Kaskus

Story

applepie34Avatar border
TS
applepie34
..: When I Was Your Man :..
Same bed but it feels just a little bit bigger now
Our song on the radio but it don't sound the same
When our friends talk about you, all it does is just tear me down
Cause my heart breaks a little when I hear your name

It all just sounds like oooooh…
Mmm, too young, too dumb to realize
That I should have bought you flowers
And held your hand
Should have gave you all my hours
When I had the chance
Take you to every party
Cause all you wanted to do was dance
Now my baby's dancing
But she's dancing with another man

My pride, my ego, my needs, and my selfish ways
Caused a good strong woman like you to walk out my life
Now I never, never get to clean up the mess I made, ohh…
And it haunts me every time I close my eyes


Although it hurts
I'll be the first to say that I was wrong
Oh, I know I'm probably much too late
To try and apologize for my mistakes
But I just want you to know

I hope he buys you flowers
I hope he holds your hand
Give you all his hours
When he has the chance
Take you to every party
Cause I remember how much you loved to dance
Do all the things I should have done
When I was your man
Do all the things I should have done
When I was your man


Quote:





INDEX

Diubah oleh applepie34 12-03-2014 19:14
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
101.4K
648
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.7KAnggota
Tampilkan semua post
applepie34Avatar border
TS
applepie34
#414
Gue menikmati waktu kebersamaan gue dengan Vita dengan sangat nyaman, setelah peristiwa nyanyian hujan itu. Dia menjadi sosok yang sangat manis buat gue. Bukan membuat gue risih malah membuat gue selalu ingin ada didekatnya. Munafik memang jika gue bilang kalau gue udah 100% move on. Jujur, gue masih sempat sempatnya memikirkan Fifi disela-sela kebersamaan gue dengan Vita sekarang yang mengalir bagai air entah kemana bermuaranya. Gue masih sering bertanya tanya, bagaimana kabarnya Fifi, sedang apa dia sekarang, bagaimana IPnya semester ini, dan lain hal sebagainya. 2 tahun waktu yang cukup membuat goresan nama Fifi dihati gue. Entah gimana caranya mengahapus nama itu..

Sore itu gue sedang ngopi bareng di depan kostan bareng Ighar.
“gini ye bro, lo tau kan kalo spidol itu ada yang permanent dan susah buat dihapus dari whiteboard?”

“bisa sih diapus kalo ditimpa sama spidol yang gak permanen” jawab gue.

“nah! Buat ngapus nama dia dihati lo harus di timpa dengan nama orang lain. Meskipun ibarat kata nama orang itu bukanlah spidol permanen kayak Fifi. “

“…….”gue diem gak paham mau ngomong apa.

“cepat atau lambat harus ada yang gantiin Fifi kalo emang lo mau bener2 ngelupaiin dia. Kesendirian gak membuat lo lupa bro, malah yang ada lu nengok terus kebelakang meskipun mobil yang lo kendaraain yaitu hidup lu jalannya kedepan. “

“tapi gak secepat ini juga , gue takutnya deket sama orang malah sebagai plampiasan atas move on nya gue bukan emang mau mulai semuanya lagi dengan orang lain.”

“lo udah memulainya dari kemarin2, bahkan sebelum lu putus bro. lo udah membuat cerita lain dengan orang lain” kata Ighar menepuk bahu gue dan meninggalkan gue penuh dengan kebingungan.

“weeeey bengong aje” sapa Vita yang tiba tiba datang dari dalam setelah ighar meninggalkan gue yang masih bengong di teras.

“suka suka kek ah, muncul tiba tiba aje lu kayak tuyul” balas gue sekenanya.

“dih rese yaa. Nyari makanan iseng yuk? Lapeer”

“traktir ya?”

“dasar matre, mau apaaan sih emang?”

“bukan matre sob, tapi irit hahahaha”

“bukan irit tapi pelit lo mah. Udah ayook pinjem motor ighar aja”

Akhirnya gue dan Vita pun meminjam motor Ighar lalu keluar dari kostan buat nyari makanan iseng. Pilihan kita pun tertuju degan martabak manis di dekat kampus yang terkenal enak dan ruameenya. Setelah mesen dan dapet antrian nomor 7 emoticon-Nohope gue dan Vita pun duduk dibangku-bangku plastik yang disediakan.

“ciyeee yang minggu depan ulang tahuun” ledek Vita tiba tiba.

“lah kok lo tau tanggal ulang tahun gw??” jawab gue kebingungan.

“yailah jangan kegeeran dulu deh, orang ada tuh di fb lo hahahahaha”

“aisssh tetep aja berarti lo buka buka fb gue kan, orang kalo ulang tahun
munculnya h-2 hari paling gak h-seminggu begini hahahahaha “

“yaa waktu itu iseng aja”

“halah bilang aja kangen sama gue jadi buka buka fb gue. Hayo ngaku hahahaha” gue tertawa lepas melihat muka Vita memerah dan Nampak malu kegep abis buka buka fb gue.

“kagak apaansi, kegeerannya mulai deeeh” sekarang dia mulai sewot.

“eaaa kegep nih yeeee hahahahahaha”

Gue terus terusan ngecengin dia sampe akhirnya dia sebel sendiri dan cemberut. Entah kenapa gue malah seneng ngeliatin mukanya yang cemberut gitu, ngegemesin hahahahaha.

“udah ah, jelek lu kalo cemberut. Senyum dulu doong. Nanti gue kasih hadiah dah” kata gue mengacak2 rambutnya.

“bener ya? Apaan hadiahnya? Awas aja ga mutu”

“ada deh, liat aja entar emoticon-Big Grin eh nomor 7 nooh”

Setelah nunggu sekitar setengah jam kurang, martabak pesenan kita pun jadi.setelah martabak jadi, gue berniat ngajak dia kesuatu tempat. Tempat yang agak nanjak dari kota gw. Nah disana gue bisa ngeliat pemandangan kota gue dengan sangat puas. Apa lagi malam hampir datang, gemerlap gemerlip lampu kota bakal menghiasi pemandangan kota gue malam itu. Ga butuh waktu lama, sekitar 35 menit gue udah sampe diatas. Terdapat beberapa kios-kios warung kopi dan kedai kedai semacamnya. Gue pun mencari tempat paling pw yang terdapat di tengah tengah agar dapat menikmati seisi pemandangan malam ini.

“ini hadiahnya, maaf kalo gak mutu ya hehehe” kata gue saat gue dan Vita udah duduk dimeja yang disediakan kedai yang kita pilih.

“walaupun gue udah sering banget kesini, tapi… makasih yah” kata dia dengan lembut dan tersenyum kearah gue.

“yaaah, beneran gak mutu ya? Buktinya lo udah sering banget kesini..”

“hmmm ini bukan tentang udah berapa kali gue kesini, tapi dengan siapa gue kesini. Dan sekarang gue kesini sama lo. Itu udah cukup mutu”

Gue tertegun dengan jawabannya barusan. Gak ngerti harus jawab apa. Dan cumin senyam senyum kecil setelah itu kopi yang gue pesan pun datang. Kami menikmati pemandangan malam itu dengan martabak dan secangkir kopi pahit masing masing. Rasanya luaaarrrr biasa.

“dy..” panggil Vita lalu menaruh tangannya diatas tangan gue. “ makasih yah buat hari ini” kata dia kemudian tersenyum dengan sangat manis kearah gue.

“sama sama “ gue balas senyumannya itu.

We're not lovers
But more than friends
Put a flame to every single word you ever said
No more crying
To get me through
I'll keep dancing till the morning with somebody new

0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.