- Beranda
- Stories from the Heart
Legend of Seal Online {The Prologue}
...
TS
dragonregure
Legend of Seal Online {The Prologue}
Sebelumnya salam buat all Kaskuser, ane newbie yang hanya ingin meng-share cerita Asli karangan ane 100% 
Cerita ini terinspirasi dari salah satu game Online kesayangan ane dahulu, sekarang udah engga soalnya cheat dimana-mana

Seal Online Indonesia
Ya itu nama game yang sukses ngebuat TS menjadi seorang gamers
Maaf ya kalau Thread TS engga sengaja melanggar Rules mohon di tegur krn TS baru disini
Cerita ini hanya 100% karangan TS dan fiksi belaka, mohon maaf apabila tidak sesuai dengan story di game nya. Emang sengaja dibikin beda dengan aslinya (Story digamenya
)
dan buat kaskuser lainnya mohon patuhi Rules STFH sebelum post
Chapter 1: Woke Up
Chapter 2: Titan Skull
Chapter 3: Elme
Chapter 4: Shiltz
Chapter 5: Thousand Years
Chapter 6: Oracle
Chapter 7: Man With No Magic
Chapter 8: Destinied Showdown
Chapter 9: Dragon's Pupil
Chapter 10: 251
Chapter 11: Deadly Friday
Chapter 12: CamaPro
Chapter 13: Captain Jay
Chapter 14: Captain Jay?!
Chapter 15: Captain Jay?! 2
Chapter 16: Jikael Dual Blade
Chapter 17: Training!
Oh iya sekarang sudah ada Side Storynya loh!
Legend of Seal Online {Ryankakku}
Jika berkenan


Cerita ini terinspirasi dari salah satu game Online kesayangan ane dahulu, sekarang udah engga soalnya cheat dimana-mana

Seal Online Indonesia
Ya itu nama game yang sukses ngebuat TS menjadi seorang gamers

Spoiler for Sebelum Baca, Baca ini dulu gan!:
Maaf ya kalau Thread TS engga sengaja melanggar Rules mohon di tegur krn TS baru disini

Cerita ini hanya 100% karangan TS dan fiksi belaka, mohon maaf apabila tidak sesuai dengan story di game nya. Emang sengaja dibikin beda dengan aslinya (Story digamenya
)dan buat kaskuser lainnya mohon patuhi Rules STFH sebelum post
Spoiler for Indeks:
Chapter 1: Woke Up
Chapter 2: Titan Skull
Chapter 3: Elme
Chapter 4: Shiltz
Chapter 5: Thousand Years
Chapter 6: Oracle
Chapter 7: Man With No Magic
Chapter 8: Destinied Showdown
Chapter 9: Dragon's Pupil
Chapter 10: 251
Chapter 11: Deadly Friday
Chapter 12: CamaPro
Chapter 13: Captain Jay
Chapter 14: Captain Jay?!
Chapter 15: Captain Jay?! 2
Chapter 16: Jikael Dual Blade
Chapter 17: Training!
Oh iya sekarang sudah ada Side Storynya loh!
Legend of Seal Online {Ryankakku}
Jika berkenan
Quote:

Diubah oleh dragonregure 24-10-2017 12:12
anasabila memberi reputasi
1
17.4K
Kutip
109
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
dragonregure
#7
Chap 3
Chapter 3 
Buat para reader yang belum mengerti istilah-istilah yang terdapat pada chapter 3 dapat bertanya
tapi baca dulu yang ini
“Hey! Hey! Cloud! Jangan melamun! Kita sedang War!
” Bentak Jim membangunkan Cloud dari lamunannya.
“So.. Sorry” Jawab Cloud karena tidak sadar permainan telah dimulai.
“Ayolah Cloud, ada apa dengan mu hari ini?” Tanya William dengan nada kecewa.
“Ok baiklah kita mulai atur strategi, aku akan memberitahu lewat Guild Chat.” Ucap Cloud sambil mulai mengetik.
“Ok, kita pakai cara pengalih perhatian, aku akan menjadi umpan, aku akan berpura-pura maju sendiri dan karena aku ketua guild pasti mereka akan segera membunuhku, dengan kata lain akan mengejarku, apabila mereka sudah terkumpul didekatku aku ingin kalian fokus dengan AoE attack, dan apabila ada yang melakukan serangan jarak jauh kepada ku aku serahkan pada William untuk membereskannya. Ned dan Grey, kalian adalah Mage tertinggi di guild, aku serahkan AoE attack pada kalian. Untuk semua mage juga melakukan MOB attack, untuk yang tidak dapat melakukan AoE attack bisa menjadi umpan atau membantu William membereskan musuh yang tidak terkena AoE. Kita selesaikan mereka dengan sekali Hit!”
Tak lama kemudian Cloud menekan Enter dengan keras. “Instruksi terkirim!”
“Ok Captain!”
“Aye aye Sir!”
“Siap Komandan!”
Satu per satu respon positif dari teman-teman guildnya telah ia terima menandakan rencana telah disetujui bersama.
“Baiklah! Misi dimulai!” Ucap Cloud bersemangat.
*******************************************************************************************
Cloud duduk dikursi hitam didalam game center kesayangannya, ia hanya menatap layar yang ada didepannya. Layar tersebut menampilkan karakter game yang ia bangun benar-benar dari nol.
“Elme” Itulah nama karakternya.
Nama yang sangat terkenal di Shiltz, dunia yang berada dalam Seal Online. Satu set Golden Sword dan Golden Sword's Blade yang menempel pada punggungnya menjadi ciri khasnya. Ketua dari Angel Blade, guild nomor satu di Shiltz, namanya semakin naik karena telah berhasil membuat guildnya menjadi nomor satu dalam dua tahun terakhir.
Cloud masih terus diam menatap layar yang dipenuhi oleh ucapan selamat dari teman-teman satu guildnya karena telah berhasil mempertahankan guild diposisi puncak. Disamping kanan dan kiri Cloud, Will dan Jim menepuk-nepuk pundak Cloud.
