Pagi yg diselimuti oleh kabut tak menyurutkan semangat kita untuk upacara bendera. Untung saja aku tidak terlambat, karena aku kebagian ikut paduan suara. Terlambat saat upacara tak lepas dari hukuman. Aku melihat Harry di luar gerbang sekolah yg sudah terkunci. Dia hanya melambaikan tangan sambil tersenyum kepada ku.
Usai upacara bendera gerbang sekolah pun dibuka, mereka yg terlambat dikumpulkan di lapangan. Dan hukumannya adalah membersihkan lingkungan sekolah. Aku hanya melihat Harry dari balik jendela kelas.
Memasuki pelajaran pertama, Pak Maman meminta ku untuk mengambilkan buku tugas yg telah dinilai di ruang guru. Selain mengajar, Pak Maman adalah wali kelas ku. Aku sangat menyukai pelajarannya, yaitu Bahasa Indonesia. Aku merupakan salah satu murid yg terbilang dekat dengan wali kelasnya, mungkin karena nilai tugas dan ulangan Bahasa Indonesia ku selalu bagus. Pak Maman adalah guru pertama yg mengetahui latar belakang keluarga ku. Saat itu, beliau membaca raut wajah ku, seperti seorang indigo yg dapat membaca raut wajah dan sinar mata dengan tepat, Pak Maman hanya bertanya satu hal yg membuat ku bercerita banyak tentang keluarga ku.
Pergi ke ruang guru, aku ditemani oleh Wulan. Ini juga kesempatan kecil untuk melihat Harry yg sedang dihukum. Hehehehe…
Keluar dari ruang guru, Harry senyum kepada ku. Harry menyapu tak jauh dari ruang guru. Kayaknya baru saja pindah menyapu di sekitar situ.
Quote:
Harry : "Hai...Cik.."
Aku memperlambat langkah kaki ku.
Aku : "Hei...tadi kenapa terlambat?"
Harry : "Iya tadi nganter Ayah ku dulu.."
Aku : "Oh...hemh...jadi dihukum deh?"
Harry : "Iya gpp hehehe..nanti istirahat aku ke kelas kamu ya?"
Aku : "Hah?"
Harry : "Nanti aku ke kelas..."
Terdengar suara guru yg sedang mengawasi anak2 yg dihukum.
Pak guru : "Harry....lagi apa kamu? Kamu mau nambah hukuman?"Sambil berjalan menghampiri Harry.
Harry : "Iya Pak...eh, enggak Pak.." Sambil melanjutkan menyapu halaman.
Aku : "Ayo Lan, cepetan deh...hahahahaha.."
Karena takut kena marah juga Aku mempercepat langkah ku, dan Wulan mengikutinya.
Wulan : "Kalo ditambah hukumannya, kasian juga dia ya? hehehehe..."
Setelah kejadian hari itu, Harry sering menemui ku pada jam istirahat maupun pulang sekolah. Seperti tak menghiraukan adanya Dede di sekolah ini. Banyak yg beranggapan bahwa aku dan Harry sudah jadian. Sedangkan di kelas sendiri, nama ku tidak lagi dipanggil Cika, kadang teman2 memanggil nama ku Harry. Jelas saja hal itu membuat aku malu. Ntah mengapa, ada saja beberapa teman yg tidak menyukai kedekatan ku dengan Harry.