- Beranda
- Stories from the Heart
BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"
...
TS
javiee
BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"

Spoiler for RULES:
INTRO
Perkenalkan, nama gw Raden Fajar Putro Mangkudiningrat Laksana...Bohong deng, kepanjangan...sebut aja gw Fajar. Tinggi 175 cm berat 58kg. bisa disebut kurus karena tinggi dan berat badan gw ga proposional.
. Gw ROCKER...!! Pastinya Rocker Kelaparan.Gw terlahir dari keluarga biasa saja yang serba "Cukup". dalam arti "cukup" buat beli rumah gedongan, "cukup" buat beli mobil Mewah sekelas Mercy. (ini jelas jelas bohong). yang pasti gw bersyukur dilahirkan dari keluarga ini.
Gw Anak pertama dari 3 bersaudara. Adik adik gw semuanya perempuan. Gw keturunan Janda alias Jawa Sunda. Bokap asli dari Jepara bumi Kartini. Tempatnya para pengrajin kayu yang terkenal di Nusantara bahkan diakui oleh Dunia. Tapi bokap gw bukan pengusaha mebel seperti kebanyakan orang Jepara. Nyokap gw asli Sumedang Kota yang terkenal dengan TAHU nya. Tapi wajahnya sama sekali nggak mirip tahu ya. Sunda tulen nan cantik jelita. Beliau bidadari gw nomer "1" di dunia ini.
Spoiler for INDEKS:
Spoiler for INDEKSII:
Diubah oleh javiee 06-04-2015 23:49
manusia.baperan dan 4 lainnya memberi reputasi
3
729.3K
2.9K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•1Anggota
Tampilkan semua post
TS
javiee
#473
PART 34
"You could be my unintended
Choice to live my life extended
You could be the one I'll always love"
.................................
.................................
"Fals woi suara lu...." Oceh si Dedi.
"Gitar lu aja nih Ded nggak beres..!!" Gw menggerutu.
'Jangan salahin gitarnya Jar. Suara lu emang nggak nyambung!! Ahh..." Balas Dedi.
"Lah...Nggak bisa disetem ini gitar Lu. Keras Dryer nya..Ahh..."
"Gitu gitu juga gitar keramat babeh gw Jar...hahaha" Ujar Dedi.
"Wasaimaaat....!!!"
Selesai adu bacot dengan Dedi, gw lanjut meneruskan potongan lagu tadi.
....……………………
...……………………
"I'll be There as soon as I can
But I'm busy mending broken
Pieces of the life I had before"
Gw berhenti menyanyikan lagu itu. Kemudian gw biarkan gitar tertelungkup di kursi bambu tempat gw duduk. Mood gw seketika hilang untuk memainkan itu gitar. Bayangkan saja senarnya hanya ada 4 helai, udah gitu pada mati. Ditambah ini gitar nggak bisa dituning sempurna. Butuh tenaga extra untuk memutar tuning machinenya karena sudah berkarat. Ya...namanya juga gitar tua. Lagipula gw sadar kalo suara gw super Fals dan ga sebagus Matthew Bellamy. Sepertinya untuk menyaingi atau sejajar dengan dia pun hanya sebatas mimpi. Tapi cukup lah untuk sekedar mengekspresikan diri gw yang tengah dilanda badai asmara...
"Mau ngopi Jar?" Tawar Dedi.
"Gw teh manis aja. Jangan teh celup tapi, teh tubruk ya..." Pinta gw.
"Njiirr banyak maunya lu Jar!" Gerutu Dedi.
"Tamu adalah raja coy...layanilah tamu sebaik mungkin."
"Yaa...tapi kalo tamunya kecoak kaya elu mah segen gw..."
"Hahaha...yaudah terserah lu aja. Kopi juga nggak apa apa." Ujar gw.
Kemudian Dedi masuk ke dalam rumahnya untuk membuat dua gelas kopi. Gw keluarkan jimbot gw. Kembali gw melihat isi sms yang rata rata diisi oleh gadis yang bernama 'Bunga'. Gw buka satu persatu sms darinya dan membacanya kembali. Gw terus menggali, menggali maksud dari semua perhatiannya terhadap gw lewat tulisan itu. Terkadang gw senyum senyum sendiri ketika membacanya.