“Kerja Bagus Kapten! Kau memang benar-benar luar biasa
” Celetuk Jim.
“......” Cloud hanya terdiam
“Padahal tadi kukira kita bakal kalah!
” ujar William.
Cloud tetap terdiam, ia tidak dapat berkonsentrasi bermain hari ini. Kejadian tadi siang masih membuatnya penasaran. Apa benar itu Titan? Bagaimana bisa? Mengapa ukurannya sebesar itu?
Melihat wajah Cloud yang mulai mengkerut, Will dan Jim saling berpandangan. Penasaran apa yang membuat Cloud diam saja setelah memenangkan peperangan.
“Hey Bro! Ada masalah?
” Ucap William sambil menepuk pundak Cloud dengan keras.
“Ah! Sorry.. Tidak ada apa-apa!
” Jawab Cloud tersadar dari lamunannya.
“Ayolah Bro, kau terlihat aneh hari ini..
”
“Apa ini tentang Michelle?
” celetuk Jim.
“Ahahahah! Bukan.. Bukan.. Hanya saja.. Aku masih tidak percaya apa yang kita lihat siang tadi.. Maksudku, tidak mungkinkan? Titan hanya ada dalam Game! Dan.. Ngomong-ngomong kalian kok sangat santai seolah kejadian tadi siang tidak pernah terjadi..”
Lagi-lagi William dan Jim berpandangan, lalu kembali menatap Cloud.
“Iya ya? Kok aku sampai lupa?
” Jawab Jim sambil tertawa.
“Kalian ini..
”
“Oh aku punya ide!” Ucap William tiba-tiba, “Bagaimana kalau kita coba cek markas nya di Gua Crude? Kita lihat apakah tubuhnya semakin membesar? Kalau ya berarti kejadian tadi ada hubungannya! Ini mungkin terdengar gila tapi tidak ada salahnya kan?”
“Ide bagus, aku ikut!
” tambah Jim.
Mereka berdua menatap Cloud menunggu jawaban darinya, Cloud berfikir sejenak. Tidak ada salahnya sih daripada aku terus memikirkannya, pikir Cloud.
“Baiklah, aku ikut!”
Will dan Jim kembali ketempat duduk mereka dan mulai menuntun karakternya menuju gua Crude, Will dengan karakter Barbarian/Swordmaster-nya bernama “DeathHowl” sementara Jim dengan karakter Destroyer-nya bernama “HolySword”. Tak jauh dibelakang, Elme mengikuti mereka menuju markas salah satu Boss Bale.
Setelah sampai didepan Gua Crude mereka segera memasukinya dan menulusuri labirin Gua Crude menuju tempat Titan Skull berada, Jim yang memimpin perjalanan diikuti kedua sahabatnya. Sepuluh menit sudah mereka berputar-putar dan Will sudah mulai jengkel.
“Kau bilang kau masih ingat
” keluh Will.
“aku masih ingat bila kau tidak mengajakku berbicara sepanjang perjalanan
” balas Jim dengan kesal.
Cloud tidak menghiraukan kedua sahabatnya yang sudah mulai adu mulut, ia memperhatikan sekeliling. Tak terlihat sedikit pun tanda-tanda portal menuju tempat titan, yang ia lihat hanya bale yang bertebaran disana-sini. Perhatiannya tersita ketika tidak sengaja melihat sesuatu yang tidak jauh dari tempatnya.
“apa itu?
” ucap Cloud menyadadarkan kedua sahabatnya yang sedang Bertarung/PVP.
“apa Cloud?
” balas Jim.
“Itu! Didekat Tarantula Queen,”
“aku tak melihat apapun. Will?
”
“aku juga tak melihat apapun,” jawab Will enteng.
Cloud mengarahkan Elme menuju tempat dimana sesuatu itu berada, sekarang mulai jelas. Makhluk setengah manusia dan setengah Reptil, berdiri tegak seperti manusia akan tetapi memiliki bentuk kepala seperti Ular dan memiliki ekor. Tubuhnya berwarna hijau dan terdapat sisik yang menutupi seluruh tubuhnya, menggunakan baju perang atau armor yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Tangan kanannya memegang senjata seperti pistol berwarna hitam sedangkan tangan kirinya memegang benda yang sama tetapi berwarna putih.
Tanpa berfikir panjang Cloud mulai mengetik.
“Makhluk apa kau?” tanya Cloud.
“Kau dapat melihatku?”
“Apakah kau player?” tanya Cloud lagi.
Belum sempat makhluk itu menjawab pertanyaan Cloud, Badan makhluk itu perlahan-lahan menghilang.
“Kau dapat melihatku pertanda Dimensi akan bersatu kembali,”
“Maksudmu?”
“Dan pertanda ka..”
Belum sempat makhluk itu menyelesaikan kalimatnya, wujudnya benar-benar telah menghilang.
“Hey! Hey! Tunggu dulu!” Cloud mulai panik.
“Ada apa Cloud, kenapa kau chattingan sendiri dari tadi?
” ujar William.
“Apa? Sendiri? Tidak! Kalian tidak melihatnya? Tadi ada manusia Kadal disini!”
“Ahahahah tidak mungkin ada Lizard Warrior nyasar sampai kesini Cloud, aku juga tidak melihat apapun
” tambah Jim sambil tertawa.
Cloud hanya terdiam mendengar apa yang dikatakan sahabatnya. Apa hanya dia yang bisa melihatnya tadi? Pikir Cloud.
“Baiklah, ayo kita lanjutkan perjalanan,” Cloud menutup pembicaraan.
Mereka kembali menulusuri labirin Gua Crude, setelah 10 menit akhirnya mereka sampai pada pintu masuk markas Titan.
“Apa kalian siap?” Tanya Cloud.
William dan Jim mengangguk pelan.
“Baiklah ayo masuk!”
Mereka bertiga masuk bersamaan dan melihat..
*******************************************************************************************
“Lihatkan? Masih seperti biasa, terkurung dalam segel batunya dan ukurannya masih normal,
” Ujar William sambil tertawa dalam perjalanan pulang.
