode akan gue kasih tau artinya
Sankyu

Artinya : Hallo semuanya! Perkenalkan, nama gue Eric. Senang bertemu dengan kalian

Selama ini gue cuma jadi silent reader abadi di SFTH, dan setelah banyak membaca cerita2 disini yg sangat inspiratif, menarik, dan unik. Gue juga memberanikan diri untuk menulis cerita gue sendiri

Gue orangnya nggak suka basa basi dan banyak ngomong. Jadi kita langsung ke ceritanya aja yah

Buat yg udah mampir arigatou onegaishimasu and happy reading

--
Buat temen2 yg udah tau/ngerti arti judulnya, gak usah di share dimari ya translate nya.

Cukup disimpen dalem hati aja dulu

Yg pasti nanti di last episode akan gue kasih tau artinya

Sankyu

Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 34 suara
Who is your favourite character?
Eric :cool:
15%
Florina :kisss
24%
Desma :kisss
44%
Arman :cool:
18%
Diubah oleh primenumbers 13-07-2014 23:47
anasabila memberi reputasi
1
96.7K
856
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
primenumbers
#168
Eps 16
Yg mana yah? Yg tiga puluh ribu atau yg dua puluh lima ribu? Gw membatin dalam hati memilih makanan kucing yg akan gue beli di petshop. Inilah akibatnya kalo gak pernah belanja di tempat/toko bagus, gak tau barang2 yg kualitasnya bagus. 
Biasanya gue kalo beli makanan kucing di tempat gue biasa beli, di tukang popan di depan komplek. Disitu mulai dari popan, dedek, jagung, makanan burung, makanan kelinci, makanan kucing, komplit semuanya ada. Tapi karna ini hari minggu dan toko itu tutup. Mau gak mau gue harus beli di petshop yg jaraknya lumayan jauh.
Ketika gue akhirnya memutuskan untuk mengambil yg berharga tiga puluh ribu, gue mendengar suara Flo yg memanggil gue. Beneran suara Flo atau delusi gue doang nih?
“Eric?” Kata Flo dengan suaranya yg khas.
Gue segera membalik badan ketika mengenali suara itu.
“Ya?”
Ternyata benar itu adalah Flo, gue menanggapinya dengan ekspresi datar.
“Oh elo Flo” Gue langsung manyun
“Ngapain, Ric?” Balas Flo dengan senyum tipis di bibirnya
“Ini beli makanan kucing”
“Lo melihara kucing juga?”
“Iya”
“Kucing apa?”
“Persia”
“Wah sama dong. Kucingnya dibawa nggak?” Flo menebar pandangannya ke sekitar
“Nggak, ada di rumah. Ini kucing lo?” Gue menunjuk kucing persia warna putih yg digendongnya
“Iya, bagus nggak?” Kata Flo meminta pendapat
“Bagus, bersih. Tapi kok diem aja sih? Lagi sakit?”
“Bukannya lagi sakit, emang sifatnya pemales”
“Oh kirain lagi sakit. Terus lo kesini mau ngapain? Beli makanan juga?”
“Nggak, ini pengen gue mandiin. Udah 3 minggu dia nggak mandi, gue nya sibuk terus hahaha”
Rasanya gue ingin bercelutuk. Lo kenapa hari ini beda banget Flo sama kemarin2? Sebelumnya lo terkesan sombong dan arogan. Tapi kenapa hari ini malah bersikap waroable ke gue?
“Berapa ini, mas?” Gue hendak membayar barang yg gue ambil
“Tiga puluh ribu”
“Ini mas uangnya”
“Makasih”
Gue sibuk menukarkan uang dengan barang yg gue beli. Sementara Flo sibuk menyerahkan kucingnya ke penjaga petshop untuk dimandikan.
Sebelum gue keluar, gue berhenti sejenak untuk menyempatkan pamit ke Flo.
“Duluan ya, Flo”
“Mau kemana, Ric?” Tanyanya
“Pulang”
“Jangan pulang dulu dong. Temenin gue sebentar sampe kucing gue mandinya selesai. Bete gue gak ada temen”
Permintaan Flo sempat membuat gue bimbang.
“Gimana ya?”
“Sebentar, Ric. Kita ngobrol2 soal kucing sebentar sambil makan es krim. Kan enak tuh” Komentarnya
“Boleh deh”
Kemudian gue dan Flo menuju ke indomart yg terletak tidak cukup jauh dari petshop. Flo kembali dari indomart dengan dua buah es krim magnum di tangannya. Lalu kita duduk bersebelahan di kursi kayu yg ada di depan indomart tersebut.
Entah apa yg gue rasakan, perasaan gue seperti pop corn yg meletup2. Gue gelagapan, mendadak gue merasa gugup.
“Nih, Ric. Buat lo”
“Wah dibeliin es krim, gak enak nih gue”
“Gak apa2, Ric. Es krim doang”
“Ngomong2 rumah lo dimana, Flo?” Ujar gue sambil berharap dia akan memberitahu alamat rumahnya
“Di menteng”
“Uhuuukk” Gue tersedak sekaligus terkejut ketika mendengar kata Menteng.
Anak orang tajir dong dia, rumahnya aja di menteng gitu loooh.
Tapi, masa sih rumahnya di menteng? Jauh bener dong dia kesini.
“Kenapa, Ric?”
“Gak apa2. Emang disono gak ada petshop? Kok bisa sampe kesini?”
“Udah langganan, Ric. Udah sering bolak balik kesini”
“Pantes, pasti naek mobil ya?” Gue menanyakan kendaraan yg ia pakai kesini.
“Iya lah. Eh ngomong2 kucing lo umurnya berapa bulan? Warnanya apa?”
“Lima bulan, warna coklat”
“Lucu dong kayak Garfield. Namanya siapa?” Tanya Flo dengan mata berbinar
“Luna”
“Luna? Betina?”
“Iya”
“Kucing gue juga betina, namanya Sonia”
“Wah kok bisa sama begitu ya? Jangan2 kita jodoh”
“Hahaha, kebetulan doang”
“Hahaha” Gue tertawa kecil
“Kapan2 kasih liat kucing lo ke gue dong”
Gue mengangguk sambil mengeluarkan senyum spontan tanpa ada maksud apapun.
“Beneran, Ric? Awas ya kalo bohong, nanti gue bawa kucing gue juga deh. Biar kucing kita maen bareng”
“Sip”
Kemudian kita berdua bergeming, antara rikuh dan tak tahu harus berbuat apa. Sampai akhirnya Flo memecah kelakukan itu dengan melihat jam tangan yg ia gunakan di tangan kirinya.
"Udah lama juga nih kita ngobrol, Ric. Kayaknya udah selesai si Sonia mandinya"
"Iya, gak kerasa"
"Lo pulang naek apa?"
Waduh sekarang berbalik dia yg nanya kendaraan, bisa tengsin nih gue kalo dia tau gue kesini jalan kaki. Tapi gue selalu inget pesan nyokap gue, "Budi pekerti yg paling baik adalah kejujuran", dan kata kalo Thomas Jefferson "Kejujuran adalah bab pertama dalam buku kebijaksanaan". Maka dari itu, gue harus jujur, gak boleh bohong. Dengan bangga gue berkata.
"Jalan kaki"
"Jalan kaki?"
"Iya, rumah gue deket kok. Cuma 1,5km dari sini. 15 menit doang kalo jalan kaki. Ya udah deh, gue duluan ya, Flo"
"Iya, makasih ya, Ric" Ucapnya sambil tersenyum kecil
"Yuk sama2"
What a day! This is wonderful day of my life!
Gue senang bisa mengisi waktu weekend gue yg biasanya membosankan diganti dengan obrolan menyenangkan bersama Florina. Momen2 langka seperti ini jarang terjadi di hidup gue.
Flo, wajahmu dan suaramu, akan selalu kuingat. Meskipun itu bisa membuatku menjadi gila.
Bersambung

