Kaskus

Story

javieeAvatar border
TS
javiee
BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"
BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"


Spoiler for RULES:


BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"


INTRO

Perkenalkan, nama gw Raden Fajar Putro Mangkudiningrat Laksana...Bohong deng, kepanjangan...sebut aja gw Fajar. Tinggi 175 cm berat 58kg. bisa disebut kurus karena tinggi dan berat badan gw ga proposional. emoticon-Frown. Gw ROCKER...!! Pastinya Rocker Kelaparan.
Gw terlahir dari keluarga biasa saja yang serba "Cukup". dalam arti "cukup" buat beli rumah gedongan, "cukup" buat beli mobil Mewah sekelas Mercy. (ini jelas jelas bohong). yang pasti gw bersyukur dilahirkan dari keluarga ini.

Gw Anak pertama dari 3 bersaudara. Adik adik gw semuanya perempuan. Gw keturunan Janda alias Jawa Sunda. Bokap asli dari Jepara bumi Kartini. Tempatnya para pengrajin kayu yang terkenal di Nusantara bahkan diakui oleh Dunia. Tapi bokap gw bukan pengusaha mebel seperti kebanyakan orang Jepara. Nyokap gw asli Sumedang Kota yang terkenal dengan TAHU nya. Tapi wajahnya sama sekali nggak mirip tahu ya. Sunda tulen nan cantik jelita. Beliau bidadari gw nomer "1" di dunia ini.

Spoiler for INDEKS:


Spoiler for INDEKSII:
Diubah oleh javiee 06-04-2015 23:49
anasabilaAvatar border
nona212Avatar border
manusia.baperanAvatar border
manusia.baperan dan 4 lainnya memberi reputasi
3
729K
2.9K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
javieeAvatar border
TS
javiee
#536
PART 36
"Selamat pagi..."

Ya itulah kata pertama yang selalu terucap ketika gw terbangun dari tidur dan siap untuk memulai segala aktifitas gw di setiap harinya. Tentu saja ucapan itu terlontar dari seorang gadis yang sekarang menghiasi hari hari gw. Bunga namanya....
Dia sukses memberikan semangat baru di kehidupan gw.
Kehadirannya memberikan sejuta warna di lembaran kertas kehidupan gw hingga terasa menjadi lebih indah..
Dia bukan cinta pertama gw...Dia juga bukan pacar pertama gw..
Namun gw sangat menyayanginya....

"Kak...bangun kak. Udah Jam setengah 6!!" Bidadari No.1 membangunkan gw.

"Heemmpp......"

"Cepetan mandi..solat subuh!!" Perintah beliau.

"Hemmpp...Iya iyaaa......"

"Tuh Hape kamu daritadi bunyi terus..."

"Haaah...masa sih?"

Gw bangkit dari kasur, dan mengambil jimbot gw. Terlihat ada beberapa panggilan tak terjawab dan sms masuk. Semuanya dari Bunga...
Dia selalu bangun lebih awal setiap paginya lalu membangunkan gw. Hal itu rutin dia lakukan semenjak satu minggu lalu ketika kami resmi sebagai sepasang kekasih. Tak lama diapun kembali menelfon, segera gw meninggalkan kamar untuk mengangkat telefon darinya sebab Bidadari No.1 gw masih berdiri di sebelah kasur. Tentu saja gw malu dengan beliau kalau yang menelfon gw ternyata seorang Bidadari juga. Takutnya nanti beliau malah cemburu dan posisi Bidadari No.1 terancam di geser oleh Bunga.
Tidak...tidak!! Bidadari No.1 tetap disematkan kepada beliau seorang. Sedangkan Bunga?? Dia harus puas berada di posisi kedua.
Ya...Bidadari No.2

"Halo Assalamualaikum..." ucap gw.

"Wa'alaikumsalam...Kamu susah banget sih dibanguninnya..!!" Ujarnya dari seberang sana.

"Maaf Bunga, nggak kedengeran. Hape aku taro di meja." Gw beralasan.