“Lalu kok yang tadi siang sangat besar?
” balas Jim.
“Ahahah itu pasti hanya tipuan! Aku yakin!
”
“Hmmmmm, masuk akal juga”
Mereka bertiga berjalan santai sambil bercanda tawa, dinginnya malam tidak membuat mereka berhenti tertawa. Sesekali mereka terdiam dan memasang pose terkeren mereka ketika ada wanita muda yang lewat.
Entah Cloud senang atau kecewa setelah melihat keberadaan Titan tadi, ukurannya masih seperti dua kali pria dewasa, berbeda dengan yang ia lihat di televisi tadi. Ukurannya seperti raksasa.
Kepala Cloud sekarang dipenuhi oleh hal-hal yang tidak masuk akal. Mimpinya, Titan Raksasa, dan Makhluk berbentuk Reptil sudah cukup membuat kepalanya nyut-nyutan.
“Oh..” Lenguh Cloud sambil memegang kepalanya.
“Hey ada apa bung? Kau sakit?” Tanya Jim.
“Ya, kau terlihat sangat aneh hari ini,” Will menambahkan.
“Tidak apa.. Aku hanya.. Ukh!”
Suara lagu menyeramkan itu kembali terngiang jelas dikepalanya.
“AAAARRRRRRRGGGHHHH!!!!” Teriak Cloud sambil menutup kedua telinganya.
Cloud berusaha meminta bantuan pada sahabatnya, ia melihat kedua sahabatnya. Cloud melihat Will dan Jim berbicara pada Cloud dengan wajah yang panik, namun Cloud tidak mendengar apapun yang keluar dari mulut mereka, seolah-olah mereka berbicara namun tak bersuara.
Satu per satu suara yang ia dengar hari ini terngiang dalam kepalanya diikuti dengan lagu menyeramkan itu.
“Dimensi”
“Kau dapat melihatku?”
“Gempa bumi yang baru saja terjadi menimbulkan banyak kerusakan..”
“Dimensi”
“Makhluk ini lah yang menyebabkan gempa bumi..”
“Titan Skull”
“Kau dapat melihatku pertanda Dimensi akan bersatu kembali,”
“Elme,”
“GGRRRRRRUUUUUUUUUOOOOOOOOOOGGGGGGHHHH!!!!!!”
Kaki Cloud melemas setelah mendengar raungan yang ada dalam mimpinya, ia jatuh terlentang menghadap langit malam namun suara lagu itu masih saja terdengar. Tubuhnya tidak dapat digerakkan seperti orang lumpuh, namun mata Cloud masih terbuka melihat langit dan wajah kedua sahabatnya yang sudah benar-benar panik.
Cloud berusaha agar tetap membuka matanya tetapi perlahan mata Cloud mulai menutup, gelap dan semakin gelap. Hal terakhir yang ia lihat yaitu wajah kedua sahabat dekatnya yang panik dan ketakutan.
Cloud merasa hidupnya akan segera berakhir. Ia berusaha memanggil orang yang benar-benar berarti dalam hidupnya, berharap mereka akan datang dan menyelamatkannya.
“Will, Jim.. Jess.....”
“Ayah....”
*******************************************************************************************
Suara derap kaki kuda memecah keheningan malam, sinar purnama menerangi jalan setapak ditengah hutan. Nampak sesosok pria menunggangi kuda yang berlari melewati jalan itu, sinar bulan memantul pada dua pedang yang menempel dipunggungnya, keringatnya tidak berhenti mengucur dan wajahnya begitu panik, ia sesekali melihat kebelakang.
Beberapa puluh meter dibelakangnya, terlihat segerombolan monster menunggangi kuda mengejarnya.
“Cepat! Jatuhkan dia dari kudanya! Bunuh dia!” Teriak salah satu monster itu bersamaan dengan ditembaknya anak-anak panah ditujukan kepada sang pria.
Pria tersebut berusaha menghindar sebisa mungkin, namun satu anak panah berhasil menancap dikaki kanannya.
“Ukh..!”
“Cepat gunakan Magic!” Teriak monster itu lagi.
“Sial!” Gumam sang pria.
Satu per satu lingkaran magic muncul dilangit dan menembakkan batu membara dan bongkahan es sebesar Pria dewasa, pria itu lagi-lagi berusaha menghindarinya.
Namun tak berhasil, satu batu api membara sudah sangat dekat dan nyaris menghantam dia dan tunggangannya. Tidak ada cara lain pikirnya. Ia mengangkat tangannya keatas.
“Ancient Magic.. BARRIER!” gumamnya.
Lingkaran magic berwarna putih muncul tepat didepan tangan yang ia angkat. Menghalau dan menghancurkan batu yang nyaris saja merenggut nyawa nya.
“Cepat! Jangan berhenti menyerang! Jangan sampai dia memindahkan dua Makhluk itu ke dimensi lain!” Lagi-lagi monster itu berteriak.
Mendengar itu, wajah sang pria menjadi sangat serius. Dia mengambil salah satu pedang yang ada dipunggungnya, pedang itu berwarna putih dan terdapat huruf ancient yang terukir pada mata pedangnya.
“Holy Sword Of Albereo”
Ia menatap pedang putih itu, “Aku butuh bantuanmu Albereo,” bisiknya pada pedang putih itu. Pedang itu bersinar seolah-olah meng-iya-kan permohonan sang pria.
Dengan cepat pria itu mengayunkan pedangnya kebelakang.
“Ancient Rune.. Holy Slash!”
Cahaya putih keluar dari ayunannya, memotong semua yang ia lewati dan diakhiri dengan ledakan yang sangat besar. Jalan yang ia lewati sudah hancur dan tak terdengar lagi suara derap kaki kuda selain yang ia tunggangi.
Sang pria kembali menyimpan pedang yang ia panggil Albereo, ia melihat kearah keranjang yang ia bawa. Terdapat dua anak kecil yang terlelap didalamnya, tidur begitu tenang tidak terganggu dengan suara berisik tadi.
