Kaskus

Story

javieeAvatar border
TS
javiee
BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"
BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"


Spoiler for RULES:


BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"


INTRO

Perkenalkan, nama gw Raden Fajar Putro Mangkudiningrat Laksana...Bohong deng, kepanjangan...sebut aja gw Fajar. Tinggi 175 cm berat 58kg. bisa disebut kurus karena tinggi dan berat badan gw ga proposional. emoticon-Frown. Gw ROCKER...!! Pastinya Rocker Kelaparan.
Gw terlahir dari keluarga biasa saja yang serba "Cukup". dalam arti "cukup" buat beli rumah gedongan, "cukup" buat beli mobil Mewah sekelas Mercy. (ini jelas jelas bohong). yang pasti gw bersyukur dilahirkan dari keluarga ini.

Gw Anak pertama dari 3 bersaudara. Adik adik gw semuanya perempuan. Gw keturunan Janda alias Jawa Sunda. Bokap asli dari Jepara bumi Kartini. Tempatnya para pengrajin kayu yang terkenal di Nusantara bahkan diakui oleh Dunia. Tapi bokap gw bukan pengusaha mebel seperti kebanyakan orang Jepara. Nyokap gw asli Sumedang Kota yang terkenal dengan TAHU nya. Tapi wajahnya sama sekali nggak mirip tahu ya. Sunda tulen nan cantik jelita. Beliau bidadari gw nomer "1" di dunia ini.

Spoiler for INDEKS:


Spoiler for INDEKSII:
Diubah oleh javiee 06-04-2015 23:49
anasabilaAvatar border
nona212Avatar border
manusia.baperanAvatar border
manusia.baperan dan 4 lainnya memberi reputasi
3
729.3K
2.9K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.4KAnggota
Tampilkan semua post
javieeAvatar border
TS
javiee
#404
PART 31
Siang yang sangat cerah. Gw lihat matahari berseri seri memancarkan sinar yang terang tidak terhalang awan sama sekali. Dengan semangat gw segera melangkahkan kaki ini untuk pulang. Tapi bukan rumah tujuan gw saat itu, melainkan nongkrong di depan sekolah dimana ada satu bidadari yang membuat gw sumringah cengar cengir sendirian sejak beberapa hari kemarin..
Bunga namanya.....
Ya, karena dalam beberapa hari itu, hubungan kami berdua sudah mulai dekat. Sms atau telefon darinya pun hampir setiap hari dilaksanakan dengan rutin. Bukan hanya 3x sehari layaknya minum obat, tapi lebih dari itu. Dan siang ini, gw ingin sekali bertemu dengannya.

Seperti biasa gw lagi lagi menunggu di depan sekolahmya. Jam pulang kami berdua itu berbeda, gw pulang jam 13.00 sedangkan dia jam 15.00. Gw hanya bisa menunggu saja walaupun menunggu itu adalah hal yang paling menyebalkan. Gw rasa semua orang merasakan hal itu. Tapi tidak untuk gw, karena gw tidak sedang menunggu busway di tengah jam pulang kantor, atau menunggu kereta yang bannya kempes.
Gw menunggu sebuah harapan...

Jam pulang sekolah tiba. Para siswa mulai berhamburan keluar dari gerbang sekolah.
Gw terus menatap ke arah gerbang itu hingga gadis yang gw tunggu muncul.
Gw lekas berdiri ingin menyebrang jalan untuk menghampirinya, tapi dia menyuruh gw untuk tetap berada disitu dengan bahasa isyarat.

“Lama yaa??” tanya dia setibanya di hadapan gw.

“Lumayan...hehe” jawab gw.

“Anter kesitu yuk...” Ajak dia menunjuk sebuah studio photo tak jauh dari tempat kami berada.

“Mau ngapain?”

“Nih mau cetak foto sebentar...Yuk...” ujarnya kemudian mengajak gw.

