Kronologi Pembunuhan Si Cantik Feby Lorita
Jakarta - Kasus pembunuhan Feby Lorita kini sudah terang benderang. Dua pelakunya, Asido April Parlindungan Simangunsong alias Ido dan Daniel Hamonangan Simangunsong, berhasil ditangkap. Bagaimana kronologi aksi keji tersebut?
Kapolres Jakarta Timur, Kombes Pol Mulyadi Kaharni, membeberkan ulang bagaimana peristiwa yang terjadi pada 24 Januari 2014 itu bermula. Cerita perjalanan Feby dan Ido hingga akhirnya dibunuh pun terkuak.
Berikut kronologi kejadian tersebut seperti yang disampaikan Kombes Mulyadi di kantornya di Jatinegara, Senin (3/2/2014):
Quote:
Rabu 22 Januari 2014
Pukul 01.00 WIB, mobil yang dikendarai Ido dan Feby tiba di rumah orang tua Ido di perumahan Puri Citayam Permai II Blok D 4, Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat. Lalu mereka menginap di rumah tersebut. Polisi menyebut rumah berukuran 6x6 meter persegi ini sebagai rumah bedeng.
Pukul 04.00 WIB, terjadi cekcok mulut antara Feby dan Ido. Lalu Ido sempat memukul dan mencekik Feby hingga tak berdaya. Tak puas dengan itu, Ido mengambil pisau kemudian menusuk Feby di leher. Feby pun tewas.
Pukul 06.00 WIB, Ido memasukkan mayat Feby ke dalam bagasi mobil Nissan March. Lalu pria asal Sumatera Utara itu meluncur ke arah Jakarta. Sempat berhenti di Cibinong, lalu dia menuju kawasan perumahan Pondok Melati Bekasi.
Pukul 13.00 WIB, Ido ke pasar Pondok Gede untuk menjual kalung dan cincin Feby. Dia lalu nongkrong di Pasar Pondok Gede hingga malam. Baru setelah itu berangkat ke apartemen Comfort Cibubur.
Quote:
Kamis 23 Januari 2014
Pukul 01.00 WIB, Ido sampai di apartemen dan tidur di kamar Feby.
Pukul 15.00 WIB, Ido meluncur ke kawasan Pondok Gede untuk mencari Daniel. Ido juga sempat mencari ke kawasan Molek, namun tidak bertemu. Akhirnya dia kembali ke apartemen Comfort. Mayat Feby masih berada di mobil Nissan.
Quote:
Jumat 24 Januari 2014
Pukul 01.00 WIB, Ido keluar kamar apartemennya lalu masuk ke apartemen Feby. Dia mengambil TV dan komputer milik wanita bertato salib tersebut.
Pukul 07.00 WIB, pacar Ido yang bernama Astri alias Eci datang. Lalu sekitar pukul 10.00 WIB, mereka pergi ke rumah orang tua Eci sambil membawa tv milik Feby naik taksi.
Pukul 15.00 WIB Ido dan Eci ke ITC Depok untuk menjual ponsel milik Feby. Mereka lalu kembali ke rumah orang tua Eci lalu sejam kemudian kembali ke apartemen.
Pukul 18.30 WIB Ido kembali mencari Daniel ke Pondok Gede menggunakan mobil Nissan March. Ido kemudian menceritakan bahwa dia telah menabrak seorang wanita hingga tewas.
Pukul 23.30 WIB Daniel menyetir mobil Nissan March lalu berputar-putar di kawasan Bekasi hingga ke kota Wisata Bekasi, Depok, hingga kembali ke Pondok Gede.
Quote:
Sabtu 25 Januari 2014
Pukul 02.15 WIB, Daniel dan Ido melanjutkan perjalanan ke arah Duren Sawit, Jaktim. Mereka sempat berniat membuang mayat di Kanal Banjir Timur, namun Ido tak setuju. Hingga akhirnya mereka sepakat untuk ke Pondok Kelapa.
Pukul 03.00 WIB, setibanya di dekat pemakaman Pondok Kelapa, mereka memarkir mobil Nissan. Lalu Daniel mengambil accu mobil Nissan tersebut dan meninggalkannya di parkiran. Ido sempat ke rumah Daniel, lalu kembali ke apartemen.
Pukul 04.40 WIB, Ido memasang accu di mobil Nissan March milik Feby ke mobil Xenia miliknya. Lalu dia bergegas pergi ke rumah kakaknya di Lubang Buaya, Jaktim.
Pukul 11.00 WIB, Ido berangkat ke Medan naik bus menggunakan bus Medan Jaya dari pool di depan BKN Jaktim.
Quote:
Feby Lorita Dieksekusi Edo di Sebuah Bedeng di Bojong Gede
Jakarta - Feby Lorita (31) dan Edo sempat berhenti di sebuah bedeng ukuran 6 meter x 6 meter di kawasan Bojong Gede, Bogor, saat berkendara. Di lokasi inilah Feby diduga dihabisi Edo.
Feby dan Edo ada di dalam bedeng itu pada Selasa 21 Januari 2014. Mereka memilih singgah di bedeng karena kecapaian setelah berkendara dari Jakarta. Mereka berada di Bojong Gede sesuai permintaan Edo yang meminta diantar ke keluarganya ke daerah itu, sebagai syarat ganti rugi kepada Feby Rp 10 juta. Ganti rugi diberikan setelah Edo memukul Feby hingga gigi Feby rontok setelah cintanya ditolak.
"Kira-kira pukul 03.00 WIB lebih, Feby ke belakang. Edo bertanya, ngapain ke belakang? Feby menjawab mau buang air," kata Kapolres Jakarta Timur, Kombes Pol Mulyadi Kaharni, dalam jumpa pers di Mapolres Jakarta Timur, Jakarta, Senin (4/1/2014).
Mulyadi mengatakan alasan itu membuat Edo menaruh curiga Feby hendak kabur. Ia kemudian gelap mata lalu menganiaya ibu satu putri ini.
"Di situ Edo emosi. Feby dilempar pakai handphone. Feby dicekik. Kemudian Edo ambil pisau. Korban ditusuk lehernya sehingga sesuai autopsi, urat nadi korban putus. Di situlah korban meninggal," ujar Mulyadi.
"Kemudian mayat diikat kaki maupun tangannya dengan kabel listrik dan tali seperti kita temukan di TKP. . Tujuannya agar mayat bisa masuk bagasi Nissan March," lanjut dia.
Rabu 22 Januari siang, kata Mulyadi, Edo beranjak dari lokasi Bojong Gede. "Mobil bermuatan mayat tersebut dibawa ke Apartemen Comfort, tempat tinggal Feby Lorita, hingga berhari-hari dan membusuk," kata Mulyadi.
Edo lalu menghubungi kakaknya, Daniel. "Dia bilang ke Daniel, dia nabrak seseorang. Mayatnya di mobil tapi bingung mau bawa ke mana. Lalu (mobil beserta mayat) dibawa ke Jalan Juanda, Depok. Tappi polisi lagi razia, maka nggak jadi (dibuang). Akhirnya mereka muter, kemudian (mobil dan mayat) dibuang di TPU Pondok Kopi," ungkap Mulyadi. Daniel sekarang juga telah diciduk polisi, hanya saja dia tidak dihadirkan dalam jumpa pers, hanya Edo saja yang dipamerkan.
http://news.detik.com/read/2014/02/0...?991104topnews