Tak lama kemudian, ia sampai pada lapangan yang dipenuhi oleh rumput liar. Ditengah-tengah lapangan terdapat gubuk tua yang kelihatannya dapat rubuh kapan saja. Pria itu langsung turun dari kudanya dan berjalan menuju gubuk itu sambil membawa keranjang tadi. Ia mengetuk pintu gubuk.
Pintu gubuk dibuka oleh sesosok manusia setengah reptil yang kelihatan sangat tua.
“Demi Malkuth! Apa yang kau lakukan disini Farawell kawanku?!” Ucap makhluk itu setengah kaget melihat tubuh sang pria penuh dengan luka.
“Molug, aku butuh bantuan mu..” Jawab pria bernama Farawell itu sambil terengah-engah.
“Apapun itu kawanku, apapun itu,”
Farawell memberikan keranjang yang ia bawa pada Molug,”Pindahkan mereka ke Dimensi Manusia”
Molug mengendus-endus keranjang itu, “Makhluk apa mereka? Manusia?”
“Bukan, Mereka HalfGod, keturunan Elios,”
“Demi Malkuth! Kau gila Farawell! Aku tidak berani memindahkan makhluk suci! Apalagi ketempat manusia!”
“Dengar Molug!” Bentak Farawell, “Setengah penduduk Shiltz telah mengetahui kalau mereka keturunan Elios!”
Molug tersentak kaget, “Ba.. Bagaimana mereka bisa tahu?”
“Aku tidak tahu jelasnya! Yang aku tahu para Baleingin membunuh kedua anak ini! Dan kau pasti tahu apa yang akan terjadi apabila mereka terbunuh!”
“Para Dewa.. Akan berperang kembali..” Lanjut Molug dengan sedikit berbisik.
Samar-samar suara derap kaki kuda dan teriakan terdengar dari dalam hutan menyita perhatian mereka.
“Cepatlah Molug! Aku akan menghalau mereka disini!”
Molug melotot melihat Farawell mengambil dua pegang yang ada dipunggungnya.
“Jangan pernah kau mencoba menggunakan Tirbing kawanku! Albereo akan memberimu kekuatan, tapi kegelapan Tirbing akan menelanmu!” Teriak Molug sambil melihat pedang hitam yang berada ditangan kiri Farawell.
Farawell melihat tangan kirinya yang ikut menghitam setelah memegang Pedang hitam bernama Tirbing, darah segar bercucuran dari telapak tangannya.
“Aku tidak punya pilihan lain..” Jawab Farawell, “Tenagaku sudah benar-benar habis dan aku hanya akan mengandalkan kekuatan kedua pedang ini. Apabila kegelapan mengambil alih tubuhku.. Kau tahu apa yang harus kau lakukan”
“Tidak! Kau adalah Sahabatku! Aku tidak akan pernah Tega! Terlebih lagi kau salah satu keturun..”
“MOLUG!” Teriak Farawell.
Molug terdiam, ia menatap mata kawannya seolah-olah meyakinkan keputusan yang diambilnya.
“Baiklah,” Jawab Molug dengan nada sedih.
Farawell tersenyum kecil, ia berbalik dan berjalan menuju lapangan yang terbuka.
“Farawell!”
Farawell kembali melihat Molug.
“Siapa nama kedua anak ini?”
Farawell Tersenyum.
“Nama mereka berdua.. Jessica dan Cloud..”
*******************************************************************************************
Cloud terbangun, kepalanya masih pusing karena mimpinya tadi. Ia berusaha mengingat mimpinya, Cloud merasa mimpi itu sangat berarti dikehidupannya. Cloud merasa kesakitan diseluruh tubuhnya, panasnya terik matahari membuat ia sadar dan segera berdiri.
“Oh tidak..” Gumam Cloud melihat tempat disekelilingnya.
Dataran kering yang dikelilingi oleh jurang tak berdasar, Cloud kembali ditempat yang ia sangat benci.
“Kau sudah sadar?”
Cloud terperanjat mendengar suara yang datang entah darimana. Ia baru menyadari ada seorang warrior berdiri ditepian tebing yang berada beberapa meter didepannya.
“K..Kau!” Cloud kembali teringat mimpinya, “Farawell!”
Farawell hanya membalas senyuman dan tertawa.
“Kenapa kau tertawa? Hey! Dimana ini? Aku masih bermimpi?”
“Ahahah! Bukan-bukan, ini adalah salah satu dunia yang telah hancur. Dunia yang terombang ambing diantara arus Ruang dan Waktu,” Jawab Farawell sambil tertawa.
“Kau gila..
”
“Ahahahahah! Baiklah-baiklah aku akan menjelaskannya.. Kau tahu Shiltz?”
“Hah?”
“Shiltz.. Disitulah seharusnya kau berada, disitulah seharusnya seluruh manusia berada..”
“Ya sekarang aku yakin, kau benar-benar orang gila,
”
“Dahulu kala..” Lanjut Farawell tidak peduli dengan kata-kata Cloud, “Manusia tinggal di Shiltz, namun banyak manusia yang haus kekuatan para Dewa dan berusaha membuka segel-segel pembatas antara Elim dan Balie. Mereka tidak tahu kalau mereka membukanya, perang antar Dewa kembali terjadi,”
Cloud terdiam, dia mulai tertarik mendengar cerita Farawell.
“Sebelum hal itu terjadi, Elios sang dewa tertinggi segera ingin memisahkan manusia dari Shiltz. Hal itu sangat mustahil bahkan oleh dewa sekalipun, namun ada satu cara.. Yaitu dengan menyegel salah satu Ancient Holy Dragon, Naga pengatur Ruang dan Waktu..”
“Kau pikir aku akan percay..”
“Elios sangat bersyukur karena dengan berpindahnya seluruh manusia ke dimensi lain, ingatan mereka akan Shiltz telah hilang dan mereka lupa akan keinginan mereka memperoleh kekuatan para Dewa, namun sifat rakus mereka tidak pernah hilang,”
Farawell berbalik menghadap ke jurang, ia menatap Lingkaran Magic besar yang menggantung dilangit diatas jurang itu.
