Penjelajah dimensi, mewakili setiap part part kehidupan/pemikiran ane, fiksi maupun nyata.
Makanya ane namain penjelajah dimensi kalo mau buat harus inget inget kejadian yang pernah ane alamin maupun yang belum pernah ane alamin hahahaha
salam kenal agan, aganwati!! mari berpesta puisi!! InsyaAllah gak bakal puisi aje yang ane post haha
selamat menikmati puisi karya ane
kalau mau nulis juga boleh kok monggo monggo sangat di anjurkan
Analisis Puisi "Menemukan Makna dalam Puisi" (Roman Ingarden)
ok, kali ini ane mau bahas tentang teori analisis puisi yang paling banyak di gunakan, yap! teori analisis puisi Roman Ingarden bertahap ye gan hehehe, maap kalo ada salahnya maklum gan masih tahap belajar juga
langsung aje :
Spoiler for Biar gak bosen:
Nah sebelum agan/aganwati mau menganalisis puisi, pertama-tama harus diperhatikan bahwa :
Spoiler for :
- Dunia Puisi dan segala teorinya yang lazim digunakan untuk menganalisi puisi (ya iya lah wkwkwk). seseorang tidak bisa memaknai puisi apabila tidak pernah bersentuhan dengan dunia puisi itu sendiri. apalagi tidak pernah memahami teori teori yang digunakan dalam menganalisis puisi akan menjadi penghambat bagi pemaknaan puisi
- Prespektif sejarah. berdasarkan jiwa zamannya, sifat-sifat puisi cenderung berganti arah karena kondisi pada zaman atau periode tersebut, Misalnya puisi-puisi pujangga baru sangat berbeda dengan tema puisi-puisi angkatan 45.
- Puisi sebagai hasil kebudayaan. puisi terbentuk dari hasil kebudayaan masyarakat yang ada di sekitarnya. Konteks sosial pengarang tidak akan lepas dari pemaknaan puisi itu sendiri karena pengarang hidup dalam lingkungan kebudayaan masyarakat dimana pengaruh itu berada
Nah, pemaknaan puisi secara ilmiah harus menggunakan teori yang relevan (salah satunya teori yang akan ane bahas). Hal ini disebabkan struktur puisi berbeda dengan prosa atau drama.[/SPOILER]
ok langsung aja gan! :
Spoiler for Analisis Strata Norma:
- Analisis Strata Norma
Teori ini dikemukakan oleh Roman Ingarden, bahwa karya sastra tak hanya merupakan satu sistem norma, melainkan melainkan terdiri atas berlapis-lapis norma (Pradopo, 2007:14). lapis tersebut adalah Lapis Bunyi, Lapis Arti, Lapis Duniadan Lapis Metafisik
Spoiler for Macam-macam Lapis:
- Lapis Bunyiadalah lapis pertama. Puisi merupakan satuan bahasa yang memperhatikan aspek bunyi sebagai fungsi estetiknya. Lapis bunyi dalam puisi adalah semua bunyi yang berdasarkan konvensi bahasa tertentu. Biasanya dalam bahasa indonesia, aspek keindahan bunyi terletak pada bunyi akhir yang sama. Misalkan Kamu-Merayu-Jiwaku, dipadankan di akhir kalimat sehingga efek puitisnya sangat terasa
- Lapis Arti adalah lanjutan dari lapis pertama. Fonem, suku kata, frase dan semua kalimat itu adalah satuan-satuan arti. Dalam hal ini, pencarian makna mulai dilakukan. Mulai dari satuan terkecil, yaitu fonem, sampai kalimat yang utuh adalah lapis arti yang menimbulkan makna
- Lapis Ketiga "Dunia Pengarang" Maksudnya, lapis ini berupa objek-objek yang dikemukakan, latar, pelaku dan dunia pengarang. Dunia pengarang adalah ceritanya, merupakan dunia yang diciptakan pengarang. Hal ini merupakan gabungan dan jalinan antara objek-objek yang dikemukakan, latar, pelaku, serta struktur ceritanya.
- Lapis Dunia Sebenarnya lapis ini tidak perlu dinyatakan, tetapi sudah implisit.
- Lapis Metafisik Lapis ini merupakan sifat-sifat metafisis (gaib, suci, sublim dan sebagainya) yang bertujuan dapat menimbulkan nilai seni dan dapat memberikan renungan kepada pembacanya, tidak semua puisi terdapat lapis ini
Kan agan udah tau tuh bermacam-macam lapis dalam puisi. Nah sekarang Anallisis struktural gan
Spoiler for Analisis Struktural:
- Analisis Struktural
Sebuah puisi dibangun atas unsur-unsur yang menjadi keatuang yang utuh. Pembahasan puisi berdasarkan norma tidaklah cukup. Pemaknaan hendaklah dilanjutkan agar tercipta koherensi yang padu. Norma-norma puisi atau unsur-unsur sajak saling berkaitan tersebut perlu dianalisis secara struktural.