Apa yang kamu rasakan Bunga? Apa....?
Semoga saja dia mempunyai perasaan yang sama seperti gw...
"Nih Jar kopinya." Ucap Dedi membawa dua gelas kopi.
"Walah kopi item Ded? Kaya dukun aja lu minum kopi ginian...hahaha...." Ujar gw.
"Iya...adanya ini doang." Jawab Dedi.
Tanpa banyak omong lagi, kemudian gw ambil segelas kopi tersebut dan menghirup aromanya. Baunya rada aneh, terasa asing di 'indera' gw yang satu ini. Sebelum mencicipinya gw sempat bertanya pada Dedi.
"Kopi apaan nih Ded? Baunya semeriwing gini dah?" Tanya gw.
"Udah...cobain aja dulu. Nih kopi boleh numbuk sendiri Jar. Dari Nenek gw..." Ujarnya.
"Emmm...gw cobain ya..."
Gw menyeruput sedikit kopi buatannya itu. Walaupun baunya agak tengik dan ampas kopinya banyak, tapi rasa dari kopi tersebut sungguh nikmat sekali. Rasa pahit khas kopi sangat terasa menggelitik lidah gw. Jauh lah rasanya dibandingkan dengan kopi yang ada di supermarket.
"Lumayan Ded....Enak juga. Tapi ampasnya nih...segede kerikil.." Komentar gw.
"Haha...emang gitu Jar. Namanya juga kopi numbuk sendiri. Udah gitu yang numbuk Nenek nenek...hahaha" Ujar Dedi.
"Yailah Ded pada nyangkut di gigi gw nih ampasnya..." Ujar gw sambil melepeh ampas yang terselip di gigi.
"Lu minumnya jangan langsung lah...Tunggu dulu sampe ampasnya turun, baru seruput...PE'AK!!" Ujarnya.
"Jiahh...gw kan nggak ngerti minum kopi beginian. Haha"
Puas mencicipi kopi aneh itu, kemudian gw bersandar pada kursi bambu. Angin yang berhembus cukup kencang membuat rasa kantuk hinggap di mata ini. Suasana perkampungan daerah rumah Dedi yang sepi siang itu justru semakin mendorong gw untuk cepat terlelap. Dengan pandangan sayup sayup, gw melihat Dedi mengambil gitarnya, dan mulai memainkan gitar tersebut.
"Jreng...gunjreeng...gunjreeng..."
Entah lagu apa yang dia nyanyikan saat itu. Udah mah suara fals, ditambah gitarnya fals pula. Lantunan 'Fals' itu malah membuat rasa kantuk gw menjadi hilang dan perut gw mendadak mules...
"Ded....."
"Ape Jar..."
"Mules gw"
"Lu lagi ngehina gw apa gimana nih?" Tanya Dedi.
"Kagak Ded...serius ini perut gw mules. Gw numpang ke WC yak."
"Si kampret mau nabung nih ceritanya..."
"Ngemeng aja lu!! Anterin gw cepet..gw gak tau WC nya sebelah mana."
Kemudian gw diantar menuju belakang rumahnya dimana WC itu berada. Bicara tentang mules, sebabnya bukan karena suara 'Fals' si Dedi waktu bernyanyi tadi, melainkan karena segelas kopi yang baru saja gw habiskan.
Ya, gw emang nggak biasa minum kopi. Yang ada justru perut ini berontak ingin menabung di WC...
Ketika sedang asyiknya menabung, tiba tiba Dedi memanggil gw dari ruang tengah.
"Jar....Hape lu bunyi nih...Ada telefon." Teriak dia.
"Dari siapaaa Deed?" Balas gw berteriak.
"Bentarr......'BUNGA' Jar!! Siapa lagi nih Bunga??" Tanya dia.
"Biarin aja Ded jangan diangkat!!" Balas gw.
Dia tidak menjawab mengiyakan teriakan gw. Segera gw tuntaskan tugas mulia itu dan keluar dari WC.
"Kampreet....siapa lagi nih Bunga?" Tanya Dedi.
