TS
edodoedogawa
★★★ Adat Dan Budaya Suku Banjar (Kalimantan Selatan) ★★★
⋘ Thread ini dibuat dengan tujuan untuk berbabagi dan memberikan informasi mengenai adat dan kebudayaan tentang suku Banjar yang ada di Kalimantan Selatan. ⋙
Spoiler for Index Link:
Quote:
Monggo untuk para sepuh yang mempunyai informasi mengenai adat dan kebudayaan suku Banjar untuk di bagi disini

Postingan yg mengangkut atau memberikan info tentang kebudayaan suku banjar akan di update di page one

Diubah oleh edodoedogawa 18-05-2014 02:30
0
213.2K
429
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Budaya
2.5KThread•1.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
edodoedogawa
#381
Naga Banjar
Menurut budaya Kalimantan, alam semesta merupakan perwujudan "Dwitunggal Semesta" yaitu alam atas yang dikuasai oleh Mahatala atau Pohotara, yang disimbolkan enggang (burung), sedangkan alam bawah dikuasai oleh Jata atau Juata yang disimbolkan sebagai naga (reptil). Alam atas bersifat panas (maskulin) sedangkan alam bawah bersifat dingin (feminim). Manusia hidup diantara keduanya.
Dalam budaya Banjar, alam bawah merupakan milik Puteri Junjung Buih sedangkan alam atas milik Pangeran Suryanata. Setelah berkembangnya agama Islam, maka oleh suku Banjar alam atas dianggap dikuasai oleh Nabi Daud, sedangkan alam bawah dikuasai oleh Nabi Khidir Dalam arsitektur rumah Banjar, makhluk naga dan burung enggang diwujudkan dalam bentuk ukiran, tetapi sebagai budaya yang tumbuh di bawah pengaruh agama Islam yang tidak memperkenankan membuat ukiran makhluk bernyawa, maka bentuk-bentuk makhluk bernyawa tersebut disamarkan atau didistilir dalam bentuk ukiran tumbuhan.
Kepala Naga Padudusan, digunakan sebagai sampung perahu mengambil air untuk mandi badudus di ulak banyu (pusaran air)
Naga Badudung adalah suatu bentuk naga yang dibuat dari kayu dengan leher tegak, kepala datar, mulut menganga, mata melotot dan lidah menjulur.
Patung serupa sampai saat ini masih banyak disimpan oleh beberapa kelompok masyarakat di Hulu Sungai, dan dirawat secara berkala atau pada waktu tertentu 'diberi' kembang.
Naga tersebut diletakkan di samping pelaminan pengantin, dipasang pada haluan perahu yang membawa pengantin, dibuatkan badan dalam upacara bananagaan (di Banua Halat, Tapin, dalam upacara Baayun Mulud), dipercaya di Hulu Sungai Tengah dan Hulu Sungai Selatan bahwa air siraman naga tersebut dapat menyembuhkan penyakit.
Dalam upacara perkimpoian, naga dianggap sebagai penolak bala, yang bisa menawarkan gangguan alam (angin ribut dan hujan lebat) dan simbol pengharapan agar mempelai tidak mendapat halangan dalam bahtera rumah tangga.
Sampung Kepala Naga Gambir Sawit adalah merupakan 'kepala' dari haluan perahu yang berbentuk patung kepala naga. Kepala haluan perahu dalam bahasa Banjar disebut sampung. Sampung Kepala Naga Gambir Sawit dipasang pada haluan perahu yang khusus dipergunakan membawa pembesar atau menteri Kerajaan Banjar. Bahan dari kayu dengan hiasan berupa pilin, daun, sulur, bunga, naga kecil dan tali pengikat 'kepala'.
Cerita Naga dalam Folklor Banjar
LEGENDA BALAHINDANG (PELANGI) DAN SUNGAI TAPIN (PERTEMPURAN SI RINTIK DAN SI RIBUT)
sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Sampung...a_Gambir_Sawit
http://id.wikipedia.org/wiki/Naga_Badudung
sumber : http://www.facebook.com/album.php?ai...00001232178317
Dalam budaya Banjar, alam bawah merupakan milik Puteri Junjung Buih sedangkan alam atas milik Pangeran Suryanata. Setelah berkembangnya agama Islam, maka oleh suku Banjar alam atas dianggap dikuasai oleh Nabi Daud, sedangkan alam bawah dikuasai oleh Nabi Khidir Dalam arsitektur rumah Banjar, makhluk naga dan burung enggang diwujudkan dalam bentuk ukiran, tetapi sebagai budaya yang tumbuh di bawah pengaruh agama Islam yang tidak memperkenankan membuat ukiran makhluk bernyawa, maka bentuk-bentuk makhluk bernyawa tersebut disamarkan atau didistilir dalam bentuk ukiran tumbuhan.
Kepala Naga Padudusan, digunakan sebagai sampung perahu mengambil air untuk mandi badudus di ulak banyu (pusaran air)
Spoiler for Kepala Naga Badudus:
Naga Badudung adalah suatu bentuk naga yang dibuat dari kayu dengan leher tegak, kepala datar, mulut menganga, mata melotot dan lidah menjulur.
Patung serupa sampai saat ini masih banyak disimpan oleh beberapa kelompok masyarakat di Hulu Sungai, dan dirawat secara berkala atau pada waktu tertentu 'diberi' kembang.
Naga tersebut diletakkan di samping pelaminan pengantin, dipasang pada haluan perahu yang membawa pengantin, dibuatkan badan dalam upacara bananagaan (di Banua Halat, Tapin, dalam upacara Baayun Mulud), dipercaya di Hulu Sungai Tengah dan Hulu Sungai Selatan bahwa air siraman naga tersebut dapat menyembuhkan penyakit.
Dalam upacara perkimpoian, naga dianggap sebagai penolak bala, yang bisa menawarkan gangguan alam (angin ribut dan hujan lebat) dan simbol pengharapan agar mempelai tidak mendapat halangan dalam bahtera rumah tangga.
Spoiler for Naga di sisi pelaminan pengantin:
Sampung Kepala Naga Gambir Sawit adalah merupakan 'kepala' dari haluan perahu yang berbentuk patung kepala naga. Kepala haluan perahu dalam bahasa Banjar disebut sampung. Sampung Kepala Naga Gambir Sawit dipasang pada haluan perahu yang khusus dipergunakan membawa pembesar atau menteri Kerajaan Banjar. Bahan dari kayu dengan hiasan berupa pilin, daun, sulur, bunga, naga kecil dan tali pengikat 'kepala'.
Spoiler for Naga Gambir Sawit:
Cerita Naga dalam Folklor Banjar
LEGENDA BALAHINDANG (PELANGI) DAN SUNGAI TAPIN (PERTEMPURAN SI RINTIK DAN SI RIBUT)
sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Sampung...a_Gambir_Sawit
http://id.wikipedia.org/wiki/Naga_Badudung
sumber : http://www.facebook.com/album.php?ai...00001232178317
0