Gw berjalan tepat dibelakangnya. Mirip sekali seperti majikan dan pembantunya. Majikannya dia, pembantunya gw...(Oke ga masuk akal!!)
Foto pun telah selesai dicetak. Gw meminta izin padanya untuk melihat beberapa foto ukuran 10R yang baru selesai dicetak itu.
Ada beberapa foto dia yang terlihat cantik dengan berbagai pose bersama keluarganya.

“Mau dibingkai ya Bung?” tanya gw.

“Nggak juga Jar...buat disimpen aja.” Jawab dia.

“Cantik yaa...” Puji gw.

“........” Dia hanya tersipu malu setelah pujian itu meluncur dari mulut gw.

“Pulang yu...Kebetulan ayah nggak jemput. Untung ada Fajar...jadi bisa nebeng. Hehe...” Ajak dia kemudian.

What?? Nebeng?? Dia tidak tahu kalau gw sedang tidak membawa motor saat itu. Seketika gw ingin tertawa. Bagaimana caranya ini anak nebeng sama gw? Gw berhasil sampai disini saja itu berkat jasa angkot. Akhirnya gw berniat untuk sedikit mengerjai dia.

“Oke...Yuk kita nyebrang.” Ajak gw.

“Loh kok nyebrang?” tanya dia.

“Udah tenang aja...” jawab gw sambil menyebrangi jalan berdua dengannya.

“Motornya Fajar mana?” tanya dia lagi.

Gw tidak menjawab pertanyaan dia. Tak lama angkot pun akhirnya lewat, gw segera melambaikan tangan menyetop angkot tersebut.

“Ayo naik...kok malah bengong? Katanya mau pulang?” Ujar gw.

“.........” Bunga langsung cembetut.

“Yuuuk....” Ajak gw sambil tersenyum licik.

“Aaaaa.....Fajar itu nyebeliiin...!!”

"Hahaha....." Gw tertawa. kemudian kami menaiki angkot.

Tidak ada percakapan antara kami berdua di awal perjalanan pulang. Gw hanya memperhatikan dia yang sesekali merapihkan poninya yang lucu tertiup angin. Masih terlihat jelas raut wajah bete yang dia tunjukkan karena baru saja gw kerjai.
Cantik....ya, satu kata yang terlintas di fikiran gw sesaat setelah menatap wajah cemberutnya itu.

"Cieh yang lagi ngambek...." Gw membuka percakapan.

"Tau ah...nyebelin..." Dia menggerutu.

"Hahaha...dah tau gw kan ga bawa motor Bung."

"Iya bilang kek...malah diem aja. Huuuu jahat si Fajar mah." ujarnya.

"Segitunya sampe dibilang jahat...." Gw balik menggerutu.

"Hehhe..nggak Fajar becanda. Lagian ga masalah juga kali naek angkot mah.." Ujarnya.

"Terus yang jadi masalah apa??" tanya gw.

"Fajarnya bohong lagi....Bunganya kena tipu lagi..." Ujarnya.

"Gw nggak bohong kali Bung..."

"Iya nggak bohong, tapi menipu!!" Ucapnya.

"Jiaah sama aja...yaudah atuh maafin ya..." Ujar gw sambil nyengir.

"Hehe..iya..."

Gw cuma bisa cengar cengir aja setelah obrolan itu. Tak terasa angkot yang membawa kami sudah dekat dengan gang komplek gw. Sebelum gw turun, gw menawarkan kepada Bunga untuk mengantarnya sampai di rumah. Siapa tau dia bersedia diantar oleh seekor cucunguk madagaskar ini. Karena memang tidak baik membiarkan seorang gadis cantik seperti dia pulang sendirian tanpa ada seseorang yang melindunginya.
Yaaa...itung itung sekalian modus biar gw tau rumahnya dia. haha

"Gw anter sampe rumah ya Bung..." Gw menawarkan jasa.

"Ga usah...Bunga pulang sendiri aja."

"Nggak takut diculik Bung?" Tanya gw.