"Hahaha.....Calon Ded..."
"Calon apaan? Terus si itu gimana?" Tanya dia sambil tersenyum pahit.
"itu siapa?"
"Itu tuh...yang bikin lu 'Puyeng' mulu Jar...hahaha"
"Siapa??? Niar??" Tanya gw.
"Iya Jar siapa lagi...hahaha'
"Udah Ded ga usah sebut sebut nama dia lagi...Ok!!" Ucap gw serius.
Tak lama kemudian Bunga kembali menelfon gw. Gw menjauh dari Dedi untuk mengangkat telefon darinya.
"Halo...Assalamualaikum.." ucap gw.
"Walaikumsalam...Jar, Bunganya udah keluar kelas nih. Fajarnya dimana?"
"Masih di rumah temen nih Bung, udah mau jalan....Deket kok...hehe."
"Oh gitu..yaudah Bunga tunggu di depan ya..."
"Iya..."
"Fajarnya hati hati yaa..."
"Iya...Bungaaa...."
"Yaudah Assalamualaikum..." Ucapnya.
"Walaikumsalam...." Jawab gw.
Gw ambil jaket gw, dan lekas memakai sepatu. Gw ingin segera berangkat untuk menjemput Seorang gadis yang mungkin sudah menunggu kedatangan gw. Gw memang sudah membuat janji pada Bunga untuk menjemput dia sepulang sekolah siang ini.
"Kemana lu Jar?" tanya Dedi.
"Gw cabut dulu ya...Ada urusan. Hehe."
"Urusan apaan? Cewe?" Tanya dia.
"Mau tau aja lu urusan orang...haha" ujar gw.
"Lu mau ketemu 'Bunga' itu Jar?' Tanya dia lagi.
"Iya Ded!!" Jawab gw tegas.
"Yaudah Jar hati hati...sukses dah. Jangan ampe kaya kemaren lagi Lu...wkwkwk" Ujarnya.
"Siap Ded...lu tenang aja...Gw cabut ya!"
"Sipp Jar..."
Perseneling gw pindahkan ke ggi 1.
Sejenak gw menarik nafas dalam dan gw hembuskan perlahan...
"Oke...Gw siap....!!"
Satu kata terucap lantang di dalam hati gw sesaat sebelum berangkat. Dan perjalanan pun dimulai..
Gw mengendarai motor dengan kecepatan yang relatif pelan sambil terus memikirkan kata kata apa yang akan gw ucapkan kepadanya. Tekad gw sudah bulat, dan hati ini sudah yakin dan mantap. Gw harus menyatakannya hari ini juga. Ya...HARUS!! Tak peduli apapun itu yang akan menghambat diri gw untuk menyatakannya.
Setelah menempuh perjalanan hampir 10 menit akhirnya gw sampai di depan sekolahnya. Gw melihat seorang gadis yang sedang duduk melamun sambil sesekali merapikan poninya yang lucu. Gadis itu terlihat seperti sedang menunggu. Dia menunggu seseorang, dan orang itu adalah gw.
Gw bunyikan klakson ketika tepat berada di hadapannya. Dia pun menoleh sambil tersenyum manis dan gw pun membalas senyumannya.
"Fajarnya lamaaaa...." Ujarnya.
"Hehe...maaf ya. Tadi dari rumah temen dulu." Gw beralasan.
"Huuh dasar...Sini duduk dulu.." Ajak dia kemudian.
"Nggak langsung pulang Bung?"
"Sini dulu sebentar...Bunga beliin ini buat Fajar.."
Gw menuruti ajakannya, melepas helm lalu turun dari motor dan segera duduk disebelahnya. Kemudian gw lihat dia membuka tasnya mengeluarkan beberapa kue...
"Tadi Bunga beli di kantin..hehe." Ucapnya.
"Waah...buat gw nih Bung?"
"Iya...Fajarnya pasti belum makan...ya kan?"
"Hehe...tau aja. Makasih ya Bung...."
"Iya..." Sahutnya.
Gw memakan kue yang diberikan olehnya. Ada pastel, risol dan tahu isi. Khusus tahu isi, ini salah satu makanan kesukaan gw.