“Ini adalah lingkaran Magic pembuka dimensi yang menyegel Naga tersebut,”
“Tunggu.. Kau tidak bermaksud melepasnya kan?” Tanya Cloud
Farawell kembali menghadap Cloud, ia tersenyum, tapi kali ini senyumnya berbeda, senyum yang licik. Cloud dapat merasakan aura hitam yang keluar dari tubuh Farawell. Magic Circle yang ada diatas mereka menghilang, diikuti raungan yang sangat keras.
“GGRRRRRRUUUUUUUUUOOOOOOOOOOGGGGGGHHHH!!!!!!”
Sebuah cakar raksasa berwarna hitam muncul dari dalam jurang mencengkram Tepian Tebing, seolah-olah sesuatu sedang memanjat keluar dari jurang itu.
"Ya.. Dunia kita akan bersatu kembali..”
“BANGKITLAH ELME! THE BANISHED DRAGON OF SPACE AND TIME!”
Wew, akhirnya selesai juga chapter 3
Pas satu minggu looh wawkawkawkawk
Sori ya bagi yang belum tau istilah-istilahnya, penjelasannya kurang memuaskan
Tunggu Next Chap nya ya

Buat para reader yang belum mengerti istilah-istilah yang terdapat pada chapter 3 dapat bertanya

tapi baca dulu yang ini

Spoiler for Guild:
Guild adalah seperti kelompok yang dibentuk dengan tujuan untuk hunting/berburu atau berperang bersama
Spoiler for Karakter:
Dalam sebuah game Online, kita bermain dengan mengendalikan orang yang kita ciptakan, nah orang itu disebut karakter
Spoiler for PvP:
PVP adalah duel antar Karakter
Quote:
ELME
“Hey! Hey! Cloud! Jangan melamun! Kita sedang War!
” Bentak Jim membangunkan Cloud dari lamunannya.“So.. Sorry” Jawab Cloud karena tidak sadar permainan telah dimulai.
“Ayolah Cloud, ada apa dengan mu hari ini?” Tanya William dengan nada kecewa.
“Ok baiklah kita mulai atur strategi, aku akan memberitahu lewat Guild Chat.” Ucap Cloud sambil mulai mengetik.
“Ok, kita pakai cara pengalih perhatian, aku akan menjadi umpan, aku akan berpura-pura maju sendiri dan karena aku ketua guild pasti mereka akan segera membunuhku, dengan kata lain akan mengejarku, apabila mereka sudah terkumpul didekatku aku ingin kalian fokus dengan AoE attack, dan apabila ada yang melakukan serangan jarak jauh kepada ku aku serahkan pada William untuk membereskannya. Ned dan Grey, kalian adalah Mage tertinggi di guild, aku serahkan AoE attack pada kalian. Untuk semua mage juga melakukan MOB attack, untuk yang tidak dapat melakukan AoE attack bisa menjadi umpan atau membantu William membereskan musuh yang tidak terkena AoE. Kita selesaikan mereka dengan sekali Hit!”
Tak lama kemudian Cloud menekan Enter dengan keras. “Instruksi terkirim!”
“Ok Captain!”
“Aye aye Sir!”
“Siap Komandan!”
Satu per satu respon positif dari teman-teman guildnya telah ia terima menandakan rencana telah disetujui bersama.
“Baiklah! Misi dimulai!” Ucap Cloud bersemangat.
*******************************************************************************************
Cloud duduk dikursi hitam didalam game center kesayangannya, ia hanya menatap layar yang ada didepannya. Layar tersebut menampilkan karakter game yang ia bangun benar-benar dari nol.
“Elme” Itulah nama karakternya.
Nama yang sangat terkenal di Shiltz, dunia yang berada dalam Seal Online. Satu set Golden Sword dan Golden Sword's Blade yang menempel pada punggungnya menjadi ciri khasnya. Ketua dari Angel Blade, guild nomor satu di Shiltz, namanya semakin naik karena telah berhasil membuat guildnya menjadi nomor satu dalam dua tahun terakhir.
Cloud masih terus diam menatap layar yang dipenuhi oleh ucapan selamat dari teman-teman satu guildnya karena telah berhasil mempertahankan guild diposisi puncak. Disamping kanan dan kiri Cloud, Will dan Jim menepuk-nepuk pundak Cloud.
“Kerja Bagus Kapten! Kau memang benar-benar luar biasa
” Celetuk Jim.“......” Cloud hanya terdiam
“Padahal tadi kukira kita bakal kalah!
” ujar William.Cloud tetap terdiam, ia tidak dapat berkonsentrasi bermain hari ini. Kejadian tadi siang masih membuatnya penasaran. Apa benar itu Titan? Bagaimana bisa? Mengapa ukurannya sebesar itu?
Melihat wajah Cloud yang mulai mengkerut, Will dan Jim saling berpandangan. Penasaran apa yang membuat Cloud diam saja setelah memenangkan peperangan.
“Hey Bro! Ada masalah?
” Ucap William sambil menepuk pundak Cloud dengan keras.“Ah! Sorry.. Tidak ada apa-apa!
” Jawab Cloud tersadar dari lamunannya.“Ayolah Bro, kau terlihat aneh hari ini..
”“Apa ini tentang Michelle?
” celetuk Jim.“Ahahahah! Bukan.. Bukan.. Hanya saja.. Aku masih tidak percaya apa yang kita lihat siang tadi.. Maksudku, tidak mungkinkan? Titan hanya ada dalam Game! Dan.. Ngomong-ngomong kalian kok sangat santai seolah kejadian tadi siang tidak pernah terjadi..”
Lagi-lagi William dan Jim berpandangan, lalu kembali menatap Cloud.
“Iya ya? Kok aku sampai lupa?
” Jawab Jim sambil tertawa.“Kalian ini..
