Kaskus

Story

javieeAvatar border
TS
javiee
BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"
BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"


Spoiler for RULES:


BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"


INTRO

Perkenalkan, nama gw Raden Fajar Putro Mangkudiningrat Laksana...Bohong deng, kepanjangan...sebut aja gw Fajar. Tinggi 175 cm berat 58kg. bisa disebut kurus karena tinggi dan berat badan gw ga proposional. emoticon-Frown. Gw ROCKER...!! Pastinya Rocker Kelaparan.
Gw terlahir dari keluarga biasa saja yang serba "Cukup". dalam arti "cukup" buat beli rumah gedongan, "cukup" buat beli mobil Mewah sekelas Mercy. (ini jelas jelas bohong). yang pasti gw bersyukur dilahirkan dari keluarga ini.

Gw Anak pertama dari 3 bersaudara. Adik adik gw semuanya perempuan. Gw keturunan Janda alias Jawa Sunda. Bokap asli dari Jepara bumi Kartini. Tempatnya para pengrajin kayu yang terkenal di Nusantara bahkan diakui oleh Dunia. Tapi bokap gw bukan pengusaha mebel seperti kebanyakan orang Jepara. Nyokap gw asli Sumedang Kota yang terkenal dengan TAHU nya. Tapi wajahnya sama sekali nggak mirip tahu ya. Sunda tulen nan cantik jelita. Beliau bidadari gw nomer "1" di dunia ini.

Spoiler for INDEKS:


Spoiler for INDEKSII:
Diubah oleh javiee 06-04-2015 23:49
anasabilaAvatar border
nona212Avatar border
manusia.baperanAvatar border
manusia.baperan dan 4 lainnya memberi reputasi
3
730K
2.9K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
33KThread54.5KAnggota
Tampilkan semua post
javieeAvatar border
TS
javiee
#609
PART 39
3 MAY 2007

Sejenak gw terdiam. Hembusan angin semilir sejuk menerpa jiwa gw. Sambil menghisap sebatang rokok, tatapan mata ini terus berputar mengelilingi setiap sudut lapangan. Nampak pohon pohon rindang seakan meneduhkan suasana di setiap sudutnya. Tempat ini sungguh mengingatkan akan kejadian 5 bulan lalu. Tempat ini seperti menyimpan sebuah kenangan. Kenangan manis, yang berujung pahit.

Ya, Lapangan Sempur....
Entah atas dorongan apa dan perintah darimana sehingga gw berada di tempat ini. Lagi dan lagi bayangan tentangnya hadir di dalam otak gw. Gw tidak mampu menepisnya....
Semakin gw berusaha menepis, semakin teringatlah sosok dirinya yang kini menghilang entah kemana. Memori itu masih terasa sampai sekarang...
Kenapa gw belum juga bisa melupakannya? Kenapa?

Padahal saat ini gw tengah tak sendiri...Ada seseorang yang selalu setia menemani hari hari gw. Dia menyayangi gw, terlebih gw pun menyayangi dia. Gw jadi merasa berdosa terhadap Bunga karena gw masih saja memikirkan gadis lain di masa lalu gw.
Ya, gw masih memikirkan Niar...
Tapi, sudahlah....Biarkan kenangan itu menari nari di kepala gw. Toh semua itu hanya sebatas 'kenangan'.

"Minum Jar....." Tawar Dedi membawa dua botol minuman soda. (Bukan oplosan)

"Makasih Ded." Sahut gw.

"Kenapa lu bengong aja?" tanya dia

"Nggak apa apa...cuma lagi inget seseorang." Jawab gw sembari menepulkan asap.

"Siapa jar?" Tanya Dedi.

Sebelum menjawabnya, gw menyandarkan punggung gw ke kursi kayu serta meneguk minuman soda yang dibeli Dedi.

"Gw pernah kesini Ded. Sama seseorang...Dan gw juga pernah duduk disini, di tempat kita duduk sekarang. Suasananya sama persis kaya waktu itu. " Ujar gw panjang lebar.

"Niar Jar??"

"Iya..." jawab gw singkat.

"Lu masih mikirin dia?" Tanya Dedi.

"Iya..."

"Lu liat Bunga Jar....." Ucapnya tiba tiba.

"Hah..?"

"Seandainya gw jadi elu, buat apa mikirin cewe yang udah ninggalin lu? Apalagi sekarang udah ada penggantinya..."

"Iya Ded...tapi sayangnya lu bukan gw. Karena lu nggak ngalamin gimana rasanya jadi gw..." Ujar gw.

"Haha... rumit juga ya Jar...lu mikir realistis aja sekarang mah. Jangan kebawa perasaan masa lalu...Inget, udah ada Bunga Jar...Dia kurang apalagi??" Tuturnya.

"Tapi, apa gw salah ya kalo gw masih inget Niar sedangkan gw dah sama Bunga sekarang...Apa gw Salah Ded?" Tanya gw lagi.