Analisis struktural adalah analisis yang melihat unsur-unsur srtruktur sajak itu saling berkaitan. Sebuah unsur tidak lepas maknanya dengan unsur lain. Struktutalisme merupakan cara berfikir tentang dunia dan kaitannya dengan struktur-struktur. Kodrat tiap unsur dalam struktur tidak mempunyai makna dengan sendirinya, tetapi ditentukan oleh hubungan antarstruktur (Hawkes, 1978: 17-18)
Berdasarkan pengertian struktural, maka analisis difokuskan hanya terhadap struktur puisi itu sendiri. Ada 3 ide dasar dalam analisis ini, yaitu kesatuan, transformasi dan pengaturan diri sendiri.
Spoiler for :
- Kesatuanmaksudnya adalah struktur merupakan keseluruha yang bulat. Bagian yang membentuknya tidak dapat berdiri sendiri du luar struktur itu
- Transformasi maksudnya adalah bahwa struktur itu tidak statis, ada gagagsan transformasi di dalamnya
- Pengaturan diri sendiri maksudnya adalah tidak memerlukan bantuan dari luar dirinya
Karnya Sastra merupakan suatu struktur yang kompleks. Antara unsur-unsur struktur ada koherensi atau pertautan yang erat. Jadi, untuk memahami sajak puisi, haruslah diperhatikan jalinan atau hubungan unsur-unsrunya sebagai bagian dari keseluruhan. Hal ini yang menjadi ciri khas pemaknaan struktural. Akan tetapi, pemaknaan ini masih belum sempurna karena hanya terbatas pada otonom puisi sendiri. Makna yang utuh akan diperoleh jika puisi dikaitkan dengan faktor luar seperti lingkungan pengarang, intertekstual dan metode sejarah puisi itu dilahirkan
nah udah tau caranya anailisis struktural kan? ini masih belum cukup gan, ada satu lagi
Spoiler for Analisis Semiotik:
- Analisis Semoitik
Semiotika adalah ilmu yang mempelajari tentang tanda sebagai bagian dari kehidupan sosial. Maksudnya adalah bahwa semiotika sangat menyandarkan dirinya pada aturan main atau kode sosial yang berlaku di masyarakat, sehingga tanda dapat dipahami maknanya secara kolektif, itu kalau menurut Ferdianand de Saussure gan dalam bukunya Course in General Linguistic
Ini juga ade versi lain gan, menurut Eco (1979:3), semiotika secara umum mencakup 2 pengertian, sistem tanda dan konversi tanda, karya sastra tidak dapat diketahui maknanya secara optimal (Pradopo, 1995: 118). Makna karya sastra dibentuk berdasarkan susunan bahasa. Bahasa dapat dipelajari sebagai sebuah sistem semiologis tanda-tanda yang mengungkapkan berbagai macam gagasan dan dapat dipahami secara tepat dengan cara membandingkannya dengan sistem-sistem tanda lain (Strinati, 2010: 152). Bahasa itu sendiri merupakan sistem semiotika tinkat pertama yang sudah memiliki arti leksikal sebelum diterapkan pada karya sastra. Bahasa dalam karya sastra merupakan sistem semiotika tingkat kedua yang maknanya ditentukan berdasarkan konvensi sastra.
Dalam memaknai puisi, Michael Riffaterre dalam bukunya Semiotic of Poetry, telah memberikan metode dan langkah kerja yang jelas dan bertahap. Tujuan proses pemaknaan adalah untuk menemukan dari arti ke makna. Pemaknaan dilakukan dengan adanya ketidakkarenaan ekspresi puisi (penggantian arti, penyimpangan arti dan penciptaan arti), pembacaan heuristik dan hermeneutik (rtroaktif), matriks, model dan varian-varian serta hipogram. Semua itu menjadi proses pemaknaan terhadap puisi.
Cara kerja pemaknaan puisi dengan metode Riffaterre memiliki hubungan dan keterkaitan antara satu dengan yang lainnya. Langkah-langkah kerja diawali oleh ketidakkarenaan ekspresi, lalu dilanjutkan dengan pembacaan heuristik dan hermeneutik. Proses penafsiran yang mejadi jembatan antara heuristik dan hemeneutik adalah interpetan. Pembacaan dilakukan secara bolak-balik untuk menemukan maknanya. Matriks, model dan varian menjadi gambaran umum sekaligus kata kunci makna puisi. Kemudian, keberadaan teks lain menjadi hipogram yang menambah kekayaan makna secara intertekstual. hubungan cara kerja Riffaterre tersebut saling terkait, misalnya antara model dan varian, matrik dan model, serta hipogram dan matrik. Dengan demikian, makna yang utuh akan ditemukan dalam puisi
Pemaknaan puisi dilaksanakan dalam rangka membongkar makna tersirat yang terdapat di dalamnya. Puisi mengandung sesuatu yang gramatikal sehingga artinya terpecah dari pengertian yang semestinya. Oleh karena itu, dibutuhkan proses penafsiran yang lebih mendalam dengan menggunakan teori-teori untuk menemukan maknanya yang sempurna. Hal itu dilakukan agar keindahan puisi dan kedalaman maknanya bisa kita rasakan bersama.
Segitu dulu aje gan, tangan ane pegel wekekek.. Semoga bermanfaat