”“Oh aku punya ide!” Ucap William tiba-tiba, “Bagaimana kalau kita coba cek markas nya di Gua Crude? Kita lihat apakah tubuhnya semakin membesar? Kalau ya berarti kejadian tadi ada hubungannya! Ini mungkin terdengar gila tapi tidak ada salahnya kan?”
“Ide bagus, aku ikut!
” tambah Jim.Mereka berdua menatap Cloud menunggu jawaban darinya, Cloud berfikir sejenak. Tidak ada salahnya sih daripada aku terus memikirkannya, pikir Cloud.
“Baiklah, aku ikut!”
Will dan Jim kembali ketempat duduk mereka dan mulai menuntun karakternya menuju gua Crude, Will dengan karakter Barbarian/Swordmaster-nya bernama “DeathHowl” sementara Jim dengan karakter Destroyer-nya bernama “HolySword”. Tak jauh dibelakang, Elme mengikuti mereka menuju markas salah satu Boss Bale.
Setelah sampai didepan Gua Crude mereka segera memasukinya dan menulusuri labirin Gua Crude menuju tempat Titan Skull berada, Jim yang memimpin perjalanan diikuti kedua sahabatnya. Sepuluh menit sudah mereka berputar-putar dan Will sudah mulai jengkel.
“Kau bilang kau masih ingat
” keluh Will.“aku masih ingat bila kau tidak mengajakku berbicara sepanjang perjalanan
” balas Jim dengan kesal.Cloud tidak menghiraukan kedua sahabatnya yang sudah mulai adu mulut, ia memperhatikan sekeliling. Tak terlihat sedikit pun tanda-tanda portal menuju tempat titan, yang ia lihat hanya bale yang bertebaran disana-sini. Perhatiannya tersita ketika tidak sengaja melihat sesuatu yang tidak jauh dari tempatnya.
“apa itu?
” ucap Cloud menyadadarkan kedua sahabatnya yang sedang Bertarung/PVP.“apa Cloud?
” balas Jim.“Itu! Didekat Tarantula Queen,”
“aku tak melihat apapun. Will?
”“aku juga tak melihat apapun,” jawab Will enteng.
Cloud mengarahkan Elme menuju tempat dimana sesuatu itu berada, sekarang mulai jelas. Makhluk setengah manusia dan setengah Reptil, berdiri tegak seperti manusia akan tetapi memiliki bentuk kepala seperti Ular dan memiliki ekor. Tubuhnya berwarna hijau dan terdapat sisik yang menutupi seluruh tubuhnya, menggunakan baju perang atau armor yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Tangan kanannya memegang senjata seperti pistol berwarna hitam sedangkan tangan kirinya memegang benda yang sama tetapi berwarna putih.
Tanpa berfikir panjang Cloud mulai mengetik.
“Makhluk apa kau?” tanya Cloud.
“Kau dapat melihatku?”
“Apakah kau player?” tanya Cloud lagi.
Belum sempat makhluk itu menjawab pertanyaan Cloud, Badan makhluk itu perlahan-lahan menghilang.
“Kau dapat melihatku pertanda Dimensi akan bersatu kembali,”
“Maksudmu?”
“Dan pertanda ka..”
Belum sempat makhluk itu menyelesaikan kalimatnya, wujudnya benar-benar telah menghilang.
“Hey! Hey! Tunggu dulu!” Cloud mulai panik.
“Ada apa Cloud, kenapa kau chattingan sendiri dari tadi?
” ujar William.“Apa? Sendiri? Tidak! Kalian tidak melihatnya? Tadi ada manusia Kadal disini!”
“Ahahahah tidak mungkin ada Lizard Warrior nyasar sampai kesini Cloud, aku juga tidak melihat apapun
” tambah Jim sambil tertawa.Cloud hanya terdiam mendengar apa yang dikatakan sahabatnya. Apa hanya dia yang bisa melihatnya tadi? Pikir Cloud.
“Baiklah, ayo kita lanjutkan perjalanan,” Cloud menutup pembicaraan.
Mereka kembali menulusuri labirin Gua Crude, setelah 10 menit akhirnya mereka sampai pada pintu masuk markas Titan.
“Apa kalian siap?” Tanya Cloud.
William dan Jim mengangguk pelan.
“Baiklah ayo masuk!”
Mereka bertiga masuk bersamaan dan melihat..
*******************************************************************************************
“Lihatkan? Masih seperti biasa, terkurung dalam segel batunya dan ukurannya masih normal,
” Ujar William sambil tertawa dalam perjalanan pulang.“Lalu kok yang tadi siang sangat besar?
” balas Jim.“Ahahah itu pasti hanya tipuan! Aku yakin!
”“Hmmmmm, masuk akal juga”
Mereka bertiga berjalan santai sambil bercanda tawa, dinginnya malam tidak membuat mereka berhenti tertawa. Sesekali mereka terdiam dan memasang pose terkeren mereka ketika ada wanita muda yang lewat.
Entah Cloud senang atau kecewa setelah melihat keberadaan Titan tadi, ukurannya masih seperti dua kali pria dewasa, berbeda dengan yang ia lihat di televisi tadi. Ukurannya seperti raksasa.
Kepala Cloud sekarang dipenuhi oleh hal-hal yang tidak masuk akal. Mimpinya, Titan Raksasa, dan Makhluk berbentuk Reptil sudah cukup membuat kepalanya nyut-nyutan.
“Oh..” Lenguh Cloud sambil memegang kepalanya.
“Hey ada apa bung? Kau sakit?” Tanya Jim.
“Ya, kau terlihat sangat aneh hari ini,” Will menambahkan.
“Tidak apa.. Aku hanya.. Ukh!”
“niee sanfortega, niee quorfanamaa”
“niee elim nuqyika, niee beliee junkula”
“jin ha duka hubura, ouma loxu quorfanamaa”
“niee elim nuqyika, niee beliee junkula”
“jin ha duka hubura, ouma loxu quorfanamaa”
Suara lagu menyeramkan itu kembali terngiang jelas dikepalanya.
