Katanya orang yg lagi jatuh cinta, dunia seperti terhenti.
”Taraaaaaaa……..”
Hemh…ternyata Mama bersembunyi di balik pintu.
Aku tak percaya dengan yg Tuhan berikan untuk hari ini. Jika saja aku bisa melakukannya, aku ingin menghentikan waktu. Aku tak ingin kembali ke rumah Bunda atau bersama Ayah. Perasaan gembira, terkejut, dan sedih tercampur menjadi satu di dalam benak ku. Bukan saja tentang sekolah yg ingin aku ceritakan kepada Mama. Aku ingin berteriak dan lari secepat mungkin, atau memeluk erat Mama dan berbisik, aku sudah tidak betah tinggal di rumah Bunda, perhatian Ayah hanya untuk Faris…Faris…dan Faris… Aku cukup lelah, aku lelah..
Tapi ini adalah kesempatan ku bisa bertemu dengan Mama lagi. Aku tidak ingin terlihat sedih dan tertekan. Mama membawakan ku banyak makanan dan satu hadiah istimewa.
Quote:
Mama : ”Ni Ka, hadiah ulang tahun kamu…”Sambil menyodorkan kotak berbentuk ayam dengan warna merah yg mencolok.
Aku : ”Waaah, makasih Ma…”
Mama : ”Sini Mama pakein..”
Mama mengalungkan hadiah yg ada di dalam kotak itu.
Mama : ”Jangan sampe ilang ya Ka?”
Aku : ”Iya Ma. Yeee Cika punya kalung juga, Bi…”
Bi Yant : ”Iya Ka, sana ngaca di kamar, tambah cantik deh..”
Bagaimana pun aku menyembunyikannya, tetap saja terasa. Percakapan Bibi dan Mama tentang keadaan aku yg sekarang, terdengar hingga ke telinga ku. Aku ingin menangis dan berkata semua yg Bibi rasakan dan tak sengaja Bibi lihat itu benar. Tapi saat ini aku masih belum berani menceritakan semuanya, karena aku masih tinggal serumah dengan Bunda.
Ternyata saat ini Mama kembali bekerja di pusat Kota Bandung. Kontrakan yg dulu ditempati memang hanya untuk menyimpan barang2 Mama yg tak bisa dibawa ke kontrakannya yg baru. Ya, Mama ngekost di daerah Dago bersama teman kerjanya. Hanya saja, ketika pulang ke kontrakan lama untuk mengambil beberapa barang, yg punya kontrakan bercerita bahwa aku dan Bi Dede pernah mencari Mama kesini. Dan Mama mencari waktu yg tepat untuk menemui ku lagi, yaitu di hari ulang tahun ku ini.