Biasanya gue kalo beli makanan kucing di tempat gue biasa beli, di tukang popan di depan komplek. Disitu mulai dari popan, dedek, jagung, makanan burung, makanan kelinci, makanan kucing, komplit semuanya ada. Tapi karna ini hari minggu dan toko itu tutup. Mau gak mau gue harus beli di petshop yg jaraknya lumayan jauh.

Ketika gue akhirnya memutuskan untuk mengambil yg berharga tiga puluh ribu, gue mendengar suara Flo yg memanggil gue. Beneran suara Flo atau delusi gue doang nih?

“Eric?” Kata Flo dengan suaranya yg khas.
Gue segera membalik badan ketika mengenali suara itu.

“Ya?”

Ternyata benar itu adalah Flo, gue menanggapinya dengan ekspresi datar.
“Oh elo Flo” Gue langsung manyun
“Ngapain, Ric?” Balas Flo dengan senyum tipis di bibirnya

“Ini beli makanan kucing”
“Lo melihara kucing juga?”

“Iya”
“Kucing apa?”

“Persia”
“Wah sama dong. Kucingnya dibawa nggak?” Flo menebar pandangannya ke sekitar

“Nggak, ada di rumah. Ini kucing lo?” Gue menunjuk kucing persia warna putih yg digendongnya
“Iya, bagus nggak?” Kata Flo meminta pendapat

“Bagus, bersih. Tapi kok diem aja sih? Lagi sakit?”

“Bukannya lagi sakit, emang sifatnya pemales”

“Oh kirain lagi sakit. Terus lo kesini mau ngapain? Beli makanan juga?”