"Gw nggak tau..!!"

"Lah kenapa??"

"Karena 'gw bukan lu' Jar...Gw bisa nebak isi fikiran lu, tapi gw nggak bisa nebak isi hati lu. Semuanya balik lagi ke diri lu sendiri. Salah atau enggaknya, cuma lu yang bisa menilai..." Ujar Dedi.

Fuuuuuuhh...Gw hembuskan kepulan asap nikotin itu. Sejenak gw kembali terdiam setelah mendengar penjelasan Dedi...
"Salah atau enggaknya, cuma lu yang bisa menilai".
Perkataan terakhir Dedi sungguh mengena sampai ke hati gw. Dan hal itu tadi yang sedang gw fikirkan sekarang. Gw tidak bisa menentukan apakah perbuatan gw ini salah atau tidak. Sebab gw sudah berusaha semampu gw untuk tidak mengingatnya lagi...
Tapi apalah daya gw..."Kenangan memang diciptakan untuk di ingat".

Namun fikiran gw sedikit terganggu karena jimbot gw terasa bergetar pertanda ada telefon masuk. Gw segera mengangkatnya dan bicara...

"Haloo Assalamualaikum..." Gw mengucap salam.

"Waalaikumsalam...Yank, kamu udah pulang? sekarang lagi dimana?" Tanya Bunga dari seberang sana.

"Udah...ini lagi sama Dedi di Sempur. Dah mau pulang kok ke rumah..." Jawab gw.

"Oh..kamu ngapain? Kamu udah makan???" Tanya dia.

"Belum yank..." Jawab gw singkat.

"Loh kok belum? Terus kamu udah solat??" Tanya dia lagi.

"Emm....Udah..." Gw berbohong. Padahal mah belum solat.

"Beneran nih udah solat?" Tanya dia meyakinkan.

"Eeh..emm udah sayaank!! Kamu tumben nelefon aku?" Gw bertanya mengalihkan pembicaraan.

"Nggak tau...tiba tiba perasaan aku nggak enak. Makannya nelefon kamu...Kamu pulangnya hati-hati yaa..." Ujarnya.

"Hehe...tenang aja aku nggak apa apa kok. Kamu masih di sekolah kan?" ujar gw.

"Iya nih...mau ada ulangan.."

"Oh..yaudah goodluck ya."

"Makasih sayank...yaudah aku mau masuk kelas lagi. Dahh....Assalamualaikum."

"Iyaa...daah..Waalaikumsalam."

Haahh...Terima kasih Bunga...
Kamu selalu mengingatkan aku dalam setiap kebaikan...Perhatian kamu buat aku tersadar, kalau aku tengah 'dicintai' saat ini.

Setelah mengobrol dengan kekasih tercinta, gw pun kembali diam. Gw diam bukan karena gw memikirkan sesuatu, melainkan kepala gw terasa berat dan sedikit pusing. Tak seperti biasanya keadaan gw tiba tiba memburuk seperti ini. Lantas gw mengajak Dedi untuk segera pulang.

"Balik yu Ded..." Ajak gw

"Jiahh..baru juga sebentar disini. Kenapa lu?" Ujarnya.

"Nggak apa apa...lu sih segala ngajak gw kemari, jadi puyeng nih kepala gw.."

"Haha...nggak usah dipikirin jar."

"Ya maka dari itu kita balik aja nyok!!" Ajak gw.

"Yaudah lah...gw mah ikut aja.." Ujar Dedi.

"Lu jadi ke rumah gw nggak?" Tanya gw sebelum berangkat.

"Yaa jadi, jaket gw kan ada di elu. Itu punya babeh gw....Dari kemaren nanyain mulu dia" Ujarnya.

"Aahh...lagi lagi Babeh!!! Yaudah yuk jalan...nih lu bawa motor!"

Dedi mengambil alih mengemudikan Jupi. Dan perjalanan pulang pun dimulai dengan suara perut gw yang mengumandangkan lagu 'kelaparan'.
Kami berdua melaju dengan kecepatan santai nan lambat. Namun, karena gw ingin segera tiba di rumah, gw meminta Dedi untuk menambah kecepatan laju motor. Dan motor pun bergerak dengan kecepatan sedang.

"Ded....hati hati..." Ujar gw.

"Iya Jar. tenang atuh gw pan kembarannya Valentino Rossi!! Haha" Ujar Dedi.

"Valentino Rossi KW berapa Ded??" Tanya gw.

"Hahahaha....." Kamipun tertawa di atas motor.

Sudah lebih dari setengahnya perjalanan sukses kami lewati. Dan sekarang posisi kami berada di depan sekolahnya Bunga. Atas perintah gw, Dedi melambatkan laju motor. Lalu gw menoleh ke arah gerbang sekolah, kemudian hati ini mengucapkan sepatah kata...
"Semoga sukses ulangannya ya Bunga'ku sayank...." (Soo sweet bgt)

"Jar, cewe lu sekolah disini kan?" Tanya Dedi.

