- Beranda
- Stories from the Heart
I will marry you, but not you [based on true story]
...
TS
benedicta33
I will marry you, but not you [based on true story]
Halo Agan-agan, dan Sista-sita.
Saya mau berbagi pengalaman cerita saya selama 3 (tiga) tahun terakhir.
Karena saya newbie, jadi tolong dibantu kalau ada penulisan yang salah.
Saya tidak memberikan banyak peraturan, peraturan yang saya beri adalah
1. JANGAN SARA,
2. JANGAN KOMENTARIN PAKE KATA" KASAR.
3. TOLONG HARGAI PRIVACY SAYA SEBAGAI TS
4. KALAU BELUM DI UPDATE SABAR AJA, SAYA JUGA FOKUS SAMA RL SAYA
Saya membuat cerita per part, dan nama tokoh yang asli disamarkan, kecuali nama saya. Cerita ini mengandung 100% real (maap sedikit lebay hehehe
)
Maaf kalo ada kata" yang salah atau kurang berkenan. Saya sedang belajar menulis, saya sangat membutuhkan dan menghargai komentar kalian.
Terima kasih
Saya mau berbagi pengalaman cerita saya selama 3 (tiga) tahun terakhir.
Karena saya newbie, jadi tolong dibantu kalau ada penulisan yang salah.
Saya tidak memberikan banyak peraturan, peraturan yang saya beri adalah
1. JANGAN SARA,
2. JANGAN KOMENTARIN PAKE KATA" KASAR.
3. TOLONG HARGAI PRIVACY SAYA SEBAGAI TS
4. KALAU BELUM DI UPDATE SABAR AJA, SAYA JUGA FOKUS SAMA RL SAYA
Saya membuat cerita per part, dan nama tokoh yang asli disamarkan, kecuali nama saya. Cerita ini mengandung 100% real (maap sedikit lebay hehehe
)Maaf kalo ada kata" yang salah atau kurang berkenan. Saya sedang belajar menulis, saya sangat membutuhkan dan menghargai komentar kalian.
Terima kasih

Spoiler for Indeks:
Spoiler for New Life:
Spoiler for Why?:
Spoiler for Next Life:
Spoiler for Pergulatan Batin:
Spoiler for Panggilanku dan panggilanmu:
Spoiler for Masa Kelam:
Spoiler for Just you and me:
Diubah oleh benedicta33 12-06-2014 21:14
JabLai cOY dan anasabila memberi reputasi
2
158.7K
998
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
benedicta33
#570
Part 60
Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, aku sudah siap dari jauh-jauh hari
Tapi ada satu hal yang belum aku siapkan, yaitu IMANku
Rasanya menunggu jam 3 sore itu sungguh lamaaa banget, udah penasaran aja, pengen tau kehidupan para biarawati ursulin gimana.
Belum jam 3 teng pun aku sudah pergi ke biara tersebut, dan dianterin sama papi, nyampe sana, aku menjadi orang yang PERTAMAX datang sebagai peserta live in, yang lainnya kemana ya??
Bukan itu aja yang bikin aku bingung, kok didepan pintu masuk biara ada rangkaian bunga yang bertuliskan "Turut Berdukacita" siapa yang meninggal?
Aku agak segan ketika melangkahkan kaki aku untuk masuk biara, dan aku terkesima melihat bangunan belanda yang belum pernah dipugar sama sekali, yaa paling ganti cat doang
Gita, seorang postulat, datang menghampiriku dan menyapaku, ia mempersilahkan aku masuk dan mengajakku berkeliling melihat biara secara keseluruhan.
Sambil membawa tas yang lumayan berat, aku masuk ke kapel dan menghampiri ke peti jenazah
Bau minyak dan bunga-bungaan langsung menyerang hidungku. Oh, ternyata seorang suster berdarah Belanda yang meninggal
. Beliau sudah berusia lanjut, dan sekarang beristirahat dengan tenang dipangkuan Bapa
.
Sr. Paula adalah orang Belanda, beliau sudah berpuluh-puluh tahun tinggal di Indonesia dan menjadi warganegara Indonesia
.
Bagi para biarawati OSU, tugas Sr. Paula di dunia ini sudah selesai
dan sekarang kembali ke rumahnya yang abadi bersama Bapa.
Aku meminta Gita untuk mengantarkanku ke wismaku, dan ketika aku masuk kamarku, wow.. Begitu sederhana, kamarnya masih bergaya Belanda, jendelanya juga
, apalagi lemarinya. Tiba-tiba bulu kudukku merinding, ntar malam aku tidur sama siapa 
Untung Tuhan masih baik
. Aku punya teman satu kamar, namanya Amel, dia tomboy banget, dan enak di ajak bicara, jadi ntar malam kalo aku gak bisa tidur, ya seengaknya aku masih bisa ngobrol sama Amel 
Segini dulu ye apdetan ane, ane lapar.. ntar ane lanjutin dah
*Bersambung*
Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, aku sudah siap dari jauh-jauh hari

Tapi ada satu hal yang belum aku siapkan, yaitu IMANku

Rasanya menunggu jam 3 sore itu sungguh lamaaa banget, udah penasaran aja, pengen tau kehidupan para biarawati ursulin gimana.
Belum jam 3 teng pun aku sudah pergi ke biara tersebut, dan dianterin sama papi, nyampe sana, aku menjadi orang yang PERTAMAX datang sebagai peserta live in, yang lainnya kemana ya??

Bukan itu aja yang bikin aku bingung, kok didepan pintu masuk biara ada rangkaian bunga yang bertuliskan "Turut Berdukacita" siapa yang meninggal?

Aku agak segan ketika melangkahkan kaki aku untuk masuk biara, dan aku terkesima melihat bangunan belanda yang belum pernah dipugar sama sekali, yaa paling ganti cat doang

Gita, seorang postulat, datang menghampiriku dan menyapaku, ia mempersilahkan aku masuk dan mengajakku berkeliling melihat biara secara keseluruhan.
Quote:
Sambil membawa tas yang lumayan berat, aku masuk ke kapel dan menghampiri ke peti jenazah

Bau minyak dan bunga-bungaan langsung menyerang hidungku. Oh, ternyata seorang suster berdarah Belanda yang meninggal
. Beliau sudah berusia lanjut, dan sekarang beristirahat dengan tenang dipangkuan Bapa
.Sr. Paula adalah orang Belanda, beliau sudah berpuluh-puluh tahun tinggal di Indonesia dan menjadi warganegara Indonesia
.Bagi para biarawati OSU, tugas Sr. Paula di dunia ini sudah selesai
dan sekarang kembali ke rumahnya yang abadi bersama Bapa.Aku meminta Gita untuk mengantarkanku ke wismaku, dan ketika aku masuk kamarku, wow.. Begitu sederhana, kamarnya masih bergaya Belanda, jendelanya juga
, apalagi lemarinya. Tiba-tiba bulu kudukku merinding, ntar malam aku tidur sama siapa 
Untung Tuhan masih baik
. Aku punya teman satu kamar, namanya Amel, dia tomboy banget, dan enak di ajak bicara, jadi ntar malam kalo aku gak bisa tidur, ya seengaknya aku masih bisa ngobrol sama Amel 
Segini dulu ye apdetan ane, ane lapar.. ntar ane lanjutin dah

*Bersambung*
0