TS
dans213
[ORIFICT] THE LAST EXORCIST
permisi semuanya, ane mau numpang bikin cerita ya 
kebetulan ide nih cerita muncul pas ane lagi boker
mohon koreksinya kalau ada kata2 yang salah

sama kalo bisa kasih
ya, ga ngasih cendol juga gapapa 
asal ada koment atau
itu udah bikin ane semangat 
HERE WE GO...

kebetulan ide nih cerita muncul pas ane lagi boker

mohon koreksinya kalau ada kata2 yang salah


sama kalo bisa kasih
ya, ga ngasih cendol juga gapapa 
asal ada koment atau
itu udah bikin ane semangat 
Quote:
HERE WE GO...
Spoiler for Prologue:
Diubah oleh dans213 12-02-2014 20:30
0
2K
12
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•347Anggota
Tampilkan semua post
TS
dans213
#12
RIKU
“Hei nak.”
“Siapa kau?”
“Aku? Tidak perlulah kau tahu siapa aku.”
“Apa maumu?”
“Aku hanya ingin membantumu, makanlah buah itu, maka kau akan menjadi
sangat kuat.”
“Kuat?”
“Kau ingin membalas dendammu kan?”
“.......”
Kira terbangun dari mimpinya, matanya begitu kosong, namun tiba-tiba seseorang dari kejauhan datang mendekati Kira, dengan jubah hitam yang menutupi seluruh tubuhnya.
“Kau!!!”
“Exorcist.”
“Akan kubunuh kau!”
Gelang pun bercahaya terang sekali dan berubah menjadi pedang, dan Kira langsung menyerang. Namun satu hentikan jari dari api biru memunculkan api biru yang sangat besar kea rah Kira. Tapi Kira tidak terbakar, karena Liana tiba-tiba muncul dan melindungi Kira dengan perisai air.
Liana mengarahkan tangan pada sang api biru, seperti ingin mengeluarkan sesuatu. Secara tiba-tiba air berubah menjadi es yang membentuk tombak dan semua mengelilingi sang api biru, dan seluruh tombak itu menancap ketubuh sang api biru, dan dia pun lenyap seketika.
“Kau tidak apa-apa Kira?”
“…..”
“Hei, Kira!”
“…..”
“Kira??!”
“Kenapa?”
“Apanya?”
“KENAPA KAU MEMBUNUHNYA?!”
“Apa maksudmu?” Kira tiba-tiba menarik kerah baju Liana.
“Kau tidak berhak membunuhnya, dia musuhku!”
“Bodoh, dia hanya medium.”
“Apa?”
“Lepaskan.” Kira pun melepas tangannya dari kerah baju Liana.
“Dengar, yang tadi hanya medium.”
“Medium?”
“Ya, Riku, atau api biru yang kau bicarakan itu memiliki medium paling kuat
dari semua orang.”
“…..”
“Dia adalah legenda, mediumnya adalah orang-orang berjubah itu, mereka semua memiliki kekuatan api biru.”
“Tunggu, bagaimana dia memiliki sebuah medium?”
“Tentu saja karena dia seorang exorcist.”
“Apa?!”
“Namun dia lahir lebih dulu daripada kita, tepatnya pada tanggal 7 bulan tujuh
tahun 1000.”
“Tidak mungkin.. bagaimana dia masih hidup?”
“Karena sebuah buah, buah terlarang kedua yaitu buah kekekalan.”
“Maksudmu dia tidak bisa mati?”
“Tidak juga.”
“Apa?”
“Buah yang kau makan. Adalah buah terlarang ketiga, buah terakhir dimana
kekuatan bersemayam dalam dirimu serta pengetahuan akan kekekalan.”
“Tidak mungkin.”
“Apanya?”
“Buah itu sama sekali tidak ada.”
“Namun kamu telah memakannya, dan itu memang ada dan tertulis di buku
kegelapan.”
“Apa?”
“Ya, buku akhir atau kitab akhir kegelapan.”
“…..”
“Kira, jika kau ingin membalas dendam, bergabunglah, karena musuh kita
sama Riku, sang pemimpin Utopia, dan sang api biru.”
“…..”