Dan gw pun dapet makan gratis saat itu.
"Oiya Jar, Tadi pas Bunga telefon kok orang lain sih yang ngangkat?" Tanya dia.
"Hah?? Serius Bung??"
"Iya katanya temennya Fajar..."
Dedi kampret...
Ternyata telefon dari Bunga yang pertama tadi diangkat olehnya. Padahal gw sudah berpesan kalau tidak perlu mengangkat telefon dari Bunga.. "Sialan lu Ded!!" gerutu gw dalam hati.
"Terus dia ngomong apa?" Tanya gw.
"Iya...kata dia Fajarnya lagi nabung. Emang abis dari BANK ya??" Tanya dia
Mendadak gw keselek...!!
Matii.....Matii aja lu Deed...!!
Gw mesti jawab apaan ini??
Choice to live my life extended
You could be the one I'll always love"
.................................
.................................
"Fals woi suara lu...." Oceh si Dedi.
"Gitar lu aja nih Ded nggak beres..!!" Gw menggerutu.
'Jangan salahin gitarnya Jar. Suara lu emang nggak nyambung!! Ahh..." Balas Dedi.
"Lah...Nggak bisa disetem ini gitar Lu. Keras Dryer nya..Ahh..."
"Gitu gitu juga gitar keramat babeh gw Jar...hahaha" Ujar Dedi.
"Wasaimaaat....!!!"
Selesai adu bacot dengan Dedi, gw lanjut meneruskan potongan lagu tadi.
....……………………
...……………………
"I'll be There as soon as I can
But I'm busy mending broken
Pieces of the life I had before"
Gw berhenti menyanyikan lagu itu. Kemudian gw biarkan gitar tertelungkup di kursi bambu tempat gw duduk. Mood gw seketika hilang untuk memainkan itu gitar. Bayangkan saja senarnya hanya ada 4 helai, udah gitu pada mati. Ditambah ini gitar nggak bisa dituning sempurna. Butuh tenaga extra untuk memutar tuning machinenya karena sudah berkarat. Ya...namanya juga gitar tua. Lagipula gw sadar kalo suara gw super Fals dan ga sebagus Matthew Bellamy. Sepertinya untuk menyaingi atau sejajar dengan dia pun hanya sebatas mimpi. Tapi cukup lah untuk sekedar mengekspresikan diri gw yang tengah dilanda badai asmara...
"Mau ngopi Jar?" Tawar Dedi.
"Gw teh manis aja. Jangan teh celup tapi, teh tubruk ya..." Pinta gw.
"Njiirr banyak maunya lu Jar!" Gerutu Dedi.
"Tamu adalah raja coy...layanilah tamu sebaik mungkin."
"Yaa...tapi kalo tamunya kecoak kaya elu mah segen gw..."
"Hahaha...yaudah terserah lu aja. Kopi juga nggak apa apa." Ujar gw.
Kemudian Dedi masuk ke dalam rumahnya untuk membuat dua gelas kopi. Gw keluarkan jimbot gw. Kembali gw melihat isi sms yang rata rata diisi oleh gadis yang bernama 'Bunga'. Gw buka satu persatu sms darinya dan membacanya kembali. Gw terus menggali, menggali maksud dari semua perhatiannya terhadap gw lewat tulisan itu. Terkadang gw senyum senyum sendiri ketika membacanya.
Apa yang kamu rasakan Bunga? Apa....?
Semoga saja dia mempunyai perasaan yang sama seperti gw...
"Nih Jar kopinya." Ucap Dedi membawa dua gelas kopi.
"Walah kopi item Ded? Kaya dukun aja lu minum kopi ginian...hahaha...." Ujar gw.
"Iya...adanya ini doang." Jawab Dedi.
Tanpa banyak omong lagi, kemudian gw ambil segelas kopi tersebut dan menghirup aromanya. Baunya rada aneh, terasa asing di 'indera' gw yang satu ini. Sebelum mencicipinya gw sempat bertanya pada Dedi.
"Kopi apaan nih Ded? Baunya semeriwing gini dah?" Tanya gw.