"Haha...apaan sih Fajar ngaco deh...Bunga naik ojek aja dari depan komplek...." Ujarnya menolak tawaran gw.

"Yakin nih?? Kalo abang ojek itu ternyata penculiknya gimana??" Tanya gw lagi membujuk dia.

"Ya nggak lah...abang ojek situ udah kenal semua kok sama Bunga. Jadi ya tenang...hehe" Jawabnya masih berusaha menolak.

"Wah berarti Bunga terkenal ya...haha. Yaudah kalo gitu."

Akhirnya gw menyerah untuk melanjutkan modus tersebut. Yasudah lah mungkin lain waktu gw bisa tau rumahnya dia...
Tapi sesaat sebelum gw turun, Bunga berkata sesuatu yang sama sekali gw tidak menyangkanya.

"Kalo mau nanti agak sorean aja Fajar ke rumah Bunga...Mau tak?" Ajaknya.

Yessss....Ini mah namanya kesempatan atuh Jang!!!
Tapi gw tidak langsung mengiyakan ajakan dia. Bisa dibilang gw sedikit jual mahal walaupun di hati 1000% setuju dengan ajakannya.

"Nggak ganggu nih?" tanya gw sepik.

"Emm...nggak kok."

"Ya siapa tau Bunga capek mau istirahat..." Gw sepik lagi.

"Nggak Fajar...malah Bunga seneng ada temennya. hhehe..."

"BANG KIRI...!!!!" teriak gw ke supir angkot. Lalu gw bergegas turun.

"Aduh kelewatan gw. Oya, Nanti gw kabari lagi. Bunga hati hati ya. Kalo ada apa2 tlf aja. hehe" Lanjut gw kepada Bunga.

"Iya Fajar daaah...."

"Daah Bunga...."

Gw masih diam berdiri disamping angkot. Gw agak sedikit heran karena angkot tak kunjung jalan juga meneruskan perjalanannya. "Mungkin mau ngetem nih angkot." Fikir gw saat itu. Tapi tiba tiba si abang supir membunyikan klaksonnya sambil menoleh ke arah gw yang masih bengong berdiri.

"Woii ongkosnya mana!!!" Teriak si abang supir.

Aahhh....
gw sampai lupa memberi ongkos karena terlalu asik memandangi gadis yang tengah duduk di dalam. Bunga yang melihat jelas kebodohan gw itu hanya terlihat cengar cengir menahan tawa.
Sungguh memalukan!!

Sesampainya di rumah, gw lekas cuci tangan cuci kaki dan cuci muka. Tak perlu mandi, tak perlu ganti pakaian. Karena gw fikir gw masih cukup wangi, walaupun ada sedikit aroma cucunguk apabila di endus secara detail...sedikit sih!!
Kemudian gw lekas ke dapur untuk makan. Selesai makan, gw menghubungi Bunga untuk memberi kabar bahwa gw jadi datang sore ini ke rumahnya.

"Bunga....boleh gw berangkat sekarang?" Sms terkirim.

"Yaudah Bunga tunggu yaa..." Sms diterima.

"Oh iya rumah lu teh di blok apa? Gw lupa." tanya gw.

"Blok. xx No. x patokannya sebelum Masjid..." balas dia.

"Oke gw OTW"

Dengan semangat gw keluarkan si Jupi yang sudah standye di garasi. Bidadari No.1 gw sempat menanyakan gw mau kemana sore itu. Gw jawab saja kalau gw mau JJS (Jalan Jalan Sore).
Perlahan gw jalankan motor kesayangan gw menuju tempat kediaman seorang gadis yang bernama Bunga. Jantung gw terasa berdegup cepat ketika di perjalanan itu. Entah mengapa gw selalu merasa seperti itu setiap kali ingin berjumpa dengannya. Walaupun dulu gw pernah merasakannya pada gadis yang berbeda...
Ya...penyakit itu belum hilang juga sampai saat ini.

"Bunga rumah lu sebelah mana?? Gw di depan masjid nih..." Tanya gw VIA sms.