“AAAARRRRRRRGGGHHHH!!!!” Teriak Cloud sambil menutup kedua telinganya.
Cloud berusaha meminta bantuan pada sahabatnya, ia melihat kedua sahabatnya. Cloud melihat Will dan Jim berbicara pada Cloud dengan wajah yang panik, namun Cloud tidak mendengar apapun yang keluar dari mulut mereka, seolah-olah mereka berbicara namun tak bersuara.
Satu per satu suara yang ia dengar hari ini terngiang dalam kepalanya diikuti dengan lagu menyeramkan itu.
“Dimensi”
“Kau dapat melihatku?”
“Gempa bumi yang baru saja terjadi menimbulkan banyak kerusakan..”
“Dimensi”
“Makhluk ini lah yang menyebabkan gempa bumi..”
“Titan Skull”
“Kau dapat melihatku pertanda Dimensi akan bersatu kembali,”
“Elme,”
“GGRRRRRRUUUUUUUUUOOOOOOOOOOGGGGGGHHHH!!!!!!”
Kaki Cloud melemas setelah mendengar raungan yang ada dalam mimpinya, ia jatuh terlentang menghadap langit malam namun suara lagu itu masih saja terdengar. Tubuhnya tidak dapat digerakkan seperti orang lumpuh, namun mata Cloud masih terbuka melihat langit dan wajah kedua sahabatnya yang sudah benar-benar panik.
Cloud berusaha agar tetap membuka matanya tetapi perlahan mata Cloud mulai menutup, gelap dan semakin gelap. Hal terakhir yang ia lihat yaitu wajah kedua sahabat dekatnya yang panik dan ketakutan.
Cloud merasa hidupnya akan segera berakhir. Ia berusaha memanggil orang yang benar-benar berarti dalam hidupnya, berharap mereka akan datang dan menyelamatkannya.
“Will, Jim.. Jess.....”
“Ayah....”
*******************************************************************************************
Suara derap kaki kuda memecah keheningan malam, sinar purnama menerangi jalan setapak ditengah hutan. Nampak sesosok pria menunggangi kuda yang berlari melewati jalan itu, sinar bulan memantul pada dua pedang yang menempel dipunggungnya, keringatnya tidak berhenti mengucur dan wajahnya begitu panik, ia sesekali melihat kebelakang.
Beberapa puluh meter dibelakangnya, terlihat segerombolan monster menunggangi kuda mengejarnya.
“Cepat! Jatuhkan dia dari kudanya! Bunuh dia!” Teriak salah satu monster itu bersamaan dengan ditembaknya anak-anak panah ditujukan kepada sang pria.
Pria tersebut berusaha menghindar sebisa mungkin, namun satu anak panah berhasil menancap dikaki kanannya.
“Ukh..!”
“Cepat gunakan Magic!” Teriak monster itu lagi.
“Sial!” Gumam sang pria.
Satu per satu lingkaran magic muncul dilangit dan menembakkan batu membara dan bongkahan es sebesar Pria dewasa, pria itu lagi-lagi berusaha menghindarinya.
Namun tak berhasil, satu batu api membara sudah sangat dekat dan nyaris menghantam dia dan tunggangannya. Tidak ada cara lain pikirnya. Ia mengangkat tangannya keatas.
“Ancient Magic.. BARRIER!” gumamnya.
Lingkaran magic berwarna putih muncul tepat didepan tangan yang ia angkat. Menghalau dan menghancurkan batu yang nyaris saja merenggut nyawa nya.
“Cepat! Jangan berhenti menyerang! Jangan sampai dia memindahkan dua Makhluk itu ke dimensi lain!” Lagi-lagi monster itu berteriak.
Mendengar itu, wajah sang pria menjadi sangat serius. Dia mengambil salah satu pedang yang ada dipunggungnya, pedang itu berwarna putih dan terdapat huruf ancient yang terukir pada mata pedangnya.
“Holy Sword Of Albereo”
Ia menatap pedang putih itu, “Aku butuh bantuanmu Albereo,” bisiknya pada pedang putih itu. Pedang itu bersinar seolah-olah meng-iya-kan permohonan sang pria.
Dengan cepat pria itu mengayunkan pedangnya kebelakang.
“Ancient Rune.. Holy Slash!”
Cahaya putih keluar dari ayunannya, memotong semua yang ia lewati dan diakhiri dengan ledakan yang sangat besar. Jalan yang ia lewati sudah hancur dan tak terdengar lagi suara derap kaki kuda selain yang ia tunggangi.
Sang pria kembali menyimpan pedang yang ia panggil Albereo, ia melihat kearah keranjang yang ia bawa. Terdapat dua anak kecil yang terlelap didalamnya, tidur begitu tenang tidak terganggu dengan suara berisik tadi.
Tak lama kemudian, ia sampai pada lapangan yang dipenuhi oleh rumput liar. Ditengah-tengah lapangan terdapat gubuk tua yang kelihatannya dapat rubuh kapan saja. Pria itu langsung turun dari kudanya dan berjalan menuju gubuk itu sambil membawa keranjang tadi. Ia mengetuk pintu gubuk.
Pintu gubuk dibuka oleh sesosok manusia setengah reptil yang kelihatan sangat tua.
“Demi Malkuth! Apa yang kau lakukan disini Farawell kawanku?!” Ucap makhluk itu setengah kaget melihat tubuh sang pria penuh dengan luka.
“Molug, aku butuh bantuan mu..” Jawab pria bernama Farawell itu sambil terengah-engah.
“Apapun itu kawanku, apapun itu,”
Farawell memberikan keranjang yang ia bawa pada Molug,”Pindahkan mereka ke Dimensi Manusia”
Molug mengendus-endus keranjang itu, “Makhluk apa mereka? Manusia?”
“Bukan, Mereka HalfGod, keturunan Elios,”
“Demi Malkuth! Kau gila Farawell! Aku tidak berani memindahkan makhluk suci! Apalagi ketempat manusia!”
“Dengar Molug!” Bentak Farawell, “Setengah penduduk Shiltz telah mengetahui kalau mereka keturunan Elios!”