“Nggak, ini pengen gue mandiin. Udah 3 minggu dia nggak mandi, gue nya sibuk terus hahaha”

Rasanya gue ingin bercelutuk. Lo kenapa hari ini beda banget Flo sama kemarin2? Sebelumnya lo terkesan sombong dan arogan. Tapi kenapa hari ini malah bersikap waroable ke gue?
“Berapa ini, mas?” Gue hendak membayar barang yg gue ambil
“Tiga puluh ribu”
“Ini mas uangnya”
“Makasih”
Gue sibuk menukarkan uang dengan barang yg gue beli. Sementara Flo sibuk menyerahkan kucingnya ke penjaga petshop untuk dimandikan.
Sebelum gue keluar, gue berhenti sejenak untuk menyempatkan pamit ke Flo.
“Duluan ya, Flo”

“Mau kemana, Ric?” Tanyanya
“Pulang”

“Jangan pulang dulu dong. Temenin gue sebentar sampe kucing gue mandinya selesai. Bete gue gak ada temen”
Permintaan Flo sempat membuat gue bimbang.
“Gimana ya?”

“Sebentar, Ric. Kita ngobrol2 soal kucing sebentar sambil makan es krim. Kan enak tuh” Komentarnya
“Boleh deh”

Kemudian gue dan Flo menuju ke indomart yg terletak tidak cukup jauh dari petshop. Flo kembali dari indomart dengan dua buah es krim magnum di tangannya. Lalu kita duduk bersebelahan di kursi kayu yg ada di depan indomart tersebut.
Entah apa yg gue rasakan, perasaan gue seperti pop corn yg meletup2. Gue gelagapan, mendadak gue merasa gugup.

“Nih, Ric. Buat lo”

“Wah dibeliin es krim, gak enak nih gue”

“Gak apa2, Ric. Es krim doang”

“Ngomong2 rumah lo dimana, Flo?” Ujar gue sambil berharap dia akan memberitahu alamat rumahnya

“Di menteng”
“Uhuuukk” Gue tersedak sekaligus terkejut ketika mendengar kata Menteng.
Anak orang tajir dong dia, rumahnya aja di menteng gitu loooh.

Tapi, masa sih rumahnya di menteng? Jauh bener dong dia kesini.

“Kenapa, Ric?”

“Gak apa2. Emang disono gak ada petshop? Kok bisa sampe kesini?”

“Udah langganan, Ric. Udah sering bolak balik kesini”

“Pantes, pasti naek mobil ya?” Gue menanyakan kendaraan yg ia pakai kesini.
“Iya lah. Eh ngomong2 kucing lo umurnya berapa bulan? Warnanya apa?”
“Lima bulan, warna coklat”
“Lucu dong kayak Garfield. Namanya siapa?” Tanya Flo dengan mata berbinar
“Luna”
“Luna? Betina?”

“Iya”
“Kucing gue juga betina, namanya Sonia”

“Wah kok bisa sama begitu ya? Jangan2 kita jodoh”

“Hahaha, kebetulan doang”

“Hahaha” Gue tertawa kecil

“Kapan2 kasih liat kucing lo ke gue dong”
Gue mengangguk sambil mengeluarkan senyum spontan tanpa ada maksud apapun.
“Beneran, Ric? Awas ya kalo bohong, nanti gue bawa kucing gue juga deh. Biar kucing kita maen bareng”
“Sip”
Kemudian kita berdua bergeming, antara rikuh dan tak tahu harus berbuat apa. Sampai akhirnya Flo memecah kelakukan itu dengan melihat jam tangan yg ia gunakan di tangan kirinya.
"Udah lama juga nih kita ngobrol, Ric. Kayaknya udah selesai si Sonia mandinya"
"Iya, gak kerasa"
"Lo pulang naek apa?"

Waduh sekarang berbalik dia yg nanya kendaraan, bisa tengsin nih gue kalo dia tau gue kesini jalan kaki. Tapi gue selalu inget pesan nyokap gue, "Budi pekerti yg paling baik adalah kejujuran", dan kata kalo Thomas Jefferson "Kejujuran adalah bab pertama dalam buku kebijaksanaan". Maka dari itu, gue harus jujur, gak boleh bohong. Dengan bangga gue berkata.
"Jalan kaki"

"Jalan kaki?"

"Iya, rumah gue deket kok. Cuma 1,5km dari sini. 15 menit doang kalo jalan kaki. Ya udah deh, gue duluan ya, Flo"

"Iya, makasih ya, Ric" Ucapnya sambil tersenyum kecil

"Yuk sama2"

What a day! This is wonderful day of my life!
Gue senang bisa mengisi waktu weekend gue yg biasanya membosankan diganti dengan obrolan menyenangkan bersama Florina. Momen2 langka seperti ini jarang terjadi di hidup gue.

Flo, wajahmu dan suaramu, akan selalu kuingat. Meskipun itu bisa membuatku menjadi gila.

Bersambung

JabLai cOY memberi reputasi
1
![[Doko Demo Hana] Doko Demo Watashi Ga Aru, Hana O Hanami Shite Imasu](https://s.kaskus.id/images/2014/04/09/6430330_20140409050230.jpg)


![[Doko Demo Hana] Doko Demo Watashi Ga Aru, Hana O Hanami Shite Imasu](https://dl.kaskus.id/bethhart.com/wp-content/uploads/2013/04/Twitter11.png)