"Kebiasaan kamu mah..."

"Hehe...Nih udah bangun kok."

"Yaudah kalo gitu...Sekarang kamu lagi dimana? Kok kedengeran suara air gitu sih?" Tanya dia.

"Eeeeh...Aku lagi di kamar mandi.." Jawab gw.

"Haah??? Kamu ngapain??" Tanya dia lagi.

"Ngangkat telefon kamu lah." Jawab gw.

"Ya ampun...Masa di kamar mandi?..."

"Tadi ada Mama, malu akunya kalo kedengeran mama...Yaudah masuk kamar mandi aja. Hehehe.."

"Haduuhh...Aku tuh punya pacar jorok banget sih..." Dia menggerutu.

"Aku juga nih, punya pacar cerewetnya minta ampun..." Balas gw.

"Aaaaa...malah dibalikin."

"Hahaha....Yaudah atuh. Kapan mandinya aku neeh kamunya cerewet mulu.." Ujar gw.

"Hehe...Iya iya...."

Gw segera menutup telefon darinya, lalu melaksanakan ritual mandi. Selesai mandi dan masih dibalut handuk, gw membuka jimbot gw...
Di layar Jimbot tertera bahwa hari ini tanggal 25 April...Seketika gw diam sambil berfikir. Lalu Gw cek isi dompet gw...Sepertinya cukup untuk membeli sesuatu, bahkan bisa dibilang pas-pasan.
Ya...besok adalah hari ulang tahun Bunga. Dan gw ingin memberikan sebuah kado untuknya. Walaupun tidak mahal, tapi ada sebuah makna yang jauh lebih berharga dari sekedar nilai rupiah.

Gw mengawali perjalanan berangkat menuju sekolah dengan berjalan kaki ke depan komplek. Seperti inilah keadaan gw. Motor hanya ada satu, yang menggunakan motor bukan hanya gw saja. Bokap gw pun juga memakainya bila beliau sedang ada keperluan. Bisa dibilang join lah..
Sesampainya di depan, gw sempatkan mampir di abang koran hanya ingin membaca berita terbaru dari dunia sepak bola. Gw buka satu persatu halaman di koran tersebut. Tak ada yang menarik....
Segera gw tinggalkan koran itu. Dan lagi lagi si abang menggerutu karena sekalipun gw tidak pernah membeli koran kepada dia. Lalu gw menyebrang jalan untuk menyetop angkot.

Ditengah penantian gw menunggu angkot, gw melihat ada sebuah mobil Kijang Inn*v* dengan plat nomor yang gw hafal. Dan itu pasti Bunga diantar oleh ayahnya berangkat sekolah. Terlihat kaca mobil itu sedikit demi sedikit terbuka. Dan muncullah sesosok gadis cantik memeletkan lidahnya ke arah gw.
Gw hanya tersenyum ketika sepasang mata kami saling bertemu...Dan mobil yang membawa dia pun berlalu dari hadapan gw.

Gw ambil jimbot gw dari dalam saku celana, lalu gw perhatikan layar jimbot itu. Gw sudah menebak, sesaat lagi pasti Bunga menelfon gw...
Dan benar saja..Tak kurang dari setengah menit Jimbot gw pun berdering....

"Haloo...Kok kamu belum berangkat?" Tanya dia.

"Aku belum dapet angkot nih. Pada penuh semua." Jawab gw.

"Buruan udah siang...nanti kamu telat lagi."

"Iya ini juga lagi usaha biar dapet angkot nih...hehe."

"Hehe...Yaudah Fajarnya hati hati yaa."

"Siap tuan Putri..!!"