Molug tersentak kaget, “Ba.. Bagaimana mereka bisa tahu?”
“Aku tidak tahu jelasnya! Yang aku tahu para Baleingin membunuh kedua anak ini! Dan kau pasti tahu apa yang akan terjadi apabila mereka terbunuh!”
“Para Dewa.. Akan berperang kembali..” Lanjut Molug dengan sedikit berbisik.
Samar-samar suara derap kaki kuda dan teriakan terdengar dari dalam hutan menyita perhatian mereka.
“Cepatlah Molug! Aku akan menghalau mereka disini!”
Molug melotot melihat Farawell mengambil dua pegang yang ada dipunggungnya.
“Jangan pernah kau mencoba menggunakan Tirbing kawanku! Albereo akan memberimu kekuatan, tapi kegelapan Tirbing akan menelanmu!” Teriak Molug sambil melihat pedang hitam yang berada ditangan kiri Farawell.
Farawell melihat tangan kirinya yang ikut menghitam setelah memegang Pedang hitam bernama Tirbing, darah segar bercucuran dari telapak tangannya.
“Aku tidak punya pilihan lain..” Jawab Farawell, “Tenagaku sudah benar-benar habis dan aku hanya akan mengandalkan kekuatan kedua pedang ini. Apabila kegelapan mengambil alih tubuhku.. Kau tahu apa yang harus kau lakukan”
“Tidak! Kau adalah Sahabatku! Aku tidak akan pernah Tega! Terlebih lagi kau salah satu keturun..”
“MOLUG!” Teriak Farawell.
Molug terdiam, ia menatap mata kawannya seolah-olah meyakinkan keputusan yang diambilnya.
“Baiklah,” Jawab Molug dengan nada sedih.
Farawell tersenyum kecil, ia berbalik dan berjalan menuju lapangan yang terbuka.
“Farawell!”
Farawell kembali melihat Molug.
“Siapa nama kedua anak ini?”
Farawell Tersenyum.
“Nama mereka berdua.. Jessica dan Cloud..”
*******************************************************************************************
Cloud terbangun, kepalanya masih pusing karena mimpinya tadi. Ia berusaha mengingat mimpinya, Cloud merasa mimpi itu sangat berarti dikehidupannya. Cloud merasa kesakitan diseluruh tubuhnya, panasnya terik matahari membuat ia sadar dan segera berdiri.
“Oh tidak..” Gumam Cloud melihat tempat disekelilingnya.
Dataran kering yang dikelilingi oleh jurang tak berdasar, Cloud kembali ditempat yang ia sangat benci.
“Kau sudah sadar?”
Cloud terperanjat mendengar suara yang datang entah darimana. Ia baru menyadari ada seorang warrior berdiri ditepian tebing yang berada beberapa meter didepannya.
“K..Kau!” Cloud kembali teringat mimpinya, “Farawell!”
Farawell hanya membalas senyuman dan tertawa.
“Kenapa kau tertawa? Hey! Dimana ini? Aku masih bermimpi?”
“Ahahah! Bukan-bukan, ini adalah salah satu dunia yang telah hancur. Dunia yang terombang ambing diantara arus Ruang dan Waktu,” Jawab Farawell sambil tertawa.
“Kau gila..
”“Ahahahahah! Baiklah-baiklah aku akan menjelaskannya.. Kau tahu Shiltz?”
“Hah?”
“Shiltz.. Disitulah seharusnya kau berada, disitulah seharusnya seluruh manusia berada..”
“Ya sekarang aku yakin, kau benar-benar orang gila,
”“Dahulu kala..” Lanjut Farawell tidak peduli dengan kata-kata Cloud, “Manusia tinggal di Shiltz, namun banyak manusia yang haus kekuatan para Dewa dan berusaha membuka segel-segel pembatas antara Elim dan Balie. Mereka tidak tahu kalau mereka membukanya, perang antar Dewa kembali terjadi,”
Cloud terdiam, dia mulai tertarik mendengar cerita Farawell.
“Sebelum hal itu terjadi, Elios sang dewa tertinggi segera ingin memisahkan manusia dari Shiltz. Hal itu sangat mustahil bahkan oleh dewa sekalipun, namun ada satu cara.. Yaitu dengan menyegel salah satu Ancient Holy Dragon, Naga pengatur Ruang dan Waktu..”
“Kau pikir aku akan percay..”
“Elios sangat bersyukur karena dengan berpindahnya seluruh manusia ke dimensi lain, ingatan mereka akan Shiltz telah hilang dan mereka lupa akan keinginan mereka memperoleh kekuatan para Dewa, namun sifat rakus mereka tidak pernah hilang,”
Farawell berbalik menghadap ke jurang, ia menatap Lingkaran Magic besar yang menggantung dilangit diatas jurang itu.
“Ini adalah lingkaran Magic pembuka dimensi yang menyegel Naga tersebut,”
“Tunggu.. Kau tidak bermaksud melepasnya kan?” Tanya Cloud
Farawell kembali menghadap Cloud, ia tersenyum, tapi kali ini senyumnya berbeda, senyum yang licik. Cloud dapat merasakan aura hitam yang keluar dari tubuh Farawell. Magic Circle yang ada diatas mereka menghilang, diikuti raungan yang sangat keras.
“GGRRRRRRUUUUUUUUUOOOOOOOOOOGGGGGGHHHH!!!!!!”
Sebuah cakar raksasa berwarna hitam muncul dari dalam jurang mencengkram Tepian Tebing, seolah-olah sesuatu sedang memanjat keluar dari jurang itu.
"Ya.. Dunia kita akan bersatu kembali..”
“BANGKITLAH ELME! THE BANISHED DRAGON OF SPACE AND TIME!”
Wew, akhirnya selesai juga chapter 3

Pas satu minggu looh wawkawkawkawk
Sori ya bagi yang belum tau istilah-istilahnya, penjelasannya kurang memuaskan

Tunggu Next Chap nya ya

0
Kutip
Balas