"Iya Ded...." Jawab gw.

"Bisa kali gw dikenalin sama temennya dia...Yang bening juga tapinya. Haha." Ujar Dedi.

"Sedih amat Ded hidup lu?? nyari wanita ampe segitunya..." Ujar gw.

"Yaa, siapa tau ada yang nyangkut Jar.."

"Apanya yang nyangkut??" Tanya gw.

"Wanita Laaah...."

"Ooh, gw kira resleting lu yang nyangkut. Haha"

"Aah kampret lu..." Gerutu dia.

"Hahaha....Yaudah Ded tancap lagi. Cepetan dikit ya, cacing di perut gw dah minta makan nih!!"

"Okesip!!"

Tanpa berkata apa apa lagi Dedi langsung memutar handle gas sampai mentok.
Ketika itu ada salah satu bikers yang ngotot ingin menyalip kami berdua. Doi terus menempel ketat dibelakang sambil menggerung gerungkan kuda besinya. Tak ayal, atraksi salip menyalip pun terjadi dengan begitu sengit. Pada akhirnya doi pun menyerah tak mampu mengejar kami berdua. Dedi terbukti lebih agressif ketimbang bikers gadungan itu.

Dedi tidak menurunkan kecepatannya. Motor yang dikendarainya masih bergerak cepat salip salip diantara mobil. Gw sudah berkali kali memperingatkan dia untuk berhati hati...
Dedi mengambil jalur kanan menyalip sebuah mobil...Dari kejauhan sudah terlihat ada sepeda motor yang akan belok menyimpang ke arah sebuah gang besar. Entah mengapa Dedi tidak menurunkan kecepatannya, bahkan berusaha menghindar pun tidak...
Hingga nasib sial pun menimpa kami berdua dan kecelakaan fatal pun terjadi....

"Brrraaaaaaaakkkkkkk!!!!!!!" Suara dentuman keras sekali.

Kejadiannya sangat cepat!!
Gw terpental....
kepala gw mendarat mencium aspal terlebih dahulu dan berguling guling di jalanan.
Saat itu gw masih sadar...walaupun tingkat kesadaran gw hanya sekitar 20%. Namun gw belum menyadari seberapa parah keadaan gw saat itu.

Dengan keadaan tak karuan, gw berusaha bangkit...Gw melihat Dedi yang jaraknya sekitar 10 meter dari posisi gw masih tergeletak di jalan tak bergerak sedikitpun...
Gw berusaha teriak memanggil namanya....

"Deeeeeeeddd............"

Gw berhasil berdiri.....
Dengan langkah gontai gw menghampiri Dedi yang masih tidak bergerak....
Namun tiba tiba pandangan gw kabur dan gelap......
Gw kembali ambruk di tengah jalanan.

Gw tersadar saat berada di atas motor. Ada dua orang pemuda yang menolong gw saat itu. Mungkin gw akan dibawa kerumah sakit terdekat.
Lalu gw memegang kepala gw...
Ternyata Darah....
Gw melihat sekujur tubuh gw...
Semuanya berwarna merah. terutama Jaket gw yang sudah penuh berlumuran darah...
Gw masih bisa bicara saat itu...Gw bertanya pada salah satu pemuda yang membawa gw di atas motor.

"Bang...temen gw gimana??"

".........."

Pemuda itu hanya diam tak menjawab pertanyaan gw.
Lalu gw bertanya pada pemuda yang mengendarai motor...

"Bang....temen gw gimana bang???"

".........."

Lagi lagi tidak ada jawaban.
Hingga akhirnya gw pun sampai di rumah sakit. Tadinya gw mau digotong sama kedua pemuda itu, namun karena gw merasa masih sanggup berjalan, gw hanya dipapah menuju sebuah ruangan. Entah itu ruangan apa gw tidak tahu..
Ada 1 dokter dan 1 asistennya.
Mereka langsung memberikan pertolongan pertama untuk gw dengan membersihkan luka yang ada di sekujur kepala dan wajah gw.

"Adek nggak pake helm ya?? Ini sih harus dijahit.." Ucap si dokter.

Haah....
Gw sudah menduga pasti akan seperti ini...
Lalu dua orang pemuda itu terlihat ingin meninggalkan ruangan ini. Sebelum mereka pergi gw sempatkan untuk sekali lagi bertanya pada mereka.

"Baaang....temen saya gimana???"

"Udah fikirin aja diri lu sendiri dulu....temen lu..." Jawab si pemuda.

belum selesai dia mengatakan sesuatu pada gw, kemudian pemuda itu malah meninggalkan ruangan ini....
Sontak gw pun berteriak ke arahnya.

"BANG....TEMEN SAYA GIMANAAAAAAAA???"
efti108
efti108 memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.