Setelah menutup telefon darinya, kembali gw fokus untuk menyetop angkot. Satu....Dua....Tiga....Bahkan hampir sepuluh angkot lewat begitu saja ketika gw melambaikan tangan bermaksud menyetop angkot tersebut. Semuanya tidak ada yang berhenti, karena semuanya penuh sesak oleh para penumpang. Alamat gw bakalan telat lagi nih hari.
Padahal kota ini terkenal dengan kota seribu angkot. Tapi ironisnya gw seringkali kesulitan untuk berangkat sekolah gara gara angkot.
Masa iya gw harus bikin lagu tentang angkot lagi....Ahh!!!


SKIP
Saat jam istirahat……


"Belakang yu Ded kantin..." Ajak gw

"Ayo...Ada rokok ga lu Jar?" Tanya dia.

"Ada selauu...bentar gw ambil dulu di tas." Ujar gw.

Setelah mengambil sebatang rokok dan seperangkat jimbot, lalu kami berdua menyusuri lorong kelas menuju kantin belakang.

"Ded, ntar balik ke plaza J dulu bentar...oke!!" Gw membuka percakapan.

"Ngapain Jar??" tanya dia.

"Ada yang pengen gw beli disana." Jawab gw.

"Beli apaan? CD bajakan? Haha..."

"Wanjiir...kagak lah. pengen beli kado gw."

"Buat siapa Jar??"

"Buat cewe gw Ded...." Jawab gw.

"Hah?? Nggak salah denger gw?? buat siapa??" Tanya Dedi lagi

"Ahh kampret lu segala pura pura budek !"

"Serius lu Jar??"

"Ya serius! kapan si gw boong sama elu..."

"Cewe yang namanya 'Bunga' bukan?" Tanya Dedi.

"Nahh itu lu tau."

"Asiik dah...kagak 'puyeng' lagi nih berarti. Peje sia ulah poho!!" Ujarnya.

"Selauu Ded, udah gw siapin. Nih..." Ujar gw memberi sebatang rokok.

"Aah!! Masa cocolok cungur?? Merki amat lu sama gw..."

"Kurang ya? Nih gw kasih lagi..." lalu gw memberikan sebatang korek kayu.

"Eet dah Jar...pentol korek pisaan!!"

"Hahahaha....." Gw ngakak.

Ya...seperti itulah kira kira perbincangan kami berdua di kantin sekolah.
Sejak awal, memang gw tak pernah sekalipun cerita kepada Dedi perihal Bunga. Dan baru kali ini gw sempat menceritakannya. Dedi agak kaget setengah tidak percaya. Tapi kemudian gw menceritakan tentang hubungan gw dengan Bunga secara detail. Dia pun akhirnya percaya, kalau gw sekarang sudah memiliki seorang bidadari.

Bel pulang sekolah berbunyi. Gw bereskan perabotan gw lalu gw masukkan ke dalam tas. Terlihat Dedi sudah menunggu di depan kelas gw sambil memainkan Hp nya. Segera gw hampiri dia, dan kami pun berangkat menuju Plaza J untuk mencari 'kado'. Saat itu gw belum menentukan kado apa yang akan gw berikan nantinya. Gw bingung karena memang baru kali ini gw akan memberikan hadiah kepada seorang gadis...

"Ded...kira kira gw ngasih apaan ya??" Tanya gw pada Dedi.

"Terserah lu Jar. Yang pasti sesuai sama kesukaan dia lah..."

"Haduuh...kalo masalah itu gw kurang tau Ded."

"Jiaah begok!! Gimana sih lu jadi cowo??" Ujarnya.

"Ya nggak gimana gimana...gw bingung aja. Budget tipis euy..."

"Jar....Cewe yang baik itu nggak menilai pemberian cowo dari budgetnya...Tapi maknanya Jar!!"

"Iya gw juga ngerti...gw cuma bingung aja mau ngasih apaan..." Ujar gw.

"Lu nggak ngasih apapun juga nggak masalah...yang penting Lu ada buat dia di hari ulang tahunnya....Asalkan muka Lu tebel aja..Hahha"

"Emmm...Masa iya gw nggak ngasih apa apa?"

"Terserah lu Jar. Kalo lu ngasih sesuatu buat dia justru malah lebih bagus...!!" Ujarnya.