“Kami memerlukan bantuanmu.”
“Maaf Liana, tapi aku tetap akan bergerak sendiri.”
“Tapi kenapa?”
“Karena tujuanku hanya satu.”
“Balas dendam?”
“Iya.”
Kira tetap memilih caranya sendiri dan tidak ingin bergabung dengan
siapapun. Kira hanya tidak ingin memiliki perasaan lagi, karena dia tidak ingin melihat orang yang dia sayang terbakar oleh api biru itu.
“Siapa kau?”
“Aku? Tidak perlulah kau tahu siapa aku.”
“Apa maumu?”
“Aku hanya ingin membantumu, makanlah buah itu, maka kau akan menjadi
sangat kuat.”
“Kuat?”
“Kau ingin membalas dendammu kan?”
“.......”
Kira terbangun dari mimpinya, matanya begitu kosong, namun tiba-tiba seseorang dari kejauhan datang mendekati Kira, dengan jubah hitam yang menutupi seluruh tubuhnya.
“Kau!!!”
“Exorcist.”
“Akan kubunuh kau!”
Gelang pun bercahaya terang sekali dan berubah menjadi pedang, dan Kira langsung menyerang. Namun satu hentikan jari dari api biru memunculkan api biru yang sangat besar kea rah Kira. Tapi Kira tidak terbakar, karena Liana tiba-tiba muncul dan melindungi Kira dengan perisai air.
Liana mengarahkan tangan pada sang api biru, seperti ingin mengeluarkan sesuatu. Secara tiba-tiba air berubah menjadi es yang membentuk tombak dan semua mengelilingi sang api biru, dan seluruh tombak itu menancap ketubuh sang api biru, dan dia pun lenyap seketika.
“Kau tidak apa-apa Kira?”
“…..”
“Hei, Kira!”
“…..”
“Kira??!”
“Kenapa?”
“Apanya?”
“KENAPA KAU MEMBUNUHNYA?!”
“Apa maksudmu?” Kira tiba-tiba menarik kerah baju Liana.
“Kau tidak berhak membunuhnya, dia musuhku!”
“Bodoh, dia hanya medium.”
“Apa?”
“Lepaskan.” Kira pun melepas tangannya dari kerah baju Liana.
“Dengar, yang tadi hanya medium.”
“Medium?”
“Ya, Riku, atau api biru yang kau bicarakan itu memiliki medium paling kuat
dari semua orang.”
“…..”
“Dia adalah legenda, mediumnya adalah orang-orang berjubah itu, mereka semua memiliki kekuatan api biru.”
“Tunggu, bagaimana dia memiliki sebuah medium?”
“Tentu saja karena dia seorang exorcist.”
“Apa?!”
“Namun dia lahir lebih dulu daripada kita, tepatnya pada tanggal 7 bulan tujuh
tahun 1000.”
“Tidak mungkin.. bagaimana dia masih hidup?”
“Karena sebuah buah, buah terlarang kedua yaitu buah kekekalan.”
“Maksudmu dia tidak bisa mati?”
“Tidak juga.”
“Apa?”
“Buah yang kau makan. Adalah buah terlarang ketiga, buah terakhir dimana
kekuatan bersemayam dalam dirimu serta pengetahuan akan kekekalan.”
“Tidak mungkin.”
“Apanya?”
“Buah itu sama sekali tidak ada.”
“Namun kamu telah memakannya, dan itu memang ada dan tertulis di buku
kegelapan.”
“Apa?”
“Ya, buku akhir atau kitab akhir kegelapan.”
“…..”
“Kira, jika kau ingin membalas dendam, bergabunglah, karena musuh kita
sama Riku, sang pemimpin Utopia, dan sang api biru.”
“…..”
“Kami memerlukan bantuanmu.”
“Maaf Liana, tapi aku tetap akan bergerak sendiri.”
“Tapi kenapa?”
“Karena tujuanku hanya satu.”
“Balas dendam?”
“Iya.”
Kira tetap memilih caranya sendiri dan tidak ingin bergabung dengan
siapapun. Kira hanya tidak ingin memiliki perasaan lagi, karena dia tidak ingin melihat orang yang dia sayang terbakar oleh api biru itu.
0