"Fajar kelewatan...putar balik! Kan udah dibilang sebelum Masjid. Yaudah Bunga nunggu di depan nih..." Balasnya.

Tak perlu membalas sms darinya ge segera putar balik. Akhirnya gw menemukan rumah itu sesuai alamat yang sama persis dikatakan oleh Bunga. Rumah itu sedang dalam tahap pembangunan di bagian lantai dua. Gw tengok ke arah dalam, tapi gw tidak melihat Bunga disini. Hanya ada beberapa tukang yang sedang bekerja . Tiba tiba ada suara yang memanggil gw....

"Hoiii......"

Gw celingak celinguk mencari arah suara itu.

"Fajaaarr...gw disini...!!"

Gw tengok ke atas...
ternyata dia ada di lantai dua yang baru selesai di cor bagian lantainya.
Dia masih memakai pakaian seragamnya saat itu. Sama halnya dengan gw yang pastinya belum mandi. Tapi dia malah terlihat semakin........emoticon-Wowcantik

"Oii ngapain disitu Bung...turun atuh."

“Hehe...Lagi nongkrong aja. Jar naik sini...” jawabnya.

“Nggak nggak...Lu nya aja kesini Bung...”

“Iya tunggu sebentar” Ujarnya.

Gw melihat dia mengeluarkan HP dari dalam saku. Kemudian....

“Cekreek...”

Tiba tiba dia memfoto gw yang masih di atas motor berpose melipat kedua tangan di dada. Sontak gw langsung kebibungan saat itu.

“Loh...Loh...ngapain difoto segala gw???”

“Hahaha...abisnya Fajar itu lucu ya..”

Lucu??
Entah mengapa hampir semua gadis yang dekat dengan gw selalu saja mengatakan gw itu lucu. Dan gadis terakhir yang mengatakan itu pada gw adalah Bunga sendiri. Gw heran gw itu lucu dari mananya? Sekalipun gw difoto sambil menggendong boneka hello kitty pun tak ada lucunya sama sekali.
Mungkin Lucunya gw itu karena gw sedikit mirip cucunguk...
yaa...mungkin...

Kemudian Bunga pun turun. Gw fikir di rumahnya yang sedang dibangun itu sudah ada tangga untuk akses lantai 1 ke lantai 2. Ternyata tangga itu belum jadi. Dan gw agak kaget ketika dia turun menggunakan tangga bambu yang sudut kemiringannya hampir tegak lurus 90 derajat.
Omaigat...dia itu wonder woman nyasar dari mana...??

“Hati hati Bung...Haduhhh...cari penyakit aja Lu” Ujar gw yang ngilu melihat dia menuruni tangga itu.

“Yee...Bunga bisa turun kan. Hahaha...” Ujarnya girang setelah menuruni anak tangga yang terakhir.

“Bunga belajar nekat dari mana?” Tanya gw.

“Nekat gimana? Cuma gitu doang kok dibilang nekat...” jawab dia.

“Ngeri gw liat lu turun tadi. Kalo kepeleset gimana? Haduhh...ada ada aja Lu mah..” Ujar gw.

“Hehe. Tapi ga apa apa kan Bunganya? Jar masuk yu..” Ucapnya lalu tersenyum manis sekali.

Gw dipersilahkan masuk ke rumahnya. Gw melihat apapun yang ada di teras depan rumahyang cukup berantakan..
Ya maklum saja karena kondisi rumah memang sedang dalam proses pembangunan. Ada sebuah meja yang sangat besar ditutupi terpal. Mungkin besarnya sekitar 2.5 x 1 meter. Lalu gw bertanya pada sang tuan rumah kalau itu meja apa.

“Bung, ini meja apaan kok ditutupin gitu?” Tanya gw.

“Ohh...itu....Mau main??”

Kemudian Bunga membuka terpal itu secara perlahan. Ternyata Meja itu........
efti108
efti108 memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.