TS
edodoedogawa
★★★ Adat Dan Budaya Suku Banjar (Kalimantan Selatan) ★★★
⋘ Thread ini dibuat dengan tujuan untuk berbabagi dan memberikan informasi mengenai adat dan kebudayaan tentang suku Banjar yang ada di Kalimantan Selatan. ⋙
Spoiler for Index Link:
Quote:
Monggo untuk para sepuh yang mempunyai informasi mengenai adat dan kebudayaan suku Banjar untuk di bagi disini

Postingan yg mengangkut atau memberikan info tentang kebudayaan suku banjar akan di update di page one

Diubah oleh edodoedogawa 18-05-2014 02:30
0
213.2K
429
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Budaya
2.5KThread•1.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
edodoedogawa
#380
Batamat Al-Qur'an

Acara Batamat Al Qur'an
Batamat Al Qur'an adalah sebuah tradisi agamis yang telah lama dipertahankan oleh masyarakat Banjar, Kalimantan Selatan. Suku Banjar, terkenal dengan masyarakatnya yang sangat agamis, sehingga seluruh sendi kehidupan mereka selalu berlandaskan keagamaan. Batamat Al Qura'an merupakan salah satu tradisi agamis yang dilaksanakan ketika seseorang telah mengkhatamkan membaca Al Quran.
Setiap daerah di Kalimantan Selatan memiliki cara-cara tersendiri dalam melaksanakan tradisi batamat Al Quran. Terdapat perbedaan pada waktu pelaksanaan, perangkat yang digunakan dan tata cara pelaksanaan. Sebagian masyarakat melaksanakan batamat Al Quran pada saat acara pernikahan atau perkimpoian. Biasanya mempelai (pengantin) yang melakukan batamat Al Quran. Tapi ada juga masyarakat yang melakukan pada bulan-bulan tertentu misalnyaBulan Mulud (Rabiul Awal), Namun semuanya merujuk pada kegiatan utama yaitu membaca Al Quran pada bagian akhir (Juz Amma).
Di Desa Simpang Mahar, Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, tradisi batamat Al Quran biasanya dilaksanakan pada saat merayakan Hari Raya Iedul Fitri atau Iedul Adha. Lazimnya dilaksanakan pada hari raya tiga hari atau empat hari (hari ketiga atau keempat lebaran) dengan tempat di Masjid Al Amin, Simpang Mahar. Batamat Al Quran dapat diikuti oleh siapa pun baik anak-anak maupun sudah dewasa. Tapi pada umumnya yang mengikuti adalah anak-anak yang telah mekhatamkan membaca Al Quran yang mereka lakukan setiap malam.
Pada saat lebaran kemaren, telah dilakukan acara Batamat Al Quran di Simpang Mahar pada saat hari raya tiga hari (hari ketiga lebaran). Sebanyak 15 anak mengikuti kegiatan ini, rata-rata berumur 10 12 tahun. Persiapan yang dilakukan adalah kostum dan perangkat yang mengikuti sang pengkhatam. Kostum bagi anak laki-laki adalah baju gamis (jubah khas timur tengah) lengkap dengan sorban dan patah kangkung yang dipakai di kepala. Sedangkan bagi anak perempuan memakai baju sejenis jubah berenda dan bulang yang dipakai di kepala. Kostum ini adalah pakaian yang biasa dipakai jemaah haji ketika mereka pulang ke kampung halaman.
Selain kostum, juga disiapkan payung yang dibuat dari pelepah rumbia atau bambu. Payung diberi hiasan kertas warna-warni dan adakalanya tiang payung adalah bambu yang berisi telur rebus yang telah matang. Selain itu juga disiapkan balai (miniatur masjid) yang dibuat dari pelepah rumbia, yang diberi hiasan dengan kertas warna-warni. Di dalam balai ditempatkan ketan putih dan ketan merah, telur, dan makan-makanan kecil yang digantung. Untuk menambah semarak balai, maka juga ditancapkan beberapa bendera dari kertas dan uang. Balai disangga dengan dua potong pelepah rumbia agar dapat di usung ketika prosesi arak-arakan.
Prosesi dimulai saat anak keluar dari rumah untuk menuju masjid. Ketika di muka pintu, sang anak akan disambut dengan shalawat yang diiringi dengan lemparan baras kuning(beras kuning) bercampur uang koin ke halaman rumah. Anak-anak lain yang sudah menunggu di halaman rumah, akan memperebutkan uang koin yang dilemparkan tersebut. Selanjutnya sang anak akan diarak sambil dipayungi beserta rombongan lain menuju masjid. Di bagian depan arak-arakan, sang pengkhatam berjalan sambil dipayungi diiringi oleh balai yang diusung di belakangnya masing-masing.
Kemeriahan akan terasa lagi ketika rombongan arak-arakan ini tiba di masjid. Mereka akan disambut dengan shalawat dan hamburan baras kuning. Acara batamat Al Quran dilaksanakan di dalam masjid, sedangkan balai yang dibawa dari rumah di tempatkan di halaman masjid.
Hal yang unik dan ditunggu-tunggu para kerabat dan masyarakat yang berhadir pada acara tersebut adalah saat-saat memperebutkan semua makanan dan uang yang ditempatkan di dalam balai. Saking berharapnya, setiap anak (tak terkecuali yang dewasa) sudah mengelilingi balai ketika diturunkan di halaman masjid. Setiap orang siap-siap menjulurkan tangannya ke arah makanan dan bendera uang yang siap terlepas dari balai. Jika salah seorang sudah memulai mencabut bendera uang dengan tiba-tiba, maka serentak anak-anak dan orang tua berebut tanpa dapat dicegah lagi. Mereka akan memperebutkan semua makanan, ketan, telur, makanan ringan, bendera kertas, yang menjadi target utama biasanya adalah bendera uang dalam bentuk seribuan. Kadang-kadang saking ramainya, beberapa balai akan hancur akibat terhimpit, bahkan bisa-bisa sampai tertindih.
Perebutan makanan dan bendera balai, biasanya terjadi pada saat pembacaan Surah Al Fiil. Entah apa hubungannya dengan bunyi ayat yang dibaca, namun pada bacaan Alam tarakaii fafa ala ..., maka sontak mereka yang telah siap dengan tangan menjulur akan menarik dan mengambil semua makanan dan bendera yang ada pada balai. Kalau dalam bahasa Banjar, tarakai artinya adalah rusak atau hancur, maka apakah ini terkait dengan rusaknya atau hancurnya balai akibat saling berebut.
Pembacaan Al Quran diteruskan secara bergantian oleh pengkhatam, sampai pada Surah AN Naas, kemudian dilanjutkan lagi dengan membaca Surah Al Fatihah di bagian depan Al Quran. Hal ini dimaksudkan agar membaca Al Quran terus-menerus dilakukan walaupun telah mengkhatamkan Al Quran. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa khatam Al Quran, dan selanjutnya masyarakat yang hadir dipersilakan untuk mendatangi rumah yang memiliki hajat untuk menyantap hidangan yang disediakan, tentunya hidangan khas Banjar, seperti soto Banjar, nasi sop, masak habang, ataupun masakan lainnya. Tidak ketinggalan ketan putih dan ketan merah.
Inilah sekilas tradisi Batamat Al Quran yang setiap tahun selalu diadakan masyarakat Simpang Mahar di Hulu Sungai Tengah.

Anak-anak diarak menuju Masjid Al Amin

Balai yang mengiringi arak-arakan.

Balai yang sudah rakai

Acara Batamat Al Qur'an
sumber : http://bumibanjar.blogspot.com
0