"Yaudah bantuin gw nyari yak...Seketemunya aja lah Ded."

"Oke lah...btw budget lu berapa??" tanya dia.

"Goceng Ded..." Jawab gw singkat.

"Matiii aja lu Jar....Haduuuhh..."

"Haha...Boong deng. Masa iya ngasih ke cewe cuma goceng...Dah tenang aja. Pokonya ada lah..." Ujar gw.

Lalu kami berdua pun sampai di depan plaza. Namun sial dan sungguh sial...
Ada sekitar 10 orang lebih anak STM xxxxx yang notabone musuh bebuyutan sekolah gw. Terlihat mereka sedang nongkrong di trotoar depan plaza. Ada beberapa orang dari mereka bertampang sangat menyeramkan dan 'tua'.
Gw menoleh ke arah Dedi memperhatikan wajahnya dia. Lalu pandangan gw kembali ke cucunguk anak STM tersebut. Dan tampangnya Dedi kalah sangar dibandingkan dengan cucunguk itu.

"Ded....Ngeliatin kita terus tuh bocah!!"

"Santai aja Jar kalem...Kalo doi nyamperin, baru kita hajar!!"

"Okee..."

Kemudian kami berjalan melewati segerombolan cucunguk STM tersebut. Tiba tiba dua orang yang berwajah sangar itu menghampiri kami berdua.

"Beeuhh....Anak ayam mau kemana nihh??" Ucap cucunguk 1.

"Santaii boss...gw nggak mau ribut." Ujar Dedi.

"Anjjj***nk lu banyak bacot!!!" Ujar cucunguk 2 dengan kasar.

Tanpa banyak bicara lagi cucunguk itu langsung menempeleng kepala kami berdua. Emosi gw memuncak saat itu. Gw kepalkan tangan ini sekuat tenaga dan pukulan telak meluncur ke wajah itu cucunguk.
Melihat kawannya tersungkur akibat pukulan yang gw berikan, segerombolan cucunguk lainnya langsung berlari menyerang kami berdua.

Baju gw ditarik tarik, pukulan demi pukulan bahkan tendangan bertubi tubi mendarat di badan gw. Gw hampir tak berdaya melawan 10 orang cucunguk sekaligus. Para warga disekitar situ hanya menonton dan diam saja tidak berbuat apa apa. Padahal mereka tahu, kalau kami berdua dikeroyok!!

Gw berusaha sekuat tenaga melepaskan diri dari penghakiman itu. Dan gw berhasil melepaskan diri. Entah apa yang gw lakukan saat itu...gw hanya membabi buta berusaha memukul para cucunguk. Tapi pukulan gw sia sia karena mereka langsung memegangi badan gw dengan segera.
Lalu Dedi berteriak cukup keras ditengah pergelutan tak seimbang ini. Dia memberikan sebuah peringatan kepada gw...

"Jar.....Awass Jarrr....!!!!!! Awas Jaarr SAMURAI...!!!!!!"

Gw menoleh ke salah satu cucunguk. Gw lihat pedang itu telah terangkat ke atas dan siap dihujamkan. Sambil mengumpat dengan kata 'Anj****nk, cugunguk itu menyabetkan pedangnya ke arah gw.
"Breeeeettt" Mungkin begitu suaranya.
Untungnya gw sempat menghindar. Hanya tas gw yang terkena sabetan pedang tersebut. Tas gw pun terbelah.

"LARI JAAAR.....!!!!" Teriak Dedi.

Kami berdua pun lari kocar kacir hingga kami berpencar. Gw berlari sekuat tenaga gw ke arah Jalan Padjadjaran. Sedangkan gw tidak tahu Dedi berlari ke arah mana. Buku serta alat tulis gw yang ada di tas berjatuhan di jalan. Gw tidak memikirkan perabotan gw. Yang gw fikirkan hanya satu kata...
Yaitu...'Selamat!!'
Namun tiba tiba............

efti108
efti108 memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.