"Udah...cobain aja dulu. Nih kopi boleh numbuk sendiri Jar. Dari Nenek gw..." Ujarnya.
"Emmm...gw cobain ya..."
Gw menyeruput sedikit kopi buatannya itu. Walaupun baunya agak tengik dan ampas kopinya banyak, tapi rasa dari kopi tersebut sungguh nikmat sekali. Rasa pahit khas kopi sangat terasa menggelitik lidah gw. Jauh lah rasanya dibandingkan dengan kopi yang ada di supermarket.
"Lumayan Ded....Enak juga. Tapi ampasnya nih...segede kerikil.." Komentar gw.
"Haha...emang gitu Jar. Namanya juga kopi numbuk sendiri. Udah gitu yang numbuk Nenek nenek...hahaha" Ujar Dedi.
"Yailah Ded pada nyangkut di gigi gw nih ampasnya..." Ujar gw sambil melepeh ampas yang terselip di gigi.
"Lu minumnya jangan langsung lah...Tunggu dulu sampe ampasnya turun, baru seruput...PE'AK!!" Ujarnya.
"Jiahh...gw kan nggak ngerti minum kopi beginian. Haha"
Puas mencicipi kopi aneh itu, kemudian gw bersandar pada kursi bambu. Angin yang berhembus cukup kencang membuat rasa kantuk hinggap di mata ini. Suasana perkampungan daerah rumah Dedi yang sepi siang itu justru semakin mendorong gw untuk cepat terlelap. Dengan pandangan sayup sayup, gw melihat Dedi mengambil gitarnya, dan mulai memainkan gitar tersebut.
"Jreng...gunjreeng...gunjreeng..."
Entah lagu apa yang dia nyanyikan saat itu. Udah mah suara fals, ditambah gitarnya fals pula. Lantunan 'Fals' itu malah membuat rasa kantuk gw menjadi hilang dan perut gw mendadak mules...
"Ded....."
"Ape Jar..."
"Mules gw"
"Lu lagi ngehina gw apa gimana nih?" Tanya Dedi.
"Kagak Ded...serius ini perut gw mules. Gw numpang ke WC yak."
"Si kampret mau nabung nih ceritanya..."
"Ngemeng aja lu!! Anterin gw cepet..gw gak tau WC nya sebelah mana."
Kemudian gw diantar menuju belakang rumahnya dimana WC itu berada. Bicara tentang mules, sebabnya bukan karena suara 'Fals' si Dedi waktu bernyanyi tadi, melainkan karena segelas kopi yang baru saja gw habiskan.
Ya, gw emang nggak biasa minum kopi. Yang ada justru perut ini berontak ingin menabung di WC...
Ketika sedang asyiknya menabung, tiba tiba Dedi memanggil gw dari ruang tengah.
"Jar....Hape lu bunyi nih...Ada telefon." Teriak dia.
"Dari siapaaa Deed?" Balas gw berteriak.
"Bentarr......'BUNGA' Jar!! Siapa lagi nih Bunga??" Tanya dia.
"Biarin aja Ded jangan diangkat!!" Balas gw.
Dia tidak menjawab mengiyakan teriakan gw. Segera gw tuntaskan tugas mulia itu dan keluar dari WC.
"Kampreet....siapa lagi nih Bunga?" Tanya Dedi.
"Hahaha.....Calon Ded..."
"Calon apaan? Terus si itu gimana?" Tanya dia sambil tersenyum pahit.
"itu siapa?"
"Itu tuh...yang bikin lu 'Puyeng' mulu Jar...hahaha"
"Siapa??? Niar??" Tanya gw.
"Iya Jar siapa lagi...hahaha'
"Udah Ded ga usah sebut sebut nama dia lagi...Ok!!" Ucap gw serius.
Tak lama kemudian Bunga kembali menelfon gw. Gw menjauh dari Dedi untuk mengangkat telefon darinya.
"Halo...Assalamualaikum.." ucap gw.
"Walaikumsalam...Jar, Bunganya udah keluar kelas nih. Fajarnya dimana?"
"Masih di rumah temen nih Bung, udah mau jalan....Deket kok...hehe."
"Oh gitu..yaudah Bunga tunggu di depan ya..."
