Kaskus

Story

primenumbersAvatar border
TS
primenumbers
[Doko Demo Hana] Doko Demo Watashi Ga Aru, Hana O Hanami Shite Imasu
Konichiwa minna-san! Hajimemashite, watashi no namae wa Eric desu. Dozo Yoroshiku emoticon-Big Grin

Artinya : Hallo semuanya! Perkenalkan, nama gue Eric. Senang bertemu dengan kalian emoticon-Big Grin

Selama ini gue cuma jadi silent reader abadi di SFTH, dan setelah banyak membaca cerita2 disini yg sangat inspiratif, menarik, dan unik. Gue juga memberanikan diri untuk menulis cerita gue sendiri emoticon-Big Grin

Gue orangnya nggak suka basa basi dan banyak ngomong. Jadi kita langsung ke ceritanya aja yah emoticon-Hammer

Buat yg udah mampir arigatou onegaishimasu and happy reading emoticon-coffee

--

Buat temen2 yg udah tau/ngerti arti judulnya, gak usah di share dimari ya translate nya. emoticon-Big Grin
Cukup disimpen dalem hati aja dulu emoticon-Big Grin
Yg pasti nanti di last episode akan gue kasih tau artinya emoticon-Big Grin
Sankyu emoticon-Cendol (S)


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:




Quote:


Quote:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 34 suara
Who is your favourite character?
Eric :cool:
15%
Florina :kisss
24%
Desma :kisss
44%
Arman :cool:
18%
Diubah oleh primenumbers 13-07-2014 23:47
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
96.8K
856
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
33KThread54.5KAnggota
Tampilkan semua post
primenumbersAvatar border
TS
primenumbers
#157
Eps 15
Masih di tempat yg sama, di halaman kampus. Gue dan Arman makin asyik berbincang sambil tertawa2.


“Mbak D udah dateng belom, Ric?” Arman bertanya emoticon-Bingung (S)

“Kagak tau gue, emang gue bokapnya” Gue berdehem

“Ke kelasnya yuk” emoticon-Big Grin

“Males ah. Beda gedung, jauh” emoticon-Cape d... (S)

“Yaelah lo timbang ngikut gue doang” emoticon-Cape d... (S)

“Mau ngapain? Kurang kerjaan amat masih pagi gini” emoticon-Cape d... (S)

“Gue mau minta nomor handphone nya” emoticon-Wowcantik

“Mabok aer kobokan lo? Kagak bakal dikasih” emoticon-Cape d... (S)

“Kan gue udah bilang berkali2. Bego lo ah! Usaha dulu, dikasih apa nggak urusan belakangan” emoticon-Cape d... (S)


Akhirnya gue dan Arman bangun dari teras dan memutuskan untuk pergi ke kantin saja. Pergi ke kelas Desma bisa dilakukan ketika kelas telah usai. Namun, seperti disengaja. Gue dan Arman bertemu dengan Desma dan teman2nya di kantin.


“Des, pangeran lo dateng” Ujar salah satu teman Desma

“Siapa?” Desma membalas emoticon-Thinking

“Tuh” Kata cewek itu sambil menggerakkan bola matanya ke arah Arman yg sudah dilihatnya emoticon-Thinking

“Dih, najong!” emoticon-Nohope


Arman sekarang berada di samping Desma, gue menjaga jarak 5 meter dari Arman.


“Hai Desma” Arman perlahan melambaikan tangan ke Desma emoticon-Wowcantik

“Mau ngapain lo?” Cerocos Desma emoticon-Mad

“Yaelah galak amat, nyantai dong” emoticon-siul

“Jangan sok akrab ya! Kemaren kan lo udah janji gak bakal gangguin gue lagi, inget nggak?” emoticon-Mad

“Gue kan mau ngobrol2, bukan mau ngegangguin hehehe” emoticon-Big Grin


Gue menggeleng. emoticon-Cape d... (S)


“Sorry gue gak bisa, gue sibuk. Yuk ah”


Merasa terusik oleh Arman, Desma langsung mengajak teman2nya pergi dari kantin.


“Eh tunggu dong” Arman memegang lengan Desma

“Apaan sih, ih pake pegang2 lagi. Gue lagi buru2 tau” emoticon-Cape d... (S)

“Ya tunggu” emoticon-Nohope

“Kenapa?” emoticon-Mad

“Pinjem handphone lo dong” emoticon-Big Grin

“Buat apa?” emoticon-Mad

“Buat miscall sebentar, urgent banget nih” emoticon-Big Grin

“Kenapa gak pinjem handphone temen lo aja, si Riki” emoticon-Mad

“Gue gak punya pulsa dan nama gue Eric, bukan Riki” Kata gue mengklarifikasi. emoticon-Cape d... (S)

“Buang aja handphone lo kalo gak ada pulsanya, punya handphone gak punya pulsa” Sambung Desma emoticon-Cape d... (S)

“Lo kira belinya pake daon maen buang aja, lagian ini handphone banyak kenangannya” emoticon-Cape d... (S)

“Ye malah ngobrol berdua, mana sini gue pinjem handphone lo” Arman sedikit memaksa Desma

“Nih, cepetan” Desma memberikan handphonenya ke Arman

“Iya, sabar” emoticon-Nohope


Arman memainkan handphone Desma, kedua jempolnya aktif menakan layar handphone dengan layar sentuh itu. Entah apa yg diketik oleh Arman, gue sendiri nggak tahu.


“Ganti yah kalo pulsanya abis” Pinta Desma emoticon-Mad

“Gue ganti dua kali lipat, bawel lo” Balas Arman emoticon-Cape d... (S)

“Lama banget” emoticon-Cape d... (S)

“Nih udah, ini nomor gue. Udah gue save di kontak lo pake nama gue juga. Gue mau ke kelas dulu, bentar lagi pelajaran mulai. Thanks ya! See you on the phone. Dah” Arman berjalan ke arah kelas. emoticon-Wowcantik


Sikap Arman yg tidak disangka2 dan nothing to lose itu disambut sunyi oleh Desma dan temannya, mulut mereka menganga seakan tak percaya. Terutama Desma yg melongo karna takjub. Sementara gue cuma bisa tertawa terpingkal2. emoticon-Ngakak (S)

Tak lama, Arman mengambil seribu langkah untuk pergi dan gue mengikuti.

Gue berpikir keras, heran gue bisa punya temen kayak gini. Kelakuannya cenderung aneh. emoticon-Amazed


“Gila lo, Man! Mantap juga cara lo, udah kayak Don Juan” emoticon-Ngakak (S)

“Iya dong” emoticon-Cool

“Pasi tadi nomor lo sendiri yg lo miscall?” emoticon-Cape d... (S)

“Ya nomor gue lah, nomor siapa lagi emang? Cerdas kan gue?” emoticon-Cool

“Kenapa lo gak minta ke temennya aja, bego?” emoticon-Cape d... (S)

“Minta ke temennya? Hmmm… Yg ada gue bisa masuk ke zona laknat alias friendzone” emoticon-Cape d... (S)

“Bikin malu gue aja lo, Man” emoticon-Nohope


Arman udah dapet nomor Desma. Sementara gue, boro2 dapet nomornya Flo. Diwaro sama dia aja nggak. Skor saat ini 2-1 untuk Arman. emoticon-Nohope




Bersambung emoticon-Bingung
Diubah oleh primenumbers 24-02-2014 16:54
JabLai cOY
JabLai cOY memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.