"Iya..."
"Fajarnya hati hati yaa..."
"Iya...Bungaaa...."
"Yaudah Assalamualaikum..." Ucapnya.
"Walaikumsalam...." Jawab gw.
Gw ambil jaket gw, dan lekas memakai sepatu. Gw ingin segera berangkat untuk menjemput Seorang gadis yang mungkin sudah menunggu kedatangan gw. Gw memang sudah membuat janji pada Bunga untuk menjemput dia sepulang sekolah siang ini.
"Kemana lu Jar?" tanya Dedi.
"Gw cabut dulu ya...Ada urusan. Hehe."
"Urusan apaan? Cewe?" Tanya dia.
"Mau tau aja lu urusan orang...haha" ujar gw.
"Lu mau ketemu 'Bunga' itu Jar?' Tanya dia lagi.
"Iya Ded!!" Jawab gw tegas.
"Yaudah Jar hati hati...sukses dah. Jangan ampe kaya kemaren lagi Lu...wkwkwk" Ujarnya.
"Siap Ded...lu tenang aja...Gw cabut ya!"
"Sipp Jar..."
Perseneling gw pindahkan ke ggi 1.
Sejenak gw menarik nafas dalam dan gw hembuskan perlahan...
"Oke...Gw siap....!!"
Satu kata terucap lantang di dalam hati gw sesaat sebelum berangkat. Dan perjalanan pun dimulai..
Gw mengendarai motor dengan kecepatan yang relatif pelan sambil terus memikirkan kata kata apa yang akan gw ucapkan kepadanya. Tekad gw sudah bulat, dan hati ini sudah yakin dan mantap. Gw harus menyatakannya hari ini juga. Ya...HARUS!! Tak peduli apapun itu yang akan menghambat diri gw untuk menyatakannya.
Setelah menempuh perjalanan hampir 10 menit akhirnya gw sampai di depan sekolahnya. Gw melihat seorang gadis yang sedang duduk melamun sambil sesekali merapikan poninya yang lucu. Gadis itu terlihat seperti sedang menunggu. Dia menunggu seseorang, dan orang itu adalah gw.
Gw bunyikan klakson ketika tepat berada di hadapannya. Dia pun menoleh sambil tersenyum manis dan gw pun membalas senyumannya.
"Fajarnya lamaaaa...." Ujarnya.
"Hehe...maaf ya. Tadi dari rumah temen dulu." Gw beralasan.
"Huuh dasar...Sini duduk dulu.." Ajak dia kemudian.
"Nggak langsung pulang Bung?"
"Sini dulu sebentar...Bunga beliin ini buat Fajar.."
Gw menuruti ajakannya, melepas helm lalu turun dari motor dan segera duduk disebelahnya. Kemudian gw lihat dia membuka tasnya mengeluarkan beberapa kue...
"Tadi Bunga beli di kantin..hehe." Ucapnya.
"Waah...buat gw nih Bung?"
"Iya...Fajarnya pasti belum makan...ya kan?"
"Hehe...tau aja. Makasih ya Bung...."
"Iya..." Sahutnya.
Gw memakan kue yang diberikan olehnya. Ada pastel, risol dan tahu isi. Khusus tahu isi, ini salah satu makanan kesukaan gw.
Dan gw pun dapet makan gratis saat itu.
"Oiya Jar, Tadi pas Bunga telefon kok orang lain sih yang ngangkat?" Tanya dia.
"Hah?? Serius Bung??"
"Iya katanya temennya Fajar..."
Dedi kampret...
Ternyata telefon dari Bunga yang pertama tadi diangkat olehnya. Padahal gw sudah berpesan kalau tidak perlu mengangkat telefon dari Bunga.. "Sialan lu Ded!!" gerutu gw dalam hati.
"Terus dia ngomong apa?" Tanya gw.
"Iya...kata dia Fajarnya lagi nabung. Emang abis dari BANK ya??" Tanya dia
Mendadak gw keselek...!!
Matii.....Matii aja lu Deed...!!
Gw mesti jawab apaan ini??
Diubah oleh javiee 12-02-2014 22:29
Darpox dan efti108 memberi reputasi
2